Home Blog Page 1000

Karantina NTB Musnahkan Media Pembawa Penyakit dari Malaysia dan Singapura

0
Pemusnahan Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (MP HPHK) dan Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (MP OPTK) (Ekbis NTB/bul)

Giri Menang (Ekbis NTB) – Karantina NTB melakukan pemusnahan terhadap Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (MP HPHK) dan Media Pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (MP OPTK) yang berasal dari luar negeri yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok.

Proses pemusnahan dilakukan di Incinerator milik satuan pelayanan Bandara Internasional Lombok yang disaksikan oleh perwakilan dari Kepolisan Sub Sektor BIZAM, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Mataram dan Operator Pesawat Udara PT. Air Asia

Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Bandara Internasional Lombok, Farhan Ramli, menyampaikan bahwa Media Pembawa HPHK dan OPTK yang dimusnahkan tersebut sebagian besar berasal dari Malaysia dan Singapura dan merupakan hasil sinergi tindakan penahanan dengan instansi terkait sejak akhir Desember 2023 hingga Mei 2024.

Jenis komoditas pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina yang dimusnahkan adalah seperti burung, daging sapi olahan, telur ayam, madu, daging sapi, jerohan sapi, daging babi daging ayam, telur angsa, dan kulit sapi dengan total berat sekitar 68 kilogram.

Sedangkan untuk komoditas pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina meliputi beras, buah-buahan, dan berbagai jenis benih tanaman dan sayuran dengan total 27,24 kilogram serta 21 batang/buah.

Tindakan ini dilakukan sesuai dengan amanat UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan bahwa komoditas yang tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal akan dilakukan penahanan dan penolakan hingga akhirnya pemusnahan, tentunya setelah melewati rangkaian prosedur yang berlaku.

Agus Mugiyanto, Kepala BKHIT NTB mengatakan bahwa tindakan pemusnahan ini dilakukan sebagai bentuk upaya menjaga keamanan mutu pangan dan mencegah masuknya HPHK, HPIK dan OPTK ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia umumnya dan NTB khususnya.(bul)

Mataram Bentuk Tim Terpadu Pengamanan Objek Wisata

0
TERAS UDAYANA - Petugas melakukan pembersihan di areal Wisata Teras Udayana Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, baru-baru ini. Maraknya wisatawan menjadikan Kota Mataram semakin ramai dengan wisatawan dan hal itu perlu diimbangi dengan upaya serius untuk menjaga kebersihan.(Ekbis NTB/Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan konsep pembentukan tim terpadu pengamanan objek wisata untuk memantau aktifitas masyarakat dan upaya preventif menjaga keamanan serta ketertiban pengunjung di objek wisata.

“Saat ini kami sedang mengatur regulasi dan pola pembentukan serta penempatan tim terpadu,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram Irwan Rahadi di Mataram, Jumat 24 Mei 2024.

Hal tersebut disampaikan menyikapi pernyataan Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana yang akan membuat pos Satpol PP di setiap destinasi wisata agar dapat dilakukan pengawasan maksimal.

Menurut dia, pembentukan tim pengamanan objek wisata harus dibentuk secara terpadu tidak hanya dari Satpol PP karena dengan keterbatasan personel, Satpol PP tidak bisa berjalan sendiri. Apalagi untuk penempatan anggota secara khusus di setiap pos-pos objek wisata harus disesuaikan karena saat ini personel Satpol PP masih terbatas. “Untuk pengamanan pariwisata selama ini kita hanya patroli saja,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, dalam pembentukan tim terpadu pengaman pariwisata akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Pariwisata, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Perhubungan serta OPD lainnya.

“Jadi nanti ada petugas khusus dari masing-masing OPD untuk memantau kawasan objek wisata. Seperti Teras Udayana, Pantai Ampenan, Pantai Loang Baloq, dan titik-titik lainnya,” katanya.

Dikatakan, rencana pembentukan tim terpadu pengamanan pariwisata ini juga sesuai dari hasil laporan masyarakat dan pemantauan di lapangan adanya potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum). Selain itu untuk mengatasi kebersihan, dan keindahan destinasi wisata agar tidak terkesan kumuh.

“Kita ingin objek wisata di kota ini, seperti Teras Udayana betul-betul dinikmati masyarakat umum dan menjadi destinasi unggulan di kota ini,” katanya.

