Saturday, April 25, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 167

QRIS Tap Resmi Diluncurkan di NTB, Pembayaran Cukup Dengan Menempel Ponsel

0
Peluncuran QRIS Tap di NTB oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu. Muhammad Iqbal (kiri) bersama Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas (kanan)

Mataram (ekbisntb.com)- Bank Indonesia secara resmi meluncurkan inovasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Tap dalam rangkaian kegiatan Karya Kreatif NTB (KK NTB) 2025, Jumat, 19-21 September 2025 di Lombok Epicentrum Mall (LEM).

Peluncuran QRIS Tap di NTB ini dilakukan oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu. Muhammad Iqbal bersama Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas sebagai salah satu teknologi terbaru sistem pembayaran yang semakin simpel.

Menurut Hario, kehadiran QRIS Tap menjadi tonggak penting dalam memperluas ekosistem pembayaran digital di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan menghadirkan layanan transaksi yang lebih cepat, praktis, aman, sekaligus terjangkau bagi masyarakat.

Sebagai inovasi berbasis teknologi, QRIS Tap memanfaatkan Near Field Communication (NFC) yang memungkinkan masyarakat cukup mendekatkan ponsel ke perangkat pembaca (reader) tanpa perlu memindai kode QR secara manual. Dengan kecepatan proses hanya 0,3–2 detik, masyarakat mendapatkan pengalaman transaksi yang ringkas, efisien, dan modern.

Sama halnya dengan QRIS konvensional, QRIS Tap juga memiliki interkoneksi dan interoperabilitas yang memungkinkan penggunaannya lintas bank maupun penyedia jasa pembayaran (PJP).

Keunggulan ini, kata Hario, memperluas pemanfaatan pembayaran digital untuk berbagai layanan publik, mulai dari transportasi, parkir, retribusi daerah, hingga pendidikan dan kesehatan.

“Bagi masyarakat, QRIS Tap menghadirkan kenyamanan bertransaksi, sementara bagi pemerintah daerah menjadi solusi untuk meningkatkan transparansi penerimaan serta efisiensi pengelolaan keuangan,” ujarnya.

Untuk menggunakan QRIS Tap, pastikan ponsel yang digunakan mendukung NFC dan fitur ini aktif. Buka aplikasi pembayaran yang mendukung, pilih opsi “QRIS Tap”, lalu masukkan PIN. Setelah itu, cukup dekatkan ponsel ke mesin pembayaran (EDC) hingga transaksi berhasil. 

Berikut adalah langkah-langkah lengkapnya:

  1. Pastikan Ponsel Mendukung NFC 
  2. Periksa pengaturan ponsel Anda untuk memastikan fitur Near Field Communication (NFC) telah diaktifkan. 
  3. Buka Aplikasi Pembayaran
  4. Buka aplikasi mobile banking atau dompet digital yang mendukung fitur QRIS Tap. 
  5. Pilih Fitur QRIS Tap 
  6. Pada aplikasi, cari dan pilih opsi pembayaran “QRIS Tap”. 
  7. Masukkan PIN Transaksi 
  8. Ikuti instruksi di layar dan masukkan PIN transaksi untuk mengonfirmasi pembayaran. 
  9. Dekatkan Ponsel ke Mesin Pembayaran 
  10. Tempelkan atau dekatkan ponsel Anda ke terminal pembayaran NFC (mesin EDC) yang disediakan oleh merchant. 
  11. Konfirmasi Transaksi
  12. Pastikan ponsel tetap dekat dengan mesin hingga transaksi berhasil. Untuk mendapatkan notifikasi pembayaran di aplikasi. 

Namun demikian, sebagai teknologi berbasis NFC, terdapat beberapa hal yang perlu diwaspadai oleh masyarakat untuk menghindari potensi risiko transaksi tanpa otorisasi. Bank Indonesia mengimbau agar pengguna:

  • Mengaktifkan fitur NFC hanya saat diperlukan, sehingga ponsel tidak selalu dalam kondisi siap menerima transaksi.
  • Menggunakan kunci keamanan ponsel seperti PIN, sidik jari, atau face recognition untuk mencegah akses yang tidak sah.
  • Memastikan transaksi selalu diawasi langsung oleh pemilik akun, terutama saat berada di area publik yang ramai.
  • Memanfaatkan fitur notifikasi transaksi dari aplikasi bank atau dompet digital, agar setiap aktivitas keuangan dapat segera dipantau.

“Dengan langkah kewaspadaan tersebut, manfaat QRIS Tap dapat dinikmati sepenuhnya tanpa mengurangi aspek keamanan pengguna,” jelas Hario.

Untuk memastikan manfaatnya dirasakan langsung, seluruh tenant UMKM peserta Karya Kreatif NTB 2025 telah dilengkapi dengan soundbox yang berfungsi sebagai perangkat QRIS Tap. Langkah ini memberi peluang bagi para pelaku UMKM untuk segera memanfaatkan teknologi terbaru, sekaligus memperkuat literasi dan inklusi keuangan digital di daerah.

Inisiatif ini tentu tidak berdiri sendiri, melainkan lahir dari kolaborasi erat antara Bank Indonesia, kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, serta penyedia jasa pembayaran. Sinergi multipihak ini menjadi bukti komitmen bersama untuk mendorong transformasi digital, khususnya pada layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, Bank Indonesia menegaskan perannya sebagai katalisator ekosistem digital nasional. Bank Indonesia akan terus memperluas kanal pembayaran, menjaga keamanan transaksi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, modern, dan berkelanjutan.(bul)

Dinas ESDM NTB dan Pertamina Patra Niaga Sidak Lagi, Tak Ditemukan Kelangkaan LPG 3 Kg

0
Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB, Syamsudin bersama tim dari Pertamina Patra Niaga melakukan sidak ke sejumlah pangkalan LPG 3 Kg di Kota Mataram

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, Syamsudin, memastikan stok LPG 3 kilogram (kg) di pangkalan seluruh NTB dalam kondisi aman. Hal ini disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama tim dari Pertamina Patra Niaga di dua lokasi, yakni Pagutan dan Gomong, Kota Mataram, Minggu (21/9).

