Beranda blog Halaman 144

Lobar Pulihkan Kepercayaan Publik dengan Tata Kelola Keuangan Berintegritas dari Desa

0
Lobar Pulihkan Kepercayaan Publik dengan Tata Kelola Keuangan Berintegritas dari Desa
FOTO BERSAMA – Foto bersama saat pelatihan pengelolaan Keuangan Desa Tahun 2026 bagi perangkat desa yang digelar Dinas PMD Lobar, Kamis (30/7/2026). (Suara NTB/ist)

Giri Menang (EKBIS NTB) -Upaya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) harus dimulai dari fondasi paling dasar, yakni tata kelola pemerintahan desa yang berintegritas.

Semangat lahir kembali atau reborn yang digaungkan Pemkab Lombok Barat menjadi pesan utama dalam Pelatihan Pengelolaan Keuangan Desa Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lobar di Hotel Montana, Senggigi, Kamis (30/7/2026).


Kegiatan tersebut diikuti oleh kepala desa, sekretaris desa, dan kaur keuangan desa se-Kabupaten Lombok Barat sebagai upaya memperkuat kapasitas aparatur desa dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, tertib administrasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan Setda Kab. Lobar H. Saiful Ahkam, mewakili Wakil Bupati Lombok Barat, dalam sambutannya menyampaikan dengan mengangkat satu kata yang menurutnya menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan, yakni integritas. Ia memaknai integritas sebagai keselarasan antara pikiran, ucapan, dan perbuatan.


“Mari kita bangun semangat kebersamaan untuk memasuki era baru, reborn atau renaissance. Kita lahir kembali untuk menata kondisi Lombok Barat, minimal dengan menumbuhkan kembali kepercayaan publik terhadap kabupaten yang kita cintai ini,” ujarnya.


Ia mengakui bahwa berbagai persoalan yang terjadi belakangan ini telah memengaruhi persepsi masyarakat terhadap integritas penyelenggaraan pemerintahan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berbenah.
Sebaliknya, seluruh aparatur pemerintahan harus menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan kerja masing-masing, termasuk dalam sistem pemerintahan desa.


Selain itu, Saiful Ahkam juga menekankan bahwa setiap rupiah yang bersumber dari APBN maupun APBD harus dikelola secara bertanggung jawab. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dikelola, tetapi dari sejauh mana anggaran tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga desa.


Pada kesempatan itu, ia turut memberikan apresiasi kepada Kepala DPMD Kabupaten Lombok Barat, Mahnan, S.STP., yang dinilai berhasil membangun budaya organisasi pembelajar dengan mengawali penguatan integritas aparatur desa melalui peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan.


Sementara itu, Kepala DPMD Lobar, Mahnan menegaskan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pengelolaan keuangan desa berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Menurutnya, dana desa harus mampu menjadi instrumen pembangunan yang mendorong pertumbuhan ekonomi desa, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah desa.


Untuk memperkuat pemahaman para peserta, DPMD menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang hukum, pengawasan, dan kebijakan pemerintahan desa, yaitu Dr. Gede Made Pasek Swardhyana, S.H.

dari Kejaksaan Negeri Mataram, Ipda Dimas Prabowo, S.H., Kanit Tindak Pidana Korupsi Polres Lombok Barat, serta Lin Wahyulia, S.T., Analis Kebijakan Ahli Muda DPMD Dukcapil NTB. (her)

Tingkatkan Produksi Telur, Pemda KLU Diminta Optimalkan Pemberdayaan Peternak Lokal

0
Tingkatkan Produksi Telur, Pemda KLU Diminta Optimalkan Pemberdayaan Peternak Lokal
H. Nirdip (Suara NTB/ist)

PEMERINTAH Kabupaten Lombok Utara (KLU) diminta lebih optimal memberikan pemberdayaan maupun bantuan kepada peternak lokal khususnya kelompok ayam petelur. Momentum program Makan Bergizi Gratis (MBG) sedianya menjadi peluang pasar bagi Pemda untuk meningkatkan produksi telur sekaligus menyusun program yang mendukung eksistensi peternak lokal.


“Aspirasi masyarakat untuk budi daya ayam petelur mulai menggeliat lagi. Tidak sedikit kelompok menyuarakan itu ketika kami turun melakukan reses,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD KLU, H. Nirdip, Kamis (30/7/2026).


