Friday, April 24, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 108

Pengerjaan Molor, Kontraktor Proyek Jembatan Gerung Senilai Rp6,4 Miliar Didenda

0
Proyek jembatan di Gerung ini molor dari kontrak, sehingga kontraktor didenda oleh Pemkab Lobar.

Lombok (ekbisntb.com) –

Penyelesaian pengerjaan proyek jembatan di belakang Pendopo Bupati Lombok Barat (Lobar) molor dari kontrak. Sesuai kontrak pekerjaan proyek ini selama enam bulan lebih, namun hingga kini belum tuntas. Konsekuensinya, kontraktor proyek senilai Rp6,4 miliar lebih tersebut pun disanksi denda. Kontraktor diberikan perpanjangan waktu 50 hari untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lobar Lalu Ratnawi menerangkan dari sekian proyek fisik yang dikerjakan, satu proyek yang molor penyelesaian dari kontraktor. “Proyek jembatan belakang Pendopo Gerung itu terlambat, sehingga sesuai aturan dan mekanisme kami didenda,” kata Ratnawi, Kamis (20/11/2025).

Sesuai dengan kontraktor, pekerjaan proyek dimulai 24 April 2025 seharusnya selesai bulan Oktober. Namun sesuai ketentuan, kontraktor diberikan perpanjangan untuk penyelesaian proyek. Pihaknya pun telah memperpanjang waktu pengerjaan bagi kontraktor maksimal selama 50 hari kerja dengan denda. Kontraktor pun telah mulai didenda Pihaknya, dengan hitungan denda sesuai aturan yang berlaku. “Sudah ada hitung-hitungannya sesuai aturan,” ujarnya.

Pemberian sanksi denda pun telah diberlakukan dan berjalan, hal ini mengacu pada aturan pengadaan barang jasa dan kontrak pekerjaan. Sisa pekerjaan yang belum diselesaikan, lanjut dia, tinggal sedikit. Progresnya sudah mencapai 96-98 persen, tinggal menyisakan pekerjaan kecil, seperti pengecoran dan plester bagian bawah jembatan mengejar elevasi di bawah. Sedangan rabat talud sudah selesai dikerjakan. “Tinggal 2-3 persen sisa pekerjaan yang harus dikerjakan,” imbuhnya.

Keterlambatan proyek ini disebabkan beberapa faktor, selain cuaca juga disebabkan kendala tukang. Sebab pada saat bersamaan akhir tahun pelaksanaan proyek berbarengan. Baik bersumber dari APBD kabupaten, provinsi dan APBN, sehingga kendala pekerja tak terhindarkan, karena terserap ke proyek-proyek lainnya.

“Tapi mudah-mudahan itu bisa teratasi sehingga bisa mengejar target sisa pekerjaan yang 2 persen,”imbuhnya. Untuk memastikan penyelesaian sisa pekerjaan ini, pihaknya pun intens mengontrol pekerjaan, dengan memaksimalkan pengawas proyek di lapangan. (her)

Rakerda Perdana HIPMI NTB Mengusung Semangat Kolaborasi Membangun Daerah

0
pembukaan Rakerda HIPMI NTB

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Barat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) periode 2025–2028 di Prime Park Hotel Mataram, Kamis, 20 November 2025.

Rakerda perdana pengurus baru ini mengusung tema “Pengusaha Muda yang Kolaboratif, Produktif, dan Berdampak”, yang mencerminkan langkah HIPMI untuk membuka ruang kerja sama lebih luas bersama berbagai pihak dan pemangku kepentingan untuk turut serta membangun daerah, nusa dan bangsa.

Ketua BPD HIPMI NTB, Ismed Maulana dalam kesempatan ini, menyampaikan bahwa HIPMI siap memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan, hingga pasar modal, serta stakeholder lainnya.

“HIPMI NTB siap berkolaborasi dengan semua stakeholder. Dengan pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan, bahkan pasar modal IDX,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi menjadi kunci peningkatan produktivitas pengusaha muda. Setelah kolaborasi terbentuk, produktivitas baik secara kuantitatif maupun kualitas diyakini akan meningkat, sehingga berdampak langsung pada percepatan ekonomi daerah.

Ismed mencontohkan, salah satu hasil kolaborasi yang telah berjalan adalah ekspansi usaha kuliner stik di Pulau Sumbawa yang dibangun oleh sejumlah anggota HIPMI. Selain itu, pengusaha muda HIPMI NTB juga kompak mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto dengan membentuk 42 dapur MBG, melebihi target awal 30 dapur. Dari usaha kolaboratif yang disampaikan, serapan tenaga kerja juga cukup tinggi, demikian juga rantai ekonomi yang jadi ikutannya.

Menurut Ismed, ketika kolaborasi berjalan, berbagai beban usaha akan menjadi lebih ringan karena ditopang oleh banyak pihak. Akses perbankan, pendampingan, hingga jaringan pemasaran dapat terbuka lebih luas.

HIPMI NTB, lanjutnya, memiliki ragam usaha yang sangat variatif. Omzet anggotanya bervariasi, mulai dari Rp10 juta per bulan hingga di atas Rp5 miliar per bulan. Karena itu, ia mengajak perbankan untuk tidak ragu bermitra dengan pengusaha muda.

“Di HIPMI ini usia anggotanya rata-rata di bawah 40 tahun, sangat produktif. Semua jenis usaha ada di sini. Kalau perbankan mencari mitra, tidak perlu jauh-jauh—cukup ke HIPMI saja,” ujarnya.

Ismed juga menegaskan, NTB memiliki potensi lengkap layaknya provinsi besar lainnya di Indonesia. Mulai dari pariwisata, gunung Rinjani, pesisir pantai, hingga sumber daya energi dan tambang emas. Yang dibutuhkan pengusaha muda saat ini adalah informasi, akses, dan keberanian.

Sebagai penguatan ekosistem, HIPMI NTB telah meluncurkan program unggulan “Level Up”, yaitu kegiatan bulanan dari masing-masing bidang untuk membuka ruang belajar bagi pengusaha pemula maupun anggota. Program ini menyediakan talkshow, kelas bisnis, hingga pendampingan dari pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha berpengalaman.

“Setiap bulan akan ada kegiatan gratis yang difasilitasi HIPMI. Anak muda yang bingung mau belajar bisnis bisa datang ke Level Up, sesuai tema yang kami adakan,” jelas Ismed.

Himpi menurutnya sangat berkomitmen bersama perintah dan seluruh stakehoders untuk sama sama berkolaborasi membangun daerah ini secara khusus.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, melalui Kepala Dinas Perdagangan NTB, Jamaludin Malady, menegaskan bahwa HIPMI bukan sekadar wadah pengusaha, tetapi inkubator kepemimpinan dan generator ekonomi daerah.

“Jika ingin melihat masa depan, lihatlah pengusahanya. Dan jika ingin melihat masa depan NTB, lihatlah HIPMI,” ujar gubernur dalam sambutan yang dibacakan Jamaludin.

Ia berharap Rakerda HIPMI melahirkan program yang adaptif, progresif, serta mampu memperkuat kontribusi pengusaha muda terhadap pembangunan daerah.

Mewakili BPP HIPMI, Bendahara Umum, Reynaldo Briyan, menyampaikan optimismenya bahwa dari NTB akan muncul pemimpin-pemimpin pengusaha yang berkontribusi bagi Indonesia. Ia melihat kapasitas pengusaha muda NTB sangat potensial untuk berkembang lebih jauh.(bul)

Mataram Potensial Jadi Kota Wakaf Percontohan Indonesia

0
Kota Mataram resmi menguatkan posisinya sebagai salah satu Kota Wakaf Percontohan di Indonesia. Kick Off Program “Wakaf Berdampak, Mataram Semakin Harum” menjadi langkah penting memperkuat gerakan wakaf yang inklusif, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mataram (ekbisntb.com) — Kota Mataram Nusa Tenggara Barat kembali mencuri perhatian nasional setelah diproyeksikan menjadi salah satu Kota Wakaf Percontohan Indonesia. Predikat ini menguat saat kegiatan Kick Off Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat dan Wakaf bertema “Wakaf Berdampak, Mataram Semakin Harum” yang digelar di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Rabu (19/11/2025).

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem wakaf yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Wakaf itu berbeda dengan zakat. Wakaf lebih inklusif. Bahkan masyarakat non-Muslim pun boleh berwakaf atau menerima manfaat wakaf,” tegas Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Gafur, saat membuka kegiatan.

Ia menekankan bahwa tema yang diangkat selaras dengan program nasional The Wonderful of Harmony yang tengah digencarkan Kemenag RI. Menurutnya, keberagaman sosial-religius yang menjadi karakter Kota Mataram merupakan modal kuat untuk mengembangkan gerakan wakaf yang berdimensi luas. Prof. Waryono juga optimistis Mataram berpotensi menjadi percontohan nasional, sebagaimana sebelumnya berhasil meraih nilai tinggi dalam indeks antikorupsi.

Ia mengajak seluruh elemen menghidupkan kembali tradisi wakaf yang telah lama menjadi kekuatan peradaban.

