Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 745

Kemenkumham NTB Dorong Pemda Terbitkan Produk Hukum Berbasis P2HAM

0
Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Achmad Fahrurrazi (Ekbis NTB-Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten dan kota di wilayah itu agar membentuk produk hukum daerah yang mengatur mengenai Pelayanan Publik Berbasis Hak Asasi Manusia (P2HAM).

“Sebagai upaya akselerasi P2HAM, setiap gubernur, wali kota dan bupati agar membentuk produk hukum daerah yang mengatur mengenai P2HAM dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Achmad Fahrurrazi saat membuka kegiatan Diseminasi Pelayanan Publik Berbasis HAM melalui keterangan tertulis di Mataram, Kamis 16 Mei 2024.

Ia mengatakan, sesuai aturan, produk hukum P2HAM harus sudah diundangkan paling lambat triwulan pertama 2024.

“Setiap gubernur, wali kota, dan bupati agar melaksanakan P2HAM di daerah dengan mempedomani petunjuk teknis pelayanan publik sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 25 Tahun 2023 tentang P2HAM,” terangnya.

Selain itu, menurutnya Permenkumham Nomor 25 Tahun 2023 tentang P2HAM merupakan aturan teknis yang harus dipedomani seluruh satuan kerja Kemenkumham di Indonesia.

“Dalam aturan tersebut berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan terhadap empat kelompok rentan, yaitu ibu hamil, lansia, ibu menyusui dan disabilitas,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengapresiasi semua pihak yang telah berperan aktif dalam mendukung dan melaksanakan program pemajuan HAM di Indonesia.

“Mari kita terus tingkatkan peran aparatur dan institusi pemerintah, berkolaborasi dengan masyarakat sipil, dan seluruh komponen masyarakat, untuk senantiasa menjunjung tinggi HAM dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.(Ant)

Polri Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp19,2 Miliar

0
Kasubdit Gamkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Kombes Pol. Donny Charles Go (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Korpolairud Baharkam Polri bersama Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) kembali menggagalkan penyelundupan benih bening lobster (BBL) senilai Rp19,2 miliar yang berasal dari perairan di daerah Jawa Barat, hendak dikirim ke luar negeri.

“Dalam penggerebekan kami amankan tiga tersangka, kami amankan juga barang bukti benih-benih lobster sebanyak 19 boks stereofoam, setelah dilakukan pencacahan Tim KKP diamankan 91.246 ekor benih lobster,” kata Kasubdit Gamkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Kombes Pol. Donny Charles Go dalam konferensi pers di Mako Polairud Baharkam Polri, Jakarta Utara, Jumat 17 Mei 2024.

Donny menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya aktifitas usaha perikanan tanpa izin di sebuah gudang berukuran 5×5 meter yang terletak di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Di dalam gudang tersebut selain tersimpan lobster dalam 19 dus juga barang-barang untuk mengemas lobster seperti tabung oksigen dan pengemasan lainnya.

Dia menjelaskan 91.246 ekor benih lobster itu terdiri atas dua jenis, yakni lobster jenis pasir 72.204 ekor dan lobster jenis mutiara 19.042 ekor. Lobster jenis pasir dijual Rp200 ribu per ekor, sedangkan lobster jenis mutiara dijual Rp250 ribu per ekor.

“Jika dijumlahkan nilainya, kami berhasil amankan kerugian negara sekitar Rp19,2 miliar,” kata Donny.

Selama kurun waktu bulan Mei ini, Polairud Baharkam Polri melakukan beberapa kali pengungkapan penyeludupan benih bening lobster. Pada tanggal 10 Mei, menggagalkan penyelundupan benih bening lobster senilai Rp25 miliar di wilayah Jambi. Kemudian, di Lampung pada tanggal 16 Mei senilai Ep35,5 miliar.(Ant)

SSIA Teken Perjanjian Pengalihan Saham Anak Usaha Rp3,1 Triliun

0
Emiten PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) bersama PT Anarawata Puspa Utama (APU) (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Emiten PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) bersama PT Anarawata Puspa Utama (APU) telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan Pengambilan Saham-Saham Baru atas anak perusahaan PT Suryacipta Swadaya (SCS).

Melalui perjanjian ini, SSIA dan APU menyepakati rencana transaksi dengan total senilai Rp3,1 triliun, dalam bentuk pengambilalihan sebanyak 55,80 juta saham SCS milik SSIA senilai Rp169,8 miliar.

“Dan pengambilan seluruh saham baru yang akan diterbitkan SCS sejumlah 962,70 juta saham dengan nilai Rp2,9 triliun oleh APU,” ujar Presiden Direktur SSIA Johannes Suriadjaja dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat 17 Mei 2024.

Setelah adanya rencana transaksi, Johannes menjelaskan SCS masih akan tetap menjadi perusahaan anak yang terkonsolidasi pada SSIA, yang mana SSIA akan memiliki 1,77 miliar saham pada SCS atau mewakili 63,5 persen dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam SCS.

“Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham atas rencana transaksi ini melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) SSIA yang akan diselenggarakan pada 21 Juni 2024,” ujar Johannes.

Johannes menjelaskan pihaknya akan terus fokus mengembangkan bisnis SSIA guna mewujudkan visi building a better Indonesia, salah satunya dengan menggandeng investor strategis yang memiliki visi dan tujuan yang sama.

“Kami optimistis hal ini dapat membawa SSIA menjadi lebih besar dan lebih banyak membawa manfaat bagi shareholder dan stakeholder kami,” ujar Johannes.

Dengan adanya investor strategis melalui rencana transaksi ini, menurutnya, akan memperkuat struktur permodalan SCS dengan mengurangi hutang bank, dan secara tidak langsung mengurangi biaya bunga serta menambah ekuitas yang akan membuat SCS lebih kompetitif.

“SCS akan lebih cepat dalam pengembangan Kawasan Industri Subang Smartpolitan, sehingga akan lebih menarik bagi para calon pembeli Kawasan Industri Subang Smartpolitan,” ujar Johannes.

Pada 30 April 2024, BYD telah menjadi salah satu tenant utama Subang Smartpolitan, yang mana BYD menjadi penyewa terbesar pertama Subang Smartpolitan dengan menempati area lebih dari 108 hektar.

“Pendirian pabrik EV oleh BYD di Subang Smartpolitan sendiri menandai langkah penting dalam mendorong mobilitas berkelanjutan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara,” ujar Johannes.

Sementara di Suryacipta City of Industry Karawang, PT Yadea Teknologi Indonesia telah melakukan groundbreaking pabrik manufaktur pada 13 Mei 2024 silam lalu di area seluas 27 herktar (Ha) yang akan menjadi pabrik terbesar mereka di Asia Tenggara.

Perkembangan positif ini mendorong perseroan untuk menaikkan target penjualan pemasaran sepanjang 2024 untuk Suryacipta City of Industry Karawang dan Subang Smartpolitan dari 65 hektar menjadi 184 hektar atau nilai penjualan setara Rp2,2 triliun.

Pada kuartal I- 2024, SCS melaporkan pendapatan senilai Rp146,8 miliar, atau naik 85,8 persen year on year (yoy) dari Rp79,0 miliar pada kuartal I-2023, yang ditopang adanya peningkatan penjualan tanah yang sebesar 1.192,2 persen (yoy) menjadi Rp67,6 miliar dari sebelumnya Rp5,2 miliar.(Ant)

Polri Cegah Penyelewengan Pupuk Subsidi di Lombok

0
Satuan tugas khusus (Satgasus) Pencegahan Korupsi Mabes Polri (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Satuan tugas khusus (Satgasus) Pencegahan Korupsi Mabes Polri memantau penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Lombok Timur dan Lombok Barat guna mencegah terjadinya penyelewengan.

“Pemantauan ini penting untuk menekan adanya penyalahgunaan maupun penyelewengan pupuk subsidi yang menyebabkan terjadinya kerugian keuangan negara,” kata Anggota Satgasus Pencegahan Korupsi Mabes Polri Yudi Purnomo Harapan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 17 Mei 2024.