Keberadaan kelompok ayam petelur menurut dia, merupakan satu instrumen dalam menguatkan fondasi ekonomi individu maupun kelompok masyarakat. Keseriusan kelompok untuk berkembang, menjadi momentum masyarakat untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi.


Namun demikian, semangat masyarakat dalam membudidayakan komoditas peternakan kerap terkendala oleh daya dukung sumber daya. Misalnya, kata Nirdip, ketersediaan bantuan pakan yang terbatas, serta mahalnya harga pakan untuk diadakan secara mandiri.
“Keberlangsungan kelompok ayam petelur seringkali terkendala oleh faktor tingginya harga pakan. Di sisi lain, saat panen, kelompok masih belum memiliki pasar yang konsisten dalam menyerap hasil produksi,” ujarnya.


Politisi Gerindra asal Kecamatan Kayangan ini melanjutkan, Pemda melalui OPD terkait perlu memperkuat manajemen kelompok. Baik administrasi pengelolaan kelompok, peningkatan sumber daya individu kelompok, maupun pelatihan-pelatihan untuk mendorong kemandirian bibit maupun pakan.


“Kami belum melihat ada program di satu daerah yang secara konsisten memberi pedampingan manajemen dan pelatihan. Kalaupun peternak atau kelompok ternak eksis, kecenderungan karena motivasi individu.”


“Harapan kami, Pemda Lombok Utara melalui BUMD, mulai menjembatani akses sumber daya pendukung untuk kelompok. BUMD bisa bertindak sebagai penyerap hasil produksi dengan harga kompetitif,” ujarnya.


Nirdip meyakini adanya pembinaan kelompok tidak hanya meningkatkan penghasilan kelompok ternak. Di sisi lain, kemitraan dengan BUMD menjadi semacam jaminan bagi kelompok untuk dapat mengakses kemudahan modal pada lembaga perbankan maupun akses bantuan lanjutan dari pemerintah.


“Kita semua pasti berharap kelompok yang sudah dibantu bisa berkembang. Usaha bisa terus berputar dan menghasilkan. Kegagalan kelompok adalah kegagalan pemerintah juga, karena kalau kelompok sampai gagal dan bubar, akan menjadi masalah tambahan bagi pemerintah daerah,” tandasnya. (ari)

KKP Setujui Usulan Pemkab, KNMP di Lotim Bakal Diperluas ke Empat Lokasi Baru

0
KKP Setujui Usulan Pemkab, KNMP di Lotim Bakal Diperluas ke Empat Lokasi Baru
H. Haerul Warisin (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) mendapatkan kabar baik. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyetujui usulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di sejumlah titik baru.


Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan lima lokasi tambahan untuk program KNMP. Titik-titik yang diusulkan meliputi Tanjung Luar, Labuan Haji, dan Labuhan Lombok. Berdasarkan informasi yang diterima, dari lima usulan tersebut, KKP telah menyetujui empat lokasi.


Lokasi tempat membangun KNMP yang baru tidak sebesar yang ada di Ekas Buana Kecamatan Jerowaru. “Ini yang terbesar (Ekas Buana, red), berarti ini yang terbesar memang untuk NTB ya,” ujar Bupati Haerul Warisin, menekankan bahwa salah satu titik yang disetujui merupakan proyek dengan skala terbesar di Provinsi NTB.


Untuk realisasi pembangunan di empat titik lainnya, Pemkab Lotim masih menunggu kepastian anggaran dari pemerintah pusat. “Sisa yang empat ini, ya, kita tunggu ya, kita tunggu anggaran dari situ, karena mereka (Kementerian Kelautan dan Perikanan) yang langsung melaksanakan, kita hanya memberikan titiknya saja di sini,” jelasnya.


Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Lombok Timur Tasywiruddin menyebutkan mengusulkan empat lokasi strategis, yakni Desa Tanjung Luar, Labuan Haji, Seruni Mumbul, dan Sugian.