“Hari ini saya turun sidak bersama Pertamina. Baru selesai di dua lokasi, di Pagutan dan Gomong. Di lapangan aman terkendali, yang disangkakan susah ternyata tersedia,” ujar Syamsudin.

Menurutnya, kondisi stok LPG subsidi di pangkalan masih sangat baik.

“Bahkan sampai hari ini cukup banyak stok di pangkalan. Jangan khawatir,” tegas Mantan Sekretaris Dinas LHK Provinsi NTB yang baru beberapa hari dilantik Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal ini.

Ia menambahkan, isu kelangkaan yang sempat mencuat di beberapa daerah kemungkinan besar terjadi di tingkat pengecer, bukan di pangkalan resmi.

Syamsudin menjelaskan, langkah sidak dilakukan atas arahan Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, setelah muncul kabar adanya kelompok ibu-ibu yang akan melakukan aksi protes terkait dugaan kelangkaan LPG 3 Kg.

“Ternyata setelah dicek, tidak ada masalah,” jelasnya.

Ia menegaskan, kewenangan pemerintah provinsi dan Pertamina hanya sampai pada pengamanan stok di tingkat pangkalan. Sementara itu, pengawasan di tingkat pengecer menjadi ranah pemerintah kabupaten/kota bersama aparat penegak hukum (APH), jika terindikasi ada permainan.

“Untuk memastikan kondisi di pengecer, perlu ada sidak khusus antara APH, pemkab/pemkot dan pengecer, karena disinyalir ada dugaan permainan pihak-pihak tertentu di tingkat pengecer,” kata Syamsudin.

Terdapat kendaraan pengangkut LPG 3 Kg di lapangan, yang menggunakan kendaraan roda 3, dan open cup yang ditemukan mengangkut. Padahal, kendaraan pengangkut dimaksud bukan kendaraan distribusi milik Pertamina.

“Diskusi dengan Pertamina, kok di tengah jalan ada kendaraan pengangkut LPG melon dengan pick up atau roda tiga, ke mana arahnya? Ini juga yang menjadi pertantaan Pertamina,” ujarnya.

Karena itu, Syamsudin berharap pemerintah kabupaten/kota bersama APH dapat segera menindaklanjuti temuan tersebut agar distribusi LPG 3 Kg tetap sesuai aturan dan tepat sasaran.

“Dan selama peringatan Maulid Nabi ini aman kok, karena Pertamina sudah mengonfirmasi tidak ada masalah dengan stok,” tutupnya.(bul)

Festival Perak NTB 2025, Melestarikan Budaya Lokal di Tengah Arus Digital

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Festival Perak (Permainan Rakyat) NTB 2025 resmi digelar di Auditorium UIN Mataram, 20–21 September 2025. Dengan mengusung tema “Pelestarian Budaya Lokal dalam Menghadapi Era Digital”, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang revitalisasi warisan budaya tradisional di tengah derasnya perkembangan teknologi.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutannya yang sekaligus membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif menghadirkan Festival Perak sebagai salah satu bentuk ikhtiar melestarikan budaya daerah.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya nostalgia masa lalu, tetapi juga wadah kebangkitan kreativitas yang mampu mendorong lahirnya inovasi baru.

“Selama saya berkeliling, saya menemukan banyak hidden gem, mutiara-mutiara terpendam dari industri kreatif NTB. Festival seperti ini memberi ruang agar mereka yang belum pernah mendapat panggung bisa tampil. Tahun depan kita dorong dengan sistem open bidding agar semakin banyak karya lahir dari berbagai pelosok NTB,” ujar Gubernur.

Dirinya juga menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak boleh hanya berhenti pada dokumentasi, tetapi harus memberi ruang bagi generasi muda untuk berinovasi.

“Kita tidak boleh sekadar menjadi tukang pos sejarah. Budaya harus hidup, berkembang, dan relevan dengan zaman. Inovasi kebudayaan adalah kunci agar warisan kita tidak hanya lestari, tetapi juga bernilai ekonomi,” tambahnya.

Ketua DPW Gekrafs NTB, Yeyen Seprian Rachmat, menyampaikan bahwa Festival Perak lahir dari keprihatinan terhadap punahnya permainan rakyat yang sarat nilai luhur.

Digitalisasi, katanya, bukanlah lawan, tetapi mitra untuk melestarikan sekaligus memperluas dampak permainan rakyat.

“Permainan rakyat bisa hadir kembali, tidak hanya dalam bentuk pertunjukan, tetapi juga sebagai potensi ekonomi kreatif. Local is the new luxury. Target kami ke depan bukan hanya Perak NTB, tapi Perak Nusantara, menghadirkan permainan rakyat dari 38 provinsi,” tegasnya.

Dirinya menambahkan bahwa misi utama Festival Perak adalah menjadikan budaya lokal sebagai inspirasi ekonomi kreatif di era digital.

“Digital bukan musuh, justru mitra. Kami ingin agar permainan tradisional bisa tampil di layar gadget, menjadi viral, dan menginspirasi lahirnya start-up budaya. Kehadiran Gubernur NTB menjadi tanda bahwa pemerintah daerah benar-benar peduli terhadap warisan budaya kita,” ujarnya.

