Beranda blog Halaman 93

4.467 Penerima Bansos di Mataram Terindikasi Judol, Lansia dan Jompo Ikut Terdampak

0
4.467 Penerima Bansos di Mataram Terindikasi Judol, Lansia dan Jompo Ikut Terdampak
Muzakkir Walad (EKBIS NTB/pan)

Mataram (EKBIS NTB) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram mengungkapkan sebanyak 4.467 penerima manfaat bantuan sosial (bansos) terindikasi melakukan transaksi yang berkaitan dengan judi online (judol).

Dari jumlah tersebut, terdapat penerima manfaat dari kalangan lanjut usia (lansia) dan warga jompo yang turut terdampak hingga status bantuan sosialnya diblokir.

Kepala Dinsos Kota Mataram, Muzakkir Walad, mengatakan indikasi tersebut muncul setelah ditemukan transaksi seperti setoran atau deposit ke rekening bank yang terindikasi berkaitan dengan aktivitas judi online.

Namun, Dinsos Kota Mataram menyebut indikasi tersebut tidak serta-merta semua dilakukan oleh penerima manfaat. Data mereka dapat terindikasi karena adanya aktivitas anggota keluarga yang tercatat dalam satu kartu keluarga (KK).

Transaksi tersebut kemudian terverifikasi oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Karena masih tercatat dalam satu KK, data penerima manfaat bansos ikut terdampak sehingga status kepesertaan bantuan sosial mereka diblokir.

“Yang kami terima dari laporan di lapangan memang ada penerima manfaat, termasuk lansia dan jompo, yang terindikasi. Tapi, kalau untuk jumlah pastinya data lansia dan jompo ini masih belum dirinci,” ujar Muzakkir, Rabu (2/9).

Menurut Muzakkir, indikasi tersebut juga dapat muncul akibat penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik penerima manfaat untuk mengaktivasi nomor kartu telepon seluler. Nomor tersebut kemudian diduga digunakan anggota keluarga, seperti anak atau cucu, untuk mendaftar pada situs yang berkaitan dengan judi online.

Ia menilai kecil kemungkinan lansia maupun warga jompo melakukan transaksi judi online secara langsung. Indikasi tersebut, kata Muzakkir, diduga muncul akibat penyalahgunaan data administrasi kependudukan atau data pribadi oleh anggota keluarga maupun pihak lain.

“Kalau lansia sama orang tua jompo, mustahil mereka melakukan itu. Ini karena faktor anggota keluarga dan faktor lainnya yang ditemukan di lapangan,” ujarnya.

Meski demikian, penerima bansos yang terindikasi terkait judi online, termasuk lansia dan warga jompo, dapat mengajukan sanggahan apabila transaksi tersebut tidak dilakukan secara sengaja atau terjadi akibat penyalahgunaan data pribadi.

Penyanggahan dapat dilakukan melalui situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos) melalui layanan Cek Bansos. Data penerima selanjutnya akan diverifikasi untuk memastikan apakah yang bersangkutan benar-benar melakukan aktivitas yang menjadi dasar pemblokiran bantuan.

Berdasarkan data Dinsos Kota Mataram, sebanyak 4.467 penerima manfaat terindikasi melakukan transaksi yang berkaitan dengan judi online. Data tersebut tersebar di enam kecamatan di Kota Mataram.

Rinciannya, Kecamatan Ampenan sebanyak 999 KK, Cakranegara 614 KK, Mataram 670 KK, Sandubaya 1.032 KK, Sekarbela 518 KK, dan Selaparang sebanyak 634 KK.

Dinsos Kota Mataram masih melakukan penelusuran dan verifikasi terhadap data tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penerima manfaat yang tidak terlibat langsung tetap memperoleh hak atas bantuan sosial dan tidak terdampak akibat aktivitas anggota keluarga maupun penyalahgunaan data pribadi. (pan)

Harga Ayam dan Daging Sapi Melonjak

0
Harga Ayam dan Daging Sapi Melonjak
(EKBIS NTB/cem) SIDAK – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram, H. Miftahurrahman saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) harga kebutuhan pokok di Pasar Mandalika pada, Rabu (2/9)

Mataram (EKBIS NTB) – Harga ayam dan daging sapi di Pasar Mandalika mengalami lonjakan drastis. Tingginya permintaan untuk perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dinilai menjadi pemicu.


Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram, H. Miftahurrahman mengatakan, pihaknya bersama Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Bagian Ekonomi Setda Kota Mataram turun mengecek harga sebelas komoditi bahan pokok di Pasar Mandalika. Kondisi di lapangan ternyata harga daging sapi lokal dan daging ayam mengalami lonjakan atau kenaikan.


Daging sapi semula Rp140 ribu-Rp150 ribu per kilogram melonjak mencapai Rp160 ribu per kilogram. Demikian halnya dengan daging ayam dari Rp38 ribu-Rp40 ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu per kilogram. “Iya, harga daging sapi dan daging ayam yang naik Rp10 ribu per kilogram,” kata Miftah ditemui disela-sela melakukan pengecekan harga di Pasar Mandalika pada, Rabu (2/9).


Lonjakan harga daging sapi ini dipicu tingginya permintaan masyarakat untuk perayaan maulid. Sementara, pasokan sapi lokal dari peternak sangat terbatas. Sementara, daging ayam juga mengalami hal sama. “Karena sekarang maulid jadi daging ayam dan sapi naik,” katanya.


Kondisi harga komoditi di pasar tradisional akan dirangkum atau masukan dalam dasbord SIPASTI MAPAN (strategi Kendali Pasokan Pangan Strategis untuk Pengendali Inflasi Daerah). Sistem ini mengandung enam komponen data yakni, harga,stok, pasokan, distribusi,cadangan dan produksi.


Harga komoditi seperti cabai rawit, bawang merah dan bawang putih, daging sapi daging ayam, minyak goreng,beras,kedelai dan kopi akan dimasukan dalam aplikasi tersebut. Pasokan serta produksi akan terpantau dalam sistem, sehingga menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengintervensi. “Nanti ada early warning system. Pasokannya di dasbord bisa terlihat warna merah atau hijau,” jelasnya.


Pedagang ayam di Pasar Mandalika, Hj. Rusmini menuturkan harga daging ayam mencapai Rp50 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini terjadi sejak sepekan lalu, karena tingginya permintaan masyarakat untuk perayaan maulid.


Pasokan ayam diambil dari pengepul di Seganteng, Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara. Ia mendapatkan jatah 20 kilogram per hari. “Saya tidak berani ngambil banyak. Cukup 20 kilo saja sehari. Kadang itu habis dan kadang tidak,” tuturnya. (cem)

Permanenkan Rekayasa Lalin di Rembiga

0
Permanenkan Rekayasa Lalin di Rembiga
Abd Rachman (EKBIS NTB/dok)

KETUA Komisi III DPRD Kota Mataram, Abd Rachman, SH, mengatakan pihaknya mendukung keputusan Dishub untuk melanjutkan rekayasa lalu lintas di Rembiga. Menurutnya, hasil uji coba sebelumnya menunjukkan adanya dampak positif terhadap kelancaran arus kendaraan.

“Kami setuju karena mengingat hasil rekayasa sebelumnya berhasil mengurai kemacetan yang biasa terjadi di lampu merah Jalan Jenderal Sudirman,” ujarnya kepada Suara NTB melalui pesan WhatsApp, kemarin.

Ia menjelaskan, kawasan tersebut selama bertahun-tahun menjadi salah satu titik yang kerap mengalami kemacetan. Kondisi itu semakin parah pada jam-jam tertentu, termasuk saat Ramadan, karena kapasitas jalan yang relatif terbatas dan tingginya volume kendaraan.

Menurut Rachman, rekayasa lalu lintas yang dilakukan pemerintah bersama jajaran dan stakeholder terkait merupakan salah satu upaya konkret untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.

Ia menyayangkan adanya tindakan sejumlah masyarakat yang sempat membuka barrier atau pembatas jalan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Menurutnya, tindakan tersebut justru dapat mengembalikan kondisi kemacetan seperti sebelumnya.

“Kalau tidak ada barrier atau tidak dilakukan rekayasa lalu lintas, kondisi kemacetan sangat parah. Sekarang sudah dilakukan rekayasa dan itu terbukti berhasil mengurai kemacetan,” katanya.

Ketua Fraksi Gerindra ini bahkan mendorong agar rekayasa lalu lintas tersebut dapat dipermanenkan. Ia mengakui, penerapan satu arah mungkin membuat sebagian warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk menuju rumahnya.

Namun, kondisi tersebut dinilai sebagai konsekuensi dari kebijakan yang mengutamakan kepentingan masyarakat secara lebih luas.

“Kita harus mementingkan kepentingan umum daripada kepentingan sekelompok,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan aturan dalam merespons kebijakan pemerintah. Terlebih, rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan setelah adanya berbagai masukan dan keluhan dari masyarakat pengguna jalan yang setiap hari merasakan kemacetan.

