Thursday, April 23, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 92

BBPOM di Mataram Gencarkan Pengawasan Pangan Jelang Nataru

0

Mataram (ekbisntb.com)- Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram bersama stakeholder mengintensifkan pengawasan pangan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pangan yang beredar di masyarakat aman, bermutu, dan bebas dari bahan berbahaya di tengah meningkatnya konsumsi selama momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini.
Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso, mengatakan intensifikasi pengawasan (Inwas) pangan dilakukan secara terpadu bersama Dinas Kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota, Dinas Perdagangan Provinsi dan kabupaten/kota, serta melibatkan Gerakan Pramuka melalui Satuan Karya Pramuka Pengawas Obat dan Makanan (SAKA POM) di tingkat Kwartir Cabang.
“Pengawasan kami fokuskan pada pangan tanpa izin edar, pangan rusak, dan pangan kedaluwarsa yang beredar di distributor, ritel modern dan tradisional, hingga pasar rakyat,” ujar Yogi, Kamis, 18 Desember 2025.
Salah satu lokasi pengawasan adalah Pasar Mandalika, yang menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat menjelang Nataru. Hingga tahap III pelaksanaan Inwas, BBPOM Mataram telah melakukan pengawasan terhadap 29 sarana distribusi pangan. Hasilnya, 27 sarana dinyatakan Memenuhi Ketentuan (MK), sementara dua sarana Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK).
Dari kegiatan ini, petugas menemukan tiga item pangan rusak dan delapan item pangan kedaluwarsa. Terhadap temuan tersebut, BBPOM langsung melakukan pengamanan di tempat, berupa pemusnahan terhadap tiga item produk dan pengembalian (retur) delapan item produk ke distributor.
Tak hanya pengawasan visual, BBPOM Mataram juga melakukan sampling dan uji cepat (rapid test) terhadap pangan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya. Sebanyak 18 sampel terasi dan kerupuk diuji menggunakan kit test di pasar. Hasilnya, empat sampel kerupuk dinyatakan positif mengandung boraks, bahan kimia berbahaya yang dilarang digunakan dalam pangan.
“Terhadap temuan tersebut, kami langsung melakukan tindak lanjut serta memberikan edukasi kepada para pedagang agar tidak lagi menjual produk pangan berbahaya,” jelas Yogi.
Meski ditemukan sejumlah pelanggaran, Yogi memastikan bahwa kondisi pasar di NTB secara umum masih aman. Hal itu karena setiap temuan langsung ditangani melalui pengamanan setempat dan penarikan produk dari peredaran.
“Secara umum masih aman, karena temuan-temuan tersebut sudah langsung kami amankan dan ditarik dari peredaran,” tegasnya.
Pengawasan pangan, lanjut Yogi, akan terus dilakukan selama periode Nataru. Selain itu, BBPOM Mataram juga akan melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap sumber produk bermasalah pada awal tahun 2026 guna memutus mata rantai peredaran pangan berbahaya.
BBPOM Mataram mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu memeriksa kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli produk pangan. Masyarakat juga diharapkan aktif melaporkan apabila menemukan produk obat dan makanan yang mencurigakan.
Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin menyampaikan pengaduan terkait obat dan makanan, masyarakat dapat mendatangi Kantor BBPOM di Mataram, Jalan Catur Warga, atau menghubungi layanan BBPOM Mataram di nomor 08787-1500-533 (Telepon/WhatsApp/SMS).(bul)

Serapan Bulog NTB Berhasil Lampaui Target, Stok Beras Sangat Aman

0

Mataram (ekbisntb.com)- Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat kinerja gemilang dalam pengadaan gabah dan beras sepanjang 2025. Realisasi penyerapan mencapai 188.754 ton setara beras, atau 103,75 persen dari target yang ditetapkan.

Capaian tersebut disampaikan Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, saat Rapat Evaluasi Pengadaan Gabah dan Beras Tahun 2025 yang digelar di Ballroom Aston Inn Hotel, Mataram, Senin malam (15/12/2025).

Regar menegaskan, NTB memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Sepanjang 2025, Bulog NTB berhasil menyerap sekitar 320.171 ton gabah kering panen (GKP) dan 17.847 ton beras. Kontribusi tersebut setara 5,78 persen dari total pengadaan nasional yang mencapai 3,21 juta ton setara beras.

“Capaian ini tidak lepas dari sinergi kuat antara Bulog, pemerintah daerah, TNI, serta para petani,” ujarnya.

Tingginya serapan membuat seluruh 16 kompleks gudang Bulog NTB dengan daya tampung 117.500 ton kini terisi penuh. Untuk menjaga kesiapan stok dan kelancaran distribusi, Bulog juga memanfaatkan gudang mitra serta fasilitas sewa tambahan.

Saat ini, stok beras di NTB tercatat sekitar 160.700 ton, yang terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 158.849 ton dan stok komersial sekitar 1.852 ton.

“Dengan stok sebesar ini, ketersediaan beras di NTB sangat aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lebih dari 30 bulan ke depan,” kata Siregar.

Selain beras, Bulog NTB juga mengelola komoditas pangan strategis lainnya seperti gula, minyak goreng, dan jagung pipilan. Sebagian stok tersebut telah disalurkan untuk kebutuhan peternak serta distribusi antarwilayah guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Muhammad Riadi, menilai peningkatan serapan gabah oleh Bulog berperan penting sebagai instrumen penyangga harga di tingkat petani.

Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) 2025), produksi padi di NTB mencapai 1,69 juta ton gabah kering giling, atau setara 965.644 ton beras. Riadi menegaskan, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah Rp6.500 per kilogram harus ditegakkan secara konsisten di lapangan.

Ia juga mengapresiasi dukungan TNI melalui Tim Jemput Gabah, serta kebijakan penurunan harga pupuk hingga 20 persen, yang dinilai efektif menjaga stabilitas harga gabah dan meningkatkan minat tanam petani.

“Ketika harga terjamin dan biaya produksi menurun, petani terdorong meningkatkan produksi. Ini menjadi kunci keberlanjutan swasembada pangan,” tegasnya.(bul)

Inspiratif : Abdul Basir, Guru SMKN 1 Selong yang Berhasil Bangun Dua Dapur MBG dan Hadirkan Manfaat Bagi Banyak Orang

0

Lombok Timur (ekbisntb.com)- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah mulai menunjukkan keberhasilan di tingkat daerah. Salah satu cerita sukses datang dari Lombok Timur, dimana seorang guru SMKN 1 Selong, Lombok Timur, Abdul Basir, berhasil menginisiasi dan membangun dua dapur MBG untuk melayani ribuan penerima manfaat.

Keberhasilan Basir ini menjadikannya salah satu sosok inspiratif dari kalangan pendidik yang terjun langsung dalam penguatan gizi masyarakat. Hingga Desember 2025, ia tercatat telah mengelola dua unit dapur yang berlokasi di Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.

Basir menyebutkan dapur pertama telah beroperasi sejak Februari 2025. Fasilitas ini didukung oleh 50 karyawan dan mampu menyuplai makanan untuk 4.000 penerima manfaat.

“Penerima manfaatnya mulai dari tingkat TK, PAUD, hingga SMA, baik sekolah negeri maupun swasta, termasuk pondok pesantren,” ujar Basir dalam keterangan kepada media ini, Rabu, 17 Desember 2025.

Melihat tingginya kebutuhan, Basir baru saja mengoperasikan dapur kedua seminggu terakhir. Dapur baru ini mempekerjakan 30 karyawan untuk melayani 1.800 penerima manfaat. Tidak hanya menyasar pelajar, program ini kini diperluas untuk kelompok B3, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui, dan bayi di bawah usia dua tahun.

Pengelolaan dapur MBG yang dijalankan Basir mengikuti standar anggaran nasional sebesar Rp15.000 per porsi atau ompreng. Basir merincikan alokasi dana tersebut secara transparan guna menjaga keberlangsungan program selama 10 bulan terakhir.

“Untuk setiap porsi, Rp10.000 dialokasikan untuk bahan baku, Rp3.000 untuk biaya operasional, dan Rp2.000 untuk gaji karyawan,” jelasnya.

Dengan manajemen yang tertata, program ini tidak hanya memberikan asupan gizi yang layak bagi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar di tengah tantangan ekonomi.

Keberhasilannya membangun dapur MBG di Kecamatan Aikmel membuat Basir optimis untuk memperluas jangkauan program ini ke wilayah lain. Ia melihat masih banyak area yang jauh dari akses dapur pusat sehingga membutuhkan unit dapur satelit.

“Jika ada lokasi yang pas dan sekolah-sekolah jauh dari lokasi dapur yang ada sekarang, kami berencana untuk membangun lagi. Misalkan di Kabupaten Sumbawa atau lokasi lain di luar Lombok Timur,” pungkasnya.

Langkah Abdul Basir ini diharapkan menjadi pemantik bagi tenaga pendidik lainnya di Nusa Tenggara Barat untuk berkontribusi dalam kesuksesan program prioritas nasional di sektor kesehatan dan pendidikan.(r)

Peringatan HUT NTB Ke-67 Berlangsung Khidmat, Refleksikan Perjalanan Panjang Daerah

0

Lombok (ekbisntb.com)- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ke-67 berlangsung khidmat dan penuh makna, Rabu (17/12/2025).


Berlangsung di Lapangan Utama IPDN Kampus NTB, Upacara peringatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu. Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur NTB,Hj. Indah Damayanti Putri.

