Wednesday, May 6, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaPengangguran NTB Turun Jadi 96,66 Ribu Orang, Pekerja Paruh Waktu Naik Tajam

Pengangguran NTB Turun Jadi 96,66 Ribu Orang, Pekerja Paruh Waktu Naik Tajam

Mataram (ekbisntb.com) – Kondisi ketenagakerjaan di NTB menunjukkan perbaikan pada Februari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat jumlah pengangguran turun menjadi 96,66 ribu orang, atau berkurang sekitar 5,97 ribu orang dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 102,63 ribu orang.
Sejalan dengan itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTB juga turun dari 3,22 persen pada Februari 2025 menjadi 2,99 persen pada Februari 2026.

Kepala BPS NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, di kantornya, Selasa, 5 Mei 2026 memaparkan, penurunan angka pengangguran ini menjadi indikator positif membaiknya kondisi pasar kerja di daerah.

“Sepanjang Februari 2025 hingga Februari 2026 terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 51,20 ribu orang. Ini menunjukkan pasar kerja NTB masih mampu menyerap tambahan tenaga kerja,” ujarnya.

BPS mencatat jumlah penduduk usia kerja di NTB saat ini mencapai 4,25 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,24 juta orang masuk kategori angkatan kerja.

Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 3,14 juta orang, sedangkan penduduk bukan angkatan kerja tercatat sekitar 1,01 juta orang.
Meski angka pengangguran turun, BPS menyoroti adanya penurunan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dari 76,50 persen pada Februari 2025 menjadi 76,18 persen pada Februari 2026.

Menurut Wahyudin, kondisi ini menunjukkan masih ada sebagian masyarakat usia produktif yang belum masuk ke pasar kerja.

“Penurunan TPAK ini perlu menjadi perhatian karena artinya ada penduduk usia kerja yang belum aktif bekerja ataupun mencari pekerjaan,” katanya.

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di NTB dengan kontribusi mencapai 32,86 persen dari total pekerja. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan sebesar 20,09 persen, industri pengolahan 9,05 persen, akomodasi dan makan minum 7,12 persen, serta konstruksi 6,50 persen. Dominasi sektor pertanian menunjukkan struktur ekonomi NTB masih sangat bergantung pada sektor primer.

Di sisi lain, BPS juga mencatat kabar baik dari meningkatnya pekerja formal. Pada Februari 2026, proporsi pekerja formal naik menjadi 29,51 persen, dari sebelumnya 28,20 persen pada Februari 2025.

Namun demikian, pekerja informal masih mendominasi pasar kerja NTB dengan persentase mencapai 70,49 persen.

“Pekerja formal meningkat, terutama didorong bertambahnya buruh, karyawan, dan pegawai. Tapi pekerjaan informal masih sangat dominan,” jelas Wahyudin.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah meningkatnya jumlah pekerja paruh waktu. BPS mencatat sebanyak 1,13 juta orang bekerja paruh waktu, sementara 302,54 ribu orang masuk kategori setengah pengangguran. Sedangkan pekerja penuh tercatat sebanyak 1,71 juta orang atau sekitar 54,45 persen dari total pekerja.

“Artinya tantangan kita bukan hanya menciptakan pekerjaan, tapi juga memastikan kualitas pekerjaan yang tersedia,” ujarnya.

Dari sisi pendidikan, kualitas tenaga kerja NTB juga mulai menunjukkan perbaikan. Proporsi pekerja berpendidikan diploma dan universitas meningkat dari 14,13 persen pada Februari 2025 menjadi 14,80 persen pada Februari 2026. Sebaliknya, pekerja dengan pendidikan SD ke bawah turun dari 38,20 persen menjadi 38,03 persen.

Meski perbaikan ketenagakerjaan mulai terlihat, Wahyudin menegaskan NTB masih menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kualitas pekerjaan, memperluas sektor formal, dan mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian.

“PR kita ke depan adalah menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas agar kesejahteraan pekerja juga meningkat,” pungkasnya. (bul)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut