Saturday, April 25, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 166

Amphuri Berharap Kementerian Haji dan Umrah Lebih Tegas Tertibkan Travel Umrah Ilegal

0
H. Zamroni

Mataram (ekbisntb.com) – Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) wilayah Bali Nusa Tenggara, H. Zamroni, menyampaikan harapannya setelah terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah dapat menjadi momentum untuk meningkatkan pengawasan dan penertiban terhadap travel-travel umrah ilegal yang masih marak beroperasi dan berpotensi merugikan calon jemaah.

Zamroni di Mataram, Senin, 22 September 2025 menegaskan bahwa praktik pemberangkatan umrah oleh pihak-pihak yang tidak memiliki izin resmi masih terjadi, termasuk di wilayah NTB. Tidak hanya travel umrah ilegal, termasuk oleh beberapa Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang seharusnya hanya berfungsi sebagai pembimbing, bukan penyelenggara perjalanan.

“KBIH itu kan tugasnya hanya membimbing, bukan menjual paket umrah atau memberangkatkan jemaah. Yang sah mengurus keberangkatan umrah adalah travel resmi yang memiliki izin dari Kementerian,” ujar Zamroni.

Zamroni juga mengungkapkan soal travel umrah yang belum memiliki izin PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) yang dilaporkan kepada Kementerian Haji dan Umrah yang baru dibentuk. Namun, langkah awal yang dilakukan oleh kementerian adalah dengan memberikan pemahaman terkait regulasi yang berlaku kepada travel tersebut sebelum diarahkan untuk mengurus perizinan secara resmi.

“Untuk sementara waktu, travel umrah illegal yang dilaporkan ini diizinkan tetap beroperasi, namun wajib bekerja sama dengan travel yang sudah memiliki izin resmi. Nama yang boleh digunakan juga hanya nama travel resmi, tidak boleh memakai nama sendiri,” jelasnya.

Menurut Zamroni, regulasi terkait penertiban travel umrah illegal sebenarnya sudah ada sejak lama, namun implementasinya masih terkendala oleh minimnya personel dan anggaran operasional dari instansi terkait. Ia menyebutkan bahwa upaya penegakan hukum terhadap travel ilegal masih terbatas, kecuali jika sudah menyangkut penipuan atau pelanggaran pidana.

“Dulu ada Satgas Haji dan Umrah, tapi karena melibatkan banyak instansi seperti imigrasi, kepolisian, hingga bea cukai, koordinasinya sulit dan operasionalnya pun tidak maksimal,” kata Zamroni.

Kini, dengan adanya kementerian baru yang fokus khusus pada urusan haji dan umrah, Zamroni melihat peluang besar untuk perbaikan sistem, terutama dalam hal pengawasan dan edukasi kepada masyarakat.

“Kalau sekarang sudah kementerian sendiri, anggaran operasional untuk pengawasan bisa lebih jelas dan fokus. Kami berharap fungsi pengawasan bisa berjalan optimal,” ujarnya.

Edukasi Jemaah Masih Minim

Zamroni juga menyoroti rendahnya literasi masyarakat terkait travel umrah resmi. Banyak jemaah yang tergiur oleh iming-iming harga murah dan kemudahan dari travel tidak resmi, tanpa mengecek legalitasnya terlebih dahulu.

“Masyarakat kita belum terbiasa mengecek keabsahan travel melalui website resmi. Di daerah seperti Lombok, akses informasi masih terbatas. Oleh karena itu, edukasi secara langsung dan terus-menerus kepada jemaah sangat penting,” ungkapnya.

Ia pun mengusulkan pembentukan tim khusus Kementerian Haji dan Umrah bersama asosiasi penyelenggara umrah untuk melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat, seperti ke pengajian-pengajian dan komunitas Muslim, guna memberikan informasi tentang travel resmi dan risiko menggunakan jasa travel ilegal.

“Dulu kami sudah usulkan (ke Kemenag) untuk pembentukan tim sosialisasi, tapi belum terealisasi sampai sekarang. Padahal ini sangat penting agar masyarakat tidak menjadi korban,” pungkasnya.(bul)

Merasa Tertipu Travel Umrah, Keluarga Jemaah Lapor Polisi dan Tuntut Pengembalian Dana

0
Umrah- Ilustrasi ibadah Umrah. Sejumlah jemaah umrah di Lombok merasa tertipu sebuah travel umrah. Keluarga jemaah kemudian lapor polisi dan tuntut pengembalian dana.(Ekbis NTB/ist)
Umrah- Ilustrasi ibadah Umrah. Sejumlah jemaah umrah di Lombok merasa tertipu sebuah travel umrah. Keluarga jemaah kemudian lapor polisi dan tuntut pengembalian dana.(Ekbis NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Sejumlah keluarga jemaah umrah di Kota Mataram dan Lombok Barat melaporkan salah satu biro perjalanan haji dan umrah ke kepolisian, setelah gagal memberangkatkan puluhan calon jemaah pada Juli dan Agustus 2025. Laporan ini dilayangkan ke Polsek Ampenan dan Polres Mataram pada Agustus kemarin.

Biro perjalanan tersebut adalah PT.CTT yang beralamat di Kecamatan Sekarbela, Mataram yang dikelola oleh Nova Putri. Berdasarkan keterangan keluarga jemaah, sebanyak 34 orang telah melunasi biaya keberangkatan dengan skema tabungan maupun pembayaran tunai.

BP, salah satu keluarga jemaah yang enggan ditulis lengkap namanya, mengaku telah mendaftarkan ibunya melalui program tabungan selama sembilan bulan. “Awalnya dijanjikan berangkat 17 Juli, tapi seminggu sebelumnya dibatalkan dengan alasan visa belum bisa diterbitkan. Lalu dijanjikan lagi tanggal 6 Agustus, tapi juga gagal,” kata BP, Minggu 21 September 2025.

Ia menuturkan, alasan pembatalan juga dinilai tidak masuk akal. Salah satunya, pihak travel menyebut nama belakang calon jemaah harus lengkap, padahal dalam paspor sudah tercantum nama “binti”. “Dari sana kami menilai sudah ada kebohongan,” ujarnya.

Kekecewaan itu semakin mendalam karena pihak travel tiga kali membuat janji keberangkatan, namun tidak kunjung terealisasi. Bahkan, pemilik travel sempat membuat surat pernyataan akan mengurus visa dalam tiga hari, atau mengembalikan uang jemaah bila gagal berangkat. “Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” kata BP.

BT, keluarga jemaah lain, juga menuntut agar dana yang sudah disetor dikembalikan utuh. Berdasarkan data para pelapor, biaya umrah yang dipungut travel tersebut bervariasi, mulai dari Rp32 juta per orang hingga Rp72 juta untuk dua orang dengan paket 12 hari, tergantung fasilitas.

Atas persoalan ini, empat orang telah resmi membuat laporan polisi. Satu laporan masuk ke Polsek Ampenan, sementara tiga laporan lainnya ke Polres Mataram.

Sementara itu, pemilik PT CTT, Nova Putri, saat dikonfirmasi menegaskan pihaknya akan tetap akan memberangkatkan seluruh jemaah yang sudah mendaftar di perusahaannya. “Jemaah akan diberangkatkan dalam waktu dekat,” ujarnya singkat.(ris)

Di Seminar CME UNISSULA, Kadis Kesehatan NTB Bicara Pentingnya Hipnosis dalam Dunia Medis

0
Kadiskes Provinsi NTB Dr. Lalu Hamzi Fikri saat menyampaikan materi hipnosis dan implementasinya dalam praktik medis di Seminar CME UNISSULA, Minggu 21 September 2025.(Ekbis NTB/ist)
Kadiskes Provinsi NTB Dr. Lalu Hamzi Fikri saat menyampaikan materi hipnosis dan implementasinya dalam praktik medis di Seminar CME UNISSULA, Minggu 21 September 2025.(Ekbis NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) menggelar Seminar Continuing Medical Education (CME) dan Temu Alumni wilayah NTB di Roemah Langko, Mataram, Minggu 21 September 2025. Salah satu topik utama yang dibahas adalah pemahaman ilmu hipnosis dan implementasinya dalam praktik medis.