Festival ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan permainan rakyat sebagai identitas budaya NTB, sekaligus inspirasi untuk melahirkan produk kebudayaan baru yang relevan di era digital. (ham)

Marc Márquez Kunci Gelar Juara Dunia di Motegi atau Mandalika? Ini Hitungannya

0

Lombok (ekbisntb.com)- Musim MotoGP 2025 memasuki fase penentuan. Dengan enam seri tersisa, perhatian fans MotoGP kini tertuju pada Marc Márquez (Ducati Lenovo Team) yang memimpin klasemen dengan keunggulan sangat besar atas adiknya, Alex Márquez.

Dengan enam seri tersisa, Marc unggul jauh atas rival terdekat sekaligus adiknya, Alex Márquez (BK8 Gresini Racing MotoGP). Pertanyaan besar pun mengemuka: di mana Marc akan memastikan gelar dunia musim ini? Apakah di Grand Prix Jepang (Motegi) atau di Pertamina Grand Prix of Indonesia (Mandalika)?

*Selisih Poin dan Kondisi Klasemen*

Hingga seri terakhir di Misano, Marc Márquez telah mengoleksi 512 poin, sementara Alex Márquez berada di posisi kedua dengan 330 poin. Selisih keduanya mencapai 182 poin, angka yang terbilang sangat besar. Dengan sisa enam seri — Jepang, Indonesia, Australia, Malaysia, Portugal, dan Valencia — masih tersedia total 222 poin maksimal (37 poin per seri dari sprint + balapan utama).

Secara matematis, gelar juara dunia hanya tinggal menunggu waktu. Marc hanya perlu memastikan selisih poinnya tetap berada di atas batas tertentu pada setiap seri, hingga rival terdekatnya tak lagi mungkin mengejar.

*Syarat Mengunci Gelar di Motegi*

Berdasarkan hitungan matematis, Marc dapat langsung mengunci gelar di Motegi, Jepang, apabila ia berhasil unggul minimal 4 poin bersih atas Alex di akhir pekan tersebut. Dengan tambahan selisih itu, gap akan menjadi 186 poin, lebih besar dari jumlah poin maksimal yang masih bisa diraih Alex dalam lima seri tersisa (185 poin).

Kombinasi hasil yang bisa membuat skenario ini terjadi cukup beragam. Misalnya:

Marc finis lebih baik dari Alex baik di sprint maupun race utama.

Marc meraih podium sementara Alex gagal naik podium.

Atau selisih kecil yang tetap memberikan keunggulan +4 poin bagi Marc.

Jika skenario ini tercapai, Marc Márquez akan resmi dinobatkan sebagai juara dunia MotoGP 2025 di Motegi, dengan lima seri tersisa menjadi formalitas belaka.

*Bagaimana Peluang Gelar Juara Dunia akan dikunci di Mandalika?*

Motegi (Jepang): secara matematis Marc dapat mengunci gelar di Motegi jika ia mengungguli Alex setidaknya 4 poin pada akhir pekan Motegi (mis. Marc mendapat 25 pts race + 0 sprint = 25 vs Alex ≤21, atau kombinasi lain yang menghasilkan net atau selisih +4). Jadi Motegi adalah peluang nyata untuk clinch atau mengunci gelar — tidak otomatis, tetapi sangat mungkin tergantung hasil akhir di Motegi.

Mandalika (Indonesia): jika Marc tidak berhasil mencetak net +4 di Motegi, hampir pasti gelar akan dikunci paling lambat usai Mandalika, kecuali terjadi skenario ekstrem di mana Alex mampu memangkas lebih dari 33 poin selisih gabungan pada dua seri (Motegi + Mandalika). Untuk Alex menunda penentuan sampai setelah Mandalika, ia perlu meraih keuntungan ≥34 poin bersih atas Marc dalam dua seri pertama — skenario yang sulit secara praktis (mengingat konsistensi Marc).

Hanya jika Alex secara konsisten unggul jauh atas Marc (mis. beberapa kemenangan sprint+race sementara Marc DNF atau sangat rendah), penentuan bisa tertunda hingga Australia, Malaysia, Portugal, Valencia. Namun secara probabilitas kecil mengingat selisih 182 poin saat ini dan Marc sangat kuat saat race.

Sekali lagi, jika Marc gagal menambah minimal 4 poin atas Alex di Motegi, peluang besar berikutnya hadir di Pertamina Mandalika International Circuit, Indonesia. Secara matematis, Marc hampir pasti akan mengunci gelar di Mandalika kecuali terjadi skenario ekstrem yang justru menguntungkan Alex.

Untuk menunda penentuan hingga setelah Mandalika, Alex harus memangkas selisih minimal 34 poin dalam dua seri (Motegi + Mandalika). Artinya, Alex mesti meraih kemenangan beruntun dengan poin penuh, sementara Marc gagal meraih poin sama sekali. Situasi seperti ini sangat sulit terjadi mengingat konsistensi Marc sepanjang musim.

Dengan demikian, kemungkinan besar, jika tidak di Motegi, maka Mandalika akan menjadi saksi sejarah penobatan juara dunia MotoGP 2025. Secara teori, peluang Alex masih ada untuk menunda penentuan hingga seri di Australia, Malaysia, Portugal, atau bahkan Valencia. Namun, untuk mencapai skenario ini, ia harus meraih kemenangan demi kemenangan, sementara Marc berulang kali gagal finis. Probabilitasnya sangat kecil, terlebih dengan gap sebesar 182 poin.

