Taliwang (Suara NTB) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) yang akan digelar serentak mulai Mei-Juli 2026.
Kepala BPS KSB, Ni Ketut Alit Rahayu Hendrayani, mengatakan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam kegiatan sensus ekonomi dalam menentukan kualitas data. “Kami minta bantu sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026 ke tetangga, keluarga, dan pelaku UMKM. Saat petugas datang, mohon berikan data sejujurnya. Data Anda dijamin kerahasiaannya oleh UU Statistik,” katanya saat hadir dalam acara Forum Yasinan yang digelar Pemda KSB, Kamis malam (7/5).
Alit Rahayu menjelaskan, pada kegiatan sensus ini seluruh unit usaha masyarakat akan didata. Baik usaha menetap, tidak menetap, maupun online. Cakupannya mulai dari pedagang kaki lima, warung, bengkel, kontraktor, hingga perusahaan skala besar. “Semua usaha akan didatangi, kecuali sektor pertanian yang sudah tercakup Sensus Pertanian. Tujuannya memotret struktur ekonomi masyarakat terkini,” ujarnya.
Petugas akan dilengkapi tanda pengenal resmi, rompi, dan surat tugas BPS. Dikatakan Alit Rahayu, masyarakat patut mempertanyakan para petugas sensus saat berkunjung untuk menunjukkan bukti dirinya sebagai petutas.
Lanjut ia menyampaikan bahwa hasil sensus akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan. Sebab itu, data valid diperlukan untuk memotret kondisi ekonomi masyarakat terkini. “Jadi kalau ada petugas yang datang, bapak ibu dijawab jujur. Jangan ada yang disembunyikan, toh tidak ada data penting yang akan diminta oleh petugas,” janjinya.
Penyelenggaran sensus ekonomi diterangkan Alit Rahayu, akan dilaksanakan dalam 2 tahap. Tahap pertama untuk usaha menengah dan besar yang akan didata secara daring lewat website yang telah disediakan oleh BPS.
Sementara tahap II, ia melanjutkan akan mendata pelaku usaha UMKM . Alit Rahayu menuturkan, petugas sensus nantinya akan turun mendatangi langsung dari rumah ke rumah warga. “Nanti petugas sensusnya door to door ke semua warga. Begitu juga untuk bangunan khusus seperti kios dan toko pasti dikunjungi,” cetusnya. (bug)