Salah satu pembicara Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS yang menegaskan bahwa hipnosis merupakan ilmu yang bersifat ilmiah. Hipnosis adalah suatu kondisi kesadaran khusus di mana seseorang menjadi lebih fokus, rileks, dan terbuka terhadap sugesti.

Ia menekankan pentingnya menjaga pikiran agar tetap positif. “Kita adalah apa yang kita pikirkan. Kalau ingin sehat, bahagia, dan makmur, semuanya berawal dari pikiran. Karena itu, hati-hati dengan apa yang kita tanamkan dalam pikiran,” kata Hamzi Fikri.

Menurutnya, hipnoterapi sudah lama diakui di sejumlah negara maju sebagai bagian dari layanan medis. “Di Amerika, hipnoterapi menjadi bagian dari prosedur medis yang biasa dilakukan. Di Indonesia, dasar hukumnya sudah ada melalui UU Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 dan PP Nomor 28 Tahun 2024. Sekarang kita menunggu Permenkes sebagai aturan teknis,” jelasnya.

Ia menambahkan, praktik hipnosis dalam layanan kesehatan hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis. “Kalau nonmedis ingin berpraktik, harus memiliki STPT atau Surat Terdaftar Pengobatan Tradisional dari Dinas Kesehatan. Itu masuk kategori olah pikir dalam Permenkes,” tambah dr. Fikri.

Dalam paparannya, Hamzi Fikri juga memaparkan ragam aplikasi hipnosis. Misalnya hypnoparenting untuk pola asuh anak, hypnosleeping untuk membantu tidur, hypnoteaching dalam pengajaran, hingga hypnoslimming untuk menjaga berat badan. Selain itu, ada hypnomotivasi untuk pengembangan diri dan hypnosport untuk meningkatkan prestasi atlet.

“Pelari nasional Lalu Muhammad Zohri pernah bermasalah dengan start. Kami lakukan intervensi lewat hypnosport, dan hasilnya ia bisa bangkit hingga menjadi juara dunia,” ungkapnya.

Selain sesi tentang hipnosis, seminar ini juga menghadirkan dr. Hj. Setio Rini, M.Si, Med Sp.PK, yang membahas pentingnya donor darah. Dekan Fakultas Kedokteran UNISSULA, Dr. dr. Setyo Trisnadi, Sp.KF, turut hadir dan memberikan dukungan penuh bagi para alumni yang berkiprah di berbagai bidang kesehatan.(ris)

MRS Putaran Keempat, Arai Harus Puas di Podium Tiga

0
Pembalap asal NTB Arai Agaska (kanan) harus puas di posisi ketiga pada ajang MRS putaran keempat kelas Nasional Sport 250cc yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu. 22 September 2025

Lombok (ekbisntb.com) –

Pembalap asal NTB Arai Agaska gagal meraih hasil maksimal diajang Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) putaran keempat yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika, pada 19-21 September 2025. Pada balapan yang berlangsung pada Sabtu 20 September 2025 dan Minggu 21 September 2025, Arai harus puas diposisi ketiga di kelas utama Nasional Sport (NS) 250cc.

Di kelas yang paling favorit tersebut Arai harus mengakui kehebatan pembalap Felix Putra Mulya asal Jakarta yang sukses jadi yang tercepat di balapan pertama pada Sabtu siang. Diikuti pembalap Jawa Timur M. Murobbil Vitoni yang sama-sama menggunakan motor Yamaha, di posisi kedua.

Sementara di balapan kedua di hari Minggu siang, giliran pembalap asal Banten Reynaldi Pradhana yang sukses menyentuh garis finis pertama. Dengan M. Murobbil Vitoni kembali berada di depan Arai, untuk mengklaim podium kedua di kelas Nasional Sport 250cc.