Dihadiri oleh jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, TNI-Polri, civitas akademika, dan berbagai unsur masyarakat. Kehadiran seluruh elemen tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dalam memperingati hari bersejarah bagi Bumi Gora.
HUT NTB tahun ini mengusung tema “Gerak Cepat NTB Hebat”. Peringatan HUT NTB ke-67 menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus mengakselerasi langkah ke depan.
Tema ini menegaskan tekad pemerintah dan masyarakat NTB untuk bergerak cepat, adaptif, dan responsif dalam menghadapi tantangan zaman, demi mewujudkan NTB yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Tidak hanya bersifat seremonial, peringatan HUT NTB ke-67 juga dirangkaikan dengan prosesi puncak penyerahan Pataka Lambang Daerah NTB, yang dilaksanakan sepenuhnya oleh Grup Pembawa Pataka dari Satpol PP Provinsi NTB.
Pataka tersebut sebelumnya telah dikirab secara estafet oleh seluruh kabupaten/kota se-NTB, sebagai simbol persatuan, sinergi, dan komitmen bersama dalam membangun daerah.
Akhirnya, Dirgahayu NTB ke-67, semoga semangat “Gerak Cepat NTB Hebat” terus menjadi landasan dalam mewujudkan NTB yang semakin makmur dan mendunia.(bul)

MIM Foundation Salurkan Langsung Amanah Masyarakat NTB ke Korban Banjir Aceh dan Sumatra Barat

0

Mataram (ekbisntb.com)- Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatra akibat curah hujan tinggi mengakibatkan ribuan rumah warga terendam, akses jalan terputus, dan aktivitas masyarakat lumpuh total.

Kondisi ini memaksa banyak keluarga mengungsi dalam situasi tidak menentu, sementara kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, dan layanan kesehatan semakin mendesak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor mencapai 1.059 orang per Rabu (17/12/2025).

Merespons kondisi kemanusiaan tersebut, Metro Insan Mulia (MIM) Foundation, lembaga yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan dan berkantor pusat di Provinsi NTB, mengirimkan relawan ke sejumlah titik terdampak banjir dengan tingkat kerusakan cukup parah, yakni Kabupaten Agam, Sumatra Barat, dan Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Relawan MIM Foundation diberangkatkan dari Mataram menuju Sumatra Barat pada Selasa (9/12/2025).

Setibanya di Sumatra Barat, relawan langsung terjun ke lapangan untuk melakukan asesmen kondisi terkini dan mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak banjir, khususnya di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.
Terhitung hingga Kamis (18/12/2025), relawan MIM Foundation telah sebelas hari melaksanakan aksi kemanusiaan di sejumlah titik banjir di Sumatra, meliputi Kabupaten Agam, Sumatra Barat, dan Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Aksi kemanusiaan ini direncanakan akan terus berlanjut hingga akhir Desember 2025.

Adapun bantuan yang telah disalurkan MIM Foundation antara lain pendirian posko dapur umum untuk produksi makanan siap saji setiap hari, distribusi air bersih, serta penyaluran paket sembako bagi masyarakat pengungsi dan terdampak banjir.
Relawan MIM Foundation, Sukmadi Farid Sabri, menyampaikan bahwa kondisi di lapangan hingga kini masih belum stabil. Banyak warga terpaksa bertahan di pengungsian karena rumah mereka terbawa arus banjir dan longsor. Khusus di Kabupaten Aceh Tamiang, pasokan listrik juga belum sepenuhnya pulih akibat rusaknya sejumlah fasilitas umum.

“Terima kasih kepada masyarakat NTB yang telah membantu dengan donasi terbaiknya dan mempercayakan amanah mulia ini kepada MIM Foundation. Kami mewakili masyarakat terdampak banjir di Sumatra mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat NTB dan para pemangku kepentingan yang tergabung dalam aksi kemanusiaan ini. Bantuan yang disalurkan sangat bermanfaat bagi para pengungsi,” ujar Farid.

Aksi kemanusiaan MIM Foundation untuk wilayah Sumatra akan terus berlanjut hingga akhir Desember 2025.

“Alhamdulillah, saat ini relawan MIM Foundation yang bertugas di Aceh Tamiang berjumlah empat orang. Ke depan, kami menargetkan pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan, psikososial dan trauma healing bagi masyarakat di tenda-tenda pengungsian yang masih mengalami trauma akibat bencana banjir bandang dan longsor.

“Mohon doa dan dukungan agar bencana ini segera berlalu dan Sumatra dapat kembali pulih,” tutup Farid.(bul)

Perkuat Konektivitas Udara, Gubernur Iqbal Target Buka Tiga Rute Penerbangan Internasional

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Pemerintah Provinsi NTB saat ini tengah mengupayakan pembukaan tiga rute penerbangan internasional baru dari dan menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Langkah itu dilakukan sebagai salah satu upaya memperkuat konektivitas ke berbagai destinasi di dunia melalui jalur udara. Sehingga diharapkan bisa mendukung pergerakan ekonomi daerah, termasuk mendukung perkembangan sektor pariwisata di NTB.

Penegasan ini disampaikan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal saat Syukuran HUT ke 67 Provinsi NTB di lapangan kampus IPDN NTB, Praya, Lombok Tengah (Loteng), Rabu (17/12/2025).

Adapun tiga rute penerbangan internasional yang jadi target untuk dibuka tersebut yakni dua penerbangan ke Australia dan satu penerbangan menuju Bangkok, Thailand.

Namun demikian Gubernur NTB belum mengungkap maskapai mana saja yang akan melayani penerbangan di tiga rute penerbangan internasional tersebut.

Yang jelas ketiga rute penerbangan internasional tersebut diharapkan sudah mulai dibuka tahun depan. “Ada tiga rute penerbangan internasional yang direncanakan dibuka tahun depan. Rute Lombok- Perth dan Darwin, Australia serta rute Lombok-Bangkok, Thailand,” sebutnya.

Dibukanya rute-rute penerbangan internasional tersebut diharapkan bisa memudahkan wisatawan mancanegara untuk datang ke Pulau Lombok. Karena tidak perlu lagi singgah ke daerah lain, tetapi bisa langsung ke Pulau Lombok. Jumlah wisatawan yang datang ke daerah ini juga bisa semakin banyak.

Untuk rute domestik, lanjutnya, penguatan konektivitas udara juga terus dilakukan. Selama tahun 2025 ini saja, sudah ada beberapa rute penerbangan baru yang dibuka. Ada juga penambahan jadwal penerbangan di rute-rute yang sudah ada. Termasuk rute penerbangan di dalam wilayah NTB dan ke destinasi-destinasi wisata unggulan nasional lainya.

Dari sisi laut, penguatan konektivitas juga dilakukan dengan membuka jalur kapal laut dari Bali, Pulau Lombok, NTB serta NTT. Seperti jalur laut dari Sanur-Kuta Mandalika hingga Labuan Bajo NTT yang saat ini masih dipersiapkan.

“Semua upaya ini dilakukan untuk mendorong perkembangan pariwisata agar semakin maju pesat,” tambahnya.

Ditegaskannya , pariwisata merupakan satu dari tiga fokus pembangunan di NTB saat ini. Selain pengentasan kemiskinan ekstrem serta penguatan ketahanan pangan, melalui peningkatan produksi pertania, sehingga mendukung tercapainya visi NTB Makmur Mendunia. “Kita ingin membangun Indonesia dari NTB,” ujar mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki ini. (kir)

Syukuran HUT ke 67 Provinsi NTB, Gubernur Iqbal Akui Capaian dan Penghargaan Bukti Kerja Keras Bersama

0
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Hj. Indah Dhamayanti Putri

Lombok (ekbisntb.com) –

Rabu, 17 Desember 2025 merupakan hari bersejarah bagi Provinsi NTB. Provinsi yang dipimpin Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dan Hj. Indah Dhamayanti Putri ini, tepat berusia 67 tahun.

Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi NTB di halaman Kampus Institut Pendidikan Dalam Negeri ((IPDN) Praya, Lombok Tengah, Rabu (17/12/2025). Syukuran ini dihadiri Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati/Wali Kota Se NTB, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar dan mahasiswa.

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal dalam sambutannya, menyampaikan jika pada momen HUT ke-67 Provinsi NTB, setiap capaian dan penghargaan yang diraih menjadi bukti kerja keras bersama seluruh elemen masyarakat.

‘’Semoga pengabdian ini senantiasa menuntun kita mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia, menghadirkan kesejahteraan, kemajuan, dan prestasi yang membanggakan bagi seluruh warga, kini dan di masa depan,’’ terangnya.

Gubernur menjelaskan, HUT NTB tahun 2025 dirayakan dengan tema “Gerak Cepat NTB Hebat.” tema yang mencerminkan semangat untuk bangkit dan bekerja bersama. Dalam hal ini, ujarnya, semua harus cepat, tepat, dan berdampak.

Pihaknya ingin memastikan setiap kebijakan bergerak cepat menyentuh masyarakat, dan setiap langkah pembangunan memberi hasil yang hebat dan nyata. ‘’Tema ini sejalan dengan triple agenda NTB Makmur Mendunia, yaitu angka kemiskinan yang diturunkan, ketahanan pangan yang dikuatkan, dan pariwisata yang diduniakan,’’ terangnya. 

Diakuinya, dalam waktu hanya 10 bulan terakhir sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, dan di tengah berbagai keterbatasan, termasuk keterbatasan  fiskal yang ada, pihaknya sudah bisa membuat capaian-capaian yang sangat berarti ke arah realisasi triple agenda.

Dalam hal penurunan angka kemiskinan, tingkat kemiskinan di NTB telah menurun dari 11,91 di tahun 2024 menjadi 11,78 persen di tahun 2025.  ‘’Dengan dimulainya program berdaya transformatif sejak kemarin, insya Allah penurunan angka kemiskinan akan semakin progresif,’’ tambahnya.

Pada bidang ketahanan pangan, pemerintah fokus kepada upaya peningkatkan produksi tanaman pangan dan meningkatkan nilai tukar petani.  Program Optimalisasi Lahan (Oplah) sudah lakukan di lebih dari 10.700 hektare sawah, untuk memastikan ketersediaan air, sehingga petani yang semula hanya sekali tanam menjadi dua kali dan yang semula dua kali menjadi tiga kali.