Terkait kemungkinan dampak terhadap pelaku usaha di sekitar lokasi, Rachman meminta semua pihak memahami bahwa perubahan arus lalu lintas dapat menimbulkan dampak sementara. Ia berharap pelaku usaha dapat bersabar dan melihat kebijakan tersebut dalam perspektif jangka panjang.

“Kalau terkait usaha di sekitar yang mungkin mengalami omzet turun, kita harus legowo. Itu mungkin terjadi saat sekarang. Tapi ke depannya saya rasa omzet mereka bisa kembali setelah rekayasa ini dipermanenkan dan masyarakat memahami bahwa kondisi ini untuk kepentingan umum,” jelasnya.

Di sisi lain, ia menilai pemerintah perlu menyiapkan solusi jangka panjang berupa pembangunan atau pembukaan jalur alternatif dari Kota Mataram menuju Lombok Barat maupun Kabupaten Lombok Utara. Dengan adanya jalur alternatif, beban kendaraan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman diharapkan dapat berkurang.

Selain persoalan arus kendaraan, Rachman meminta aspek keselamatan pejalan kaki turut menjadi perhatian. Perubahan sistem lalu lintas menjadi satu arah di sekitar lampu merah tersebut perlu diikuti dengan perencanaan fasilitas penyeberangan yang memadai.

Jika hasil kajian menunjukkan kebutuhan terhadap jembatan penyeberangan orang (JPO), pemerintah diminta memasukkannya dalam perencanaan pembangunan.

“Kalau sekiranya diperlukan JPO di tempat itu, harus masuk ke dalam perencanaan kegiatan. Ini untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya. (fit)

Waspada Tumpahan Oli di Jalan! Ini Fitur Canggih Honda yang Bikin Motor Enggak Gampang Selip

0
(Ilustrasi) - Pengendara Motor Honda ADV 160 ABS saat melintasi jalan dengan tumpahan oli.

Mataram (Ekbis NTB) — Tumpahan oli di permukaan jalan bukan sekadar membuat aspal terlihat kotor, melainkan menjadi ancaman serius bagi para pengguna jalan. Cairan ini mampu mengurangi daya cengkeram ban secara drastis, terutama bagi para pengendara sepeda motor.

Kondisi tersebut kian membahayakan ketika tumpahan oli bercampur dengan air hujan atau melingkupi permukaan jalan yang basah. Tekstur kasar aspal yang seharusnya membantu ban mencengkeram jalan justru tertutup oleh lapisan licin oli. Akibatnya, kendaraan rentan kehilangan traksi dalam hitungan detik saat melakukan pengereman, akselerasi, maupun ketika miring di area tikungan.

Menjawab potensi bahaya ini, teknologi keselamatan pada sepeda motor menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Salah satunya adalah fitur Honda Selectable Torque Control (HSTC) yang disematkan pada sejumlah lini sepeda motor Honda.

Instruktur Technical Service Astra Motor NTB, Sultan Hartawan, menjelaskan bahwa fitur HSTC dirancang untuk mencegah roda belakang selip saat melewati jalanan yang licin, berpasir, hingga area yang terpapar tumpahan oli.

“Prinsip kerja fitur HSTC adalah mengontrol perbedaan putaran roda depan dan roda belakang ketika terjadi perbedaan putaran atau wheel slip,” ujar Sultan.

Sistem kontrol traksi ini bekerja secara otomatis memanfaatkan sensor kecepatan di kedua roda. Ketika sensor mendeteksi roda belakang berputar lebih cepat dibanding roda depan—indikasi awal terjadinya hilang traksi—sistem akan mengirim sinyal ke Engine Control Unit (ECU).

ECU kemudian merespons cepat dengan mengurangi pasokan bahan bakar atau mengatur pengapian untuk menurunkan tenaga mesin secara instan. Begitu daya cengkeram roda belakang kembali pulih, sistem akan mengembalikan tenaga mesin secara bertahap sehingga kendaraan tetap stabil dan mudah dikendalikan.

Selain meningkatkan stabilitas saat melintasi medan sulit, teknologi HSTC juga dilengkapi indikator pada panel instrumen. Pada beberapa tipe, pengendara bahkan dapat memilih mode tingkat intervensi kontrol traksi sesuai kondisi jalan yang dilalui.

