Friday, April 24, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 178

Jelang MotoGP, Sirkuit Mandalika Diramaikan Tiga Event Seru

0
Jelang MotoGP, Sirkuit Mandalika Diramaikan Tiga Event Seru(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pertamina Mandalika Internationl Circuit bakal menjadi lokasi gelaran tiga event seru selama bulan September 2025 ini. Event-event tersebut bakal meramaikan Sirkuit Mandalika dan kawasan The Mandalika sebelum ajang MotoGP Mandalika digelar pada 3-5 Oktober 2025 mendatang. Dengan Mini Jaksel menjadi event pembuka.

Mini Jaksel merupakan ajang kompetisi dan parade mobil klasik Mini Cooper yang ikonik dan telah berlangsung pada tanggal 5–6 September 2025. Event tersebut sukses memberikan nuansa nostalgia sekaligus tontonan unik bagi para pengunjung Sirkuit Mandalika. Melalui pameran otomotif, bazar kuliner hingga pertunjukan musik.

Sepekan berselang tepatnya 12-14 September 2025 mendatang, ajang Pocari Sweat Run Lombok siap digelar. Salah satu event lari terbesar di Indonesia ini bakal diikuti ribuan peserta dari dalam maupun luar negeri. Mengambil start dan finish dari di Sirkuit Mandalika, para pelari akan merasakan pengalaman melintasi keindahan pantai, hamparan bukit, serta atmosfer sport tourism yang ada di kawasan The Mandalika.

Kehadiran ribuan peserta tersebut pun diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. mulai dari tingkat hunian akomodasi, konsumsi kuliner khas, hingga kunjungan ke berbagai destinasi wisata Lombok.

“Puncak agenda di bulan September yakni Mandalika Racing Series (MRS) Round 4. Berlangsung pada tanggal 19–21 September 2025 mendatang,” terang Direktur Utama Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) Priandhi Satria, dalam keterangnya, Sabtu 6 September 2025.

MRS merupakan kejuaraan nasional balap motor sportbike yang saat ini sudah memasuki putaran keempat. Dan, menjadi sebagai salah satu event penting dalam upaya mengembangkan talenta balap nasional. Dengan MRS kini telah menjadi wadah bagi para pembalap muda Indonesia untuk mengasah kemampuan di lintasan kelas dunia.

“Ajang ini juga menghadirkan atmosfer kompetitif yang ketat dengan melibatkan pembalap profesional dari berbagai daerah,” imbuh Priandhi.

Kehadiran event-event tersebut lanjutnya, menjadi bukti nyata bahwa kawasan The Mandalika tidak hanya sebagai tuan rumah ajang balap internasional saja. Tetapi juga sebagai destinasi multi-event yang terbuka untuk berbagai jenis kegiatan. Sehingga turut memperkuat citra pariwisata NTB. Sekaligus memberikan impact pada pertumbuhan sektor usaha lokal serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Deretan event tersebut tidak hanya menegaskan eksistensi The Mandalika sebagai pusat kegiatan internasional dan semakin memantapkan diri sebagai The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination saja. Namun juga memperkuat peranannya sebagai motor penggerak ekonomi dan pariwisata NTB,” tegasnya. (kir)

KUA PPAS RAPBD-P 2025, Pagu 75 Persen, Belanja Operasional Dominasi Belanja Daerah

0
Wabup KLU Kusmalahadi Syamsuri membacakan Nota KUA PPAS RAPBD-P 2025 dalam sidang paripurna DPRD KLU, Kamis, 4 September 2025. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Belanja operasional mendominasi pagu Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) RAPBD-P tahun 2025, Kabupaten Lombok Utara (KLU), sebesar 75,06 persen. Sementara Belanja Modal yang bersifat jangka panjang, direncanakan hanya 14,30 persen atau Rp 182 miliar dari pagu Belanja pada KUA RAPBD-P sebesar Rp 1.272 miliar.

Hal tersebut mengemuka dalam sidang paripurna, dengan agenda Penyampaian Kepala Daerah terhadap Rancangan KUA PPAS Perubahan APBD 2025, Kamis 4 September 2025.