Irwan mengatakan, pemantauan pengamanan kawasan wisata tidak cukup dengan CCTV saja, karena CTTV tidak bisa memantau secara detail dan menyeluruh titik-titik tertentu sehingga membutuhkan pengawasan langsung.

Sementara, Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sebelumnya mengatakan, pembentukan pos pengamanan pariwisata dimaksudkan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung dibutuhkan penyadaran dan itu tidak mudah sehingga perlu waktu lama.

“Untuk memberikan penyadaran harus ada teguran, peringatan agar masyarakat tahu mana yang salah dan benar,” katanya.

Termasuk penyadaran dalam menjaga fasilitas umum terutama di areal destinasi wisata yang dikunjungi guna menghindari terjadinya aksi vandalisme serta menjamin kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung. (ant)

Artikel lainnya….

Dirut PT. GNE Ditahan, Pemprov Minta Perusahaan Tetap Beroperasi Normal

Pembangunan Dikebut, Bendungan Meninting Siap Diresmikan Presiden Jokowi

HNSI NTB akan Gugat UU Nomor 1 Tahun 2022

1.500 Peserta Muktamar KAMMI akan Berwisata ke KEK Mandalika

0
Itratip (Ekbis NTB/Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Gelaran Muktamar ke XIII dipastikan mendatangkan sebanyak 1.500 anggota KAMMI dari seluruh daerah di Indonesia ke Nusa Tenggara Barat. Hal ini disampaikan langsung oleh ketua umum PP KAMMI, Zaky Ahmad Rivai kepada Suara NTB pada Selasa, 21 Mei 2024.

“Yang datang ke NTB terkonfirmasi ada 1.500 anggota, sebenarnya peserta cuma 500, tapi karena antusiasme anggota KAMMI jadi yang terkonfirmasi akan datang segitu, belum setengahnya ini yang hadir,” katanya.

Adapun 500 peserta yang datang hari ini ke NTB untuk mengikuti pembukaan Muktamar ke XIII ini berasal dari Aceh-Maluku, sedangkan anggota yang dari Papua masih dalam perjalanan.

Zaky mengatakan bahwa selama kurang lebih Seminggu di NTB, selain Sidang Muktamar, pihaknya akan melakukan kunjungan wisata ke beberapa destinasi wisata yang ada di NTB.

“Kalau saya sudah berwisata ke banyak destinasi di NTB, kalau saya sih rekomendasiin temen-temen ya minimal Senggigi dulu ya, kalau misalkan punya waktu yang agak banyak nyeberang ke tiga gili, paling tidak menikmati pantai di Lombok dan pastinya paling mereka bakal ke Mandalika,” lanjutnya.

Kunjungan sebanyak 1.500 anggota KAMMI ke NTB ini dikatakan mampu meningkatkan perekonomian daerah dalam seminggu kedepan, pasalnya, para anggota KAMMI ini akan melakukan kunjungan wisata ke beberapa destinasi.

Hal serupa disampaikan oleh Pj Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si yang mengatakan bahwa anggota KAMMI yang datang ke acara Muktamar ini bisa menjadi duta wisata NTB, yang mana mereka bisa menceritakan merekomendasikan pesona wisata NTB ke teman atau keluarganya.

“NTB masuk ke dalam satu dari lima pariwisata superprioritas, memiliki kekayaan dari puncak gunung sampai dasar laut, kami berharap para peserta dapat menceritakan NTB selesai Muktamar,” ungkapnya pada sambutannya. (era)

Artikel lainnya….

Ichsanul Wathoni Ditunjuk jadi Plh. Direktur Utama PT. GNE

Terungkap, Satu Botol Bom Ikan Rakitan Bisa Merusak Hingga Radius 20 Meter

Kinerja Solid dan Unggul Sepanjang 2023, PT Indosat Tbk Siap Perkuat Transformasi Menuju AI Native TechCo

Hingga April 2024, 920 Desa di NTB Terima Rp534 Miliar DD, Alokasi Dana Earmark Lebih Besar

0
Maryono (Ekbis NTB/ris)

Mataram (Ekbis NTB) – Salah satu jenis anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yaitu Dana Desa (DD). Anggaran Dana Desa yang sudah tersalur ke Provinsi NTB hingga April 2024 sebesar Rp534 miliar atau 47,8 persen dari pagu. Dana Desa Earmark atau alokasi anggaran yang sudah ditentukan penggunaannya oleh pemerintah jumlahnya mendominasi.

Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II, Kanwil Ditjen Perbendaraan (DJPb) Provinsi NTB, Maryono mengatakan, Dana Desa Earmark yang ditujukan untuk program BLT Desa, program ketahanan pangan dan hewani, serta pencegahan dan penurunan angka stunting jumlahnya sebesar Rp284,46 Miliar hingga April kemarin. Anggaran tersebut disalurkan kepada 920 desa di NTB.

“Sementara Dana Desa Non-earmark yang mendanai sektor prioritas desa dan penyertaan modal pada BUMDes sudah tersalur sebesar Rp250,14 miliar,” kata Maryono dalam keterangan yang diterima Ekbis NTB, Jumat 24 Mei 2024 kemarin.

Dikutip dari digitaldesa.id, komponen BLT Dana Desa 2024 memang kembali tersedia untuk warga di tahun 2024. BLT bantuan berupa uang tunai Rp300 ribu per bulan selama setahun. Salah satu tujuannya yaitu untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Maryono mengatakan, selain Dana Desa, TKD ke NTB hingga April 2024 juga berupa Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan DAK Nonfisik. Kontraksi realisasi terjadi pada komponen DBH dan DAK Nonfisik, dengan persentase kontraksi masing-masing sebesar 42,26 persen dan 1,86 persen.

“Kontraksi pada komponen DBH disebabkan oleh penurunan pagu penyaluran pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023. Penurunan pagu tersebut sebesar Rp1.741,66 miliar,” terangnya.

Penyaluran DAU mengalami pertumbuhan sebesar 8,69 persen dan menjadi realisasi komponen TKD tertinggi, dengan realisasi sebesar Rp3.446,73 miliar. Selain DAU, DAK Nonfisik juga telah disalurkan sebesar Rp1.075,19 miliar, untuk bantuan operasional kesehatan, pendidikan, pelayanan kepariwisataan, serta operasional lainnya.

Pagu Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik pada tahun 2024 sebesar Rp1,7 triliun. Sampai dengan 30 April 2024, belum terdapat realisasi atas komponen TKD tersebut. Penyaluran DAK Fisik baru mulai dilaksanakan pada bulan Mei seiring dengan Perpres Nomor 57 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik serta PMK Nomor 25 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Alokasi Khusus Fisik baru diundangkan pada akhir bulan April 2024.(ris)

Artikel lainnya….

Desa Wisata Bilebante Dijadikan Pilot Percontohan Destinasi Wisata Ramah Muslim

Sekolah dan Pemerintahan Belajar Cinta Produk Lokal di NTB Mall

Sejak 2013, BTPN Syariah Berdayakan 71 Ribu Perempuan Pra Sejahtera di Lombok

ITDC Buka Program Mandalika CLC, Sasar Anak Pedagang Asongan di KEK Mandalika

0
Anak-anak pedagang asongan dari desa sekitar kawasan The Mandalika saat mengikuti program Mandalika CLC yang dijalankan ITDC bersama mitra akhir pecan kemarin.(Ekbis NTB/kir)

Praya (Ekbis NTB) – Menggandeng sejumlah lembaga social, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) membuka program Mandalika Child Learning Center (CLC). Program khusus yang berfocus pada pendidikan informal dengan sasaran anak-anak pedagangan asongan yang berjualan di kawasan Kuta dan sekitarnya. Harapannya, anak-anak pedagangan asongan tersebut bisa tetap berkesempatan untuk belajar dan berkembang. Sembari menjalankan aktifitas berjualan di kawasan The Mandalika.

“Mandalika CLC bertujuan untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang ramah anak di kawasan The Mandalika. Sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan hak anak terhadap pendidikan. Agar anak-anak tidak hanya fokus pada perdagangan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang,” terang General Manager The Mandalika Wahyu M. Nugroho, Kamis 23 Mei 2024 kemarin.

Program Mandalika CLC sudah pernah dilaksanakan pada Oktober 2023 lalu. Dan, sejak Sabtu 11 Mei 2024 kemarin, dibuka kembali. Dengan sasaran yang lebih banyak lagi. Sebagai inisiatif edukatifnya Yayasan Gugah Nurani Indonesia bersama Relawan Sahabat Anak Mataram sebagai fasilitatornya.

