Home Blog Page 17

Kunjungi Desa Berdaya, Gubernur Dengarkan Langsung Keluhan Warga

0
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal berdialog langsung dengan warga miskin ekstrem di Desa Padasuka, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Sabtu, 9 Mei 2026. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengunjungi keluarga penerima manfaat (KPM) Program Desa Berdaya di Desa Padasuka, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (9/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi penutup rangkaian agenda kerja Gubernur di wilayah selatan Pulau Sumbawa.

Didampingi jajaran Badan Amil Zakat Nasional NTB, Kepala Desa Padasuka Mahligi, serta pendamping Desa Berdaya Muhammad Alwi, Gubernur mendatangi langsung rumah-rumah warga penerima program penanganan kemiskinan ekstrem berbasis desa.

Sejumlah keluarga yang dikunjungi di antaranya pasangan Andri Sanjaya Putra–Elmi, Suud–Hadijah, Mahdin–Sitah, Samsul Rizal–Rahimah dan Istum.
Kunjungan berlangsung sederhana dan penuh kehangatan. Gubernur berdialog langsung dengan warga untuk mendengar kondisi kehidupan sehari-hari mereka, termasuk persoalan tempat tinggal dan pendidikan anak.

Saat mengunjungi rumah Andri Sanjaya Putra, Gubernur berbincang dengan istrinya, Elmi, yang menceritakan bahwa suaminya bekerja sebagai kuli bangunan di wilayah Lunyuk.

Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarga tersebut diketahui telah memiliki lahan sendiri, namun belum mampu membangun rumah yang layak karena keterbatasan biaya.

Mendengar kondisi tersebut, Gubernur langsung meminta pemerintah desa berkoordinasi agar keluarga itu dapat segera dibantu pembangunan rumah layak huni. Ia menilai lingkungan tempat tinggal yang baik menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang dan pendidikan anak-anak.

“Mudah-mudahan nanti. Biar anak-anaknya bisa sekolah lebih baik, bisa belajar lebih baik kalau tinggal di rumah yang lebih baik. Jalan keluar dari kemiskinan itu dengan pendidikan, dengan ilmu. Pokoknya harus sekolah sebaik-baiknya, setinggi-tingginya,” katanya.

Suasana akrab terlihat ketika Gubernur berinteraksi dengan anak-anak warga. Ia menyempatkan berbincang santai mengenai cita-cita dan semangat belajar, yang disambut antusias oleh warga sekitar.

Selain menyerahkan bantuan sembako dan santunan dari Baznas NTB, Gubernur juga memberikan motivasi kepada warga agar tetap optimistis menjalani kehidupan.

Dalam kunjungan lainnya, Gubernur mendapati sejumlah warga tinggal berhimpitan bersama keluarga besar di rumah dengan kondisi terbatas. Bahkan, terdapat rumah yang dihuni hingga 10 orang.

Salah seorang warga penerima manfaat bernama Istum tampak terharu karena baru pertama kali bertemu langsung dengan seorang gubernur. Istum bahkan sempat menangis setelah mengetahui tamu yang datang ke rumahnya adalah Gubernur NTB.

Program Desa Berdaya merupakan salah satu program Pemerintah Provinsi NTB yang difokuskan pada penanganan kemiskinan ekstrem berbasis desa melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, pendampingan, serta intervensi langsung kepada keluarga sasaran.

Bagi warga, kunjungan tersebut menjadi momen berkesan karena dapat berdialog langsung dengan kepala daerah di lingkungan tempat tinggal mereka. Sementara bagi pemerintah daerah, kunjungan lapangan itu menjadi bagian dari upaya memastikan program penanganan kemiskinan benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. (r/ham)

Sapi Kurban Presiden Berbobot 952 Kg Siap Dikurbankan di Lotim

0
Sapi eksotik jenis simental ini dari Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji terpilih menjadi sapi yang akan dikurbankan Presiden RI Prabowo Subianto di Lotim. (Suara NTB/rus)

Selong (ekbisntb.com) – Seekor sapi jenis simental milik Suherman warga Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dipilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Sapi berpostur eksotis tersebut dibeli dengan harga Rp80 juta, jauh di atas harga pasar. Adapun bobotnya mendekati 1 ton, yakni 952 kilogram (kg).

Menjawab Suara NTB, Senin (11/5/2026), Suherman mengaku sangat bersyukur karena sapinya yang dipelihara selama kurang lebih 2,5 tahun itu akan disembelih pada Hari Raya Kurban atas nama Presiden RI.

