Thursday, April 16, 2026
26.5 C
Mataram
HomeEkonomiPIM NTB Gelar Dialog UMKM, Sampaikan Langsung Aspirasi ke Stafsus Wapres

PIM NTB Gelar Dialog UMKM, Sampaikan Langsung Aspirasi ke Stafsus Wapres

Mataram (ekbisntb.com) – Dewan Pimpinan Daerah Perempuan Indonesia Maju (PIM) Provinsi NTB menggelar dialog khusus bersama perwakilan Staf Khusus Wakil Presiden RI bidang UMKM untuk membahas tantangan dan kebutuhan pelaku usaha perempuan di NTB. Dialog berlangsung hangat dan produktif dengan kehadiran Hari Fajri, utusan dari Stafsus Wapres Tina Talisa.

Dalam forum ini, PIM NTB menghadirkan 50 pelaku UMKM perempuan yang tergabung dalam Marin Craft Mandalika Rinjani, sebuah komunitas UMKM kreatif binaan PIM. Menurut Ketua PIM NTB, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH, jumlah ini sebenarnya bisa lebih banyak, namun peserta dibatasi hanya bagi UMKM yang telah melalui proses kurasi PIM.

- Iklan -

Para pelaku UMKM menyampaikan beragam kendala, mulai dari kebutuhan peningkatan kapasitas produksi hingga akses bantuan peralatan.

“Ada UMKM yang membutuhkan mesin produksi tambahan agar bisa meningkatkan output. Ini kebutuhan mendesak dan sangat relevan untuk mendorong naik kelas,” jelasnya.

Selain sektor kuliner yang selama ini dominan, PIM juga memperkenalkan UMKM dengan produk non-kuliner, termasuk produsen ayunan nasional yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah pusat.

PIM NTB juga menampilkan berbagai produk UMKM kreatif dalam sesi showcase. Hadir pula Kepala UPTD NTB Mall yang memberikan masukan terkait peningkatan pemasaran produk lokal. Perwakilan Dinas Koperasi NTB turut menyampaikan rencana pembukaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang akan menggandeng PIM sebagai mitra pendampingan UMKM.

Baiq Diyah yang merupakan mantan anggota DPD RI ini menegaskan bahwa dialog ini bukan sekadar ajang menyampaikan keluhan, tetapi menjadi ruang strategis bagi PIM untuk memperjuangkan percepatan pemberdayaan UMKM perempuan di NTB.

“Kami ingin pemerintah pusat melihat langsung potensi UMKM perempuan di NTB. Banyak produk kreatif yang sudah siap naik kelas, hanya perlu intervensi yang tepat,” tegasnya.

Di hadapan para peserta, Baiq Diyah menegaskan bahwa PIM adalah organisasi sosial yang terbuka untuk semua perempuan pelaku usaha. Melalui Marin Craft Mandalika Rinjani, PIM menyiapkan wadah pembinaan terpadu, mulai dari kurasi produk, peningkatan kualitas, hingga pemasaran.

“Tugas kami adalah membuka akses. Ketika mereka bergabung dengan Marin, mereka tidak berjalan sendiri. Ada jaringan, pembinaan, dan peluang pasar yang bisa dikejar bersama,” ungkapnya.

Dengan dialog ini, PIM NTB berharap aspirasi UMKM perempuan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang membantu mereka tumbuh, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Salah satu hasil penting dialog adalah komitmen untuk mengadakan pertemuan lanjutan pada Desember 2025.

“Apa yang disampaikan UMKM hari ini akan ditindaklanjuti. Kami sepakat bertemu kembali agar ada realisasi, bukan hanya diskusi,” tandasnya.(bul)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut