Thursday, April 23, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 91

Sukses Digelar, Festival Budaya Bahari ‘’Gili Gede Begawe’’

0
 Festival ‘’Gili Gede Begawe’’ digelar di kawasan Gili Gede menjadi daya tarik tamu berkunjung. (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) –

Festival budaya bahari bertajuk “Gili Gede Begawe” sukses digelar di kawasan Thamarin Resort, Gili Gede, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Sabtu (20/12/2025). Event tahunan yang konsisten digelar pihak Dinas Pariwisata berkolaborasi dengan Anggota DRPD dan desa ini pun masuk dalam Calendar Of Event (COE) tahun depan.

Event ini menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus penguat identitas desa kepulauan yang selama ini dikenal dengan keindahan lautnya. Kepala Desa Gili Gede, Awaludin, berharap festival ini dapat masuk dalam calender event resmi Lombok Barat, sehingga dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Menurutnya, kontinuitas kegiatan budaya akan memperkuat citra Gili Gede sebagai desa wisata berbasis kelautan dan budaya.

“Output yang kami harapkan sederhana tapi penting, Gili Gede semakin dikenal. Baik wisatawan nusantara maupun mancanegara, bahkan membuka peluang investasi,” ujarnya.

Atraksi yang ditampilkan saat Festival Gili Gede Begawe, di Gili Gede, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu, 20 Desember 2025. (ekbisntb.com/her)

Festival ‘’Gili Gede Begawe’’ menampilkan beragam atraksi khas pesisir, mulai dari lomba perahu layar, parade laut, hingga pertunjukan seni tradisional seperti gendang beleq, gandrung, gandrung nasi, serta peresean.

Salah satu yang paling menyita perhatian adalah parade perahu hias dan keling-keling di laut, yang mencerminkan identitas masyarakat kepulauan Gili Gede.

Awaludin menegaskan, lomba perahu layar menjadi agenda rutin tahunan yang selalu dilaksanakan sebagai simbol kedekatan masyarakat dengan laut. Ia berharap ke depan dukungan pemerintah daerah semakin kuat, terutama dalam menjadikan Gili Gede sebagai desa pariwisata prioritas di Lombok Barat.“Ini juga bentuk syukur kami. Kegiatan seperti ini jarang bisa terlaksana, dan kami ingin terus menjaganya,” tutupnya.

Tokoh masyarakat Gili Gede sekaligus Wakil Ketua DPRD Lobar H Abubakar Abdullah, menyebut festival ini sebagai perjalanan panjang kreativitas warga.

Ia mengungkapkan, ‘’Gili Gede Begawe’’ merupakan rangkaian kegiatan budaya yang telah tumbuh sejak beberapa tahun terakhir, berawal dari pentas seni di tengah laut hingga kini berkembang menjadi festival budaya tahunan.

“Ini sebenarnya sudah yang keempat. Awalnya festival air, lalu pentas seni di tengah laut yang pertama kali dilakukan warga. Sekarang kita sebut ‘’Festival Gili Gede’’,” ujar Abubakar.

Menurutnya, kehadiran atraksi seni dan budaya berbasis kearifan lokal menjadi jawaban atas pertanyaan mengapa wisatawan ingin datang ke sebuah destinasi. Tidak hanya sekadar menikmati alam, wisatawan juga membutuhkan pengalaman budaya yang otentik.

“Harapannya bukan hanya orang datang, tapi juga tinggal lebih lama. Itu sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk membangun kesejahteraan masyarakat dari desa,” katanya.

Di tempat yang sama,Kepala Dinas Pariwisata Lobar, Agus Gunawan, yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan bahwa festival ini adalah bagian dari grand design pengembangan destinasi masa depan.

Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem pariwisata yang tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan jalur-jalur utama yang sudah mapan.

“’’Gili Gede Begawe’’ ini adalah event terakhir kita di tahun ini, yang kemudian besok akan kita sambung dengan agenda Fun Run. Namun, poin pentingnya bukan hanya soal keramaian hari ini,”tegasnya.

Ke depan, festival ini harus dipromosikan lebih luas lagi. Pihaknya ingin agar tidak saja dinikmati oleh masyarakat sekitar, tetapi harus akan dikoneksikan secara langsung dengan jalur wisata Senggigi hingga menjangkau wisatawan dari kapal pesiar. Optimisme ini didasari oleh potensi Sekotong yang sangat lengkap.

Menurut Agus, output utama yang dikejar dari perhelatan ini adalah promosi destinasi yang masif serta terciptanya dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Dengan mengemas enam hingga tujuh paket acara dalam satu festival, pemerintah daerah berupaya menyajikan pengalaman wisata yang menyeluruh.

Keunikan ‘’Gili Gede Begawe’’ terletak pada keberhasilannya memadukan aspek sport tourism dengan kekayaan identitas lokal. Pengunjung disuguhkan pemandangan spektakuler parade perahu hias dan lomba perahu layar yang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat pesisir.

Di sisi lain, daratan Gili Gede bergetar oleh suara Gendang Beleq, tari Gandrung yang memikat, hingga ketangkasan para petarung dalam atraksi Peresean. (her)

Wings Air Resmi Operasikan Penerbangan Lombok-Banyuwangi

0

Lombok (ekbisntb.com)- Konektivitas udara langsung antara Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat kembali bertambah melalui beroperasinya penerbangan perdana (inaugural flight) maskapai Wings Air rute Lombok (LOP) – Banyuwangi (BWX) yang resmi dilayani InJourney Airports Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mulai hari ini, Minggu (21/12).

Maskapai Wings Air melayani rute Lombok–Banyuwangi dengan frekuensi empat kali seminggu, yaitu setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Penerbangan dari Lombok menuju Banyuwangi dilayani dengan nomor penerbangan IW1844 yang berangkat pukul 12.30 WITA dan tiba pukul 12.30 WIB. Sementara itu, penerbangan dari Banyuwangi menuju Lombok dilayani dengan nomor penerbangan IW1843 yang berangkat pukul 12.55 WIB dan tiba pukul 14.55 WITA.

General Manager InJourney Airports Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Aidhil Philip Julian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dan komitmennya dalam penguatan peran Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid sebagai simpul konektivitas udara Nusa Tenggara melalui pembukaan rute baru dari dan menuju Lombok.

Rute Lombok-Banyuwangi ini diharapkan dapat memberikan alternatif transportasi yang efisien bagi masyarakat serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Aidhil menambahkan bahwa Banyuwangi dan Lombok merupakan dua destinasi dengan potensi pariwisata yang terus berkembang. Kehadiran rute langsung ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas wisatawan, pelaku usaha, serta masyarakat umum, sekaligus memperkuat posisi Lombok sebagai hub pariwisata di kawasan timur Indonesia.(bul)

Gubernur Lepas Tim Medis dan Bantuan Kemanusiaan ke Aceh

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Pemerintah Provinsi NTB secara resmi melepas Tim Medis Dukungan Bencana untuk membantu penanganan banjir di Provinsi Aceh.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Gubernur NTB, Sabtu (20/12).Gubernur mengatakan pengiriman tim medis tersebut merupakan bentuk solidaritas sekaligus balasan atas dukungan yang pernah diberikan Pemerintah Provinsi Aceh kepada NTB saat menghadapi bencana sebelumnya.

Menurutnya, hubungan persaudaraan antardaerah perlu terus dijaga melalui aksi nyata kemanusiaan.

“Ketika kita menghadapi bencana, mereka tiba datang ke kita dan memberikan dukungan bantuan serta merta. Inilah saatnya sekarang kita membalas kebaikan mereka dan menyambung kembali persaudaraan kita yang sudah kita buktikan saat kita menghadapi bencana ini.”, ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, wilayah yang paling membutuhkan bantuan medis saat ini adalah Aceh Utara.

Oleh karena itu, Pemprov NTB memprioritaskan pengiriman tim kesehatan agar dapat segera membantu masyarakat terdampak banjir.

“Yang paling membutuhkan adalah teman-teman kita di Aceh. Kita sudah konsultasi dengan teman-teman di Aceh yang paling mendesak sekarang adalah Aceh utara, terutama tim medis mereka sangat menunggu kehadiran kita, tim medis NTB bagi mereka,”, jelasnya.

Selain personel, Pemerintah Provinsi NTB juga menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk penanganan bencana.

Dana tersebut bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dialokasikan masing-masing Rp1 miliar per provinsi, serta didukung dana bantuan yang dihimpun melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Gubernur juga menegaskan kesiapan fisik dan kesehatan personel menjadi faktor utama sebelum diterjunkan ke daerah bencana.

Ia menekankan bahwa tim yang dikirim harus benar-benar siap agar dapat meringankan beban masyarakat terdampak.

“Yang kita kirim sekarang ini adalah tim terbaik yang kita miliki yang sudah kita seleksi, dan kita yakin bahwa mereka bisa meringankan beban yang dihadapi oleh saudara-saudara kita.”, ucapnya.

Sebanyak 32 personel direncanakan diberangkatkan secara bertahap, diawali oleh tim kesehatan, kemudian disusul unsur Dinas Sosial, BAZNAS, BPBD, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Tim dijadwalkan bertugas selama delapan hari untuk memperkuat layanan kesehatan dan kemanusiaan di wilayah terdampak banjir di Aceh. (ham/r)

10 Pendaftar Calon Sekda NTB Dinyatakan Lulus Administrasi, Berikut Nama-namanya

0
Berikut ini nama-nama Calon Sekda NTB yang lolos seleksi administrasi.

Mataram (ekbisntb.com) –

Proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyelesaikan tahapan seleksi administrasi.

Sebanyak 10 orang pendaftar dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan berhak melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya. Dari sepuluh peserta yang lolos, sejumlah nama diketahui bukan berasal dari lingkungan Pemerintah Provinsi NTB, menandakan bahwa seleksi Sekda NTB terbuka bagi aparatur sipil negara (ASN) lintas daerah.

Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) Sekda NTB, Prof. Riduan Mas’ud, mengatakan seluruh pendaftar telah melalui proses verifikasi dokumen secara menyeluruh.

“Alhamdulillah, sebanyak 10 orang pendaftar telah mengikuti proses seleksi administrasi. Setelah dilakukan verifikasi data dan dokumen, seluruh pendaftar dinyatakan lulus administrasi,” ujar Prof. Riduan, Minggu, 21 Desember 2025.

Ia menjelaskan, sepuluh peserta tersebut selanjutnya akan mengikuti Penilaian Potensi, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Sosio Kultural yang digelar di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta, pada 22 hingga 24 Desember 2025.

“Proses ini menjadi tahapan lanjutan untuk memastikan kualitas dan kompetensi peserta sesuai ketentuan yang ditetapkan,” terangnya.

Berikut ini 10 nama pendaftar Calon Sekda NTB yang dinyatakan lulus administrasi:

  1. Dr. Najamuddin, Kepala Biro Perekonomian Setda NTB
  2. H. Yusron Hadi, ST., MUM, Kepala Diskominfotik NTB
  3. Drs. H. Fathurrahman, M.Si, Asisten I Setda NTB
  4. Dr. H. Aidy Furqan, MPd, Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB
  5. H. Wirawan, ST., S.Si, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB
  6. Jamaluddin, Kepala Dinas Perdagangan NTB
  7. Taufik, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bima
  8. Dr. H. Ahsanul Khalik, Staf Ahli Sosial dan Kemasyarakatan Setda NTB
  9. Ahmad Saufi, Asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kemenko PMK
  10. Abul Chair, Kepala BPKP Provinsi Jawa Timur

Prof. Riduan menambahkan, pengumuman dan pendaftaran seleksi Sekda NTB telah dibuka sejak 6 hingga 20 Desember 2025. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi bkd.ntbprov.go.id dan asnkarier.bkn.go.id.

Peserta yang telah dinyatakan lulus administrasi juga akan mengikuti uji kesehatan, tes kejiwaan, dan tes bebas narkoba pada 25–28 Desember 2025. Selanjutnya, tahapan penulisan makalah dijadwalkan pada 29 Desember 2025, yang dilanjutkan dengan presentasi dan wawancara pada 30 Desember 2025.

“Dalam tahapan ini, peserta akan dinilai dari aspek kompetensi manajerial, kepemimpinan, serta pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh mekanisme seleksi telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan mengacu pada regulasi nasional.
“SOP seleksi ini sepenuhnya mengikuti aturan yang berlaku. Tim pansel terdiri dari tiga akademisi dan dua birokrat eselon I,” tegas Prof. Riduan.

Hasil seleksi daerah nantinya akan menghasilkan tiga besar calon Sekda NTB yang akan diusulkan ke pemerintah pusat untuk penilaian lanjutan. Penilaian tersebut akan digabungkan dengan hasil seleksi daerah sebagai dasar penetapan akhir Sekda NTB definitif.

“Kami berharap pada minggu kedua Januari sudah ada nama yang diajukan ke pusat. Jika sesuai jadwal, Januari sudah ada Sekda definitif,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seleksi Sekda NTB bersifat terbuka dan tidak dibatasi hanya bagi ASN dari dalam daerah.

“Kami ingin mendapatkan pemimpin birokrasi yang kuat, mampu menerjemahkan visi dan misi gubernur, serta menjadi penghubung efektif antara pemerintah daerah dan legislatif,” pungkasnya. (bul/ham)

Delapan Orang Sudah Mendaftar Jadi Calon Sekda NTB

0

Mataram (ekbisntb.com)- Proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi dimulai. Panitia Seleksi memastikan seluruh tahapan dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan berpedoman pada regulasi yang berlaku.

Ketua Tim Panitia Seleksi Sekda NTB, Prof. Riduan Mas’ud, menjelaskan bahwa tahapan awal seleksi diawali dengan pengkajian regulasi setelah terbitnya surat keputusan gubernur tentang pembentukan panitia seleksi.

“Setelah SK keluar dari Pak Gubernur, kami mengkaji ketentuan umum dan ketentuan khusus, termasuk persyaratan pendaftaran. Setelah diputuskan bersama, barulah jadwal pendaftaran dan seleksi kami umumkan ke publik,” ujar Prof. Riduan, Sabtu (20/12/2025).

Pengumuman dan pendaftaran seleksi Sekda NTB dibuka sejak 6 hingga 20 Desember 2025. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi bkd.ntbprov.go.id atau asnkarier.bkn.go.id.

Panitia mencatat delapan orang telah melakukan registrasi sebagai bakal calon Sekda NTB. Menurut Prof. Ridwan, jumlah tersebut sudah memenuhi ketentuan minimal untuk melanjutkan proses seleksi.

“Minimal empat pendaftar baru seleksi bisa dilanjutkan. Karena ini sudah lebih dari empat, maka seluruh tahapan akan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.

Setelah masa pendaftaran ditutup, panitia akan melakukan seleksi administrasi dan validasi berkas, yang hasilnya dijadwalkan diumumkan pada 22 Desember 2025. Peserta yang lolos administrasi selanjutnya mengikuti uji kesehatan, kejiwaan, dan tes bebas narkoba pada 25–28 Desember 2025.

Tahapan berikutnya adalah penulisan makalah pada 29 Desember 2025, dilanjutkan dengan presentasi dan wawancara pada 30 Desember 2025. Dalam tahapan ini, peserta akan dinilai terkait kompetensi manajerial, kepemimpinan, serta pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan.

Khusus untuk pelaksanaan Penilaian Potensi, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Sosio Kultural bagi para peserta seleksi. Penilaian tersebut akan digelar di Pusat Penilaian Kompetensi Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Jakarta, pada 22 hingga 24 Desember 2025, sebagai bagian dari tahapan penting dalam proses seleksi Sekretaris Daerah Provinsi NTB.

Prof. Riduan menegaskan bahwa mekanisme seleksi telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dan mengacu pada regulasi nasional.

“SOP seleksi ini sepenuhnya mengikuti aturan yang ada. Tim pansel terdiri dari tiga akademisi dan dua birokrat eselon I,” jelasnya.

Hasil seleksi daerah nantinya akan menghasilkan tiga besar calon Sekda yang akan diusulkan ke pemerintah pusat untuk mengikuti penilaian potensi dan kompetensi manajerial serta sosial kultural. Penilaian tersebut akan digabung dengan hasil seleksi daerah sebagai dasar penetapan akhir.

“Kami berharap minggu kedua Januari sudah ada nama yang diajukan ke pusat. Jika sesuai jadwal, Januari sudah ada Sekda definitif,” ujar Prof. Riduan.

Ia menambahkan, seleksi Sekda NTB terbuka untuk umum dan tidak dibatasi hanya bagi aparatur dari dalam daerah. Panitia berharap dapat menjaring figur yang mampu menerjemahkan visi dan misi gubernur serta menjadi penghubung efektif antara pemerintah daerah dan legislatif.

“Kami ingin mendapatkan pemimpin birokrasi yang kuat, mampu mengelola pemerintahan, dan mendukung percepatan program prioritas daerah ke depan,” ujarnya.(bul)

Satpol PP NTB Raih Penghargaan OPD Informatif

0

Lombok (ekbisntb.com)- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi NTB menerima Penghargaan OPD Informatif dalam ajang Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Provinsi NTB Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, pada acara yang digelar di Lombok Raya Hotel, Kamis, 18 Desember 2025.

Penghargaan ini diterima oleh Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PP NTB, yang mewakili Kepala Satpol PP NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si. Penghargaan ini dinilai sebagai bentuk komitmen Satpol PP NTB dalam menerapkan prinsip keterbukaan informasi publik dan pelayanan yang transparan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menegaskan pentingnya keterbukaan informasi sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik. Ia mendorong seluruh jajaran pemerintahan di NTB untuk mengubah paradigma keterbukaan informasi dari yang bersifat pasif menjadi aktif.

“Tidak usah menunggu diminta. Apa pun yang tidak dirahasiakan, harus kita buat available, harus kita buat tersedia untuk siapa pun,” tegasnya.

Menurut Iqbal, keterbukaan data akan memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi pemerintah daerah, tetapi juga bagi desa, pemerintah kabupaten/kota, lembaga swadaya masyarakat, hingga investor. Data yang terbuka dan terintegrasi akan mendukung penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan yang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.

Ia bahkan menyebutkan bahwa lebih dari 80 persen data pemerintah daerah seharusnya dapat dibuka untuk publik melalui satu sistem yang terintegrasi.

“Ke depan, paradigma stressor pasif ini akan kita buang menjadi stressor aktif,” katanya.

Menurutnya, keterbukaan informasi mencerminkan praktik manajemen yang tertata rapi dan profesional.

“Dari kualitas layanan yang diberikan, terlihat jelas bagaimana manajemen yang baik dan profesional dijalankan,” ujarnya.

Penghargaan OPD Informatif ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh OPD di lingkungan Pemprov NTB untuk terus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik demi terwujudnya pemerintahan yang terbuka dan dipercaya masyarakat.(bul)

Investor Kanada akan Hadirkan Pesawat Terbang dengan Landasan Bendungan Batujai Loteng

0
seaplane (foto : istimewa)

Lombok (ekbisntb.com) — Investor asal Kanada berencana menghadirkan layanan pesawat amfibi (seaplane) di NTB, dengan Bendungan Batujai, Lombok Tengah, sebagai lokasi pendaratan utama.

Seaplane perdana di NTB ini ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026 dan akan menghubungkan berbagai destinasi wisata unggulan di Bali, NTB, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Irnadi Kusuma, alternatif seaplane ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

“Untuk menghadirkan seaplane ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sudah bersiap membangun fasilitas pendaratan dengan konsep alam,” ujar Irnadi, Jumat (19/12/2025).

Ia menjelaskan, fasilitas pendukung seperti ruang tunggu penumpang akan dibangun dengan memanfaatkan material ramah lingkungan, seperti bambu dan kayu, agar selaras dengan konsep wisata berkelanjutan.

“Semua mengusung konsep alam. Fasilitas penumpang nanti dari bambu dan kayu, termasuk ruang tunggu atau semacam lounge,” jelasnya.

Menurut Irnadi, rute seaplane tahap awal akan menghubungkan destinasi wisata di Bali dan Lombok. Ke depan, rute penerbangan tersebut akan diperluas hingga ke berbagai destinasi di NTT, sesuai kesepakatan dalam Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT.

“Tergantung nanti destinasi yang disepakati. Karena itu kami juga terus mencoba menambah dan mengembangkan rute destinasi,” tambahnya.

Irnadi menegaskan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sangat mendukung dan menantikan realisasi investasi seaplane ini sebagai bagian dari penguatan konektivitas dan pariwisata daerah.

Investor asal Kanada yang diwakili PT Aman Air disebut tertarik menjadikan Bendungan Batujai sebagai pusat dermaga seaplane di NTB. Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, engajak pihak investor meninjau langsung infrastruktur Bendungan Batujai sebagai bagian dari penjajakan lanjutan.

Rencananya, pusat dermaga seaplane tersebut akan melayani sejumlah rute strategis, antara lain Batujai–Benoa (Bali), Batujai–Gili Tramena, Batujai–Mandalika, Batujai–Senggigi, hingga Batujai–Teluk Saleh (Sumbawa). (era)

Roadmap Industri Agromaritim NTB 2025–2029 Jadi Pedoman Strategis Pembangunan Industri Daerah

0

Mataram (ekbisntb.com)- Mataram — Dalam rangka penyampaian hasil penyusunan dan penyempurnaan Dokumen Roadmap Industri Agromaritim Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2025–2029, Dinas Perindustrian Provinsi NTB menggelar kegiatan Ekspos Dokumen Roadmap Industri Agromaritim, bertempat di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Jumat (19/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi NTB, OPD Kabupaten/Kota se-NTB, serta akademisi. Ekspos roadmap dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penataan program pembangunan industri agromaritim yang terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus sebagai sarana sosialisasi substansi roadmap kepada seluruh pemangku kepentingan.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE., ME., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan roadmap ini merupakan proses panjang sejak ditunjuknya Dinas Perindustrian sebagai leading sector pengembangan industri agromaritim di NTB.

“Alhamdulillah, proses penyusunan roadmap ini telah melalui berbagai tahapan sejak awal. Kita memiliki 38 komoditas unggulan agromaritim yang kemudian dikonsepkan dan dipilah untuk menjadi prioritas pengembangan, dengan membangun ekosistem industri dari hulu hingga hilir,” ujar Nuryanti.

Lebih lanjut disampaikan, roadmap ini dirancang sejalan dengan kebijakan nasional, termasuk arah Peraturan Presiden terkait hilirisasi industri. Dalam lima tahun ke depan, Pemerintah Provinsi NTB akan fokus pada penguatan sektor hulu, pengembangan sentra industri yang telah ada dan tersebar di 10 kabupaten/kota, serta penguatan industri halal sebagai salah satu keunggulan daerah.

“Ekosistem agromaritim merupakan salah satu langkah strategis untuk mendorong peningkatan produksi secara maksimal. Seiring dengan pengembangan NTB sebagai pusat investasi (NTB Capital), kita optimistis industri agromaritim dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Nuryanti juga menegaskan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB akan mengawal implementasi roadmap ini guna mendukung pencapaian target pertumbuhan sektor industri hingga 7 persen. Sebelumnya, pembangunan fondasi industri telah dilakukan, dan roadmap ini menjadi penguatan arah kebijakan ke depan dalam mewujudkan NTB Makmur Mendunia.

Kegiatan ekspos ini bertujuan untuk menggali saran, kritik, dan gagasan dari para pemangku kepentingan, melakukan sinkronisasi pengembangan industri agromaritim dengan pembangunan daerah, serta memperkuat komitmen bersama lintas sektor. Output yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain tersusunnya dokumen roadmap industri agromaritim yang final, dokumen notulensi, daftar tindak lanjut, serta penguatan kesepakatan bersama dalam implementasinya.

Melalui kegiatan ekspos ini, diharapkan tercapai pemahaman bersama dan klarifikasi akhir terhadap substansi dokumen roadmap, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu acuan dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program pengembangan industri agromaritim di Provinsi Nusa Tenggara Barat.(r)

Disperin NTB Raih Predikat Informatif, Masuk 10 Besar Anugerah Keterbukaan Informasi Publik

0

Mataram (ekbisntb.com) — Komitmen Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel kembali mendapat pengakuan. Pada ajang Anugerah Keterbukaan Informasi Publik, Dinas Perindustrian NTB berhasil meraih nilai 98,16 dengan kategori Informatif, sekaligus mempertahankan predikat tersebut berturut-turut dan masuk dalam 10 besar badan publik paling informatif di Provinsi NTB.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, M.E., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Dinas Perindustrian NTB. Menurutnya, keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari komitmen pelayanan publik yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kepercayaan masyarakat.

“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik. Keterbukaan informasi adalah fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik serta memastikan setiap program dan kebijakan perindustrian dapat diakses dan diawasi oleh masyarakat,” ujar Nuryanti.

Selanjutnya, Gubernur NTB, H. Lalu Muhammad Iqbal, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Komisi Informasi Provinsi NTB konsisten mendampingi Pemerintah Provinsi NTB dalam memastikan institusi pemerintah menjadi information friendly. Ia berharap seluruh badan publik yang belum meraih kategori informatif dapat meningkatkan kinerjanya pada tahun mendatang.

Gubernur juga menekankan pentingnya transformasi digital yang dibarengi dengan penguatan kelembagaan dan tata kelola pemerintahan, serta mendorong perubahan paradigma badan publik dari pasif menjadi aktif dalam penyediaan informasi publik.

Sementara itu, Komisioner Komisi Informasi Provinsi NTB, M. Zaini, menjelaskan bahwa Anugerah Keterbukaan Informasi Publik merupakan rangkaian akhir dari Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publiksebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 dan peraturan Komisi Informasi. Tahapan penilaian meliputi pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) serta visitasi lapangan untuk menilai strategi, inovasi, dan tingkat digitalisasi badan publik.

Pada tahun ini, Monev menyasar 10 kabupaten/kota, 45 OPD, dan 22 desa di Provinsi NTB. Hasil penilaian menunjukkan peningkatan signifikan tingkat keterbukaan informasi publik, dengan sejumlah badan publik berhasil mencapai kategori informatif.

Dinas Perindustrian NTB selalu berkomitmen untuk terus memperkuat sistem layanan informasi publik yang transparan, responsif, dan berbasis digital, sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan sektor industri daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(r)

Agromaritim Jadi Mesin Baru Ekonomi NTB, 38 Komoditas Unggulan Jadi Andalan

0

Mataram (ekbisntb.com) — Pemerintah Provinsi NTB menetapkan peta jalan hilirisasi 38 komoditas agro maritim sebagai pedoman pengembangan industri dari hulu hingga hilir. Peta jalan ini menjadi bagian dari strategi pembangunan industri agro maritim NTB yang terintegrasi dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE.,ME dalam kegiatan Ekspos Dokumen Roadmap Industri Agromaritim yang digelar Dinas Perindustrian Provinsi NTB di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Jumat (19/12/2025) menyampaikan, pemerintah Provinsi NTB mematangkan arah pembangunan industri daerah melalui penyusunan Roadmap Industri Agromaritim NTB Tahun 2025–2029.

Berdasarkan dokumen NTB Agro Maritim, 38 komoditas tersebut tersebar pada enam sektor utama, yakni tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan dan kelautan, peternakan, serta kehutanan.

Pada sektor tanaman pangan, komoditas yang menjadi perhatian antara lain padi, jagung, kedelai, dan singkong. Sementara sektor hortikultura meliputi cabai, bawang merah, tomat, pisang, dan nangka.

Untuk sektor perkebunan, komoditas unggulan yang didorong hilirisasinya antara lain kopi, tembakau, tebu, vanili, kakao, kelapa, cengkeh, aren, dan porang. Di sektor perikanan dan kelautan, NTB menargetkan pengembangan ikan jenis pelagis dan demersal, seperti tuna, cakalang, kakap, kerapu, rajungan, udang vaname, lobster, rumput laut, hingga teripang.

Sektor peternakan mencakup sapi, ayam, telur, kambing, serta produk turunan seperti kerupuk kulit dan sarang walet. Sedangkan sektor kehutanan diarahkan pada pengembangan komoditas kemiri, madu, rotan, jahe, serta hasil hutan bukan kayu dan kerajinan ketak.

Dari keseluruhan komoditas tersebut, 12 komoditas unggulan ditetapkan untuk dihilirisasi lebih lanjut. Penetapan ini didasarkan pada tiga kriteria utama, yakni pemenuhan kebutuhan lokal, substitusi impor, serta peluang ekspor.

“Alhamdulillah, penyusunan roadmap ini telah melalui berbagai tahapan sejak awal. NTB memiliki 38 komoditas unggulan agromaritim yang kemudian dikaji, dikonsepkan, dan dipilah untuk menjadi prioritas pengembangan, dengan pendekatan pembangunan ekosistem industri dari hulu hingga hilir,” ujar Nuryanti.

Ia menjelaskan, roadmap industri agromaritim dirancang selaras dengan kebijakan nasional, termasuk arah kebijakan hilirisasi industri sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden. Dalam lima tahun ke depan, Pemerintah Provinsi NTB akan memfokuskan pembangunan pada penguatan sektor hulu, pengembangan sentra-sentra industri yang telah ada di 10 kabupaten/kota, serta penguatan industri halal sebagai salah satu keunggulan kompetitif daerah.

“Pengembangan ekosistem industri agromaritim merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan produksi secara maksimal. Seiring dengan penguatan NTB sebagai pusat investasi atau NTB Capital, kami optimistis sektor ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTB menargetkan peta jalan ini menjadi acuan bagi perangkat daerah teknis dalam menyusun program pengembangan industri, mendorong investasi, serta memperkuat daya saing produk agro maritim NTB di pasar nasional maupun global.(bul)