Beranda blog Halaman 97

Terindikasi Judol73 Warga Desa Tempos Diblokir dari Penerima Bansos

0
Terindikasi Judol73 Warga Desa Tempos Diblokir dari Penerima Bansos
(EKBIS NTB/her) TUNJUKKAN DATA - Kepala Desa Tempos Sudirman (kanan) bersama petugas operator desa, Nurul Hikmayani menunjukkan data penerima bansos yang diblokir karena terindikasi Judol, Senin (31/8/2026).

Giri Menang (EKBIS NTB) – Sebanyak 73 warga Desa Tempos, Kecamatan Labuapi Lombok Barat (Lobar) terindikasi judi online (judol) diblokir sebagai penerima bantuan sosial (Bansos).

Pihak desa pun tak tinggal diam, tetapi mengklarifikasi warga tersebut bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Terlebih informasinya, ada yang tidak tahu handphone, KTP, atau rekeningnya dipakai oleh anggota keluarga untuk keperluan ilegal tersebut.


Kepala Desa Tempos, Sudirman, S.H., M.M., mengatakan, pihaknya memperoleh data dari pendamping Dinas Sosial dan PPPA bahwa warganya diblokir sebagai penerima Bansos. “Diblokir 73 warga kami sebagai penerima Bansos PKH, sembako BPNT, karena terindikasi judi online, terindikasi ini,” kata Sudirman, Senin (31/8/2026).


Pihak desa pun diminta menindaklanjuti melalui berita acara klarifikasi dan pernyataan puluhan warga tersebut. Pihaknya pun mengumpulkan warga untuk kesiapan dihapus dari data penerima Bansos. Pihaknya juga meminta warga membuat surat pernyataan tidak mengulangi praktek tersebut. Namun, pihaknya lebih dulu berupaya memangil warga terkait persoalan ini.


Sebab dari informasi warga yang datang mengklarifikasi ke kantor desa, bahwa bersangkutan tidak tahu kalau KTP atau dokumen lainnya dipakai oleh anggota keluarganya untuk keperluan judol tersebut. “Entah anaknya, cucunya yang pinjam atau pakai HP sehingga kena (terdeksi judol), sementara KPM (Keluarga Penerima Manfaat) sendiri kadang-kadang ada yang tidak tahu, bahwa dia tahu-tahu terblokir,” jelasnya.


Hal ini menjadi perhatiannya, sehingga pihaknya memanggil para Kepala Dusun (Kadus) untuk memberikan atensi pada warganya tersebut. Sebab desa tidak mungkin serta-merta mengeluarkan mereka, karena warga adalah tanggung jawab desa.


“Sehingga kalau belum ada pernyataan dari bersangkutan kami juga tidak berani, kami klarifikasi ke warga. Kalau dia berani, kita buatkan surat pernyataan, kalau mengulangi lagi ya kami tidak bisa membuatkan berita acara klarifikasi,” tegasnya.


Rencananya Rabu (2/9/2026) nanti, pihaknya mengundang pendamping dan Dinsos untuk membahas persoalan ini. Hal ini agar warga tahu apa penyebab mereka diblokir. “Karena tahunya warga ini kok saya diblokir, permasalahannya mereka tidak tahu. Itu makanya kami panggil, supaya mereka dengar langsung dari pihak Dinas atau OPD terkait,” kata dia.


Warga juga perlu mengetahui dan mendengar langsung dari OPD terkait hal tersebut, sebab jangan sampai mereka beranggapan bahwa desa yang ujuk-ujuk melakukan hal tesebut. “Karena nanti kita saja yang kena sasaran dari masyarakat, kalau kita tidak mengundang para pihak biar klarifikasi, kenapa datanya diblokir,” tegasnya. (her)

Pemborong KMP di Mataram Diduga Kabur

0
Pemborong KMP di Mataram Diduga Kabur
KMP - Kondisi bangunan KMP di Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan pada Senin (31/8/2026). (EKBIS NTB/pan)

Mataram (EKBIS NTB) – Pembangunan kantor dan gerai Koperasi Merah Putih (KMP) di Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, telah mencapai sekitar 90 persen. Namun, penyelesaian pembangunan tersebut terkendala karena pemborong yang mengerjakan proyek diduga meninggalkan pekerjaan sejak sekitar tiga bulan terakhir.

Lurah Ampenan Utara, Budi Wahyudin, mengataka

n progres pembangunan kantor dan gerai KMP sebenarnya sudah mencapai sekitar 90 persen. Persoalan muncul setelah pemborong yang mengerjakan proyek tersebut tidak lagi melanjutkan pekerjaannya.

“Pemborongnya kayaknya sudah lari, kabur tidak jelas. Tapi langsung turun tangan dari Kodim untuk melanjutkan pengerjaan,” ujarnya (31/8).

Menurutnya, setelah pemborong meninggalkan pekerjaan, pihak Kodim Mataram turun tangan untuk melanjutkan pembangunan. Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan kantor dan gerai KMP tetap berjalan hingga selesai.

Meski demikian, Budi mengakui pengerjaan oleh personel Kodim belum dapat dilakukan secara maksimal. Sebab, pembangunan konstruksi bukan merupakan bidang utama pihak yang kini membantu menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Sementara ini Kodim turun tangan. Cuma karena memang Kodim yang turun tangan, jadi tidak maksimal,” jelasnya.

Budi mengatakan, pemborong sudah hampir tiga bulan tidak terlihat di lokasi pembangunan. Pengerjaan saat ini hanya dilanjutkan oleh beberapa orang tenaga kerja yang dikerahkan atas permintaan pihak Kodim.

Dengan keterbatasan tenaga kerja tersebut, proses pembangunan berjalan lebih lambat dan dinilai belum maksimal. Kendati demikian, pihak Kodim tetap berupaya melanjutkan pembangunan dengan segala keterbatasan yang ada.

Budi mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan yang menyebabkan pemborong meninggalkan pekerjaan tersebut. Sebelumnya, pekerjaan pembangunan sempat berjalan cukup cepat karena dikerjakan oleh pemborong.

“Dulu mereka borong, jadi cepat dikerjakan. Cuma begitu ada persoalan, tiba-tiba mereka hilang,” ungkapnya.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap aktivitas pelayanan di Kantor Kelurahan Ampenan Utara. Sejumlah material pembangunan masih berada di sekitar kantor, bahkan sebagian berserakan di halaman sehingga mengganggu aktivitas pelayanan masyarakat.

Selain pelayanan publik, kondisi tersebut juga berdampak terhadap aktivitas usaha yang telah dijalankan pengurus KMP. Untuk sementara, pengurus koperasi masih menjalankan kegiatan dari sekretariat sementara karena kantor dan gerai yang baru belum dapat ditempati.

“Pelayanan publik terganggu karena halaman masih kotor, dan juga berpengaruh terhadap usaha KMP yang sudah berjalan,” pungkasnya.

Budi berharap pembangunan kantor dan gerai KMP tersebut dapat segera diselesaikan sehingga bisa segera ditempati. Dengan demikian, aktivitas pelayanan publik di Kelurahan Ampenan Utara tidak lagi terganggu oleh material dan proses pembangunan.

Ia juga berharap apabila pemborong yang mengerjakan proyek tersebut memang mengalami persoalan, dapat segera dicarikan solusi, termasuk mempertimbangkan penggantian pemborong agar pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu. (pan)

Dukung Pembebasan Denda PBB

0
Dukung Pembebasan Denda PBB
(EKBIS NTB/dok) IGB Hari Sudana Putra

ANGGOTA Komisi II DPRD Kota Mataram, IGB Hari Sudana Putra, SE., mendukung kebijakan Pemkot Mataram yang membebaskan denda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi masyarakat. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi stimulus agar wajib pajak segera menyelesaikan kewajibannya.

Gus Arik, sapaan akrabnya, menilai, tunggakan PBB tidak selalu disebabkan oleh kelalaian masyarakat dalam membayar pajak. Menurutnya, terdapat kondisi tertentu yang membuat masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kewajiban pajaknya, termasuk ketika aset yang dimiliki tidak memberikan penghasilan.

“Saya setuju karena pembayaran pajak kendaraan saja dibebaskan dendanya oleh Pemprov. Mungkin tidak hanya faktor teledornya masyarakat dalam membayar, namun ada hal yang krusial yang menyebabkan,” ujarnya kepada Suara NTB di Mataram kemarin.

Ia mencontohkan masyarakat yang memiliki lahan cukup luas, tetapi lahan tersebut belum menghasilkan pendapatan. Kondisi itu, kata dia, dapat terjadi pada tanah warisan yang dimiliki masyarakat, sementara pemiliknya tidak memiliki penghasilan tetap.

Karena itu, kebijakan penghapusan denda PBB dinilai sebagai bentuk keringanan yang perlu dimanfaatkan masyarakat. Namun, Hari menekankan pentingnya pemerintah memperkuat penyebarluasan informasi agar kebijakan tersebut benar-benar diketahui hingga tingkat lingkungan.

Ia berharap seluruh stakeholder pemerintahan dapat bergerak bersama menyosialisasikan program tersebut melalui kepala lingkungan (kaling) dan perangkat kelurahan di masing-masing wilayah.