“Kami mencatat terdapat 843 bidang tanah wakaf di Kota Mataram dengan total luas 1.422.962 meter persegi,” ungkap Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kemenag RI, H. Muhibbudin, S.Fil., M.E.

Ia menjelaskan bahwa aset tersebut mencakup masjid, musala, lembaga pendidikan, lahan sawah, pekarangan, kuburan, serta sarana sosial keagamaan lainnya. Menurutnya, basis data ini menjadi landasan kuat penetapan Kota Mataram sebagai Kota Wakaf.

Muhibbudin juga mengapresiasi peran ATR/BPN yang telah memperkuat pengamanan aset wakaf agar kelak dapat dikelola secara lebih akuntabel dan produktif. Ia mengajak seluruh stakeholders dalam ekosistem zakat dan wakaf untuk meningkatkan tata kelola, literasi, dan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Mataram sebagai kota wakaf pertama di Provinsi NTB.

“Ini bukan hanya penghargaan, tetapi amanah besar bagi kami untuk memastikan bahwa Mataram mampu menjadi contoh praktik wakaf yang produktif, inklusif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan ekosistem wakaf membutuhkan sinergi seluruh pihak—pemerintah, lembaga keuangan syariah, akademisi, komunitas, hingga sektor swasta. Dengan tata kelola yang baik dan kolaborasi yang terarah, program wakaf diyakini mampu menjawab kebutuhan zaman sekaligus memperkuat kesejahteraan publik.

Pemerintah Kota Mataram berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Program Kota Wakaf melalui peningkatan literasi di ruang publik, sekolah, instansi pemerintahan, hingga komunitas.

Pemkot juga membuka ruang kolaborasi dan menyiapkan fasilitas pendukung untuk memperkuat gerakan wakaf di tingkat kota. Gerakan wakaf produktif dan wakaf uang menjadi fokus yang terus didorong agar setiap kontribusi dapat menghasilkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Hadir dalam kesempatan ini, unsur dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB. Tanpa terkecuali unsur dari Metro Insan Mulia (MIM) Foundation sebagai bagian dari inisiator program gerakan wakaf.(bul)

Perkuat Kerja Sama Internasional, Museum NTB Dapat Hibah Kain Lombok dari Australia

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam menerima hibah dua benda koleksi dari kolektor asal Australia, Michael Abbot dalam kunjungan diplomasi kerja sama internasional antara Museum NTB dengan Art Gallery of South Australia (AGSA).

“Kami mendapatkan hibah 2 benda yaitu kain lombok (pesujudan), dan tangkepan tentang obat-obatan”, tutur Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam setelah menerima hibah tersebut di kediaman kolektor Australi, Michael Abbot, di Kota Adelaide, Australia, Selasa (18/11/2025).

Menurut Nuralam, hibah dua benda tersebut merupakan keberhasilan kerjasama internasional yang dilakukan oleh Museum NTB, yang berhasil mengembalikan kain tersebut kepada tempat asalnya yaitu di Lombok.

“Dua benda tersebut memang sangat langka dan cukup tua. Diperkirakan umurnya lebih dari 100 tahun,” tuturnya.

Sebelumnya, kolektor Australia Michel Abbot pernah menyerahkan hibah berupa Al-Qur’an tulis tangan abad ke-17 yang berasal dari India saat mengunjungi Museum NTB pada Juli 2024 lalu.

Menurut Nuralam, hal ini merupakan terobosan dalam pertukaran informasi terkait dengan kebudayaan serta peran museum dalam melakukan pendekatan dengan kolektor Internasional yang berasal dari Australia.

“Jadi selanjutnya kami sampai di Lombok kami akan melakukan penelitian yang lebih detail tentang benda hibah ini,” ucapnya.

Penyerahan dua benda hibah tersebut disaksikan langsung oleh Direktur Museum AGSA, Jason Smith, dan kurator AGSA, Russell Keity, serta Kurator Internasional Seni Islam, James Bennet di kediaman kolektor Australia, Michael Abbot.

Menurut Kurator Internasional Seni Islam, James Bennet, mengatakan bahwa kedua benda tersebut merupakan koleksi yang sangat langkah. Dan ini menunjukan bahwa kepala museum memiliki kemampuan diplomasi kebudayaan yang bagus.

“Saya tahu kain itu adalah pesejutan degan motif kapal dan manusia. Ternyata dari Lombok Tengah, dan memang ini sangat layak dipamerkan di Museum NTB”, tambahnya.

