Home Blog Page 848

Akad Massal dan Grand Launching, Casakara Home Ramaikan Malam Minggu di LEM

0
Direktur PT. Isarch Desain Konstruksi, Iskandar, Komisaris Utama PT. Isarch Desain Konstruksi, Reni Puspita Sari, dan Branch Manager Bank BTN Syariah Ahmad Mukhtar Amir menekan tombol simbolis acara Akad Massal & Grand Launching Casakara, Minggu, 3 Maret 2024. (Ekbis NTB/glo)

Mataram (Ekbis NTB) – PT. Isarch Desain Konstruksi membuat gebrakan baru dengan mengeluarkan proyek Casakara Home, desain rumah subsidi senyaman vila. Mengusung gaya retro, acara Akad Massal dan Grand Launching proyek ini diadakan di Atrium Ground Floor Lombok Epicentrum Mall (LEM), Minggu 3 Maret 2024 malam.

Acara diawali dengan berbagai hiburan yang menarik, seperti nyanyian dari band Mood Booster, penampilan band dari BTN Syariah, penampilan stand up, dan masih banyak lagi.
Casakara Home adalah proyek baru dari PT. Isarch Desain Konstruksi yang akan dibangun di Lombok Barat (Lobar), tepatnya di jalan Bypass. Mengusung gaya retropolis, desain perumahan ini dibangun dengan berbagai desain yang elegan.

“Kenapa retropolis? itu berkaitan dengan style arsitekturnya, kebetulan kami adalah tim konsultan arsitek. Kami selalu menuangkan desain kami dengan ada unsur heritagenya. Jadi, bangsa yang besar itu selalu mengangkat sejarahnya dan selalu mengenangnya setiap saat.” Kata Iskandar, Direktur Utama PT. Isarch Desain Konstruksi.
Desain retro yang bertujuan untuk memberikan kesan sejarah akan dituangkan dalam desain interior proyek ini. Proyek ini sekaligus menjadi salah satu kontribusi dari PT. Isarch Desain Konstruksi kepada Lobar yang belum memiliki fasilitas bisnis bagi keberlanjutan pembangunan di Lobar. Proyek ini telah didukung oleh pemerintah daerah dengan tujuan memberikan kesempatan pada para pebisnis untuk mendapatkan fasilitas dengan arsitektur yang elegan dengan tetap mempertahankan kesan hijau.

“Kami ingin memberikan kesempatan bagi para pebisnis untuk mendapatkan fasilitas dengan arsitektur yang terencana dengan sangat teliti dan sangat memperhatikan lingkungan. Jadi, kesan hijaunya, kesan lestarinya itu akan tetap kami jaga,” terangnya.
Proyek ini juga disambut baik oleh pengunjung LEM yang sedang menikmati masa liburan dengan keluarga. Para pengunjung juga turut menikmati acara band yang disediakan, dan melihat-lihat desain dari proyek ini.
“Luar biasa, kaya aesthetic (desain rumah),” Arum salah satu pengunjung memuji proyek baru yang diluncurkan oleh PT. Isarch Desain Konstruksi. “Desainnya yang bagus, mungkin ke depannya bisa ada jogging track,” tambah Destri, salah satu pembeli Casakara Home.
Didukung oleh BTN Syariah, acara ini dihadiri langsung oleh Branch Manager BTN Syariah Mataram, Ahmad Mukhtar Amir. Ahmad juga memberikan penampilan dengan menyanyikan satu buah lagu untuk menghibur pengunjung LEM. Tak mau kalah, Direktur Utama PT. Isarch juga ikut tampil malam itu.

Setelah dihibur dengan berbagai macam penampilan, para konsumen yang telah membeli rumah di proyek ini mendapatkan kupon yang akan diundi pada malam itu. Hadiahnya berupa motor listrik, kulkas, HP, kompor, dan lain-lain.
Puncak Akad Massal dan Grand Launching diisi dengan menghadirkan Direktur Utama PT. Isarch Desain Konstruksi, Iskandar, Komisaris Utama PT. Isarch Desain Konstruksi, Reni Puspita Sari, dan Branch Manager BTN Syariah Cabang Mataram, Ahmad Mukhtar Amir untuk menekan tombol di tengah panggung sebagai simbolis peresmian proyek tersebut. “Sukses terus buat Isarch dan Casakara. Semoga ada lagi acara Akad Massal kaya gini lagi,” Arum memberikan tanggapannya. (glo)

Berantas Ijon, Pemda dan Lembaga Keuangan Harus Intervensi Petani Rumput Laut

0
Abdul Hadi (Ekbis NTB/ist)

POTENSI budidaya rumput laut di perairan NTB sangat tinggi. Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB menyebutkan produksi rumput laut di provinsi ini berkisar 950.000 ton hingga 1 juta ton setiap tahun. Petani yang menggeluti sektor budidaya rumput ini mencapai ribuan orang

Sentra budidaya tersebar di Sekotong Kabupaten Lombok Barat, kawasan Teluk Bumbang dan Gerupuk di Lombok Tengah, kawasan Ekas dan Serewe di Kabupaten Lombok Timur. Kawasan Poto Tano, Giantar, dan Kertasari Sumbawa Barat. Kawasan Tanjung Bele, Moyo Hilir, Kwangko di kabupaten Sumbawa. Manggalewa, Nangatumpu dan Kempo di Kabupaten Dompu hingga Teluk Wawaroda, Teluk Sape dan Lambu di Bima.

Salah satu problem yang masih dihadapi oleh sebagian pembudidaya rumput laut yaitu belum mandirinya mereka dalam hal permodalan. Mereka masih terjerat sistem ijon. Pembudidaya tidak bisa menjual rumput laut secara bebas karena modal diberikan oleh perorangan. Mereka harus menjual ke orang yang memberikan pinjaman, dengan harga yang cepat berubah.

Karena itulah anggota Komisi II DPRD NTB H. Abdul Hadi, S.E., M.M., mengatakan, pemerintah daerah (Pemda) dan lembaga keuangan harus masuk ke pembudidaya rumput laut agar mereka bisa mandiri dan terbebas dari permodalan orang pribadi. Mereka diberikan pinjaman lunak atau skema bunga serta asuransi yang ditanggung oleh Pemda.

“Jika masih terjerat dengan sistem ijon, mereka tak bisa mandiri dan mengembangkan usahanya. Karena harus menjual ke pemberi modal. Karena itu pemda dan lembaga keuangan harus masuk ke sini memberi intervensi,” kata Abdul Hadi kepada Ekbis NTB akhir pekan kemarin.

Menurutnya, kesejahteraan bisa diraih oleh petani rumput laut jika mereka berdaya dan memiliki modal yang kuat. Sebab dari segi pengelaman, mereka telah memiliki pengalaman yang panjang di sektor ini.

Kemudian yang tak kalah pentingnya yaitu bagaimana mereka dilibatkan dalam program hilirisasi. Di mana, produk rumput laut yang mereka hasilkan tak harus dijual dalam bentuk mentah, namun bagaimana mereka bisa mendapatkan manfaat dari produk turunan rumput laut seperti makanan atau non makanan.

“Hilirisasi akan membuat petani rumput laut memiliki nilai tambah. Namun demikian, dibutuhkan intervensi dari pemda dan lembaga keuangan,” ujarnya.(ris)

KKP Sudah Siapkan Akses Permodalan bagi Masyarakat Pesisir

0
Muslim (Ekbis NTB/dok)

KEMENTERIAN Kelautan Perikanan (KKP) sudah menyiapkan alternatif bagi masyarakat pesisir untuk mengakses permodalan, agar tidak tergantung dari permodalan dengan skema ijon.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim., S.T.,M.Si., menerangkan, KKP sudah menugaskan tim pendamping yang terjun langsung ke masyarakat pesisir untuk melakukan pendampingan, salah satunya dalam hal mengakses permodalan dengan bunga pinjaman sangat lunak, tak sampai 1 persen.

Akses permodalan inipun sudah dilakukan kelompok petani garam di Sekotong, Kabupaten Lombok Barat yang sudah mendapatkan modal lunak sebesar Rp1 miliar. Selain itu, pendamping ini juga melakukan pendampingan kepada masyarakat pesisir untuk mengakses permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari lembaga keuangan yang sudah ditunjuk pemerintah.

“Sebenarnya pintunya banyak (untuk mendapatkan modal). Persoalannya ada pada akses informasi yang masih terbatas, dan berbelit-belitnya syarat untuk mendapatkan kredit dari perbankan,” kata kepala dinas.

