Mataram (ekbisntb.com)- Aktivitas jual beli di Pasar Induk Mandalika, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat terpantau berjalan normal di tengah momentum libur akhir tahun. Hasil pemantauan lapangan menunjukkan harga bahan pokok, terutama beras, masih berada pada level stabil meskipun permintaan masyarakat biasanya meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru.
Kondisi ini terungkap saat Pimpinan Wilayah Perum Bulog Nusa Tenggara Barat, Mara Kamin Siregar, bersama Wakil Pimpinan Bulog NTB Rizal P. Sukmaadijaya dan Satuan Tugas Pangan Polda NTB melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar induk terbesar di NTB tersebut.
Sejumlah pedagang sembako mengakui bahwa hingga saat ini belum ada gejolak harga, khususnya untuk komoditas beras. Ketersediaan stok dinilai cukup, terutama beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang rutin disalurkan Bulog ke pasar.
“Tidak ada kenaikan harga beras. SPHP dari Bulog juga selalu ada,” ungkap salah satu pedagang.
Pedagang lainnya menyampaikan hal senada, bahkan menyebut bahwa permintaan konsumen masih relatif normal dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Menurut para pedagang, kelancaran pasokan menjadi faktor utama terjaganya stabilitas harga di pasar. Pasokan yang terus masuk membuat pedagang tidak perlu menaikkan harga, sekaligus memberi rasa aman bagi konsumen.
Wakil Pimpinan Bulog NTB Rizal P. Sukmaadijaya, menegaskan bahwa Bulog memastikan operasional tetap berjalan penuh selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini dilakukan untuk menjamin distribusi bahan pangan strategis tetap lancar dan masyarakat tidak khawatir akan ketersediaan stok.
“Kami turun langsung bersama Satgas Pangan untuk memastikan kondisi di lapangan. Yang perlu kami sampaikan, Bulog tidak libur selama Nataru. Kami siap menjaga ketersediaan beras, gula, dan minyak goreng,” kata Mara.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Bulog NTB membuka posko pelayanan dan pengendalian pangan di sejumlah titik, baik di pasar-pasar, kantor wilayah, maupun kantor cabang. Layanan tersebut tetap dibuka hingga akhir pekan.
“Sabtu dan Minggu tetap buka. Di kantor pelayanan sampai sekitar pukul 14.00 atau 15.00, sementara di pasar dari pagi sampai sore. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” tegasnya.
Dari sisi cadangan, Bulog NTB saat ini menguasai stok beras sekitar 158 ribu ton, jumlah yang dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB dalam jangka panjang.
“Dengan stok tersebut, kebutuhan beras aman hingga sekitar 43 bulan ke depan. Kami siap melayani masyarakat, termasuk di hari-hari libur,” jelas Rizal.
Selain sidak harga, Bulog bersama Satgas Pangan juga akan terus memperketat pengawasan pasar guna mengantisipasi praktik spekulasi dan penimbunan. Distribusi pangan pun dipastikan menjangkau berbagai saluran, mulai dari Rumah Pangan Kita (RPK) binaan Bulog, kawasan permukiman, perkantoran, hingga kebutuhan instansi dan BUMN.
Rizal juga mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panic buying. Atas nama Bulog NTB, kami mengucapkan selamat merayakan Natal dan Tahun Baru,” demikian Rizal.(bul)
Sidak Pasar Induk Mandalika, Harga Beras Tetap Stabil Meski Akhir Tahun
Sidak Pasar di Hari Natal, Pimwil Bulog NTB: Pasokan Aman, Harga Terkendali
Mataram (ekbisntb.com) — Pemimpin Wilayah (Pimwil) Perum BULOG Nusa Tenggara Barat (NTB), Mara Kamin Siregar, memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan strategis di wilayah NTB tetap terjaga selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Berdasarkan pantauan lapangan, stok beras bahkan diklaim aman hingga hampir empat tahun ke depan.
Hal tersebut ditegaskan Mara Kamin saat melakukan pemantauan harga di Pasar Percontohan Kebon Roek dan Pasar Mandalika, Kota Mataram, Rabu (25/12/2025). Dalam peninjauan tersebut, Pimwil Bulog didampingi oleh Wakil Pimpinan Bulog NTB, Rizal P. Sukmaadijaya, serta Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda NTB.
Harga Stabil dan Pasokan Melimpah
Hasil pemantauan menunjukkan harga beras di pasar tradisional relatif stabil. Beras kualitas medium hingga super berada di kisaran harga Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Para pedagang mengakui bahwa kelancaran pasokan, terutama beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog, menjadi faktor utama terkendalinya harga.
“Harga beras tidak ada kenaikan. Beras SPHP dari Bulog sangat tersedia. Kalau stok kurang, langsung dikirim,” ujar salah satu pedagang di Pasar Kebon Roek.
Layanan Tanpa Libur
Guna menjamin ketenangan masyarakat, Mara Kamin menegaskan bahwa Bulog NTB tetap beroperasi penuh selama masa libur Nataru. Posko pengendalian pangan telah dibuka di berbagai titik strategis, termasuk di depan Kantor Wilayah Bulog NTB dan kantor-kantor cabang.
“Bulog tidak libur selama Nataru. Sabtu dan Minggu kami tetap buka untuk melayani masyarakat dan memastikan distribusi beras, gula, serta minyak goreng tetap lancar,” tegas Mara Kamin.
Stok Capai 158 Ribu Ton
Data terbaru menunjukkan Bulog NTB saat ini menguasai stok beras sebanyak 158 ribu ton. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan pangan masyarakat NTB dipastikan aman untuk jangka panjang.
“Stok beras kita cukup aman untuk sekitar 43 bulan ke depan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan panic buying,” tambah Mara.
Pengawasan Ketat Satgas Pangan
Selain memastikan distribusi ke pasar-pasar, Bulog bersama Satgas Pangan Polda NTB dan Polresta Mataram akan terus melakukan pengawasan ketat guna mencegah praktik spekulasi atau penimbunan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sejauh ini, lonjakan permintaan menjelang pergantian tahun masih dalam batas normal. Bulog juga terus menyuplai jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), kawasan permukiman, hingga instansi BUMN guna memastikan akses pangan murah mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. (fan)
Geisha akan Ramaikan Perayaan Malam Tahun Baru di Mandalika
Lombok Tengah (ekbisntb.com) — Pengelola kawasan pariwisata Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menyatakan kesiapan penuh menyambut periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Berbagai aktivitas sportstainment, hiburan tenant, serta peningkatan layanan dan fasilitas kawasan disiapkan untuk memastikan pengalaman liburan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi wisatawan.
PGS General Manager The Mandalika, Agus Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya memproyeksikan 118.733 kunjungan wisatawan selama periode Nataru. Menurutnya, perpaduan antara sport event dan festive tourism menjadi kekuatan utama The Mandalika dalam menarik minat wisatawan.
“Kami menyambut periode liburan ini dengan menggabungkan kekuatan sport event dan kreativitas tenant. Seluruh elemen kawasan telah disiapkan untuk memastikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan menarik bagi seluruh pengunjung,” ujar Agus.
Untuk mendukung keamanan dan kenyamanan wisatawan, ITDC mengoperasikan lima Posko Pengamanan Nataru Terpadu mulai 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Posko ini melibatkan personel pengamanan kawasan, BKO Kepolisian dan TNI, Basarnas, tenaga kesehatan, serta dukungan operasional dari ITDC Group.
Lima posko tersebut ditempatkan di titik-titik strategis, yakni Kuta Beach Park, Bazaar Mandalika, Bukit Merese, Batu Kotak, dan Pertamina Mandalika International Circuit, guna memastikan respons cepat terhadap berbagai situasi di lapangan.
Di sisi akomodasi dan hiburan, Pullman Lombok Mandalika Beach Resort menghadirkan program unggulan malam pergantian tahun bertajuk “Unmasking Radiance – New Year’s Eve Gala Dinner 2026” yang akan digelar pada 31 Desember 2025 di area pantai Pullman.
General Manager Pullman Lombok Mandalika Beach Resort, Budi Wahjono, menjelaskan bahwa perayaan malam Tahun Baru tersebut akan menghadirkan Geisha sebagai penampil utama, didukung hiburan lain seperti DJ Dayu, Iconicoustic Band, Miracle Dancer, dan Fire Dance Show.
“Kami menyiapkan pengalaman premium di tepi pantai The Mandalika dengan konsep hiburan lengkap, mulai dari music performance, special dance act, hingga countdown celebration,” ungkap Budi.
Sementara itu, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) juga menghadirkan aktivasi sport event penutup tahun melalui Mandalika Last Sunday Run 2025 yang akan digelar pada 28 Desember 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit.
Wakil Direktur Utama MGPA, Samsul Purba, mengatakan bahwa event lari ini menawarkan dua kategori, yakni 4,3K dan 10K, serta dikemas dengan nuansa festival melalui penampilan DJ, coffee booth, dan partisipasi UMKM lokal.
“Event ini memberi kesempatan peserta merasakan pengalaman unik berlari di lintasan balap bertaraf dunia dengan suasana festival sebagai penutup tahun. Sebagian keuntungan juga akan disalurkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera,” jelas Samsul.
ITDC menilai momentum Nataru memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi lokal, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah. Aktivasi tenant, peningkatan okupansi hotel, serta kegiatan berbasis sportstainment dinilai mampu memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi unggulan nasional sekaligus membuka peluang usaha bagi UMKM dan masyarakat sekitar.
“Kolaborasi ITDC, MGPA, dan para tenant menjadi kunci menghadirkan pengalaman liburan yang berkesan. Kami mengajak wisatawan merayakan Natal dan Tahun Baru di Mandalika, menikmati keindahan pantai, kemeriahan malam pergantian tahun, serta pengalaman sport tourism di sirkuit. Hadiah di balik setiap deru di The Mandalika adalah semangat yang membangkitkan hati,” tutup Agus.(bul)
Sirkuit Mandalika Tawarkan Paket Nataru 2025/2026
Lombok Tengah (ekbisntb.com)-
Mandalika kembali menjadi magnet wisata selama libur Natal dan Tahun Baru 2025 melalui Program Promo Spesial Mandalika Experience. Memasuki hari kelima pelaksanaan sejak 20 Desember 2025, ribuan pengunjung tercatat memadati kawasan Pertamina Mandalika International Circuit untuk menikmati beragam aktivitas liburan berbasis motorsport dan rekreasi.
Beragam program unggulan yang ditawarkan berhasil menarik minat wisatawan dari berbagai kalangan. Salah satunya Agya Arrive and Drive, yang memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan sensasi mengemudi mobil balap di lintasan sirkuit tanpa harus membawa kendaraan sendiri. Program ini menjadi favorit bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman balap secara praktis dan aman.
Selain itu, Honda ADV Experience juga mendapat respons positif. Melalui program ini, pengunjung dapat menjajal lintasan sirkuit menggunakan motor adventure yang nyaman, sehingga cocok dinikmati oleh pemula maupun penggemar otomotif. Tak kalah menarik, Track Experience dimanfaatkan oleh pengunjung yang membawa sepeda, sepeda motor, hingga mobil pribadi untuk menjajal langsung sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut.
Untuk wisatawan dan keluarga yang ingin menikmati suasana sirkuit dengan santai, Lampaq di Sirkuit tetap menjadi pilihan utama. Program ini menghadirkan pengalaman berkeliling lintasan menggunakan kendaraan riders parade MotoGP, sekaligus menikmati panorama sirkuit dari sudut yang berbeda.
Keramaian juga terlihat di area Tikungan 10 yang menjadi salah satu spot favorit pengunjung. Selain dimanfaatkan untuk berfoto dan menikmati atmosfer sirkuit, area ini juga menjadi pusat penjualan official merchandise Mandalika yang banyak diburu wisatawan.
Tak hanya menghadirkan pengalaman di lintasan, Mandalika Experience juga menggelar Merchandise Mega Sale. Berbagai produk resmi Mandalika ditawarkan dengan harga spesial, mulai dari kaus seharga Rp50.000, hingga topi, jaket, hoodie, dan beragam merchandise tematik lainnya. Produk-produk ini dapat dibeli langsung di area sirkuit maupun Circuit Store.