Kerja sama Internasional antara Museum NTB dengan Art Gallery of South Australia (AGSA) juga akan dilakuakan dalam beberapa tahapan, seperti penyusuna buku sejarah kain yang disponsori oleh Kolektor Australia, Michael Abbot dan seminar bersama yang akan dilakukan pada bulan Juli 2026 di Australia dan di Lombok, NTB. (r/ham)

Wujudkan Filosofi “Berkah Bermakna”, Bank NTB Syariah Gelar Aksi Pelestarian Lingkungan di Bendungan Penyaring Sumbawa

0
Bank NTB Syariah Gelar Aksi Pelestarian Lingkungan di Bendungan Penyaring Sumbawa

Sumbawa (ekbisntb.com)-  Sebagai wujud nyata komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Bank NTB Syariah hari ini menggelar kegiatan penebaran bibit ikan dan penanaman pohon di kawasan Bendungan Penyaring, Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, serta Sekda Kabupaten Sumbawa, Dr Budi Prasetiyo, S. Sos., M.AP.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan implementasi strategis dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang bertujuan memulihkan dan menjaga kualitas ekosistem perairan serta daratan.

*Implementasi “Berkah Bermakna”*

Dalam kesempatan ini, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazarudin menegaskan bahwa seluruh aktivitas perusahaan kini dilandasi oleh value proposition baru, yakni “Berkah Bermakna”. Filosofi ini menjadi landasan utama bagi Bank NTB Syariah dalam bergerak, baik dalam aktivitas bisnis maupun sosial.

“Value proposition baru Bank NTB Syariah adalah ‘Berkah Bermakna’. Jadi, segala aktivitas, baik itu bisnis maupun di luar bisnis (CSR), semua harus me-refers ke value tersebut. Harus ada berkahnya dan harus ada maknanya,” ujar Nazarudin.

Ia menambahkan bahwa kegiatan CSR hari ini adalah bukti nyata pencarian nilai tersebut. “Hari ini yang kita lakukan adalah kegiatan CSR yang pasti ada nilai berkah dan bermaknanya bagi alam dan masyarakat. Namun lebih jauh dari itu, bisnis kami pun seperti keberpihakan terhadap UMKM juga merupakan bagian tak terpisahkan dari semangat Berkah dan Bermakna ini.” terangnya.

*Dampak Ekologis dan Program Berkelanjutan*

Penebaran bibit ikan di Bendungan Penyaring dilakukan untuk menjaga keseimbangan hayati dan meningkatkan produktivitas ekosistem perairan. Sementara itu, penanaman pohon ditujukan sebagai investasi jangka panjang untuk menekan degradasi lingkungan, memperkuat resapan air, dan meningkatkan kualitas udara.

Selain kegiatan di Bendungan Penyaring, Bank NTB Syariah juga menyampaikan serangkaian program lingkungan dan sosial lainnya di wilayah Sumbawa, antara lain:

•           Penanaman 1.500 Pohon di lokasi arena pacuan kuda Moyo Hilir.

•           Pembangunan Nursery Farm di Labuan Badas.

•           Pembangunan Fasilitas Umum pendukung wisata di Teluk Saleh.

•           Sedekah Shubuh berupa 100 paket sembako

*Kolaborasi Strategis*

Bank NTB Syariah menyadari bahwa keberlanjutan lingkungan tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi. Oleh karena itu, manajemen memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa atas dukungan teknis dan kontribusi lapangan yang luar biasa.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahap simbolis, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat budaya peduli lingkungan dalam setiap kebijakan dan operasional kita di masa mendatang,” tandasnya.(bul)

XLSMART Hadirkan Literasi Digital dan AI di Ponpes Bagu

0
XLSMART Hadirkan Literasi Digital dan AI di Ponpes Bagu

Mataram (ekbisntb.com)- PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) meneruskan komitmen untuk mewujudkan Tri Karsa XLSMART memperluas akses terhadap pendidikan digital, meningkatkan literasi teknologi, dan mencetak sumber daya manusia yang kompeten di era digital, sejalan dengan (Sustainability Development Goals) – SDGs terkait pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan.  XLSMART menggelar program Pesantren Digital di Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada 12 November 2025 yang lalu. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 600 Santri, Santriwati, Siswa/i MTS, MA, SMK, Mahasiswa/i serta manajemen Yayasan Pondok Pesantren, dengan fokus pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk produksi konten media sosial.