Untuk diketahui, pada pelaksanaan pembahasan KUA PPAS RAPBD-P ini, TAPD “melakukan kekeliruan” susbstantif pada pokok penyusunan produk hukum yang diawali oleh penyampaian Nota KUA PPAS RAPBDP dalam sidang dewan.

Kekeliruan pertama adalah, TAPD menuliskan hari Senin untuk tanggal 4 September (yang benar, 4 September adalah hari Kamis). Kedua, TAPD keliru menuliskan perubahan nominal dana transfer dari Rp 847,441 miliar menjadi Rp 83,416 miliar, atau berkurang Rp 10 miliar lebih (seharusnya Rp 837,416 miliar).

Sidang paripurna KUA PPAS RAPBD-P, tersebut sejatinya disampaikan oleh Bupati selaku Kepala Daerah. Namun karena ada kendala, sehingga Paripurna perdana tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati.

Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., dalam pemaparannya menyampaikan, KUA PPAS RAPBD-P 2025 disusun dengan mencermati perkembangan perekonomian nasional dan daerah hingga semester I-2025.

KLU, sebutnya, dihadapkan pada dinamika baik dari sisi global maupun domestik, dinamisnya pergerakan harga kebutuhan pokok, serta distribusi dana swasta melalui investasi.

“Dinamika politik tentu mempengaruhi stabilitas daerah, sehingga diperlukan pengelolan fiskal yang hati-hati dan kolaboratif antara eksekutif dan legislatif. Kami meyakini bahwa melalui sinergi yang solid, perbedaan pandangan dapat diarahkan menuju konsensus yang berpihak pada kepentingan masyarakat,” kata Kusmalahadi.

Di sisi lain, Wabup menegaskan bahwa kinerja ekonomi KLU menunjukkan tren positif berkat adanya kerja keras bersama seluruh komponen. Aktivitas sektor pariwisata, pertanian dan sektor UMKM menunjukkan geliat optimis.

Dikatakan, penyusunan KUA PPAS RAPBD tahun anggaran 2025, merupakan bagian penting dari siklus perencanaan anggaran daerah. Tahapan ini juga menyesuaikan dengan perubahan RKPD tahun 2025 yang mengusung tema, peningkatan kualitas hidup masyarakat dan daya saing daerah.

Perubahan APBD 2025 juga disusun untuk menyesuaikan kondisi riil, kebutuhan aktual daerah serta pemanfaatan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) tahun lalu 2024. Berdasarkan hasil audit BPK RI Perwakilan NTB, Silpa tahun 2204 Kabupaten Lombok Utara adalah sebesar Rp 110,27 miliar.

Wakil Bupati KLU menjabarkan, Pendapatan Daerah direncanakan berubah sebesar Rp 1.167 miliar, atau bertambah Rp 17,75 miliar (1,48 persen) dari Pendapatan APBD induk/murni sebesar Rp 1.150 miliar.

Pendapatan Daerah tersebut terdiri dari, kenaikan PAD Rp 720 juta (0,24 persen) menjadi total Rp 303,93 miliar. Pendapatan Transfer turun Rp 10 miliar lebih (1,18 persen) dari Rp 847,441 miliar lebih menjadi Rp 83,416 miliar lebih (di dokumen KUA PPAS) – (ralat 837,416 miliar, red). Serta, Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah, semula dianggarkan Rp0,-, dianggarkan menjadi Rp 26,324 miliar.

Sementara, pada komponen Belanja Daerah, Wabup KLU menjabarkan proyeksi perubahan (bertambah) sebesar Rp 127,297 miliar, dari Rp 1.145 miliar lebih menjadi Rp 1.272 miliar lebih.

“Belanja Daerah terdiri dari Belanja Operasi, semula Rp 859,637 miliar lebih menjadi Rp 954,890 miliar lebih, bertambah sebesar Rp 95,252 miliar lebih atau 11,08 persen,” ujar Wabup.

Untuk diketahui, keseluruhan pagu Belanja KUA PPAS RAPBD-P tersebut setara dengan 75,06 persen total Belanja Daerah.
Sedangkan Belanja Modal bertambah Rp 32 miliar, dari semula Rp 150 miliar menjadi Rp 182 miliar. Serta, Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 3,12 miliar, dan Belanja Transfer dianggarkan Rp 132 miliar.

“Pada komponen Pembiayaan, pemerintah menganggarkan penerima yang semua Rp 0,-, menjadi Rp 110,27 miliar, dan dialokasikan kembali untuk menutup defisit sebesar Rp 105,27 miliar dan pengeluaran pembiayaan (penyertaan modal) Rp 5 miliar,” demikian Kusmalahadi. (ari)

Organisasi Nelayan Dukung Presiden Prabowo: Mendesak Perpres Penangkapan Penyelundup Kelautan-Perikanan

0
Rusdianto Samawa(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Sejumlah organisasi nelayan menggelar pertemuan sederhana di Caffe Train, samping Stasiun LRT Jatimulya, Bekasi Timur, pada Jumat (5/9/2025) malam. Forum yang berlangsung pukul 18.00–21.00 WIB itu menjadi wadah deklarasi dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan penerbitan regulasi pemberantasan penyelundupan sumber daya alam, khususnya sektor kelautan dan perikanan.

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan Front Nelayan Indonesia (FNI) yang diwakili Iqbal Lamso, Asosiasi Nelayan Lobster Indonesia (ANLI) yang dipimpin Rusdianto Samawa bersama aktivis Vietnam Aliem Nguyen Vinh atau akrab disapa Suwong, serta mayoritas peserta dari Paguyuban Petambak Udang dan Persatuan Nelayan Muara Gembong (PNM) Bekasi, dengan total sekitar 20 orang.

Dalam pertemuan itu, Ketua ANLI, Rusdianto Samawa dalam keterangan kepada media ini menegaskan bahwa nelayan di seluruh Indonesia siap memberikan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo. Mereka berharap pemerintah segera mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) atau regulasi setingkat yang membentuk Satgas Khusus (Satgasus) penertiban, penyelidikan, dan penegakan hukum terhadap penyelundupan sumber daya alam.

“Satgas ini harus melibatkan lintas kementerian dan lembaga seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, KKP, Kepolisian, TNI AL, Kejaksaan Agung, PPATK, KPK, hingga Ombudsman dan KPPU. Fungsinya jelas, yaitu melakukan penyelidikan, penangkapan, pencegahan, serta penindakan terhadap praktik penyelundupan yang merugikan negara,” tegas Rusdianto.

Selain itu, nelayan juga mendesak agar regulasi tersebut dapat menindak langsung praktik penyelundupan di pelabuhan perikanan, bea cukai, bandara, dan lapangan terbuka, sehingga para pelaku bisa segera diproses hukum.

Rusdianto menambahkan, para nelayan menuntut penegakan hukum yang tegas terhadap pejabat yang terlibat dalam kebijakan bermasalah, seperti kuota ekspor benih lobster, pasir laut, penjualan pulau, kuota hutan, serta praktik land reform yang sarat kepentingan.

“Pejabat yang rangkap jabatan sekaligus bermain dalam penyelundupan harus segera ditangkap dan diproses hukum. Tidak boleh lagi ada kompromi,” tegasnya.

Lebih jauh, para nelayan juga menyampaikan aspirasi agar Presiden Prabowo melakukan reshuffle terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan, yang dinilai belum mampu memberikan hasil maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Deklarasi ini menegaskan komitmen nelayan untuk mengawal kebijakan Presiden Prabowo dalam memberantas mafia penyelundupan dan oligarki jahat yang selama ini menguasai sektor kelautan dan perikanan.

“Kami berharap Bapak Presiden segera menandatangani regulasi tersebut. Ini langkah penting untuk membersihkan sektor kelautan-perikanan dari mafia, sekaligus menjamin kesejahteraan nelayan,” pungkas Rusdianto.(bul)

NTB Tegaskan Kesiapan jadi Tuan Rumah MotoGP Mandalika 2025

0
MotoGP Mandalika
MotoGP Mandalika

Lombok (ekbisntb.com) – Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menegaskan diri sebagai salah satu destinasi olahraga bertaraf internasional yang aman dan nyaman untuk dikunjungi. Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal memastikan bahwa situasi di Lombok-Sumbawa dan seluruh wilayah NTB berada dalam kondisi aman dan kondusif.

Seluruh rangkaian kegiatan nasional maupun internasional yang sudah dijadwalkan sepanjang tahun 2025, termasuk MotoGP Mandalika pada 3–5 Oktober mendatang, akan tetap berlangsung sesuai rencana.

Gubernur NTB menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan masyarakat menjadi modal utama dalam menyukseskan setiap event besar di daerah ini.

“NTB berada dalam situasi aman dan kondusif. Semua pihak telah berkontribusi, mulai dari aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat di tingkat dusun. Inilah kekuatan kita, gotong royong dalam menjaga daerah agar tetap tenang, nyaman, dan siap menyambut dunia,” ujarnya.

Menurutnya, kondusivitas ini menjadi jaminan bagi wisatawan mancanegara maupun domestik yang akan berkunjung ke Lombok untuk menyaksikan ajang balap paling bergengsi, MotoGP Mandalika 2025.

Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 yang akan berlangsung pada 3–5 Oktober mendatang dipastikan gelaran paling akbar dari rangkaian event internasional di NTB.

Para pembalap top dunia akan kembali mengaspal di Sirkuit Mandalika.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menyatakan bahwa pihaknya sangat siap menyelenggarakan MotoGP tahun ini. Menurutnya, kondisi Lombok yang aman dan kondusif menjadi faktor penting yang mendukung persiapan penyelenggaraan MotoGP.

“Kami di MGPA sudah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga komunitas lokal. Kondisi Lombok yang aman dan kondusif membuat kami semakin optimistis bahwa MotoGP di Sirkuit Mandalika tahun ini akan berlangsung lancar dan memberikan pengalaman terbaik bagi para penonton maupun pembalap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Priandhi Satria menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan peningkatan fasilitas di area sirkuit, termasuk akses transportasi, layanan bagi penonton, serta fasilitas pendukung lainnya. Hal ini bertujuan agar Mandalika dapat memberikan standar pelayanan internasional yang sesuai dengan harapan para pengunjung dan penyelenggara MotoGP.

“Dengan kondisi yang aman dan persiapan yang matang, NTB optimistis MotoGP Mandalika 2025 akan menjadi salah satu gelaran terbaik dan paling berkesan sepanjang penyelenggaraan MotoGP di Indonesia,” pungkasnya.(bul)

Gapasdap: Prediksi BMKG Soal Gempa Megathrust Selatan Bali Bisa Guncang Stabilitas Ekonomi

0
Ketua Bidang Usaha dan Pentarifan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), Rakhmatika Ardianto(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi gempa megathrust magnitudo 8,5 di selatan Bali dan Lombok telah menimbulkan kekhawatiran yang meluas di masyarakat.

Ketua Bidang Usaha dan Pentarifan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), Rakhmatika Ardianto, menyampaikan pandangannya terhadap isu ini.

Rakhmatika menekankan bahwa penyampaian informasi mengenai potensi bencana seharusnya tidak menimbulkan kepanikan. Perlu komunikasi bencana yang tepat dan menenangkan.

“Berita yang menakutkan seperti ini, tanpa diiringi edukasi yang memadai, berpotensi besar mengganggu stabilitas ekonomi dan psikologis masyarakat,” ujar Rakhmatika Ardianto dalam keterangan resmi kepada media ini.

Ia menambahkan, ketakutan yang berlebihan dapat menghambat aktivitas ekonomi dan pariwisata, khususnya di wilayah yang disebutkan seperti Bali dan Lombok, yang sangat bergantung pada sektor-sektor tersebut.

Menurut Gapasdap, peran BMKG sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas informasi kebencanaan seharusnya lebih fokus pada edukasi dan panduan praktis bagi masyarakat.

“Alih-alih membuat pernyataan yang memicu ketakutan, BMKG seharusnya memberikan arahan konkret tentang apa yang harus dilakukan masyarakat saat terjadi gempa atau tsunami,” tegas Ardianto.

Solusi Jangka Panjang: Penguatan Sistem dan Edukasi

Sebagai negara yang berada di jalur cincin api Pasifik, Indonesia memang memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi.

Oleh karena itu, Gapasdap berpendapat bahwa fokus utama BMKG harus diarahkan pada perbaikan sistem dan peningkatan edukasi, bukan sekadar mengeluarkan pernyataan peringatan.

Gapasdap memberikan rekomendasi beberapa langkah strategis yang perlu ditingkatkan. Antara lain peningkatan akurasi Sistem Peringatan Dini (Early Warning System).

“Peningkatan akurasi dan kecepatan sistem peringatan dini gempa dan tsunami adalah kunci. Sistem ini harus mampu memberikan informasi yang valid dan tepat waktu agar masyarakat memiliki cukup waktu untuk melakukan evakuasi,” katanya.

Selanjutnya adalah optimalisasi sarana dan prasarana. Rakhmat menambahkan, BMKG perlu memastikan bahwa alat pendeteksi gempa dan tsunami tersebar secara merata dan berfungsi optimal di seluruh wilayah rawan.

Kemudian, penyelenggaraan latihan mitigasi bencana secara rutin. Edukasi tidak hanya sebatas teori. Latihan dan simulasi evakuasi berkala yang melibatkan masyarakat, sekolah, dan sektor industri sangat penting untuk melatih kesiapsiagaan.

Terakhir yaitu peningkatan koordinasi antarlembaga. Menurut Rakhmat, koordinasi yang kuat antara BMKG dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah sangat krusial untuk memastikan respons yang cepat dan terstruktur saat terjadi bencana.

Rakhmatika juga menyoroti pentingnya akurasi prediksi cuaca yang masih menjadi tantangan bagi BMKG.

“Jika prediksi curah hujan saja masih sering meleset, maka perbaikan fundamental pada sistem prediksi harus menjadi prioritas utama. Karena akurasi data adalah modal utama untuk membangun kepercayaan publik,” tandasnya.

Sebagaimana informasi , ahli seismologi di Direktorat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Pepen Supendi mengungkapkan adanya potensi gempa megathrust di wilayah laut selatan Pulau Bali, NTB, hingga NTT. Kekuatan gempa pada zona subduksi tersebut bisa mencapai magnitudo (M) 8,5.

“Di selatan Lombok dan Bali itu ada segmen Sumba, bagian dari megathrust selatan Nusra, Bali, dan Jawa, ya. Pusat studi gempa nasional memprediksi bisa terjadi gempa mencapai magnitudo 8,5,” kata Pepen saat kunjungan ke Mataram, Selasa (26/8/2025) lalu.

Ia meminta masyarakat yang berada di wilayah pesisir Selatan harus mulai waspada dengan potensi gempa besar tersebut. Sedangkan dari analisis BMKG, wilayah itu telah sering melepaskan gempa kecil.

“Jadi kita harus ada kesiapan untuk hadapi gempa besar. Bukan untuk menakuti, tapi untuk kesiapsiagaan,” ucapnya.

Informasi itu langsung membuat masyarakat panik hingga sebagian takut untuk bepergian ke Lombok maupun Bali.(bul)

Pertamina Patra Niaga Salurkan Tambahan 76 Ribu Tabung LPG 3 Kg Sambut Libur Panjang Maulid Nabi di NTB

0
Pertamina Patra Niaga Salurkan Tambahan 76 Ribu Tabung LPG 3 Kg Sambut Libur Panjang Maulid Nabi di NTB
Pertamina Patra Niaga Salurkan Tambahan 76 Ribu Tabung LPG 3 Kg Sambut Libur Panjang Maulid Nabi di NTB

