Wednesday, May 6, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaDari Ruang Kelas ke Eropa, Batik Sasambo Siswa SMKN 5 Mataram Promosikan...

Dari Ruang Kelas ke Eropa, Batik Sasambo Siswa SMKN 5 Mataram Promosikan NTB di Jerman

Mataram (ekbisntb.com) – Karya siswa SMKN 5 Mataram kembali menembus pasar internasional. Batik Sasak, Samwa, Mbojo (Sasambo) hasil kreasi para siswa sekolah ini sukses tampil dalam dua ajang promosi budaya di Jerman pada akhir April hingga awal Mei 2026 dan menarik perhatian pengunjung mancanegara.

Tak sekadar dipamerkan, sejumlah produk Batik Sasambo bahkan laris dibeli pengunjung. Produk karya siswa SMKN 5 Mataram juga dikenakan oleh perwakilan diplomatik Indonesia saat mempromosikan budaya Tanah Air di Jerman.

Kepala SMKN 5 Mataram, H. Istiqlal, S.Pd., M.M, mengungkapkan keikutsertaan dalam pameran internasional tersebut berawal dari jejaring yang ia bangun selama bertahun-tahun dengan berbagai kedutaan besar dan konsulat Indonesia di luar negeri.

“Alhamdulillah saya punya koneksi hampir di seluruh konsulat jenderal dan kedutaan di dunia. Ketika ada peluang pameran budaya Indonesia di Jerman, kami langsung tawarkan produk Batik Sasambo karya siswa,” ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026 di Mataram.

Pameran pertama berlangsung pada ajang Lange Nacht der Konsulate di Hamburg pada 30 April 2026. Kegiatan tahunan yang digelar Pemerintah Kota Hamburg itu membuka kesempatan bagi kantor-kantor perwakilan negara asing untuk memperkenalkan budaya, ekonomi, dan potensi negaranya kepada publik.

Dalam kegiatan tersebut, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg mengangkat tema “Vibrant Spirit of Indonesia’s Eastern Archipelago” dan menerima hampir 900 pengunjung.

Batik Sasambo menjadi salah satu daya tarik utama. Pengunjung tampak antusias mengamati motif-motif unik yang ditampilkan dan menggali cerita di balik setiap karya.

“Yang membuat mereka terkejut adalah ketika tahu bahwa ini karya siswa sekolah menengah kejuruan. Mereka sangat menghargai proses kreatif anak-anak muda ini,” kata Istiqlal.

Dua hari kemudian, Batik Sasambo kembali tampil pada ajang Pesta Rakyat Indonesia di Braunschweig, Jerman, yang dihadiri sekitar 1.400 warga Indonesia dan masyarakat internasional.

Dalam ajang ini, grup musik yang tampil hingga tim promosi dari KJRI juga mengenakan produk karya siswa SMKN 5 Mataram.

“Semua yang tampil memakai produk kami, termasuk tim yang mempromosikan Indonesia di sana,” ujarnya.

Menurut Istiqlal, keunggulan Batik Sasambo terletak pada orisinalitas motif yang lahir dari keseharian masyarakat NTB. Mulai dari motif sate rembiga, Masjid Bayan, kangkung, hingga unsur flora dan fauna lokal diangkat menjadi karya batik bernilai seni tinggi.

Ia menilai masyarakat Eropa sangat menghargai karya seni yang memiliki narasi kuat, terutama jika dibuat oleh generasi muda.

“Mereka bilang kalau membeli karya artis besar mungkin sudah biasa. Tapi membeli karya artisan muda punya nilai tersendiri, karena suatu hari bisa menjadi masterpiece,” katanya.

Tak berhenti di Jerman, SMKN 5 Mataram kini tengah menjajaki pameran serupa di Turki, Jepang, Belanda, hingga Malaysia. Sampel produk bahkan telah dikirim ke Turki sebagai langkah awal promosi.

Ia menegaskan misi utama promosi ke luar negeri bukan hanya menjual produk, tetapi juga menarik wisatawan mancanegara datang langsung ke NTB untuk belajar budaya lokal.

Ia menyebut saat ini siswa dari Australia, Amerika Serikat, Jepang, Belgia, Estonia, Thailand hingga sejumlah negara lain sudah datang ke SMKN 5 Mataram untuk belajar membatik secara langsung.

“Target saya bukan sekadar menjual kain, tapi mendatangkan wisatawan ke NTB. Kalau mereka datang belajar membatik di sini, dampaknya jauh lebih besar bagi daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap visi Pemerintah Provinsi NTB dalam mewujudkan program NTB Makmur Mendunia melalui sektor ekonomi kreatif dan pelestarian warisan budaya lokal. (bul)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut