Home Blog Page 1001

Iklim Pengaruhi Kinerja Sektor Perekonomian

0
Prayitno Basuki (Ekbis NTB/ist)

PERUBAHAN iklim merupakan salah isu penting yang menjadi atensi masyarakat di seluruh dunia. Penyebab utama perubahan iklim adalah aktivitas manusia. Menurut PBB, perubahan iklim mengacu pada perubahan jangka panjang dalam suhu dan pola cuaca. Secara sederhana, perubahan iklim diartikan sebagai perubahan signifikan dari unsur-unsur iklim, diantaranya suhu udara dan curah hujan yang berlangsung dalam periode waktu dasa warsa hingga jutaan tahun.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Komite ALCo Regional NTB yang digelar awal pekan ini secara hybrid. Pengamat ekonomi dari Universitas Mataram Dr.Prayitno Basuki banyak berbicara terkait dengan dampak perubahan iklim terhadap kinerja sektor perekonomian.

Ia mengatakan, dampak perubahan iklim terhadap ekonomi dapat ditinjau baik dari sisi penawaran (supply) maupun permintaan (demand). Guncangan negatif penawaran ini terkait dengan penurunan produktivitas ekonomi, suhu yang lebih tinggi, perubahan pola curah hujan dan tekanan udara.

“Prospek perlambatan ekonomi dan meningkatnya risiko inflasi, meningkatkan ketidakpastian global. Ketidakpastian global tersebut pada gilirannya akan membuat kinerja pasar keuangan menjadi cukup rentan,” kata Prayitno Basuki.

Di sisi lain, perubahan iklim juga dapat memicu guncangan permintaan. Konsumsi energi meningkat untuk memenuhi kebutuhan pendingin udara, karena cuaca semakin panas. Beralihnya permintaan energi untuk aktivitas produktif menjadi kebutuhan konsumtif.

Dalam jangka menengah dan jangka panjang dengan keterbatasan sumber daya anggaran, rangsangan pemerintah dalam perekonomian, khususnya yang mendorong produktivitas ekonomi, akan berkurang karena kendala tersebut. Kemudian berkurangnya stimulan dan insentif ekonomi dari pemerintah akan mengganggu pertumbuhan ekonomi.

“Dan cukup sulit berharap adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat ketika perubahan iklim tidak dapat dikurangi,” imbuhnya.

Ia mengutip kajian yang dilakukan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) yang mempunyai studi baru di tahun 2019 dengan judul Long-Term Macroeconomic Effects of Climate Change: A Cross-Country Analysis. IMF menganalisis data di 174 negara selama periode 1960 hingga 2014, menghasilkan kesimpulan bahwa jika suhu menyimpang dari norma historisnya sebesar 0,01 derajat Celcius per tahun, pertumbuhan pendapatan jangka panjang akan lebih rendah sebesar 0,0543 poin persentase per tahun.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas memperkirakan kerugian ekonomi akibat dampak perubahan iklim di Indonesia bisa mencapai Rp115 triliun pada 2024. Dampak tersebut dapat diturunkan menjadi Rp 57 triliun jika kita melakukan langkah-langkah untuk menghadapi perubahan iklim.

Di samping itu lanjut Prayitno, Badan Litbang Pertanian memprediksi areal sawah yang mengalami gagal panen akibat kekeringan akan meningkat dari 0,04%-0,41% menjadi 0,04-1,87%, luas areal tanaman padi yang mengalami puso (gagal panen) akibat banjir akan meningkat dari 0,24-0,73% menjadi 8,7-13,8%. Kemudian bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim berpotensi menurunkan produksi nasional dari 2,45- 5,0% menjadi lebih dari 10 %.

Penerapan ekonomi sirkular di lima sektor prioritas diperlukan, karena mampu menambah Produk Domestik Bruto (PDB) hingga mencapai Rp 642 triliun. Di samping itu ekonomi sirkular juga membantu Indonesia dalam mencapai penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 126 juta ton CO2 pada tahun 2030.

Beberapa solusi yang dipandang feasible lainnya dalam rangka menghadapi perubahan iklim antara lain penggunaan varitas adaptif kekeringan pada sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura. Penerapan teknologi pertanian ramah air seperti hidropoknik, aquaponik, smart farming, dan urban farming. Semua ini dipandang dapat membantu mengurangi pemborosan dan sebagai upaya melakukan optimalisasi penggunaan air.

