Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 748

Inflasi Jadi Faktor Utama Angka Kemiskinan Meningkat

0
Ilustrasi (EkbisNTB/Ist)

Sumbawa Besar (Ekbis NTB) – Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sumbawa, menyebutkan angka kemiskinan meningkat dari 13,50 persen di tahun 2022 ke angka 13, 91 persen di tahun 2023 terjadi karena inflasi.

“Jadi, jumlah orang miskinnya naik 13,91 persen atau sekitar 67 ribu jiwa dibandingkan dengan tahun 2022 sebanyak 64 ribu jiwa,” kata Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Bappelitbangda Sumbawa, Iwan Setiawan, kepada Ekbis NTB, Kamis 16 Mei 2024.

Dia melanjutkan, meskipun angka kemiskinan naik namun indeks kedalaman kemiskinannya turun dari angka 2,52 persen menjadi 2,27 persen. Termasuk juga indeks keparahan kemiskinan dari 0,71 persen menjadi 0,56 persen di tahun 2023.

“Kalau kita lihat dari indeks keparahan ini, betul dia miskin, tetapi masih bisa menjalani kehidupannya artinya tidak miskin dalam kategori ekstrem,” ucapnya.

Dikatakannya, melihat data dari indeks keparahan bisa dikategorikan bukan kemiskinan yang berlarut atau kemiskinan yang akut. Akan tetapi kemiskinan itu terjadi karena faktor-faktor eksternal termasuk kejadian bencana alam.

“Salah satu contoh penyebab utama yang terjadi kemarin yakni inflasi, sehingga banyak masyarakat yang tidak bisa membeli kebutuhan pokok salah satunya beras,” sebutnya.

Iwan pun meyakinkan, sebenarnya orang-orang tidak miskin, tetapi karena mahalnya harga barang sehingga mereka masuk dalam kategori miskin. Apalagi garis kemiskinan di Sumbawa juga naik dari Rp404 ribu menjadi Rp441 ribu di tahun 2023.

“Garis kemiskinan yang cukup tinggi juga menjadi faktor lain sehingga angka kemiskinan kita masih tinggi,” jelasnya.

Disinggung terkait dengan angka kemiskinan ekstrem di Sumbawa, dia menyebutkan di tahun 2022 angkanya mencapai 15. 370 jiwa sementara di tahun 2023 hanya 9.394 jiwa. Mengacu ke data tersebut, angka kemiskinan ekstrem menurun drastis.

“Orang yang keluar dari kemiskinan ekstrem cukup banyak dengan banyaknya program pemerintah yang kita gelontorkan untuk mengentaskan masalah tersebut,” tambahnya.

Namun angka tersebut (kemiskinan ekstrem) berpotensi kembali meningkat ketika terjadi inflasi, bencana alam, dan masalah sosial lainnya. Namun pemerintah memastikan akan tetap memberikan proteksi khusus terhadap masyarakat dengan kategori kemiskinan ekstrem.

“Kita tetap memberikan atensi khusus terhadap masyarakat kita yang berada dalam kategori kemiskinan ekstrem supaya mereka tidak kembali masuk salah satunya melalui BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan dan program sosial lainnya,” pungkasnya. (ils)

Artikel lainnya….

1143 CKH Lotim  Penuhi Syarat Pemeriksaan Kesehatan

Bantuan Beras Bulan April untuk NTB Mulai Disalurkan

Pengaruhi Sektor Wisata, Kadispar Berharap Konflik Diselesaikan

1143 CKH Lotim  Penuhi Syarat Pemeriksaan Kesehatan

0
DIBERANGKATKAN - JCH asal Lotim yang diberangkatkan ke tanah suci lewat BIZAM, Kamis, 16 Mei 2024. (Ekbis NTB/ist)

Selong (Ekbis NTB) – Sebanyak 1.143  Jemaah Calon Haji (JCH) asal Lombok Timur (Lotim) yang berangkat ke tanah suci harus mengikuti proses pemeriksaan kesehatan (istithaah) sebagai syarat agar bisa berangkat.  Hasil pemeriksaan menunjukkan, semua JCH asal Lotim ini memenuhi syarat istithaah tersebut. JCH asal Lotim kemudian diberangkatkan, Kamis, 16 Mei 2024.

Kepala Seksi Haji pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lotim, H. Makinuddin, menyatakan, jemaah haji yang akan berangkat tahun ini adalah mereka yang mendaftar pada tahun 2011 dan 2012. Dengan demikian, setiap kelompok terbang (kloter) terdiri dari jamaah lansia dan disabilitas, yang memerlukan perhatian khusus.

Seluruh JCH yang berangkat terbagi menjadi 5 kloter yang terdiri dari 2 kloter utuh dan 3 kloter campuran dengan kabupaten lain di NTB.

Istithaah ini sambung Makkinuddin sebuah keharusan. Dimana, sebelum melakukan pelunasan Ongkos Naik Haji (ONH), semua JCH  harus menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kemampuan fisik dan mental mereka, sesuai dengan persyaratan ibadah haji. “Meskipun mampu melunasi ONH, jika tidak memenuhi Istithaah menurut medis, maka mereka tidak dapat melanjutkan pelunasan,” ucapnya.

Ketentuan sebelumnya, JCH bisa melunasi ONH setelah namanya keluar, maka langsung bisa berangkat. Sekarang berbeda, harus dilakukan Istithaah dulu baru bisa melunasi ONH.

Makinuddin juga menegaskan bahwa semua jemaah haji Lotim yang berangkat tahun ini sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan memenuhi Istithaah. Mengenai tempat penginapan, jamaah haji asal NTB, termasuk dari Lombok Timur, akan menginap di wilayah Raibahsya, sekitar 3 km dari Masjidil Haram.

Dengan jarak tempuh tersebut, jamaah tidak perlu khawatir karena fasilitas transportasi disediakan 24 jam untuk mengantar jemput mereka ke Masjidil Haram. “Bus Shalawat siap mengantarkan jamaah haji ke Masjidil Haram kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam,” tambahnya.

Selain itu, setiap kloter penerbangan dilengkapi dengan tim medis yang terdiri dari 3 orang pembimbing, 1 dokter, dan 2 perawat. “Insya Allah, dengan fasilitas yang disediakan pemerintah, semua akan memudahkan pelayanan dan akses jemaah dalam melaksanakan semua rangkaian ibadah haji,” demikian Makinuddin. (rus)

Artikel lainnya….

Masyarakat Apresiasi Upaya PLN Bangun Jaringan Listrik di Pulau Moyo

Distan Mataram Keluarkan Izin Pemasukan Ayam Beku dari Luar Daerah

Kelas BPJS Kesehatan Dihapus, RSUD Provinsi NTB Segera Terapkan Sistem KRIS dalam Melayani Pasien

Masyarakat Apresiasi Upaya PLN Bangun Jaringan Listrik di Pulau Moyo

0
OPERASIKAN KOMPUTER - Sejumlah siswi mengoperasikan komputer pada jam belajar di salah satu sekolah di Desa Sebotok, Pulau Moyo, Sumbawa, NTB, Kamis 16 Mei 2024. (Ekbis NTB-Ist)

Sumbawa  Besar (Ekbis NTB) – Masyarakat memberikan apresiasi terhadap upaya PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) yang telah membangun jaringan listrik di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa.

Sri Hariani, salah seorang perawat Puskesmas Labuan Badas II Sebotok Kecamatan Labuan Badas, yang bertugas di Pulau Moyo, Kamis,  mengaku merasa terbantu dengan adanya akses listrik 24 jam.

“Karena itu, kami senang ada listrik, jadi bisa lebih mempermudah kami untuk melakukan akses pelayanan di sini. Terima kasih kepada PLN yang sudah mau memfasilitasi kami dengan listrik 24 jam. Semoga PLN menjadi jaya, terus maju, dan memberikan yang terbaik,” ujar Sri.

Pada peresmian penyalaan listrik selama 24 jam, Rabu 8 Mei 2024 pekan lalu, puskesmas dan sekolah yang ada di Pulau Moyo kini tidak mengkhawatirkan segala kebutuhan yang berkaitan dengan kelistrikan.

Sri mengatakan, dengan adanya akses listrik yang mampu beroperasi selama 24 jam, kini Puskesmas Labuan Badas II dengan jumlah tenaga kesehatan sebanyak 24 orang mampu melayani masyarakat dengan seluruh fasilitas kesehatan, seperti IGD dan rawat inap.

“Jadi, sebelum adanya listrik, kami kesulitan dalam pengiriman laporan ke pusat, soalnya sekarang kan semua bentuk laporannya online, jadi harus ada listrik, harus ada komputer, laptop untuk pengiriman laporan, dan untuk tindakan-tindakan yang ada di IGD, tindakan-tindakan di ruang kebidanan, semuanya harus butuh listrik,” katanya.

Kepala SDN 1 Moyo, Abdul Hamid turut memberikan apresiasi kepada PLN dengan membandingkan situasi belajar mengajar maupun kebutuhan administrasi sebelum dan setelah adanya akses kelistrikan 24 jam di Pulau Moyo.

“Kami sebelumnya iri dengan sekolah-sekolah di daratan yang sudah 24 jam, karena kami harus tunggu sampai malam pas ada listrik untuk foto kopi, nge-print, scan. Sekarang, sudah tidak lagi, kami berterima kasih kepada PLN, mudah-mudahan listriknya dapat berjalan 24 jam,” ucap Abdul.

Muhammad Azhar, seorang pengajar SMK Negeri Pulau Moyo yang mengajar 98 siswa turut menuturkan perjalanan proses belajar mengajar sebelum adanya listrik di siang hari.

“Kami sebelumnya menggunakan genset, terutama pada saat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Biasanya, dalam satu pekan itu bisa 20 liter kami pakai,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa SMKN Pulau Moyo memiliki 23 unit komputer, laptop, printer, LCD dan peralatan bantuan DAC dari pemerintah dengan beragam spesifikasi alat yang membutuhkan suplai listrik.

“Karena itu, kami atas nama lembaga SMKN Pulau Moyo, menyampaikan apresiasi yang sangat besar kepada pemerintah, PLN dan stakeholder yang terlibat, kami sangat senang sekali. Biaya-biaya yang tadi kita keluarkan bisa diminimalisir, tidak lagi perlu menunggu malam,” kata Azhar.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB, Sudjarwo, turut menyampaikan rasa bahagia atas apresiasi dari masyarakat di Pulau Moyo.

“Dari kesehatan hingga pendidikan, listrik 24 jam telah menjadi tiang penyangga kemajuan Desa Sebotok. Setiap langkah pelayanan dan proses pembelajaran kini lebih lancar dan efisien. Terima kasih tak terhingga kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu. Keberhasilan ini tidak hanya sekedar menghidupkan listrik di rumah warga, tetapi juga memberikan semangat dan harapan akan masa depan yang lebih baik,” kata Sudjarwo. (ant)

Artikel lainnya….

Pemerintah Pastikan Jamaah Calon Haji Indonesia Terlindungi Asuransi

Pemerintah Siapkan SDM Terampil Untuk Industri Semikonduktor

Distan Mataram Keluarkan Izin Pemasukan Ayam Beku dari Luar Daerah

Distan Mataram Keluarkan Izin Pemasukan Ayam Beku dari Luar Daerah

0
AYAM - Aktivitas pedagang ayam di salah satu pasar tradisional di Kota Mataram. (Ekbis NTB/ant)

Mataram (Ekbis NTB) – Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi NTB, telah mengeluarkan izin pemasukan daging ayam beku dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menstabilkan harga ayam yang saat ini mencapai Rp42.000 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanin (Distan) Kota Mataram HM Saleh di Mataram, Kamis, mengatakan izin pemasukan daging ayam beku dari luar daerah dilakukan untuk memberikan alternatif atau pilihan kepada masyarakat.

“Dalam sekali rekomendasi izin, satu perusahaan bisa mendatangkan setengah hingga satu ton ayam beku,” katanya.

Sementara jumlah perusahaan pemasok daging beku baik itu daging ayam, daging sapi, jeroan beku dan lainnya di Mataram sekitar 6-7 perusahaan.

Namun pemasukan daging ayam beku, disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi. Artinya pada hari-hari tertentu seperti perayaan keagamaan, ayam beku yang masuk lebih banyak.

Seperti saat bulan Ramadhan, Idul Fitri, dan acara keagamaan lainnya didatangkan lebih banyak.

“Insya Allah, kebutuhan daging ayam beku untuk Idul Adha 1445 H kita jamin bisa terpenuhi juga,” katanya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Hj Raihul Jannah menambahkan untuk daging ayam beku di bulan April telah didatangkan sebanyak 132,81 kilogram.

Jumlah itu, belum termasuk untuk kebutuhan pada Mei dan Idul Adha 1445 Hijriah yang akan dirayakan pada 17 Juni 2024, karena masih dilakukan pendataan.

“Pemasukan daging ayam beku kita harapkan bisa menekan harga daging ayam segar agar tidak terjadi kenaikan lagi,” katanya.

Dengan demikian, daging ayam beku yang harganya sekitar Rp32.000-Rp33.000 per kilogram, bisa menjadi pilihan atau alternatif masyarakat saat harga daging ayam segar mencapai Rp42.000 per kilogram.