Lombok (ekbisntb.com) – Menjelang akhir pekan minggu ini, umat muslim di seluruh Indonesia sambut Maulid Nabi yang jatuh pada hari ini, jumat (5/9) yang diikuti libur akhir pekan. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati long weekend selama tiga hari berturut-turut mulai Jumat 5 September hingga Minggu 7 September 2025. Dengan kondisi libur panjang ini, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus pastikan pasokan energi wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), baik BBM maupun LPG dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan, selama libur panjang Maulid Nabi 2025 ini, stok BBM dan LPG dipastikan dalam kondisi aman tercukupi dan seluruh infrastruktur telah disiagakan. Pertamina juga tetap standby di lokasi untuk memastikan penyaluran BBM dan LPG berjalan lancar.

“Pada momen libur panjang, produk LPG menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat. Guna menghadapi lonjakan permintaan, kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran diluar penyaluran reguler untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat, terutama pada saat libur panjang atau peristiwa khusus, salah satunya libur panjang Maulid Nabi ini. Di sisi lain untuk layanan BBM, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus akan melaksanakan build up stock sesuai kebutuhan dan pengecekan sarfas SPBU secara intensif berikut pengecekan aspek Quantity and Quality (QQ) BBM,” terang Ahad.

Sebagai informasi, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus telah menyiapkan penyaluran fakultatif lebih dari 53 persen dari rata-rata penyaluran harian dengan jumlah 76.120 tabung untuk seluruh wilayah NTB. Jumlah ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan aktivitas masyarakat selama libur panjang Maulid Nabi sehingga masyarakat dapat menikmat long weekend kali ini dengan tenang.

Ahad juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok energi dalam kondisi aman dan tercukupi, serta mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying dan tetap membeli secara bijak sesuai kebutuhan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama LPG. Masyarakat jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya, jangan sampai kekhawatiran masyarakat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tutup Ahad.

Pertamina juga mengajak masyarakat untuk dapat menggunakan LPG sesuai peruntukannya, dimana LPG 3 Kg merupakan produk subsidi yang ditujukan khusus masyarakat yang kurang mampu. Serta menggunakan LPG Non Subsidi (Brightgas) bagi masyarakat mampu.

Bagi masyarakat dan pelanggan setia Pertamina yang membutuhkan informasi terkait produk dari Pertamina dapat memanfaatkan layanan Pertamina Call Center di nomor 135.(bul)

BRI Cabang Selong Apresiasi Loyalitas Nasabah di Hari Pelanggan Nasional 2025

0
BRI Cabang Selong Apresiasi Loyalitas Nasabah di Hari Pelanggan Nasional 2025
BRI Cabang Selong Apresiasi Loyalitas Nasabah di Hari Pelanggan Nasional 2025

Lombok (ekbisntb.com) – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada tanggal 4 September 2025, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Selong, Lombok Timur, menyelenggarakan apresiasi khusus untuk para nasabahnya.


Momentum ini dijadikan sebagai wujud terima kasih atas loyalitas dan kepercayaan yang telah diberikan nasabah, yang menjadi pilar penting dalam perjalanan BRI sebagai bank terbesar di Indonesia.


Kepada seluruh pelanggan setia BRI, Pemimpin BRI Cabang Selong, Allan Arya Utama, mengucapkan Hari Pelanggan Nasional 2025. ‘Terima kasih telah menjadi bagian dari keluarga besar BRI,” pungkas Allan dalam keterangan tertulisnya, Kamis, tanggal 4 September 2025.


Allan menekankan bahwa nasabah adalah bagian sentral dari setiap pencapaian bank. Pada momentum hari pelanggan ini, BRI memperkuat komitmen untuk terus memberikan one stop solution yang mendorong terciptanya customer experience yang lebih baik.


Sebagai bentuk nyata apresiasi, BRI Cabang Selong memberikan pelayanan maksimal pada hari tersebut. Setiap nasabah yang datang ke kantor cabang disambut dengan ramah oleh seluruh petugas dan mendapatkan fasilitas tambahan berupa minuman serta makanan ringan. Suasana keakraban yang tercipta diharapkan dapat semakin mempererat hubungan emosional antara BRI dan para nasabahnya.