Di wilayah pesisir, sebagai sarana menghadapi perubahan iklim, dapat dilakukan upaya-upaya antara lain melakukan restorasi mangrove/hutan pesisir, pemeliharaan garis pantai secara alami atau dengan tembok pelindung di sepanjang pantai dengan sea wall, revetment, bulkheat, dan pengembangan perlindungan pesisir.

“Pada akhirnya, solusi paling penting yaitu menyiapkan SDM adaptif terhadap perubahan iklim dengan penyediaan modal serta membuka akses keuangan untuk usaha produktif dan adaptif terhadap perubahan iklim,” pesannya.(ris)

Artikel lainnya….

Dirut PT. GNE Ditahan, Pemprov Minta Perusahaan Tetap Beroperasi Normal

Pembangunan Dikebut, Bendungan Meninting Siap Diresmikan Presiden Jokowi

HNSI NTB akan Gugat UU Nomor 1 Tahun 2022

Desa Wisata Bilebante Dijadikan Pilot Percontohan Destinasi Wisata Ramah Muslim

0
Kepala Bank Indonesia NTB, Berry A Harahap (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB)-Bank Indonesia menyadari bahwa pariwisata memiliki peranan penting dalam perekonomian yang berkelanjutan di NTB untuk mendorong pertumbuhan sektor jasa, menyerap tenaga kerja, serta mendorong pembangunan daerah. Potensi sumber daya alam dan budaya yang melimpah menjadikan NTB sebagai salah satu destinasi tujuan utama wisata.

Melihat banyaknya potensi desa wisata di NTB, Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB memilih Pasar Pancingan, Desa Wisata Hijau Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah sebagai lokasi utama penyelenggaraan acara World Book Day tahun 2024 dalam rangka meningkatkan pemahaman kelompok Desa Wisata akan promosi digital melalui Bedah Buku Unboxing Insight karya Elliza Rohati yang disiarkan secara langsung ke seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia dan anggota Generasi Baru Indonesia (GenBI). Hal ini menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry A Harahap, memungkinkan Desa Wisata Hijau Bilebante untuk menjangkau pengunjung yang lebih luas.

Pada tahun 2024 Departemen Ekonomi Keuangan Syariah-Bank Indonesia juga memilih desa ini sebagai pilot project untuk pembuatan tempat wisata ramah muslim. Hal tersebut tidak lepas karena potensi Desa Wisata Bilebante yang dapat menyuguhkan keasrian alamnya dan masih memiliki banyak lahan persawahan juga beberapa fasilitas yang dijadikan paket wisata bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam khas pedesaan. Sehingga, Desa Bilebante dinamakan juga sebagai desa wisata hijau.

Disarankan agar pengunjung Desa Wisata Hijau Bilebante singgah di pasar pancingan untuk melakukan aktivitas memancing di kolam yang telah disediakan. Yang membuat kegiatan memancing ini berbeda adalah hasil tangkapannya bisa langsung diolah menjadi hidangan ikan yang lezat.

Pengunjung juga dapat mencicipi makanan khas daerah yang lezat. Budidaya yang dihasilkan masyarakat dijadikan bahan baku kuliner yang akan disajikan, seperti rumput laut yang dimanfaatkan sebagai bahan baku serabi. Selain itu, kuliner lokal yang menjadi ciri khas desa bilebante ialah klepon, lupis, hingga secang. Pastinya, bahan-bahan masakan pun alami dari hasil perkebunan desa ditambah dengan produk unggulan minuman jamu, yaitu mule gati atau serbat.

Selain itu, Desa Bilebante juga menawarkan berbagai paket wisata alternatif. Dimulai dengan pelajaran kuliner, di mana para pengunjung diawasi oleh instruktur dalam pembuatan jamu, sayur daun kelor, ayam merangkat, dan pelecing ala kota wisata Bilebante. Suasana cooking class yang menyenangkan dikelilingi perkebunan di sekitar pasar pancingan.

Para tamu juga dapat mengikuti tur ATV ke kebun dan sawah di Desa Wisata Hijau Bilebante. Mengendarai ATV melintasi sawah seluas 226 hektar, kebun herbal dengan 135 jenis tanaman obat, mengunjungi sekretariat pertemuan Bilebante dan berfoto di tugu sepeda. Beberapa lokasi terbaik untuk pengunjung berfoto di Bilebante dilengkapi pemandangan Gunung Rinjani, Gunung Saak, dan berbagai hasil kebun yang ditanam oleh penduduk setempat.

Diharapkan bahwa berbagai penawaran wisata yang menarik di Desa Bilebante akan meningkatkan produktivitas dan nilai tambah masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata. Selain itu, desa wisata ini juga dapat menjadi upaya untuk melindungi sejarah kearifan lokal, lingkungan, sumber daya dan budaya di Desa Wisata Hijau Bilebante. Sebagaimana Bank Indonesia akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi yang berkesinambungan terkait pengembangan pariwisata dalam rangka mendukung pariwisata dan ekonomi daerah.

Lebih lanjut, menurut Berry, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi tantangan tersendiri dalam promosi pariwisata. Pengembangan SDM tidak hanya seputar melaksanakan capacity building saja namun membutuhkan wadah yang dapat terus melayani pengunjung, mengelola dan struktur wisata yang aman sehingga dapat menarik minat pengunjung untuk datang kembali.

Sejak tahun 2021, Bank Indonesia telah hadir bersinergi mendukung pengembangan desa wisata dengan memberikan pelatihan perencanaan penyusunan milestone dan grand design mulai dari standarisasi wisata.

Dalam rangka mendorong pemasaran digital, penting untuk membangun suatu branding desa wisata untuk menjadi lebih dikenal oleh banyak pengunjung. Selain itu, dengan adanya hexahelix collaboration dapat mengangkat potensi yang dimiliki agar dunia mengetahui potensi pariwisata NTB.

HexaHelix Stakeholders sebagai bentuk koordinasi semua peran penting dari para pemangku kepentingan dalam berkontribusi untuk bersama-sama bersinergi mencapai tujuan pengembangan wisata NTB. Adanya kontribusi masyarakat setempat sebagai penerima manfaat meningkatkan dampak yang lebih besar bagi Desa Wisata Hijau Bilebante.

Bank Indonesia juga akan terus mendukung promosi desa wisata dengan pemasaran digital seperti menggunakan jasa influencer dalam kegiatan promosi. Adanya influencer seperti anggota GenBI yang mempunyai pengikut di social media dapat membantu desa wisata Bilebante untuk dikenal pengunjung lebih cepat. Harapannya dengan promosi digital tersebut dapat menarik wisatawan untuk datang dan berkeinginan kembali lagi ke Desa Wisata Hijau Bilebante.(bul)

Sekolah dan Pemerintahan Belajar Cinta Produk Lokal di NTB Mall

0
sejumlah murid SD yang belajar di NTB Mall komplek Islamic Center(Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB)-NTB Mall sebagai pusat penjualan produk-produk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dijadikan destinasi belajar. Tidak hanya sekolah, pemerintah daerah luar NTB dan lembagapun melakukan hal yang sama, belajar di NTB Mall.

NTB Mall adalah pusat penjualan produk UKKM ekraf, kuliner hingga fesyen. Tidak sekedar sebagai tempat pemasaran, NTB Mall berkembang menjadi pusat edukasi produk lokal.

“Sekarang sekolah-sekolah menjadikan NTB Mall pusat edukasi, kita mengawal bagaimana masyarakat punya kecintaan terhadap produk lokal. Itu juga kita ingin anak-anak sekolah bisa cinta produk lokal,” ujar Pengelola NTB Mall, Kepala UPTD BP3UD Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Lalu Afghan, Rabu 22 Mei 2024.

Sejumlah sekolah yang dicatat berkunjung belajar di NTB Mall diantaranya, SD ABATA, SD IT SAMAWA CENDIKIA, SD IT ANAK SHOLEH, SD IT AL FALAH TAMAN SARI AMPENAN, SMA ISLAM HIDAYATULLAH SEMARANG, SMP IT SAYANG IBU.

Di NTB Mall, murid dan siswa sekolah mengenal kegiatan jual beli dan fungsi alat pembayaran yang sah. Belajar estimasi jumlah uang yang dimiliki dan belanjanya. Mengenal produk-produk NTB khususnya agar dari kecil mencintai produk daerahnya sendiri. Memberikan inspirasi dan dorongan anak untuk mengasah bakatnya sebagai pengusaha. Serta belajar antre dan menghargai kepentingan orang lain.

Selain dari sekolah-sekolah, ada juga kunjungan dari beberapa daerah luar NTB. Mereka yang datang juga untuk melakukan studi tiru pemberdayaan UMKM yang ada di NTB. Diantara daerah yang sudah datang belajar ke NTB Mall adalah Kabupaten Sleman-DIY study tiru, Kota Bau Bau Sulawesi Tenggara studi tiru, Jawa Timur, Jawa Barat dan Kalimantan Timur studi lapangan.

“Mereka juga ingin mengetahui fungsi pemerintah sebagai fasilitator. Termasuk juga ada BPS pusat juga datang terkait data yang ditampilkan NTB Mall, bagaimana transaksi perdagangan itu tertuang sebagai sebuah data,” terangnya.

Sementara itu, jika melihat perkembangan NTB Mall saat ini dari progressnya on the track sampai dengan Mei 2024. Apalagi sekarang banyak pesanan UMKM dan sebaran UMKMnya juga semakin banyak. Artinya tidak hanya UMKM itu-itu saja tampil, tapi banyak UMKM yang terlibat dalam pemasaran produk produk itu.

“Insya allah UMKM banyak pendapatan dari semua penjualan di NTB Mall. Ditambah banyak kegiatan di NTB juga mendongkrak penjualan produk UMKM,” tandasnya.(bul)

Sejak 2013, BTPN Syariah Berdayakan 71 Ribu Perempuan Pra Sejahtera di Lombok

0
Ainul Yaqin- Corporate & Marketing Communication Head Bank BTPN Syariah menyampaikan paparan tentang pemberdayaan perempuan pra Sejahtera, khususnya di Lombok. (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB)- BTPN Syariah memberdayakan sebanyak 71 ribu perempuan pra sejahtera sejak hadir di Pulau Lombok, tahun 2013 lalu.

BTPN Syariah yang didirikan sejak tahun 2010 dan diluncurkan tahun 2011 adalah bank syariah di Indonesia yang berkomitmen untuk memberdayakan perempuan. Dalam konteks ini, “berdaya” mengacu pada memberikan kesempatan, dukungan, dan akses kepada perempuan agar mereka dapat berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ekonomi dan sosial.
Bank ini memiliki program-program khusus yang mendukung perempuan dalam berbagai aspek, seperti pendidikan keuangan, kewirausahaan, dan pengembangan keterampilan. Ainul Yaqin- Corporate & Marketing Communication Head Bank BTPN Syariah, didampingi Ulfa Mariyana, Kepala Pembiayaan Area Lombok dan Madura saat melakukan kunjungan nasabah di Lombok, Selasa 22 Mei 2024 menjelaskan, sejak awal berdiri, BTPN Syariah telah memilih masyarakat inklusi atau segmen ultra mikro untuk menciptakan kesempatan tumbuh bersama demi mewujudkan hidup yang lebih berarti sesuai visi dan misi BTPN Syariah.
Menurutnya, BTPN Syariah sengaja memilih perempuan sebagai target market.
“Karena BTPN Syariah percaya bila perempuan berdaya, maka keluarga pasti berdaya. Masyarakat berdaya, maka bangsa dan negara juga akan berdaya,” ujarnya.
BTPN Syariah juga tetap menjalankan fungsi perbankan dengan menghimpun dana dari masyarakat sejahtera dan 100% dananya disalurkan untuk memberdayakan masyarakat prasejahtera. Dalam memberdayakan masyarakat inklusi, BTPN Syariah memberikan empat akses sekaligus berupa akses keuangan, ilmu pengetahuan, suplai barang, dan pasar .
Sementara itu, BTPN Syariah sudah hadir di Lombok sejak tahun 2013. Hingga kuartal I 2024, BTPN Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar kurang lebih Rp231,86 miliar kepada 71 ribu nasabah di 5.925 sentra yang tersebar di 48 kecamatan di Lombok.
Perempuan-perempuan nasabah BTPN Syariah di Lombok menurutnya memiliki usaha yang cukup beragam, mulai dari perdagangan, pertanian, produksi kerajinan khas daerah, dan nelayan. Dari modal yang diberikan mulai dari Rp1 juta, hingga Rp100 juta maksimal.
“Yang lebih dari BTPN Syariah adalah tidak saja nasabah mendapatkan kemudahan pembiayaan, nasabah rutin mendapatkan pelatihan dari Community Officer setiap dua minggu sekali melalui pertemuan rutin sentra atau kumpulan agar usahanya semakin berkembang atau mendapatkan ide usaha baru,” ujarnya.
Tak hanya dengan Community Officer, BTPN Syariah juga melibatkan lebih banyak pihak, khususnya mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat inklusi melalui program Bestee.
BTPN Syariah memahami bahwa pendampingan merupakan kunci dalam melayani masyarakat inklusi
Melalui program Bestee, BTPN Syariah turut melibatkan mahasiswa dalam mendampingi dan memberikan pelatihan sesuai kebutuhan nasabah . Tujuan program pendampingan ini memberikan literasi terkait kewirausahaan guna pengembangan wawasan nasabah, sehingga berdampak pada pengembangan usaha nasabah
Dalam aktivitasnya nasabah diberikan materi dan praktik yang tepat sesuai kebutuhan nasabah sehingga mampu mengatasi berbagi kendala dan tantangan dalam mengembangkan usahanya . Selain itu pendampingan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada nasabah sehingga usaha nasabah lebih mengalami perubahan dan berkelanjutan