Masyarakat pesisir tidak terbiasa dengan syarat-syarat dan aturan perbankan yang diras ribet dan memberatkan, sehingga pilihan yang diambil adalah dana-dana dari pemodal, meskipun skemanya ijon.

“Masyarakat nelayan itu bisa mendapatkan modal hanya dengan lisan saja. Tanpa harus memberi syarat-syarat dokumen dan lainnya. Walaupun beban pengembaliannya tinggi, mereka lebih memilih itu,” imbuhnya.

Karena itu, ia juga sangat bergaharap agar lemabaga-lembaga keuangan, baik bank dan non bank, tidak memberlakukan syarat yang terlalu ribet yang membuat masyarakat menjadi apatis dengan lembaga keuangan resmi. Sepanjang dinilai mampu mengembalikan kewajiban, ia mendorong lembaga keuangan memberikan kemudahan.

Persoalan ijon, atau rentenir ini, lanjut kepala dinas, tidak hanya terjadi kepada petani rumput laut. Demikian juga dengan nelayan penangkap dan nelayan pembudidaya. Mereka lebih senang dengan menggunakan dana  yang secara syarat dapat memudahkannya.

Kendati demikian, kepala dinas mengatakan, tetap mendorong peran pendamping masyarakat pesisir untuk melakukan edukasi secara massif, bersama dengan petugas lapangan sektor kelautan perikanan, pemerintah daerah terkait, dibantu Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) membukakan akses keuangan formal.

Selain itu, Muslim juga menyinggung peran pentingnya Bappeda. Sumber daya keluatan dan perikanan adalah salah satu sektor yang diunggulkan. Seyogyanya sektor yang diunggulkan ini diperhatikan secara serius dari hulu hingga hilir.

“Dari aspek produksi (rumput laut dan perikanan) sudah clear. Dari hilirnya, termasuk industrialisasi yang melekat dinas Perindustrian, perdagangannya melekat Dinas Perdagangan, dan kemudahan permodalannya juga melekat Dinas Koperasi.  Pembentukan koperasi nelayan harus massif dibentuk dan diberikan pendampingan bersama secara intens. Sehingga masyarakat pesisir tidak terjebak pada rentenir, ataupun ijon,” demikian kepala dinas.(bul)

Melesat, Volume Transaksi Cash Management di QLola by BRI Tumbuh 33,9% Capai Rp6.788 Triliun

0

Jakarta (ekbisntb.com) Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan bisnis segmen wholesale yang terus berkembang di era digital, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menghadirkan berbagai fitur dan layanan transaksi melalui platform QLola.

Setelah diluncurkan pada tahun 2022, Integrated Corporate Solution Platform QLola tercatat mengalami peningkatan volume transaksi cash management nasabah sebesar 33,9% year-on-year (yoy) mencapai Rp6.788 triliun. Peningkatan tersebut terjadi baik di segmen wholesale maupun non-wholesale, dengan penambahan jumlah client QLola lebih dari 4.800 client baru.

Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI Agus Noorsanto mengungkapkan, peluncuran platform Qlola merupakan salah satu strategi transformasi digital untuk memberikan unique value proposition kepada nasabah.

“Transformasi digital tetap menjadi fokus utama khususnya dalam mengantisipasi perkembangan teknologi dan digital di bidang transaction banking, termasuk penggunaan Artificial Intelligence dan Blockchain,” ujarnya.

Selain peluncuran platform QLola, BRI juga akan fokus kepada sektor digital melalui kolaborasi dengan perusahaan Fintech untuk meningkatkan layanan transaksi agar dapat tetap kompetitif di pasar, seperti kerjasama dengan payment gateway, dan perusahaan e-commerce. Melalui sinergi ini, harapannya BRI dapat mengkolaborasikan kerjasama teknologi yang dimiliki oleh perusahaan fintech untuk mendukung inovasi dalam layanan transaksi nasabah.

Perseroan terus berupaya meningkatkan fitur dan kapabilitas Qlola, seperti pada akhir 2023 telah ditambahkan fitur Global Cash Management System pada QLola yang dapat digunakan oleh nasabah BRI cabang Luar Negeri, antara lain BRI Singapore dan BRI Timor Leste.

QLola senantiasa memberikan kemudahan sehingga nasabah dapat memonitor aktivitas bisnisnya mulai dari holding atau principal hingga subsidiary, atau bahkan mitra yang ada di luar negeri.