“Saya optimistis dengan catatan stakeholder pemerintahan menyebarluaskan informasi ini secara masif melalui Kaling dan perangkat kelurahan masing-masing. Tentu kita saling membantu menginformasikan antar sesama kelompok dan komunitas masyarakat,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Di sisi lain, Gus Arik menilai evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan tetap harus dilakukan. DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat juga memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi tersebut kepada konstituen agar masyarakat tidak melewatkan kesempatan memperoleh keringanan.

“Kita tetap melakukan evaluasi, namun tentu kita juga sebagai wakil rakyat mesti menginformasikan kepada konstituen kita bahwa adanya keringanan pajak yang mesti dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kesempatan yang ada,” ujar anggota dewan dari Dapil Cakranegara ini.

Untuk mendukung percepatan penerimaan PBB, Gus Arik menilai pemberian insentif bagi juru pungut pajak masih relevan dan efektif. Insentif tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi petugas dalam melakukan penagihan sekaligus membantu masyarakat menyelesaikan kewajibannya.

Ia juga membuka peluang perpanjangan masa pembebasan denda apabila hasil evaluasi menunjukkan masih diperlukan tambahan waktu. Secara pribadi, Hari menyatakan setuju jika kebijakan tersebut diperpanjang hingga akhir tahun dengan tetap disertai evaluasi lanjutan.

“Apabila diperlukan tambahan waktu, saya rasa saya pribadi setuju hingga akhir tahun sembari melakukan evaluasi lanjutan,” pungkasnya. (fit)

NTB Bidik Kapal Pesiar Singapura, Gili Mas Disiapkan Jadi Hub Cruise Dunia

0
NTB Bidik Kapal Pesiar Singapura, Gili Mas Disiapkan Jadi Hub Cruise Dunia

Mataram (Ekbis NTB)– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memperkuat strategi pengembangan wisata kapal pesiar (cruise tourism) dengan membidik pasar kapal pesiar yang berangkat dari Singapura.


Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan Pemprov NTB dengan Singapore Tourism Board (STB) di Prime Park Hotel, Mataram, Senin (31/8/2026).


Pertemuan tersebut dihadiri Asisten II Pemprov NTB HL Faozal dan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Helmi Rahman. Dari pihak Singapura hadir sekitar 10 orang perwakilan.


Berbeda dari sekadar membidik wisatawan Singapura yang datang melalui jalur penerbangan, NTB melihat peluang yang lebih besar melalui kunjungan kapal pesiar dari Singapura menuju Lombok.


Skema tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi yang luas bagi industri pariwisata NTB. Setiap kapal pesiar yang singgah membawa ratusan hingga ribuan wisatawan yang berpotensi membelanjakan uangnya untuk transportasi, kuliner, belanja oleh-oleh, kerajinan, pemandu wisata hingga kunjungan ke berbagai destinasi.


Untuk menangkap peluang tersebut, Pemprov NTB mendorong pengembangan Gili Mas sebagai pelabuhan penerima kapal pesiar dari berbagai negara.


Pengembangan Gili Mas tidak hanya menyangkut kesiapan dermaga, tetapi juga keseluruhan pengalaman wisatawan sejak turun dari kapal hingga kembali ke kapal.


Salah satu perhatian utama adalah akses dari kapal menuju ruang tunggu atau terminal penumpang yang harus dibuat representatif, nyaman dan memiliki standar pelayanan yang baik.


Ruang tunggu juga diharapkan dilengkapi fasilitas yang memadai sehingga wisatawan kapal pesiar memperoleh pengalaman pertama yang positif ketika tiba di Lombok.


Aspek lain yang tidak kalah penting adalah penataan transportasi bagi wisatawan.


Pemda perlu menyiapkan sistem transportasi pendukung yang tertata, termasuk bagi wisatawan yang ingin mencari atau memilih transportasi sendiri untuk mengunjungi destinasi di Lombok.


Dengan sistem yang baik, wisatawan tidak hanya merasa aman dan nyaman, tetapi juga memiliki pilihan untuk menikmati berbagai destinasi sesuai waktu yang tersedia selama kapal bersandar di Gili Mas.

Hal ini sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal, seperti operator transportasi, travel agent, pemandu wisata, restoran, UMKM, pusat oleh-oleh dan pelaku ekonomi kreatif.


Pengembangan wisata kapal pesiar juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan melayani wisatawan internasional.


Karena itu, peningkatan kapasitas SDM pariwisata di sekitar kawasan Gili Mas menjadi bagian penting dari strategi pengembangan cruise tourism NTB.


SDM tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bahasa asing, tetapi juga memahami hospitality, pelayanan wisatawan, keamanan, transaksi, informasi destinasi serta karakter wisatawan kapal pesiar.


Dengan demikian, kedatangan kapal pesiar diharapkan memberikan multiplier effect bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal, bukan sekadar menjadikan Gili Mas sebagai tempat kapal bersandar.


Kerja sama dengan STB menjadi pintu masuk untuk membangun konektivitas dan promosi wisata kapal pesiar yang lebih kuat antara Singapura dan Lombok.


Singapura sendiri memiliki posisi strategis dalam jaringan pelayaran kapal pesiar di kawasan Asia. Karena itu, NTB melihat peluang untuk menjadikan Lombok sebagai salah satu destinasi yang masuk dalam rute perjalanan kapal pesiar internasional.


Strategi tersebut juga sejalan dengan upaya NTB memperluas pasar pariwisata mancanegara. Wisatawan yang datang melalui kapal pesiar dapat diarahkan untuk menikmati berbagai pengalaman wisata Lombok, mulai dari wisata alam, budaya, kuliner, kerajinan hingga destinasi unggulan lainnya.


Ke depan, keberhasilan pengembangan wisata kapal pesiar di Gili Mas akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, kualitas pelayanan, konektivitas transportasi dan kemampuan SDM dalam memberikan pengalaman wisata berkelas internasional.(bul)

Intervensi Kemiskinan EkstremPemkab Sumbawa Mulai Distribusikan Bibit

0
Intervensi Kemiskinan EkstremPemkab Sumbawa Mulai Distribusikan Bibit
"Kalau kita kasih barang maka akan habis termasuk uang, polanya mereka harus berusaha dulu baru mendapatkan hasil dari apa yang dilakukan. Kami juga akan tetap memantau pelaksanaan program agar tidak menimbulkan persoalan kemudian hari," ujarnya. (ils) (Suara NTB/dok) Dwi Rahayu Ratih Wulandari

Sumbawa Besar (EKBIS NTB)– Pemkab Sumbawa mulai mendistribusikan bibit untuk mengintervensi masyarakat yang berada di desil 1 dan 2 kemiskinan ekstrem. Bibit berupa sayur yang bernilai ekonomis itu diharapkan bisa menjadi pelecut ketangguhan ekonomi keluarga.


“Bibitnya sudah mulai kita distribusikan ke sasaran utama sebanyak 1.000 kepala keluarga (KK) khususnya kepada perempuan sebagai bentuk program pemberdayaan,” kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dwi Rahayu Ratih Wulandari pekan kemarin.


Ia melanjutkan, pola pemberdayaan perempuan tersebut dilakukan untuk menekan banyaknya perempuan Sumbawa menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). Program ini menyasar perempuan sehingga mereka tidak perlu ke luar rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Ia menegaskan, pola program ini bukan pemberian uang secara langsung dan bukan barang yang langsung dijual. Tetapi berupa bibit ikan, sayuran, obat-obatan untuk menjaga ketahanan bagi mereka yang berada di posisi kemiskinan ekstrem.
“Pola itu kami lakukan sehingga ketahanan pangan mereka terjamin, gizi terjamin syukur-syukur ini bisa berisisan langsung dengan stunting. Ketika mereka sakit maka akan ada obat yang diberikan,” ucapnya.


Program ini juga dihajatkan untuk merubah mindset bagi masyarakat yang berada pada kategori kemiskinan ekstrem. Jika mereka mendapatkan hasil lebih dari program tersebut, maka akan dijual ke sejumlah pasar termasuk meningkatkan ekonomi bagi mereka.
Dwi meyakinkan, pola pendampingan juga akan dilakukan pemerintah sehingga pelaksanaan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bahkan di dalam pelaksanaan, pihaknya bekerja sama dengan akademisi, UNSA, UTS, dan Stikes Griya Husada untuk melakukan pendistribusian dan pengawasan di lapangan. (ils)

Retrument Pegawai PT AMMAN, Disnakertrans Antisipasi “Penumpang Gelap”

0
Retrument Pegawai PT AMMAN, Disnakertrans Antisipasi "Penumpang Gelap"
Khaeruddin. (Suara NTB/ils)

Sumbawa Besar (EKBIS NTB)-Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, tengah menyiapkan aplikasi khusus bagi calon tenaga kerja. Aplikasi ini disiapkan untuk menekan munculnya “penumpang gelap” bermodus numpang Kartu Keluarga (KK) jelang rekrutmen PT Amman.

“Sekarang kan beberapa kecamatan sudah masuk data pemuda pencari kerja,makanya kita siapkan aplikasi khusus. Aplikasi ini nanti akan menjaring masyarakat di lingkar tambang dan diluar sebagai bentuk persiapan pemerintah,” kata Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Sumbawa, H. Khaeruddin pekan kemarin.