Saat ini, fitur keselamatan HSTC telah diaplikasikan pada berbagai segmen sepeda motor Honda, mulai dari skutik bongsor seperti PCX 160 ABS, ADV 160 ABS, dan Forza, hingga jajaran motor berkapasitas mesin besar (big bike) seperti Honda CB1000R dan Honda Africa Twin. (fan)

Sektor Tambang dan Pariwisata Pacu Ekonomi NTB Tumbuh 7,41 Persen di Triwulan II 2026

0
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas

Mataram (Ekbis NTB) — Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatatkan kinerja impresif pada Triwulan II 2026. Berdasarkan laporan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, pertumbuhan ekonomi NTB melejit sebesar 7,41% secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,45% (yoy) maupun rata-rata kawasan Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menyampaikan bahwa performa tinggi ini terutama ditopang oleh kinerja ekspor industri pengolahan/smelter, relaksasi izin ekspor konsentrat tembaga, serta konsumsi rumah tangga yang tetap kuat.

“Pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan kedua didorong oleh melesatnya sektor pertambangan dan industri pengolahan, disokong momen perayaan Iduladha, long weekend, serta libur sekolah yang menggerakkan konsumsi masyarakat,” ujar Hario dalam forum Bincang Bareng Media (BBM) di Mataram, Rabu (2/9/2026).

Pertambangan dan Pertanian Dominasi Struktur Ekonomi

Secara sektoral, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB masih didominasi oleh dua sektor utama, yaitu Sektor Pertanian dengan pangsa 21,93% dan Sektor Pertambangan sebesar 20,02%.

  • Sektor Pertambangan mencatatkan lonjakan pertumbuhan paling signifikan sebesar 30,57% (yoy) pada Triwulan II 2026. Akselerasi ini dipicu oleh peningkatan produksi konsentrat tembaga dan optimalisasi operasional fasilitas smelter, di mana nilai ekspor pertambangan NTB menembus USD 620,04 juta.
  • Sektor Industri Pengolahan tumbuh sebesar 7,45% (yoy), yang didorong oleh upaya hilirisasi hasil tambang daerah.
  • Sektor Perdagangan tumbuh 4,33% (yoy) dengan kontribusi pangsa PDRB sebesar 13,94%, yang disokong oleh tingginya aktivitas penjualan kendaraan serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Sektor Pertanian mencatatkan pertumbuhan 2,54% (yoy), terutama didorong subsektor peternakan. Kendati demikian, produksi Gabah Kering Giling (GKG) terkontraksi hingga -14,84% (yoy) akibat pergeseran musim panen.

Geliat Pariwisata dan Penyerapan Tenaga Kerja

Sektor pariwisata yang diukur melalui tiga Lapangan Usaha (LU) penopang—yaitu Perdagangan, Transportasi (pangsa 5,74%), dan Akomodasi Makanan-Minuman (Akmamin, pangsa 5,66%)—memberikan kontribusi total 21,5% terhadap PDRB NTB.

Kinerja pariwisata ini juga menjadi motor penggerak ketenagakerjaan daerah:

  • Ketiga lapangan usaha penopang pariwisata tersebut menyerap 28% dari total tenaga kerja di NTB.
  • Pertumbuhan penyerapan tenaga kerja tertinggi dicatatkan oleh sektor Akmamin yang melonjak 19,72% (yoy), disusul Perdagangan 9,67% (yoy), dan Pengangkutan/Transportasi 5,27% (yoy).

Hingga Juli 2026, akumulasi kunjungan wisatawan ke NTB mengalami kenaikan sebesar 5,34% (yoy), dengan destinasi terfavorit terkonsentrasi di Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Tengah. Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika berbasis sport tourism juga terus digenjot menyambut gelaran balap internasional MotoGP pada Oktober mendatang.

Geliat Ekonomi Digital dan Sektor Keuangan

Di sisi sistem pembayaran dan keuangan daerah:

  1. QRIS Cross-Border Melesat: Penggunaan transaksi QRIS antarnegara tumbuh signifikan mencapai Rp20,03 miliar hingga Juli 2026. Transaksi didominasi oleh wisatawan asal Malaysia (Rp12,66 miliar) dan wisatawan Tiongkok (Rp6,54 miliar).
  2. Kinerja Perbankan: Kredit perbankan berdasarkan lokasi proyek tumbuh 4,37% (yoy) dengan nilai total Rp122,43 triliun dan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang sangat terjaga di level 1,87%. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp50,95 triliun atau tumbuh 3,33% (yoy).
  3. UMKM & Penjualan: Ajang Karya Kreatif NTB (KKNTB) 2026 mencatatkan transaksi sebesar Rp1,6 miliar, sedangkan pada pameran nasional Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, UMKM NTB berhasil mengantongi omset sementara sebesar Rp3,4 miliar.