Arai sebenarnya berpelung mencicipi podium pertama saat balapan kedua di kelas Nasional Sport 150cc. Setelah sukses memimpin beberapa laps balapan. Namun di laps terakhir Arai sempat terlempar ke posisi kedelapan. Sebelum akhirnya menutup balapan di belakang duo pembalap Jakarta Fahmi Basam dan Andi Farid Izdihar yang sukses meraih podium pertama dan kedua.

Hasil tersebut jauh lebih baik dibandingkan balapan pertama di kelas Nasional Sport 150cc sehari sebelumnya. Di mana Arai hanya mampu berada di posisi kelima. “Kita sudah berusaha maksimal dan fokus di setiap balap. Tapi inilah hasil maksimal yang bisa diperoleh,” aku Arai, usai balapan.

MRS putaran keempat sendiri mempertandingkan delapan kelap balapan yang diikuti 126 pembalap.  Empat kelas utama yakni Nasional Junior Sport U15 150 cc, Nasional Sport 150cc, Nasional Sport 250 cc serta Nasional Supersport 600cc. Ditambah empat kelas pendukung yakni Underbond 150cc, Sport 250cc Community, Supersport 600cc Community dan Supersport 1000cc Community.

Menurut Head of Organizing Committee of Pride Motosport Arief Syahbani, gelaran MRS putaran keempat kali ini agak berbeda dengan seri-seri sebelumnya. Di mana pihaknya mulai mengadopsi beberapa aturan yang digunakan di balapan MotoGP dan balapan internasional lainnya. Salah satunya penggunaan sensor track limit serta penggunaan digital flag.

Sehingga pembalap tidak bisa sembarangan memacu sepeda motornya. Harus tetap berada di area yang ditentukan. Kalau sampai keluar batas yang ditentukan, pembalap bisa dikenakan sanksi. “Penggunaan beberapa aturan di MotoGP ini diharapkan bisa jadi pembelajaran bagi pembalap nasional tentang aturan balapan di ajang internasional,” sebutnya.

Terlebih beberapa pembalap yang berlaga di MRS juga mengikuti ajang balapan internasional. Dengan begitu, para pembalap bisa semakin familier dengan aturan balap di ajang internasional. “Melalui penyesuaian-penyesuaian ini kita ingin memperkenalkan bagaimana rasanya membalap dengan aturan balapan internasional,” tegas Arief. (kir)

Kasus Pelemparan Tiang Pelantang, Zamroni Aziz Sampaikan Permohonan Maaf

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB H. Zamroni Aziz menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukan saat pelantikan pejabat lingkup Kemenag NTB beberapa waktu lalu.

Tindakan pelemparan tiang mikropon atau pelantang saat pelantikan yang viral di media sosial (medsos) tersebut memicu banyak tanggapan dari netizen atau tokoh masyarakat.

Ada yang berpendapat, tindakan tersebut dianggap tidak mencerminkan posisi Zamroni Aziz sebagai pimpinan Kakanwil Kemenag yang harus menunjukkan suri tauladan yang baik.

Banyak juga yang berpendapat agar Zamroni Aziz dicopot dari jabatannya, karena dianggap bertindak arogan dan tidak sepantasnya, meski ada niat bercanda.

Melalui Instagram Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTB Minggu, 21 September 2025, H. Zamroni Aziz menyampaikan permohonan maaf. “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya, Zamroni Aziz atas nama pribadi, dengan penuh kerendahan hati, menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat NTB. Terkait video yang beredar di kalangan masyarakat saya menyadari sepenuhnya bahwa kejadian tersebut adalah murni kekhilafan pribadi saya tanpa menyinggung siapapun. Demikian permohonan maaf ini saya sampaikan. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ujarnya.