Hingga kuartal I 2024, secara nasional terdapat 61 ibu-ibu nasabah yang mendapatkan pendampingan dari 3.168 mahasiswa dalam memajukan usahanya di lebih dari 959 kecamatan di Indonesia.(bul)

Ichsanul Wathoni Ditunjuk jadi Plh. Direktur Utama PT. GNE

0
Ihsanul Wathony dan Ahmad Jaelani (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Ihsanul Wathony , Direktur Operasional PT. Gerbang NTB Emas (GNE) ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama BUMD ini, pasca penetapan tersangka kepada Direktur Utama PT. GNE, Samsul Hadi dan Direktur Utama PT Berkah Air Laut (BAL) Wiliam Jhon Matheson, dalam kasus pengeboran air di Gili Trawangan Senin 20 Mei 2024.

Penunjukan Ichan melalui keputusan rapat Direksi dan Komisaris dan persetujuan pemegang saham (Pemprov NTB). Ichan dihubungi, Jumat 24 Mei 2024 menegaskan, penunjukannya sebagai Plh. Dirut PT. GNE hanya untuk mengawal masa jabatan Dirut PT. GNE yang saat ini akan berakhir.

“Plh hanya mengantar sampai RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) pada Juni nanti. Status Plh itu tidak melakukan kebijakan strategis apapun,” katanya.

Meski ada penetapan tersangka kepada Dirut PT. GNE, menurutnya, operasional perusahaan ini tidak terpengaruh besar.

“Perusahaan harus tetap berjalan normal, sesuai arahan pemegang saham,” katanya.

Ichan juga menyampaikan prihatin atas cobaan yang tengah menimpa Dirut PT. GNE, Samsul Hadi.

“Kami mohon doa, karena kegiatan yang dipersoalan (hingga ditetapkannya Samsul Hadi tersangka) adalah kegiatan untuk membantu masyarakat. bukan murni kejahatan. Tapi kita apresiasi juga kerja aparat, mungkin ada hal-hal yang kurang,” demikian Ichan.

Sementara itu, Ahmad Jaelani AP, Humas & Media PT. GNE menegaskan kembali, Managemen PT. GNE berjalan seperti biasa, produksi tetap berjalan sebagaimana biasanya juga.

Dirut PT. GNE tetap Samsul Hadi, dan tanda tangan hal hal strategis bisa dilaksanakan di luar kantor PT. GNE

Managemen juga menurutnya sedang mempersiapkan RUPS tahun buku 2023. Apakah di RUPS juga dimanfaatkan pemegang saham untuk mengambil kebijakan lain?

“Kita serahkan sepenuhnya kepada Pemprov NTB selaku pemegang 100 persen saham,”ujarnya.

“Mohon doa kepada semua pihak agar persoalan yang sedang dihadapi PT. GNE cepat selesai, sehingga operasional kembali normal sebagaimana biasanya,” tambahnya.(bul)

Terungkap, Satu Botol Bom Ikan Rakitan Bisa Merusak Hingga Radius 20 Meter

0
Ilustrasi Pengeboman Ikan (Ekbis NTB-Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Direktorat Polairud Polda NTB dan Satpolair Polres jajaran menangkap 23 nelayan yang melakukan pengeboman ikan atau Destructive Fishing di Perairan Teluk Saleh Sumbawa, Perairan Teluk Rano Sape dan Perairan teluk Seriwe Lombok Timur. Para terduga pelaku pengeboman diamankan karena tertangkap tangan tengah beraksi melakukan pengeboman.

Untuk 23 nelayan yang diamankan berinisial JI (35), AS (27), SJ (37) laki-laki alamat kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. TF (29), GN (25), MS (37) alamat Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. M (32) YP (23), HA (21), IA (17) alamat Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa Besar. Kemudian, AS (46), AN (32), Z (31), HS (18), AZ (38), G (42), MH (27), ASW (36), SM (60) alamat Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, SP (47) alamat Kecamatan Labuan Badas Sumbawa. Selanjutnya, Y (43) dan G (62) alamat Kecamatan Utan Kabupaten Sumbawa. Dengan barang bukti yang diamankan berupa detonator (bahan peledak) sejumlah 251 buah dan 198 buah sudah dimusnahkan.