Selain itu, dua desa juga diajukan sebagai penyangga KNMP Ekas Buana, yaitu Desa Batu Nampar Selatan dan Desa Pemongkong.
Keberadaan KNMP diharapkan mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir serta menurunkan angka kemiskinan di Lombok Timur yang masih tercatat sekitar 13 persen. (rus)

Berikan Efek Ganda, Dewan Dukung Revitalisasi Pasar Rakyat Kuta Mandalika

0
Berikan Efek Ganda, Dewan Dukung Revitalisasi Pasar Rakyat Kuta Mandalika
Lalu Sudiartawan (Suara NTB/ist)

Mataram (EKBIS NTB) -Komisi V DPRD NTB menyambut baik rencana Pemprov NTB untuk merevitalisasi Pasar Rakyat di Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Langkah revitalisasi tersebut dinilai akan memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan selatan Lombok.

Ketua Komisi V DPRD NTB, Lalu Sudiartawan menilai bahwa, Pasar Kuta Mandalika memiliki peran strategis karena berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan kelas dunia di NTB. Ia meyakini penataan pasar tersebut akan meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pedagang lokal.

“Kami dari warga selatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Gubernur atas atensinya terhadap kondisi Pasar Kuta. Pasar tersebut berada di kawasan pariwisata sehingga memiliki makna yang sangat penting dalam mendukung kawasan itu,” ujarnya, pada Jumat (31/7).

Anggota DPRD NTB dari dapil Lombok Tengah bagian selatan itu pun mengapresiasi perhatian Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang mengalokasikan anggaran untuk membenahi pasar tersebut. Menurutnya penataan yang dilakukan Pemprov NTB dinilai akan memberikan dampak ganda, baik bagi sektor pariwisata maupun pelaku usaha kecil.

“Kami sangat berterima kasih kepada kepala daerah Provinsi NTB dalam hal ini Pak Gub telah menaruh perhatiannya terhadap pasar Kuta Mandalika. Disamping juga keberadaan pasar tersebut sangat strategis dalam perputaran ekonomi warga setempat,” tuturnya.

Politisi Gerindra itu berharap perhatian serupa juga diberikan kepada pasar-pasar rakyat lain yang berada di kawasan penyangga destinasi wisata di Lombok Tengah, seperti Pasar Mawun di Tumpak dan Pasar Selong Belanak.

“Harapan kami, perhatian yang sama juga diberikan kepada pasar-pasar di kawasan penyangga pariwisata seperti Pasar Mawun dan Pasar Selong Belanak karena keduanya berada di tengah kawasan wisata,” jelasnya.

Diketahui Pemprov NTB menggelontorkan anggaran Rp400 juta untuk merevitalisasi Pasar Rakyat Kuta Mandalika. Penataan itu dilakukan menyusul banyaknya keluhan pedagang dan masyarakat terkait kondisi pasar yang dinilai kurang tertata dan kurang nyaman.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pembenahan tidak hanya menyasar fisik bangunan, tetapi juga mempertahankan karakter pasar tradisional yang berada di kawasan destinasi wisata itu.

Selain penataan fisik, Gubernur Iqbal juga akan membenahi tata kelola pasar agar hasil pertanian dan bahan pangan segar yang dijual pedagang dapat terserap langsung oleh sektor pariwisata di kawasan Mandalika. (ndi)

Penerimaan Negara di NTB Melonjak

0
Penerimaan Negara di NTB Melonjak
Ratih Hafsari (Suara NTB/bul)

Mataram (EKBIS NTB) – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi NTB hingga Semester I Tahun 2026 disebut menunjukkan tren yang sangat positif.


Di tengah dinamika perekonomian global dan nasional, APBN tetap berperan sebagai instrumen utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan di daerah.


Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB, Ratih Hafsari, Jumat, 31 Juli 2026 kemarin menjelaskan, peningkatan penerimaan negara yang diiringi dengan belanja pemerintah yang tetap ekspansif menjadi bukti bahwa APBN terus bekerja untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Hingga 30 Juni 2026, penerimaan perpajakan di NTB terealisasi sebesar Rp1,41 triliun atau tumbuh 9,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan tersebut masih didominasi oleh Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp714,14 miliar dengan kontribusi 50,77 persen, disusul Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp347,58 miliar atau 24,71 persen.


Menurut Ratih, pertumbuhan penerimaan pajak mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang terus meningkat, baik dari sisi pendapatan maupun konsumsi. Dari sisi lapangan usaha, penerimaan pajak terbesar berasal dari sektor administrasi pemerintahan, perdagangan, serta jasa keuangan.


Selain perpajakan, penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai juga menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan. Hingga akhir Juni 2026, realisasinya mencapai Rp1,47 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan Bea Keluar yang melonjak lebih dari 8.245 persen secara tahunan, seiring tingginya ekspor konsentrat tembaga PT AMMAN Mineral selama Januari hingga April 2026.


Sementara itu, penerimaan cukai juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 6,83 persen. Meski demikian, penerimaan Bea Masuk mengalami penurunan akibat berkurangnya impor bahan baku dan barang modal sektor pertambangan.


Di sisi lain, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencatat realisasi sebesar Rp414,4 miliar, atau mencapai 457,08 persen dari target. Kinerja positif tersebut didukung meningkatnya pendapatan Badan Layanan Umum (BLU), terutama dari layanan rumah sakit dan sektor pendidikan, serta kenaikan penerimaan PNBP lainnya.


Pada sisi belanja, pemerintah pusat telah merealisasikan belanja sebesar Rp4,14 triliun atau 44,26 persen dari pagu anggaran. Belanja tersebut tumbuh secara tahunan dengan fokus utama pada pembangunan infrastruktur pelayanan publik.


Komponen Belanja Modal menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan mencapai 253,32 persen, diikuti Belanja Barang sebesar 38,26 persen dan Belanja Pegawai sebesar 26,50 persen. Sementara Belanja Bantuan Sosial mengalami penyesuaian sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.


Adapun penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) telah mencapai Rp7,68 triliun atau sekitar 54,30 persen dari pagu. Meski secara nominal mengalami kontraksi dibandingkan tahun lalu akibat penurunan penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Bagi Hasil, persentase penyalurannya justru meningkat.


Ratih Hafsari menjelaskan bahwa penyaluran DAK Nonfisik tetap tumbuh positif, terutama untuk mendukung layanan dasar masyarakat melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), serta Tunjangan Profesi Guru Daerah.


Menurutnya, APBN juga terus mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas nasional di NTB. Hingga Semester I 2026, Program Makan Bergizi Gratis telah terealisasi sebesar Rp2,02 triliun dengan 1,89 juta penerima manfaat. Selain itu, sebanyak 1.172 Koperasi Desa Merah Putih telah berbadan hukum dan Program Sekolah Rakyat telah beroperasi di lima lokasi di NTB.


“Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di NTB,” ujar Ratih Hafsari.
Dari sisi ekonomi regional, kondisi NTB juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Neraca perdagangan hingga Juni 2026 mencatat surplus sebesar USD1,24 miliar. Nilai ekspor mencapai USD1,29 miliar, didorong oleh ekspor konsentrat tembaga, katoda, dan mutiara, sedangkan impor tercatat hanya sebesar USD45,90 juta.


Kinerja ekspor tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi NTB. Pada Triwulan I 2026, ekonomi daerah tumbuh sangat tinggi, yakni 13,64 persen secara tahunan dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp52,62 triliun.


Di sisi lain, inflasi tahunan NTB pada Juni 2026 berada di angka 3,55 persen, masih berada di sekitar rentang sasaran nasional. Pemerintah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai langkah pengendalian untuk menjaga stabilitas harga, khususnya komoditas pangan.


Indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat menjadi 130,95, sedangkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) mencapai 110,85. Tingkat Pengangguran Terbuka berhasil ditekan menjadi 2,99 persen, angka kemiskinan turun menjadi 11,38 persen, sementara Gini Ratio berada di angka 0,364 yang mencerminkan perbaikan distribusi pendapatan masyarakat. (bul)

ASITA NTB Gencarkan Promosi Wisata dan MotoGP Mandalika ke Malaysia

0
ASITA NTB Gencarkan Promosi Wisata dan MotoGP Mandalika ke Malaysia
MALAYSIA TOURISM SHOWCASE - Ketua DPD Asita NTB, Sellywati saat mengikuti kegiatan Malaysia Tourism Showcase B2B Roadshow yang digelar di lima kota di Indonesia, salah satunya di Lombok, Kamis, 30 Juli 2026. (Suara NTB/ist)

Mataram (EKBIS NTB) –Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi NTB memperkuat promosi pariwisata daerah ke pasar Malaysia. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus mendongkrak promosi ajang MotoGP Mandalika.


Ketua DPD ASITA NTB, Sellywati, S.H., pada kegiatan Malaysia Tourism Showcase B2B Roadshow yang digelar di lima kota di Indonesia, salah satunya di Lombok, Kamis, 30 Juli 2026 mengatakan, pihaknya berharap kerja sama antara pelaku industri pariwisata NTB dan Malaysia semakin erat. Menurutnya, kolaborasi antar pihak ini menjadi peluang untuk memperluas pasar wisatawan Malaysia ke berbagai destinasi unggulan di NTB.


“Keunggulan destinasi yang ada di NTB akan kami promosikan kepada masyarakat Malaysia,” ujarnya.
Selly menjelaskan, wisatawan asal Malaysia masih menjadi salah satu pasar potensial bagi sektor pariwisata NTB. Salah satu destinasi yang paling diminati adalah kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan Malaysia.


“Pasar Malaysia cukup bagus, terutama untuk destinasi Rinjani. Wisatawan Malaysia cukup banyak yang berkunjung ke sana,” katanya.
Selain mempromosikan wisata alam, ASITA NTB juga akan memanfaatkan momentum penyelenggaraan pameran pariwisata di Malaysia pada awal September 2026 untuk memperkenalkan ajang MotoGP Mandalika. Promosi ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara untuk menyaksikan balapan sekaligus berlibur di NTB.


“Pada bulan September kami akan ke Malaysia untuk mengikuti pameran pariwisata. Kesempatan itu akan kami manfaatkan untuk menjual paket wisata MotoGP beserta destinasi unggulan NTB,” jelas Sellywati.


Ia menambahkan, promosi juga akan dikaitkan dengan agenda Rinjani Reformasi yang dijadwalkan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026. Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat daya tarik NTB sebagai destinasi wisata sport tourism dan wisata alam di tingkat regional.


ASITA NTB optimistis sinergi promosi dengan Malaysia dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperluas pasar perjalanan wisata, serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan industri pariwisata di Provinsi NTB. (bul)

Dukung BSM Fokus untuk Desil 1-2

0
Dukung BSM Fokus untuk Desil 1-2
Hj. Zaitun (Suara NTB/dok)

KETUA Komisi IV DPRD Kota Mataram, Hj. Zaitun, SH, mendukung kebijakan Dinas Pendidikan Kota Mataram yang akan memfokuskan penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) kepada peserta didik dari keluarga kategori desil 1 dan 2. Menurutnya, langkah tersebut penting agar penyaluran bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran, terutama jika kuota penerima terbatas.

Zaitun mengatakan, penentuan penerima berdasarkan data desil merupakan langkah yang tepat untuk memastikan bantuan diberikan kepada siswa yang paling membutuhkan. Namun, ia menekankan agar pemerintah juga memastikan tidak terjadi tumpang tindih dengan program bantuan pendidikan lainnya seperti Program Indonesia Pintar (PIP) maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Kalau kuotanya terbatas, memang harus benar-benar tepat sasaran. Jangan sampai satu siswa menerima beberapa jenis bantuan, sementara masih banyak siswa lain yang membutuhkan justru tidak mendapatkan bantuan sama sekali,” ujarnya kepada Suara NTB melalui sambungan telepon, Jumat (31/7).

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengungkap adanya 2.422 siswa SD dan SMP di Kota Mataram yang terindikasi menerima bantuan pendidikan ganda pada penyaluran BSM tahun 2025.

Menurut Zaitun, temuan tersebut menunjukkan bahwa sistem verifikasi penerima bantuan masih perlu diperkuat. Ia berharap proses digitalisasi data yang tengah dilakukan pemerintah, termasuk melalui Dinas Sosial, mampu menciptakan sistem yang lebih transparan dan mencegah terulangnya penerimaan bantuan ganda.

“Selama ini memang masih ditemukan siswa yang menerima lebih dari satu bantuan, misalnya mendapatkan BSM sekaligus KIP. Ke depan, kami berharap digitalisasi data dapat membuat penyaluran bantuan lebih transparan dan tidak lagi terjadi tumpang tindih,” kata politisi Partai Golkar ini.