Persiapan basis data tenaga kerja tersebut, dilakukan pemerintah untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat lokal Kabupaten Sumbawa. Hal ini juga menjadi atensi untuk menekan munculnya warga dari luar daerah yang menumpang di KK masyarakat lokal Sumbawa untuk mendapatkan pekerjaan.

“Persiapan ini kami lakukan,karena kita belajar dari rekrutmen tenaga kerja di Sumbawa Barat saat proyek smelter dan PT Mac Mahon. Hasil informasi yang kita terima banyak masyarakat luar yang numpang KK,” ujarnya.

Tentu untuk proses pemadanan data nantinya, pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Hal itu dilakukan untuk memastikan data pencari kerja yang diterima merupakan masyarakat Sumbawa termasuk menelusuri identitas keluarganya.

“Sebenarnya proses pendataan pencari kerja ini sudah telat, karena proyek tambang Elang Dodo rencananya tahun 2030. Kami segera melakukan kordinasi lebih lanjut bersama leading sektor terkait,” ucapnya.

Ia berharap kepada masyarakat yang memiliki KTP Sumbawa untuk masuk ke aplikasi yang akan disiapkan pemerintah. Termasuk mengunggah CV (curriculum vitae) dan data pribadi. Sistem tersebut akan melacak kebenaran atas data yang disampaikan.

Pemerintah juga akan melakukan pemetaan lebih lanjut terkait wilayah yang masuk lingkar tambang. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat yang memasukkan data ke aplikasi hanya mengaku masyarakat lingkar tambang. Sementara, hasil pemadanan data dari Dukcapil ternyata mereka bukan wilayah lingkar tambang.

“Kita akan pastikan dulu mana wilayah yang masuk lingkar tambang, sehingga kita mudah melakukan pemilahan data nantinya. Makanya kita gandeng Disdukcapil untuk memastikan kebenaran data,” terangnya.

Disinggung terkait kebutuhan tenaga jelang proyek PT Amman di Elang Dodo Rinti, ia menyebutkan estimasinya sekitar 15.000 tenaga kerja. Data ini juga masih akan dilakukan verifikasi lebih lanjut ke perusahaan. Menurutnya,menjadi titik tekan pemerintah bahwa masyarakat lokal harus mendapatkan tempat di proyek tersebut.

“Kalau untuk kebutuhan tebaga kerja di perusahaan itu sifatnya dinamis. Tetapi kami akan mulai memetakan tenaga kerja lokal kita lebih dulu untuk memastikan mereka mendapat tempat di perusahaan,” ujarnya. (ils)

Festival Sangiang Api Resmi Dibuka, Targetkan Tembus KEN 2027

0
Festival Sangiang Api Resmi Dibuka, Targetkan Tembus KEN 2027

Bima (EKBIS NTB) – Festival Sangiang Api resmi dibuka di Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan budaya dan pariwisata yang mengangkat potensi alam, tradisi, serta kehidupan masyarakat pesisir tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima.

Pembukaan Festival Sangiang Api berlangsung meriah dan dihadiri oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat, pelaku pariwisata, pemuda, masyarakat setempat, serta para peserta lomba sampan layar.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sangiang, Arasid H. Imaran menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Sangiang Api. Menurutnya, festival ini bukan hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya Desa Sangiang kepada masyarakat luas.

Ia berharap Festival Sangiang Api dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan terus dikembangkan menjadi agenda wisata yang semakin dikenal, baik di tingkat Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, maupun secara nasional.

“Harapan kami, Festival Sangiang Api ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi agenda tahunan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkenalkan budaya dan potensi wisata Sangiang, serta membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan pariwisata,” ujarnya.

Khusus untuk lomba sampan layar Sangiang, Kepala Desa berharap kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas masyarakat pesisir Sangiang. Selain menjadi tontonan yang menarik bagi wisatawan, lomba ini juga dinilai memiliki nilai budaya dan tradisi yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar penyelenggaraan lomba sampan layar ke depan dapat semakin profesional, dengan jumlah peserta yang lebih banyak dan menjangkau daerah-daerah lain, sehingga mampu menjadi salah satu daya tarik utama Festival Sangiang Api.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhamad Akbar, S.P., M.Si dalam sambutannya menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan Festival Sangiang Api. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki potensi besar dalam memperkuat promosi destinasi wisata sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam sektor pariwisata.

Kadis Pariwisata juga menyampaikan harapan agar Festival Sangiang Api dapat terus dikembangkan dari tahun ke tahun dengan konsep yang semakin kuat, sehingga memiliki daya saing dan layak dipromosikan pada tingkat yang lebih luas.

Ia menyatakan akan mengupayakan agar Festival Sangiang Api dapat masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN). Untuk menuju ke arah tersebut, penyelenggaraan festival diharapkan terus dibenahi, baik dari sisi konsep, atraksi budaya, kalender kegiatan, pengelolaan event, maupun promosi.