Data Distan sebelumnya menyebutkan untuk kebutuhan puasa dan Idul Fitri 1445 Hijriah, Distan mendatangkan sebanyak 263 ton daging beku itu terdiri atas 30 ton daging sapi, 61 ton daging kerbau, dan 173 ton daging ayam.

Sebelumnya Kepala Bidang (Kabid) Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram Sri Wahyunida mengatakan, kenaikan harga ayam saat ini dipicu karena tingginya permintaan daging ayam karena masuknya musim haji tahun 1445 Hijriah, sementara stok tercukupi.

Setiap musim haji, tradisi turun temurun di Kota Mataram jamaah calon haji sebelum berangkat ke Tanah Suci akan melaksanakan selamatan atau “roah” dengan menggelar zikir dan doa yang ditutup dengan “begibung” atau makan bersama.

Karena itu selain harga daging ayam, harga telur ayam saat ini juga mengalami kenaikan menjadi Rp2.000 per butir, dari harga sebelumnya Rp1.900 per butir.

“Itulah yang jadi salah satu pemicu kenaikan harga daging ayam dan telur. Untuk itu kita akan koordinasi dengan Distan untuk datangkan ayam beku guna menstabilkan harga,” katanya. (ant)

Artikel lainnya….

Pintu Masuk Bali, Pengamanan di BIZAM Diperketat

OJK Imbau Masyarakat Berhati-hati Terhadap Penawaran Investasi yang Menjanjikan Keuntungan Fantastis

Pertashop Diharapkan Jadi Penyalur Pertalite

Kelas BPJS Kesehatan Dihapus, RSUD Provinsi NTB Segera Terapkan Sistem KRIS dalam Melayani Pasien

0
H. Lalu Herman Mahaputra (Ekbis NTB/dok)

Mataram (Ekbis NTB) –  Presiden Jokowi menghapus sistem kelas iuran BPJS Kesehatan, baik kelas I, II, dan III paling lambat 30 Juni 2025. Sebagai gantinya, pemerintah akan menerapkan Kelas Rawat Inap Standar Jaminan Kesehatan Nasional (KRIS JKN) alias kelas standar di seluruh rumah sakit (RS).

Penghapusan itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Terkait dengan ketentuan baru tersebut, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB sebagai rumah sakit plat merah langsung meresponsnya dengan positif. Bahkan sesungguhnya rumah sakit yang terletak di Dasan Cermen Kota Mataram tersebut sudah menerapkan prinsip-prinsip KRIS sejak beberapa tahun terakhir dalam situasi tertentu untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien.

Dirut RSUD Provinsi NTB dr. H. Lalu Herman Mahaputra M.Kes mengatakan, spirit rumah sakit sesungguhnya adalah melayani masyarakat tanpa melihat derajat atau kelas-kelas seorang pasien. Di rumah sakit yang dia pimpin ini sudah lama diterapkan kemudahan dalam perawatan, Misalnya jika tak ada bed atau tempat tidur di kelas III, maka akan dinaikkan ke kelas II. Begitu juga jika bed kelas II penuh akan dinaikkan ke kelas I.

 “Memang tak serta merta, ini bertahap. Namun prinsipnya itu bagus. Kami di RSUP sudah menyiapkan sejak awal, bahwa pelayanan rumah sakit harusnya memang non kelas. Artinya nanti pelayanan rumah sakit itu akan sama, tak membedakan ini itu,” kata dr. H Lalu Herman Mahaputra atau dr. Jack kepada Ekbis NTB Kamis 16 Mei 2024 kemarin.

Dokter Jack mengatakan, dalam penerapannya nanti, satu ruangan rumah sakit akan diisi oleh empat pasien. Sehingga sistem kelas I,II, dan III yang ditandai dengan perbedaan jumlah bed perawatan dalam satu kamar sudah tidak akan diterapkan lagi.

Terkait regulasi yang baru dalam pelayanan pasien di rumah sakit ini, pihaknya di RSUP NTB dan tentunya seluruh rumah sakit di daeah akan menunggu regulasi berupa Peraturan Menteri (Permen) yang akan menjabarkan secara teknis pelaksanaan kebijakan di lapangan.

“Kita sudah siapkan semuanya, kita tinggal menunggu Peraturan Menteri saja, kalau kita sudah siap, kapanpun kita akan lakukan itu,” tegasnya.