Kegiatan ini dihadiri oleh, Territory Sales Manager XLSMART area Mataram, Zulfahmi, Territory Sales Manager XLSMART Area Lombok Barat, Kepala Kantor Layanan Daarut Tauhid Peduli Mataram (NTB), Ragil Hidayat, KH TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin, Mutasyar PBNU sekaligus Rois Syuriah PWNU NTB. Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari mentor berpengalaman Sudarmadji, S.Pd. sebagai Presenter, Founder Imaje TV & Blogger, tentang pemanfaatan teknologi AI untuk membuat konten promosi marketing UMKM di media sosial.

Regional Group Head XLSMART East Region, Dodik Ariyanto, mengatakan, “Pemanfaatan AI secara tepat di lingkungan pesantren akan memperkaya metode belajar, memperluas jangkauan dakwah, dan membuka peluang ekonomi kreatif.  Lewat pelatihan ini, santri belajar tentang materi AI untuk pembuatan konten media sosial di Pesantren, berupa konten dakwah digital, promosi program Pesantren dan promosi produk UMKM milik Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda.”

Dalam penyelenggaraan Program Pesantren Digital di Lombok Tengah, Bagu, NTB ini, XLSMART berkolaborasi dengan Daarut Tauhid Peduli (DT Peduli) dan Komunitas Bloggercrony Indonesia (BCC). Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mampu memperluas dampak sosial dan menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh komunitas.

Materi AI yang diberikan kepada para santri antara lain ; Definisi Literasi Digital dan kaitannya dengan AI. Pilar Literasi Digital mendasari konsep pembelajaran AI, yaitu Digital Skill, Digital Culture, Digital Safety dan Digital Ethics. Platform AI yang beragam serta keunikan masing-masing yang bisa digunakan sesuai kebutuhan Peserta dalam membuat konten dakwah digital, promosi program Pesantren dan promosi produk UMKM milik Pesantren. Yang paling penting yaitu tentang bagaimana membuat PROMPT (instruksi atau kalimat perintah yang kita berikan untuk AI) yang efektif, dimana harus detail menjelaskan peran AI, produk/jasa yang ingin dipromosikan, target audiens, gaya bahasa konten, tujuan konten, dll . Juga poin penting lainnya agar Peserta jangan menggunakan AI untuk menyebar hoaks atau fitnah, selalu beri label “Dibantu AI” jika hasilnya dari AI, konten sesuai syariat dan nilai dakwah, gunakan AI untuk tablig, bukan untuk tadlis.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pendidikan dan pemerataan akses digital, XLSMART juga menyalurkan donasi kuota internet serta perangkat pendukung kepada Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Dukungan ini merupakan bagian dari Program Gerakan Donasi Kuota (GDK), yang telah dijalankan XLSMART secara nasional untuk mendorong literasi digital di kalangan pelajar dan tenaga pendidik, terutama di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses internet. Tidak hanya itu, untuk mendukung kelancaran komunikasi dan koordinasi tim manajemen Pondok Pesantren Qamarul Huda ini. XLSMART juga memberikan dukungan beberapa simcard nomor XLSMART dengan masing-masing paket data sebesar 270Gb setiap bulan selama periode satu tahun.

Selain itu, Karyawan XLSMART juga ikut serta dalam mendukung program CSR Pesantren Digital ini melalui Zakat Karyawan yang dikelola oleh Majelis Taklim XLSMART. Zakat Karyawan tersebut diperuntukkan bagi Santri, Santriwati, Siswa/i yatim piatu dan dhuafa yang bersekolah di Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Tri Karsa CSR XLSMART merupakan landasan utama program tanggung jawab sosial perusahaan, yaitu:
Philanthropy, wujud kepedulian XLSMART berfokus pada bantuan kemanusiaan, kesehatan, dan dukungan bagi penyandang disabilitas.  Diwujudkan melalui program XLSMART Peduli.

Women Empowerment, berfokus dalam meningkatkan kapasitas, literasi digital, serta peran strategis perempuan dalam pembangunan, sekaligus mendukung pencapaian SDGs di bidang kesetaraan gender, inklusi sosial, dan pemberdayaan ekonomi.  Dijalankan melalui program Sisternet, yang mencakup inisiatif seperti Female Future Leader, SheInspire, dan Bunda Pintar.

Education, berfokus untuk memperluas akses pendidikan digital, meningkatkan literasi teknologi, dan mencetak sumber daya manusia yang kompeten di era digital, sejalan dengan SDGs terkait pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan.  Dijalankan melalui program Teman Pintar Indonesia, yang meliputi Gerakan Donasi Kuota, Content Creator Academy, Pesantren Digital, Kelas Cerdas Digital, serta pemberdayaan Teman UMKM.