“Kemudahan dalam bertransaksi dan memonitor saldo rekening merupakan hal yang penting, Qlola Cash Maanagement Infopool merupakan solusi bagi nasabah untuk melakukan monitoring atas seluruh rekening perusahaan baik rekening di BRI maupun di Bank lain dalam satu laporan. Nah, itu adalah salah satu fitur yang menarik yang kami siapkan untuk meningkatkan efisiensi nasabah,” tuturnya. (r/*)

Meski Hujan, Pasar Ramadhan di Bumi Pagutan Permai Tetap Diserbu Masyarakat

0

Mataram (Ekbis NTB) – Ketua Panitia Pasar Ramadhan Bumi Pagutan Permai, Yudi Kurniawan mengaku meski sedang diguyur hujan, pengunjung, pembeli, dan pemburu takjil di pasar Ramadhan tetap ramai dijejali oleh masyarakat.

Ia mengaku sejak hari pertama puasa hingga dengan saat ini pengunjung di pasar Ramadhan tidak pernah berkurang, banyak masyarakat dari luar daerah pun berkunjung untuk menikmati jajanan UMKM yang ada di lokasi ini.

“Pengunjungnya dari luar Bumi Pagutan Permai juga banyak, ada yang dari Gerung, Labuapi, dari Dasan Geres, pokoknya dari berbagai tempat,” katanya pada Suara NTB, Kamis, 14 Maret 2024.

Ia juga mengatakan bahwa pasar Ramadhan lapangan Bumi Pagutan Permai ini yang teramai di Kota Mataram, karena lokasi ini sudah cukup terkenal dan memiliki 84 lapak penjualan dengan menu yang bervariasi.

Selanjutnya, terkait dengan cuaca buruk yang menerjang Kota Mataram, ia mengaku bahwa angin kencang tidak berpengaruh terhadap antusias masyarakat memburu takjil, pun dengan hujan yang mengguyur lokasi pasar Ramadhan.

“Kalau angin memang ini nggak bisa diprediksi, hujan hari ini juga faktor alam jadi para pedagang sudah menyiapkan dari rumahnya untuk berjualan. Sedikit terganggu lah, tapi pengunjung tetap ramai,” ungkapnya.

Kemudian, salah seorang penjual gorengan di Pasar Ramadhan Bumi Pagutan Permai, Faiza juga mengaku meski terjadi angin kencang dan hujan, lokasi ini selalu ramai oleh pengunjung, apalagi 1-2 hari Ramadhan. “Hari pertama, hari kedua bisa dikatakan puncaknya lah, karena hari pertama puasa,” ucapnya

Faiza juga menjelaskan alasan dirinya tetap berjualan meski Mataram sedang diguyur hujan karena lokasi Pasar Ramadhan ini yang dinilai aman dari guyuran hujan dan angin karena sudah disediakan terop dan tenda yang terbuat dari besi.  “Karena tempatnya proper juga di sini jadi walaupun hujan kita sudah nyiapin terop biar nggak kena hujannya,” jelasnya. (era)

Pertamina Tambah Pasokan LPG Subsidi di Pulau Sumbawa

0

Mataram (Suara NTB)-Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyiapkan tambahan pasokan LPG 3 Kg subsidi guna memenuhi peningkatan kebutuhan di masa Ramadhan dan Idul Fitri di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya di wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kota/Kabupaten Bima yang mengalami peningkatan konsumsi yang signifikan.

“Kenaikan konsumsi LPG 3 Kg tersebut disebabkan oleh permintaan yang meningkat di masyarakat pada masa libur hari raya keagamaan, bulan Ramadhan dan musim tanam yang terjadi dalam waktu yang berdekatan,” jelas Manager Communication Relation Ahad Rahedi pada Jumat, 15 Maret 2024.

“Selain itu peningkatan konsumsi LPG 3 kg juga terjadi pada sektor bisnis UMKM yang penjualan atau produksinya turut meningkat dalam masa bulan suci Ramadhan ini, peningkatan konsumsi terbanyak terdapat di kota/kabupaten Bima, Kab.Dompu,Kab Sumbawa dan Kab Sumbawa Barat,” tambah Ahad.

Menyikapi laporan kekurangan stok LPG 3kg subsidi di beberapa wilayah tersebut, Pertamina telah melakukan pendistribusian LPG dengan fokus di wilayah yang mengalami kekurangan dan melaksanakan monitoring stok di agen dan pangkalan resmi secara berkala.

Koordinasi juga terus dilakukan Pertamina dengan Pemda setempat salah satunya melalui kegiatan sidak LPG ke lapangan dimana dalam sidak tersebut masih banyak ditemukan harga LPG yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pada level pengecer. Untuk di pangkalan resmi Pertamina sendiri harga LPG 3 Kg subsidi masih sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp18.500.

Untuk memastikan kebutuhan masyarkat terpenuhi jelang bulan ramadhan kali ini Pertamina telah melakukan tindakan antisipasi berupa penambahan pasokan atau extra dropping yang disalurkan secara bertahap yakni pada tanggal 18 Februari lalu sejumlah total 8400 tabung untuk penyaluran di wilayah Kabupaten Dompu sebanyak 2800 tabung, Kota Bima 1680 tabung dan Kabupaten Bima sebanyak 3920 tabung.

Selanjutnya pada 9 Maret 2024, Pertamina kembali melaksanakan penambahan penyaluran sejumlah 16.600 tabung untuk pulau Sumbawa dengan alokasi Kab Sumbawa Barat 1680 tabung, Kab Sumbawa 5960 tabung, Kab Dompu 3360 tabung, Kota Bima 1680 tabung dan Kab. Bima 3920 tabung.

Penambahan pasokan LPG 3 kg subsidi berikutnya dijadwalkan sekitar tanggal 15 – 17 Maret sejumlah total 16.600 tabung atau sekitar 51% dari konsumsi harian normal, dengan pembagian sebanyak 1.680 tabung untuk wilayah Kab. Sumbawa Barat, 5.400 tabung untuk Kab. Sumbawa, 1.680 tabung untuk Kabupaten Dompu, 2.240 tabung untuk Kota Bima dan sejumlah 5.600 tabung untuk Kabupaten Bima.

”Untuk pendistribusian tambahan pasokan LPG 3 Kg berjalan normal, mulai dari Fuel Terminal ke Agen Pertamina sampai dengan pangkalan resmi berjalan lancar. Pertamina terus berupaya untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, dan mengimbau warga untuk membeli LPG di pangkalan resmi Pertamina menggunakan KTP mengikuti edaran Pemerintah guna menyukseskan program Subsidi Tepat LPG 3 kg serta meminimalisir kekurangan stok LPG” tutup Ahad.(bul)

Picu Lonjakan Harga Gabah Lotim Diduga Banyak Keluar Daerah

0
Stok beras yang ada di Bulog. Gabah dari Lotim diduga banyak dikirim ke luar daerah, sehingga pengiriman ke luar daerah harus dibatasi. (Ekbis NTB/rus)

Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merupakan daerah penghasil beras. Bahkan masuk dalam daftar lumbung beras nasional. Akan tetapi, saat ini warga Lotim turut alami Lonjakan harga beras yang sudah tembus Rp 17 ribu per kilogram. Diduga, saat produksi gabah di Lotim ini banyak yang keluar daerah.

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Lotim, Lalu Mustiarep kepada Ekbis NTB via ponselnya, pekan kemarin, mengatakan banyak mobil besar dengan nomor polisi dari luar daerah langsung ambil gabah petani di sawah. Pengaturan mengenai lalu lintas gabah antar daerah ini bukanlah kewenangan kabupaten, tapi  merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

Pembeli-pembeli dari luar daerah ini mampu membeli dengan harga yang relatif lebih tinggi dari pembelian pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog). Alasan ini membuat petani Lotim banyak menjual gabah hasil panennya ke pembeli dari luar tersebut.

Lonjakan harga beras ini diprediksi kuat bisa menjadi penyumbang terjadinya inflasi. Tidak dinafikan, besar juga pengaruh el nino yang berkepanjangan. Terjadi pergeseran waktu tanam. Namun, Lotim termasuk daerah yang terakhir mendatangkan beras impor sebagaimana persetujuan Gubernur.

Kenaikan harga beras ini diakui selama ini paling tinggi sepanjang sejarah. Selain premium, medium juga sudah ada yang naik hingga Rp 14 ribu per kilogram. Karenanya sangat diharapkan, pemerintah provinsi ke depan bisa lebih ketat lagi dalam mengatur lalu lintas pangan, utamanya beras ini. Sebelum gudang Bulog terisi semua di Lotim, diharapkan pembelian dari luar tidak diladeni.

Guna menstabilisasi harga beras ini, pemerintah saat ini sudah mulai menggencarkan operasi pasar. Selain itu, bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kembali disalurkan ke 155 ribu warga Lotim sampai bulan Juni 2024 mendatang.

Kegiatan OP dan penyaluran BP CBP ini diharapkan segera normalisasi harga beras. Terlebih menjelang puasa bulan Ramadhan.

Berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian, sejumlah petani juga sudah ada yang panen. Prediksinya, bulan April-Mei ini merupakan waktu panen raya. Dengan demikian, harga beras akan kembali normal. (rus)

Sedan Lombok Taksi Disuntik Mati

0
Bluebird menghentikan operasional armada sedan Lombok Taksi (Ekbis NTB/ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Blue Bird menghentikan operasional armada sedan Lombok Taksi, dengan alasan untuk menjawab kebutuhan pelanggan. Dr. Panca Wiadnyana, GM Area Bali-Lombok Bluebird mengatakan, penggantian armada taksi Bluebird sedan menjadi MPV (Multi Purpose Vehicle) atau kendaraan multi guna merupakan salah satu langkah strategis perusahaan dalam memberikan layanan yang relevan dengan kebutuhan penumpang.

Saat ini, penumpang lebih membutuhkan taksi yang dapat mengakomodasi lebih banyak orang untuk pergi bersama teman-teman atau keluarga. Apalagi Lombok dan Bali adalah tujuan wisata popular, sehingga armada jenis MVP sangat dibutuhkan untuk wisatawan yang biasanya datang berkelompok atau membawa banyak barang.

“Untuk armada jenis sedan yang usianya di bawah 5 tahun masih kami operasikan. Tapi jika sudah lebih dari 5 tahun, maka kami lakukan penggantian dengan armada jenis MPV. Sedangkan armada sedannya sendiri kami jual kepada publik,” katanya. Dr. Panca  menambahkan, secara keseluruhan, saat ini Bluebird Group memiliki lebih dari 20.000 armada yang terdiri dari Bluebird (taksi), Silverbird (taksi eksekutif), Goldenbird (mobil rental), Bigbird (bus), dan Cititrans (shuttle antarkota).

Sementara untuk wilayah Lombok sendiri saat ini jumlah armada taksi Bluebird sebanyak 225 unit dengan jenis MPV. Sedangkan jumlah armada mobil rental Goldenbird sebanyak 14 unit. Pada bagian lain, ia juga menyampaikan eksistensi perusahaan, secara umum perkembangan bisnis Bluebird secara nasional masih sesuai dengan target perusahaan, dan Lombok menjadi salah satu wilayah yang berkontribusi positif terhadap pencapaian target tersebut.

“Realisasi bisnis saat ini dan sampai akhir tahun 2023 masih sejalan dengan ekspektasi manajemen, yakni untuk bertumbuh double digits baik dari segi pendapatan maupun laba bersih,” demikian Dr. Panca. (bul)  

Peduli Korban Banjir Sumbawa, YBM PLN UP3 Sumbawa Salurkan bantuan

0

Sumbawa (Ekbis NTB)-YBM PLN UP3 Sumbawa kembali menyalurkan zakat pegawai PT PLN Persero melalui Program Social Aid For Life (Aksi Peduli Banjir Bandang Kota Sumbawa).

Banjir bandang yang melanda Kelurahan Brang Bara, Sumbawa Besar pada tanggal 7 Maret 2024, meninggalkan dampak yang cukup besar bagi warga setempat. Tingginya curah hujan menjadi penyebab utama dari bencana tersebut, yang menyebabkan air sungai meluap dan mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan bagi sebagian besar penduduk.

Dalam semangat kepedulian terhadap sesama, Yayasan Baitul Mal PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumbawa turut beraksi dengan menyelenggarakan program bantuan sosial. Sebanyak 150 paket sembako diberikan kepada korban banjir dalam beberapa tahap distribusi.

Tahap pertama dimulai pada tanggal 7 Maret dengan penyaluran 50 paket, dilanjutkan dengan 40 paket pada tahap kedua pada 8 Maret, 25 paket pada tahap ketiga pada 9 Maret, dan 35 paket pada tahap keempat pada 10 Maret.

Ungkapan terima kasih terpancar dari para penerima bantuan. Ibu Hawa, salah satu warga yang terdampak, menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian dan bantuan yang diberikan oleh YBM PLN.

“Barang-barang kami juga sudah banyak yang hanyut terbawa banjir dan kondisi kami masih belum stabil. Terimakasih kepada YBM PLN yang sudah memberikan perhatian lebih kepada kami” ujarnya.

Bantuan sembako yang disalurkan ini berasal dari zakat yang dikumpulkan dari pegawai PT PLN (Persero), yang secara berkala dipotong sebesar 2,5% dari pendapatan mereka setiap bulannya. Pak Ahmadi, Ketua RT 003 RW 005 Kelurahan Brang Bara, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan ini.

Ia mengakui bahwa hal tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah kenaikan harga beras.

Sementara itu, Sudjarwo, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, menekankan bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata kepedulian para pegawai PLN terhadap sesama. “Dalam situasi sulit seperti ini, kepedulian dan solidaritas dari berbagai pihak menjadi sangat penting untuk membantu para korban pulih dari musibah banjir yang melanda. Melalui YBM PLN, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban korban banjir dan memberikan manfaat.” tutur Sudjarwo.(bul)

Ajukan Kerja Sama dengan OJK

0
Rico Rinaldy (Ekbis NTB/dok)

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB mengingatkan kepada pemerintah daerah di kabupaten/kota memiliki inisiatif untuk memberantas praktik ijon yang menjerat para petani, khususnya petani rumput laut.

Sebagaimana ditegaskan Kepala OJK Provinsi NTB, Rico Rinaldy. Menurutnya, Pemda dapat mengajukan kerja sama dengan OJK untuk menggerakkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melalui skema kerjasama tertentu di daerah-daerah yang dianggap menggurita praktik ijon.

Pemda, lanjut Rico, dapat mengadopsi cara yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Lombok Timur dalam memberantas rentenir, termasuk praktik ijon. Pada tahun 2021 lalu, Pemkab Lotim meraih penghargaan TPAKD Award berkat program Lotim Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga (Lotim Berkembang).

Program tersebut dicanangkan sejak 2020, dimana Pemkab Lotim bekerjasama dengan lembaga keuangan dan asuransi untuk menyalurkan kredit/pembiayaan khususnya kepada petani peternak. Bunga cicilan, dan asuransi kredit ditanggung oleh Pemkab Lotim menggunakan APBD-nya. Peternak hanya mengembalikan hutang pokok kepada lembaga keuangan.

“Pola itu bisa dijadikan contoh untuk menangani praktik ijon di masyarakat. Pemdanya yang harus punya inisiatif untuk melindungi masyarakatnya. Nanti kami mendorong lembaga keuangan (bank dan non bank) masuk,” katanya.

Rico menambahkan, selain itu, OJK juga terus mengedukasi masyarakat, bersama TPAKD untuk mengelola keuangannya dengan baik.  “Boleh ditunjukkan juga kepada kami, di mana wilayah-wilayah yang marak praktik ijonnya. Bila perlu kami datangi juga Pemdanya terkait,” imbuhnya.

Menurutnya, jika Pemda tidak memiliki inisiatif, rantai ijon tidak bisa diputus. Maka yang tetap akan dirugikan adalah petani, atau nelayan, pun peternak. “Kami support deh melalui industri jasa keuangan,” ujarnya.

Tidak saja kepada petani, Rico juga menyebut NTB sebagai lumbung Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau dulunya disebut TKI, masyarakat harus diberikan kemudahan pembiayaan untuk berangkat bekerja ke luar negeri. Tanpa harus meminjam modal dari pemilik modal yang afiliasinya dengan rentenir.

Pemerintah daerah menurutnya harus menyediakan skema kerjasama pembiayaan kepada PMI, seperti halnya yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Lombok Timur membantu masyarakat peternak.

“Untuk PMI bisa juga, Pemda menyiapkan anggaran daerah untuk membayar bunga pinjaman untuk membantu masyarakat yang bekerja ke luar negeri. PMInya nanti tinggal bayar pokok, kita bisa skemakan kerjasamanya dengan lembaga keuangan,” tegasnya.(bul)