Menurut Perpres Nomor 59 Tahun 2024, KRIS adalah standar minimum pelayanan rawat inap yang harus diterima oleh peserta program Jaminan Kesehatan Nasional. Penerapan KRIS menitikberatkan pada perbaikan tempat tidur pasien.

Dengan perbaikan ini, pasien kelas I BPJS Kesehatan yang selama ini menempati kamar dengan kapasitas 1-2 orang per unit, kelas II berkapasitas 3-5 orang per kamar, dan kelas III berkapasitas 4-6 orang per kamar akan berubah.

Dengan sistem KRIS, maksimal akan menjadi 4 tempat tidur dalam satu kamar. Pengurangan tempat tidur itu menjadi salah satu dari 12 kriteria yang harus ditetapkan RS untuk melaksanakan penghapusan sistem kelas I-III.(ris)

Artikel lainnya….

Gandeng Dunia Pendidikan dan BI, Loteng Kembangkan Padi Varietas Gamagora 7

Realiasi PAD dan PMA di Lobar Masih Anjlok

Hidupkan Karakter Budaya di Lotim Lewat Sekolah Penggerak

Gandeng Dunia Pendidikan dan BI, Loteng Kembangkan Padi Varietas Gamagora 7

0
Wabup Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos.M.Si., (lima kanan) memimpin kick off tanam perdana padi varietas Gamagora 7 di Desa Pengembur Kecamatan Pujut, Kamis, 16 Mei 2024. (Ekbis NTB/kir)

Praya (Ekbis NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terus berupaya mendorong peningkatan produksi pertanian di daerah ini, khususnya padi. Selain sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mempertahankan status sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional. Salah satu upaya yang tengah dirintis ialah dengan mengembangkan varietas padi unggul jenis Gamagora 7.

Dalam hal ini Pemkab Loteng menggandeng Bank Indonesia (BI) serta Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sebagai penyedia varietas. Langkah pengembangan varietas padi unggul tersebut ditandai dengan kick off tanam perdana padi varietas Gamagora 7 di Dusun Batu Belik Desa Pengembur Kecamatan Pujut, Kamis, 16 Mei 2024 oleh Wakil Bupati (Wabup) Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si.

Hadir pada kesempatan itu Kepala Perwakilan BI NTB Berry Arifsyah Harahap, Ketua Kelompok Peneliti Gamagora UGM Dr. Ir. Taryono, M.Sc, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Brida NTB L. Suryadi, perwakilan pejabat lainnya serta anggota petani Desa Pengembur. “Varietas Gamagora 7 ini diharapkan bisa menjadi pilihan untuk ditanam oleh petani Loteng ke depannya,” terang Wabup Loteng Dr. H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., saat memberikan sambutan.

Varietas Gamagora 7 sendiri merupakan varietas padi unggul yang sudah cukup lama dikembangkan oleh UGM. Dengan beberapa keunggulan yang dimililiki, varietas Gamagora diyakini cocok untuk ditanam di lahan pertanian di Loteng. Satu di antaranya, varietas tersebut bisa ditanam di sawah irigasi teknis maupun sawah tadah hujan.

Dengan kata lain, varietas Gamagora bisa ditanam di area yang memiliki ketersediaan air tinggi maupun lahan dengan kuantitas air sedikit. Usia panennya juga tidak terlalu lama, antara 90 sampai 100 hari dengan potensi produksi mencapai 9,7 ton per hektar. “Bicara karakteristik varietas padi jenis ini cocok ditanam di Loteng. Yang sebagian besar lahan pertaninya berupa lahan tadah hujan,” tegasnya.

Melihat potensi produksi yang dimiliki varietas tersebut, penggunaannya secara luas ke depannya diharapkan bisa mendorong peningkatan produksi padi Loteng, sehingga kian memantapkan posisi Loteng sebagai daerah lumbung pangan nasional. “Dengan kondisi saat ini Loteng mampu menjadi penyumbang pangan nasional. Kalau produksi terus meningkatkan, maka akan semakin memperkuat posisi Loteng ke depannya,” ujar Sekretaris DPD II Partai Golkar Loteng ini.

Luas lahan pertanian di Loteng saat ini tercatat di atas 52 ribu hektar. Tahun lalu Loteng mampu memproduksi hingga 500 ribu ton lebih padi atau sekitar 325 ribu ton setara beras dengan kebutuhan beras sekitar 180 ribu per tahun, maka Loteng mampu surplus beras hingga 190 ribu ton lebih. Dengan penambahan produksi padi di masa yang akan datang, tentu besar surplus beras Loteng diharapkan bisa lebih besar lagi.

Di tempat yang sama Kepala Perwakilan BI NTB Berry Arifsyah Harahap, menambahkan pihaknya turut terlibat dalam pengembangan varietas padi Gamagora 7 di Loteng sebagai wujud intervensi BI dalam rangka mendukung peningkatan kesejahteraan petani. Dengan peningkatan produksi padi, juga akan berkontribusi dalam menekan inflasi yang salah satu penyumbang utamanya yakni peningkatan harga beras. Jadi kalau beras di dalam daerah tercukupi, maka dengan sendirinya akan ikut menekan potensi kenaikan harga beras di tengah masyarakat.

“Salah satu cara untuk bisa meningkatkan produksi padi ialah dengan penggunaan varietas pagi unggul yang memiliki potensi produksi tinggi. Satu di antaranya varietas Gamagora 7 yang sudah teruji dan terbukti hasilnya di sejumlah daerah,” imbuhnya.

Karena varietas Gamagora merupakan varietas baru bagi petani di daerah ini, maka penting juga keterlibatan pihak UGM selaku pemilik varietas untuk memberikan pendampingan kepada petani. Sehingga pengembangan varietas tersebut bisa benar-benar maksimal. (kir)

Realiasi PAD dan PMA di Lobar Masih Anjlok

0
Senggigi, merupakan objek wisata andalan yang dimiliki Lobar. Pariwisata merupakan salah satu sumber PAD bagi Lobar. Namun, sekarang ini, realisasi PAD dan investasi PMA di Lobar anjlok. (Ekbis NTB/dok)

Giri Menang (Ekbis NTB) – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih menjadi masalah klasik yang disoroti dari tahun ke tahun. Lantaran hampir tiap tahun, PAD ini tak pernah tercapai 100 persen dari target. Selain itu, realiasi Penanaman Modal Asing (PMA) atau investasi di Lombok Barat (Lobar) anjlok. Beberapa hal ini menjadi evaluasi DPRD terhadap Kepala Daerah atau Bupati Lobar yang disampaikan dalam Laporan Pertanggung Jawaban Kepala Daerah tahun 2023.

Ketua Komisi II DPRD Lobar H. Abubakar Abdullah yang dikonfirmasi mengatakan, kendati LKPJ Kepala Daerah tahun 2023 disetujui DPRD, ada beberapa catatan sebagai bahan evaluasi Pemkab ke depan sudah disampaikan. Beberapa di antaranya, investasi asing atau PMA di Lobar sangat jauh realisasi dari target. “Jauh sekali realiasasinya, ndak bisa mencapai target,” kata politisi PKS ini, Kamis, 16 Mei 2024.

Dikatakan, kapasitas fiskal daerah hanya Rp1,9 triliun, sehingga untuk membangun daerah tidak bisa mengandalkan APBN dan APBD saja, karena terbatas jumlahnya. Karena daerah ini butuh investasi, Pemda harus melalui OPD mendatangkan Investor untuk bisa membangun berbagai sektor di daerah. Hal ini untuk menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat, seperti kemiskinan dan pengangguran.

Pihaknya menyoroti bagaimana Pemkab Lobar harus fokus menanggulangi persoalan kemiskinan yang meningkat tahun 2023 sebesar 3.700 jiwa atau 0,28 persen. Selain itu, pengangguran, stunting menjadi satu hal yang mendasar menjadi sorotan DPRD. Selain itu, yang menjadi sorotan adalah target PAD yang tak pernah mencari target hampir tiap tahun. “Terutama dari sisi capaian PAD non BLUD, kalau dihitung capaian hampir tiap tahun tidak pernah tercapai 100 persen, kalau reportnya 1-10, tercapai 7 atau 70 persen lah,” kritiknya.

Hal ini harus dievaluasi kembali oleh pemkab, apa hal-hal yang harus dilakukan untuk mencapai target PAD yang direncanakan sebelumnya. Tentu saja bicaya masalah capaian target PAD, ada struktur tim dan infrastruktur yang harus disiapkan. Entah itu untuk menunjang pencapaian 11 sumber PAD sektor pajak dan retribusi. “Ini harus menjadi perhatian Pemkab kalau mau daerah ini kuat dari sisi fiskal,” tegasnya.

Salah satu yang bisa dilihat adalah sektor PAD ini. Menurutnya dari sisi potensi PAD sangat besar dan kaya raya, hanya saja kemungkinan belum tahu cara mengelola dan infrastruktur pendukung yang harus banyak didukung melalui investasi APBD, seperti pendukung PBB, harus ditunjang peralatan yang memadai. Namun saat ini yang terjadi, jumlah alat cetak SPPT PBB terbatas itupun kerap kali rusak, sehingga di sinilah butuh pemerintah melakukan intervensi melalui APBD nya untuk menunjang peralatan tersebut. Sementara itu, berdasarkan data Bapenda, realisasi PAD Lobar khusus Bapenda baru 20 persen lebih, hingga memasuki triwulan II ini (April red).

Kepala Bapenda Lobar H. Muhammad Adnan mengatakan, dari target PAD Rp139,9 miliar terealisasi Rp28,7 miliar atau 20,5 persen. Kalau dibedah, sumber PAD Bapenda diantaranya hasil pajak daerah, yang paling tinggi realisasinya Pajak tenaga listrik mencapai 32 persen lebih atau 11,3 miliar lebih dari target Rp35 miliar. Pajak makanan minuman atau restoran Rp4,8 miliar lebih atau 24 persen lebih dari target Rp20,1 miliar lebih. Pajak jasa perhotelan Rp5,3 miliar lebih atau 23 persen lebih dari target Rp22,8 miliar.

Sedangkan yang paling rendah adalah pajak jasa kesenian dan hiburan, baru mencapai Rp139 juta lebih atau Rp2,9 miliar dari target Rp4,8 miliar lebih. Kemudian pajak jasa parkir sebesar 15 persen lebih atau Rp43 juta lebih dari target Rp283 juta. Pada pajak BJT, terdiri dari pajak reklame baru terealisasi Rp304,8 juta atau 43,9 persen dari target Rp694 juta lebih. Pajak air tanah terealisasi Rp1,1 miliar lebih atau 36,4 persen dari target Rp3 miliar lebih. Pajak Mineral bukan logam dan batuan, baru 52 persen lebih atau Rp13 juta lebih dari target Rp25 juta.

Kemudian BPHTB dari target Rp23 miliar lebih baru terealisasi Rp4,1 miliar lebih atau 18 persen lebih. PBB P2, dari target Rp30 miliar harus direalisasikan Rp1,4 miliar atau 4 persen lebih dan pajak sarang burung walet, dari target Rp58,5 juta terealisasi Rp186 ribu lebih. (her)

Hidupkan Karakter Budaya di Lotim Lewat Sekolah Penggerak

0
PARADE - Parade tembolak (tudung saji) yang ditampilkan siswa dalam kegiatan Gebyar Sekolah Penggerak di Lotim, Kamis 16 Mei 2024. (Ekbis NTB/rus)

Selong (Ekbis NTB) – Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur (Lotim), H.M. Juaini Taofik mengapresiasi dan mendukung kegiatan gebyar sekolah penggerak yang digelar di halaman Kantor Bupati, Kamis 16 Mei 2024.

Keberadaan sekolah penggerak didukung Pemkab Lotim, karena dinilai telah mampu menghidupkan karakter budaya pendidikan.

Kepada media usai membuka acara, Pj. Bupati mengatakan tujuan dihadirkannya sekolah penggerak agar siswa siswi di tingkat satuan pendidikan ini selain memiliki kompetensi dan numerasi yang bagus, tapi juga harus berkarakter. “Kita sebagai orang Sasak, karakter Sasaknya yang kita tunjukkan,” ungkap Pj Bupati.

Sosio-kultural dari masyarakat Sasak yang bagus ini yang dimunculkan. Sekolah penggerak baru bisa bagus manakala bersinergi dengan guru penggerak. Menurutnya, sekolah penggerak memberikan dampak positif, karena hasil dari kerja para guru penggerak yang mampu memberikan inovasi, memanfaatkan teknologi informasi kepada siswanya.

Selain itu, unsur pendukung lainnya adalah organisasi penggerak, yakni pada komite sekolah, kepala desa setempat serta unsur penyelenggara pemerintah lainnya. “Keberhasilan sekolah penggerak ini karena bersinerginya tiga unsur, sekolah penggeraknya, guru penggeraknya dan organisasi penggerak,” paparnya.

Saat ini di Lotim sudah terdapat 43 sekolah Penggerak tingkat SD dan SMP sederajat. Para guru di sekolah penggerak dini ditingkatkan kompetensinya. Usulan sekolah penggerak sudah berakhir. Karenanya, diingatkan kepada yang sudah memiliki kompetensi bidang sekolah penggerak diharapkan menularkan pengetahuannya ke sekolah lainnya. (rus)

Pintu Masuk Bali, Pengamanan di BIZAM Diperketat

0
PERKETAT - Polres Loteng memperketat pengamanan BIZAM jelang WWF ke 10 di Bali, sejak Kamis, 16 Mei 2024. (Ekbis NTB/kir)

Praya (Ekbis NTB) – Pengamanan arus penumpang terutama dari Lombok menuju Bali melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mulai diperketat aparat Polres Lombok Tengah (Loteng) jelang World Water Forum (WWF) akhir pekan ini di Bali. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan jelang pertemuan dunia yang ke 10 tersebut. Nantinya akan ada delegasi dari 141 negara yang bakal hadir pada pertemuan tersebut.

“Polres Loteng memperketat pengamanan di BIZAM, karena termasuk sebagai pintu masuk utama menuju Bali,” terang Kapolres Loteng AKBP Iwan Hidayat, SIK., di Praya, Kamis, 16 Mei 2024. Apalagi letak Pulau Lombok dengan Bali sangat dekat, sehngga langkah-langkah imbangan perlu dilakukan, terutama terkait keamanan wilayahnya.

Jelang WWF yang akan berlangsung pada 18-25 Mei mendatang tersebut, Polri menerapkan Operasi Puri Agung 2024 pengamanan WWF dengan melibatkan sebanyak 5.791 personel kepolisian dengan tiga wilayah operasi yang terlibat. Bali selaku tuan rumah ditambah Jawa Timur (Jatim) dan NTB sebagai wilayah imbangan.

Dengan dilibatkan wilayah NTB dalam kegiatan tersebut, tentunya keamanan khususnya di Loteng sebagai penunjang kegiatan imbangan WWF ke 10 mendapat perhatian khusus. Terlebih BIZAM yang merupakan salah satu pintu masuk ke Bali berada di wilayah Loteng.

“Kita sebagai wilayah imbangan penunjang kegiatan ini akan terus berupaya maksimal untuk melakukan pengamanan di BIZAM. Terutama keberangkatan menuju Bali. Guna mencegah dan meminimalisir potensi terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan yang dapat mengganggu kelancaran WWF di Bali,” tandas Iwan.

Untuk itu, pihaknya berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat di daerah ini, agar bisa terus bersama menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, sehingga seluruh agenda pertemuan dunia tersebut bisa berjalan aman tanpa terganggu persoalan keamanan.

Suksesnya ajang pertemuan dunia tersebut tentunya semakin mengangkat nama Indonesia di mata dunia, karena mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi pertemuan atau ajang dunia. Maka keterlibatan semua pihak penting, agar situasi keamanan dan ketertiban wilayah benar-benar terjaga. (kir)

OJK Imbau Masyarakat Berhati-hati Terhadap Penawaran Investasi yang Menjanjikan Keuntungan Fantastis

0
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (ekbisntb.com/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Menanggapi pemberitaan raibnya miliaran dana nasabah Bank BTN, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah tertipu dan tergiur dengan tawaran investasi yang menawarkan keuntungan fantastis.

OJK tengah meneliti kasus tersebut dan telah memanggil 17 konsumen terkait untuk dimintai keterangan mengenai hilangnya dana nasabah.

Menurut keterangan resmi yang disampaikan OJK NTB, Kamis 16 Mei 2024, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, Bank wajib bertanggung jawab jika terbukti terdapat kesalahan di pihak bank dan OJK dapat mengenakan sanksi.

“Namun jika kesalahan ada kelalaian ada pada pihak Konsumen, maka dana yang diklaim hilang tidak dilakukan penggantian oleh pihak Bank,” ujarnya.
Tips Menghindari Investasi Bodong.

1. Jangan mudah tergiur janji untung fantastis
Semakin besar keuntungan yang dijanjikan, semakin besar potensi penipuan. Agar simpananmu dijamin LPS, pastikan bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS.

2. Cek legalitas penawaran investasi
Hubungi atau datangi lembaga jasa keuangan tersebut apakah benar memiliki produk investasi yang ditawarkan. Cek ke Kontak OJK 157 untuk legalitas lembaga jasa keuangan yang berizin OJK.

3. Simpan dokumen kepemilikan dan bukti transaksi
Simpan dengan baik dokumen kepemilikan investasi dan semua bukti transaksi agar tidak disalahgunakan. Simpanan bank wajib tercatat pada pembukuan bank.

4. Jangan mudah percaya dengan oknum yang menawarkan titip investasi atau titip transfer.(bul)