Allan menambahkan bahwa Hari Pelanggan Nasional juga menjadi momen refleksi bagi BRI untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan. Inovasi terus dilakukan, sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. BRI berkomitmen menghadirkan beragam produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari layanan perbankan konvensional hingga digital banking yang praktis dan aman.


Tidak hanya berfokus pada layanan transaksi, komitmen BRI juga mencakup upaya pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program inklusif yang menjangkau hingga ke pelosok desa. Dengan demikian, BRI memainkan peran aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. (rus)

PNM Dukung Perajin Anyaman Lombok Tembus Pasar Internasional

0
PNM Dukung Perajin Anyaman Lombok Tembus Pasar Internasional(ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Mataram terus berkomitmen dalam pemberdayaan perempuan prasejahtera. Salah satunya adalah melalui kisah inspiratif Ibu Muliani, nasabah PNM Mekaar yang menggeluti usaha kerajinan rotan dan ketak khas Lombok. Dengan tekad kuat menjaga tradisi sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga, Muliani terus berkarya meski terbatas modal dan sumber daya.

Bergabung dengan PNM membuat usaha Muliani berkembang pesat, baik secara finansial maupun pengetahuan. Jika sebelumnya hanya menjual produk di pasar lokal, kini berkat pendampingan dan akses pasar dari PNM, anyaman rotan dan ketak buatannya berhasil merambah ke berbagai pameran berskala nasional. Bahkan, produk Muliani pernah tampil dalam pameran internasional di Jepang bersama PNM.

Muliani mengungkapkan rasa syukurnya kepada PNM yang telah membuka jalan lebih luas. “Melalui PNM saya bisa mengenalkan produk kerajinan kami ke pasar yang lebih besar, bahkan hingga ke luar negeri. Dari pengalaman ini saya belajar banyak hal dan semakin percaya diri untuk terus maju. Harapan saya, usaha ini juga bisa membawa manfaat bagi ibu-ibu lain di desa ini,” ujar Muliani.

Pemimpin Cabang PNM Mataram, Zulkarnain Nurdin, menyampaikan apresiasinya atas semangat Ibu Muliani. “PNM tidak hanya hadir memberikan modal, tetapi juga mendampingi dan membuka akses bagi para nasabah agar bisa tumbuh bersama. Kisah Ibu Muliani membuktikan bahwa dengan semangat dan gotong royong, usaha kecil bisa menjadi pintu rezeki yang lebih luas sekaligus menjaga warisan budaya kita,” ujar Zulkarnain.

Muliani tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memberdayakan perempuan lain di sekitarnya. Dengan melibatkan ibu-ibu di desa, ia berbagi keterampilan anyaman sehingga lebih banyak perempuan bisa memperoleh tambahan penghasilan. Filosofi yang dipegangnya sejalan dengan nilai PNM, yakni tumbuh bersama, peduli sesama, dan menginspirasi. Melalui gotong royong, karya anyaman mereka kini semakin diminati pasar. (rus)

Kondusif, Event Nasional dan Internasional Tahun 2025 Tetap Berjalan Sesuai Jadwal

0
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal membuka acara Temu Bisnis Tahun 2025 bertajuk Investasi Maju Bersinergi Menuju NTB Makmur Mendunia di Hotel Merumatta Senggigi, Lombok Barat 4 September 2025. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan Provinsi NTB selalu siap menyambut wisatawan baik di Pulau Lombok maupun di Pulau Sumbawa dengan situasi yang kondusif.

“Masyarakat NTB telah cukup matang untuk menjaga keamanan dan kedamaian yang dampaknya untuk kesejahteraan bersama,” ujarnya saat membuka acara Temu Bisnis Tahun 2025 bertajuk Investasi Maju Bersinergi Menuju NTB Makmur Mendunia di Hotel Merumatta Senggigi, Lombok Barat 4 September 2025.

Gubernur NTB juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan berskala nasional maupun internasional yang sudah direncanakan tahun 2025 di Provinsi NTB tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal.