Pengendalian Inflasi dan Tantangan Musim Perayaan

Meskipun pertumbuhan ekonomi melaju kencang, Bank Indonesia mengimbau kewaspadaan terhadap tekanan inflasi. Pada Agustus 2026, NTB mencatatkan inflasi sebesar 0,57% (month-to-month/mtm) dan secara tahunan berada di level 4,03% (yoy)—di atas sasaran target nasional (2,5% ± 1%).

Penyumbang inflasi utama meliputi komoditas daging ayam ras (akibat lonjakan permintaan), cabai rawit, dan hasil perikanan. Menghadapi periode peringatan Maulid Nabi yang berlangsung selama satu bulan penuh di Lombok, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 10 kabupaten/kota serta meningkatkan pasokan hortikultura guna menjaga kestabilan daya beli masyarakat. (fan)

Sentuhan Warna Baru Honda ST125 Dax untuk Pecinta Motor Retro Modern

0

Jakarta (Ekbis NTB) — PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan penyegaran untuk salah satu sepeda motor ikoniknya, Honda ST125 Dax. Motor leisure yang memadukan desain klasik dengan teknologi modern ini kini hadir dalam dua pilihan warna baru: Candy Energy Orange dan Pearl Shining Black.

Varian Candy Energy Orange menyajikan perpaduan warna oranye dan hitam yang ekspresif, sedangkan Pearl Shining Black menawarkan dominasi warna hitam yang elegan dan timeless. Kedua warna tersebut dipadukan dengan aksen krom di berbagai bagian untuk memperkuat kesan retro dan premium.

Marketing Director AHM, Octavianus Dwi, menyampaikan bahwa Honda ST125 Dax hadir untuk memenuhi gaya hidup berkendara yang unik sekaligus menemani konsumen yang ingin lepas dari rutinitas harian.

“Honda ST125 Dax memiliki karakter yang kuat dan modern, sehingga setiap detail pada motor ini dapat menjadi bagian dari ekspresi pengendaranya. Kami berharap pilihan warna baru ini dapat semakin melengkapi kesenangan berkendara dan gaya hidup para pecinta Honda Dax di Indonesia,” ujar Octa.

Desain Premium Retro

Nostalgia desain motor yang pertama kali diperkenalkan secara global pada 1969 ini terpancar dari penggunaan rangka T-shape, yang sekaligus berfungsi sebagai tangki bahan bakar. Tampilan retronya dipertegas lewat setang tinggi berwarna krom serta knalpot melengkung khas yang dilengkapi pelindung krom.

Di bagian tengah rangka, tersemat garis hitam dengan tulisan “Dax” dan logo wing Honda klasik. Logo ST125 juga tampil unik dengan maskot anjing Dachshund.

Meski kental dengan aura klasik, motor ini disematkan fitur-fitur modern. Sistem pencahayaan untuk lampu depan, belakang, dan sein sudah sepenuhnya menggunakan LED. Selain itu, panel meter digital model negative display menyajikan informasi berkendara secara simpel dan jelas.

Untuk kenyamanan, Honda ST125 Dax dibekali jok sepanjang 778 mm dari permukaan tanah yang muat untuk berboncengan, lengkap dengan pegangan besi di bagian belakang.

Performa Mesin dan Fitur Keamanan

Di sektor pacu, Honda ST125 Dax mengusung mesin SOHC 125 cc 4-percepatan berpendingin udara dengan teknologi PGM-FI. Mesin berdiameter x langkah bore x stroke 50 x 63,1 mm serta rasio kompresi 10:1 ini sanggup memuntahkan tenaga maksimal 6,6 kW pada 7.000 rpm dan torsi puncak 10,4 Nm pada 5.000 rpm. Pengoperasiannya menggunakan kopling sentrifugal yang mudah dan praktis untuk penggunaan perkotaan.

Pada bagian kaki-kaki, motor berbobot 107 kg ini mengandalkan suspensi depan inverted telescopic dan suspensi ganda di belakang. Ban berukuran 120/70-12 di depan dan 130/70-12 di belakang dipadukan dengan rem cakram 220 mm (depan) serta 190 mm (belakang).

Guna mendukung keselamatan, rem depan dilengkapi sistem ABS 1-channel yang terintegrasi dengan Inertial Measurement Unit (IMU) untuk mencegah roda belakang terangkat saat terjadi pengereman mendadak.

Harga dan Ketersediaan

Honda ST125 Dax dengan varian warna Candy Energy Orange dan Pearl Shining Black ini dipasarkan dengan harga On The Road (OTR) DKI Jakarta sebesar Rp84.500.000. (r/fan)

Pertamina  Patra Niaga Dampingi Pemulihan Warga Dusun Adat Sade Pascakebakaran

0
Pertamina  Patra Niaga Dampingi Pemulihan Warga Dusun Adat Sade Pascakebakaran

Praya (Ekbis NTB)— Warga Dusun Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mulai berbenah setelah kebakaran melanda kawasan permukiman adat tersebut pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.

Kebakaran yang melalap sejumlah bangunan dengan ciri khas rumah adat Sasak itu meninggalkan puing dan duka bagi warga. Di tengah proses pemulihan, kebutuhan dasar seperti perlengkapan memasak dan kebersihan menjadi salah satu hal yang harus segera dipenuhi.

Kondisi tersebut mendorong Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal (IT) Ampenan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Pada Sabtu (29/8/2026), tim Pertamina Peduli mendatangi langsung Desa Adat Sade untuk menyerahkan bantuan kebutuhan darurat pascakebakaran.

Bantuan yang diberikan antara lain tabung LPG Bright Gas beserta kompor gas, peralatan memasak, peralatan makan, serta perlengkapan mandi. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu warga kembali menjalankan aktivitas sehari-hari selama proses pemulihan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap warga yang tengah menghadapi masa sulit.

“Desa Adat Sade bukan sekadar pemukiman, melainkan simpul kebudayaan dan kebanggaan bangsa yang amat berharga. Musibah ini adalah duka kita bersama,” kata Ahad.

Menurut dia, bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama akses memasak yang aman dan higienis serta perlengkapan sanitasi.

Penyerahan bantuan diterima langsung oleh Kepala Dusun Sade, Nurcite, yang mewakili warga terdampak.

Nurcite menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Pertamina. Menurutnya, perlengkapan memasak dan kebutuhan rumah tangga tersebut menjadi bantuan yang dibutuhkan warga dalam kondisi pascakebakaran.

“Kami atas nama warga Dusun Sade mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kepedulian dan perhatian dari Pertamina Patra Niaga dan IT Ampenan,” ujar Nurcite.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu warga melewati masa pemulihan sekaligus mendorong masyarakat untuk kembali menata kehidupan di Dusun Adat Sade.

Bagi warga Sade, pemulihan tidak hanya berarti memperbaiki bangunan yang terdampak kebakaran. Aktivitas sehari-hari dan kehidupan masyarakat juga perlahan harus kembali berjalan.

Di tengah proses tersebut, bantuan kebutuhan dasar menjadi bagian penting agar warga dapat segera kembali memasak, beraktivitas, dan menjalani kehidupan di lingkungan adat yang selama ini menjadi bagian dari identitas masyarakat Sasak.

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus menjalankan peran sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat, termasuk dalam situasi tanggap bencana dan pemulihan pascabencana.

Bantuan kepada warga Dusun Adat Sade diharapkan dapat meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan setelah kebakaran.(bul)

Pengerjaan Ruas Jalan Batudulang-Punik Mencapai 55,29 Persen

0
Pengerjaan Ruas Jalan Batudulang-Punik Mencapai 55,29 Persen
PENGASPALAN - Salah satu ruas jalan segmen Batudulang- Punik yang mulai diaspal oleh rekanan. Proyek ini ditargetkan tuntas sebelum kontrak berakhir di bulan November 2026.(Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (EKBIS NTB) –Pemkab Sumbawa memastikan penanganan ruas jalan Batudulang-Punik melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) terus berjalan. Progres pekerjaan tersebut telah mencapai 55,29 persen dari target 55,21 persen.

“Progres saat ini sudah di angka 55,29 persen dari rencana 55,216 persen. Ada deviasi positif sekitar 0,013 persen, sehingga kami optimis proyek tersebut tuntas sebelum masa kontrak berakhir,” kata Asisten Perekonomian Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, kepada Suara NTB, Selasa (1/9).

Suharmaji menyebutkan, proyek tersebut memiliki waktu pelaksanaan selama 330 hari kalender terhitung sejak November 2025 hingga November 2026. Dari total waktu pelaksanaan tersebut, pekerjaan telah berjalan selama 231 hari sehingga tersisa sekitar 99 hari kalender.