Program tersebut dilaksanakan sebagai wujud komitmen ITDC untuk tetap mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan bagi ana-anak di daerah ini. Khususnya lagi bagi anak-anak pedagang asongan di area Bazaar Mandalika serta Kuta Beach Park. Dalam hal ini ITDC menyediakan sejumlah fasilitas pendukung. Mulai dari buku-buku bacaan, permainan edukatif hingga ruang belajar dan bermain secara gratis.

Sejak program Mandalika CLC dimulai rata-rata ada 15 hingga 20 anak berkunjung setiap harinya. Mulai dari usia TK hingga SD. Selain anak-anak pedagang asongan ada juga anak-anak yang berasal dari desa-desa penyangga sekitar The Mandalika. “Mandalika CLC dibuka setiap hari, kecuali hari Senin. Mulai pukul 14.00 hingga 17.00 Wita,” terangnya.

Khusus untuk hari Rabu, Sabtu, dan Minggu, ada kelas Bahasa Inggris gratis oleh Susi, volunteer yang juga guru bahasa Inggris dari SMKN 3 Pujut. “Bulan Juni mendatang, Mandalika CLC berencana menambah kelas gratis lainnya. Namun jadwalnya masih menunggu ketersediaan waktu dari para volunteer,” imbuh Wahyu.

Dengan semakin banyaknya relawan yang ikut bergabung dalam program ini diharapkan bisa memberikan kesempatan yang cukup luas bagi anak-anak untuk memanfaatkan fasilitas dan mengikuti program-program yang disediakan. Adanya program Mandalika CLC juga semakin membuka akses bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang mendukung tumbuh kembangnya.

Bahwa program tersebut tidak hanya memberikan sarana belajar. Tetapi juga mengajarkan nilai pentingnya pendidikan dalam kehidupan anak-anak tersebut. Pada akhirnya program Mandalika CLC dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dan masyarakat di sekitar The Mandalika.

“Harapan kami, program ini bisa berkelanjutan. Sehingga bisa memberikan manfaat yang luas dalam mendukung pendidikan anak-anak di kawasan The Mandalika dan sekitarnya,” pungkas Wahyu. (kir)

Artikel lainnya….

Bapanas Minta Semua Pihak Optimal Serap Produksi Jagung Dalam Negeri

Pj Wali Kota Bima : Akibat Menanam Jagung di Lereng, Kerugian Mencapai Rp2,2 Triliun

Enam Ton Garam Ditabur di Langit Bali Saat WFF Berlangsung

DLH Lotim Terapkan Tarif Masuk TPA Rp25 Per Kilogram Sampah

0
TPA Ijobalit (Ekbis NTB/rus)

Selong (Ekbis NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur (Lotim) mulai bulan Mei 2024 ini menerapkan tarif masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ijobalit Rp25 per kilogram sampah. Penerapan aturan ini diharapkan bisa meningkatkan retribusi dari sampah sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Lotim.

Hal ini disampaikan Kepala DLH Lotim, H. Supardi menjawab Ekbis NTB, Rabu 21 Mei 2024. TPA Ijobalit saat ini sudah dilengkapi dengan jembatan timbang. Sehingga semua kendaraan pengangkut sampah harus lewati timbangan dulu dan langsung bisa dikalkulasi besaran retribusi yang harus dibayar.

“Supaya kita tahu volume sampah yang masuk,” ungkapnya.  Setelah ada jembatan ini tidak lagi mereka-reka kubikasi. Tapi langsung dilihat besaran tarif dari tonase sampah yang masuk. Sekarang begitu masuk sebelum dibuang, langsung ada tarif.

Penarikan besaran tarif Rp25 per kilogram ini pada Perda baru hasil revisi dari mengacu pada Perda Nomor 6 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah.

Diakui, TPA Ijobalit ini sudah dilakukan penataan dan perluasan. Akan tetapi, melihat intensitas sampah yang terus membludak diperkirakan TPA tersebut hanya  mampu menampung sampah  sampai Lima tahun mendatang.

Menurut Supardi, kalau tidak dipilah dengan baik, maka hanya mampu menampung sampah Lotim 4-5 tahun saja. Apa lagi kita hanya punya satu TPA. Ia berharap ada penambahan lokasi TPA berdasarkan zonasi. “Butuh tambahan tiga TPA ” terang Supardi.

Berdasarkan Perda yang lama pembayaran retribusi pembuangan sampah di TPA dilakukan dengan cara kerjasama dengan pemilik armada pengangkut sampah. Yakni  dihitung per kubikasi.

