Beranda blog Halaman 99

Inovasi Puan Rimba: Mengemas Pangan Lokal Pinggir Hutan Jadi Sajian Gastronomi

0

Lombok (Ekbis NTB) — Pelestarian hutan kini berhembus seiring dengan penguatan ekonomi perempuan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Lewat olahan pangan lokal, komoditas hasil hutan resmi disulap menjadi sajian gastronomi bernilai tinggi yang siap menembus pasar pariwisata.

Langkah strategis ini mengemuka dalam Event Pop-Up Gastronomi: Coffee Experience bertajuk “Puan Rimba – A Living Culture Journey” di Svarga Renjana Villa, Sabtu (29/8). Acara ini merupakan bagian dari program Women Forest Defender (WFD) inisiasi LSM KONSEPSI guna memperkuat kelembagaan perhutanan sosial, memperluas jaringan pasar produk perempuan, serta mendorong kebijakan daerah yang responsif gender.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, mengapresiasi langsung capaian pemberdayaan perempuan di kawasan pinggir hutan Aik Berik tersebut.

“Saya melihat apa yang sudah dilakukan teman-teman di sini, dan pendampingannya ini sudah terlihat hasilnya. Saran saya, jangan berhenti di sini. Teruslah belajar, cari informasi sebanyak mungkin, dan kembangkan produk agar pasarnya semakin luas,” ujar Sinta.

Sinta turut memuji inovasi kuliner para perempuan yang mengemas bahan pangan lokal menjadi sajian modern berselera internasional tanpa menanggalkan kearifan lokal.

“Sajian makan siang ini sebenarnya sudah masuk Gastronomi Fusion yang dibentuk dengan kearifan lokal. Di ibu kota provinsi saja, mendapatkan menu lokal yang dikemas fusion seperti ini cukup sulit. Selamat untuk para Chef, tolong ajarkan juga adik-adiknya agar ke depan lahir banyak Chef tangguh dari daerah ini,” tambahnya.

Tembus Ekosistem Pariwisata lewat MoU

Sebagai komitmen konkrit perluasan pasar, agenda ini merangkaikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Benang Stokel dan Svarga Renjana Villa.

Melalui kerja sama ini, beragam produk UMKM lokal dipastikan terserap oleh industri pariwisata, di antaranya:

  • Komoditas Pangan & Minuman: Kopi arabika, gula semut, sirup gula aren, dan madu murni.
  • Camilan & Pelengkap: Aneka sambal kemasan, keripik daun singkong, serta keripik talas.

Ketua KUPS Benang Stokel, Yuliana Marwita, menegaskan bahwa kuliner yang disajikan bukan sekadar urusan perut, melainkan sarana kampanye pelestarian alam.

“Kami memberikan bahan pangan yang berada di sekitaran hutan agar bisa dikenal luas dan kelestariannya tetap terjaga. Terima kasih kepada TAF (The Asia Foundation) dan KONSEPSI yang telah membimbing kelompok kami,” kata Yuliana.

Dukungan serupa datang dari pemilik Svarga Renjana Villa, Ni Luh Suarni. Mengacu pada pengalamannya memasok kopi dan gula semut lokal ke hotel di Gili Trawangan yang mendapat respons positif, ia mendorong pelaku usaha untuk menghentikan ketergantungan pada produk pabrikan.

“Daripada menggunakan kopi saset, mengekspos hasil bumi kita sendiri akan jauh lebih bernilai,” tegas Ni Luh Suarni.

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur KONSEPSI NTB Moh. Taqiruddin, perwakilan The Asia Foundation (TAF) Dorta Pardede, serta sejumlah pengamat kuliner dan pegiat pemberdayaan masyarakat. (r/fan)

Tiga Investor Berminat Kelola 25 Hektare Kawasan Wisata Joben

0
Tiga Investor Berminat Kelola 25 Hektare Kawasan Wisata Joben
Staf Khusus Bupati Lombok Timur bidang Pariwisata, Ahmad Rozi saat meninjau kolam renang Otak Kokok Joben, Lombok Timur. (Suara NTB/ist)

Selong (EKBIS NTB) – Rencana pengembangan kawasan wisata Otak Kokok Joben di Kabupaten Lombok Timur mulai mendapat respons positif dari kalangan investor. Sedikitnya tiga investor, baik lokal maupun berskala nasional, telah menyampaikan minat untuk ikut mengelola kawasan wisata seluas 25 hektare tersebut.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memastikan pengembangan kawasan wisata Joben tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Lahan seluas 25 hektare yang diperoleh dari pemerintah pusat tersebut akan dikembangkan melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga.

Staf Khusus Bupati Lombok Timur bidang Pariwisata, Ahmad Rozi, mengatakan sejumlah konsep pengembangan telah disiapkan pemerintah untuk ditawarkan kepada calon investor.

Konsep tersebut antara lain pembangunan glamping atau glamour camping, camping ground, area outbound, hingga bungalow dengan konsep ramah lingkungan. Pengembangan juga diarahkan pada konsep ekowisata yang memadukan kawasan alam dengan fasilitas wisata dan resor.

“Konsepnya pemerintah yang desain, kemudian konsep itu ditawarkan kepada investor. Kita terbuka bagi semua pihak yang memiliki keseriusan untuk mengelola objek wisata ini,” ujar Ahmad Rozi, menjawab Suara NTB di kantor Bupati Lotim, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, pemerintah tidak sekadar mencari investor untuk membangun fasilitas wisata, tetapi menginginkan mitra yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam mengelola kawasan wisata. Konsep pengembangan tersebut selanjutnya akan disempurnakan oleh PT Energi Selaparang.

Pemerintah daerah melalui perusahaan daerah itu akan mematangkan desain dan model pengelolaan sebelum mengundang calon investor untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut.

Ahmad Rozi menyebutkan, investor yang menunjukkan ketertarikan berasal dari kalangan pengusaha papan atas di NTB hingga investor dari luar daerah. Bahkan, terdapat calon pengelola yang memiliki pengalaman mengembangkan kawasan wisata di luar NTB, termasuk kawasan wisata di Batu, Malang.

“Investor lokal ada, investor skala nasional juga ada. Yang kita cari adalah investor yang benar-benar serius dan memiliki keahlian dalam mengelola kawasan wisata,” katanya.

Ia menegaskan, ketiga investor tersebut bukan sekadar calon yang muncul tanpa proses penjaringan. Minat itu diperoleh melalui forum bisnis yang sebelumnya disiapkan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya menarik investasi ke Lombok Timur.

“Bukan sekadar menghadirkan investor, tetapi investor yang serius. Ada tiga investor yang sudah memberikan respons positif dan menyampaikan minat untuk ekspansi ke sini,” ujarnya.

Dengan penguasaan lahan seluas 25 hektare, pemerintah optimistis kawasan Joben dapat dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Lombok Timur. Kehadiran investor nantinya juga diharapkan memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah melalui skema kerja sama pengelolaan.

Sebelumnya, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan pembangunan kawasan wisata Joben akan dilakukan tanpa membebani APBD. Pemerintah daerah memilih mendorong kolaborasi dengan pihak ketiga agar pembangunan destinasi tersebut tetap berjalan tanpa mengurangi anggaran untuk pelayanan publik.

Selain kawasan wisata, akses menuju Joben juga menjadi perhatian pemerintah. Jalan dari pertigaan Praubanyar menuju kawasan Joben direncanakan untuk diperbaiki.

Perbaikan akses tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan destinasi wisata. Dengan infrastruktur jalan yang lebih baik dan masuknya investor, kawasan Joben diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. (rus)

Selaparang Finansial Diminta Tekan Kasus Kredit Macet

0
Selaparang Finansial Diminta Tekan Kasus Kredit Macet
Kegiatan RUPS Selaparang Finansial di pendopo Bupati Lotim Jumat (28/8/2026). (Suara NTB/ist)

Selong (EKBIS NTB) – Persoalan kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terhadap PT Selaparang Finansial. Pelaksana Tugas (Plt) pimpinan BUMD tersebut diminta segera menyusun langkah konkret untuk menekan angka NPL dan memperbaiki kesehatan perusahaan.

Hal itu disampaikan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Selaparang Finansial yang digelar di Pendopo Bupati Lombok Timur, Jumat (28/8/2026).

RUPSLB digelar menyusul berakhirnya masa jabatan Direktur Utama dan Direktur Keuangan PT Selaparang Finansial. Dalam rapat tersebut dilakukan pergantian jabatan sekaligus penetapan Plt yang akan mulai menjalankan tugas pada Sabtu (29/8/2026).

Bupati menegaskan tidak boleh terjadi kekosongan kepemimpinan di tubuh BUMD tersebut. Karena itu, proses pergantian pimpinan harus segera dilakukan agar operasional perusahaan tetap berjalan.

“Jadi upaya kita hari ini, terutama Direktur yang akan menjadi Plt., kita berharap agar tugas-tugas rutin menjadi perhatian khusus, menjadi pekerjaan yang lebih efektif, lebih disiplin. Dan semua petugas-petugas lainnya mendukung,” ujar H. Iron, sapaan akrab Bupati Lotim.

Menurutnya, salah satu pekerjaan rumah terbesar yang harus segera ditangani pimpinan baru adalah tingginya NPL. Ia berharap Plt tidak hanya menjalankan tugas administratif dan rutinitas perusahaan, tetapi mampu mengambil langkah nyata untuk memperbaiki kualitas kredit.

Bupati menargetkan kondisi PT Selaparang Finansial dapat semakin sehat dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Sehingga kesehatan dari Selaparang Finansial dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa lebih sehat,” tegasnya.

Haerul juga menilai dukungan seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk mencari strategi terbaik dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi PT Selaparang Finansial. Sebagai pemegang saham utama, Pemkab Lombok Timur akan terus memberikan dukungan terhadap upaya pembenahan BUMD tersebut.

Di sisi lain, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama dan Direktur Keuangan yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Keduanya dinilai telah memberikan kontribusi dalam membawa PT Selaparang Finansial tetap berkontribusi terhadap daerah, termasuk melalui setoran dividen kepada Pemkab Lombok Timur.

Direktur Utama PT Selaparang Finansial yang purna tugas, Iva Nuril Solihani, mengatakan dirinya telah mengabdikan diri selama sekitar 25 tahun di perusahaan tersebut. Ia mengakui banyak pengalaman dan tantangan yang dilalui selama menjalankan amanah di PT Selaparang Finansial.

“Tentu tidak mudah mengemban amanah jabatan. Akan tetapi ini saatnya kami berpamitan kepada Bupati dan semua jajaran yang telah membantu kami dalam memaksimalkan pekerjaan kami di PT Selaparang Finansial,” ungkapnya.

Ia berharap kepemimpinan selanjutnya mampu melanjutkan estafet dengan membawa perusahaan menjadi lebih baik.

Iva menyebut sejumlah kewajiban perusahaan telah diselesaikan. Di antaranya pembayaran dividen dan pelunasan utang pajak. Dengan kondisi tersebut, ia menilai fokus berikutnya harus diarahkan pada penyelesaian persoalan NPL.

“Saat ini Alhamdulillah, dividen dan hutang pajak saat ini telah dilunasi. Selanjutnya diharapkan fokus pada penyelesaian permasalahan yang ada yakni penurunan NPL,” katanya.

PT Selaparang Finansial sendiri tercatat telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lombok Timur. Pada tahun ini, BUMD tersebut menyetorkan dividen sebesar Rp2,3 miliar kepada Pemkab Lombok Timur.

Dengan adanya pergantian pimpinan, Pemkab Lombok Timur berharap PT Selaparang Finansial tidak hanya mampu mempertahankan kontribusinya terhadap PAD, tetapi juga memperbaiki kualitas pengelolaan pembiayaan sehingga tingkat kredit bermasalah dapat ditekan.

RUPSLB tersebut turut dihadiri Komisaris Utama PT Selaparang Finansial beserta jajaran, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Lombok Timur, pimpinan OPD, serta para direktur seluruh BUMD di Lombok Timur. (rus)

Genjot Pendapatan Daerah, DPRD NTB Dorong Pemprov Optimalkan Aset Nganggur

0
Genjot Pendapatan Daerah, DPRD NTB Dorong Pemprov Optimalkan Aset Nganggur
Sambirang Ahmadi (Suara NTB/ist)

Mataram (EKBIS NTB) – Komisi III DPRD NTB yang membidangi urusan keuangan dan aset daerah mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk segera mengambil langkah konkret dalam mendiversifikasi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset daerah yang selama ini masih nganggur.

Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi mengatakan langkah ini dinilai mendesak guna mengikis ketergantungan pendapatan daerah yang terlalu tinggi pada sektor pajak, terutama dari kendaraan bermotor.

“Kita harus akui saat ini kita masih tergantung pada pajak. Sementara bicara dari retribusi kita sulit dapat target terutama retribusi pemanfaatan aset daerah. Ini selalu meleset,” ujar Sambirang pada Jumat (28/8/2026).

Ia mengakui meski realisasi dari pajak tinggi, namun disisi lain tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak juga masih rendah. Dari total potensi objek pajak kendaraan yang mencapai lebih dari dua juta unit di NTB, tingkat kepatuhan wajib pajak tercatat masih di bawah 50 persen.

“Banyak wajib pajak menunda pembayaran karena tunggakan yang terus menumpuk. Di sisi lain, ada juga aset kendaraan yang sudah mangkrak atau operasional-nya tersebar di lapangan tanpa terdata dengan baik. Makanya kombinasi antara kebijakan insentif seperti pemutihan tunggakan oleh Pemprov dampaknya sangat signifikan manfaatnya meningkatkan realisasi pajak,” terangnya.

Namun demikian naiknya realisasi pajak tersebut, menurutnya belum dibarengi dengan realisasi peningkatan pada penerimaan retribusi. Penerimaan dari BLUD seperti Rumah Sakit Daerah yang nilainya signifikan, Sambirang menjelaskan dana tersebut pada hakikatnya kembali digunakan untuk operasional BLUD, sehingga tidak bisa diandalkan sebagai belanja publik secara bebas oleh daerah.

“Oleh sebab itu, fokus optimalisasi harus diarahkan pada penataan usaha aset non-BLUD serta potensi pendapatan dari sektor lain, termasuk BPPKB dan investasi industri,” jelas politisi PKS itu.

Diketahui, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTB pada 2026 dipatok sekitar Rp3,025 triliun. Hingga Juli 2026, realisasi PAD telah mencapai Rp1,592 triliun atau 52,62 persen. Sumber terbesar PAD masih berasal dari pajak daerah. Dari target sekitar Rp1,837 triliun, realisasi hingga Juli mencapai Rp1,042 triliun.

Pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu penopang utama. Realisasinya telah mencapai sekitar 53 persen dari target. Selain itu, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) telah mencapai 68,48 persen dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 55,05 persen.

Namun, sejumlah pos pajak masih jauh dari target. Salah satunya Pajak Air Permukaan (PAP) yang baru terealisasi 8,78 persen dan pajak alat berat sekitar 12,6 persen. (ndi)

Dari Kunjungan Dubes Qatar untuk Indonesia, Pemprov NTB Incar Penerbangan Langsung Lombok-Qatar

0
Dari Kunjungan Dubes Qatar untuk Indonesia, Pemprov NTB Incar Penerbangan Langsung Lombok-Qatar
Dubes Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari bersama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. (Suara NTB/era)

Mataram (EKBIS NTB) – Pemerintah Provinsi NTB mengincar penerbangan langsung Lombok – Qatar menyusul adanya Kerja Sama Luar Negeri Pemerintah Daerah (KSLN Pemda) antara Pemprov NTB dan negara Qatar. Negara Teluk ini berencana untuk berinvestasi berbagai bidang di NTB, utamanya pariwisata.

Penegasan ini disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal usai menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Qatar untuk Republik Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari di Ruang Rapat Kerja Gubernur NTB, Jumat (28/8).

“Tadi kita membicarakan, fokusnya adalah saya menyampaikan mengenai berbagai potensi yang ada di NTB untuk Qatar. Termasuk mengeksplor, menjajaki kemungkinan masuknya Qatar Fund, Qatar Charity, Institusi Qatar Airways, kemudian Indosat, Al Jazeera masuk sini,” ujarnya.

Diakuinya, Dubes Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, tertarik dengan tingginya potensi kerja sama antara Qatar dan NTB. Bahkan, pihak Qatar sudah berkunjung ke Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika untuk berencana berinvestasi.

Selain akan bekerja sama pada sektor pariwisata dan konektivitas, kedua daerah ini juga berpeluang membuka kerja sama penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negara Timur Tengah itu.

“Macam-macam lah. Masalah itu, masalah SMK juga. Itu juga termasuk dari isu-isu yang kita bahas. Bahkan port to port,” katanya.

Menyinggung soal apakah Qatar akan berinvestasi untuk membantu membangun port to port Lembar-Kayangan. Mantan Dubes RI untuk Turki itu mengaku belum membahas sampai sejauh itu. Yang pasti, antara Pemprov dengan pihak Qatar juga turut membahas kerja sama di sektor infrastruktur.

Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari, mengapresiasi undangan diskusi kerja sama yang diberikan oleh Gubernur NTB. Menurutnya, Gubernur Iqbal menjadi orang pertama yang mengirimkan surat ke pihaknya sesaat setelah Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari terpilih sebagai Dubes Qatar untuk RI.

Ia melanjutkan, pihaknya akan menjajaki kerja sama di berbagai sektor di NTB. Salah satu yang utama menurutnya di sektor pariwisata dan pendidikan.

“Eksplorasi saat ini khusus bidang investasi dan pendidikan. Kemarin juga salah satu wilayah di Lombok, Mandalika, beliau bertemu dengan pihak yang bertanggung jawab di sana untuk bekerja sama, Insya Allah,” katanya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma, mengatakan Dubes Qatar tersebut telah bertemu dengan ITDC selaku pengelola KEK Mandalika.

Rencananya, mereka akan berinvestasi untuk membangun resort di kawasan itu. Di samping Mandalika, Qatar juga tertarik untuk berinvestasi di sektor pariwisata bahari Teluk Saleh dan Samota di Sumbawa.

Selain itu, Qatar juga berwacana untuk berinvestasi di sektor energi terbarukan dan beberapa sektor lainnya. “Artinya kita optimis mudah-mudahan ini bisa menjadi pijakan yang lebih jelas. Ini kan dari Timur Tengah baru sekarang yang benar-benar nampak prospek yang lebih jelas untuk kerja sama,” katanya. (era)

BERSAMA – Dubes Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al Dosari bersama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. (Suara NTB/era)

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Matangkan Pengamanan Kedatangan Pembalap hingga Logistik

0
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Matangkan Pengamanan Kedatangan Pembalap hingga Logistik
Rakor persiapan pengamanan kedatangan logistik, rider, ofisial, serta tamu VVIP di BIZAM Lombok, Kamis (27/8/2026). (Suara NTB/ist)

Praya (EKBIS NTB) – Persiapan pengamanan MotoGP Mandalika 2026 terus dimatangkan Polda NTB. Kali ini, jajaran Polda NTB menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan pengamanan kedatangan logistik, rider, ofisial, serta tamu VVIP di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, Kamis (27/8/2026).

Rakor yang digelar pihak Angkasa Pura di Aula Utama BIZAM tersebut melibatkan seluruh stakeholder terkait, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, hingga berbagai lembaga dan instansi yang memiliki peran dalam mendukung kelancaran kedatangan para peserta dan perlengkapan MotoGP.

Polda NTB dalam kegiatan tersebut diwakili Karoops Polda NTB dan Direktur Pamobvit Polda NTB. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari penguatan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan aspek keamanan dan operasional bandara siap menghadapi peningkatan aktivitas selama rangkaian MotoGP Mandalika 2026.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., mengatakan rakor tersebut memiliki arti penting untuk memastikan seluruh persiapan pengamanan dan operasional di BIZAM berjalan optimal.

“Rapat ini menjadi bagian dari persiapan kita sebagai tuan rumah pelaksanaan event internasional MotoGP yang akan diselenggarakan di wilayah NTB, tepatnya di Sirkuit Mandalika,” ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid.

Dalam Rakor tersebut, masing-masing stakeholder memaparkan hasil evaluasi penyelenggaraan MotoGP pada tahun sebelumnya. Evaluasi tersebut menjadi bahan penting untuk melakukan penyempurnaan pola koordinasi, pelayanan, maupun pengamanan pada pelaksanaan MotoGP 2026.

Pembahasan juga difokuskan pada mekanisme kedatangan dan pergerakan logistik MotoGP, rider, ofisial, serta VVIP sejak tiba di bandara hingga menuju lokasi tujuan. Koordinasi antarpihak dinilai menjadi kunci agar seluruh proses dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Kombes Pol. Mohammad Kholid berharap koordinasi lintas sektoral yang dilakukan sejak jauh hari dapat menghasilkan pola pengamanan dan pelayanan yang semakin baik.

“Kita berharap pertemuan lintas sektoral dalam rangka mempersiapkan kedatangan rider dan ofisial serta proses kedatangan seluruh logistik MotoGP ini membuahkan hasil positif, sehingga dapat memberikan citra baik bagi daerah NTB maupun bagi negara kita,” harapnya.

Polda NTB memastikan koordinasi dengan seluruh stakeholder akan terus dilakukan sebagai bagian dari persiapan Operasi Mandalika Rinjani 2026. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung suksesnya MotoGP Mandalika 2026 sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pihak yang terlibat maupun masyarakat. (r/ham)

Mulud Adat Bayan Masuk Kharisma Event Nusantara

0
Mulud Adat Bayan Masuk Kharisma Event Nusantara
Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal bersama Sekda KLU, Sahabudin, Asisten Deputi Event Daerah pada Kemenpar, Reza Fahlevi, Ketua GOW KLU, RR. Pungky Kusmalahadi Syamsuri, jajaran OPD serta para pemuka adat melihat secara langsung proses pembuatan tenun khas KLU. (Suara NTB/ist)

Tanjung (EKBIS NTB) – Tradisi Mulud (Maulid) Adat yang digelar oleh masyarakat adat Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), dipastikan masuk Kalender Event Nusantara. Tradisi ini tidak hanya bernilai sakral bagi masyarakat adat, tetapi mengandung entitas budaya masyarakat adat KLU serta mampu menarik minat wisatawan.

Peringatan Mulud Adat tahun ini menjadi istimewa karena even ini masuk dalam daftar 125 Kharisma Event Nusantara (KEN) yang ditetapkan Kementerian Pariwisata RI. Perayaan tahun ini dirangkai dengan parade 1000 Jong Bayan. Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal, Kamis (27/8/2026).

Selain istri Gubernur NTB, Mulud Adat Bayan dihadiri pula oleh Sekda KLU, Sahabudin, S.Sos., M.Si., Asisten Deputi Event Daerah pada Kemenpar, Reza Fahlevi, Ketua GOW KLU, RR. Pungky Kusmalahadi Syamsuri, jajaran OPD serta para pemuka adat dan masyarakat.

Sekda KLU, Sahabudin menegaskan bahwa tradisi Mulud Adat Bayan merupakan bukti nyata bahwa agama dan budaya dapat hidup berdampingan serta saling melengkapi dalam kehidupan masyarakat.

Keunikan akulturasi budaya yang terjadi di KLU, di mana adat Sasak lokal berpadu harmonis dengan pengaruh adat Jawa dan Bali, keterbukaan terhadap berbagai elemen budaya  bukan sekadar fenomena seni pertunjukan, melainkan fondasi sosial yang kuat.

“Ini merupakan salah satu modal utama dalam melaksanakan kehidupan bermasyarakat di Bumi Tioq Tata Tunaq Lombok Utara,” terangnya.

Sahabudin mengingatkan bahwa keberadaan adat tidak boleh dipandang sebelah mata. Ia menekankan dua fungsi vital adat bagi masyarakat modern. Pertama, sebagai pedoman moral dalam bertingkah laku; dan kedua, sebagai sarana strategis untuk membentuk serta menguatkan solidaritas antar warga.

“Di tengah dinamika zaman, nilai-nilai adat justru menjadi jangkar yang menjaga kohesi sosial tetap utuh,” ucapnya.