*Mandalika, Panggung Sejarah MotoGP*

Jika Marc Márquez benar-benar memastikan gelar dunia di Mandalika, maka peristiwa itu akan menjadi momen bersejarah, bukan hanya bagi sang juara tetapi juga bagi Indonesia. Mandalika akan tercatat dalam sejarah MotoGP sebagai sirkuit Asia Tenggara yang menjadi saksi penentuan juara dunia.

Hal ini akan memberikan dampak luar biasa, baik dari sisi olahraga maupun pariwisata. Indonesia akan menjadi pusat perhatian dunia, dengan publik internasional menyaksikan langsung momen penobatan di tanah air.

Bagi Indonesia, skenario Marc Marquez di Mandalika akan menjadi momen emas. Tak hanya menjadi sejarah baru di MotoGP, tetapi melengkapi sejarah Sirkuit Mandalika melahirkan juara dunia,

Pada 2021 juara dunia World Superbike ditentukan di Sirkuit Mandalika, yakni pembalap Toprak Razgatlioglu, saat itu di tim Pata Yamaha Brixx Superbike, sekaligus mematahkan gelar juara beruntun Jonathan Rea sejak 2015-2020.

Setahun kemudian pada 2022, Sirkuit Mandalika melanjutkan tradisi melahirkan juara dunia World Superbike, kali ini Alvaro Bautista  (Aruba.it Ducati) mengunci gelar juara dunia World Superbike musim 2022 di Sirkuit Mandalika menumbangkan Toprak Razgatlioglu (Yamaha Pata Brixx Superbike) yang mahkotanya juga diraih di Mandalika.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menilai peluang Marc Márquez (Ducati Lenovo Team) mengunci gelar di Mandalika sebagai sebuah momentum besar, karena Marc Marquez belum pernah podium main race, sempat sekali naik podium Sprint Race tahun 2024 lalu saat masih di Gresini Racing.

“Secara matematis, Marc Márquez memang bisa mengunci gelar di Motegi. Namun jika tidak, maka Mandalika hampir pasti akan menjadi tempat penentuan. Jika itu terjadi, tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Dunia akan melihat Mandalika bukan hanya sebagai sirkuit baru, tetapi juga sebagai panggung sejarah MotoGP,” ujar Priandhi Satria.

Priandhi Satria menambahkan bahwa MGPA telah menyiapkan langkah-langkah khusus menghadapi kemungkinan ini.

“Kami sudah menyiapkan skenario khusus bila penobatan juara dunia berlangsung di Mandalika. Dari sisi seremoni, tata kelola penonton, hingga aspek keamanan, semua dipersiapkan sebaik mungkin agar momen ini berjalan tertib, aman, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh dunia,” tegasnya.

*Kesiapan MGPA Menghadapi Momen Bersejarah*

Sejumlah langkah antisipatif telah dipersiapkan MGPA jika Marc Márquez benar-benar mengunci gelar dunia di Mandalika, antara lain:

1. Seremoni Khusus: Menyiapkan panggung penobatan yang sesuai standar MotoGP, dengan sentuhan budaya lokal untuk menambah nuansa khas Indonesia.

2. Manajemen Kerumunan: Mengoptimalkan koordinasi dengan aparat keamanan agar perayaan juara berlangsung aman, nyaman, dan terkendali.

3. Kolaborasi dengan Media Global: Mengemas peristiwa ini sebagai promosi besar bagi Indonesia, sehingga liputannya bisa menjangkau audiens internasional.

4. Sinergi Pariwisata: Memaksimalkan dampak ekonomi melalui beragam kegiatan UMKM dan sektor transportasi, dan perhotelan,, salah satunya Konser Dewa 19 pada event MotoGP.

Dengan jarak poin yang sangat besar, gelar juara dunia MotoGP 2025 praktis berada di genggaman Marc Márquez. Motegi menjadi peluang pertama untuk menuntaskan misi, sementara Mandalika akan menjadi panggung penentuan bila gelar belum dikunci di Motegi.

Semua peluang sangat terbuka, dan di tangan Marc Marquez lah juara dunia akan dirayakan di mana, Marc Marquez lah yang mengontrol poin saat ini.

Jika ingin bersejarah, maka Sirkuit Mandalika menjadi pilihan istimewa, sebab Marc Marquez belum pernah merasakan juara main race di Sirkuit Mandalika.

Ketika Marc Marquez masih di Repsol Honda nasibnya kurang beruntung di Mandalika, mengalami high-side di tikungan ke-7 pada musim 2022 dan terpaksa absen lama sepanjang musim 2022, dan kembali jatuh saat main race di tikungan ke-13 Sirkuit Mandalika pada musim 2023. Jadi, Mandalika adalah kunci mengharumkan nama Marc Marquez di Pertamina Mandalima International Circuit, sirkuit kebanggaan bangsa Indonesia.(bul)

Karya Kreatif NTB Harus Jadi Ruang Inklusif bagi UMKM dan Industri Kreatif

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa kegiatan Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK NTB) 2025 harus menjadi ruang inklusif yang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku UMKM dan industri kreatif di seluruh daerah NTB untuk tampil dan berkembang.

Dalam sambutannya Gubernur Iqbal menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan KK NTB yang berlangsung pada 19–21 September 2025 di Atrium Lombok Epicentrum Mall.

Dirinya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga wadah penguatan ekosistem ekonomi kreatif NTB.

“Tadi saya diskusi dengan Pak Hario beberapa menit sebelum melakukan sambutan. Ke depan, saya mendorong agar KKNTB ini dimulai dengan open bidding, sehingga setiap pelaku industri kreatif di pelosok NTB memiliki kesempatan yang sama untuk tampil,” ujarnya.