‘’Karena itu, alhamdulillah, produksi padi NTB yang pada tahun 2024 pada angka 1,45 juta ton akan mengalami kenaikan drastis menjadi lebih dari 2 juta ton pada akhir tahun 2025 ini. Lebih membahagiakan lagi, nilai tukar petani NTB yang pada Desember tahun 2024 berada pada angka 123, mengalami kenaikan drastis menjadi 128 pada November 2025,’’ terangnya.

Dijelaskannya, seperti yang selalu diimpikan Presiden Prabowo Subianto, merupakan impian bersama, sehingga petani sudah mulai tersenyum. ‘’Tapi kita ingin senyum petani lebih lebar. kita akan terus berjuang untuk itu,’’ tambahnya.

Di sektor pariwisata, fondasi menuju destinasi kelas dunia terus diperkuat melalui peningkatan konektivitas. Frekuensi penerbangan ke Sumbawa meningkat dari satu menjadi dua kali sehari, sementara ke Bima dari dua menjadi tiga kali sehari.

Sepanjang 2025, NTB juga membuka lima rute penerbangan nasional baru menuju Labuan Bajo, Tambolaka, Waingapu, Malang, dan Banyuwangi. Ke depan, tiga rute penerbangan internasional baru ke Perth, Darwin, dan Bangkok dipersiapkan mulai 2026, disertai upaya membuka konektivitas ke Timur Tengah, Asia Tengah, dan Eropa.

Selain itu, jalur kapal cepat Sanur–Senggigi–Mandalika serta layanan seaplane yang menghubungkan Bandara Bizam dengan destinasi pulau-pulau kecil di NTB tengah dipersiapkan dan ditargetkan beroperasi pada 2026.

Di luar Triple Agenda, sejumlah langkah fundamental juga berhasil dituntaskan, antara lain perbaikan total empat ruas jalan strategis provinsi, yakni Simpang Tano Seteluk, Lenangguar Lunyuk, Pohgading Dasan Gres, dan Wakul Ketejer, yang selama bertahun-tahun berdampak besar terhadap aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Di bidang kesehatan, RSUD Manambai Sumbawa berhasil naik kelas dari tipe C ke tipe B, sehingga masyarakat Pulau Sumbawa kini dapat mengakses layanan kesehatan rujukan tanpa harus ke Mataram.

Sementara itu, studi kelayakan pembangunan jalan bebas hambatan port to port Lembar–Kayangan ditargetkan rampung pada 2025, dengan harapan konstruksi dapat dimulai pada 2027.

Sepanjang 2025, NTB juga menorehkan berbagai prestasi membanggakan, di antaranya TPAKD Awards sebagai provinsi terbaik wilayah timur dalam akses dan literasi keuangan, Juara I SPM Awards tingkat nasional, Penghargaan Kemendagri dan Majalah Tempo atas peningkatan layanan kesehatan, Konsisten masuk tiga besar nasional realisasi pendapatan dan belanja daerah dan Juara I Anugerah Adinata Syariah 2025, serta sejumlah penghargaan lain di kategori halal, pendidikan, dan keuangan syariah

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Namun kita tidak boleh berpuas diri. NTB harus terus bergerak lebih cepat, lebih inovatif, dan lebih adaptif,” tegas Gubernur. (ham)

ITDC akan Bangun Marina di Kawasan Mandalika

0

Jakarta (ekbisntb.com)- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikembangkan oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), memasuki fase pengembangan tahap berikutnya (Next Chapter of The Mandalika) seiring meningkatnya intensitas event dan aktivitas kawasan.
Hal ini disampaikan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko sekaligus Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar, pada ajang Indonesia SEZ Business Forum 2025 yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jakarta.
Sejumlah inisiatif strategis tengah dipersiapkan, antara lain masuknya brand internasional, pengembangan marina untuk memperkuat konektivitas laut, pembentukan eastern premium zone, penguatan central zone sebagai tuan rumah event global, serta komersialisasi kawasan hunian dan retail–lifestyle untuk mendukung aktivitas ekonomi jangka panjang.
ITDC menegaskan peran strategis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai sportstainment destination sekaligus value creator bagi perekonomian nasional , khususnya melalui pemanfaatan Pertamina Mandalika International Circuit sebagai traffic puller di kawasan.
“Mandalika tidak hanya kami posisikan sebagai destinasi pariwisata, tetapi sebagai mesin penggerak ekonomi kawasan. Setiap aktivasi di sirkuit dan kawasan dirancang untuk menciptakan multiplier effect yang nyata, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, penguatan perputaran ekonomi lokal, hingga penyerapan tenaga kerja,” ujar Ahmad Fajar.
Ahmad Fajar menegaskan dampak ekonomi signifikan dari berbagai ajang internasional yang diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Circuit. Event MotoGP Indonesia, misalnya, mencatat tren peningkatan jumlah penonton dari tahun ke tahun dengan total penonton sebanyak 140.324 ribu orang.
Ajang MotoGP Indonesia juga berhasil menciptakan dampak ekonomi hingga Rp4,96 triliun, menghasilkan media value hingga Rp1,33 triliun, dan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal, yang mencerminkan kontribusi nyata KEK Mandalika terhadap perekonomian daerah dan nasional.
Selain menjadi tuan rumah dalam berbagai ajang balap kelas dunia, Pertamina Mandalika International Circuit saat ini mencatat lebih dari 309 aktivasi per tahun yang mencakup olahraga internasional, hiburan, budaya, dan kegiatan komunitas.
Aktivasi yang berlangsung secara berkelanjutan tersebut mendorong progres ekosistem usaha di kawasan The Mandalika, yang tercermin antara lain dari keberadaan 128 homestay, 965 kamar hotel, puluhan restoran, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai fasilitas pendukung pariwisata lain.
Untuk terus menjaga keberlangsungan dampak aktivasi Pertamina Mandalika International Circuit, ITDC telah menyiapkan rangkaian event dalam kalender yang terstruktur sepanjang tahun 2026, antara lain melalui penyelenggaraan Mandalika Racing Series dan Mandalika Festival of Speed yang digelar dalam beberapa putaran sepanjang tahun.  Sejumlah event unggulan lainnya seperti GT World Challenge Asia, Pertamina Mandalika Racing Series, hingga Grand Prix of Indonesia (MotoGP), tetap diposisikan sebagai anchor event guna menjaga visibilitas KEK Mandalika di panggung global sekaligus memberi kepastian pasar bagi pelaku industri dan investor.
“Event besar menjadi anchor, namun dampak sesungguhnya tercermin dari kesinambungan aktivitas kawasan. Hal ini tercermin dari tumbuhnya UMKM, meningkatnya tingkat okupansi hotel yang kini berada di kisaran 54 persen per tahun, serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap KEK Mandalika sebagai KEK pariwisata,” terang Ahmad Fajar.

Hingga Triwulan 4 Tahun 2025, total investasi yang telah masuk ke KEK Mandalika mencapai angka Rp5,73 triliun dengan estimasi Internal Rate of Return (IRR) sebesar 11,2 persen. Ini mencerminkan daya tarik KEK Mandalika sebagai destinasi investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.

KEK Mandalika yang dikelola oleh ITDC memiliki luas kawasan 1.175 hektar dengan garis pantai sepanjang 16 kilometer, serta didukung oleh infrastruktur strategis yang terintegrasi.

Kawasan The Mandalika dilengkapi dengan sirkuit bertaraf internasional, hotel, kawasan komersial, dan konektivitas yang memadai melalui bypass Bandara Internasional Lombok. KEK Mandalika juga memperoleh berbagai fasilitas fiskal dan nonfiskal, seperti insentif pajak, pembebasan bea masuk, serta skema pemanfaatan lahan jangka panjang hingga 80 tahun,  yang memberikan kepastian dan daya tarik bagi investor.

KEK Mandalika dirancang sebagai sportstainment ecosystem yang terintegrasi dalam satu masterplan, mencakup pengembangan motosport, watersport, golf course, hingga equestrian, sehingga mampu memperluas segmentasi pasar wisata sekaligus membuka peluang investasi lintas sektor.(bul)

Desa Berdaya dan Tantangan Mengubah Kemiskinan Desa

0

Mansur Afifi, Guru Besar Ekonomi Universitas Mataram

Pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah meluncurkan sebuah program yang progresif, komprehensif, terstruktur, dan masif yang diberi nama Program Desa Berdaya pada Selasa (16/12/2025).

Program ini dimaksudkan sebagai upaya memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di pedesaan. Secara eksplisit disebutkan bahwa target dari program ini adalah menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2029.

Data statistik menunjukkan bahwa Provinsi NTB  masih menghadapi persoalan struktural kemiskinan perdesaan, dengan keberadaan 106 desa kantong kemiskinan ekstrem dan 336 desa kantong kemiskinan absolut. Biro Pusat Statistik melaporkan bahwa tingkat kemiskinan  terbaru per Maret 2025 adalah 11,78 persen, atau sekitar 654,57 ribu jiwa.

Sementara itu, data kemiskinan ekstrem yang tersedia per Maret 2024 menunjukkan angka 2,04 persen. Kondisi kemiskinan masyarakat bersifat multidimensi yang dicirikan oleh keterbatasan pemilikan aset produktif, akses layanan dasar yang minimal, kerentanan sosial, dan lemahnya kapasitas ekonomi rumah tangga.

Program Desa Berdaya kemudian dirancang untuk menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan place-based development, dengan fokus pada desa sebagai unit transformasi ekonomi dan sosial. Program ini tidak hanya menargetkan penurunan angka kemiskinan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi, ketahanan sosial, dan peningkatan kesejahteraan berkelanjutan.

