Thursday, April 23, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 96

Adira Finance Resmikan “Grha Adira” di Denpasar, Perkuat Jaringan Bali-Nusa Tenggara Pasca Transformasi Besar

0
Adira Finance Resmikan Grha Adira di Denpasar, Perkuat Operasional Wilayah BNT dalam Semangat “Langkah Baru Bersama Sahabat”

Bali (ekbisntb.com) – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (“Adira Finance”) secara resmi meresmikan kantor area (Area Office) barunya yang dinamakan Grha Adira di Denpasar, Bali. Gedung yang berlokasi strategis di Jl. Mahendradatta ini akan berfungsi sebagai pusat koordinasi operasional untuk wilayah Bali–Nusa Tenggara (BNT), sekaligus menjadi simbol penguatan fondasi perusahaan pasca rampungnya serangkaian langkah transformasi bisnis besar.

Peresmian ini merupakan bagian dari semangat “Langkah Baru Bersama Sahabat” Adira Finance, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas operasional dan memperluas jangkauan layanan di wilayah dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Fondasi Operasional yang Lebih Solid

Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menyatakan bahwa peresmian Grha Adira merupakan langkah penting untuk memperkuat strategi perusahaan di BNT, terutama menjelang usia ke-35 Adira Finance.

“Kehadiran kantor area ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memperkuat ekosistem layanan, meningkatkan kualitas operasional, serta memperluas jangkauan pembiayaan di wilayah dengan potensi pertumbuhan yang besar seperti BNT,” ujar Dewa Made Susila dalam sambutannya.

Grha Adira akan berfungsi sebagai pusat penggerak strategi penjualan dan pelayanan, memastikan konsistensi standar operasional di seluruh cabang wilayah BNT. Gedung ini dilengkapi fasilitas lengkap, termasuk Kantor Sentra, Adira Expo, dan Corporate University, yang menunjang layanan yang lebih responsif dan cepat.

Respons Atas Integrasi Bisnis Besar

Peresmian ini datang setelah Adira Finance menuntaskan dua langkah korporasi strategis: penggabungan Mandala Finance ke dalam Adira Finance pada 1 Oktober 2025, dan penyelesaian pengalihan portofolio Arthaasia Finance (AAF) pada 7 November 2025.

Direktur Keuangan, Sylvanus Gani Mendrofa, menjelaskan bahwa kedua aksi korporasi tersebut telah memperluas skala bisnis dan meningkatkan volume layanan. “Dengan bertambahnya jaringan dan portofolio, struktur operasional yang kuat menjadi semakin penting. Kehadiran Grha Adira memastikan bahwa integrasi tersebut didukung oleh koordinasi wilayah yang lebih solid,” jelasnya.

Dengan integrasi ini, total jaringan usaha Adira Finance kini mencapai 851, di mana 36 jaringan usaha berada di wilayah BNT (sekitar 4%).

Fokus pada Pelanggan dan Kinerja Positif BNT

Wilayah Bali–Nusa Tenggara terbukti menjadi motor pertumbuhan yang konsisten. Hingga September 2025, pembiayaan baru di BNT mencapai Rp1,7 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 5% secara tahunan (year-on-year), dengan kontribusi 6% dari total pembiayaan baru nasional.

Sementara itu, Niko Kurniawan, Direktur Penjualan, Pelayanan & Distribusi, menambahkan bahwa Grha Adira diposisikan sebagai pusat regional untuk pelatihan, kolaborasi, dan aktivitas bersama pelanggan.

“Kami ingin memastikan setiap sahabat di wilayah Bali–Nusa Tenggara mendapatkan pengalaman yang terbaik dari Adira Finance,” tutup Swandajani Gunadi, Direktur SDM & Marketing, menekankan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap customer centricity dan penguatan kapabilitas SDM. (r/fan)

Satpol PP NTB Perketat Operasi BKC Ilegal, Targetkan Distributor dan Produsen

0
Kasat Pol PP NTB, Dr. H. Fathul Gani.,M.Si

Lombok (ekbisntb.com)- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperketat langkah pemberantasan rokok ilegal dengan mengalihkan fokus penindakan ke tingkat distributor dan produsen.
Pergeseran strategi ini dilakukan untuk memutus mata rantai peredaran rokok tanpa cukai sejak dari sumbernya, sehingga tidak lagi menempatkan pedagang kecil sebagai sasaran utama di lapangan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si, menegaskan bahwa operasi satgas ke depan akan lebih terarah untuk menyasar aktor-aktor di hulu, yakni para pemasok dan pembuat rokok ilegal yang selama ini menjadi pendorong utama peredaran produk tanpa pita cukai.
“Ke depan, kita ingin memprioritaskan penindakan langsung kepada distributor maupun produsen. Dengan demikian, kita tidak lagi berhadapan langsung dengan pedagang kecil atau pedagang eceran,” ujarnya.
Meski demikian, Fathul Gani tetap mengingatkan pedagang kecil untuk waspada dan tidak tergiur menjual rokok ilegal dengan harga murah. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh produk yang dijual telah dilekati pita cukai resmi. Menurutnya, keterlibatan pedagang kecil dalam peredaran rokok ilegal sering kali terjadi karena ketidaktahuan, sehingga edukasi tetap diperlukan.
“Kami mengimbau pedagang di kios-kios kecil untuk memastikan barang dagangannya legal. Jangan karena murah lalu mengambil risiko menjual barang yang melanggar aturan,” tegasnya.
Fathul Gani juga memberikan apresiasi atas kerja keras Satgas Pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal NTB yang selama ini bergerak di berbagai daerah. Salah satu operasi tim berhasil mengamankan 7.083 batang rokok ilegal dari dua kecamatan di pulau sumbawa.
Selain ribuan batang rokok tanpa cukai, tim juga menyita 288 bungkus rokok dan 83 bungkus tembakau iris yang tidak memiliki cukai. Tidak hanya berhenti pada penyitaan, petugas juga memberikan edukasi langsung kepada pedagang mengenai risiko hukum dan dampak ekonomi dari peredaran produk ilegal tersebut.
Menurut Fathul Gani, keberhasilan operasi itu menunjukkan bahwa upaya pengawasan dan penindakan yang dilakukan selama ini mulai membuahkan hasil. Penurunan jumlah temuan barang ilegal menunjukkan adanya penyempitan ruang gerak bagi para pelaku usaha rokok tanpa cukai.
“Ini menjadi indikasi positif bahwa peredaran rokok ilegal di NTB mulai menyempit. Namun upaya ini harus terus ditingkatkan agar memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemberantasan rokok ilegal tidak hanya soal penegakan aturan, tetapi juga menyangkut perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas perekonomian negara. Kerugian negara akibat peredaran rokok ilegal cukup besar karena hilangnya potensi penerimaan cukai yang seharusnya masuk ke kas negara dan kembali ke daerah dalam bentuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
“Operasi ini merupakan bentuk komitmen kami menjaga kesehatan masyarakat dan mendukung perekonomian daerah. Cukai itu akan kembali ke masyarakat dalam bentuk berbagai program pembangunan,” pungkasnya.(bul)

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Bulog NTB Dorong Percepatan Distribusi Bantuan Pangan

0
Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar melakukan peninjauan distribusi Bantuan Pangan

Lombok (ekbisntb.com)- Perum Bulog Nusa Tenggara Barat mendorong percepatan distribusi bantuan pangan (banpang) dalam bentuk paket beras 20 Kg dan minyak goreng 4 liter kepada masing-masing masyarakat penerima.

Dorongan ini dalam rangka kesiapan masyarakat menghadapi cuaca ekstrem setelah masuknya musim hujan. Pimpinan Wilayah Perum Bulog, Mara Kamin Siregar bersama jajaran intens melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan percepatan distribusi Banpang tidak mengalami gangguan.

“Kita berharap agar distribusi Banpang ini terdistribusi secepatnya kepada para penerima yang sudah terdaftar Namanya. Karena ini musim hujan, kita tidak tahu perubahan cuaca ini akan seperti apa. Masyarakat harus sudah memiliki ketersediaan cadangan pangan,” ujarnya.

Perum Bulog NTB menargetkan pendistribusian Banpang untuk jatah bulan Oktober dan November ini selesai pada awal Desember ini.  Diketahui, berdasarkan data Kementerian Sosial melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nomor (DTSN), jumlah PBP pada periode terbaru ini tercatat mencapai 521.185 penerima. Angka tersebut naik 9.804 PBP dibanding penyaluran Banpang pada Juni–Juli 2025 yang berjumlah 511.381 penerima.

Kabupaten Lombok Timur menjadi wilayah dengan kenaikan tertinggi, yakni bertambah 2.601 PBP, disusul Kabupaten Lombok Utara yang naik 3.396 PBP, dan Kabupaten Bima yang bertambah 1.067 PBP. Peningkatan penerima juga tercatat di Kabupaten Dompu, Lombok Barat, Sumbawa, Sumbawa Barat, serta Kota Bima. Sementara Kota Mataram tercatat 31.046 penerima.  Lombok Tengah 116.428 penerima.

Sebelumnya, baru-baru ini video aksi penjarahan di gudang Bulog Sarudik, Sibolga, Sumatera Utara, viral di media sosial. Penjarahan tersebut terjadi saat bencana banjir besar melanda Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat massa menyerbu gudang milik Perum Bulog dan membawa keluar bahan pangan berupa beras dan minyak goreng.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, peristiwa tersebut merupakan dampak dari bencana banjir besar di wilayah tersebut yang menimbulkan situasi darurat tersebut menimbulkan desakan kebutuhan pangan di tengah masyarakat.

Mantan Danrem 162/WB ini mengatakan, Perum Bulog memahami dinamika yang terjadi di lapangan, merupakan bentuk keterpaksaan masyarakat dalam menghadapi kesulitan mendapatkan akses pangan akibat jalur distribusi yang terisolasi selama beberapa hari.

“Kami memahami bahwa masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah sedang menghadapi situasi darurat akibat bencana yang memutus akses pangan. Fokus utama kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi melalui koordinasi dan langkah kebijakan yang tepat bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya dalam keterangan resmi, Senin, 1 Desember.

Sejalan dengan kondisi tersebut, Rizal juga menyebutkan Bulog sedang melakukan koordinasi secara intensif dengan Pemerintah Daerah, Badan Pangan Nasional, TNI, Polri, dan seluruh instansi terkait untuk memastikan pemulihan distribusi pangan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. “Upaya ini ditempuh untuk menjaga stabilitas pasokan serta menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan di wilayah terdampak bencana,” ucapnya.(bul)

Satgas BKC NTB Amankan 35.788 Batang Rokok Ilegal, Satpol PP NTB Terus Berkomitmen Berantas Rokok Ilegal

0
Satgas BKC NTB Amankan 35.788 Batang Rokok Ilegal, Satpol PP NTB Terus Berkomitmen Berantas Rokok Ilegal

Mataram (ekbisntb.com)- Tim Satuan Tugas Pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal Provinsi NTB kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan peredaran rokok tanpa cukai di NTB. Operasi kali ini digelar di Kabupaten Sumbawa, Kamis (14/08), sebanyak 35.788 batang rokok ilegal berhasil diamankan.

Operasi pemberantasan BKC ilegal yang merupakan bagian dari tugas Satpol PP Provinsi NTB dalam menegakkan peraturan perundang-undangan daerah ini menyasar dua wilayah, yakni Kecamatan Lape dan Kecamatan Plampang. Tim yang dipimpin oleh Kabid Penegakan Perda (P2D) Muhammad Sujaan dan dibagi menjadi empat kelompok melakukan penyisiran ke sejumlah titik peredaran rokok ilegal.

Dari hasil operasi, tim Satgas BKC Ilegal NTB mengamankan 1.758 bungkus rokok tanpa pita cukai, cukai rusak, atau cukai tidak sesuai, dengan total mencapai puluhan ribu batang. Selain itu, turut diamankan 63 bungkus tembakau iris kemasan (TIS) dengan berat keseluruhan 2.930 gram. Penindakan ini juga disertai dengan imbauan langsung kepada para pedagang agar tidak memperjualbelikan rokok ilegal.

Kegiatan rutin tersebut diharapkan mampu menekan peredaran barang kena cukai ilegal, khususnya rokok tanpa pita cukai, yang masih ditemukan beredar di masyarakat. Melalui operasi berkelanjutan, Satgas BKC Ilegal NTB menargetkan meningkatnya kesadaran pedagang dan masyarakat terhadap risiko hukum serta potensi kerugian negara akibat peredaran produk ilegal.

Kepala Satpol PP NTB, Dr. H. Fathul Gani.,M. Si menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan untuk menjaga ketertiban dan memastikan keberlanjutan upaya pemberantasan BKC ilegal di wilayah Nusa Tenggara Barat.(bul)

Teknik Aman Melewati Genangan Air

0
Foto astra(ekbis NTB/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Melewati genangan air saat berkendara merupakan situasi yang sering ditemui pengendara motor, terutama pada musim hujan atau di jalur tanah berpasir dan berlumpur. Kondisi jalan yang licin, risiko aquaplaning, hingga lubang yang tersamarkan air dapat membahayakan keselamatan apabila tidak diantisipasi dengan teknik yang tepat.

Instruktur safety riding astra motor ntb Satria Wiman Jayamenegaskan bahwa terdapat beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan pengendara agar tetap aman ketika melintas di area tergenang air:

  1. Kurangi Kecepatan Sebelum Memasuki Genangan

Pengendara harus mengurangi kecepatan secara bertahap sebelum memasuki genangan untuk menjaga stabilitas motor.

  1. Pertahankan Bukaan Gas Secara Stabil

Saat berada di dalam genangan, buka gas secara konstan untuk menghindari selip akibat permukaan jalan yang licin.

  1. Jaga Keseimbangan dan Genggaman Setang

Pegang setang dengan mantap namun tetap rileks. Fokuskan pandangan pada arah depan untuk memilih jalur aman yang tidak terlalu dalam.

  1. Hindari Genangan yang Tidak Terlihat Dasarnya

Genangan tanpa batas kedalaman yang jelas berpotensi menyembunyikan lubang atau permukaan yang tidak rata.

  1. Keringkan Rem Setelah Keluar dari Genangan

Setelah melewati air, rem dapat menjadi kurang responsif. Tarik dan lepas tuas rem secara perlahan untuk mengembalikan performanya.

  1. Gunakan Perlengkapan Berkendara yang Tepat

Helm full face, jaket pelindung, sepatu riding, dan sarung tangan full finger sangat disarankan untuk melindungi pengendara dari risiko benturan dan terpeleset.

Marketing Manager Astra Motor NTB, Adrian Arlim, mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan di jalan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat NTB untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Pelajari teknik berkendara yang benar, patuhi aturan lalu lintas, dan manfaatkan kesempatan belajar bersama instruktur safety riding berpengalaman untuk meningkatkan pengetahuan keselamatan,” ujarnya.

Astra Motor NTB secara konsisten membuka program edukasi keselamatan berkendara bagi sekolah, komunitas, instansi, dan masyarakat umum. Kehadiran instruktur bersertifikasi diharapkan mampu memberikan pemahaman yang tepat mengenai cara menghadapi berbagai kondisi jalan, termasuk saat melewati genangan air.

Dengan penerapan teknik yang benar serta kesadaran kolektif untuk mengutamakan keselamatan, pengendara dapat mengurangi risiko kecelakaan dan menciptakan budaya berkendara yang lebih aman di Nusa Tenggara Barat.

Keselamatan adalah prioritas bersama. Berkendaralah dengan bijak, waspada, dan selalu siap menghadapi kondisi jalan apapun. (bul)

Anugerah BI NTB 2025, Bank NTB Syariah Raih Penghargaan “Bank dengan Sinergi Program Akselerasi QRIS Terbaik”

0
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin menerima penghargaan Bank Dengan Sinergi Program Akselerasi QRIS Terbaiksaat PTBI 2025 di Mataram(ekbis NTB/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Bank NTB Syariah menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan sebagai “Bank Dengan Sinergi Program Akselerasi QRIS Terbaik” dalam acara Anugerah BI NTB 2025, yang merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 Kantor Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

​Penghargaan ini diserahkan langsung pada malam puncak PTBI 2025 yang bertema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan,” di Ballroom Prime Park Hotel & Convention, Mataram.

Komitmen Digitalisasi untuk Akselerasi Ekonomi Daerah

​Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas apresiasi yang diberikan oleh Bank Indonesia. ​“Penghargaan ini adalah buah dari kerja keras dan komitmen seluruh insan Bank NTB Syariah, serta sinergi yang erat dengan Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan ekosistem pembayaran digital di NTB,” ujarnya

​Penghargaan ini menegaskan peran strategis Bank NTB Syariah sebagai agent of development di NTB.

Bank NTB Syariah dinilai telah berhasil menjalankan program akselerasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara masif dan terintegrasi, mencakup berbagai sektor mulai dari UMKM, pariwisata, retribusi daerah, hingga transaksi di pondok pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya.

QRIS Sebagai Pilar Inklusi dan Efisiensi

​Pengembangan QRIS oleh Bank NTB Syariah bertujuan untuk:

Mendorong Inklusi Keuangan

– Memudahkan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan pelaku UMKM, untuk bertransaksi secara non-tunai dan aman.

Mendukung Perekonomian Daerah:

– Menciptakan efisiensi dalam sistem pembayaran, yang tujuannya meningkatkan transparansi dan mempercepat perputaran roda perekonomian daerah.

Memperkuat Ketahanan Daerah

– Mendukung program percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (P2DD) dalam rangka mewujudkan NTB yang tangguh dan mandiri sesuai dengan tema PTBI 2025.

​Nazaruddin menambahkan, Bank NTB Syariah berkomitmen untuk terus berinovasi dan bersinergi, menjadikan teknologi digital sebagai sarana utama untuk memberikan layanan terbaik, memperluas jangkauan, dan bersama-sama Bank Indonesia serta Pemerintah Provinsi NTB, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

​Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Bank NTB Syariah untuk terus meningkatkan kualitas layanan digitalnya, memastikan bahwa seluruh masyarakat NTB dapat merasakan kemudahan dan manfaat dari sistem pembayaran modern. (bul)

Wamen PKP Pastikan Program 3 Juta Rumah Berjalan

0
Fahri Hamzah(ekbis NTB/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) H. Fahri Hamzah, memastikan untuk program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah tetap berjalan dan di tahap pertama ada sekitar 450 ribu rumah di seluruh Indonesia.

“Untuk tahap awal ada sekitar 450 ribu unit rumah yang akan kita lakukan renovasi di seluruh Indonesia dengan opsi rumah yang akan kita tangani masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” kata Fahri, kepada wartawan saat kunjungan di Sumbawa, Senin 1 Desember 2025.

Ia melanjutkan, DTSEN menjadi acuan utama pemerintah dilakukan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Penggunaan DTSEN sebagai acuan tersebut dilakukan supaya lebih fokus pada target yang telah dtetapkan pemerintah dan tidak boleh menggunakan jalur lain.

“Jadi, kita harus pake DTSEN sebagaimana intruksi dari Bapak Presiden Probowo Subianto tidak boleh melalui jalur lain. Nanti kemiskinannya tidak selesai-selesai termasuk juga untuk renovasi rumah,” ucapnya.

Ia pun meyakinkan, data 450 ribu merupakan data secara nasional (seluruh Indonesia) sementara khusus untuk Kabupaten Sumbawa, pasti akan mengacu DTSEN. Tentu DTSEN ini juga akan tetap dilakukan pengecekan lebih lanjut di tahap verifikasi dan validasi agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“450 ribu unit rumah itu di seluruh Indonesia kalau di Sumbawa akan disesuaikan dengan DTSEN sehingga target yang ditetapkan pemerintah bisa tercapai,” ujarnya.

Disinggung terkait jumlah Backlog di Sumbawa sebanyak 48.000 unit rumah, Fahri mengaku data Backlog tersebut merupakan data yang berasal dari Pemerintah. Data itu nantinya akan di skrining untuk memastikan masyarakat yang masuk dalam desil satu, dua, tiga dan empat kemiskinan ekstrem.

“Ketika data mereka masuk dalam empat desil tersebut pasti akan kita tangani dan selesaikan dulu sebagai komitmen dari pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot memastikan apa yang menjadi kebutuhan pemerintah untuk mengintervensi program itu tetap akan dipenuhi. Hal itu dilakukan dengan harapan penanganan terhadap rumah tidak layak huni (RTLH) milik masyarakat bisa dilakukan.

“Apa yang menjadi kebutuhan tetap akan kita penuhi dengan harapan bisa diintervensi oleh pusat. Karena tidak mungkin daerah bisa menangani sendiri di tengah anggaran yang terbatas,” tukasnya. (ils)

Ratusan Kilometer Jalan di Sumbawa Berada dalam Kategori Kritis

0
Mustafa Barak(ekbis NTB/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi (BPJP) Pulau Sumbawa, mencatat sekitar 178 kilometer yang menjadi kewenangan BPJP yang masuk dalam kondisi kritis dan rusak parah. Kondisi itu harus ditangani segera.

“178 kilometer tersebut tersebar di beberapa wilayah terutama di Kecamatan Moyo Hilir khususnya ruas jalan Batu Bangka-Prajak yang rusak akibat longsor dan banjir,” kata Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi (BPJP) Pulau Sumbawa, Mustafa Barak, kepada Suara NTB, Senin 1 Desember 2025.

Ia melanjutkan, selain ruas jalan tersebut Lenangguar-Lunyuk juga mengalami rusak parah. Hanya untuk ruas jalan itu mulai ditangani dengan skema long segmen dengan harapan akses masyarakat tidak lagi terganggu terutama saat musim penghujan.

“Kalau ruas jalan Lenangguar-Lunyuk saat ini sudah mulai ditangani dengan skema long segmen mudah-mudahan tahun ini bisa tuntas sehingga akses masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.

Saat ini lanjut Barak, pihaknya juga sedang menangani ruas jalan dari Palempat-Lenangguar. Ruas jalan ini juga banyak yang berada dalam kondisi kerusakan parah dan setiap minggu pasti dilakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan kenyamanan masyarakat.

“Penanganan ruas jalan itu saat ini masih terus berproses dan kami targetkan dalam waktu dekat bisa tuntas dan bisa digunakan oleh masyarakat,” ucapnya.

Disinggung terkait kondisi kemantapan jalan di Sumbawa, Barak mengaku saat ini berada pada posisi 76 persen dari tahun sebelumnya 84 persen. Hal itu terjadi karena banyaknya bencana yang terjadi di wilayah setempat terutama longsor.

“Panjang ruas jalan yang masuk dalam kewenangan kami (BPJP) mencapai 407 kilometer yang mencakup dua wilayah Sumbawa dan Sumbawa Barat,” sebutnya.

Ia melanjutkan, penurunan persentase tersebut terjadi akibat bencana alam yang terjadi di wilayah setempat terutama banjir dan tanah longsor. Bahkan hingga saat ini masih ada beberapa ruas jalan yang belum bisa ditangani optimal hanya sebatas penanganan darurat.

“Kalau untuk kebutuhan anggaran dalam upaya penanganan terhadap ruas jalan itu mencapai Rp20 miliar per tahunnya dan anggaran yang disediakan hanya Rp2 miliar,” ucapnya.

Terhadap ruas jalan tersebut, Mus mengaku sudah melaporkan ke pemerintah provinsi untuk bisa dilakukan penanganan lebih lanjut. Hal itu dilakukan karena jika terus dibiarkan kerusakannya akan semakin parah dan anggaran yang dibutuhkan nantinya juga besar.

“Rata-rata kerusakan jalan yang terjadi di Sumbawa dan Sumbawa Barat karena faktor alam. Jika kita tidak tangani segera akan mengganggu kenyamanan masyarakat,” tukasnya. (ils)

Target Dipatok Rp18,5 Miliar, Tarif Retribusi Parkir Tidak Dinaikkan

0
Seorang juru parkir di Pasar Cakranegara menunggu kendaraan pada, Senin 1 Desember 2025. Pemkot Mataram mematok target retribusi parkir di tahun 2026, mencapai Rp18,5 miliar. Kendati demikian, tarif parkir tidak dinaikkan.(ekbis NTB/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram mematok target retribusi parkir pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2026, sebesar Rp18,5 miliar. Meskipun target ini relatif sama seperti tahun ini, namun tarif retribusi parkir tidak dinaikkan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin ditemui Senin 1 Desember 2025 menerangkan, tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kota Mataram, telah mematok target retribusi parkir tahun 2026, senilai Rp18,5 miliar. Sementara, tarif retribusi parkir tetap sama atau tidak dinaikkan. Untuk tarif parkir tepi jalan umum kendaraan roda dua Rp1.000 sekali parkir dan kendaraan roda empat Rp2.000 sekali parkir. “Kita masih menunggu kebijakan dari pimpinan. Untuk saat ini tarif tidak dinaikkan,” terangnya.

Pihaknya tidak ingin penerapan tarif baru, justru menimbulkan kebocoran pendapatan asli daerah yang lebih besar. Masukan dari Bank Indonesia dan Ombudsman RI Perwakilan Nusa Tenggara Barat, meminta perbaikan layanan karena juru parkir banyak belum tertib.

Sedangkan dari aspek pelayanan dinilai cukup signifikan dibandingkan sebelumnya. Sebagian besar jukir telah menggunakan qr-code untuk menawarkan ke pengendara. “Sudah jarang kita menemukan jukir tidak ada sangat kita parkir dan muncul saat mau menarik pembayaran,” jelasnya.

Realisasi retribusi parkir di tahun ini kata Zul, diproyeksikan sampai Rp10 miliar. Dengan penetapan target Rp18,5 miliar, Dishub memiliki program baru yakni, koordinator lapangan diminta menunggu jukir di seluruh kawasan yang masuk kategori merah. Tujuannya untuk melihat pelayanan dan kesadaran menggunakan qr-code. “Korlap sekarang sudah dibekali kendaraan dinas dari OPD yang tidak terpakai. Jadi satu korlap menunggu satu jukir, supaya tahu berapa pendapatan dan bagaimana pelayanan mereka ke pelanggan,” jelasnya.

Saat ini kata mantan Camat Selaparang, sedang dilakukan uji petik di beberapa titik parkir. Hasil uji petik akan disampaikan ke kepala daerah untuk mempertimbangkan kebijakan lainnya. Akan tetapi, pihaknya tetap fokus pada peningkatan kualitas pelayanan. (cem)

Disos Gelar Pelatihan Barista, Masyarakat Diharapkan Mampu Buka Peluang Usaha Mandiri

0
Plt. Kadis Sosial Kota Mataram, Lalu Syamsul Adnan berfoto bersama dengan perwakilan peserta pelatihan barista usai menyerahkan bantuan pada, Senin 1 Desember 2025.(ekbis NTB/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Bisnis kopi di daerah perkotaan seperti Kota Mataram, cukup menjanjikan. Peluang usaha ini berkembang dan diminati oleh masyarakat secara luas. Dinas Sosial Kota Mataram melihat peluang itu dan menggelar pelatihan bagi masyarakat. Tujuannya agar masyarakat mampu membuka peluang usaha secara mandiri.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Drs. Lalu Syamsul Adnan dikonfirmasi pada, Senin 1 Desember menerangkan, pihaknya telah melaksanakan pelatihan barista khusus bagi warga Kota Mataram. Keterampilan meracik kopi ini, cukup menjanjikan seiring berkembangnya dan tingginya pecinta kopi di kalangan generasi muda.

Peserta pelatihan sebanyak 25 orang berbeda dari sebelumnya. Mereka adalah anak jalanan dan pengamen yang ditemukan di jalanan. “Jadi kita assesment dulu untuk direkrut mengikuti pelatihan barista,” terang Syamsul.

Menurut Syamsul, peluang bisnis kopi di Kota Mataram sangat besar. Jika memperhatikan seluruh sudut kota ramai masyarakat dari semua kalangan menikmati secangkir kopi dari racikan para barista. Peserta yang dibekali kemampuan dan peralatan diharapkan bisa menciptakan pekerjaan sendiri. “Peluang bisnis kopi di Mataram sangat besar. Kita lihat kopi keliling banyak di tempat tongkrongan bahkan di pinggir jalan,” ujarnya.

Peluang usaha harus dimaksimalkan dengan menciptakan racikan kopi yang berkualitas, sehingga peserta pelatihan juga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain. “Bantuan kita berikan juga mirip seperti alat meracik kopi di kafe-kafe itu,” sebutnya.

Mantan Camat Sandubaya menekankan pelatihan dan pemberian alat bagi anak jalan dan pengamen, tidak hanya bertujuan memberi ruang bagi mereka untuk berkreatifitas dan mencari lapangan pekerjaan, melainkan sebagai upaya menekan permasalahan sosial serta mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan ekstrem di ibukota Provinsi NTB tersebut. (cem)