Thursday, April 23, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 95

RUPS-LB : Pemegang Saham Sepakati Penguatan Modal dan Pengurus Baru Bank NTB Syariah

0

Mataram (ekbisntb.com)-PT Bank NTB Syariah telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Tahun 2025 pada hari Kamis, 4 Desember 2025, bertempat di Auditorium Raudhah Bank NTB Syariah Lt.6. RUPS LB ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis terkait penguatan modal, penetapan pengurus baru, dan rencana pemulihan kinerja Bank.

Penguatan Modal dan Rencana Pemulihan
RUPS LB menyetujui dua agenda utama yang bertujuan memperkuat posisi keuangan Bank dan menjamin keberlanjutan usaha:

  1. Persetujuan Rencana Pengkinian Aksi Pemulihan (Recovery Plan) Tahun 2025. Rencana ini akan disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka memenuhi Peraturan OJK Nomor 5 Tahun 2024 tentang Penetapan Status Pengawasan dan Penanganan Permasalahan Bank Umum.
  2. Persetujuan dan Penetapan Setoran Modal dari Pemegang Saham. Beberapa Pemegang Saham menyetujui penambahan modal disetor, antara lain:
    a. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat: Setoran tunai senilai Rp10.000.000.000,- , menjadikan total modal disetor menjadi Rp60.689.531.414,-.
    b. Pemerintah Kabupaten Sumbawa: Setoran tunai senilai Rp5.000.000.000,- , menjadikan total modal disetor menjadi Rp79.650.192.974,-

Perubahan dan Penetapan Susunan Pengurus
RUPS LB menyetujui pemberhentian dengan hormat sejumlah pengurus lama dengan ucapan terima kasih atas sumbangan tenaga dan pikiran yang diberikan selama menjabat sebagai pengurus perseoran, serta menyetujui dan menetapkan susunan Pengurus PT Bank NTB Syariah untuk masa jabatan 4 tahun ke depan dan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu – waktu dengan telah mempertimbangkan POJK nomor 17 tahun 2023 tentang penerapan tata kelola bagi bank umum, efektif terhitung sejak ditutupnya RUPS ini.

Dan menetapkan susunan pengurus untuk masa jabatan 4 tahun kedepan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan OJK sesuai hasil PKK (penilaian kelayakan dan kepatutan).

Susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan DPS yang ditetapkan:

  1. Komisaris Independen yang ditetapkan: Anis Mudjahid Akbar , Achmad Fauzi , dan H. W. Musyafirin.
  2. Komisaris Utama: Anis Mudjahid Akbar ditetapkan sebagai Komisaris Utama. Berlaku efektif setelah persetujuan OJK sesuai hasil PKK (penilaian kelayakan dan kepatutan).
  3. Komisaris Non Independen: Sekretaris Daerah Provinsi NTB (calon akan dinominasikan), dan Dr. H. Ahmad Mohammad Tidjani, MA (calon dinominasikan oleh PSP Bank Jatim dan efektif setelah persetujuan OJK sesuai hasil PKK (penilaian kelayakan dan kepatutan).

Direksi yang ditetapkan:

  1. Direktur Pembiayaan: Agus Suhendro.
  2. Direktur Dana dan Jasa: Adhi Susantio.
  3. Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko: Ferry Ardiansyah.
  4. Direktur Keuangan & Operasional: Ajar Susanto Broto. Berlaku efektif setelah persetujuan OJK sesuai hasil PKK (penilaian kelayakan dan kepatutan).

Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang ditetapkan:
Ketua DPS: Sdr. Dr. H. Lalu Ahmad Zaenuri dan Anggota DPS: Sdr. Dr. M. Syamsurrijal untuk diajukan PKK (penilaian kelayakan dan kepatutan) ke OJK setelah mendapat rekomendasi DSN – MUI dan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan OJK sesuai hasil PKK dengan masa jabatan 4 tahun kedepan.

Pemegang saham menaruh harapan besar kepada Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi yang baru ditetapkan ini. Dengan komposisi kepengurusan yang solid, Bank NTB Syariah diyakini akan mampu bergerak lebih cepat dalam melaksanakan langkah-langkah strategis dalam rencana pemulihan serta melakukan transformasi menyeluruh.
Kombinasi keahlian dan pengalaman para pengurus baru diharapkan dapat mengakselerasi peningkatan kinerja Bank, terutama dalam hal kualitas aset, efisiensi operasional, dan kepatuhan terhadap prinsip syariah, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan daerah Nusa Tenggara Barat.(bul)

Pemprov NTB Perbanyak Pilihan Pengguna Jasa Angkutan Darat di Pelabuhan Bangsal

0

Lombok Utara (ekbisntb.com)- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) NTB resmi mengoperasikan armada Lombok Taksi (Blue Bird) di Pelabuhan Bangsal, Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Jumat, 5 Desember 2025. Kehadiran taksi resmi ini diharapkan menambah opsi transportasi darat yang aman, nyaman, dan berstandar bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.

Pelabuhan Bangsal selama ini menjadi pintu utama mobilitas wisatawan menuju tiga gili terkenal di Lombok Utara—Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Dengan meningkatnya arus penumpang, pemerintah menilai perlunya menambah layanan transportasi yang berizin untuk menciptakan lingkungan transportasi yang lebih tertib dan aman.

Launching operasional Blue Bird disaksikan unsur Pemerintah Daerah Lombok Utara, jajaran TNI–Polri, perwakilan pemerintah desa Pemenang Barat dan Pemenang Timur, koperasi pengelola angkutan travel di Bangsal, serta manajemen Lombok Taksi. Hadir pula perwakilan Dishub NTB sebagai regulator sektor transportasi darat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Ervan Anwar, melalui Kepala Bidang Angkutan Jalan, Nengah Indra, menegaskan bahwa hadirnya Lombok Taksi bukan untuk mematikan usaha angkutan lokal, tetapi untuk memperkuat kolaborasi layanan di Pelabuhan Bangsal.

“Launching ini diharapkan menjadi kolaborasi yang baik antaroperator transportasi. Semoga operasionalnya berjalan lancar, dan Blue Bird dapat memberikan pelayanan keamanan dan keselamatan terbaik kepada wisatawan mancanegara maupun domestik,” ujarnya.

Nengah Indra menekankan bahwa semua operator yang sudah lebih dulu beroperasi di Bangsal juga diharapkan terus meningkatkan layanan kepada pengguna jasa.

“Intinya kita berkolaborasi untuk memberikan keamanan dan kenyamanan. Dishub berperan sebagai regulator yang mengatur agar semua bisa berjalan adil dan tertib,” tegasnya.

Sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di NTB, Pelabuhan Bangsal memiliki peran vital dalam menunjang sektor pariwisata. Penyediaan transportasi darat yang berizin menjadi salah satu standar layanan pariwisata berkelas internasional, terutama bagi wisatawan yang baru tiba dan membutuhkan kepastian layanan.

Indra menyampaikan bahwa seluruh operator perlu menjaga iklim usaha yang sehat dan saling menghargai.

“Mari kita sama-sama bangun pariwisata ini. Kue harus dibagi bersama-sama. Jangan ada pihak yang diuntungkan sementara yang lain dirugikan,” katanya.

Dengan masuknya armada taksi resmi di Bangsal, Pemprov NTB berharap tercipta pelayanan yang lebih profesional dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan di pelabuhan yang dikelola langsung oleh Dishub NTB tersebut.

Kehadiran Blue Bird di Bangsal juga diharapkan dapat mengurangi potensi tarif tidak resmi, meningkatkan kenyamanan wisatawan, serta memperkuat citra NTB sebagai destinasi wisata yang ramah, aman, dan berstandar internasional.

Sementara itu, Fakhrizal Syam, Manager Bluebird Group Lombok, menyampaikan, pangkalan ini dihadirkan untuk memberikan konsistensi layanan bagi wisatawan, mulai dari ketersediaan armada, standar tarif yang transparan, hingga kenyamanan sepanjang perjalanan.
“Kami ingin memastikan para pengunjung yang tiba di Lombok mendapatkan pengalaman mobilitas yang lebih tenang, sehingga mereka bisa fokus menikmati destinasi wisata.” ujarnya.
Kehadiran pangkalan Bluebird di pelabuhan Bangsal diharapkan ikut memperkuat ekosistem pariwisata Lombok. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Bluebird untuk mendukung kelancaran pergerakan wisatawan dan menjaga standar layanan yang berkelanjutan.(bul)

Puncak Perayaan 35 Tahun JNE dengan “Bergerak Bersama” di GBK Basket Hall

0
JNE menerima piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas pencapaian rekor sebagai Perusahaan Jasa Pengiriman yang Memberangkatkan Umrah Karyawan Terbanyak dalam Kurun Waktu 3 Bulan.
JNE menerima piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas pencapaian rekor sebagai Perusahaan Jasa Pengiriman yang Memberangkatkan Umrah Karyawan Terbanyak dalam Kurun Waktu 3 Bulan.

Jakarta (ekbisntb.com) – JNE merayakan hari ulang tahunnya yang ke-35 dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat Indonesia. Mengusung tema “Bergerak Bersama”, perayaan ini menjadi puncak rangkaian kegiatan sebagai wujud syukur serta implementasi filosofi perusahaan: Berbagi, Memberi, dan Menyantuni.

Rangkaian perayaan dimulai pada 26 November 2025 dengan pelaksanaan tasyakuran secara hybrid yang menghubungkan 64 cabang di seluruh Indonesia dari Ballroom kantor JNE Pusat, Jl. Tomang Raya 11, Jakarta Barat. Acara dibuka dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim oleh jajaran Direksi dan manajemen JNE.

Pengundian Grand Prize dua unit rumah pada puncak perayaan HUT JNE Ke- 35 tahun
Pengundian Grand Prize dua unit rumah pada puncak perayaan HUT JNE Ke- 35 tahun

Acara puncak perayaan HUT JNE ke-35 diselenggarakan pada Minggu, 30 November 2025, secara hybrid dari GBK Basket Hall, Jakarta Pusat, dan disiarkan langsung melalui YouTube JNE ID. Puluhan ribu Ksatria dan Srikandi JNE dari seluruh Indonesia turut menyaksikan perayaan yang mengusung tema ‘Bergerak Bersama’, mencerminkan komitmen JNE dalam melintasi generasi dan menghadirkan inovasi dengan semangat “Connecting Happiness”. Acara dibuka dengan doa bersama dan kultum yang dipimpin oleh Habib Ja’far, serta pemberian santunan kepada 35 anak yatim dari Yayasan Soeprapto Soeparno.

Perayaan semakin meriah dengan kehadiran duo MC energik, Ario Astungkoro dan Sara Zany, yang memandu jalannya acara termasuk pengundian Grand Prize berupa dua unit rumah dan 35 unit motor. Sebagai penutup, penampilan spesial dari Dewa 19 dan Silet Open Up menghadirkan momen kebahagiaan yang mempererat rasa kebersamaan seluruh Ksatria dan Srikandi JNE serta para tamu undangan.

Dalam momentum bahagia ini, JNE juga mendapatkan pengakuan istimewa. JNE berhasil mencatatkan rekor di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai perusahaan ekspedisi tajuk rekor Perusahaan Jasa Pengiriman yang Memberangkatkan Umrah Karyawan Terbanyak dalam Kurun Waktu 3 Bulan. Sebanyak 1.171 karyawan/ti diberangkatkan dalam kurun waktu tiga bulan dari September hingga November 2025. Pemberangkatan Umrah karyawan ini merupakan kegiatan rutin tahunan JNE sebagai bentuk apresiasi perusahaan yang tinggi terhadap kinerja karyawan yang telah mencapai massa kerja 12 tahun.

Pemberian santunan kepada anak yatim oleh jajaran di direksi pada perayaan puncak acara HUT JNE Ke-35 tahun di Basket Hall GBK, (30/11)
Pemberian santunan kepada anak yatim oleh jajaran di direksi pada perayaan puncak acara HUT JNE Ke-35 tahun di Basket Hall GBK, (30/11)

M. Feriadi Soeprapto, Presiden Direktur JNE, dalam sambutannya menyampaikan makna mendalam dari tema perayaan tahun ini. “JNE ‘Bergerak Bersama’ memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia, serta mendukung sektor UMKM untuk terus tumbuh dan bergerak maju bersama JNE dengan semangat ‘Connecting Happiness’. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah bersama-sama membawa JNE hingga mencapai usia ke-35 tahun, dan mari kita terus bergerak bersama dalam menghubungkan kebahagiaan.”

Sebelum mencapai puncak perayaan, JNE telah mengadakan berbagai kegiatan sosial sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-35. Di antaranya program Shopping Bareng Yatim yang melibatkan 20 yayasan yatim piatu dan keluarga almarhum karyawan, serta pemberian santunan bagi para pelaku UMKM. “Semua kegiatan ini mengingatkan filosofi pendiri JNE, Alm. H. Soeprapto Soeparno untuk Berbagi, Memberi, dan Menyatuni. Rangkaian acara lainnya juga diisi dengan kegiatan tasyakuran, potong tumpeng, dan ziarah ke makam pendiri JNE sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama.” Ungkap Feriadi.

Sejak didirikan pada 26 November 1990 oleh Alm. H. Soeprapto Soeparno, JNE berkomitmen sebagai perusahaan ekspres dan logistik nasional untuk terus berkontribusi nyata terhadap kemajuan perekonomian bangsa. Perjalanan lebih dari 35 tahun ini telah membawa JNE berkembang dari 2/2 kelompok kecil, dan kini didukung oleh lebih dari 50.000 Ksatria dan Srikandi JNE serta 8.000 titik jaringan yang terus tumbuh dan berkembang untuk dapat memberikan manfaat terbaik.

Dalam rangka memeriahkan HUT JNE ke-35, JNE menghadirkan berbagai program dan promo menarik bagi masyarakat Indonesia. JNE memberikan diskon 50% untuk layanan pengiriman internasional ke Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Malaysia selama periode 25 November–5 Desember 2025. Selain itu, menyambut perayaan Hari Bebas Ongkos Kirim (Harbokir) 2025, JNE juga memberikan promo spesial berupa bebas ongkos kirim khusus bagi member JNE Loyalty Card (JLC) untuk setiap pengiriman dalam kota yang berlaku di seluruh cabang JNE se-Indonesia pada 29–30 November 2025.

Program unggulan JNE Loyalty Card (JLC) Race 2025 juga kembali hadir dengan tema “Stay Loyal, Get Reward”. Program yang berlangsung dari 1 September 2025 hingga 28 Februari 2026 ini akan memilih pemenang berdasarkan nilai transaksi tertinggi dan jumlah pengiriman terbanyak, dengan hadiah utama berupa 2 unit mobil BYD Atto 1, serta berbagai hadiah menarik lainnya seperti 4 unit sepeda motor, logam mulia, perjalanan tour wisata dan Umrah, smartphone, gadget dan banyak hadiah lainnya. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada April 2026.

Puncak perayaan HUT ke-35 JNE juga akan dimeriahkan melalui Live Instagram di akun @JNE_ID, yang menghadirkan hadiah utama berupa sepeda motor serta beragam produk dari jenama lokal. Selain itu, JNE menghadirkan program khusus bagi para pelaku usaha jenama lokal, di antaranya giveaway “Bergerak Bersama Band Lokal” dan podcast YouTube Cerita Bersama Brand Lokal, sebagai upaya meningkatkan eksposur dan dukungan terhadap pertumbuhan jenama lokal di media sosial. (r/*)

TPID NTB Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Harga Akhir Tahun

0

Mataram (ekbisntb.com)- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Rapat Koordinasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok.
Pertemuan dibuka oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi NTB dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Kepala Dinas Perdagangan NTB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB, serta TPID kabupaten/kota se-NTB.

Pj. Sekda NTB, H. L. Moh. Faozal dalam keaempatan ini menekankan pentingnya langkah konkret serta strategi TPID dalam menghadapi dinamika inflasi, terutama pada komoditas pangan. Meskipun NTB memiliki kapasitas produksi yang tinggi, inflasi pangan masih sering terjadi akibat ketidakseimbangan distribusi dan disparitas suplai antarwilayah.

Ia meminta dilakukannya identifikasi dan pemetaan produksi antar daerah, memperkuat koordinasi kepala daerah, serta memastikan kelancaran rantai pasok komoditas penyumbang inflasi seperti cabai dan bawang merah.
TPID juga diarahkan melakukan monitoring lapangan real time di pasar untuk dasar intervensi lebih cepat dan tepat.

Sekda juga mendorong gerakan tanam cabai di sekolah-sekolah sebagai edukasi dan peningkatan produksi lokal, didukung teknologi penyimpanan yang dapat memperpanjang usia simpan. Koordinasi pemerintah–swasta diperkuat untuk memperluas jangkauan pengawasan dan intervensi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Hario K. Pamungkas, memaparkan bahwa tekanan inflasi tahun 2025 relatif lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, terutama pada kelompok pangan bergejolak (VF) dan inflasi inti (CI).
Meski demikian, inflasi hingga November 2025 masih berada dalam rentang sasaran 2,5±1%. 0,34% (mtm). 2,74% (yoy).2,27% (ytd).

Komoditas penyumbang inflasi antara lain tomat, bawang merah, ikan teri, serta emas perhiasan.

BI juga mencatat siklus harga pangan menjelang akhir tahun biasanya meningkat, terutama komoditas cabai, bawang merah, daging ayam, dan telur ayam. Dengan normalisasi cuaca pasca El Nino, pola ini kembali terlihat.

Hario menyampaikan dukungan pengendalian inflasi melalui, pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) yang menjangkau luas.Sinergi High Level Meeting dan peningkatan kapasitas TPID kabupaten/kota.Dukungan sarana-prasarana klaster pangan dan komoditas inflasi. Pembinaan klaster pertanian, termasuk perluasan benih padi Gamagora 7.

BI memproyeksikan inflasi NTB akhir tahun tetap terkendali pada kisaran 2,5% ±1%, namun mengingatkan kewaspadaan terhadap fluktuasi harga pangan.

BI juga memberikan beberapa rekomendasi penting. Diantaranya, antisipasi komoditas berisiko tinggi seperti cabai, bawang merah, daging ayam, telur ayam.
Pelaksanaan GPM harus 3T (tepat lokasi, waktu, dan sasaran).
Pengendalian tarif angkutan selama Nataru. Menjaga kelancaran logistik dan kecukupan armada pengangkut bahan pangan.
Penguatan industrialisasi dan rantai nilai komoditas dari hulu ke hilir. Edukasi publik untuk belanja bijak dan komunikasi transparan soal stok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB, Dr. H. Aidy Furqan, menegaskan bahwa Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) menjadi fondasi ketahanan pangan.
Pada 2025, Stok CPPD provinsi: ±95 ton.
Total CPPD kabupaten/kota: >275 ton.
Penguatan Lumbung Pangan Masyarakat menurutnya turut menjadi strategi kemandirian dan cadangan komplementer nasional.
Kepala Dinas Perdagangan NTB, Jamaluddin, memaparkan upaya optimalisasi pengawasan harga terutama beras di atas HET, pemendekan rantai distribusi, serta penggunaan SP2KP untuk pemantauan harga secara real time. Pemerintah juga memperketat pengawasan penimbunan dan menyiapkan intervensi pasar murah.

Kepala Biro Perekonomian NTB, Dr. Najamuddin Amy, menyampaikan bahwa pemerintah daerah mengikuti arahan Mendagri terkait penguatan koordinasi Forkopimda, kelancaran arus transportasi dan logistik, antisipasi kerawanan dan bencana, serta pembentukan posko Nataru.

Sebagai tindak lanjut, Pj. Sekda NTB menegaskan pentingnya intervensi sistematis terhadap komoditas penyumbang inflasi melalui penyusunan Pergub tata kelola komoditas, pemetaan sentra produksi, kerja sama antar daerah, dan peningkatan produktivitas jangka panjang.(bul)

KSB Ikut Tempatkan Modal di Jamkrida NTB Syariah

0

Mataram (ekbisntb.com)- Perusahaan penjaminan kredit daerah, Jamkrida NTB Syariah, dipastikan akan mendapat tambahan penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).  Setelah rampungnya Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di DPRD KSB.

Dengan masuknya KSB sebagai salah satu kabupaten di NTB yang menyertakan modalnya, angin segar bagi Jamkrida NTB Syariah yang tengah mengejar pemenuhan ketentuan ekuitas sesuai Peraturan OJK (POJK) terbaru.

Direktur Utama Jamkrida NTB Syariah, Lalu Taufik Mulyajati di ruang kerjanya, Kamis, 4 Desember 2025 menjelaskan bahwa, KSB adalah salah satu daerah yang selama dibentuknya Jamkrida NTB belum masuk sebagai pemegang saham. Namun kini, daerah penghasil tambang tersebut telah mulai memproses penyertaan modal resmi melalui perda.

“Alhamdulillah KSB sudah masuk pembahasan perda penyertaan modal. Eksekutif sudah menyetujui, sekarang sedang proses persetujuan DPR. Di situ dianggarkan sekitar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar untuk penyertaan modal di Jamkrida NTB Syariah,” ujarnya.

Masuknya KSB dinilai sebagai momentum tepat. POJK 112/2025 mengatur bahwa mulai 2026, perusahaan penjaminan daerah harus memiliki modal disetor dan ekuitas minimum Rp75 miliar, dan meningkat menjadi Rp100 miliar pada 2028.

Saat ini, modal Jamkrida NTB Syariah telah mencapai sekitar Rp57 miliar, setelah tambahan inbreng (penyertaan asset) senilai Rp17,3 miliar dari Pemprov NTB. Namun kebutuhan peningkatan modal masih menjadi tantangan.

“Dengan masuknya KSB dan tambahan dari Lombok Tengah yang rencananya juga akan menambah penyertaan modal, insyaallah target Rp75 miliar di 2026 bisa terpenuhi,” terang Taufik.

Dari total sepuluh kabupaten/kota di NTB, yang sudah menjadi pemegang saham adalah Pemprov NTB, Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Kabupaten Bima, Kota Bima.

Sisanya, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, dan KSB yang secara resmi belum menyertakan modalnya.

Di tengah upaya penguatan modal, Jamkrida NTB Syariah mencatat kinerja yang tetap stabil. Dividen untuk tahun buku 2024 telah disetor pada Juni lalu, dengan Pemprov NTB menerima Rp1,6 miliar. Total dividen yang dibagikan kepada pemegang saham mencapai sekitar Rp2 miliar.

Untuk tahun buku 2025 ini yang akan disetorkan pada tahun 2026, Jamkrida menargetkan laba Rp3,7 miliar, naik sekitar 20% dari laba 2024 yang sebesar Rp3,2 miliar. Taufik mengatakan indikator kesehatan perusahaan berada pada kategori baik. BOPO berada di kisaran 70-an, gearing ratio 25%, serta indikator kinerja lainnya stabil.

Pada 27 November 2025, Jamkrida NTB Syariah juga sudah menggelar RUPS Luar Biasa dengan menetapkan beberapa perubahan penting, antara lain penunjukan Komisaris Independen baru, Direktur Operasional, serta dua anggota Dewan Pengawas Syariah.(bul)

Pijar Pesona Anak Daycare Dinobatkan sebagai TPA Terbaik se-NTB

0
Pembina Pijar Preschool, Muhammad Nurjihadi, Ph.D. bersama Direktur Pijar Preschool, Maryam Zakiya, S.Psi. Dipl.Montessori berfose bersama dengan Kepala BKKBN NTB, Dr. Lalu Makripudin

Mataram (ekbisntb.com)- Kemendukbangga/BKKBN NTB resmi menobatkan Pijar Pesona Anak sebagai Daycare terbaik se-NTB Tahun 2025. Melalui program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), BKKBN mendampingi dan menilai puluhan bahkan ratusan TPA atau Daycare se-NTB sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan meningkatkan kesejahteraan anak, memberikan rasa tenang kepada orang tua yang bekerja ketika menitipkan anaknya di Daycare, sehingga dapat mendukung produktivitas kerja dari orang tua.

Pijar Pesona Anak Daycare adalah TPA yang berada di bawah lembaga pendidikan Pijar Islamic Montessori Preschool yang berlokasi di Kekalik, Kota Mataram. Pijar Preschool ini merupakan satu-satunya PAUD yang menerapkan kurikulum Montessori Islam di NTB, sebuah kombinasi dari kurikulum Eropa dengan nilai-nilai Islami.
Kurikulum Montessori sejatinya banyak diterapkan pada sekolah-sekolah internasional, penggunaannya membutuhkan SDM terampil yang tersertifikasi Diploma Montessori, sebuah kompetensi yang jarang dimiliki lembaga PAUD.
Pijar Preschool Lombok adalah salah satu dari sedikit PAUD yang memiliki SDM berkompetensi Montessori yang dipadukan dengan kurikulum pembelajaran keislaman.
Terpilihnya Pijar Daycare sebagai yang terbaik di NTB ditopang oleh berlimpahnya SDM guru pengasuh yang berkualifikasi tinggi. Hampir semua guru pengasuh di Pijar Daycare adalah Sarjana PAUD dan Sarjana Psikologi yang dilengkapi dengan sertifikat kompetensi seperti Montessori dan lain-lain.
Sebagian lainnya memiliki kualifikasi sebagai tenaga kesehatan seperti bidan dan perawat yang juga memiliki sertifikat kompetensi keahlian tambahan. Selain itu, Pijar Daycare Lombok juga terpilih karena kemampuannya dalam menerapkan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif, berorientasi pada penguatan kemandirian anak, pembelajaran keterampilan hidup untuk anak, serta penguatan kapasitas literasi seperti bahasa, berbicara, logika, dan matematika.
Lebih dari itu, Pijar Daycare Lombok juga dianggap unggul dalam tata kelola, di mana hampir semua proses penunjang pendidikan dilakukan dengan memanfaatkan platform digital, mulai dari manajemen keuangan, progress report, daily report, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga administrasi pembelajaran.
Dengan tata kelola berbasis digital, orang tua siswa menjadi jauh lebih tenang karena semua proses administrasi menjadi transparan dan dapat dipantau serta dilakukan melalui handphone masing-masing.
Saat ini, Pijar Preschool Lombok tidak hanya menawarkan layanan penitipan anak melalui Pijar Daycare, tapi juga menawarkan program Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) dengan menggunakan kurikulum Montessori Islam, tata kelola berbasis digital, dan SDM berkualifikasi mumpuni. Meski baru berusia kurang dari dua tahun, hadirnya Pijar Preschool Lombok memberikan alternatif berkualitas kepada masyarakat NTB, khususnya di Kota Mataram dan sekitarnya terhadap pendidikan anak usia dini yang menerapkan kurikulum internasional, namun membebankan biaya pendidikan yang minimal dan tidak mahal. Dengan standar kualitas seperti ini, Pijar Daycare juga telah membuka cabang di luar Lombok, yakni di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Pijar Preschool Lombok membuka pendaftaran penerimaan siswa baru sepanjang tahun. Selama masih ada kuota, orang tua dapat memasukkan anaknya untuk mendapatkan pendidikan dini dan pengasuhan terbaik yang ditawarkan oleh Pijar Preschool Lombok, baik di Daycare, Playgroup (KB), maupun di TK.
Orang tua dapat mempelajari lebih jauh sepak terjang Pijar Preschool Lombok melalui Instagram @pijarpesona.daycare dan @pijarpesona.kindergarten, juga dapat dipelajari melalui website www.pijarmontessoriislam.id. Selain itu, masyarakat juga bisa berkonsultasi langsung dengan tim Pijar Preschool Lombok melalui WhatsApp di nomor 087892114571.(bul)

Satpol PP NTB Perketat Operasi Pemberantasan Rokok Ilegal di Kabupaten dan Kota Bima

0
Sisir Kabupaten dan Kota Bima, Satpol PP NTB menyisir kabupaten dan kota Bima untuk memperketat pengawasan dan pemberantasan okok ilegal

Bima (ekbisntb.com) — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi NTB melalui Tim Satgas Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal kembali menggelar operasi pemberantasan rokok ilegal di wilayah Kabupaten dan Kota Bima, Senin (1/12/2025). Operasi dilakukan dengan menyisir Kecamatan Asakota dan Kecamatan Rasanae Barat di Kota Bima, serta Kecamatan Bolo dan Soromandi di Kabupaten Bima.
Operasi dipimpin Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (P2D) Satpol PP NTB, Muh. Sujaan. Tim dibagi dalam dua kelompok dan bergerak menyisir toko, kios, serta warung yang diduga menjual rokok tanpa pita cukai resmi. Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga memberikan sosialisasi terkait larangan memperdagangkan barang kena cukai ilegal.
Dari operasi tersebut, Satgas BKC NTB berhasil mengamankan 11.956 batang rokok ilegal dari berbagai merek. Penindakan dilakukan sebagai upaya menekan peredaran barang kena cukai ilegal yang dinilai masih marak di wilayah NTB, khususnya Bima.
Menurut Muh. Sujaan, kegiatan tidak semata-mata berfokus pada penindakan, tetapi juga edukasi bagi pedagang. “Kami memberikan imbauan langsung agar pedagang tidak menjual rokok tanpa pita cukai resmi, karena tindakan tersebut melanggar hukum dan merugikan penerimaan negara,” ujarnya.
Operasi intensif ini sejalan dengan langkah nasional dalam pemberantasan rokok ilegal. Data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mencatat, hingga September 2025 sebanyak 816 juta batang rokok ilegal berhasil diamankan secara nasional, meningkat 37 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Di NTB, penyitaan rokok dan tembakau iris ilegal pada semester pertama 2025 juga mencapai jutaan batang.
Satgas BKC NTB menegaskan bahwa meningkatnya angka penindakan menunjukkan tantangan serius terhadap praktik peredaran rokok ilegal di daerah. Karena itu, pengawasan distribusi rokok terus diperketat, termasuk melalui operasi gabungan dengan instansi terkait.
Kepala Satpol PP NTB, Dr. H. Fathul Gani, M. Si memastikan kegiatan ini akan dilakukan secara berkala di berbagai kabupaten/kota. Pendekatan gabungan melalui penindakan, sosialisasi, dan edukasi diharapkan mampu menekan peredaran rokok ilegal secara signifikan.
“Kami berharap masyarakat dan pedagang semakin sadar pentingnya membeli dan menjual rokok bercukai resmi sebagai dukungan terhadap ketertiban fiskal dan stabilitas ekonomi,” pungkasnya.(bul)

    Museum NTB Gelar Workshop Bersama Tiga Museum di Australia

    0
    Workshop Internasional Perawatan keris bersama Tiga Museum Australia melalui zoom virtual, Selasa (2/12/2025).

    Lombok (ekbisntb.com) –

    Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan Workshop internasional terkait dengan perawatan keris bersama tiga museum di Australia melalui zoom virtual, Selasa (2/12/2025).

    Workshop tersebut merupakan kerja sama Museum Negeri NTB dengan Museum and Art Gallery of the Northern Territory , Art Gallery South Australia dan Australian Museum dengan menghadirkan narasumber dari Kurator Pewarangan Paguyuban Anjani, Muhasim.

    Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, menjelaskan, workshop tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama internasional Museum Negeri NTB dengan Museum Australia pada 19 November lalu dalam rangka pengembangan pengelolaan permuseuman.

    “Jadi karena museum di Australia banyak mengoleksi benda-benda senjata keris atau berasal dari logam sehingga workshop ini kami lakukan,”,tuturnya.

    Nuralam juga mengatakan workshop tersebut dapat membuka peluang besar dalam pertukaran pengetahuan, riset, dan peningkatan kualitas pengelolaan koleksi.

    “Kami berharap melalui workshop ini, ke depan akan terjalin program lanjutan seperti pelatihan intensif, penelitian bersama, hingga pameran kolaboratif,” ungkapnya.

    Workshop ini berfokus pada teknik konservasi keris, mulai dari identifikasi material, penanganan karat, hingga metode penyimpanan yang sesuai dengan kaidah konservasi.

    Kurator Pewarangan Paguyuban Anjani, Muhasim, yang menjadi narasumber utama, memaparkan teknik tradisional perawatan keris yang selama ini digunakan oleh para empu dan perawat keris lokal.

    Menurutnya, untuk membersihkan karat dari keris menggunakan bahan berupa air kelapa. Setelah pada tahap pemutihan menggunakan bahan air jeruk. Barulah mewarangi menggunakan batu warang yang dicampur dengan air jeruk, untuk memisahkan warna pamor dan besi bilah keris.

    Proses pembersihan keris menggunakan bahan-bahan yang sudah ditentukan. (ekbisntb.com/ist)

    “Jadi pembersihan karat itu paling sekitar tiga sampai enam hari tergantung ketebalan karat. Dan untuk memutihkan maksimal satu jam, dan mewarangi juga membutuhkan waktu satu jam,” terangnya.

    Setelah mewarangi, keris tersebut akan didiamkan sekitar 30 menit untuk mengeringkan. Dan selanjutnya ditaruh minyak untuk menghindari timbulnya karat.

    “Manfaat mewarangi supaya bila tidak berkarat dan berkororosi, itu manfaat warangan. Dan kita bisa melihat seni dari seorang empuh dari pamor. Dan pamor itu juga menunjukan indentitas harga barang,” ujarnya.

    Menanggapi workshop tersebut, perwakilan Museum and Art Gallery Northern Territory, Emily Colin menyampaikan terima kasih atas kegiatan workshop tersebut.

    Menurutnya, workshop ini sangat bermanfaat bagi tiga museum yang ada di Australia, karena teknik perawatan lokal tersebut sangat membantu pihaknya dalam merawat koleksi keris  yang ada di tiga museum di Australia. (ham)

    Perkuat Stabilitas Ekonomi Daerah, OJK dan KSSK NTB Gelar Pertemuan Sinergis di Kaki Rinjani

    0
    Media Update KSSK NTB di Sembalun, Lombok Timur, Selasa (2/12/2025).(Ekbis NTB/fan)

    Lombok (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) NTB menggelar acara “Media Update OJK NTB Tahun 2025” yang berlangsung selama dua hari, 2–3 Desember 2025, di Bobocabin Gunung Rinjani, Sembalun, Lombok Timur.

    Acara yang diikuti oleh 22 jurnalis ekonomi dan bisnis ini bertujuan untuk mempererat sinergi antarinstitusi sekaligus mendorong pemberitaan positif mengenai peran krusial KSSK dalam menjaga stabilitas keuangan wilayah.

    Kolaborasi Institusi dalam Suasana Berbeda

    Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tinggi dari lima lembaga anggota KSSK NTB, termasuk Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB Hario K Pamungkas, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Bambang S. Hidayat, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan NTB Ratih Hapsari Kusumawardani, dan Kepala Kanwil DJP Nusa Tenggara Samon Jaya.

    Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo, menjelaskan bahwa acara kali ini sengaja diselenggarakan di lokasi yang berbeda untuk mempertemukan pimpinan baru dengan rekan-rekan media.

    “Biasanya kita bertemu setiap triwulan. Kali ini kami ingin suasana berbeda dan mempertemukan para pimpinan baru seperti Pak Hario dan Pak Samon dengan rekan media,” ujar Rudi.

    Mengusung tema “Sinergi untuk Stabilitas Sistem Keuangan di Provinsi NTB”, Rudi menegaskan bahwa sinergi antar-instansi adalah mandat utama KSSK untuk mendukung stabilitas sektor keuangan, salah satunya melalui kolaborasi dengan media.

    Media Diminta Dukung Program “Desa Berdaya”

    Selain membahas stabilitas makro, KSSK NTB juga menyoroti pentingnya dukungan media terhadap program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya program Desa Berdaya.

    “Gubernur meminta agar program ini diperkuat kolaborasinya. Setelah pertemuan dengan media, minggu depan kami juga akan mempertemukan KSSK dengan rekan-rekan FKIJK (Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan) agar dukungan terhadap Desa Berdaya bisa lebih optimal,” kata Rudi.

    Kesiapsiagaan Krisis Melalui Simulasi

    Dalam diskusi tersebut, para pimpinan KSSK NTB juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi krisis keuangan. Rudi menyebutkan bahwa KSSK NTB telah membangun koordinasi yang erat melalui berbagai simulasi penanganan krisis di masa lalu.

    “KSSK ini dulu sangat dekat melalui simulasi-simulasi krisis. Jika sewaktu-waktu terjadi potensi krisis di NTB, koordinasi bisa berjalan lebih cepat karena kedekatan itu sudah terbangun,” tegasnya.

    Secara keseluruhan, forum ini menegaskan komitmen KSSK NTB untuk terus bersinergi dalam mengawal kebijakan pemerintah, memastikan sistem keuangan tetap terjaga, dan mendukung stabilitas ekonomi di daerah. (fan)

    Pertamina Patra Niaga Aktifkan Satgas Nataru 2025/2026 Lebih Dini

    0

    Lombok (ekbisntb.com)- Menjelang Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan kesiapan pasokan energi di seluruh wilayah guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, pariwisata, dan transportasi baik darat maupun udara dengan memastikan kelancaran pendistribusian energi.

    Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang dimulai pada tanggal 13 November 2025 sampai dengan 11 Januari 2026 untuk memastikan masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman. Periode Satgas ini dimulai lebih awal yang mana pada tahun-tahun sebelumnya dimulai pada bulan Desember.

    Berdasarkan proyeksi nasional, akan terjadi tiga puncak mobilitas masyarakat yaitu pada 24–25 Desember 2025, 31 Desember–1 Januari 2026, serta arus balik pada 2–4 Januari 2026.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan bahwa Pertamina memproyeksi adanya peningkatan kebutuhan BBM dan LPG, terutama untuk jenis Gasoline dan LPG.

    “Peningkatan ini seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan,” jelas Ahad.

    Proyeksi konsumsi BBM selama periode Satgas ini diperkirakan meningkat sekitar 8,4% dari rata-rata normal 19.580 KL/hari untuk Gasoline dan untuk Gasoil turun sekitar 5,1% dari konsumsi normal 9.596 KL/hari seiring berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang. Sedangkan kebutuhan Rumah Tangga konsumsi   Mitan diperkirakan meningkat 8,5% dari normal harian 348 KL/hari dan LPG meningkat 3,4% dari normal harian 6.184 MT/hari.

    *Kesiapan Avtur*

    Selain BBM dan LPG, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga memastikan pasokan Avtur untuk kebutuhan penerbangan di 13 bandara yang tersebar di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Pasokan Avtur dipastikan cukup untuk mendukung peningkatan mobilitas penumpang udara selama arus pergi dan arus balik.

    “Untuk sektor Aviasi, kami juga telah menyiapkan pasokan Avtur dengan kapasitas yang memadai, terutama mengingat tingginya volume penerbangan selama arus pergi dan arus balik,” tambah Ahad.

    Adapun konsumsi Avtur untuk penerbangan di Jatimbalinus naik sebesar 2,4% dari rerata normal harian 3.504 KL/hari.

    *Kesiapan Stok BBM dan LPG*

    Menjelang dan selama periode Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG di seluruh SPBU dan Agen LPG dalam kondisi yang optimal. Dengan mengutamakan distribusi yang merata di seluruh daerah, termasuk daerah-daerah yang rawan atau terpencil, Pertamina berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa adanya gangguan.

    “Kami memastikan pasokan dan distribusi energi tetap terjaga sepanjang periode Nataru. Selain stok yang aman, kami juga memperkuat berbagai layanan tambahan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman selama perjalanan,” ujar Ahad.

    Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengoptimalkan seluruh infrastruktur meliputi 1.473 SPBU, 907 Pertashop, dan 1.209 Agen LPG.  Selain mengoptimalkan seluruh jaringan layanan, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga menghadirkan berbagai layanan tambahan untuk mendukung kenyamanan masyarakat selama periode Nataru. Layanan tersebut mencakup 644 SPBU Siaga 24 jam dan 917 Agen LPG Siaga yang memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan energi kapan saja.

    Selain itu, tersedia 7 titik layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga serta layanan 41 unit Motorist/PDS yang mobile untuk menjangkau pemukiman hingga jalur wisata. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus turut menyiapkan 17 unit mobil tangki stand-by sebagai kantong suplai di jalur padat perjalanan. Sementara itu, sebanyak 3 Serambi MyPertamina hadir di rest area dan pusat keramaian, menyediakan berbagai fasilitas tambahan seperti ruang istirahat, nursery, barbershop, mini klinik, hingga area bermain anak.

    Dukungan layanan keselamatan juga diberikan melalui ambulans di sejumlah titik strategis dan porter gratis di beberapa bandara untuk membantu mobilitas masyarakat. Sistem monitoring real-time melalui command center Satgas memastikan suplai segera ditambah jika terjadi lonjakan permintaan.

    Untuk kenyamanan konsumen, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus turut menghadirkan promo pembelian BBM Non-Subsidi serta program MyPertamina yang memudahkan transaksi dan akses layanan.

    “Kami mengimbau masyarakat mengisi BBM sejak awal sebelum memasuki jalur padat dan memanfaatkan aplikasi MyPertamina untuk informasi titik layanan dan promo. Kami siap melayani sepenuh hati agar masyarakat dapat menikmati liburan dengan tenang bersama keluarga,” demikian Ahad.(bul)