“Saya dihubungi langsung oleh Sekretariat Negara beberapa hari yang lalu. Setelah itu, sapi langsung ditimbang di Pasar Ternak Masbagik dan dikirim sampel darahnya untuk memastikan kelayakan sebagai hewan kurban,” ujarnya.

Menurutnya, harga yang dibayarkan pihak Sekretariat Presiden tergolong istimewa. Di Pasar Ternak Masbagik, sapi simental sebesar ini paling tinggi laku Rp55 juta. “Biasanya segitu, tapi ini dibeli hingga Rp80 juta. Saya sangat bersyukur,” tambahnya.

Ia menuturkan, memelihara sapi eksotis berbeda dengan sapi ras Bali. Selain hijauan, sapi simental membutuhkan pakan tambahan berupa dedak. “Untuk kebutuhan dedak saja, sehari minimal Rp90.000. Harga dedak juga terus naik karena banyak yang membutuhkan,” jelasnya.

Saat ini, di kandang sapinya terdapat tujuh ekor sapi eksotis, dan yang terberat adalah sapi yang dipilih Sekretariat Negara tersebut. Rencananya, hewan kurban presiden akan disembelih di Masjid Pringgabaya, sesuai instruksi pemerintah.

Besarnya keuntungan dari penjualan ini membuat dirinya berharap agar sapinya kembali laku terjual pada tahun Hari Raya Iduladha 2027 mendatang. “Tumben tahun ini langsung dihubungi oleh Sekretariat Negara di Jakarta. Semoga tahun depan bisa lagi,” haraonya.

Amaq Idil menyebut modal awal sapi yang dipeliharanya itu sebesar Rp 20 juta. Karena jenis eksotik, butuh waktu yang lama untuk dipelihara sehingga benar-benar terlihat besar dan gemuk. Dari kalkulasi harga jual dengan modal diakui cukup besar keuntungan yang diperoleh peternak. Harapannya tahun 2027 mendatang kembali lagi. Saat ini masih tersedia enam ekor lagi sapi besar yang diyakini tahun depan bisa dengan bobot 1 ton lebih.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan Kabupaten Lombok Timur, drh. Zulfan Asri, menjelaskan bahwa penunjukan sapi kurban presiden tahun ini langsung dilakukan oleh Sekretariat Negara. “Pihak Sekretariat Negara menghubungi langsung peternak yang memiliki bobot sapi terberat di kabupaten ini. Lokasi pemotongan juga diserahkan di kabupaten asal sapi, yakni di Masjid Pringgabaya,” ujar Zulfan. (rus)

Bizam Sukses Layani Keberangkatan Seluruh Jemaah Haji Embarkasi Lombok 2026

0

Lombok Tengah (ekbisntb.com) – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) sukses melaksanakan pelayanan operasional keberangkatan jemaah haji embarkasi Lombok tahun 1447 H/2026 M yang berlangsung sejak 22 April hingga 10 Mei 2026.

Selama periode operasional embarkasi haji, BIZAM telah melayani keberangkatan sebanyak 15 kelompok terbang (kloter) dengan total 5.862 jemaah haji beserta petugas yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran operasional embarkasi haji tahun ini.

“Alhamdulillah seluruh jemaah haji Provinsi Nusa Tenggara Barat telah diberangkatkan menuju Tanah Suci. Jemaah haji terakhir yaitu kloter 15 yang berasal dari Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, dan Kota Mataram diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Minggu (10/05) pukul 23.51 WITA. Pelaksanaan operasional embarkasi haji tahun 2026 di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi seluruh stakeholder, mulai dari Otoritas Bandara, Kementerian Haji dan Umroh, maskapai, TNI/Polri, Satpol PP, hingga seluruh personel operasional yang telah bersama-sama memastikan pelayanan terbaik bagi para jemaah haji,” ujar Aidhil.

Dalam mendukung kelancaran pelayanan jemaah haji tahun ini, BIZAM menghadirkan berbagai inovasi layanan pendukung melalui penggunaan garbarata untuk memberikan kenyamanan lebih selama proses keberangkatan, eskalator dan tangga manual untuk memudahkan mobilitas jemaah, fasilitas kursi roda dan elevator guna mendukung aksesibilitas jemaah lansia dan penyandang disabilitas.

Inovasi layanan dan fasilitas ini dikhususkan bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan kebutuhan khusus. Berbagai upaya tersebut dilakukan guna memastikan proses keberangkatan berlangsung nyaman, aman, dan lancar bagi seluruh jemaah.