“Semua event nasional dan internasional untuk tahun 2025 akan tetap dijalankan di Provinsi NTB,” ujarnya.

Gubernur juga menjelaskan, pihaknya sendiri telah turun langsung ke berbagai lingkungan di Kota Mataram untuk memastikan keamanan dari level terbawah. Konsolidasi dengan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan berbagai lapisan masyarakat dilakukan juga guna memastikan keamanan masyarakat.

“Saya telah menyampaikan bahwa, adalah tugas kita di level terbawah untuk menjaga lingkungan masing-masing untuk menjaga warganya masing-masing. Insya Allah jika situasi aman akan banyak kegiatan-kegiatan besar yang bisa kita lakukan di NTB,” jelas Gubernur.

Masyarakat NTB, telah belajar bahwa kontribusi pariwisata dan bisnis terhadap kehidupan mereka semakin besar. Kesadaran ini sudah terbangun di masyarakat luas.

“Semakin banyak kegiatan besar, semakin banyak uang yang beredar di NTB. Semakin banyak uang yang beredar di NTB semakin banyak manfaat yang diterima masyarakat. Terutama untuk UMKM dan pedagang asongan lainnya,” tambahnya.

Oleh karena itu, Miq Iqbal meminta kepada segenap masyarakat NTB untuk terus menjaga satu sama lain demi kondusivitas daerah tercinta. Masyarakat NTB diminta tidak lagi takut dan cemas. “Insya Allah semua kondisi akan kembali normal seperti biasanya dengan semangat menjadi baik dari sebelumnya untuk NTB Makmur Mendunia,” harapnya. (ham)

DPRD Sumbawa Minta Kenaikan Tarif Pajak dan Retribusi Daerah Disesuaikan

0
Zohran(ekbisntb.com/ist)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pansus DPRD Sumbawa meminta pemerintah agar menyesuaikan besaran nilai penarikan pajak dan retribusi sebagaimana diatur dalam Ranperda tentang perubahan atas Perda nomor 10 tahun 2023. Permintaan ini supaya tidak memberatkan masyarakat.

“Kami (Pansus) menegaskan dalam penyesuaian tarif pajak dan retribusi tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat dan tidak akan memberatkan,” kata Ketua Pansus Zohran saat menyampaikan laporan Pansus, Rabu 3 September 2025.

Ia melanjutkan, Pansus juga meminta kepada pemerintah daerah untuk bisa meninjau kembali rencana kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Hal itu perlu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat dan surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri supaya tidak menjadi polemik nantinya.

“Kami minta agar batasan penetapan NJOP diatur dalam Perda, bukan Perbup dan kenaikan NJOP dilakukan secara bertahap setiap tahun untuk menghindari kenaikan yang signifikan,” ucapnya.

Pansus juga mendorong adanya pembebasan kepada rumah tangga masyarakat (dikecualikan) terkait pajak air tanah. Sementara untuk pemungutan pajak dari sumur bor untuk pengusaha kecil dan menengah harus dilakukan perhitungan dengan koefisien yang lebih ringan seperti yang diatur dalam Perbup No. 63 Tahun 2019.

“Kami sangat mendukung Raperda ini sebagai langkah untuk mengoptimalkan PAD dengan catatan rekomendasi dan beberapa perbaikan substansi harus menjadi atensi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti, banyaknya praktik pungutan parkir liar di tempat yang dikecualikan. Salah satunya di tempat ibadah, sekolah, dan pemakaman serta meminta mencantumkan mekanisme pengawasan dan sanksi yang jelas dalam Perda.

“Pansus juga mendorong peningkatan transparansi, digitalisasi, dan pengawasan ketat terhadap pajak MBLB untuk memaksimalkan pendapatan. Kami juga meminta optimalisasi PAD dari pemanfaatan aset daerah yang tidak produktif maupun produktif termasuk tarif sewanya disesuaikan dengan kondisi terkini melalui penaksiran harga oleh appraisal,” pungkasnya. (ils)