Gubernur mengak sering menemukan ‘hidden gem’, mutiara-mutiara terpendam yang karyanya luar biasa, tetapi belum mendapatkan panggung. “Inilah saatnya kita berikan mereka ruang,” tegas Gubernur.

Gubernur juga menekankan pentingnya konsep graduation dalam program inkubasi industri kreatif. Menurutnya, inkubasi tidak boleh membuat UMKM bergantung terlalu lama pada pendampingan.

“Inkubasi harus membentuk kemandirian. Setelah satu atau dua tahun, mereka harus bisa berdiri sendiri, bukan terus-menerus didampingi. Kalau tidak, kita gagal membentuk jiwa kewirausahaan yang sesungguhnya,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti pentingnya literasi keuangan dan perbankan sejak awal proses inkubasi. Dirinya menolak pola bantuan tunai tanpa arah yang justru melahirkan ketergantungan.

“Saya ingin UMKM kita jadi entrepreneur, bukan hanya penerima bantuan. Tangan mereka suatu saat harus di atas, ikut membantu UMKM lainnya,” tambahnya.

Gubernur Iqbal optimistis, dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, dan komunitas industri kreatif, UMKM NTB dapat berkembang pesat dan berkontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah.

“Masyarakat NTB adalah masyarakat yang kreatif dan ekspresif. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, karya-karya mereka bukan hanya dikenal di NTB, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Hario Pamungkas, menegaskan bahwa BI berkomitmen menjadikan UMKM sebagai motor penggerak perekonomian daerah.

Dirinya menyampaikan bahwa penurunan BI Rate menjadi 4,75 persen pada September 2025 merupakan bagian dari kebijakan pro-growth untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk melalui sektor UMKM.

“Framework pengembangan UMKM Bank Indonesia berbasis pada tiga pilar utama: korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan akses pemasaran serta pembiayaan. Fokus kami adalah mendorong komoditas unggulan daerah, penunjang pariwisata, hingga potensi ekspor,” terang Hario.

Selain itu, BI terus memperluas digitalisasi pembayaran melalui QRIS agar UMKM lebih mudah bertransaksi. “Fashion, wastra, kriya, hingga kuliner NTB punya potensi besar. Melalui KKNTB, kami memberikan wadah untuk meningkatkan daya saing UMKM agar bisa naik kelas,” tutupnya.

KKNTB 2025 menghadirkan 101 UMKM dengan beragam rangkaian acara, mulai dari bazar UMKM, fashion show, business matching, talkshow, literasi keuangan, hingga pertunjukan seni. Sebagian omzet kegiatan ini juga dialokasikan untuk pengembangan wakaf produktif, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB.

Selain Gubernur NTB yang didampingi Ketua Dekranasda NTB, Hj. Sinta Agathia M. Iqbal dan Kepala BI NTB, kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Dompu, Wakil Bupati Lombok Barat, dan Wakil Bupati Lombok Utara, serta berbagai pemangku kepentingan. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kolektif untuk memajukan UMKM NTB.(ham)

BBWS NT I Pastikan Bendungan Meninting Aman, Masyarakat Diminta Tak Khawatir Soal Isu Gempa

0
BBWS NT I Pastikan Bendungan Meninting Aman, Masyarakat Diminta Tak Khawatir Soal Isu Gempa
BBWS NT I Pastikan Bendungan Meninting Aman, Masyarakat Diminta Tak Khawatir Soal Isu Gempa

Lombok (ekbisntb.com) – Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BBWSNT I) memastikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat aman dari isu yang menyebut konstruksinya tidak tahan gempa. Pihak BBWS NT I meminta masyarakat tidak resah karena seluruh proses pembangunan bendungan telah melewati uji kelayakan yang ketat, termasuk pengujian ketahanan terhadap guncangan seismik.


Humas BBWSNT I, Yemi Yordan di Mataram, Jumat, 19 September 2025 menjelaskan bahwa sejak tahap perencanaan lebih dari 10 tahun lalu, Bendungan Meninting telah diuji dengan berbagai instrumen sesuai standar nasional dan internasional.


“Ada sekitar 25 item yang diuji, salah satunya ketahanan terhadap gempa. Uji itu dilakukan oleh para ahli yang dikirim Kementerian PUPR, bukan orang sembarangan. Mereka spesialis di bidang mekanika tanah, konstruksi bendungan, sampai teknologi deteksi gempa,” ujar Yemi.


Menurut Yemi, Bendungan Meninting dirancang untuk mampu bertahan terhadap guncangan gempa hingga magnitudo 7.


“Kalau hanya gempa 5 atau 6 skala magnitudo, insya Allah aman. Bahkan hingga 7 pun masih dalam standar. Yang perlu diingat, kalau terjadi gempa di atas magnitudo 8 atau 9, itu bukan hanya bendungan, bangunan lain pun akan terdampak. Tapi skenario seperti itu sangat jarang terjadi,” jelasnya.


Yemi menegaskan isu yang menyebut bendungan berisiko jebol adalah tidak benar. Selama ini, kata dia, belum pernah ada bendungan besar yang runtuh akibat gempa. Beberapa kejadian banjir di masa lalu terjadi karena kapasitas air yang meluap, bukan karena bendungan patah atau runtuh.


“Meninting ini bendungan negara, proyek strategis nasional. Semua aspek keamanan telah dihitung dengan teliti. Tidak mungkin negara membangun sesuatu yang membahayakan masyarakatnya,” tegasnya.


Bahkan sebelum air dimasukkan ke bendungan (impounding), dilakukan serangkaian tes rembesan dan kestabilan selama berbulan-bulan. Saat ini konstruksi Bendungan Meninting sudah selesai 100 persen, tinggal tahap pemeliharaan rutin sambil menunggu jadwal peresmian.


“Perawatan bulanan sudah dijadwalkan, termasuk pemantauan alat-alat pendeteksi pergerakan tanah dan potensi kebocoran. Kita siap menjawab kalau ada pihak yang masih ragu, karena semua dokumen dan data uji kami lengkap,” kata Yemi.


Bendungan yang dibangun dengan kapasitas tampung sekitar 6,8 juta meter kubik itu diharapkan dapat mendukung irigasi pertanian, penyediaan air baku, hingga pengendalian banjir di Lombok Barat dan sekitarnya.


“Kita berharap masyarakat fokus pada manfaatnya, bukan pada isu yang tidak berdasar. Bendungan ini untuk kesejahteraan bersama,” pungkas Yemi.(bul)

Hati-hati Salah Klik! PPATK Ingatkan Masyarakat soal Penipuan Online dan Rekening Bobol

0
Direktur Pengawasan Kepatuhan PBJ PPATK, Sri Bagus Arosyid saat bersama Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo di gedung PPATK
Direktur Pengawasan Kepatuhan PBJ PPATK, Sri Bagus Arosyid saat bersama Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo di gedung PPATK

Lombok (ekbisntb.com) – Perkembangan teknologi keuangan dan media sosial membawa kemudahan dalam bertransaksi, namun sekaligus membuka celah baru bagi kejahatan siber. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan internet banking maupun menerima tautan yang tidak jelas sumbernya.


Direktur Pengawasan Kepatuhan PBJ PPATK, Sri Bagus Arosyid menyampaikan bahwa banyak kasus penipuan terjadi akibat kelalaian pengguna ketika berselancar di media sosial atau mengakses pesan elektronik.
“Ada yang hanya salah klik tautan terkait pembaruan data kependudukan, undangan pernikahan, bahkan paket kiriman, lalu tanpa sadar rekeningnya dibobol,” ujarnya.


Ia menjelaskan, kejahatan semacam ini memanfaatkan kelengahan pengguna. Tautan atau pesan yang tampak resmi kerap menjadi pintu masuk bagi pelaku untuk mengambil alih data pribadi, termasuk akun perbankan.


“Di satu sisi, mobile banking sangat memudahkan kita. Tidak perlu lagi ke teller atau ATM untuk bertransaksi, cukup lewat ponsel. Tapi risiko itu nyata, dan masyarakat harus memahami ancamannya,” katanya.


PPATK juga menyoroti maraknya penipuan berkedok investasi dengan janji imbal hasil fantastis. Modusnya hampir sama: pelaku menawarkan keuntungan tidak wajar, misalnya bunga puluhan juta rupiah per bulan untuk modal Rp1 miliar.


“Padahal uang yang seolah-olah menjadi keuntungan itu sebenarnya diambil dari dana korban sendiri. Setelah tidak ada dana baru, pelaku kabur. Ujungnya penggelapan,” jelasnya.


Untuk meminimalkan risiko, PPATK menyarankan agar rekening utama atau tabungan besar tidak dihubungkan langsung dengan layanan internet banking. Sebaiknya gunakan rekening terpisah khusus untuk kebutuhan transaksi harian. Selain itu, masyarakat diminta lebih bijak saat menerima tawaran investasi maupun pesan yang mencurigakan.


“Harus logis dalam berpikir. Tidak ada investasi dengan bunga sangat tinggi yang masuk akal. Jangan mudah tergoda iming-iming keuntungan besar. Waspada juga dalam bermedsos: jangan sembarang klik tautan,” tegasnya.


PPATK berharap masyarakat lebih waspada di tengah pesatnya inovasi digital. Literasi keuangan dan pemahaman mengenai risiko penipuan harus terus ditingkatkan agar tabungan dan data pribadi tetap aman dari kejahatan siber.(bul)

Larangan UMKM Gunakan LPG Subsidi di Arena MotoGP Mandalika 2025 Ditentang

0
Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH

Lombok (ekbisntb.com)–

Ketua Perempuan Indonesia Maju (PIM) Nusa Tenggara Barat, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH, menegaskan bahwa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berhak menggunakan elpiji bersubsidi 3 kilogram (gas melon) saat berjualan di arena MotoGP Mandalika 2025. Ia menilai larangan penggunaan gas subsidi untuk UMKM yang disampaikan oleh salah satu pejabat daerah terlalu berlebihan.

Menurut mantan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) NTB itu, gas melon sejak awal memang ditujukan bagi masyarakat kelas menengah bawah, termasuk UMKM yang menjalankan usaha kecil.

“Tidak usah terlalu dipersoalkan UMKM yang berjualan dengan gas melon 3 kg. Mereka juga pedagang kecil. Prinsipnya, gas melon itu untuk masyarakat menengah bawah, bukan hanya rumah tangga miskin. Jadi wajar saja UMKM memakainya,” ujar Diyah Ratu Ganefi di Mataram, Jumat (19/9).

Ia menilai wacana melarang UMKM membawa gas melon 3 Kg ke area sirkuit justru akan mempersulit pelaku usaha kecil yang hendak membuka stan selama ajang balap dunia tersebut.

“Kalau mereka dipaksa memakai tabung 12 atau 15 kg, itu memberatkan. Selain lebih mahal, juga tidak praktis saat dibawa ke lokasi usaha,” katanya.

Mantan senator ini menegaskan bahwa kelangkaan elpiji 3 Kg di NTB tidak semata-mata disebabkan oleh UMKM, melainkan oleh distribusi yang belum optimal dan tingginya kebutuhan masyarakat. “Jadi tidak adil kalau menyalahkan UMKM yang berjualan di Mandalika,” tambahnya.