“Kalau tersangka ini posisinya semua tertangkap tangan, kita sudah mendapatkan nama-nama orang yang menyediakan bahan, termasuk detonator sedang dalam proses pengejaran,” ujar Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol Andree Ghama Putra, Rabu 22 Mei 2024.

Pengungkapan para terduga pelaku pengeboman ikan ini, berawal dari informasi yang didapatkan bahwa di perairan Teluk Rano Kecamatan Sape Kabupaten Bima sedang marak terjadi aktivitas Destructive Fishing dengan menggunakan bahan berbahaya yaitu berupa bom ikan.

Pada 16 Mei 2024 sekitar pukul 02.00 WITA Tim mendapati adanya 2 unit perahu motor yang sedang berlindung diduga sambil mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk melakukan pengeboman.

“Saat dilakukan penggeledahan didapati tiga orang yaitu inisial TF sebagai nahkoda, inisial GN dan inisial MS. Di dalam kapal tersebut didapati bahan peledak berupa 9 botol dan siap pakai, 10 detonator, 4 sumbu berisi serbuk korek api dan peralatan selam,” terangnya.

Selanjutnya, ditemukan juga perahu motor tanpa nama dengan jumlah ABK sebanyak 3 orang yaitu inisial JI sebagai nahkoda, inisial AS , dan inisial SJ alias JO. Di dalam kapal tersebut didapat bahan peledak berupa 30 botol dan siap pakai, 28 detonator, 2 sumbu berisi serbuk korek api, 5 sumbu kosong, 8 roll kabel listrik, 1 aki merk dan 15 bola lampu serta peralatan selam.

“Satu botol dilempar ke laut itu bisa radius 15-20 meter di dalam laut. Kalau kita bicara kerugian yang rugi adalah terumbu karang rumah ikan rusak. Pengakuan salah satu terduga pelaku, sekali ngebom bisa dapat 20-30 box ikan ukuran kecil. Dalam 1 box berisi 30 Kg ikan dengan harga Rp300-an,” jelasnya.

Sementara, untuk detonator yang dimiliki oleh para terduga pelaku ini masih dilakukan pemeriksaan sumbernya dari mana. Begitu juga dengan bahan baku lainnya yang diolah menjadi bom rakitan. Sedangkan para terduga pelaku dikenakan pasal 85 UU no 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah menjadi UU no 45 tahun 2009 tentang Perikanan dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 2 miliar. Pasal 1 ayat 1 UU darurat RI no 12 tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara atau seumur hidup. Dan Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

“Selanjutnya terhadap para pelaku dan barang bukti akan diproses lebih lanjut,” ujarnya.(bul)

Kinerja Solid dan Unggul Sepanjang 2023, PT Indosat Tbk Siap Perkuat Transformasi Menuju AI Native TechCo

0
PT Indosat Tbk (“Indosat” atau “IOH” atau “Indosat Ooredoo Hutchison” atau “Perseroan”) (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – PT Indosat Tbk (“Indosat” atau “IOH” atau “Indosat Ooredoo Hutchison” atau “Perseroan”) telah mencatatkan pencapaian keuangannya secara signifikan sepanjang tahun 2023. Perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan 2024 di Kantor Pusat Indosat.

Hasilnya, menyetujui pembagian dividen tunai dari laba bersih tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023 sebagai dividen final untuk total nilai sebesar Rp2.164.029.415.416 atau setara dengan Rp268,4 per saham kepada para pemegang saham.

Pembagian dividen tahun buku 2023 ini adalah setara dengan sekitar 48% dari laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023 dan akan dibayarkan paling lambat 30 hari setelah diumumkannya ringkasan risalah Rapat. Sisa laba bersih tahun buku 2023 sebesar Rp2.342.362.811.976 akan dialokasikan oleh Perseroan ke laba ditahan.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta, Selasa 21 Mei 2024 mengatakan, pencapaian kinerja yang solid ini tidak lepas dari hasil kontribusi para karyawan, kolaborasi dengan mitra strategis, pelanggan yang loyal, dan kepercayaan yang diberikan para pemegang saham.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan yang menemani perjalanan tanpa akhir Indosat, melanjutkan penciptaan nilai dalam perjalanan transformatif menuju AI Native TechCo. Dengan fokus pada inovasi teknologi dan pengembangan AI, kami siap memberikan nilai lebih kepada pemegang saham dan menghadirkan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan,” ujarnya.
Hingga kuartal 1 tahun 2024, Indosat mencatat total laba bersih sebesar Rp1,29 triliun yang meningkat 39,4% dibandingkan tahun sebelumnya (Year-on-Year/YoY). EBITDA mengalami peningkatan yang lebih cepat dari pendapatan, dengan pertumbuhan 22,1% YoY mencapai Rp6.509 miliar.