Tentang XLSMART
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (“XLSMART” atau “IDX: EXCL”) adalah perusahaan telekomunikasi terpadu terbaru di Indonesia yang terbentuk dari penggabungan PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom. Mengusung semangat “innovation with heart”, XLSMART hadir memimpin era digital Indonesia dengan menghadirkan konektivitas yang inklusif, andal, dan siap menghadapi masa depan bagi lebih dari 79,6 juta pelanggan di seluruh Indonesia.

Dengan warisan keunggulan teknologi dan pelayanan pelanggan dari dua perusahaan besar, XLSMART menggabungkan keahlian XL Axiata dalam layanan seluler dan tetap sebagai bagian dari Axiata Group, serta inovasi Smartfren dalam layanan 4G, VoLTE, dan eSIM sebagai bagian dari Grup Sinar Mas.

Dengan tagline “Bersama, Melaju Tanpa Batas”, XLSMART berkomitmen untuk mendorong inklusi digital, mempercepat kemajuan nasional, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia.(r)

PIM NTB Gelar Dialog UMKM, Sampaikan Langsung Aspirasi ke Stafsus Wapres

0
PIM NTB Gelar Dialog UMKM, Sampaikan Langsung Aspirasi ke Stafsus Wapres

Mataram (ekbisntb.com) – Dewan Pimpinan Daerah Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi NTB menggelar dialog khusus bersama perwakilan Staf Khusus Wakil Presiden RI bidang UMKM untuk membahas tantangan dan kebutuhan pelaku usaha perempuan di NTB. Dialog berlangsung hangat dan produktif dengan kehadiran Hari Fajri, utusan dari Stafsus Wapres Tina Talisa.

Dalam forum ini, PIM NTB menghadirkan 50 pelaku UMKM perempuan yang tergabung dalam Marin Craft Mandalika Rinjani, sebuah komunitas UMKM kreatif binaan PIM. Menurut Ketua PIM NTB, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH, jumlah ini sebenarnya bisa lebih banyak, namun peserta dibatasi hanya bagi UMKM yang telah melalui proses kurasi PIM.

Para pelaku UMKM menyampaikan beragam kendala, mulai dari kebutuhan peningkatan kapasitas produksi hingga akses bantuan peralatan.

“Ada UMKM yang membutuhkan mesin produksi tambahan agar bisa meningkatkan output. Ini kebutuhan mendesak dan sangat relevan untuk mendorong naik kelas,” jelasnya.

Selain sektor kuliner yang selama ini dominan, PIM juga memperkenalkan UMKM dengan produk non-kuliner, termasuk produsen ayunan nasional yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah pusat.

PIM NTB juga menampilkan berbagai produk UMKM kreatif dalam sesi showcase. Hadir pula Kepala UPTD NTB Mall yang memberikan masukan terkait peningkatan pemasaran produk lokal. Perwakilan Dinas Koperasi NTB turut menyampaikan rencana pembukaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang akan menggandeng PIM sebagai mitra pendampingan UMKM.

Baiq Diyah yang merupakan mantan anggota DPD RI ini menegaskan bahwa dialog ini bukan sekadar ajang menyampaikan keluhan, tetapi menjadi ruang strategis bagi PIM untuk memperjuangkan percepatan pemberdayaan UMKM perempuan di NTB.

“Kami ingin pemerintah pusat melihat langsung potensi UMKM perempuan di NTB. Banyak produk kreatif yang sudah siap naik kelas, hanya perlu intervensi yang tepat,” tegasnya.

Di hadapan para peserta, Baiq Diyah menegaskan bahwa PIM adalah organisasi sosial yang terbuka untuk semua perempuan pelaku usaha. Melalui Marin Craft Mandalika Rinjani, PIM menyiapkan wadah pembinaan terpadu, mulai dari kurasi produk, peningkatan kualitas, hingga pemasaran.

“Tugas kami adalah membuka akses. Ketika mereka bergabung dengan Marin, mereka tidak berjalan sendiri. Ada jaringan, pembinaan, dan peluang pasar yang bisa dikejar bersama,” ungkapnya.

Dengan dialog ini, PIM NTB berharap aspirasi UMKM perempuan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang membantu mereka tumbuh, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Salah satu hasil penting dialog adalah komitmen untuk mengadakan pertemuan lanjutan pada Desember 2025.