Lebih jauh, ia mendorong pemerintah daerah untuk mencari solusi yang lebih realistis agar UMKM tetap dapat berjualan dengan lancar tanpa mengganggu ketersediaan gas melon bagi rumah tangga.

“Kepala dinas koperasi boleh saja membuat aturan, tapi harus dilihat dari sisi pelaku usaha. Kalau mereka dibatasi, usahanya tidak maksimal. Biarkan saja UMKM membawa gas 3 kg selama mengikuti MotoGP Mandalika, jangan dijadikan polemik baru,” tegas Diyah.

Ajang MotoGP Mandalika 2025 yang akan digelar pada 3–5 Oktober mendatang menjadi momentum penting bagi UMKM NTB untuk mempromosikan produk dan meningkatkan pendapatan. Pemerintah daerah didorong agar memberikan kemudahan, bukan justru menambah hambatan.

“UMKM ini kan ujung tombak ekonomi daerah. Mereka harus diberi ruang seluas-luasnya untuk berkembang, terutama dalam event internasional seperti MotoGP,” pungkasnya.(bul)

KK-NTB 2025 di LEM Dibuka: Sinergi Dan Kolaborasi Mewujudkan NTB Berdaya dan Mendunia

0
KK-NTB 2025 di LEM resmi dibuka

Lombok (ekbisntb.com)-

Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Dekranasda NTB telah menyediakan wadah khusus guna mempromosikan kekayaan produk unggulan melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) Tahun 2025 yang mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Mewujudkan UMKM NTB Berdaya dan Siap Mendunia” (19/09).

Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat memberikan kesempatan bagi UMKM khususnya di bidang wastra dan kriya serta pelaku ekonomi kreatif lainnya untuk naik level, baik dari sisi akses pasar maupun akses pembiayaan.

KK-NTB akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, dimulai pada tanggal 19 s.d 21 September 2025 dengan mengikutsertakan 101 UMKM dan rangkaian acara bazaar UMKM (wastra dan fesyen, kriya, home decor, kuliner, dan kopi), business matching, edukasi dan literasi, fashion show, talkshow, berbagai perlombaan, dan art performance.

Khusus untuk mendorong pembiayaan UMKM, Bank Indonesia juga mengajak 24 (dua puluh empat) Bank di bawah payung Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) NTB agar dapat berpartisipasi pada business matching lounge. Kegiatan ini juga sebagai bukti nyata bahwa perbankan siap mendukung UMKM khususnya melalui akses permodalan.

Lebih lanjut, Bank Indonesia telah menurunkan BI-Rate menjadi 4,75% guna mendorong pertumbuhan ekonomi (pro-growth) dengan tetap menjaga stabilitas (pro-stability). Melalui ketersediaan likuiditas yang memadai, harapannya bank dapat menurunkan suku bunga kredit atau pembiayaan dan meningkatkan penyaluran kredit/pembiayaan ke sektor-sektor prioritas, termasuk pengembangan UMKM.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hario K. Pamungkas, menyampaikan Provinsi NTB memiliki potensi yang sangat besar dalam industri kreatif, salah satunya sektor fesyen. Menenun sudah menjadi hal yang tidak terpisahkan dari masyarakat NTB baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.

Disamping fesyen, kriya merupakan sektor unggulan lainnya yang dimiliki oleh NTB. Kerajinan mutiara, kerajinan kulit kerang, kerajinan ketak dan kerajinan gerabah tentu saja harus kita dorong agar dapat terus berkembang.

UMKM menurutnya memiliki peran strategis dalam perekonomian, termasuk di Provinsi NTB. Oleh karena itu, Bank Indonesia telah menetapkan pengembangan UMKM sebagai sasaran antara untuk mendukung kebijakan utama Bank Indonesia dalam mencapai kestabilan nilai rupiah.

“Dalam pelaksanaannya, framework pengembangan UMKM Bank Indonesia didasari pada 3 (tiga) pilar, yaitu Korporatisasi, Kapasitas, dan Pembiayaan. Sasaran pengembangan UMKM Bank Indonesia akan melibatkan Kelompok Subsisten, UMKM/Klaster, dan Pondok Pesantren dengan fokus utama pada komoditas pengendalian inflasi pangan dan komoditas potensi ekspor. Sebagai informasi, sebagian dari omzet yang terkumpul dari kegiatan ini akan disalurkan untuk pengembangan wakaf produktif sebagai salah satu upaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi NTB. ” pungkasnya.

Di samping itu, dalam rangka mengakselerasi perputaran ekonomi di Provinsi NTB, Bank Indonesia bekerja sama dengan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) baik bank maupun non bank dalam perluasan akseptasi digitalisasi pembayaran melalui QRIS termasuk bagi UMKM. Terbaru, Bank Indonesia telah menginisiasi QRIS Tap yang dapat mempermudah transaksi non tunai di Indonesia.

Selaras dengan hal tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.IP., dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KKNTB) 2025. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran ekonomi kreatif sebagai pilar masa depan pembangunan ekonomi. Ia juga menekankan pentingnya membuka ruang lebih luas bagi para pelaku UMKM juga harapan agar sinergi dan kolaborasi yang terjalin dapat semakin memperkuat dan memperluas industri kreatif di Nusa Tenggara Barat.