Kinerja keuangan yang mengesankan ini mendorong kenaikan EBITDA Margin Indosat menjadi 47,0%, dan menghasilkan Laba Periode Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp1.295 miliar, meningkat 39,4% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Indosat terus melanjutkan komitmen ekspansi perluasan jaringan BTS 4G serta peningkatan cakupan distribusi produk dan pelayanan melalui Mini Gerai IM3 dan 3Kiosk ke berbagai pelosok pedesaan, termasuk di wilayah timur Indonesia.

Untuk mendukung transformasi menjadi AI Native TechCo, Indosat akan terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia berbasis teknologi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas konektivitas.

Ini didukung oleh kemitraan strategis Indosat, melalui anak usahanya, dengan NVIDIA sebagai Cloud Partner Provider pertama di Indonesia serta inisiatif pemberdayaan perempuan dan UMKM.

Selain pembagian dividen, Rapat secara keseluruhan telah memutuskan agenda berikut:

1. Persetujuan atas laporan tahunan, dan pengesahan laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023.

2. Persetujuan atas penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang
berakhir pada 31 Desember 2023.

3. Persetujuan atas penerapan remunerasi Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun 2024.

4. Persetujuan atas penunjukan Akuntan Publik Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.

5. Persetujuan atas perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris
Perseroan.

“Transformasi ini bukan sekedar langkah Perseroan, tetapi juga tonggak penting dalam memajukan negeri. Kami berkomitmen menjalankan strategi dengan tepat dan mengarahkan inovasi untuk mendukung masa depan Indonesia yang berkelanjutan,” tutup Vikram.(bul)

Polda NTB selidiki pemasok detonator bahan baku bom ikan

0
Barang bukti yang digunakan untuk melakukan pengeboman (Ekbis NTB-Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Kepolisian Daerah (Polda) NTB menyelidiki pemasok detonator yang menjadi bahan baku dalam aksi pengeboman ikan di kawasan perairan daerah tersebut.

“Hasil pengungkapan, sembilan kasus pengeboman ikan di perairan NTB periode Januari 2024 sampai hari ini. Kami menyelidiki peran pemasok detonator,” kata Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda NTB Kombes Pol. Andree Ghama Putra di Mataram, Rabu 22 Mei 2024.

Dia memastikan bahwa pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap peran pemasok detonator dengan mengembangkan keterangan para tersangka.

“Yang jelas, terkait posisinya (pemasok detonator) itu tidak dari sini (NTB). Peran pemasok ini masih terus kami kejar. Nanti, apabila sudah terjadi penangkapan, kami akan sampaikan,” ujarnya.

Dalam pengungkapan sembilan kasus pengeboman ikan di kawasan perairan NTB, Ditpolairud Polda NTB menetapkan 23 tersangka.

Dari para tersangka pihak kepolisian menyita 251 detonator, delapan unit perahu motor, delapan kompresor, 65 botol berisi pupuk, dan berbagai kelengkapan alat tangkap ikan.

Tujuh dari 23 tersangka kini telah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum. Untuk sisanya, masih dalam proses pemberkasan.

Dalam proses pemberkasan sembilan kasus tersebut, penyidik Ditpolairud Polda NTB menetapkan tersangka dengan menerapkan Pasal 85 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 45 Tahun 2009 juncto dan/atau Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(Ant) 

Artikel lainnya….

Investor Mulai Bangun Hotel Berbintang Rp450 Miliar di Kota Mataram

Akibat OPD Salah Input Data, Indeks Perkembangan Harga Bapok di Lobar Tinggi

Nilai Klaim Petani Tembakau Lebih Besar dari Iuran

23 Pengebom Ikan jadi Tersangka di Polda NTB

0
Para tersangka pengeboman ikan (Ekbis NTB-Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan 23 tersangka dari hasil pengungkapan sembilan kasus pengeboman ikan di kawasan perairan daerah tersebut.

“Sembilan kasus dengan 23 tersangka ini terungkap dalam periode Januari 2024 sampai hari ini,” kata Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda NTB Kombes Pol. Andree Ghama Putra di Mataram, Rabu 22 Mei 2024.

Kasus terakhir, lanjut, dia, terungkap pada 16 Mei 2024 di kawasan perairan Teluk Rano, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

“Dalam kasus terakhir 16 Mei 2024 di Teluk Rano, kami sita dua perahu motor beserta kelengkapan alat pengeboman ikan dengan tersangka enam orang,” ujarnya.

Dengan mengungkap kasus terakhir, lanjut dia, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTB menyita 251 bahan peledak jenis detonator, delapan unit perahu motor, delapan kompresor, 65 botol berisi pupuk, dan berbagai kelengkapan alat tangkap ikan.

“Dari 251 detonator yang kami amankan, 198 di antaranya sudah dimusnahkan agar menghindari terjadinya hal-hal yang dapat mengganggu keamanan mengingat, detonator ini masuk kategori bahan peledak,” ucap dia.

Dia menerangkan bahwa sembilan kasus pengeboman ikan ini terungkap dari tindak lanjut informasi masyarakat.

Lokasi pengungkapan berada di kawasan perairan Sape, Kabupaten Bima; Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur; Kecamatan Moyo Hilir, dan Kecamatan Labuan Badas di Kabupaten Sumbawa.

Lebih lanjut, Andree menyampaikan bahwa penanganan kasus untuk tujuh di antara 23 tersangka kini telah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.

“Untuk sisanya kini masih dalam tahap pemberkasan,” ujarnya.

Dalam proses pemberkasan sembilan kasus tersebut, penyidik Ditpolairud Polda NTB menetapkan tersangka dengan menerapkan Pasal 85 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana diubah dengan UU RI No. 45 Tahun 2009 juncto dan/atau Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(Ant)

Pengamanan di Pelabuhan Bangsal Lombok Utara Diperketat Selama WWF di Bali

0
Pengamanan di Pelabuhan Bangsal Lombok Utara Diperketat (Ekbis NTB/bul)

Tanjung (Ekbis NTB) – Dalam rangka mendukung kelancaran Operasi Puri Agung 2024 dan World Water Forum (WWF) ke-10 Tahun 2024 yang sedang berlangsung di Nusa Dua, Bali. Kepolisian Resor Lombok Utara meningkatkan pengamanan di pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara.

Operasi ini merupakan bagian dari upaya Kepolisian untuk memastikan keamanan acara Internasional tersebut.

Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K, M.Si., mengatakan, kegiatan pengaman imbangan ini dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan keamanan yang meningkat selama WWF di Bali.

“Kami melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kapal dan penumpang untuk memastikan tidak ada ancaman yang dapat mengganggu keselamatan acara,” ujar AKBP Didik Pada Selasa 22 Mei 2024.

Pengamanan di pelabuhan Bangsal meliputi pemeriksaan identitas dan barang bawaan penumpang, dengan fokus khusus pada ramp door kapal.

AKBP Didik menegaskan bahwa pelabuhan Bangsal adalah titik krusial sebagai penghubung utama antara Lombok Utara dan Bali.

Operasi Puri Agung 2024 juga melibatkan kolaborasi antara personel gabungan dari Polda NTB, Brimob, Polres Lombok Utara, Brimob, Polsek setempat, TNI, dan stakeholder lainnya.

“Sinergi ini penting untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi semua peserta dan delegasi WWF,” Imbuh Kapolres.

Operasi ini akan berlangsung selama sepuluh hari, dari tanggal 17 hingga 26 Mei, dengan melibatkan personel 5.791 dari Mabes Polri, Polda Bali, Polda Jawa Timur, dan Polda Nusa Tenggara Barat.

“Operasi Puri Agung 2024 adalah upaya komprehensif yang melibatkan berbagai pihak untuk menjamin keamanan WWF di Bali,” pungkasnya.

Dengan koordinasi yang baik dan kesiapsiagaan yang tinggi, Polres Lombok Utara berkomitmen untuk menjamin keamanan wilayah perairan yang menjadi penghubung vital menuju pulau Bali.(bul)

Artikel lainnya….

Pj Wali Kota Bima : Akibat Menanam Jagung di Lereng, Kerugian Mencapai Rp2,2 Triliun

Bank Indonesia Dukung Pengembangan Desa Wisata Bilebante

Pengusaha Perempuan NTB Dukung Rohmi-Firin di Pilkada NTB