Sekda juga mengapresiasi partisipasi dan kesungguhan masyarakat Adat Bayan dalam penyelenggaraan tradisi ini secara turun temurun dan konsisten. Masuknya Maulid Adat dalam KEN – Kemenparekraf RI, layak diapresiasi tinggi oleh semua pihak.

“Insya Allah, kami akan menjaga dan merawat tradisi ini dengan baik, baik budaya asli yang ada di wilayah ini maupun budaya hasil dari akulturasi,” pungkasnya.

Sementara, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata RI, Reza Fahlevi, menegaskan bahwa penetapan Mulud Adat Bayan sebagai salah satu dari 125 Kharisma Event Nusantara (KEN) membawa tanggung jawab strategis bagi ekosistem pariwisata daerah.

Menurut Reza, status KEN bukan sekadar label prestisius, melainkan instrumen untuk memperkuat ekonomi kreatif dan daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.

Sebuah event budaya tidak boleh berhenti pada kemeriahan seremonial semata, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata yang terukur.

“Ukuran keberhasilan sebuah event bukan hanya seberapa ramai acaranya, namun seberapa besar manfaatnya yang kembali kepada masyarakat. Itulah semangat yang ingin kita bangun dalam kegiatan ini,” tegas Reza.

Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa strategi pengembangan KEN difokuskan pada penciptaan multiplier effect bagi masyarakat setempat, event seperti Mulud Adat Bayan diharapkan menjadi katalisator yang mendorong kunjungan wisatawan, sekaligus membuka peluang kerja dan usaha baru bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi acara.

“Langkah ini merupakan strategi untuk memperkuat ekosistem daerah sekaligus menjadikan kekayaan budaya bangsa Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dan daya tarik pariwisata,” ujarnya.

Dengan demikian, perayaan tradisi sakral di Bayan tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian warisan leluhur, tetapi juga bertransformasi menjadi aset ekonomi yang berkelanjutan. Reza berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan komunitas adat dapat terus dijaga agar Kharisma Event Nusantara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga lokal melalui peningkatan pendapatan dan pemberdayaan usaha mikro.

Sementara, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Sinta M. Iqbal, mengajak seluruh warga NTB, khususnya masyarakat Bayan, untuk bersyukur dan bangga atas pengakuan nasional terhadap tradisi Mulud Adat Bayan yang masuk sebagai salah satu dari 125 Kharisma Event Nusantara.

Ia meyakini, Kalender Kementerian Pariwisata RI akan membantu promosi maupun kehadiran wisatawan untuk datang berkunjung ke Lombok Utara di tahun-tahun mendatang.

“Kita patut bangga karena kegiatan ini masuk dalam event nasional, oleh karena itu, mari kita jaga warisan ini dengan baik supaya tidak termakan zaman,” pintanya.

Sinta berharap Parade Seribu Jong dan Mulud Adat dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana edukasi sekaligus pelestarian identitas. (ari)

Pelaku Wisata Bicara Dusun Adat Sade, Destinasi Vital Sasak Pemikat Wisatawan

0
Pelaku Wisata Bicara Dusun Adat Sade, Destinasi Vital Sasak Pemikat Wisatawan
Kampung Adat Sade sebelum terbakar. Kini, kampung adat ini sudah terbakar dan dalam perencanaan pemerintah untuk membangun kembali.  (Suara NTB/bul)

_Bagi wisatawan, Dusun Adat Sade mungkin hanya terlihat sebagai deretan rumah tradisional dengan lorong-lorong sempit dan aktivitas warga yang masih lekat dengan adat Suku Sasak. Namun bagi pelaku industri pariwisata,  Nusa Tenggara Barat (NTB), Sade jauh lebih dari sekadar destinasi. Sade adalah bagian dari cerita tentang Lombok. Destinasi wisata tradisional, pemikat wisatawan._

SEBANYAK 129 rumah di Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, ludes terbakar,  pada Sabtu, 22 Agustus 2026 malam. Musibah ini menggemparkan, dan sekitar 320 warga terdampak.

Kampung adat itu telah rata dengan tanah. Api mengamuk, lantaran rumah-rumah adat di sini adalah bangunan tradisional beratap ilalang, dan berdinding pagar. Sangat cepat api melalapnya. Ditambah lagi ketiadaan alat-alat pemadam kebakaran untuk menjaga kampung tradisional ini.

Pascakebakaran, seluruh elemen masyarakat bahu-membahu, menyalurkan bantuan. Memulihkan trauma korban. Lembaga-lembaga pemerintah, swasta, hingga organisasi, bupati, Gubernur NTB, Kementerian Pariwisata, hingga Kementerian Kebudayaan pun turut memberi perhatian atas kampung ini.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana Kamis, 27 Agustus 2026 pun turun langsung meninjau puing-puing desa adat yang terbakar ini.

Lantas seberapa strategis Desa Adat Sade di mata para pelaku industri pariwisata NTB?

Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) NTB, Sellywati, mengatakan Sade memiliki pengaruh cukup besar terhadap industri pariwisata NTB. Kampung adat tersebut telah lama menjadi salah satu destinasi yang diperkenalkan dalam berbagai paket perjalanan wisata di Pulau Lombok, NTB.

“Sade bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga salah satu ikon budaya Lombok yang sudah dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara,” katanya.

Menurutnya, dalam paket wisata bertema Sasak maupun perjalanan menuju kawasan selatan Lombok, Sade hampir selalu menjadi bagian dari rute perjalanan.

“Paket Sasak atau tour ke daerah selatan selalu kami masukkan destinasi Desa Sade,” ujarnya.

Selly mengatakan, kekuatan utama Sade terletak pada budaya Sasak yang masih terasa autentik. Wisatawan, terutama wisatawan mancanegara, tidak hanya datang untuk melihat bentuk rumah tradisional. Mereka ingin merasakan kehidupan masyarakat yang masih menjaga tradisi leluhur.

“Yang paling menarik bagi wisatawan mancanegara adalah budaya Sasak yang masih autentik, seperti rumah adat, tradisi, tenun, serta interaksi langsung dengan masyarakat. Sade memberikan pengalaman living culture yang sulit ditemukan di tempat lain,” jelasnya.

Pengalaman semacam itu, menurut Selly, menjadi nilai yang sulit digantikan. Wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat, melihat tradisi yang masih hidup dan mengenal budaya Sasak dari sumbernya secara langsung.

Selain Sade, terdapat Desa Adat Ende yang juga menawarkan kekayaan budaya Sasak. Namun, bagi industri perjalanan wisata, Sade sudah memiliki posisi kuat sebagai salah satu ikon destinasi budaya Lombok. Karena itu, Selly menilai pemulihan Sade pascakebakaran menjadi hal yang mendesak.

Pandangan senada disampaikan Ketua Astindo NTB sekaligus Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Sahlan M. Saleh.

Ia menyebut Sade merupakan salah satu destinasi budaya penting karena menyimpan tradisi Suku Sasak yang telah berlangsung turun-temurun.

“Sade ini adalah salah satu destinasi. Memang bila kita hitung, budaya di Sade termasuk yang cukup tua dari Suku Sasak,” kata Sahlan.

Menurutnya, Sade memiliki posisi yang relatif besar dalam paket perjalanan wisata di NTB. Sahlan mengatakan pelaku industri pariwisata selama ini selalu mengenalkan tradisi dan budaya Sasak kepada wisatawan. Sade menjadi salah satu destinasi yang dinilai paling lengkap dalam menggambarkan kehidupan budaya masyarakat Sasak.

“Kita selalu mengenalkan tradisi dan budaya Sasak yang unik. Desa Sade adalah destinasi yang lengkap menggambarkan budaya Sasak,” katanya.

Terlebih bagi wisatawan yang mengambil paket perjalanan menuju kawasan Kuta, Lombok Tengah. Sade menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang ditawarkan.

“Selalu bila kunjungan ke kawasan Kuta, semua wisatawan menikmati suasana Sade untuk merasakan pengalaman berwisata mengenal budaya Sasak,” ujar Sahlan.

Bagi Sahlan, perhatian besar terhadap Sade setelah kebakaran merupakan sesuatu yang wajar. Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya keberlangsungan sebuah destinasi wisata, tetapi juga keberadaan salah satu simbol budaya Sasak.

Ia menilai semua pihak harus terus bergandengan tangan agar kehidupan masyarakat Sade kembali pulih. “Wajar semua pihak bahu-membahu untuk mengembalikan Desa Sade hidup kembali,” katanya.

Bagi BPPD NTB, menjaga destinasi budaya seperti Sade merupakan bagian penting dalam mempertahankan identitas pariwisata daerah. “Sade sudah menjadi ikon Suku Sasak,” tegasnya.

Desa Adat Sade memiliki keunikan karena bukan sekadar museum terbuka yang dibuat untuk kepentingan wisata. Kawasan ini merupakan permukiman masyarakat Suku Sasak yang masih dihuni dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.

Di tengah masuknya listrik, teknologi komunikasi dan modernisasi, masyarakat tetap mempertahankan bentuk rumah, tata ruang, tradisi dan berbagai nilai adat yang diwariskan dari generasi ke generasi.(bul)

Menabung Sejak Dini 

0
Menabung Sejak Dini 
Hj. Indah Dhamayanti Putri (Suara NTB/ist)

DI tengah kemudahan transaksi digital dan semakin dekatnya generasi muda dengan berbagai produk keuangan berbasis teknologi, membiasakan diri menabung sejak dini menjadi lebih dari sekadar kearifan lama. Bagi Nusa Tenggara Barat, budaya menabung kini menjadi bagian dari investasi karakter sekaligus benteng untuk melindungi generasi muda dari risiko keuangan digital.

Pesan itu mengemuka pada Puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 yang dihadiri sekitar 1.500 pelajar di Gelanggang Pemuda Mataram, Jumat (28/8).