Ia berpandangan pembagian sasaran program berdasarkan kategori desil dapat menjadi solusi. BSM dapat difokuskan bagi keluarga desil 1 dan 2, sedangkan program bantuan pendidikan lainnya dapat diarahkan kepada kelompok desil 3 dan 4 sesuai kriteria masing-masing.

Selain berdasarkan tingkat kesejahteraan, Zaitun menilai pemerintah juga dapat mempertimbangkan kriteria lain, seperti usia sekolah atau jenjang pendidikan, agar cakupan penerima bantuan menjadi lebih merata.

“Masih banyak cara agar bantuan benar-benar tepat sasaran, misalnya dengan memperketat syarat dan ketentuan serta mengatur pembagian sasaran setiap program. Dengan begitu, lebih banyak siswa yang membutuhkan bisa mendapatkan bantuan,” ujar anggota dewan tiga periode ini.

Berdasarkan aspirasi yang diterima saat turun ke masyarakat, lanjut Zaitun, masih banyak keluarga kurang mampu yang berharap memperoleh bantuan pendidikan. Karena itu, pemerataan bantuan harus menjadi perhatian pemerintah.

Untuk mendukung perbaikan sistem penyaluran bantuan, Komisi IV DPRD Kota Mataram juga akan mendorong sinkronisasi data antara Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Menurut Zaitun, koordinasi lintas OPD menjadi langkah penting agar data penerima BSM, KIP, maupun PIP dapat dipadukan sehingga tidak lagi terjadi penerima ganda maupun siswa yang layak tetapi justru terlewat.

“Kami akan mengupayakan koordinasi dengan dinas-dinas terkait. Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan instansi lainnya perlu duduk bersama untuk menyinkronkan data sehingga program BSM, KIP, maupun PIP benar-benar tepat sasaran,” tegasnya. (fit)

Pasca Pelatihan GEMS SEAMEO BIOTROP, Sekolah di Lombok Siap Terapkan Pembelajaran Berbasis Konservasi

0

Lombok Timur (ekkbisntb.com) –Sekolah-sekolah di Lombok telah siap menerapkan pembelajaran berbasis konservasi, setalah digelarnya kegiatan Regional Webinar and National Training “Geoparks as Living Laboratories: Integrating Biodiversity Education, Agrobiodiversity, and Sustainable Community Development in Southeast Asia” yang berlangsung pada 28–31 Juli 2026 di SMAN 1 Sembalun, Lombok Timur yang diselenggarakan oleh  SEAMEO BIOTROP melalui program Geopark Educational Model for School (GEMS).

Koordinator Program GEMS, Dewi Suryani, di Mataram, Jumat, 31 Juli 2026 mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan para peserta sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selama empat hari pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga praktik langsung yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

“Guru-guru sudah mendapatkan pengalaman bagaimana membangun kebun edukasi di sekolah. Harapannya, kebun tersebut tidak hanya bermanfaat bagi sekolah dan siswa, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di sekitarnya,” ujarnya.

Menurut Dewi, aspek konservasi menjadi fokus utama program GEMS. Selama ini, pengembangan geopark di Indonesia, tanpa terkecuali di kawasan Geopark Rinjani, dinilai lebih banyak menonjolkan sektor pariwisata, sementara aspek konservasi biodiversitas belum mendapat perhatian yang seimbang.

“Kalau yang diperkuat hanya pariwisatanya, dampaknya bisa mengarah pada eksploitasi. Karena itu, kami ingin memperkuat sisi biodiversitas agar konservasi berjalan beriringan dengan pemanfaatan kawasan,” katanya.

Selama pelatihan, peserta juga banyak berdiskusi mengenai persoalan lingkungan yang mereka temui di daerah masing-masing, salah satunya penggunaan pupuk kimia secara berlebihan yang berdampak terhadap kualitas lahan pertanian.

Menurut Dewi, tim SEAMEO BIOTROP telah memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penanganan secara teoritis. Ke depan, pihaknya berharap dapat melakukan pendampingan langsung melalui survei lapangan dan analisis kondisi tanah sehingga solusi yang diberikan lebih tepat sasaran.

“Kami ingin nantinya bisa turun langsung bersama peserta untuk menganalisis kondisi tanah. Setelah itu baru dapat ditentukan penanganan yang sesuai,” jelasnya.

Pelatihan nasional diikuti puluhan guru dari 29 sekolah, mulai jenjang SD, SMP hingga SMA di kawasan Rinjani-Lombok. Materi yang diberikan meliputi budidaya tanaman sayuran khas Rinjani, tanaman buah, tanaman obat keluarga (TOGA), analisis vegetasi, hingga pemetaan spasial menggunakan aplikasi berbasis telepon genggam.

Peserta juga diperkenalkan dengan teknologi pemetaan wilayah untuk mengidentifikasi potensi vegetasi dan kondisi lingkungan sebagai dasar penyusunan pembelajaran berbasis potensi lokal.

Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta diwajibkan menyusun action plan yang akan diterapkan di sekolah masing-masing. Pelaksanaan rencana tersebut akan dievaluasi dalam waktu tiga bulan setelah pelatihan.

SEAMEO BIOTROP juga menggandeng SMK-PP Negeri Mataram sebagai mitra pendamping agar sekolah-sekolah peserta dapat memperoleh bimbingan teknis secara langsung apabila membutuhkan pendampingan di lapangan.

“Kami akan melihat perkembangan mereka dalam tiga bulan ke depan. Jika ada kebutuhan pendampingan, sebagai mitra SEAMEO BIOTROP, SMK-PP Mataram yang menjadi mitra kami dapat membantu melakukan pembinaan langsung di sekolah,” ujar Dewi.

Diketahui, kegiatan GEMS merupakan program perdana yang diinisiasi SEAMEO BIOTROP pada 2026 untuk menjadikan geopark sebagai laboratorium hidup (living laboratory) dalam mendukung pembelajaran kontekstual berbasis biodiversitas, agrobiodiversitas, budaya lokal, dan pembangunan masyarakat berkelanjutan.

Regional webinar yang digelar pada 28 Juli 2026 diikuti lebih dari 100 peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina yang berasal dari kalangan pendidik, akademisi, mahasiswa, pengelola geopark, serta berbagai institusi pendidikan dan mitra terkait. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan nasional pada 29–31 Juli 2026 bagi guru-guru di kawasan Rinjani-Lombok. (bul)

New Honda Vario Evo 160 Resmi Mengaspal di Lombok Tengah Lewat Gelaran “Begawe Beleq”

0

Lombok Tengah (Ekbis NTB) – Astra Motor NTB bersama jaringan Dealer Honda Lombok Tengah dan PT Federal International Finance (FIFGROUP) Cabang Praya resmi meluncurkan New Honda Vario Evo 160. Peluncuran ini dikemas dalam acara bertajuk “Begawe Beleq x Mini Launching New Honda Vario Evo 160” di Lapangan Muhajirin, Lombok Tengah, baru-baru ini.

Acara yang berlangsung pukul 14.00 hingga 22.00 WITA tersebut tidak hanya menjadi panggung pengenalan skutik anyar Honda, tetapi juga wujud apresiasi dan ajang silaturahmi bagi para konsumen loyal.

Rangkaian Acara Edukatif dan Hiburan

Sejak sore, ratusan anak mengikuti Lomba Mewarnai tingkat TK hingga SD yang dikelola Yuliana EO. Momen ini juga dimanfaatkan Honda dan FIFGROUP untuk memberikan sesi edukasi serta pengenalan produk pembiayaan kepada para orang tua.

Memasuki malam hari, suasana kian semarak lewat registrasi konsumen loyal, permainan interaktif, hingga pertunjukan musik dari Boomers Band dan Hayuning Management Dance.

Branch Manager FIF Cabang Praya, Ida Bagus Dritya Diarnawa, menegaskan komitmen pihaknya dalam menghadirkan kemudahan pembiayaan bagi masyarakat.

“Selain kredit sepeda motor Honda, FIF juga menyediakan layanan pembiayaan alat elektronik, pinjaman dana tunai, hingga paket umroh melalui promo khusus selama acara,” jelas Ida Bagus.

Puncak Peluncuran New Honda Vario Evo 160

Prosesi peluncuran ditandai dengan seremoni pembukaan unit New Honda Vario Evo 160 oleh jajaran manajemen Dealer Honda dan FIF. Tipe terbaru ini tampil dengan penyegaran desain yang lebih modern dan premium, dibekali mesin 160cc eSP+ bertenaga, serta fitur keselamatan dan kenyamanan modern khas masyarakat urban.