Selama periode promo Natal dan Tahun Baru yang berlangsung hingga 4 Januari 2026, pengunjung juga dapat menikmati berbagai tarif khusus, di antaranya Lampaq di Sirkuit mulai Rp50.000 per orang, CBR 250 Experience Rp250.000 untuk tiga putaran, Honda ADV Experience Rp185.000 untuk tiga putaran, Taxi Ride Rp300.000 untuk dua putaran, serta tarif promo Track Experience untuk sepeda, motor, dan mobil pribadi.
Direktur Utama PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan Mandalika semakin matang sebagai destinasi sport tourism unggulan nasional. Menurutnya, sirkuit ini tidak hanya hadir saat event balap internasional, tetapi juga terbuka sebagai ruang publik yang dapat dinikmati sepanjang tahun.
“Melalui Mandalika Experience, kami ingin masyarakat merasakan bahwa sirkuit ini tidak hanya digunakan saat event balap, tetapi juga bisa dinikmati sebagai destinasi liburan. Mandalika kami buka sebagai ruang publik yang aman, seru, dan berkelas dunia,” ujar Priandhi.
Ia menambahkan, program liburan ini merupakan bagian dari komitmen MGPA bersama ITDC dan InJourney Tourism Development Corporation untuk menghadirkan aktivitas berkelanjutan di kawasan The Mandalika sepanjang tahun, sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia.(bul)
Jaga Stabilitas Harga Jelang Nataru, BULOG NTB Dirikan Posko Pengendalian Sembako di Pasar
Mataram (ekbisntb.com) – Perum BULOG Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah konkret diambil dengan mendirikan Posko Pengendalian Harga Sembako di sejumlah pasar tradisional di wilayah NTB.
Pendirian posko ini bertujuan untuk memantau pergerakan harga secara real-time sekaligus memastikan pasokan pangan tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat.
Instruksi Pusat dan Sinergi Daerah
Pemimpin Wilayah Perum BULOG NTB, Mara Kamin Siregar, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung dari manajemen pusat BULOG untuk meningkatkan kewaspadaan di lapangan, terutama di daerah yang tidak terdampak bencana.
“Menjelang Natal dan Tahun Baru, kami diminta lebih proaktif. Dengan adanya posko di tiap pasar, pergerakan harga bisa dipantau secara langsung dan cepat,” ujar pria yang akrab disapa Regar tersebut di Mataram, Rabu (24/12/2025).
Dalam pelaksanaannya, BULOG tidak bekerja sendiri. Regar menegaskan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan:
- Satgas Pangan Daerah
- Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov dan Kabupaten/Kota
- Kepala Pasar setempat
Patroli Rutin dan Operasi Pasar
Selain berfungsi sebagai pusat informasi, posko ini menjadi basis bagi BULOG dan Satgas Pangan untuk melakukan patroli rutin ke lapak-lapak pedagang. Patroli ini bertujuan untuk mencegah praktik spekulasi harga yang tidak wajar oleh oknum pengecer.
“Kami ingin memastikan pedagang tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan distribusi barang berjalan lancar,” tegas Regar.
Jika ditemukan adanya lonjakan harga yang signifikan, BULOG NTB telah menyiapkan skema Operasi Pasar yang terpusat di posko tersebut. Komoditas strategis seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng siap digelontorkan untuk menekan harga di pasar.
Stok Dipastikan Aman
Masyarakat diminta untuk tidak panik, karena BULOG menjamin ketersediaan stok pangan di gudang-gudang mereka. Komitmen ini dilakukan agar warga NTB dapat merayakan momen akhir tahun dengan tenang tanpa beban ekonomi akibat kenaikan harga pangan.
“Stok BULOG aman dan siap digelontorkan kapan saja dibutuhkan. Ini adalah bagian dari tugas kami menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga,” tutupnya. (r)
Dampak KEK Mandalika, Penerimaan Pajak Meningkat
Mataram (ekbisntb.com)- Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika memberikan dampak nyata terhadap peningkatan penerimaan pajak. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Praya yang membawahi wilayah Lombok Tengah tercatat mengalami pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 8 persen dibandingkan tahun lalu, di tengah tren perlambatan yang dialami sejumlah KPP lainnya di wilayah Nusa Tenggara.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Nusa Tenggara (Nusra), Samon Jaya, menyebut pertumbuhan positif tersebut tidak lepas dari aktivitas ekonomi yang semakin menggeliat di kawasan Mandalika.
“Salah satunya karena Mandalika. Kita lihat transaksi atas tanah dan bangunan meningkat, kemudian tingkat hunian hotel juga luar biasa. Dampaknya langsung terlihat pada penerimaan pajak. Luar biasa pemerintah membuat KEK-KEK Dimana-mana, salah satunya di NTB,” kata Samon.
Menurutnya, geliat ekonomi Mandalika kini sejajar dengan kawasan wisata unggulan lain di NTB, seperti Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Bahkan, transaksi di kawasan wisata tersebut disebut mencapai nilai triliunan rupiah per tahun.
“Kalau kita lihat Mandalika dengan tiga gili itu sudah hampir setara. Di media disebutkan transaksi di kawasan gili bisa mencapai sekitar Rp7 triliun per tahun. Mandalika arahnya ke sana,” jelasnya.
Samon mengungkapkan, hingga saat ini tingkat pencapaian penerimaan pajak KPP Praya sudah mendekati 94 persen dari target, dengan pertumbuhan tahunan tetap positif. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah KPP lain di wilayah Nusra yang masih mengalami kontraksi.
“Di saat KPP lain rata-rata minus, KPP Praya justru tumbuh 8 persen dari Desember 2024 dengan Desember 2025. Ini satu-satunya yang positif, dan ini tidak lepas dari peranan KEK Mandalika,” tegasnya.
Ia menambahkan, sumber penerimaan pajak dari kawasan Mandalika berasal dari berbagai sektor, terutama perhotelan, properti, dan investasi. Tingginya tingkat kunjungan wisata berdampak langsung pada okupansi hotel, sementara transaksi jual beli vila dan hotel dengan nilai tinggi turut mendongkrak setoran pajak.
“Hotel jelas terkait kunjungan wisata. Lalu transaksi properti juga meningkat. Bahkan ada vila yang dijual dengan harga miliaran rupiah per unit,” ungkap Samon.
Meski demikian, Samon menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya melihat pertumbuhan dari sisi angka nominal, tetapi juga terus mendorong kepatuhan formal wajib pajak, seperti pendaftaran dan pelaporan pajak.
“Kita bicara pakai angka. Berapa yang sudah terdaftar, berapa yang sudah melapor. Itu indikator yang bisa diukur secara jelas,” katanya.
Samon pun berharap peran media dapat terus mengangkat perkembangan positif tersebut, agar kepercayaan investor dan pelaku usaha terhadap iklim ekonomi NTB, khususnya Mandalika, semakin meningkat.
“Beritakan yang positif. Kalau ada yang kurang, arahkan ke solusi. Karena investasi di Mandalika ini sedang bergerak dan memberi dampak nyata,” pungkasnya.(bul)
Dorong Kemandirian Ekonomi Pesisir, PLN EPI Tata Kawasan Wisata Pantai Viral Mataram

Lombok (ekbisntb.com) – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Tidak sekadar menghadirkan energi, PLN EPI kini fokus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penataan kawasan wisata Pantai Viral, Bagek Kembar, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Langkah ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di wilayah Ring 1 Proyek Gasifikasi PLTMG Lombok Peaker.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kepedulian PLN Group terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Menurutnya, PLN ingin memberikan dampak yang lebih luas dari sekadar penyedia listrik.
“PLN hadir tidak hanya memberikan cahaya, tapi bagaimana kami bisa membangun perekonomian masyarakat. Kami melihat potensi besar di Pantai Viral ini, dan kami berupaya memastikan potensi ekonomi tersebut terus tumbuh melalui program penataan yang berkelanjutan,” ujar Mamit dalam keterangannya, Selasa (23/12/2025).

Targetkan Penataan 43 Kios UMKM
Fokus utama program ini adalah melakukan penataan terhadap 43 kios UMKM agar menjadi lebih rapi, modern, dan nyaman bagi pengunjung. Mamit meyakini bahwa aspek kenyamanan adalah kunci utama untuk menarik lebih banyak wisatawan.
“Jika pengunjung merasa nyaman, tempat ini akan semakin viral dan dikenal luas. Hal ini otomatis akan meningkatkan jumlah kunjungan yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat setempat,” tambahnya.
Meski PLN Group sebelumnya telah sering menjalankan program serupa di Lombok melalui unit lain seperti CNG Plant, bagi PLN EPI, proyek penataan Pantai Viral ini merupakan program perdana mereka di Pulau Seribu Masjid tersebut.

Sinergi Strategis dengan Pemerintah Kota
Upaya PLN EPI ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota Mataram. Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, menyatakan bahwa kolaborasi antara BUMN, pemerintah, dan masyarakat merupakan syarat mutlak dalam membangun destinasi wisata yang tangguh.
“Kami berterima kasih atas sinergi ini. Di Kota Mataram, kita tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam. Namun, kita bisa menutupi kekurangan itu dengan meningkatkan kualitas SDM, keramahtamahan, penataan lapak UMKM yang baik, serta penyelenggaraan event yang berkesinambungan,” jelas Cahaya.

Mitigasi Infrastruktur dan Abrasi
Selain penataan UMKM, pemerintah daerah juga tengah memikirkan keberlangsungan jangka panjang kawasan pesisir Mataram yang rentan terhadap abrasi. Cahaya mengungkapkan bahwa Wali Kota Mataram telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR terkait kebutuhan infrastruktur pelindung pantai.
“Penanganan abrasi memerlukan teknologi komprehensif seperti pembangunan pemecah ombak (breakwater) atau jetty. Ini merupakan ranah kebijakan nasional, namun kami tetap optimis hal tersebut dapat diwujudkan demi keamanan dan kenyamanan wisata pesisir kita ke depan,” pungkasnya.
Dengan adanya kolaborasi ini, Pantai Viral diharapkan tidak hanya menjadi ikon wisata baru di Mataram, tetapi juga menjadi model percontohan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir yang didukung oleh sektor industri energi. (fan)
Terapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Pemda KLU Luncurkan Portal Satu Data
Lombok (ekbisntb.com) –
Pemda Lombok Utara meluncurkan portal Satu Data, Jumat (19/12/2025). Langkah ini sebagai pendekatan implementasi pemerintahan berbasis elektronik.Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar., SH., MH., didampingi Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri., ST., MT., mengungkapkan, Portal Satu Data harus memastikan ketersediaan informasi berbasis angka.
Data ini nantinya menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan agar program lebih tepat sasaran.”Satu data sangat strategis untuk memastikan seluruh kebijakan pembangunan disusun berdasarkan data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi, setiap keputusan yang diambil dapat tepat sasaran dan dipertanggungjawabkan,” ujar Najmul.
Dalam peluncuran Platform Satu data tersebut, turut hadir Kadis Kominfotik NTB, Yusron Hadi, ST., MT., Sekda KLU, Sahabudin.,S.Sos., serta Kepala-kepala OPD.Bupati menegaskan, kemajuan teknologi tidak bisa dihindari.
Oleh karenanya, sistem pemerintahan sedianya dikelola secara adaptif sesuai perkembangan IT. Tugas pemerintah adalah menyajikan data pemerintahan yang berkualitas dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
“Saat ini dengan kemajuan teknologi, yang kita butuhkan adalah kerja yang cepat dan tepat,” tandasnya.
Sementara, Kadis Kominfotik NTB, Yusron Hadi, mengapresiasi penyediaan Portal Satu Data oleh Pemda Lombok Utara.
Menurutnya, platform ini merupakan wujud komitmen Pemda untuk meningkatkan pelayanan berbasis teknologi informasi.“Lombok Utara telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Satu Data Indonesia,” ucap Yusron.
Pihaknya juga berharap, portal Satu Data ini dapat diakses setiap saat dengan komitmen pembaruan data secara berkala.
Pengembangan portal di masa depan juga menjadi sebuah keharusan, mengingat langkah Lombok Utara menjadi contoh terbaik dalam pengelolaan data daerah.
“Integrasi data hingga ke tingkat daerah dibutuhkan untuk mempercepat pengambilan keputusan yang akurat di tingkat provinsi maupun nasional.””Satu Data bukan hanya soal teknologi, melainkan soal kolaborasi antar instansi,” demikian Yusron. (ari)