Selain itu dalam hal penanganan jumlah pengantar jemaah haji yang massive, BIZAM juga menghadirkan layanan nonton bersama di area parkir terminal kargo bagi para pengantar yang ingin menyaksikan siaran langsung (_live streaming_) proses keberangkatan jemaah mulai dari asrama haji sampai dengan menuju pesawat.

Selama periode embarkasi haji, operasional bandara berjalan kondusif dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, serta kenyamanan pengguna jasa bandara. Dari sisi ketepatan waktu penerbangan (_On Time Performance_/OTP) tercatat sebesar 100% yang menunjukkan upaya berkelanjutan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran operasional selama angkutan haji berlangsung.

“Keberhasilan penyelenggaraan embarkasi haji ini merupakan hasil kolaborasi dan koordinasi seluruh pihak terkait. Kami berharap seluruh jemaah diberikan kelancaran dan kesehatan selama menjalankan ibadah haji hingga kembali ke Tanah Air,” tambahnya.

PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan prima serta mendukung kelancaran operasional penerbangan, termasuk pada periode layanan khusus seperti angkutan haji. (bul)

Peringati Hari Keanekaragaman Hayati, PLN EPI Tanam 2.500 Cemara Udang untuk Lindungi Pesisir Lombok

0

Lombok Barat (ekbisntb.com)– PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menanam 2.500 pohon cemara udang di kawasan Pantai Induk Lombok, Jeranjang, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, melalui kegiatan bertajuk MenEPI untuk Bumi 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati.

Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), komunitas pesisir, serta masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keberlanjutan kawasan pesisir dari ancaman abrasi.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan mengatakan kawasan Pantai Induk Lombok dipilih karena memiliki keterkaitan langsung dengan operasional pasokan energi primer PLN EPI sekaligus menjadi wilayah pesisir yang menghadapi tekanan abrasi yang cukup besar.

“Sebagai perusahaan yang mengelola rantai pasok energi primer untuk kelistrikan Indonesia, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kehadiran infrastruktur energi di wilayah pesisir juga dibarengi dengan perlindungan ekosistemnya,” kata Mamit

Menurut Mamit, Jeranjang memiliki posisi strategis dalam rantai pasok energi primer nasional karena PLN EPI menjadi pemasok biomassa untuk PLTU Jeranjang. PLTU Jeranjang sendiri saat ini menopang sekitar 20 persen kebutuhan listrik Pulau Lombok.

“Energi Primer yang kami hadirkan tidak boleh mengorbankan kehidupan alam namun tetap menjaga keberlangsungan ekosistem yang ada. Karena itu kegiatan ini menjadi bentuk tanggung jawab kami untuk mengembalikan manfaat kepada kawasan pesisir,” ujarnya.

Ia menjelaskan pohon cemara udang dipilih karena memiliki fungsi ekologis penting dalam menjaga garis pantai. Akar tanaman tersebut mampu membantu menahan abrasi, meredam terpaan angin pesisir, serta memperkuat ketahanan kawasan pantai terhadap gelombang laut.

Camat Gerung, Fitriati Wahyuni mengatakan abrasi di kawasan Pantai Induk Lombok dalam beberapa tahun terakhir telah menggerus daratan hingga mendekati permukiman warga pesisir.

“Dulu pantai ini menjadi tujuan wisata utama masyarakat Gerung dan Lombok Barat. Namun akibat abrasi, kawasan ini perlahan mengalami penurunan aktivitas wisata,” katanya.

Ia menilai program penanaman pohon dan pemulihan kawasan pesisir menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

“Kalau tempat wisata tumbuh kembali, UMKM juga akan bergerak dan dampaknya pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BLUD Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Lombok, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Abdul Wahab mengatakan kolaborasi lintas pihak menjadi kunci menjaga kawasan pesisir di tengah tantangan abrasi dan keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan PLN EPI terhadap konservasi pesisir. Program seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan bagi generasi mendatang,” kata Abdul Wahab.

Ketua Pokdarwis Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Sahlandi turut menyampaikan apresiasi atas kegiatan penanaman pohon yang dilakukan PLN EPI di kawasan Pantai Induk Lombok.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya penanaman ini. Setidaknya bisa membantu mengurangi abrasi di Pantai Induk Lombok,” kata Sahlandi.