“Capaian 55 persen banyak berasal dari pekerjaan persiapan konstruksi. Meliputi pembangunan saluran, pemasangan pengaman tebing, pemasangan bronjong penahan, pekerjaan keprasan, hingga lapisan pondasi agregat (LPA),” ucapnya.

Khusus segmen Brang Treng hingga Punik saat ini sudah memasuki tahap pengaspalan termasuk proses pemasangan U-ditch dan perubahan trase. Bahkan proses pengaspalan juga telah dilakukan pada segmen awal sebelum memasuki kawasan Brang Treng.

Perubahan trase menjadi salah satu bagian penting dalam pekerjaan pada kawasan Brang Treng–Punik. Kondisi lapangan membuat pelaksana harus melakukan pengeprasan dan pekerjaan tanah pada sejumlah titik, terutama lokasi yang memiliki banyak material batu.

“Jadi, untuk Brang Treng sendiri sekarang sedang dilakukan persiapan pemasangan saluran U-ditch dan perkerasan lahan karena di situ ada trase baru yang dibuat,” ucapnya.

Selain pekerjaan utama, pelaksana juga mengerjakan sejumlah pekerjaan minor yang menjadi bagian dari kelengkapan jalan. Meliputi pemasangan patok beton di sisi jalan, pemasangan pengarah lalu lintas serta sejumlah perlengkapan keselamatan dan penunjang jalan lainnya.

“Pekerjaan dari segmen pertama dan segmen ketiga didominasi pekerjaan konstruksi. Sementara segmen dua di kawasan Brang Treng masih dalam proses pengerjaan perubahan trase,” jelasnya.

Suharmaji berharap seluruh segmen mulai dari segmen satu-tiga dapat teraspal pada akhir Oktober. Setelah pekerjaan pengaspalan rampung, pelaksana akan melanjutkan pemasangan berbagai item pelengkap jalan.

Pemkab Sumbawa menargetkan di akhir bulan Oktober seluruh segmen sudah memasuki kondisi teraspal. Setelah itu, pekerjaan akan berlanjut pada pemasangan patok, pengarah jalan, serta perlengkapan lain yang menjadi bagian dari penyelesaian ruas tersebut. (ils)

NTB Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Pertemuan Pengembang Se-Indonesia

0
NTB Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Pertemuan Pengembang Se-Indonesia
Ketua REI NTB, Hery Athmaja dan pengurus REI NTB audiensi dengan Gubernur NTB, Lalu. Iqbal, usai NTB ditetapkan jadi turan rumah Rakernas REI tahun 2027.

Mataram (EKBIS NTB) – Provinsi NTB mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Real Estat Indonesia (REI) ke-55 yang akan digelar pada Mei 2027. Dari kegiatan tersebut, efek ekonomi yang akan dirasakan daerah cukup besar. Sehingga NTB juga sangat antusias menyelenggarakan gawe nasional ini tahun depan.

Agenda Rakernas REI ini disebut akan menghadirkan sekitar seribuan pengembang dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua REI NTB, Hery Athmaja, Senin, 31 Agustus 2026 menyampaikan, kepastian NTB menjadi tuan rumah ditetapkan pada Rakor Regional DPP REI dan DPD REI di Makasar, yang baru saja usai terselenggara.

Menurutnya, penunjukan sebagai tuan rumah ini menjadi peluang besar bagi NTB untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong investasi sektor properti dan pariwisata.

“Sudah positif NTB menjadi tuan rumah. Dan kami sudah lapor ke Pak Gubernur, Miq Iqbal. Kami tentu mengapresiasi Pak Gubernur yang sudah menyatakan akan mendukung dan juga cukup antusias,” kata Hery.

Ditambahkan, kehadiran pengembang dari seluruh Indonesia akan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi NTB. Para pengusaha yang datang tidak hanya mengikuti agenda organisasi, tetapi juga berpotensi melihat langsung peluang investasi di daerah.

“Yang pasti pengusaha akan banyak datang ke sini. Ini sangat positif untuk developer di NTB karena mereka bisa melihat dan mempromosikan kawasan komersial. Kita ini daerah wisata, sehingga peluang mereka untuk berinvestasi di sini cukup besar,” ujarnya.

Hery menilai, kehadiran ribuan pengusaha dari berbagai daerah juga menjadi sarana promosi NTB yang sangat efektif. Apalagi, di era media sosial, pengalaman para peserta selama berada di NTB berpotensi menyebar luas melalui berbagai platform digital.

“Pengembang yang datang ini sendiri nanti yang akan memviralkan daerah kita. Itu salah satu dampak positif yang akan dirasakan oleh daerah,” katanya.

Hery mengatakan, para peserta tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan di ruang pertemuan, tetapi juga menikmati berbagai destinasi wisata dan melihat langsung peluang investasi yang tersedia di NTB. Dampak ekonomi juga diperkirakan dirasakan pelaku usaha lokal, terutama hotel, restoran, transportasi, pusat oleh-oleh hingga UMKM.

“UMKM juga luar biasa dampaknya. Hotel-hotel pasti terlibat, kemudian oleh-oleh dan pelaku usaha lainnya,” ujarnya.

Untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan maksimal, REI NTB mulai menyiapkan kepanitiaan sekaligus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Persiapannya tentu mulai dari kepanitiaan. Kemudian kami akan berkoordinasi kembali dengan Pak Gubernur, bupati, wali kota dan pemerintah daerah lainnya karena kegiatan ini akan melibatkan banyak pihak,” katanya.

Menurut Hery, dukungan pemerintah daerah penting karena agenda tersebut tidak hanya menjadi kegiatan organisasi REI, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan potensi NTB kepada para pelaku usaha dari seluruh Indonesia.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata. Karena kami ingin peserta tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga melihat kawasan-kawasan wisata kita, termasuk sirkuit dan destinasi lainnya,” ujarnya.

REI NTB tentunya sangat berharap momentum besar ini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah, sekaligus membuka pintu investasi baru di sektor properti, pariwisata dan UMKM dan efek ekonomi lainnya. Sehingga, REI NTB juga akan berupaya maksimal untuk mempersiapan suksesnya acara dimaksud nantinya. (bul)

Diarahkan untuk Dinikmati Masyarakat, Wabup Lobar Perintahkan Tarik Dana Deposito Rp300 Miliar di Bank

0
Diarahkan untuk Dinikmati Masyarakat, Wabup Lobar Perintahkan Tarik Dana Deposito Rp300 Miliar di Bank
Hj Nurul Adha.(Suara NTB/her)

Giri Menang (EKBIS NTB) -Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar), Hj. Nurul Adha memerintahkan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera menarik anggaran daerah Rp300 miliar yang didepositokan di perbankan. Langkah strategis ini dinilai sangat krusial agar alokasi belanja dan pembangunan daerah dapat segera terserap dan langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Keberadaan dana yang mengendap di kas daerah terus dievaluasi secara berkala agar keberadaan simpanan tersebut tidak menjadi kendala administratif maupun teknis yang berpotensi menghambat realisasi program-program prioritas di lapangan.

Wakil Bupati Lobar, Hj. Nurul Adha, menjelaskan kebijakan penempatan dana daerah harus didasari regulasi yang jelas serta berfokus pada efektivitas belanja pembangunan.

“Deposito itu boleh dilakukan, dengan dasar ada Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kemudian, kalau deposit on call banyak daerah takut melakukannya, untuk itu saya minta setop dulu. Apalagi kita semua ingin segera terealisasi. Deposito itu ada Rp300 miliar, ini sedang saya minta untuk ditarik,” tegas Nurul Adha, kemarin.

Wakil Bupati yang akrab disapa Umi Nurul ini menegaskan bahwa permohonan penarikan simpanan berjangka tersebut didasari oleh kebutuhan riil pelaksanaan kegiatan pembangunan di lapangan. “Langkah ini penting karena pembahasan APBD Perubahan sedang berlangsung dan program-program pembangunan daerah perlu segera berjalan agar penyerapan anggaran tidak terhambat,” jelas Wabup.

Pihaknya berharap OPD bergerak langsung merealisasikan program pembangunan pascanantinya deposito itu dicairkan sehingga belanja operasional maupun pembangunan fisik hingga akhir tahun anggaran tidak terlambat.Pemkab mengonfirmasi bahwa total akumulasi dana yang dimiliki daerah saat ini berada dalam posisi aman dan mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan belanja pembangunan.

Integrasi antara dana tunai dan dana simpanan memberikan fleksibilitas bagi pemerintah daerah dalam merencanakan prioritas anggaran secara efektif. “Total dana kas daerah kita saat ini mencapai Rp500 miliar. Jumlah ini merupakan gabungan dari nilai deposito yang ada serta uang tunai yang siap digunakan di kas daerah,” pungkas Umi Nurul. (her)