Sementara itu, untuk sampah rumah tangga ditarik  retribusi pengambilan sampah Rp12 ribu per bulan untuk sampah yang dipilah. Sedangkan untuk sampah tidak terpilah lebih dari Rp12 ribu.

Secara keseluruhan, DLH ditarget bisa berikan PAD Rp 3,3 miliar. Termasuk dari retribusi sampah. Ada tiga kecamatan yang dilayani DLH Lotim. Khawatirnya kalau semua kecamatan yang masuk, maka akan cepat TPA overload.

Kepala UPT TPA Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, Suhardan menambahkan, rata-rata jumlah sampah yang dibuang ke TPA mencapai 110 ton per hari. Dengan luas TPA saat ini 10,87 Hektare diperkirakan akan mampu menampung sampah sampai tujuh tahun mendatang.

Banyaknya sampah ini diakui akan mempercepat penumpukan sampah. Karena itu disarankan untuk tetap melakukan pemilahan. ‘Kalau sampah tidak dipilah dengan baik dari tingkat desa, maka TPA hanya cepat penuh,” imbuhnya.

Dikatakan, Tempat Pengolah Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di desa hanya beberapa yang berfungsi sebagai tempat pemilahan sampah. Selebihnya hanya dijadikan sebagai tempat pembuangan sementara. Sampah-sampah di desa  dibuang ke TPA tanpa dipilah dan dikelola oleh pihak desa. (rus)

Artikel lainnya….

Pengusaha Perempuan NTB Dukung Rohmi-Firin di Pilkada NTB

Kolaborasi dengan Polda NTB, Ikhtiar APJII Bali Nusra Wujudkan Internet Berkualitas dan Aman

HNSI NTB akan Gugat UU Nomor 1 Tahun 2022

Sosialisasi dan Bimtek TKDN-IK, Optimalisasi Penggunaan Produk Lokal di Lotim

0
Penjabat Bupati Lotim, H. M. Juaini Taofik (Ekbis NTB/Dok)

Selong (Ekbis NTB) – Penjabat Bupati Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Tingkat Komponen Dalam Negeri untuk Industri Kecil (TKDN-IK) di Gedung Serbaguna Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia. Acara ini difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian RI dan Direktorat IKM Pangan, Furniture, dan Bahan Bangunan, serta Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, dengan tujuan memberikan pemahaman dan fasilitasi pendaftaran sertifikat TKDN bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Juaini Taofik mengakui bahwa peran Pemerintah Daerah dalam memberdayakan IKM di Lombok Timur belum optimal. Oleh karena itu, ia menyambut baik kegiatan ini dan berharap menjadi tonggak penting bagi keberhasilan IKM di masa depan. Momentum Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei juga diharapkan dapat mendorong kebangkitan ekonomi menuju Indonesia Emas pada periode kedua.

Lombok Timur, yang didominasi oleh industri pangan, diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan program hilirisasi dan industrialisasi yang sedang digalakkan. Dengan berkembangnya IKM, diharapkan sektor ini dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja, sehingga lapangan pekerjaan tidak hanya terpusat di sektor pemerintahan.

Juaini menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah untuk memberikan stimulan kepada para pelaku IKM. Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh IKM. Keberhasilan kegiatan ini akan diukur dari partisipasi IKM, peningkatan kapasitas dan kompetensi, serta kemampuan peserta untuk membangun usaha yang layak dengan melengkapi legalitas usaha, sehingga dapat berpartisipasi dalam pengadaan barang/jasa pemerintah dan meningkatkan penyerapan produk lokal.

Di akhir sambutannya, Pj. Bupati berpesan kepada Kepala Dinas Perindustrian beserta jajarannya untuk menjaga amanah dan memastikan kesuksesan kegiatan ini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Lombok Timur dan Kepala Direktorat IKM Pangan, Furniture, dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian RI, Indra Akbar Dilana. (rus)

Artikel lainnya….

Dirut PT. GNE Ditahan, Pemprov Minta Perusahaan Tetap Beroperasi Normal

Pembangunan Dikebut, Bendungan Meninting Siap Diresmikan Presiden Jokowi

HNSI NTB akan Gugat UU Nomor 1 Tahun 2022

Harga Telur Ayam dan Gula Pasir Masih Mahal

0
Seorang pengunjung di Pasar Mandalika pada Rabu 23 Mei 2024 membeli cabai merah besar. Dinas Perdagangan Kota Mataram mengklaim harga barang pokok stabil menjelang lebaran Idul Adha. Di satu sisi, harga telur dan gula pasir masih mahal. (Ekbis NTB/cem)

Mataram (Ekbis NTB) – Dinas Perdagangan Kota Mataram perlu mencari langkah cepat untuk menstabilkan harga. Pasalnya, harga telur ayam dan gula pasir masih mahal.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting pada Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida dikonfirmasi pada Rabu 22 Mei 2024 mengklaim, harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha, relatif melandai. Dicontohkan, harga cabai merah besar sebelumnya Rp50 ribu per kilogram turun menjadi Rp38 ribu per kilogram. Cabai keriting sebelumnya Rp40 ribu lebih, turun menjadi Rp37 ribu per kilogram. Cabai rawit dari harga Rp35 ribu per kilogram, turun menjadi Rp30 ribu perkilogram.

Kemudian, tomat dari posisi harga Rp30 ribu per kilogram, turun menjadi harga Rp25 ribu per kilogram. “Alhamdulillah, sekarang harga relatif melandai,” klaim Nida.

Di satu sisi diakui, harga telur ayam, gula pasir, dan daging ayam boiler masih mahal. Harga telur ayam Rp60 ribu per teray. Gula pasir di pasar tradisional Rp18.500 per kilogram. Sementara, daging ayam boiler dari sebelumnya Rp35 ribu per kilogram, naik menjadi Rp42 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ayam boiler disinyalir karena tingginya kebutuhan masyarakat untuk kegiatan syukuran pemberangkatan ibadah haji. Akan tetapi, stok barang masih aman. “Kemungkinan karena ada acara syukuran naik haji,” ujarnya.

Pihaknya akan menggelar bazar atau pasar rakyat untuk menekan kenaikan harga atau menstabilkan harga komoditi barang pokok tersebut. Khusus telur ayam akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk mendatangi mitra atau distributor, sehingga harga yang dijual di pasar rakyat lebih rendah dibandingkan di pasar tradisional. “Apalagi belanja menggunakan Qris bisa turun harga sampai Rp5.000 untuk telur ayam,” sebutnya.

Nida memastikan stok kebutuhan pokok sampai Hari Raya Idul Adha, masih aman. Masyarakat diingatkan tidak panik dan tidak berbelanja secara berlebihan. Kepanikan warga dikhawatirkan memicu kelangkaan barang sehingga mengganggu stabilitas harga di pasar. (cem)

Artikel lainnya….

Ichsanul Wathoni Ditunjuk jadi Plh. Direktur Utama PT. GNE

Terungkap, Satu Botol Bom Ikan Rakitan Bisa Merusak Hingga Radius 20 Meter

Kinerja Solid dan Unggul Sepanjang 2023, PT Indosat Tbk Siap Perkuat Transformasi Menuju AI Native TechCo

Antisipasi Pelimpahan ke APH, Pengusaha Diingatkan Segera Lunasi Tunggakan Pajak

0
Ahmad Amrin. (Ekbis NTB/cem)

Mataram (Ekbis NTB) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengevaluasi tindaklanjut penyegelan tempat usaha menunggak pajak. Pengusaha diingatkan segera melunasi tunggakan untuk mengantisipasi permasalahan dilimpahkan ke aparat penegak hukum (APH).

Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagihan pada Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin dikonfirmasi pada Rabu 22 Mei 2024 menyebutkan, sejumlah pengusaha telah menindaklanjuti penyegelan yang dilakukan Komisi Antirasuah dengan membayar tunggakan pajak. Di antaranya, Hotel Pratama, Hotel Puri Indah, JCO, dan Rumah Bakso. Rumah Bakso memiliki sisa tunggakan Rp20 juta, tetapi memiliki komitmen melunasi sisa tunggakan.

Sedangkan, Es Kepal, Hotel Surya, Taliwang Irama, dan Raja Bebek belum menindaklanjuti hasil penyegelan tersebut. Mereka beralasan belum memiliki uang untuk membayar tunggakan ke kas daerah. “Es Kepal dijanji hari ini (kemarin,red) tetapi tidak tahu berapa yang mau dibayar. Kalau yang lain hanya ngomong-omong saja,” terang Amrin.

Pihaknya telah mengingatkan kepada pengusaha bahwa Komisi Antirasuah akan turun kembali mengevaluasi tindaklanjut penyegelan pada 10 Juni 2024. Dikhawatirkan apabila pengusaha tidak melunasi akan diambil tindakan tegas berupa penyegelan aset atau melimpahkan permasalahan tersebut ke aparat penegak hukum. “Kalau dilimpahkan ke APH maka jadi repot nanti mereka,” tegasnya.

Badan Keuangan Daerah memberikan tenggat waktu kepada pengusaha melunasi tunggakan pajak sebelum Tim Kordinasi dan Supervisi, Pencegahan Korupsi Terintegrasi (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi kembali turun mengecek ketaatan pengusaha membayar pajak.

Amrin meminta pengusaha meningkatkan ketaatan menyetor pajak yang dititipkan oleh masyarakat. Artinya, uang  yang disetor bukan milik pribadi pengusaha melainkan pajak dititip oleh masyarakat melalui transaksi. “Perlu diketahui, pajak yang disetor pengusaha adalah uang yang dititip masyarakat melalui pengusaha. Jadi, pajak yang dititip itu harus disetor ke kas daerah,” demikian tegas Amrin. (cem)

Artikel lainnya….

Desa Wisata Bilebante Dijadikan Pilot Percontohan Destinasi Wisata Ramah Muslim

Sekolah dan Pemerintahan Belajar Cinta Produk Lokal di NTB Mall

Sejak 2013, BTPN Syariah Berdayakan 71 Ribu Perempuan Pra Sejahtera di Lombok

Sembilan Indeks Kelompok Pengeluaran Picu Inflasi di Mataram

0
Seorang peternak menurunkan ayam boiler dari mobil bak terbuka belum lama ini. Daging ayam menjadi salah satu dari sembilan komoditi di Kota Mataram yang memicu inflasi. Inflasi bulan April 20204, inflasi year on year sebesar 3,27 persen. (Ekbis NTB/cem)

Mataram (Ekbis NTB) – Sembilan indeks kelompok pengeluaran di Kota Mataram, memicu kenaikan inflasi di kota itu. Berbagai intervensi dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga.

Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kota Mataram, Luh Putu Sari Savitri menerangkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram di bulan April 20204, inflasi year on year sebesar 3,27 persen.

Inflasi year on year terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran dari total sebelas indeks kelompok. Yaitu, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,20 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,20 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,87 persen. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,84 persen. Kelompok pendidikan sebesar 1,78 persen. Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,76 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,74 persen. Kelompok transportasi sebesar 1,43 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,73 persen.

Sedangkan penurunan indeks kelompok pengeluaran terjadi pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,40 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,54.

Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi year on year pada April 2024, antara lain, beras, daging ayam ras, tomat, emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, bawang putih, bawang merah, sewa rumah, sigaret kretek mesin (SKM) dan telur ayam ras. “Beras menjadi menjadi penyumbang inflasi,” terangnya dikonfirmasi pada Rabu 22 Mei 2024.

Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi year on year antara lain, telepon seluler, cabai rawit, sabun mandi cair, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, tongkol diawetkan, pengharum cucian/pelembut, udang basah, shampo, pir dan ikan pencaran. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi month on month pada April 2024, antara lain tomat, bawang merah, emas perhiasan, daging ayam ras dan sigaret kretek mesin. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi month on month, antara lain: beras, cabai merah, cabai rawit, tempe dan tahu mentah.

Pada April 2024, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi year on year yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,28 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,31 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,27 persen; kelompok transportasi sebesar 0,18 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,11 persen. Kelompok pendidikan sebesar 0,09 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,03 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen. Sedangkan pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi year on year, yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,08 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen.

Untuk perbandingan inflasi pada April 2024, tingkat inflasi year on year Kota Mataram sebesar 3,27 persen dan tingkat inflasi year to day sebesar 1,43 persen. Tingkat inflasi year on year untuk April 2023 dan April 2022 masing-masing sebesar 4,46 persen dan 3,84 persen. Tingkat inflasi year on day April 2023 dan April 2022 masing-masing sebesar 1,17 persen dan 2,84 persen. (cem)

Artikel lainnya….

Bapanas Minta Semua Pihak Optimal Serap Produksi Jagung Dalam Negeri

Pj Wali Kota Bima : Akibat Menanam Jagung di Lereng, Kerugian Mencapai Rp2,2 Triliun

Enam Ton Garam Ditabur di Langit Bali Saat WFF Berlangsung