Ia berharap pemulihan kawasan pesisir dapat berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

“Harapan kami ke depan, Pantai Induk Lombok ini bisa semakin ramai dikunjungi wisatawan sehingga manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Program MenEPI untuk Bumi 2026 menjadi bagian dari komitmen PLN EPI dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance(ESG) ke seluruh lini operasional perusahaan, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah sekitar operasional energi primer nasional.

Melalui kolaborasi konservasi pesisir ini, PLN EPI menegaskan bahwa ketahanan energi dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan karena menjaga bumi hari ini adalah investasi untuk keberlanjutan energi dan kehidupan generasi masa depan.(r)

PT PCF Komitmen Selesaikan Kewajiban Pengelolaan Mataram Mall

0
Sejumlah pengunjung berjalan di depan halaman Mataram Mall yang dipotret beberapa waktu lalu. Kini, PT PCF komitmen selesaikan kewajiban pengelolaan Mataram Mall. (Suara NTB/pan)

Mataram (ekbisntb.com) – Manajemen PT Pacific Cilinaya Fantacy (PCF) menanggapi dinamika pembahasan kontrak pengelolaan kawasan Mataram Mall dengan Pemerintah Kota Mataram. Pihak perusahaan menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh kewajiban yang telah disepakati bersama pemerintah daerah.

General Manager (GM) Mataram Mall, Teddy Saputra, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan konsolidasi internal secara serius guna mencari formula dan solusi terbaik terkait kelanjutan kerja sama pengelolaan kawasan Mataram Mall.

“Untuk saat ini kami sedang berdiskusi secara intens dengan semua tim untuk mencari formula dan solusi yang terbaik,” ujarnya, pekan kemarin.

Menurut Teddy, konsolidasi internal tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan perusahaan dalam menjaga hubungan profesional dengan Pemerintah Kota Mataram yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Ia meyakini, dengan dukungan semua pihak, kerja sama antara PT PCF dan Pemkot Mataram ke depan dapat berjalan lebih baik serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Mataram.

Karena itu, lanjutnya, PT PCF berkomitmen untuk tetap bertanggung jawab terhadap seluruh kewajiban yang selama ini menjadi bagian dari kerja sama pengelolaan kawasan Mataram Mall.
Teddy juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Mataram atas hubungan kerja sama yang telah berlangsung selama kurang lebih 30 tahun.

“Kami mengapresiasi apa yang disampaikan Bapak Wali Kota Mataram. Sebagai pengusaha, kami sudah sekitar 30 tahun mengelola kawasan Area Pertokoan dan Hotel Mataram (APHM) Cilinaya,” katanya.

Selama mengelola kawasan Mataram Mall, PT PCF disebut menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Kota Mataram, termasuk pelaku usaha kecil dan UMKM yang menggantungkan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, meminta PT Pacific Cilinaya Fantacy (PCF) segera menyelesaikan seluruh tunggakan kewajiban menjelang berakhirnya kontrak kerja sama pada 11 Juli 2026. Pelunasan kewajiban tersebut disebut menjadi syarat utama sebelum pemerintah membahas kemungkinan perpanjangan maupun penyusunan kontrak baru.

Mohan menjelaskan, Pemerintah Kota Mataram telah membentuk tim kajian hukum untuk menelaah seluruh aspek kerja sama, termasuk kontrak, aspek sosial, dan hal lain yang berkaitan dengan keberlangsungan pengelolaan Mataram Mall.

“Kemarin dokumennya sudah ada dan sudah saya pelajari. Intinya, kami meminta PT Pacific Cilinaya Fantacy menyelesaikan kewajiban sesuai dengan kesepakatan kontrak yang telah dituangkan sebelumnya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah kewajiban yang belum dipenuhi antara lain tunggakan royalti berdasarkan hasil perhitungan appraisal. Karena itu, penyelesaian seluruh kewajiban hingga tenggat waktu 11 Juni 2026 dinilai sebagai langkah awal yang menjadi prioritas sebelum pemerintah mengambil keputusan lebih lanjut terkait status kerja sama. (pan)

Pemkot Mataram Siapkan Sanksi bagi Pelaku Usaha yang Manipulasi Pajak

0
H. Muhammad Ramayoga (Suara NTB/pan)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) menyiapkan sanksi bagi pelaku usaha yang terbukti memanipulasi laporan pendapatan atau omzet usaha.

Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya dugaan sejumlah pelaku usaha mengurangi setoran pajak dengan memanipulasi laporan omzet. Karena itu, BKD mulai memperketat pengawasan terhadap wajib pajak, khususnya sektor hotel dan restoran.