“Apa yang disampaikan UMKM hari ini akan ditindaklanjuti. Kami sepakat bertemu kembali agar ada realisasi, bukan hanya diskusi,” tandasnya.(bul)

Sekolah Alam Anak Pesisir: Wujud Komitmen Pertamina Patra Niaga dalam Membangun Pendidikan Berkelanjutan

0
Sekolah Alam Anak Pesisir: Wujud Komitmen Pertamina Patra Niaga dalam Membangun Pendidikan Berkelanjutan

Lombok (ekbisntb.com)- Di bawah rindangnya pohon kelapa dan diiringi suara ombak yang memecah garis pantai Desa Cendi Manik, tawa anak-anak kembali menggema. Di atas tikar sederhana, mereka belajar membaca sambil mendengarkan debur ombak. Inilah Sekolah Alam Anak Pesisir, ruang belajar yang tumbuh dari gotong royong dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Program pendidikan alternatif ini hadir melalui kolaborasi Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Ampenan dan komunitas Sanggar Jalan Pulang dalam program CSR berkelanjutan berkonsep 3E (Education, Environment, Empowerment). Program ini tidak hanya fokus pada pendidikan dasar, tetapi juga pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Sekolah Alam Anak Pesisir kini menjadi tempat belajar bagi 48 anak usia TK hingga SMP. Setiap Sabtu dan Minggu sore, mereka mempelajari baca-tulis-hitung, mengenal lingkungan, hingga praktik menjaga kebersihan pantai. Kegiatan belajar dibimbing oleh 11 pemuda Sanggar Jalan Pulang yang aktif mendorong perubahan sosial di wilayah tersebut.

“Gedung belajar ini adalah mimpi anak-anak yang kini terwujud. Sebelumnya, mereka hanya belajar di musholla pada akhir pekan. Kini mereka datang setiap sore untuk membaca dan belajar,” ujar Zahit Idris, Ketua Sanggar Jalan Pulang.

Aktivitas belajar di sekolah alam ini menerapkan pendekatan experiential learning. Anak-anak diajak mengenal ekosistem mangrove dan memahami lingkungan yang sehari-hari menjadi bagian dari kehidupan mereka. Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), tujuan 13 (Aksi Iklim), dan tujuan 14 (Ekosistem Laut).

Program ini juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat. Warga mengikuti kelas lapangan mengenai ekosistem mangrove dan laut, kegiatan penanaman serta adopsi mangrove oleh mahasiswa maupun orang tua, serta berbagai workshop daur ulang sampah menjadi kerajinan ramah lingkungan. Masyarakat turut diberdayakan melalui program ekonomi mikro keluarga seperti budidaya mangrove, ecoprint, hingga pengembangan produk olahan lokal.

“Kami tidak hanya membangun kesadaran, tetapi juga ruang belajar yang hidup, yang menghubungkan anak-anak dengan alamnya—terutama ekosistem mangrove yang penting di kawasan pesisir Sekotong,” ujar Vrisco Harjanto, Spv. I HSSE & Fleet Safety Pertamina Patra Niaga IT Ampenan.

Terpisah Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan dan penguatan masyarakat pesisir.

“Sekolah Alam Anak Pesisir adalah wujud nyata komitmen kami dalam menghadirkan akses pendidikan yang inklusif sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di wilayah pesisir. Kami percaya bahwa pendidikan yang terhubung dengan alam dapat membentuk generasi muda yang lebih peduli dan siap berkontribusi bagi masa depan daerahnya,” ujar Ahad.

Ditambahkan bahwa Pertamina berupaya memastikan program CSR tidak berhenti pada bantuan fasilitas, tetapi menciptakan dampak jangka panjang. “Kami terus mendorong kolaborasi dengan komunitas, akademisi, dan relawan agar Sekolah Alam Anak Pesisir menjadi ruang belajar yang berkelanjutan dan terus berkembang,” tegasnya.

*Dampak Program dan Kolaborasi Relawan*

Sejak diresmikan pada 2024, sekolah ini telah mengembangkan kurikulum pembelajaran, membangun jejaring dengan komunitas, akademisi, dan pemerintah, serta menjadi rujukan aktivitas relawan nasional dan internasional. Para relawan terlibat dalam pendampingan belajar, konservasi mangrove, pelatihan kreativitas, hingga penguatan karakter anak.

Interaksi dengan relawan membuka wawasan baru bagi anak-anak, memperkenalkan berbagai profesi dan budaya, sekaligus memperkaya proses belajar.

Sekolah ini juga memanfaatkan alat permainan edukatif seperti Board Game Ekologi “PERTAkid”, hasil kolaborasi Pertamina dan Komunitas Alomain. Permainan ini mengenalkan konsep lingkungan, mangrove, pesisir, dan kebencanaan secara interaktif dan menyenangkan.