Mantan Ketua Wadah Pegawai KPK itu menjelaskan, pemantauan yang dilakukan bersama polres wilayah masing-masing itu dilaksanakan pada tanggal 14 sampai 17 Mei 2024.

Pemantauan oleh Satgasus Pencegahan Korupsi Mabes Polri ini dipimpin oleh ketua tim Hotman Tambunan.

“Pemantauan ini sekaligus memastikan petani yang berhak mendapatkan pupuk subsidi benar benar mendapatkannya tepat waktu sesuai kebutuhan sehingga tidak terjadi isu kelangkaan pupuk lagi,” kata Yudi.

Wakil Ketua Tim Satgasus Pencegahan Korupsi Mabes Polri Herbert Nababan memimpin langsung pertemuan antara Satgassus, Kementerian Pertanian dengan Pj Bupati Lombok Timur dan Pj Bupati Lombok Barat beserta jajaran dan Forkopimda termasuk dihadiri juga dari pihak PT Pupuk Indonesia dan Distributor Pupuk.

Dalam pertemuan tersebut Herbert Nababan menekankan jangan sampai ada penyelewengan terhadap penggunaan pupuk subsidi dan distribusi harus lancar sampai ke petani yang berhak.

Herbert juga mengatakan bahwa tim juga melakukan kunjungan ke kios pupuk untuk memastikan ketersediaan stok pupuk dan juga penyaluran dilakukan dengan benar sesuai aturan yang berlaku.

Hotman Tambunan, selaku ketua tim menyampaikan, tim melakukan pemantauan ke Lombok Barat dan Lombok Timur dikarenakan Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu lumbung pangan nasional dan merupakan salah satu penerima alokasi pupuk terbesar di luar Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Satgassus pencegahan korupsi Polri juga mengkoordinasikan kesiapan Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur untuk menyerap adanya alokasi tambahan pupuk bersubsidi yang hampir dua kali lipat dari alokasi sebelumnya.

Adapun hasil pemantauan diperoleh kondisi di lapangan bahwa Surat Keputusan (SK) Bupati untuk menambah alokasi per kecamatan belum disahkan. Atas koordinasi Satgassus kedua kabupaten tersebut langsung mengesahkan SK alokasi sehingga petani di Lombok Barat dan Lombok Timur sudah bisa menebus tambahan alokasi masing masing petani di kios kios pupuk bersubsidi.

Bahwa masih ada petani yang seharusnya berhak mendapatkan pupuk bersubsidi tapi terkendala mendapatkan pupuk bersubsidi karena belum terdaftar di e-RDKK.

“Satgassus meminta agar momen penambahan alokasi ini dapat digunakan para dinas pertanian di kabupaten agar para petani yang memang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi dapat mendapatkan pupuknya,” kata Hotman.

Selanjutnya, di Kabupaten Lombok Barat, masih terdapat perbedaan data antara penambahan data alokasi SK Gubernur NTB dengan data di e- alokasi dimana ditemukan kelebihan data di e-alokasi sekitar 3000 ton.

Terkait persoalan itu, Satgassus meminta agar hal ini dapat diperbaiki, dimana semua data yaitu data di e-alokasi dan data alokasi di SK Gubernur harus sinkron.

Satgassus juga mengapresiasi pengelolaan pupuk di Kabupaten Lombok Barat, dimana alokasi pupuk sudah dilakukan dengan sistem polygon luasan lahan, pendataan petani yang akurat sehingga 98 persen petani melakukan penebusan pupuk dan koordinasi yang baik antara dinas pertanian dan distributor untuk menjaga ketersediaan stok pupuk bersubsidi di kios.

Sejak dibentuk tahun 2022, Satgasus Pencegahan Polri melakukan pemantauan penyaluran pupuk subsidi di sejumlah wilayah di Indonesia, seperti di Pulau Jawa dan Sumatera.(Ant)

Komisi II DPRD KSB Respon Cepat Harga Jagung Petani Anjlok

0
RDP - Kegiatan RDP Komisi II DPRD KSB membahas anjloknya harga jagung di tingkat petani, Rabu, 15 Mei 2024. (Ekbis NTB/ist)

Taliwang (Ekbis NTB) – Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat mengambil langkah cepat dalam merespons anjloknya harga jagung di tingkat petani. Komisi yang salah satunya mengurusi bidang pertanian itu pun telah memanggil para pihak agar keluhan petani jagung tersebut dapat diatasi segera.

 “Benar. Kemarin (Rabu) kami menggelar RDP (rapat dengar pendapat) bersama pemerintah dan Bulog terkait harga jagung yang anjlok sekarang ini di tingkat petani,” kata ketua Komisi II DPRD KSB, Aheruddin Sidik, Kamis, 16 Mei 2024.

Ia menjelaskan, dalam rapat sejumlah persoalan sempat mencuat terkait penyebab anjloknya harga jagung petani dan kesan lambannya penanganan oleh pemerintah. Namun kata Aheruddin pihaknya kemudian memberikan solusi agar persoalan tersebut tidak menghambat jalannya upaya pemerintah dalam membantu petani jagung. “Bulog misalnya bilang kesulitan gudang, maka kami minta mereka mengawal kembali usulan perluasan kapasitas gudang Lamusung,” urainya.

Aheruddin menyatakan, upaya intervensi untuk menstabilkan harga jagung agar petani tidak merugi sebenarnya hampir sama perlakuannya dengan membantu petani padi. Koordinasi dan kolaborasi para pihak terkait harus intens, mulai dari pemerintah daerah melalui OPD teknisnya hingga Bulog. “Memang ini adalah sesuatu yang baru bagi Bulog dan Pemda. Tapi kalau koordinasinya bagus dalam mencari solusi kan pasti bisa segera terasi,” papar politisi Gerindra ini.

Ia pun berharap, pasca kegiatan RDP seluruh rekomendasi Komisi II yang telah disepakati pemerintah dan Bulog dapat dilaksanakan secepatnya. Pasalnya dalam sepekan terakhir laporan para petani jagung mengenai minimnya harga beli hasil panen mereka semakin santer. “Katanya sih hari ini sudah ada pembelian oleh Bulog lewat mitra kerjasamanya. Mudah-mudahan benar ya,” tukas Aher sapaan akrabnya.

Selanjutnya, Aher menyampaikan, Komisi II sebenarnya selalu mendorong agar keluhan mengenai harga di tingkat petani dapat dibuat formulasi tepat penanganannya oleh pemerintah. Formula itu kata dia, agar lebih paten dapat dibuat dalam bentuk regulasi sebagai pijakan pemerintah dalam mengatasi secara cepat setiap terjadinya penurunan harga beli hasil panen petani setiap waktu. “Soal anjloknya harga produk pertanian ini kan hampir setiap panen terjadi baik itu gabah maupun jagung. Nah kalau kita punya aturan penanganannya kan bisa langsung ada aksi cepat. Tanpa harus menunggu petani teriak dulu baru kita bahas,” tandasnya. (bug)

Artikel lainnya….

Pj Walikota Bima Imbau Petani Tak Tanam Jagung di Lereng Bukit

Masyarakat Apresiasi Upaya PLN Bangun Jaringan Listrik di Pulau Moyo

Hidupkan Karakter Budaya di Lotim Lewat Sekolah Penggerak

Pj Walikota Bima Imbau Petani Tak Tanam Jagung di Lereng Bukit

0
Pj Walikota Bima, Ir.H.Mohammad Rum (Ekbis NTB-Ist)

Kota Bima (Ekbis NTB) – Penjabat Walikota Bima, Ir.H.Mohammad Rum mengimbau para petani tidak menanam jagung di lereng-lereng bukit untuk menghindari ancaman banjir di wilayah itu.

“Hindari menanam jagung di lereng-lereng. Memang secara kasat mata akan mendapatkan keuntungan, tapi lupa dengan ancaman banjir yang mengancam,” ujarnya pada pelatihan pembibitan tembakau program penyuluhan pertanian tahun anggaran 2024 bersama kelompok tani Kelurahan Penanae, Kota Bima, Kamis 16 Mei 2024.