“Ekonomi kreatif adalah ekonomi masa depan. Saat ini, perekonomian mulai bergeser dari dominasi korporasi menuju basis individu, di mana talenta dan kreativitas menjadi penggeraknya. Kami menyambut positif penyelenggaraan KK-NTB sebagai salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. Untuk selanjutnya, kita harus mulai memberikan kesempatan lebih luas kepada UMKM di NTB. Dukungan inkubator juga penting untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan memberi ruang bagi hidden gem baru. Saya yakin, banyak yang ingin menerima manfaat dari program inkubasi ini ” ungkapnya.

Pada gelaran opening ceremony KK-NTB tahun ini, turut hadir Ketua Dekranasda Provinsi NTB, beberapa Bupati dan Walikota, Unsur Forkopimda Provinsi NTB, Kepala Daerah Se-Provinsi NTB, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan Perguruan Tinggi, Ketua Dekranasda se-Provinsi NTB, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di Provinsi NTB, Pimpinan Perbankan, Para Akademisi, Rekan-Rekan Media, Perwakilan Pesantren Binaan, Para Pelaku Usaha UMKM Binaan dan Mitra Bank Indonesia.(bul)

Lombok Timur Jadi Tumpuan Program Agro Maritim Nusa Tenggara Barat

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Kabupaten Lombok Timur (Lotim) ditetapkan sebagai salah satu tumpuan utama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam mewujudkan program strategisnya, yaitu Agro Maritim.

Program ini diharapkan dapat menjadi pengungkit utama dalam pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan percepatan hilirisasi industri.

Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah untuk mendesain dan mengawal bersama komoditas unggulan yang dimiliki Lotim.

“Perlu didesain bersama apa saja yang unggulan di Lotim supaya sama-sama dikawal ke pusat. Salah satu dari program NTB adalah agro maritim. Kami akan mengkoordinir seluruh OPD,” ujar Nuryanti saat bertemu Bupati Lotim H. Haerul Warisin di Kantor Bupati Lotim, Kamis 18 September 2025.

Menurutnya, tiga prioritas utama program Agro Maritim adalah pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan melalui industrialisasi olahan, dan menjadikan NTB sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

NTB menargetkan kontribusi sektor perindustrian sebesar 7,30% pada 2029, di mana Lotim diharapkan dapat menyumbang sekitar 6%.Untuk mewujudkannya, dibutuhkan pembangunan ekosistem bisnis industri yang berfokus pada perikanan, kelautan, dan pertanian yang selaras dengan program pusat.

Rencana akselerasi program akan dimulai dengan tahap komunikasi dan konsolidasi pada 2025, lalu masuk ke tahap penganggaran pada 2026.“Kita harap bisa mulai berlari di tahun 2026 untuk akselerasi pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan,” tambah Nuryanti.

Program ini juga akan menggerakkan ekonomi hijau, ekonomi biru, dan mendukung cita-cita NTB sebagai lumbung pangan nasional. Meski NTB surplus di beberapa komoditas seperti beras, jagung, dan cabai, ketidakkonsistenan pasokan dan ketergantungan pada musim menjadi tantangan.

Sementara itu, komoditas seperti kedelai, bawang putih, telur, daging, gula, dan minyak goreng masih minus.

Oleh karena itu, hilirisasi di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan menjadi kunci untuk menambah nilai tambah. Peta jalan hilirisasi telah disusun mencakup 38 komoditas dari enam sektor. .Nuryanti juga mengajak semua pihak, termasuk BRIN, untuk berkonsentrasi pada riset komoditas agar pembangunan dapat berkelanjutan..l

Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, menyambut baik program tersebut karena selaras dengan visi misi daerahnya. Pengentasan kemiskinan menjadi konsentrasi utama Lotim, yang saat ini masih memiliki sekitar 42 ribu penduduk miskin ekstrem.

“BPS merilis, Lotim sudah mengalami penurunan angka kemiskinan 0,98 persen. Atau sama dengan 11 ribu jiwa tidak lagi miskin. Untuk yang miskin ekstrem, sekitar 31 ribu jiwa akan kami biayai seluruh kebutuhan BPJS Kesehatannya,” jelas Bupati Haerul.

Selain jaminan kesehatan, Pemkab juga akan mendaftarkan mereka ke BPJamsostek untuk mendapatkan santunan yang dapat dijadikan modal usaha, sehingga dapat keluar dari jerat kemiskinan struktural.

Dalam hal ketahanan pangan, Lotim yang merupakan penyangga pangan nasional memiliki aset strategis, seperti pabrik porang terbesar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

Namun, Bupati meminta adanya intervensi semua pihak untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas harga bahan baku.

“Saya sampaikan ke Gubernur dan seluruh kepala daerah se-Lotim, pastikan tidak ada permainan harga bahan baku. Viralkan pabrik porang dan pastikan jaminannya kuat. Pemda turun lakukan jaminan,” tegasnya.

Untuk mendukung destinasi wisata kelas dunia, Bupati mengaku tak segan melakukan intervensi, termasuk menyelesaikan masalah lama di kawasan Ekas dan menertibkan permasalahan dengan imigrasi terkait deportasi warga negara asing.

“Tidak boleh deportasi bule di Lotim tanpa sepengetahuan saya. Imigrasi mau deportasi karena laporan oknum tertentu. Semua diintervensi supaya destinasi wisata mendunia,” ucapnya.

Bupati Haerul menegaskan bahwa dari sisi agro maritim, Lotim memiliki semua potensi yang dibutuhkan. Namun, intervensi dan dukungan anggaran dari provinsi mutlak diperlukan..

“Agro maritim tidak jalan di Lotim kalau tidak ada intervensi provinsi. Buru kepala dinas provinsi. Kalau tidak mau, nanti saya yang akan menghadap Gubernur,” tegasnya. (rus)