Dengan “PERTAkid”, pembelajaran mendorong diskusi, kerja sama, serta kemampuan mengambil keputusan. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga membangun sikap peduli lingkungan dan memahami pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.(bul)

OJK NTB, Bank NTB Syariah, dan Polda NTB Gelar GENCARKAN untuk Petani di Pekat, Dompu

0

Dompu (ekbisntb.com)– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkolaborasi dengan Bank NTB Syariah dan Kepolisian Daerah (Polda) NTB sukses menyelenggarakan kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, pada hari Selasa, 11 November 2025.

Kegiatan edukasi keuangan ini merupakan bagian dari upaya masif untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan secara merata di seluruh wilayah NTB. GENCARKAN kali ini secara khusus menyasar dan dihadiri oleh sekitar 150 orang petani dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Pekat.

Mendorong Pengelolaan Keuangan yang Bijak dan Pencegahan Kejahatan Digital
Dalam sambutannya, Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Dompu dan Camat Pekat menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif ini. Mereka berharap melalui edukasi ini, masyarakat, khususnya para petani di Pekat, dapat mengelola keuangan dengan lebih baik dan bijak. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membentengi masyarakat agar terhindar dari berbagai modus kejahatan penipuan digital yang kian marak terjadi.

Pemaparan materi edukasi keuangan yang disampaikan oleh tim dari OJK Provinsi NTB, Bank NTB Syariah, dan Polda NTB berlangsung interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari partisipasi aktif dan perhatian penuh masyarakat selama sesi edukasi.

Komitmen Bersama untuk Kesejahteraan Masyarakat NTB
OJK Provinsi NTB menyampaikan bahwa GENCARKAN adalah wujud nyata komitmen OJK bersama stakeholder terkait dalam memastikan setiap lapisan masyarakat memiliki pemahaman yang memadai tentang produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta mampu memanfaatkan jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

Melalui sinergi antara regulator (OJK), industri jasa keuangan (Bank NTB Syariah), dan penegak hukum (Polda NTB), diharapkan tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan di NTB dapat tercapai, sekaligus memitigasi risiko masyarakat menjadi korban kejahatan keuangan.(r)

PKH Berperan Strategis, Wagub NTB Ingatkan Pentingnya Akurasi Data

0
Wagub NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri pose bersama dengan peserta Workshop Peningkatan Kapasitas SDM Program Keluarga Harapan (PKH) di Senggigi, Lombok Barat, Selasa (18/11/2025).

Lombok (ekbisntb.com) –

Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Indah Dhamayanti Putri, membuka Workshop Peningkatan Kapasitas SDM Program Keluarga Harapan (PKH) di Senggigi, Lombok Barat, Selasa (18/11/2025). Ia menegaskan pentingnya peran PKH dalam menurunkan kemiskinan di NTB.

“Sukses tidaknya saya dan Bapak Gubernur dalam upaya pengentasan kemiskinan, salah satunya bergantung pada PKH ini,” ujarnya.

Wagub menekankan bahwa seluruh program pemerintah harus berbasis data yang valid. “Semua mimpi dan kerja keras kita kembali pada penyatuan data. Jika datanya tidak tepat, maka program kita bisa sia-sia,” tegasnya.

Ia menyebut dari lebih dari 140 desa kategori miskin ekstrem, baru 40 yang mendapat dukungan Program Desa Berdaya. Tahun 2026 akan menjadi tahun pertama penerapan penuh program tersebut.

Wagub menyoroti dua kabupaten yang masih masuk kategori merah, yakni Lombok Utara dan Lombok Timur, dan meminta pendataan lebih detail. Ia juga mengingatkan pendamping PKH untuk mendorong KPM yang sudah mapan agar berani menyatakan mandiri.

“Jika setelah bertahun-tahun menerima bantuan kondisi mereka sudah baik, harus ada keberanian untuk keluar dari PKH agar bisa bergantian dengan rumah tangga miskin yang baru,” tegasnya.

Terkait netralitas, Wagub meminta pendamping menjaga profesionalitas. “Bapak-Ibu punya hak pilih, itu sah. Yang tidak boleh adalah menggunakan atribut PKH dalam kegiatan politik,” katanya.

Ia juga menyoroti masalah penerima bantuan tidak tepat sasaran. “Ini masalah serius. Kita semua ingin selamat dalam menjalankan tugas, maka akurasi data menjadi penting,” tegasnya.

Mulai 2026, Gubernur dan Wagub akan turun langsung memantau progres Desa Berdaya. Wagub berharap workshop ini menghasilkan rekomendasi kuat untuk pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan dari ruangan ini lahir berbagai catatan penting yang melengkapi regulasi kita dalam penanganan kemiskinan ekstrem di 10 kabupaten/kota di NTB,” pungkasnya. (r/ham)