Kepala BKD Kota Mataram, H. Muhammad Ramayoga, mengatakan saat ini tim BKD masih melakukan pemantauan dan pengecekan di lapangan untuk memastikan ada tidaknya selisih antara laporan pajak yang disampaikan wajib pajak dengan transaksi sebenarnya.

“Ini teman-teman masih mengecek berkaitan dengan itu, apakah memang benar terjadi ada selisih atau tidak. Nanti kalau memang terdapat selisih, pasti akan kita berikan sanksi,” ujarnya, pekan kemarin.

Menurut Yoga, sapaan akrabnya, BKD memiliki kewenangan melakukan audit langsung terhadap wajib pajak. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kepatuhan pelaporan pajak sekaligus menjaga target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetap tercapai.

Selain audit internal, BKD juga masih menunggu hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang sebelumnya telah melakukan uji petik di sejumlah objek pajak di Kota Mataram.
“Kalau misalnya nanti dari hasil audit BPK ini sudah keluar, baru kita akan coba lihat,” katanya.

Untuk memperkuat pengawasan, BKD menerapkan sistem penungguan langsung di sejumlah tempat usaha yang dinilai rawan terjadi manipulasi laporan pajak. Dalam sistem tersebut, petugas BKD ditempatkan langsung di lokasi usaha untuk memantau transaksi harian.

Bahkan, petugas dapat bertugas sebagai kasir sementara selama satu hingga dua bulan guna mencocokkan data transaksi riil dengan laporan setoran pajak yang disampaikan wajib pajak.

“Salah satu yang dilakukan oleh BKD itu melakukan penungguan. Di situ ada staf-staf BKD yang jadi kasir selama satu-dua bulan. Dari situ mereka melakukan uji petik, termasuk memeriksa data breakfast dan segala macamnya,” jelas Ramayoga.

Terkait kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam manipulasi data dan pengurangan setoran pajak, Pemkot Mataram menegaskan tidak akan segan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau memang nanti terbukti ada selisih antara laporan dengan kondisi sebenarnya di lapangan, tentu akan kita tindak sesuai aturan,” tegasnya.

Yoga berharap seluruh wajib pajak dapat jujur dan transparan dalam melaporkan omzet usaha mereka.

Selain melakukan pengawasan, BKD juga bergerak menagih tunggakan pajak restoran dari sejumlah pelaku usaha. Pekan lalu, sedikitnya enam pelaku usaha diberikan surat peringatan agar segera melunasi kewajiban pajaknya.

Penagihan tersebut dilakukan dengan pendampingan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram sebagai bagian dari pengawasan dan penegakan peraturan daerah untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak restoran.

Ia menjelaskan, surat peringatan diberikan secara bertahap sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut. Jika wajib pajak tidak segera menyelesaikan tunggakan, proses penagihan akan dilimpahkan kepada Satpol PP.

“Kita berikan surat peringatan dulu. Nanti kita limpahkan ke Pol PP untuk penagihan,” pungkasnya. (pan)

BI NTB Siap Gelar Karya Kreatif NTB 2026, Usung Kolaborasi UMKM dan Kopi Lokal “Go Global”

0
Andhi Wahyu Riyadno (Suara NTB/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB kembali akan menggelar ajang tahunan Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) 2026 sebagai upaya mendorong penguatan UMKM lokal agar semakin kompetitif di pasar nasional hingga global.

Event tahunan ini akan diselenggarakan 15–17 Mei 2026 di Lombok Epicentrum Mall dengan mengusung tema “Harmony Kreatif Sasambo”, yang merepresentasikan kolaborasi tiga etnis besar di NTB, yakni Suku Sasak, Suku Samawa, dan Suku Mbojo.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Andhi Wahyu Riyadno mengatakan, tahun ini pihaknya melakukan penyegaran konsep melalui rebranding KK NTB agar lebih menarik dan memberikan pengalaman baru bagi masyarakat.

“Tahun ini kami hadir lagi dengan konsep yang lebih fresh agar lebih melekat di masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, KK-NTB 2026 merupakan flagship event Bank Indonesia yangn rutin digelar setiap tahun sebagai wadah promosi bagi produk unggulan UMKM binaan di NTB.

Beragam produk unggulan akan ditampilkan dalam pameran nanti, mulai dari produk wastra dan fesyen, kerajinan tangan, home decor, kuliner, hingga produk kopi lokal dari berbagai daerah di NTB.

Salah satu konsep baru yang dihadirkan tahun ini adalah kolaborasi antara kopi lokal NTB dengan coffee shop kekinian di Kota Mataram.

Sebanyak enam produk kopi lokal dari Lombok dan Sumbawa akan dipasangkan dengan enam kedai kopi terbaik di Mataram untuk memperluas pasar kopi lokal sekaligus memperkenalkan kualitas kopi NTB kepada konsumen yang lebih luas.

“Harapannya kita bisa mengangkat lagi produk kopi lokal agar semakin dikenal, tidak hanya di NTB dan nasional, tetapi juga bisa menembus pasar global,” katanya.

Andhi mengungkapkan, saat ini BI NTB juga tengah menjajaki peluang ekspor bagi kopi lokal NTB, termasuk membuka peluang business matching dengan pasar internasional seperti Filipina.

Selain pameran produk UMKM, KK-NTB 2026 juga akan diramaikan dengan berbagai agenda pendukung seperti edukasi dan literasi keuangan, fashion show, business matching pembiayaan dengan perbankan di NTB, talk show interaktif, berbagai lomba, hingga pertunjukan seni budaya.

Dengan KK-NTB 2026, BI NTB berharap UMKM lokal semakin berkembang dan memiliki daya saing lebih kuat di tengah pasar yang semakin kompetitif.
“Kami ingin produk-produk unggulan NTB semakin dikenal luas dan mampu naik kelas hingga pasar internasional,” tandasnya. (bul)

Bupati Lotim Siapkan Skema Baru Garap Potensi PAD dari Sembalun dan Pendakian Rinjani

0

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai menyiapkan skema baru untuk mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari kawasan wisata Sembalun dan aktivitas pendakian di Gunung Rinjani.

Langkah ini dilakukan agar besarnya arus wisatawan yang datang ke kawasan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah dan masyarakat setempat, tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin mengatakan, selama ini potensi ekonomi dari sektor wisata alam, khususnya pendakian Rinjani, belum sepenuhnya memberikan kontribusi maksimal bagi daerah. Karena itu, pemerintah daerah mulai menata sistem pengelolaan agar manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni penerapan sistem digitalisasi transaksi wisata. Menurutnya, seluruh aktivitas ekonomi wisata seperti penginapan, restoran, hingga layanan lainnya akan diarahkan menggunakan sistem pembayaran yang terhubung langsung dengan pemerintah daerah.

“Ketika orang menginap, makan, dan melakukan transaksi wisata lainnya, itu harus langsung tercatat secara digital agar pajaknya masuk ke daerah,” ujarnya di Mataram, pekan kemarin.

Selain itu, Pemkab Lombok Timur juga tengah menyiapkan regulasi terkait pembagian manfaat dari aktivitas wisata pendakian dan destinasi alam lainnya di kawasan Sembalun. Ia mencontohkan skema pengelolaan di sejumlah bukit wisata yang memungkinkan pembagian pendapatan antara pemerintah daerah, desa, dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Dalam skema tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat lokal tetap menjadi bagian utama dalam pengelolaan destinasi wisata agar mereka memiliki kepentingan langsung dalam menjaga kawasan wisata.

“Pokdarwis harus mendapatkan bagian supaya mereka semangat menjaga destinasi. Desa juga harus merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemkab Lombok Timur tetap menaruh perhatian besar terhadap penataan kawasan Sembalun agar pertumbuhan pariwisata tidak merusak bentang alam dan lahan pertanian produktif.

Haerul menegaskan pembangunan di kawasan Sembalun harus tetap mengacu pada tata ruang dan tidak boleh dilakukan di wilayah rawan bencana maupun lahan pertanian yang masih produktif.

Menurutnya, konsep besar pengembangan Sembalun tetap diarahkan sebagai kawasan wisata berbasis pertanian atau agrowisata yang tetap mempertahankan keindahan alamnya.

“Wisata boleh berkembang, tetapi lahan pertanian tetap harus dijaga. Jangan sampai pembangunan justru merusak daya tarik utama Sembalun,” katanya.

Tak hanya fokus pada pendapatan daerah, Pemkab Lombok Timur juga tengah menyiapkan sistem pengamanan bagi wisatawan pendaki. Salah satu rencana yang akan diterapkan adalah kewajiban surat keterangan sehat bagi wisatawan sebelum melakukan pendakian.