Pendekatan Pengentasan Kemiskinan

Pengentasan kemiskinan sering terjebak pada logika jangka pendek: bantuan disalurkan, angka kemiskinan menurun sesaat, lalu perlahan naik kembali. Pola ini berulang di banyak daerah. Di tengah kenyataan tersebut, Program Desa Berdaya yang dirancang Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menarik perhatian karena mencoba keluar dari pendekatan konvensional. Program ini tidak semata bertanya berapa bantuan yang diberikan, tetapi bagaimana rumah tangga miskin benar-benar keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.

Desa Berdaya menempatkan desa bukan sebagai objek pasif pembangunan, melainkan sebagai ruang transformasi ekonomi dan sosial. Sasaran program difokuskan pada desa-desa kantong kemiskinan ekstrem dan kemiskinan absolut—sebuah langkah penting agar kebijakan tidak terjebak pada pemerataan semu, tetapi tepat sasaran. Dalam konteks NTB, di mana kemiskinan perdesaan bersifat struktural dan multidimensi, pendekatan seperti ini memang dibutuhkan.

Hal paling progresif dari Desa Berdaya adalah adopsinya terhadap pendekatan Graduasi (Graduation Approach). Pendekatan ini telah digunakan di berbagai negara berkembang dan terbukti mampu mengeluarkan rumah tangga miskin dari perangkap kemiskinan dalam jangka menengah. Intinya sederhana namun sering diabaikan: orang miskin tidak cukup diberi bantuan, tetapi perlu dorongan awal yang kuat, pendampingan intensif, serta waktu yang memadai untuk membangun mata pencaharian yang stabil.

Graduasi bekerja secara berurutan. Rumah tangga miskin terlebih dahulu dipastikan mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, kemudian diberi aset atau modal produktif sebagai big push, disertai pendampingan yang membantu mereka membangun keterampilan, kepercayaan diri, dan jejaring ekonomi. Pendekatan ini sejalan dengan pandangan ekonom peraih Nobel, Amartya Sen, bahwa pembangunan sejati bukan sekadar peningkatan pendapatan, melainkan perluasan kemampuan manusia untuk menentukan masa depannya sendiri.

Kekuatan lain Desa Berdaya adalah upayanya mengintegrasikan berbagai sektor: ekonomi lokal, kesehatan, pendidikan, lingkungan, hingga penguatan kelembagaan desa. Kemiskinan jarang berdiri sendiri. Ia tumbuh dari kombinasi keterbatasan aset, akses layanan dasar, kerentanan sosial, dan minimnya kesempatan kerja. Pendekatan terpadu semacam ini memberi peluang lebih besar untuk menghasilkan perubahan yang bertahan lama.

Tantangan Empiris

Program Desa Berdaya dengan desainnya yang luas dan ambisius memunculkan tantangan yang besar pada tahap implementasi. Dengan puluhan agenda prioritas dan berbagai klaster desa tematik, risiko paling nyata adalah kehilangan fokus. Tanpa prioritas yang jelas, program berpotensi berubah menjadi kumpulan kegiatan sektoral yang berjalan sendiri-sendiri, tanpa dampak transformatif yang nyata bagi rumah tangga miskin.

Kunci keberhasilan Desa Berdaya terletak pada pendampingan. Dalam pendekatan Graduasi, pendamping bukan sekadar pelaksana administratif, melainkan figur penting yang menemani keluarga miskin mengambil keputusan ekonomi yang menentukan hidup mereka. Jika pendamping tidak dibekali kapasitas, pelatihan, dan insentif yang memadai, maka transfer aset berisiko tidak menghasilkan perubahan berarti.

Tantangan lain yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan pasca program. Pengalaman internasional menunjukkan bahwa rumah tangga yang telah “lulus” dari kemiskinan tetap rentan jatuh kembali jika tidak terhubung dengan pasar, kelembagaan ekonomi lokal, dan akses pembiayaan yang berkelanjutan. Karena itu, keterkaitan Desa Berdaya dengan BUMDes, koperasi, dan ekosistem usaha lokal harus diposisikan sebagai bagian inti dari strategi, bukan sekadar pelengkap.

Selain itu, untuk menjamin keberlanjutan pasca program maka pengembangan sumber daya non material perlu diupayakan. Kemiskinan bukan semata disebabkan oleh kelangkaan atau tidak ter alokasikannya sumber daya material secara merata tetapi lebih disebabkan oleh kelangkaan sumber daya non material.

Sumber daya non material terdiri dari pengetahuan, keterampilan, reputasi, jaringan sosial, dan sumber daya spiritual. Sumber daya spiritual meliputi rasa haus akan ilmu pengetahuan, visi terhadap kesempatan, etika kerja, kepekaan terhadap disiplin, solidaritas kekeluargaan, solidaritas dalam komunitas, dan iktikad baik. Bentuk yang paling sederhana dari hasil pengembangan sumber daya non material adalah munculnya pemahaman bersama dan kesepakatan bersama sehingga muncul rasa memiliki di antara pemangku kepentingan. Karena itu, pada tahap implementasi program Desa Berdaya program pengembangan sumber daya non material harus pula diprioritaskan untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat sehingga efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan kegiatan tersebut dapat diwujudkan.