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menegaskan kebiasaan menabung sejak usia dini memiliki arti penting dalam membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian finansial generasi muda. Namun, pendidikan keuangan hari ini juga harus mampu menjawab tantangan baru di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

“Bayangkan, sekitar 6,5 persen kredit macet di Nusa Tenggara Barat berkaitan dengan pinjaman online. Lebih memprihatinkan lagi, PPATK mengungkap lebih dari 103 ribu anak dan remaja di Indonesia telah terhubung dengan transaksi ini. Ini tentu menjadi peringatan bagi kita semua, terutama para orang tua,” tegasnya.

Menurut Wagub, kemudahan teknologi tidak boleh membuat generasi muda tergoda oleh jalan pintas untuk memperoleh uang dan keuntungan tanpa memahami risiko yang menyertainya. Karena itu, pendidikan dan literasi keuangan perlu diperkuat sejak usia sekolah.

“Menabung bukan hanya tentang menyimpan uang. Yang sedang kita bangun adalah kedisiplinan dan kemampuan untuk mengelola diri. Ini adalah bagian dari investasi karakter untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Pemprov NTB, lanjut Wagub, juga memperkuat upaya perlindungan masyarakat melalui regulasi daerah tentang fasilitasi pencegahan dan penanggulangan terhadap pinjaman atau pendanaan berbasis teknologi informasi secara ilegal serta judi online.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat, terutama generasi muda, dalam mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

Sejalan dengan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB terus memperluas literasi dan inklusi keuangan melalui program Kejar atau Satu Rekening Satu Pelajar, termasuk pengembangan Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel).

Kepala OJK Provinsi NTB, Rudi Sulistyo, mengatakan kebiasaan menabung sejak dini merupakan salah satu fondasi penting untuk membangun kesejahteraan finansial generasi mendatang.

“Kita tumbuhkan kebiasaan menabung ini agar adik-adik semua nanti sejahtera. Semoga dengan adanya SimPel ini, adik-adik terbiasa menabung dan lebih sejahtera di kemudian hari,” katanya. (r/ham)

Regenerasi Perajin Tenun

0
Regenerasi Perajin Tenun
Hj. Sinta M. Iqbal (Suara NTB/ist)

KAIN Tenun hasil produksi perajin di sejumlah kabupaten/kota di NTB memiliki keistimewaan, karena kualitas dan nilai jualnya yang tinggi. Saat ini, produk kain tenun masih ditekuni oleh segmen perajin kelompok umur usia lanjut. Seiring berjalannya waktu, keterlibatan generasi muda untuk menjadi seorang penenun dipandang perlu untuk mulai digalakkan oleh pemerintah daerah.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Sinta M. Iqbal, saat menghadiri Parade Jong Bayan sebagai rangkaian Maulid Adat Bayan, Kamis (27/8), menekankan pentingnya upaya regenerasi penenun muda di tingkat daerah. Termasuk di Bayan sendiri, Sinta mendorong keterlibatan pemuda untuk melestarikan tenun sebagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Sinta melihat, kain tenun khas Bayan semakin langka dan sulit ditemukan bahkan di Kota Mataram. Terbatasnya ketersediaan kain tenun ini dinilai dipengaruhi oleh minimnya jumlah produksi harian dari produk hasil kerajinan tangan tersebut.

Sinta melanjutkan, Tenun Bayan memiliki keunikan motif dan filosofi yang tidak dimiliki daerah lain di NTB, sehingga kehilangannya akan menjadi kerugian budaya yang tak tergantikan.

“Kain tenunan dari wilayah ini memiliki keunikan dari daerah lain di Provinsi NTB. Oleh karena itu, saya meminta kepada Pemerintah Lombok Utara, agar di setiap sekolah yang ada di wilayah ini diajarkan kepada siswa-siswinya untuk bertenun, supaya tenun tidak punah,” ujarnya.

Sinta pada kesempatan tersebut, membuka Parade Jong Bayan dari rangkaian Maulid Adat Masyarakat Adat Kecamatan Bayan. Sebelum membuka parade, istri Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal ini, mengajak seluruh warga NTB, khususnya masyarakat Bayan, untuk bersyukur dan bangga atas pengakuan nasional terhadap tradisi.

Masuknya Mulud (Maulid) Adat Bayan sebagai salah satu dari 125 Kharisma Event Nusantara oleh Kementerian Pariwisata RI, dinilai sebagai bukti ketahanan warisan leluhur di tengah arus modernisasi. Event ini dipandang memiliki daya tarik bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

“Kita patut bangga karena kegiatan ini masuk dalam (Kalender) Event Nasional. Oleh karena itu, mari kita jaga warisan ini dengan baik supaya tidak termakan zaman,” ajaknya.

Sinta berharap Parade Seribu Jong dan Mulud Adat dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana edukasi sekaligus pelestarian identitas.

“Keberlanjutan event ini bukan hanya soal pariwisata, tetapi tentang memastikan generasi muda tetap memegang teguh akar budayanya melalui keterampilan menenun yang lestari,” demikian Sinta. (ari)