Sejumlah netizen menyampaikan tanggapan atas penyampaian permohonan maaf Kepala Kakanwil Kemenag Provinsi NTB ini. Namun, setelah 10 tanggapan netizen, kolom komentar dibatasi oleh admin. (ham)

Usai Kasus Pembunuhan, Warga Malaka Restorasi Citra Desa Lewat Lomba Balap Perahu Layar

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Kasus pembunuhan yang melibatkan mahasiswi Universitas Mataram, Ni Made Vaniradya Puspa Nitra dan dugaan pelaku, RA di Pantai Nipah, dikhawatirkan berdampak pada citra Dusun Nipah dan Desa Malaka secara umum sebagai destinasi wisata.

Untuk memulihkan nama baik dusun dan desa, warga melakukan upaya restorasi melalui ajang lomba Balap Perahu Layar, Minggu 21 September 2025.

Panitia Lomba Balap Perahu Layar, Iwan Suyadi, SE., M.Pd., menyatakan kasus pembunuhan di Pantai Nipah, tidak hanya membuat geger publik dari berbagai pelosok. Di kalangan warga Dusun Nipah dan sekitarnya di Desa Malaka, warga sangat khawatir kasus tersebut memberi respons negatif bagi citra wisata, keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Pihaknya bersyukur, Polres Lombok Utara telah memberikan titik terang dimana pelaku sebenarnya dari kejadian tersebut adalah teman korban.

Hal ini sekaligus menepis persepsi publik bahwa terduga pelaku adalah dari internal warga.”Suka tidak suka, setiap kejadian kriminal akan berdampak bagi eksistensi wisata, keamanan dan kenyamanan berwisata. Kami akui, Pantai Nipah dan sepanjang pantai lain di Desa Malaka, sempat melemah diakibatkan oleh kejadian/atau tragedi pembunuhan yang dilakukan oleh oknum pelaku,” ungkap Iwan.

Aktivis Konservasi Penyu Nipah ini menjelaskan, pihaknya dari berbagai unsur di Desa Malaka, berupaya keras untuk menjaga nama baik Dusun Nipah dan sekitarnya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah, menggelar eksibisi Balap Perahu Layar, yang dirangkai dengan semarak bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Lomba melibatkan partisipasi dari warga nelayan setempat, nelayan dari Desa Malaka, serta sejumlah peserta dari Kabupaten Lombok Barat.

“Lomba ini sarat akan harapan. Selain penguatan silaturahmi antar nelayan, kami juga harus membangun kembali nama baik Pantai Nipah yang sempat tercoreng.

“Kami tekankan bahwa warga siap menyambut wisatawan, baik domestik dan mancanegara. Nipah Aman dan kami menyambut baik setiap tamu yang datang,” imbuhnya.

Untuk diketahui, kata dia, dalam Lomba Balap Perahu Layar ini, puluhan peserta terlibat. Panitia menyepakati bahwa lomba balap perahu layar ini menempuh jarak 17 Km dari titik start sampai finish.

Adapun lomba kali ini dimenangkan oleh Perahu Pandan Wangi sebagai Juara I, Perahu Elak-Elak Resto dari Lombok Barat sebagai Juara II dan Perahu Golden Hotel dari Lombok Barat peraih juara III. Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah yang disiapkan oleh panitia. (ari)

Lantik Dekranasda Lombok Timur, Bupati Dorong Perajin agar “SMART”

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, secara resmi melantik dan mengukuhkan kepengurusan baru Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lotim untuk periode 2025–2030.

Pelantikan yang berlangsung khidmat di Pendopo Bupati, Jumat 19 September 2025 menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran Dekranasda sebagai penggerak industri kerajinan daerah.

Dalam sambutannya selaku Penasihat Dekranasda, Bupati Haerul Warisin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi pengurus lama selama lima tahun terakhir.

Kepada pengurus baru, ia berharap dapat melanjutkan dan memajukan Dekranasda, khususnya dalam pembinaan dan pengembangan para perajin.

“Pembinaan dan pengembangan kerajinan merupakan tanggung jawab semua pihak. Dekranasda bertugas membina untuk mengembangkan dan memajukan. Kita mendorong dari belakang, sehingga terwujud kolaborasi yang baik. Harus dibawa ke arah yang lebih maju,” pesan Bupati.

Bupati mengakui bahwa Lotim memiliki kekayaan kerajinan yang melimpah, seperti kerajinan bambu di Loyok, gerabah di Penakak-Masbagik, dan tenun ikat di Pringgasela, yang turut menggerakkan perekonomian daerah.

Meski sempat terpuruk akibat gempa dan pandemi Covid-19, ia yakin Dekranasda dapat membawa dampak positif untuk pemulihan dan kemajuan sektor ini.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Bupati mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemkab Lotim untuk mengenakan pakaian berbahan tenun khas daerah setiap hari Kamis.

“Siapa lagi yang harus menggunakan dan memberdayakan (tenun) hasil pengrajin kita kalau bukan kita lebih dulu? Kita harus menjadi suri tauladan, jadi contoh supaya masyarakat nantinya dapat mengikuti. Ini adalah bentuk kepedulian kita untuk kemajuan mereka,” ajak Haerul Warisin.

Kebijakan ini diharapkan dapat langsung memberdayakan para perajin tenun dengan meningkatkan permintaan dan menciptakan pasar yang stabil.

Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Sinta Muhamad Iqbal, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan selamat dan kebanggaannya atas perhatian lebih yang diberikan Pemkab Lotim kepada Dekranasda.

Ia mendorong pengurus baru untuk turun langsung ke masyarakat guna memahami berbagai persoalan yang dihadapi perajin.Sinta mengungkapkan salah satu tantangan besar adalah berkurangnya minat generasi muda menjadi penenun, yang disebabkan oleh banyak perajin yang beralih ke program Dapur Masak Berbasis Gas (MBG).

“Mereka hanya menenun di sela waktu. Ini indikasi awal, jika dibiarkan industri kerajinan ini akan terseok-seok,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya Indikasi Geografis (IG) sebagai bentuk pengakuan tertinggi yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dan memudahkan ekspor. Dari 60 kerajinan di NTB yang diajukan, baru gerabah Lombok Barat dan tenun Dompu yang berhasil memperoleh IG.

“Saya masih memelajari mengapa kerajinan di Lombok Timur belum lolos. Mari kita kerja bareng lagi, PR kita masih banyak. Kami di provinsi siap bekerja sama,” tutup Sinta.

Acara pengukuhan tersebut dimeriahkan dengan fashion show tenun dan pengenalan corak khas Lombok Timur, menunjukkan kekayaan budaya yang siap untuk diberdayakan dan ditingkatkan daya saingnya secara SMART. (rus)

Pulihkan Citra Ekas, Lombok Timur Pastikan Jadi Tempat Aman bagi Investor

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) secara agresif melakukan berbagai terobosan untuk meyakinkan para calon investor dan memulihkan citra destinasi wisata, khususnya di kawasan Ekas.

Staf Khusus Bupati Lotim Bidang Pariwisata, Ahmad Rozi, Minggu 21 September 2025 menyampaikan pihaknya terus aktif meyakinkan investor yang telah menunjukkan minatnya untuk menanamkan modal di daerah tersebut.

“Pertama, benar-benar pembangunan infrastruktur. Jalan diperbaiki, lampu penerangan jalan, air bersih disediakan. Kemudahan investasi dijamin. Fasilitasi perizinan lebih mudah. Terpenting juga, bangunkan fasilitas umum yang memadai. Seperti di Ekas. Ini bagian dari cara meyakinkan investor dan meyakinkan Lotim jadi tuan rumah yang baik,” tegas Rozi.

Rozi juga menyoroti bahwa dunia pariwisata adalah bisnis yang tak selalu berjalan mulus dan tak bisa menghindari polemik. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan kompetisi yang sehat antar daerah.

“Sebagai tetangga yang baik, ingatkan agar berlaku objektif. Saling dukung untuk bangun wisata lebih baik. Kompetisi diharapkan sehat,” ujarnya tanpa menyebut secara spesifik.