Fasilitas pemeriksaan kesehatan rencananya akan disiapkan di kawasan pendakian sebagai langkah antisipasi terhadap risiko keselamatan wisatawan.
“Kita ingin wisata di Sembalun dan pendakian Rinjani ini tertata dengan baik. Daerah dapat manfaat, masyarakat sejahtera, dan alam tetap terjaga,” pungkasnya. (bul)

Puluhan Titik Jalan dan Jembatan di Lobar Ditangani Tahun Ini

0
Puluhan titik jalan dan jembatan dibangun Pemkab Lobar tahun 2026. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) tahun 2026 ini menangani puluhan titik ruas jalan dan jembatan yang tersebar di berbagai wilayah strategis, mulai dari kawasan Sekotong hingga Gunungsari. Pembangunan infrastruktur ini menindaklanjuti instruksi dari Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) yang memprioritaskan infrastruktur jalan sebagai penggerak roda ekonomi daerah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Lobar, Lalu Ratnawi, mengungkapkan, tahun ini pemerintah telah memetakan belasan titik jalan yang akan ditingkatkan statusnya menjadi jalan hotmix. Peningkatan kualitas aspal ini mencakup wilayah-wilayah yang selama ini menjadi jalur vital bagi masyarakat.

“Atas arahan dan instruksi Bupati, memang beliau memprioritaskan infrastruktur jalan. Di tahun ini, yang akan kita hotmix atau lakukan peningkatan jalan ada sekitar belasan titik,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Beberapa titik yang menjadi fokus utama di antaranya adalah kawasan Sekotong 2, jalur Mareje-Kambeng, hingga wilayah Kuripan. Selain itu, pengerjaan tahap kedua juga dilakukan di jalur Terong Tawah hingga mencapai Puskesmas Labuan Tereng. Titik lain yang juga masuk dalam daftar pengerjaan adalah Bagik Polak Datar serta Banyumulek.

Selain melakukan peningkatan jalan baru dengan aspal hotmix, Pemkab Lobar juga memberikan perhatian khusus pada jalan-jalan yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Metode overlay atau tambal sulam diterapkan pada puluhan ruas jalan untuk memastikan keamanan pengendara tetap terjaga. Setidaknya terdapat 25 hingga 30 titik ruas jalan yang masuk dalam program pemeliharaan ini.

“Alhamdulillah tahun ini Bapak Bupati sangat concern untuk infrastruktur, sehingga kami mendapatkan anggaran pemeliharaan untuk overlay jalan sekitar Rp2 miliar,” jelas Ratnawi.

Salah satu titik penting yang juga akan menerima perbaikan hotmix sepanjang 1,5 kilometer adalah kawasan Gunungsari. Secara keseluruhan, total anggaran yang digelontorkan untuk infrastruktur jalan dan jembatan pada tahun ini mencapai angka kurang lebih Rp90 miliar.

Tidak hanya jalan, infrastruktur jembatan juga menjadi prioritas yang tidak terpisahkan. Salah satu proyek besar yang menyedot perhatian adalah pembangunan Jembatan Prengge dengan anggaran mencapai Rp7 miliar. Jembatan Kambeng serta beberapa titik jembatan lainnya juga masuk dalam daftar penanganan guna memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Lalu Ratnawi juga menekankan bahwa penanganan infrastruktur ini tidak terbatas pada akses transportasi semata, tetapi juga menyentuh aspek mitigasi bencana. Melalui bidang Sumber Daya Air (SDA), pemerintah mengalokasikan sekitar Rp15 miliar untuk pembangunan talud dan perbaikan saluran irigasi guna mengantisipasi banjir dan tanah longsor.

“Kami lakukan penolutan dan perbaikan-perbaikan saluran irigasi yang ada, belajar dari pengalaman pasca banjir kemarin di titik-titik seperti Labuan Tereng, Gunungsari, Sekotong. Tujuannya agar masyarakat terbebas dari ancaman longsor,” tambahnya. Disamping itu penataan kawasan kuliner dan penyediaan air minum melalui bidang Cipta Karya, diupayakan tahun ini. (her)

Di Tengah Tantangan Desentralisasi, Pertumbuhan Ekonomi Lotim Terbaik Se-NTB

0

Di tengah berbagai tantangan desentralisasi dan keuangan daerah, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mencatatkan prestasi membanggakan sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Nusa Tenggara Barat pada tahun 2025. Capaian ini menjadi bukti bahwa sinergi antara program pusat dan daerah mampu mendorong roda ekonomi sekaligus menjaga pemerataan. Pertumbuhan mencapai 4,93 persen.