Pengunjung juga dimanjakan dengan:

  • Program penjualan khusus untuk unit sepeda motor Honda.
  • Voucher potongan servis yang berlaku di seluruh dealer Lombok Tengah.
  • Challenge Visit Booth dan merchandise eksklusif.
  • Pengundian doorprize dengan hadiah utama satu unit lemari es.

Acara ini turut didukung oleh komunitas Tastura Inlineskate (kontingen Porprov Lombok Tengah cabor skating) sebagai bentuk dukungan Honda terhadap potensi generasi muda lokal.

Sinergi untuk Solusi Mobilitas Masyarakat

Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, menyampaikan bahwa sinergi ini berfokus pada kemudahan akses bagi konsumen.

“Kolaborasi bersama FIF merupakan wujud sinergi kami dalam menghadirkan solusi mobilitas sekaligus pembiayaan yang mudah diakses. Kami berharap New Honda Vario Evo 160 menjadi pilihan utama masyarakat yang menginginkan skutik premium berdesain modern dan berkinerja tinggi,” ujar Felix. (r/fan)

Honda Track Day 2026 Hadirkan Pengalaman Berkendara Berkelas di Lombok dan Sirkuit Mandalika

0

Mataram (Ekbis NTB) – Astra Motor NTB selaku Main Dealer Honda wilayah Nusa Tenggara Barat menggelar Honda Track Day 2026. Rangkaian acara ini memadukan touring, kebersamaan komunitas, hingga sensasi menjajal lintasan balap di Pertamina Mandalika International Circuit.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh perwakilan Komunitas Honda Vario Daya Motor Bandung, Honda Astra Motor Semarang, serta Honda Vario Lombok. Selain mempererat silaturahmi, ajang ini menjadi bentuk apresiasi bagi pencinta skutik premium yang ingin menguji langsung performa New Honda Vario Evo 160.

Rangkaian acara dimulai pada Jumat (24/7/2026) saat rombongan tiba di Pulau Lombok. Setelah disambut komunitas lokal, peserta langsung melaju menuju Sembalun—destinasi unggulan di kaki Gunung Rinjani—untuk menikmati keindahan alam dan bermalam di sana.

Perjalanan berlanjut pada Sabtu (25/7/2026). Rombongan bertolak menuju Kota Mataram melintasi jalur pesisir Lombok Utara yang menyuguhkan pemandangan pantai dan perbukitan. Touring ini menjadi ajang pembuktian kenyamanan, performa mesin 160cc eSP+, serta handling lincah dari New Honda Vario Evo 160 di berbagai kondisi jalan.

Malam harinya, para peserta berkumpul dalam gala dinner di Pinkot (Pinggir Kota) Cafe, Mataram. Acara diisi dengan pembagian jersey resmi serta briefing teknis keselamatan (safety riding) sebagai persiapan sebelum turun ke sirkuit.

Puncak acara berlangsung pada Minggu (26/7/2026) di Pertamina Mandalika International Circuit. Dalam sesi Honda Track Experience, para peserta mendapat kesempatan langka merasakan sensasi melibas sirkuit bertaraf internasional tersebut.

Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, menyampaikan bahwa agenda ini memberikan pengalaman eksklusif bagi para pengguna.

“Pengalaman ini menjadi momen spesial bagi peserta untuk mengeksplorasi performa, akselerasi, stabilitas, serta teknologi unggulan New Honda Vario Evo 160 dalam lingkungan berkendara yang aman dan terkendali,” ujar Yehezkiel.

Tidak hanya menguji nyali di lintasan, peserta juga menonton langsung kemeriahan Mandalika Racing Series 2026 sembari memberi dukungan kepada para pembalap Honda yang berlaga.

Rangkaian acara ditutup dengan menikmati panorama sunset di Bukit Merese, salah satu ikon pariwisata Lombok. Suasana santai di penghujung hari menjadi momen refleksi sekaligus mempererat solidaritas antaranggota komunitas.

Melalui Honda Track Day 2026, Honda tidak hanya menyajikan hiburan dan petualangan, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman berkendara yang aman, menyenangkan, dan berkesan bagi komunitas Honda di seluruh Indonesia. (r/fan)