Ia berharap bencana banjir bandang yang terjadi pada 2016 silam imbas menanam jagung tidak terulang kembali di Kota Bima.

“Akibat banjir bandang 2016 imbas dari menanam jagung, kerugian mencapai Rp2,2 triliun, sementara hasil dari jagung Rp2 triliun. Lebih besar kerugian yang dialami dibanding keuntungan yang didapat,” kata Rum.

Rum menginginkan masyarakat Kota Bima secara individu ekonominya meningkat. Untuk itu penghapusan kemiskinan ekstrim ini yang menjadi keharusan untuk diintervensi, mengingat Kota Bima memiliki banyak potensi yang bisa digali.

“Potensi-potensi ini nantinya disesuaikan dengan keunggulan masing-masing kelurahan,” ujarnya. Untuk itu, kerja sama semua pihak untuk betul-betul menjaga lingkungan.

“Meningkatkan hasil produksi pertanian, perlu adanya perbaikan dan peningkatan infrastruktur agar hasil produksi petani dapat meningkat,” katanya. (ant)

Artikel lainnya….

Inflasi Jadi Faktor Utama Angka Kemiskinan Meningkat

Tambahan Alokasi  Pupuk Bersubsidi di Lotim di Bawah e-RDKK

Pemerintah Pastikan Jamaah Calon Haji Indonesia Terlindungi Asuransi

Inflasi Jadi Faktor Utama Angka Kemiskinan Meningkat

0
Ilustrasi (EkbisNTB/Ist)

Sumbawa Besar (Ekbis NTB) – Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sumbawa, menyebutkan angka kemiskinan meningkat dari 13,50 persen di tahun 2022 ke angka 13, 91 persen di tahun 2023 terjadi karena inflasi.

“Jadi, jumlah orang miskinnya naik 13,91 persen atau sekitar 67 ribu jiwa dibandingkan dengan tahun 2022 sebanyak 64 ribu jiwa,” kata Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Bappelitbangda Sumbawa, Iwan Setiawan, kepada Ekbis NTB, Kamis 16 Mei 2024.

Dia melanjutkan, meskipun angka kemiskinan naik namun indeks kedalaman kemiskinannya turun dari angka 2,52 persen menjadi 2,27 persen. Termasuk juga indeks keparahan kemiskinan dari 0,71 persen menjadi 0,56 persen di tahun 2023.

“Kalau kita lihat dari indeks keparahan ini, betul dia miskin, tetapi masih bisa menjalani kehidupannya artinya tidak miskin dalam kategori ekstrem,” ucapnya.

Dikatakannya, melihat data dari indeks keparahan bisa dikategorikan bukan kemiskinan yang berlarut atau kemiskinan yang akut. Akan tetapi kemiskinan itu terjadi karena faktor-faktor eksternal termasuk kejadian bencana alam.

“Salah satu contoh penyebab utama yang terjadi kemarin yakni inflasi, sehingga banyak masyarakat yang tidak bisa membeli kebutuhan pokok salah satunya beras,” sebutnya.

Iwan pun meyakinkan, sebenarnya orang-orang tidak miskin, tetapi karena mahalnya harga barang sehingga mereka masuk dalam kategori miskin. Apalagi garis kemiskinan di Sumbawa juga naik dari Rp404 ribu menjadi Rp441 ribu di tahun 2023.

“Garis kemiskinan yang cukup tinggi juga menjadi faktor lain sehingga angka kemiskinan kita masih tinggi,” jelasnya.

Disinggung terkait dengan angka kemiskinan ekstrem di Sumbawa, dia menyebutkan di tahun 2022 angkanya mencapai 15. 370 jiwa sementara di tahun 2023 hanya 9.394 jiwa. Mengacu ke data tersebut, angka kemiskinan ekstrem menurun drastis.

“Orang yang keluar dari kemiskinan ekstrem cukup banyak dengan banyaknya program pemerintah yang kita gelontorkan untuk mengentaskan masalah tersebut,” tambahnya.

Namun angka tersebut (kemiskinan ekstrem) berpotensi kembali meningkat ketika terjadi inflasi, bencana alam, dan masalah sosial lainnya. Namun pemerintah memastikan akan tetap memberikan proteksi khusus terhadap masyarakat dengan kategori kemiskinan ekstrem.

“Kita tetap memberikan atensi khusus terhadap masyarakat kita yang berada dalam kategori kemiskinan ekstrem supaya mereka tidak kembali masuk salah satunya melalui BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan dan program sosial lainnya,” pungkasnya. (ils)

Artikel lainnya….

1143 CKH Lotim  Penuhi Syarat Pemeriksaan Kesehatan

Bantuan Beras Bulan April untuk NTB Mulai Disalurkan

Pengaruhi Sektor Wisata, Kadispar Berharap Konflik Diselesaikan

1143 CKH Lotim  Penuhi Syarat Pemeriksaan Kesehatan

0
DIBERANGKATKAN - JCH asal Lotim yang diberangkatkan ke tanah suci lewat BIZAM, Kamis, 16 Mei 2024. (Ekbis NTB/ist)

Selong (Ekbis NTB) – Sebanyak 1.143  Jemaah Calon Haji (JCH) asal Lombok Timur (Lotim) yang berangkat ke tanah suci harus mengikuti proses pemeriksaan kesehatan (istithaah) sebagai syarat agar bisa berangkat.  Hasil pemeriksaan menunjukkan, semua JCH asal Lotim ini memenuhi syarat istithaah tersebut. JCH asal Lotim kemudian diberangkatkan, Kamis, 16 Mei 2024.

Kepala Seksi Haji pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lotim, H. Makinuddin, menyatakan, jemaah haji yang akan berangkat tahun ini adalah mereka yang mendaftar pada tahun 2011 dan 2012. Dengan demikian, setiap kelompok terbang (kloter) terdiri dari jamaah lansia dan disabilitas, yang memerlukan perhatian khusus.

Seluruh JCH yang berangkat terbagi menjadi 5 kloter yang terdiri dari 2 kloter utuh dan 3 kloter campuran dengan kabupaten lain di NTB.

Istithaah ini sambung Makkinuddin sebuah keharusan. Dimana, sebelum melakukan pelunasan Ongkos Naik Haji (ONH), semua JCH  harus menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kemampuan fisik dan mental mereka, sesuai dengan persyaratan ibadah haji. “Meskipun mampu melunasi ONH, jika tidak memenuhi Istithaah menurut medis, maka mereka tidak dapat melanjutkan pelunasan,” ucapnya.

Ketentuan sebelumnya, JCH bisa melunasi ONH setelah namanya keluar, maka langsung bisa berangkat. Sekarang berbeda, harus dilakukan Istithaah dulu baru bisa melunasi ONH.

Makinuddin juga menegaskan bahwa semua jemaah haji Lotim yang berangkat tahun ini sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan memenuhi Istithaah. Mengenai tempat penginapan, jamaah haji asal NTB, termasuk dari Lombok Timur, akan menginap di wilayah Raibahsya, sekitar 3 km dari Masjidil Haram.

Dengan jarak tempuh tersebut, jamaah tidak perlu khawatir karena fasilitas transportasi disediakan 24 jam untuk mengantar jemput mereka ke Masjidil Haram. “Bus Shalawat siap mengantarkan jamaah haji ke Masjidil Haram kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam,” tambahnya.

Selain itu, setiap kloter penerbangan dilengkapi dengan tim medis yang terdiri dari 3 orang pembimbing, 1 dokter, dan 2 perawat. “Insya Allah, dengan fasilitas yang disediakan pemerintah, semua akan memudahkan pelayanan dan akses jemaah dalam melaksanakan semua rangkaian ibadah haji,” demikian Makinuddin. (rus)

Artikel lainnya….

Masyarakat Apresiasi Upaya PLN Bangun Jaringan Listrik di Pulau Moyo

Distan Mataram Keluarkan Izin Pemasukan Ayam Beku dari Luar Daerah

Kelas BPJS Kesehatan Dihapus, RSUD Provinsi NTB Segera Terapkan Sistem KRIS dalam Melayani Pasien

Masyarakat Apresiasi Upaya PLN Bangun Jaringan Listrik di Pulau Moyo

0
OPERASIKAN KOMPUTER - Sejumlah siswi mengoperasikan komputer pada jam belajar di salah satu sekolah di Desa Sebotok, Pulau Moyo, Sumbawa, NTB, Kamis 16 Mei 2024. (Ekbis NTB-Ist)

Sumbawa  Besar (Ekbis NTB) – Masyarakat memberikan apresiasi terhadap upaya PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) yang telah membangun jaringan listrik di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa.

Sri Hariani, salah seorang perawat Puskesmas Labuan Badas II Sebotok Kecamatan Labuan Badas, yang bertugas di Pulau Moyo, Kamis,  mengaku merasa terbantu dengan adanya akses listrik 24 jam.

“Karena itu, kami senang ada listrik, jadi bisa lebih mempermudah kami untuk melakukan akses pelayanan di sini. Terima kasih kepada PLN yang sudah mau memfasilitasi kami dengan listrik 24 jam. Semoga PLN menjadi jaya, terus maju, dan memberikan yang terbaik,” ujar Sri.

Pada peresmian penyalaan listrik selama 24 jam, Rabu 8 Mei 2024 pekan lalu, puskesmas dan sekolah yang ada di Pulau Moyo kini tidak mengkhawatirkan segala kebutuhan yang berkaitan dengan kelistrikan.

Sri mengatakan, dengan adanya akses listrik yang mampu beroperasi selama 24 jam, kini Puskesmas Labuan Badas II dengan jumlah tenaga kesehatan sebanyak 24 orang mampu melayani masyarakat dengan seluruh fasilitas kesehatan, seperti IGD dan rawat inap.

“Jadi, sebelum adanya listrik, kami kesulitan dalam pengiriman laporan ke pusat, soalnya sekarang kan semua bentuk laporannya online, jadi harus ada listrik, harus ada komputer, laptop untuk pengiriman laporan, dan untuk tindakan-tindakan yang ada di IGD, tindakan-tindakan di ruang kebidanan, semuanya harus butuh listrik,” katanya.

Kepala SDN 1 Moyo, Abdul Hamid turut memberikan apresiasi kepada PLN dengan membandingkan situasi belajar mengajar maupun kebutuhan administrasi sebelum dan setelah adanya akses kelistrikan 24 jam di Pulau Moyo.

“Kami sebelumnya iri dengan sekolah-sekolah di daratan yang sudah 24 jam, karena kami harus tunggu sampai malam pas ada listrik untuk foto kopi, nge-print, scan. Sekarang, sudah tidak lagi, kami berterima kasih kepada PLN, mudah-mudahan listriknya dapat berjalan 24 jam,” ucap Abdul.

Muhammad Azhar, seorang pengajar SMK Negeri Pulau Moyo yang mengajar 98 siswa turut menuturkan perjalanan proses belajar mengajar sebelum adanya listrik di siang hari.

“Kami sebelumnya menggunakan genset, terutama pada saat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Biasanya, dalam satu pekan itu bisa 20 liter kami pakai,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa SMKN Pulau Moyo memiliki 23 unit komputer, laptop, printer, LCD dan peralatan bantuan DAC dari pemerintah dengan beragam spesifikasi alat yang membutuhkan suplai listrik.

“Karena itu, kami atas nama lembaga SMKN Pulau Moyo, menyampaikan apresiasi yang sangat besar kepada pemerintah, PLN dan stakeholder yang terlibat, kami sangat senang sekali. Biaya-biaya yang tadi kita keluarkan bisa diminimalisir, tidak lagi perlu menunggu malam,” kata Azhar.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB, Sudjarwo, turut menyampaikan rasa bahagia atas apresiasi dari masyarakat di Pulau Moyo.

“Dari kesehatan hingga pendidikan, listrik 24 jam telah menjadi tiang penyangga kemajuan Desa Sebotok. Setiap langkah pelayanan dan proses pembelajaran kini lebih lancar dan efisien. Terima kasih tak terhingga kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu. Keberhasilan ini tidak hanya sekedar menghidupkan listrik di rumah warga, tetapi juga memberikan semangat dan harapan akan masa depan yang lebih baik,” kata Sudjarwo. (ant)

Artikel lainnya….

Pemerintah Pastikan Jamaah Calon Haji Indonesia Terlindungi Asuransi

Pemerintah Siapkan SDM Terampil Untuk Industri Semikonduktor

Distan Mataram Keluarkan Izin Pemasukan Ayam Beku dari Luar Daerah

Distan Mataram Keluarkan Izin Pemasukan Ayam Beku dari Luar Daerah

0
AYAM - Aktivitas pedagang ayam di salah satu pasar tradisional di Kota Mataram. (Ekbis NTB/ant)

Mataram (Ekbis NTB) – Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi NTB, telah mengeluarkan izin pemasukan daging ayam beku dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menstabilkan harga ayam yang saat ini mencapai Rp42.000 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanin (Distan) Kota Mataram HM Saleh di Mataram, Kamis, mengatakan izin pemasukan daging ayam beku dari luar daerah dilakukan untuk memberikan alternatif atau pilihan kepada masyarakat.

“Dalam sekali rekomendasi izin, satu perusahaan bisa mendatangkan setengah hingga satu ton ayam beku,” katanya.

Sementara jumlah perusahaan pemasok daging beku baik itu daging ayam, daging sapi, jeroan beku dan lainnya di Mataram sekitar 6-7 perusahaan.

Namun pemasukan daging ayam beku, disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi. Artinya pada hari-hari tertentu seperti perayaan keagamaan, ayam beku yang masuk lebih banyak.

Seperti saat bulan Ramadhan, Idul Fitri, dan acara keagamaan lainnya didatangkan lebih banyak.

“Insya Allah, kebutuhan daging ayam beku untuk Idul Adha 1445 H kita jamin bisa terpenuhi juga,” katanya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Hj Raihul Jannah menambahkan untuk daging ayam beku di bulan April telah didatangkan sebanyak 132,81 kilogram.

Jumlah itu, belum termasuk untuk kebutuhan pada Mei dan Idul Adha 1445 Hijriah yang akan dirayakan pada 17 Juni 2024, karena masih dilakukan pendataan.

“Pemasukan daging ayam beku kita harapkan bisa menekan harga daging ayam segar agar tidak terjadi kenaikan lagi,” katanya.

Dengan demikian, daging ayam beku yang harganya sekitar Rp32.000-Rp33.000 per kilogram, bisa menjadi pilihan atau alternatif masyarakat saat harga daging ayam segar mencapai Rp42.000 per kilogram.

Data Distan sebelumnya menyebutkan untuk kebutuhan puasa dan Idul Fitri 1445 Hijriah, Distan mendatangkan sebanyak 263 ton daging beku itu terdiri atas 30 ton daging sapi, 61 ton daging kerbau, dan 173 ton daging ayam.

Sebelumnya Kepala Bidang (Kabid) Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram Sri Wahyunida mengatakan, kenaikan harga ayam saat ini dipicu karena tingginya permintaan daging ayam karena masuknya musim haji tahun 1445 Hijriah, sementara stok tercukupi.

Setiap musim haji, tradisi turun temurun di Kota Mataram jamaah calon haji sebelum berangkat ke Tanah Suci akan melaksanakan selamatan atau “roah” dengan menggelar zikir dan doa yang ditutup dengan “begibung” atau makan bersama.

Karena itu selain harga daging ayam, harga telur ayam saat ini juga mengalami kenaikan menjadi Rp2.000 per butir, dari harga sebelumnya Rp1.900 per butir.

“Itulah yang jadi salah satu pemicu kenaikan harga daging ayam dan telur. Untuk itu kita akan koordinasi dengan Distan untuk datangkan ayam beku guna menstabilkan harga,” katanya. (ant)

Artikel lainnya….

Pintu Masuk Bali, Pengamanan di BIZAM Diperketat

OJK Imbau Masyarakat Berhati-hati Terhadap Penawaran Investasi yang Menjanjikan Keuntungan Fantastis

Pertashop Diharapkan Jadi Penyalur Pertalite