Sebagai wujud nyata komitmen pemulihan dan pengembangan wisata, Pemerintah Lotim akan menyelenggarakan event bertajuk “Ekas Sun Set Trail Run” pada bulan November mendatang. Acara lari ini dirancang untuk menampilkan keindahan alam Ekas.

“Akan undang pelari umum dan wisatawan yang ada di Lombok. Jalan bukit, jalan mulus datar sambil menikmati sunset. Murni akan lari jalan dan lari di pinggir pantai,” jelas Rozi.

Event yang akan digelar di area seluas 10 hektare dengan menargetkan 1.000 peserta ini tidak hanya bertujuan untuk menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga sebagai strategi untuk mengembalikan citra positif kawasan Ekas.

“Kegiatan menarik wisatawan tak hanya digelar di Sembalun, tapi digelar juga di selatan. Salah satu cara kembalikan citra Ekas. Pastikan Ekas aman (dan) cari investasi,” pungkas Rozi, menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan adalah prioritas utama untuk menarik investasi.

Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi kebangkitan pariwisata Lombok Timur pascatantangan yang dihadapi, sekaligus memberikan keyakinan kepada investor tentang komitmen kuat Pemerintah Daerah dalam menciptakan iklim investasi dan kepariwisataan yang berkelanjutan. (rus)

Rider Spirit MotoGP di Mandalika, MGPA Upayakan Hadirkan Valentino Rossi

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Sebanyak 12 pembalap MotoGP ditambah pembalap Indonesia yang berlaga di Moto2 Mario Aji dijadwalkan akan mengikuti rider spririt (parade pembalap) yang akan berlangsung di Kota Mataram pada Rabu tanggal 1 Oktober 2025 mendatang.

Selain para pembalap aktif tersebut Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku penyelenggara MotoGP Mandalika juga tengah berupaya untuk bisa menghadirkan legenda MotoGP Valentino Rossi di acara yang sama.

Saat ditemui awak media di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu 21 September 2025, Direktur Utama MGPA Priandhi Satria mengungkapkan kalau Valentino Rossi direncanakan datang ke Indonesia guna menghadiri undangan dari Pertamina jelang ajang MotoGP Mandalika. Di mana Pertamina sendiri salah satu sponsor utama VR46 Racing Team milik Valentino Rossi.

“Kami telah menyatakan minat kepada Pertamina agar Pertamina bersedia membawa Valentino Rossi untuk turut hadir di Rider Spirit di Mataram,” jelasnya.

Namun kembali lagi Priandhi menegaskan kalau undangan ke Valentino Rossi tersebut dari Pertamina, bukan dari MGPA atau ITDC. Jadi pihaknya masih menunggu jawaban dari pihak Pertamina maupun Valentino Rossi. Dan, sangat berharap Valentino Rossi bisa hadir untuk bertemu dengan para penggemar MotoGP. Ataupun bisa hadir menyaksikan balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika.

Untuk pembalap MotoGP yang akan bergabung di acara rider spirit sesuai rilis resmi MGPA di antaranya Francesco Bagnaia, Fabio Quartararo, Marco Bezzecchi, Luca Marini serta Maverick Vinales. Kemudian ada Brand Binder, Miguel Oliviera, Raul Fernandez, Franco Morbidelli, serta Fabio Di Giannantonio. Ditambah pembalap Thailand Somkiat Chantra serta Mario Aji. Para pembalap MotoGP tersebut direncanakan akan berparade mulai dari Taman Sangkareang menuju Teras Udayana, pukul 14.00 Wita hingga selesai. (kir)

KK NTB 2025 Sukses Digelar, Dengan Sejumlah Capaian

0
Karya Kreatif NTB

Lombok (ekbisntb.com) – Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memajukan UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Barat agar dapat berkembang dan naik kelas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) di Lombok Epicentrum Mall, Mataram selama tiga hari pada tanggal 19 – 21 September 2025 dan telah menghadirkan lebih dari 100 UMKM mitra dan binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI).