“Festival ini memiliki potensi. Pemerintah daerah akan terus mendorong dan mengupayakan agar ke depan Festival Sangiang Api dapat masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Tentunya diperlukan persiapan dan pengembangan yang konsisten agar festival ini semakin berkualitas dan memiliki daya tarik yang kuat,” ungkapnya.

Salah satu atraksi yang paling dinantikan dalam rangkaian Festival Sangiang Api adalah Parade Sampan Layar. Puluhan sampan layar turut memeriahkan kegiatan dengan mengambil garis start di wilayah Pulau Sangiang, kemudian bergerak menuju Sangiang Darat.

Parade tersebut menghadirkan pemandangan khas pesisir yang memadukan keindahan laut dengan warna-warni layar sampan. Masyarakat dan pengunjung pun antusias menyaksikan iring-iringan sampan layar yang menjadi salah satu ikon dalam rangkaian festival.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, parade dan lomba sampan layar diharapkan dapat menjadi atraksi wisata unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang dan menikmati keindahan Pulau Sangiang serta kehidupan masyarakat pesisirnya.

Pembukaan Festival Sangiang Api tahun ini menjadi momentum penting bagi masyarakat dan Pemerintah Desa Sangiang untuk memperkuat komitmen dalam mengembangkan potensi wisata berbasis budaya dan masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah, masyarakat, pemuda, serta pelaku pariwisata, Festival Sangiang Api diharapkan dapat tumbuh menjadi event wisata unggulan Kabupaten Bima sekaligus menjadi pintu masuk bagi semakin luasnya promosi destinasi Sangiang ke tingkat nasional. (r)

Tinggi, Animo Jadi “Volunteer” MotoGP Mandalika 2026

0
Tinggi, Animo Jadi “Volunteer” MotoGP Mandalika 2026
Para pelamar calon volunteer ajang MotoGP Mandalika tengah menjalani sesi wawancara. Animo untuk menjadi volunteer MotoGP Mandalika tahun ini cukup tinggi. (Suara NTB/ist)

Praya (EKBIS NTB) – Animo masyarakat untuk menjadi volunteer di ajang MotoGP Mandalika 2026 ini menujukkan peningkatan yang cukup signifikan. Hal itu bisa dilihat dari banyak pendaftar yang sudah mengajukan lamaran untuk mengisi berbagai posisi yang tersedia di penyelenggaraan MotoGP Mandalika mendatang. Dengan latar belakang pendaftar cukup beragam. Dari mahasiswa, profesional muda hingga ibu rumah tangga.

Human Capital & General Affair Manager Mandalika Grand Prix Accociation (MGPA) Nurjanah Firdaus Dewi dalam keteranganya, Sabtu (29/8), mengungkapkan, sejak rekrutmen volunteer dibuka pada 24 Agustus 2026 lalu, total ada 2.500 lebih orang pendaftar. Dengan pendaftar dari Lombok Tengah (Loteng) paling mendominasi.

“Sekitar 60 persen pendaftar untuk menjadi volunteer MotoGP Mandalika itu dari Loteng. Sisanya tersebar dari Kota Mataram, Lombok Barat (Lobar) dan ada juga dari luar daerah (NTB),” sebutnya.

Beberapa posisi yang diincar mulai dari keamanan, kontrol keramaian, hospitality, marshal hingga ticketing. Dalam hal ini semua pendaftar harus melalui proses wawancara awal serta seleksi ketat berbasis pengalaman, kualifikasi teknis serta keramahan. Bahkan untuk posisi hospitality, ketentuannya tidak sekadar murah senyum serta ramah. Tapi juga harus rapi dan bersih.

Dewi menjelaskan, tingginya animo masyarakat untuk menjadi volunteer di ajang MotoGP Mandalika membuat pihaknya sempat kewalahan melakukan proses interview. Pasalnya, dalam sehari jumlah pelamar yang mengajukan lamaran melebihi angka rata-rata pada tahun sebelumnya.

Di mana tahun sebelumnya dalam sehari pelamar yang mengajukan lamaran sekitar 400 orang. Tapi tahun ini jauh lebih tinggi. Bahkan di hari pertama wawancara, pelamar membludak mencapai hingga 1.140 orang. Hingga membuat MGPA mengatur ulang alur antrean dan menyediakan ruang tunggu (holding room) bagi para pelamar.

Ia menjelaskan, rekrutmen menjadi volunteer MotoGP Mandalika memang terbuka bagi semua kalangan. Tidak hanya bagi masyarakat Loteng saja. Tetapi juga bagi masyarakat dari luar daerah. Hanya saja, masyarakat dalam daerah tetap mendapat prioritas. “Pelamar dari dalam daerah tetap kita utamakan,” tegas Dewi.

Sejumlah pelamar mengaku keinginan untuk memperoleh pengalaman menjadi bagian dari ajang internasional menjadi alasan utama ikut dalam seleksi volunteer MotoGP Mandalika. Banyak diantaranya yang sebelumnya bahkan sudah pernah terlibat di beberapa ajang yang diselenggarakan di Sirkuit Internasional Mandalika.

Namun menjadi bagian dari penyelenggaraan MotoGP tetaplah menjadi kesempatan yang tidak ingin dilepas begitu saja. “Saya senang bertemu banyak orang dan mencari pengalaman,” aku Intan Karina Lestari, salah satu pelamar. (kir)

Ekonom Unram: Momentum Emas Ekonomi NTB Harus Dijaga

0
Ekonom Unram: Momentum Emas Ekonomi NTB Harus Dijaga
Kepala Diskominfotik NTB H. Ahsanul Khalik dan ekonom Universitas Mataram, H. Iwan Harsono. (Suara NTB/ist)

Mataram (EKBIS NTB) – Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang berada dalam momentum ekonomi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, investasi yang meningkat, aktivitas pariwisata yang bergerak, serta tingkat pengangguran yang relatif rendah menjadi capaian yang patut diapresiasi sekaligus dijaga. Tantangannya kini adalah memastikan momentum tersebut tidak berhenti sebagai angka, tetapi menjelma menjadi kesejahteraan yang semakin luas bagi masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan ekonom Universitas Mataram, Dr. H. Iwan Harsono, S.E., M.Ec., dalam diskusi bersama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, di Mataram, Jumat (29/8).

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram itu menilai berbagai indikator ekonomi NTB menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan modal penting bagi daerah untuk memperkuat fundamental ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Capaian itu tercermin dalam kinerja pertumbuhan ekonomi NTB. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi NTB tumbuh 13,64 persen pada triwulan I 2026 dan tetap tumbuh 7,41 persen pada triwulan II 2026. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi NTB pada semester I 2026 mencapai 10,42 persen.

Bagi Iwan, capaian tersebut merupakan momentum penting yang harus dipertahankan.

“NTB sedang memiliki momentum ekonomi yang sangat baik. Ini tentu harus kita apresiasi dan dijaga. Tetapi keberhasilan itu jangan berhenti pada angka pertumbuhan,” ujarnya.

Menurut Iwan, ukuran keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya melihat seberapa tinggi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana pertumbuhan tersebut diterjemahkan menjadi peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja berkualitas, pengurangan kemiskinan, dan penurunan ketimpangan.

Karena itu, NTB perlu menjaga keseimbangan antara high growth dan inclusive growth. Pertumbuhan yang tinggi harus sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk menjadi pelaku dan penerima manfaat pembangunan.

Salah satu peluang terbesar berada pada investasi. Iwan menilai meningkatnya investasi harus diikuti keterkaitan yang kuat dengan ekonomi lokal agar dampaknya tidak berhenti pada besarnya modal yang masuk.

“Investasi besar harus mempunyai linkage yang kuat dengan ekonomi lokal. Tenaga kerja lokal, UMKM, pemasok lokal dan pelaku usaha daerah harus masuk dalam rantai nilai investasi,” katanya.

Penguatan keterkaitan tersebut juga penting untuk mencegah economic leakage, terutama dalam sektor pariwisata dan investasi berskala besar. Tingginya kunjungan wisatawan atau aktivitas usaha belum otomatis menghasilkan manfaat maksimal apabila kebutuhan pangan, barang konsumsi, tenaga profesional dan berbagai input usaha masih banyak dipasok dari luar daerah.

“Semakin kuat rantai pasok lokal, semakin besar nilai tambah yang tinggal dan berputar di NTB,” ujarnya.

Menurut Iwan, momentum pertumbuhan saat ini juga harus digunakan untuk memperkuat struktur ekonomi daerah. Ketergantungan yang terlalu besar pada satu sektor dapat membuat perekonomian rentan terhadap perubahan harga dan kondisi global.

Karena itu, pertanian bernilai tambah, agroindustri, pariwisata berkualitas, UMKM, ekonomi kreatif dan hilirisasi perlu terus diperkuat sebagai bagian dari diversifikasi ekonomi NTB.

Dalam konteks hilirisasi, ia menekankan agar proses penciptaan nilai tambah dilakukan sedekat mungkin dengan sumber daya dan masyarakat daerah.

“Hilirisasi jangan hanya berarti sumber dayanya berasal dari NTB. Nilai tambah, teknologi, industri turunannya, kesempatan kerja dan kapasitas ekonominya juga harus semakin banyak berada di NTB,” tegasnya.

Iwan juga melihat pertumbuhan ekonomi dan investasi sebagai peluang untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah. Berkembangnya aktivitas ekonomi semestinya memperluas basis Pendapatan Asli Daerah secara sehat, tanpa membebani masyarakat maupun dunia usaha secara berlebihan.

Namun, seluruh agenda tersebut membutuhkan fondasi sumber daya manusia yang kuat. NTB, menurut Iwan, harus memastikan masyarakat lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi yang sedang tumbuh.

“Jangan sampai NTB hanya menjadi lokasi investasi, sementara masyarakat NTB tidak menjadi pelaku utama dan penerima manfaatnya,” katanya.

Karena itu, pendidikan, keterampilan, sertifikasi tenaga kerja, produktivitas, dan kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan investasi dan ekonomi daerah.

Iwan menegaskan, momentum ekonomi yang sedang berlangsung bukanlah titik akhir. Capaian tersebut justru menjadi kesempatan untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih produktif, inklusif, beragam dan tahan terhadap guncangan.

Pertumbuhan tinggi hari ini, kata dia, harus menjadi pijakan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas pada masa mendatang.

Dengan demikian, keberhasilan ekonomi NTB ke depan tidak cukup diukur dari besarnya angka pertumbuhan dan investasi. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh momentum tersebut mampu memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM dan rantai pasok lokal, meningkatkan kapasitas fiskal, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan, serta memastikan semakin banyak nilai tambah ekonomi tinggal dan berputar di NTB.

Momentum ekonomi NTB hari ini adalah capaian yang patut dijaga. Tantangan berikutnya adalah mengubah capaian itu menjadi fondasi yang semakin kuat, agar pertumbuhan tidak hanya tercatat dalam statistik, tetapi hadir dalam pendapatan yang meningkat, kesempatan kerja yang lebih luas, usaha lokal yang semakin kuat, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat NTB. (r/ham)

MotoGP Mandalika 2026, Judika, Tipe X, dan Sejumlah Artis DIjadwalkan Hibur Penonton

0
MotoGP Mandalika 2026, Judika, Tipe X, dan Sejumlah Artis DIjadwalkan Hibur Penonton
BALAPAN - Aksi balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika tahun 2025 lalu. Pada event MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika, sejumlah artis nasional akan tampil menghibur penonton. (Suara NTB/TheMandalikaGP.com)

Praya (EKBIS NTB) – Ajang balapan MotoGP Mandalika yang akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 mendatang tidak hanya menyajikan aksi balapan para pembalap dunia. Tetapi juga menyediakan panggung bagi para artis nasional. Sejumlah artis dan penyanyi nasional bakal tampil menghibur para penonton MotoGP yang hadir selama tiga hari balapan.

Di antaranya, Judika, Happy Asmara, Juicy Luicy hingga grup band Tipe X. “Kehadiran artis nasional ini menjadi satu dari empat hal baru yang disiapkan di ajang MotoGP Mandalika 2026,” ungkap Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy R. Warokka, dalam keterangannya, Sabtu (29/8).

Kehadiran para artis papas atas Indonesia tersebut, ujarnya, diharapkan bisa memberikan pengalaman menonton yang berbeda bagi para penonton MotoGP. Di mana penonton tidak hanya dihibur oleh aksi para pembalap dunia di lintasan Sirkuit Internasional Mandalika saja. Tetapi juga bisa menikmati aksi panggung para artis nasional.

Hal baru lainnya yang disiapkan lanjut Troy yakni penyiapan area camping ground di kawasan The Mandalika. Keberadaan camping ground tersebut diharapkan bisa menjawab tingginya kebutuhan akan akomodasi terutama penginapan selama ajang MotoGP Mandalika yang terjangkau namun tetap nyaman. 

ITDC saat ini sudah menyiapkan dua lokasi camping ground di dalam kawasan The Mandalika. Dengan 200 sampai 300 tenda di dalamnya. Masing-masing di area sekitar Pullman Hotel serta kawasan Pantai Kuta.

Untuk fasilitas di dalam sirkuit sendiri juga akan dibangun Sirkuit Lounge guna memberikan kenyamanan bagi para penonton yang ingin menonton balapan dengan suasana yang nyaman. “Hal baru lainnya, ITDC akan menambah jumlah UMKM yang terlibat serta menghidupkan event Mandalika Street Food Festival yang sebelumnya pernah dilauncing Gubernur NTB,” imbuh Troy.

Penambahan-penambahan tersebut lanjut diharapkan bisa mendukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika tahun ini menjadi lebih baik, lebih semarak dan tentunya lebih ramai. Karena semakin banyak elemen yang terlibat dengan target penonton di atas 145 ribu orang.  (kir)