Pada akhirnya, Desa Berdaya adalah taruhan kebijakan yang patut diapresiasi. Program ini menunjukkan keberanian pemerintah daerah untuk tidak sekadar mengejar penurunan angka kemiskinan, tetapi membangun fondasi kemandirian ekonomi masyarakat desa. Jika dijalankan dengan fokus, disiplin, dan komitmen jangka menengah, Desa Berdaya berpotensi menjadi contoh bahwa pembangunan desa di Indonesia dapat bergerak dari pendekatan karitatif menuju transformasi yang lebih bermartabat dan berkelanjutan.

Taati Ketentuan SIPD, BPD Bali Kolaborasi dengan Bank NTB Syariah

0

Mataram (ekbisntb.com)- Bank NTB Syariah memperkuat posisinya sebagai pengelola utama pembiayaan aparatur sipil negara (ASN) daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah menerima pelimpahan pembiayaan PNS senilai sekitar Rp200 miliar dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. Pelimpahan tersebut dilakukan seiring penerapan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang mengatur penyaluran gaji pegawai daerah secara langsung ke rekening masing-masing pegawai.

Kesepakatan itu dituangkan dalam penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktur Utama PT Bank NTB Syariah, Nazaruddin dengan Direktur Kredit PT Bank Pembanguan Daerah Bali, Made Lestara Widiatmika, di Denpasar, Senin (15/12/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Divisi Kredit Ritel & Konsumer (KRK) BPD Bali, I Gede Sukanada, Kepala BPD Bali Cabang Mataram, Anak Agung Ngurah Aryadiputra, serta GM Divisi KSM Bank NTB Syariah, Andreas Mauludy.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menjelaskan bahwa kebijakan SIPD membuat bank yang tidak mengelola rekening gaji pegawai daerah menjadi sulit mengendalikan risiko pembiayaan. Pasalnya, pemotongan kewajiban pinjaman kini hanya dapat dilakukan oleh bank pengelola rekening gaji.

“Dengan SIPD, seluruh gaji harus masuk ke rekening pegawai terlebih dahulu, baru kemudian dipotong untuk kewajiban. Artinya, bank yang tidak mengelola rekening gaji tidak lagi memiliki kontrol terhadap cash flow nasabah,” ujar Nazaruddin.

Ia menyebutkan, kondisi tersebut membuat BPD Bali menilai pembiayaan PNS daerah di NTB tidak lagi manageable dari sisi manajemen risiko. Setelah melakukan asesmen, BPD Bali memutuskan melimpahkan portofolio pembiayaan PNS yang tersisa ke Bank NTB Syariah.

“Nilainya saat ini sekitar Rp200 miliar. Sebenarnya dulu lebih besar, bisa mencapai Rp300 hingga Rp400 miliar. Namun, dalam setahun terakhir mereka sudah tidak lagi menyalurkan pembiayaan baru karena menyadari risiko ke depan,” katanya.

Menurut Nazaruddin, langkah BPD Bali ini didasarkan pada filosofi dasar kredit perbankan, yakni pembiayaan seharusnya dilakukan oleh bank yang menguasai arus kas nasabah. Dalam konteks ASN daerah NTB, penguasaan tersebut berada pada Bank NTB Syariah sebagai bank pengelola rekening gaji.

“Kalau tidak menguasai cash flow, maka pembiayaan hanya bergantung pada itikad baik nasabah. Itu tentu berisiko. Karena itu, pelimpahan ini menjadi langkah yang rasional dan patuh terhadap prinsip manajemen risiko,” ujarnya.

Saat ini, Bank NTB Syariah baru menguasai dibawah 50 persen pangsa pembiayaan PNS daerah di NTB. Sisanya masih dikelola oleh sejumlah bank lain, termasuk bank-bank BUMN. Nazaruddin berharap, langkah BPD Bali dapat menjadi pemicu bagi bank lain untuk mengikuti kebijakan serupa.

“Kami melihat ini sebagai bola salju pertama. Ke depan, bank-bank yang tidak menguasai cash flow ASN daerah semestinya akan mengambil langkah yang sama, karena secara filosofi kredit sudah tidak sesuai,” ucapnya.

Meski pembiayaan PNS merupakan captive market bagi Bank NTB Syariah, Nazaruddin menegaskan pihaknya tetap berkomitmen mendorong pertumbuhan pembiayaan produktif. Namun demikian, segmen pembiayaan ASN tetap menjadi bagian penting yang tidak akan ditinggalkan.

“Ini bukan soal meninggalkan pembiayaan produktif, tetapi menjaga pasar yang memang menjadi tanggung jawab kami sebagai bank daerah,” demikian Nazaruddin.(bul)