Kegiatan ini juga sebagai ajang bagi UMKM baru yang potensial atau hidden gem untuk memperluas akses pasar, termasuk pembiayaan di tengah tantangan baik domestik maupun global yang semakin dinamis. (21/09).

Karya Kreatif NTB


Dalam penutupan KK NTB 2025, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hario K. Pamungkas, menyampaikan beberapa pelajaran berharga dalam penyelenggaraan KK-NTB 2025 di NTB. Diantaranya, KolaboraSI, bahwa kita tidak bisa berdiri sendiri dan harus bersama-sama dalam pengembangan UMKM melalui semangat sinergi dan kolaborasi agar dapat memperkuat 3K (Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas produk) untuk menjaga sustainabilitas produk dan proses bisnis UMKM.


InovaSI, UMKM dituntut untuk inovatif dapat melihat tren pasar dan selera konsumen. DigitalisaSI, Pengalaman pandemi yang pernah terjadi membuktikan bahwa penguasaan teknologi digital memberikan kesempatan bagi UMKM untuk bertahan sehingga untuk selanjutnya UMKM harus lebih melek digital termasuk dalam sistem pembayaran transaksi non tunai.


Sementara itu, capaian dari kegiatan KK-NTB Tahun 2025 di antaranya adalah omzet UMKM yang berhasil terkumpul hingga Rp450 juta per tanggal 21 September 2025 pukul 19.00 WITA dan akan terus bertambah sampai di penghujung acara.


Pembiayaan/kredit UMKM dari Perbankan NTB yang mencapai Rp19.314 miliar, serta jumlah wakaf yang terkumpul dari omzet selama berlangsungnya acara sebesar Rp5,6 juta sehingga akumulasi wakaf hingga saat ini mencapai Rp31,9 juta yang akan diserahkan kepada MIM Foundation selaku nazhir wakaf.


Pada kesempatan yang sama, Asisten III Provinsi NTB, Hj. Eva Dewiyani, S.P menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan KK-NTB yang dinilai memiliki makna penting bagi perkembangan karya dan kreativitas di daerah.


Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah dan manfaat nyata bagi para pelaku kreatif dan masyarakat NTB secara luas serta mampu menjadi titik tolak bagi masa depan daerah yang berdaya saing dan siap mendunia. Dengan dukungan kolaborasi dan inovasi, produk-produk unggulan NTB diyakini mampu menembus pasar global.


Dalam rangkaian KK-NTB 2025, KPwBI Provinsi NTB juga secara resmi meluncurkan inovasi QRIS Tap sebagai tonggak penting dalam memperluas ekosistem pembayaran digital di Provinsi NTB dengan menghadirkan layanan transaksi yang lebih cepat, praktis, aman, sekaligus terjangkau bagi masyarakat. Untuk memastikan manfaatnya dirasakan langsung, seluruh tenant UMKM peserta Karya Kreatif NTB 2025 telah dilengkapi dengan soundbox yang berfungsi sebagai perangkat QRIS Tap. Langkah ini memberi peluang bagi para pelaku UMKM untuk segera memanfaatkan teknologi terbaru, sekaligus memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital di daerah.


Lebih lanjut, KK-NTB Tahun 2025 adalah bagian dari Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang telah dilaksanakan di Jakarta pada Agustus 2025. Seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia termasuk KPwBI Provinsi NTB menyelenggarakan Road To dan Post Event KKI tersebut. Pada event KKI tersebut, 20 UMKM binaan KPwBI Provinsi NTB yang telah lolos kurasi nasional berhasil mengumpulkan omset sebesar Rp5,8 miliar baik secara offline maupun online.


Melalui penyelenggaraan Karya Kreatif NTB 2025, diharapkan terbangun sebuah ekosistem UMKM yang semakin kuat, adaptif, dan berdaya saing. Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dekranasda, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk mendorong produk-produk unggulan NTB agar terus naik kelas, memperluas pasar, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.(bul)