SEKRETARIS Daerah Lotim, H.M. Juaini Taofik, dalam diskusi peringatan 30 Tahun Hari Otonomi Daerah (Otda) Refleksi Prestasi atau Retorika bersama Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) di Selong, pada Sabtu (9/5/2026) malam mengingatkan bahwa esensi otonomi bukanlah tujuan, melainkan instrumen untuk mendekatkan pelayanan dan mengembangkan potensi lokal.

“Daerah masih punya semangat memperingati Otda sebagai pemangku kepentingan,” ujar Juaini.

Kak Ofik, sapaan akrab Sekda Lotim ini menambahkan, setelah era pemerintahan Jokowi, banyak pihak menilai otonomi daerah seolah tak lagi terasa, padahal semangat awalnya adalah memberi kewenangan seluas-luasnya. “Kita sebenarnya kembali ke esensi Otda: mendekatkan pelayanan, mengembangkan potensi masyarakat, serta hak mengatur dan mengurus daerah sendiri,” tegasnya.

Pertumbuhan ekonomi Lotim dinilai cukup baik dan merata di semua elemen masyarakat. Faktor unik lainnya adalah peningkatan jemaah umrah. “Jemaah umrah dari 2024 ke 2025 meningkat 115 persen. Ada pengeluaran signifikan yang masuk ke perekonomian Lotim,” ungkap Sekda.

Sektor pertanian masih menjadi penyumbang terbesar dengan share 26,7 persen, diikuti oleh uang yang masuk dari berbagai program pusat yang bersinergi dengan daerah, seperti subsidi pupuk yang bertambah.

Yang lebih membanggakan, pertumbuhan tinggi tidak disertai kesenjangan lebar. Indeks Gini Ratio Lotim berada di angka 0,267, nomor dua terbaik setelah Lombok Utara (KLU). Bandingkan dengan Kota Mataram yang mencapai 0,404.

Menurut Sekda, yang menarik, pertumbuhan terjadi di tengah penurunan fiskal daerah. Faktor utamanya adalah meningkatnya jumlah uang beredar karena hadirnya banyak program pusat ke Lotim. Salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Tahun 2025, uang yang beredar lebih besar dibanding 2024. Program MBG mengucurkan sekitar Rp3,6 triliun dengan rata-rata belanja Rp50 juta tiap MBG, dikalikan 200 jumlah dapur se-Lotim. Jumlah itu bahkan lebih besar dari APBD yang Rp3,1 triliun,” jelas Sekda.

Dosen Universitas Teknologi Mataram, Lalu Muhammad Kabul, mengungkapkan, Lombok Timur selama lima tahun terakhir kerap tertinggal dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan ekonomi. Namun, tahun 2025 menjadi titik balik.

“Memang berat menghilangkan stigma rendah. Syukur, kita harus ubah data Lotim yang selalu buncit. Kita harus bangga: Kabupaten Lombok Timur terbaik se-NTB di tahun 2025,” ujar Kabul.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Lotim, pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 4,93 persen pada 2025, selaras dengan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Angka ini menjadi yang tertinggi di NTB.

Adapun angka kemiskinan Lotim tercatat 13,63 persen. Kabul mengingatkan bahwa data bersifat rata-rata, sehingga kebijakan pemkab harus terukur dan kasus per kasus. “Desil I (sangat miskin), desil II (miskin), desil III (hampir miskin), dan desil IV (rentan miskin) perlu perhatian khusus,” pungkasnya.

Kabag TU BPS Lotim, Zainul Irfan, memaparkan tiga penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi: pertama, Industri makanan dan minuman–termasuk di dalamnya program MBG. Lotim mencatat progres pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tertinggi se-Indonesia, sudah lebih dari 200 unit.

Kedua, Penyediaan akomodasi makan minum tumbuh 9,85 persen, didorong tingginya hunian hotel. Ketuga, Pengadaan listrik, gas, dan reparasi mobil tumbuh masing-masing 6,35 persen dan 6,68 persen.

Gini ratio ekonomi Lotim juga sangat rendah. Hal ini menunjukkan tingkat pemerataan ekonomi di Lotim cukup baik. “Semakin mendekati angka 1, berarti ketimpangan tinggi. Gini Ratio Lotim sangat menggembirakan. Antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan berjalan sejalan,” ujar Zainul Irfan. (rus)