Friday, April 3, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 740

Dispar Mataram Bentuk Satgas Pengamanan di Wisata Teras Udayana

0
Wisata Teras Udayan (Ekbis NTB-Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyiapkan pembentukan satuan tugas (satgas) di wisata Teras Udayana untuk menjaga dan menjamin keamanan serta aset-aset pariwisata di kawasan ini.

Kepala Dispar Kota Mataram Cahya Samudra, di Mataram, Senin, mengatakan, dengan melihat tingkat kunjungan di Teras Udayana yang selalu ramai, pembentukan satgas saat ini dinilai prioritas.

“Satgas itu nanti akan kami ambil dari internal kami di dinas, dan kami targetkan paling lambat awal 2025 mereka sudah bertugas,” katanya.

Pembentukan satgas di Teras Udayanan itu, juga dilatarbelakangi dari evaluasi kegiatan sosialisasi tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang dilaksanakan pada Jumat 10 Mei 2024 malam.

Dalam kegiatan itu, panitia membuat acara hiburan dan mengundang salah satu grup band lokal, sehingga warga tumpah ruah dan melampaui kapasitas di tribun Teras Udayana yang hanya sekitar 3.000 orang.

Cahya mengatakan, hal itu berdampak pada kerusakan beberapa fasilitas di Teras Udayana, antara lain kerusakan pagar pembatas tribun Teras Udayana, tiga lampu sorot, dan kerusakan dua huruf yakni huruf U dan D pada ornamen bertuliskan Udayana.

“Beruntung pihak penyelenggara langsung melakukan perbaikan. Sebelum sempat kami hitung kerugian, kerusakan itu sudah selesai diperbaiki,” katanya lagi.

Dari kejadian itu, katanya pula, ke depan pihaknya akan lebih optimal melaksanakan pengawasan dan selektif melihat panitia pelaksana yang akan menggelar kegiatan di Teras Udayana agar sesuai kapasitas.

“Begitu juga untuk bintang tamu yang ditampilkan pada sesi hiburan, kita lebih selektif. Di sini satgas juga memiliki peran penting,” katanya pula.

Sementara menyinggung tentang larangan menggunakan Teras Udayana sebagai kegiatan politik, Cahya mengatakan, larangan itu berlaku apabila dilakukan secara pribadi untuk kegiatan politik praktis.

“Kalau kegiatan politik kemarin itu, kami izinkan karena sifatnya sosialisasi atau demokrasi secara umum untuk kepentingan negara. Bukan kepentingan calon tertentu,” katanya menjelaskan.(Ant)

BEI : Ada 38 Perusahaan Antre Gelar IPO di Pasar Modal Indonesia

0
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan terdapat 38 perusahaan yang berada dalam pipeline (antrean) akan melangsungkan pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia.

Hingga 17 Mei 2024, sebanyak 24 perusahaan telah berhasil melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia pada tahun ini, dengan dana dihimpun mencapai Rp3,88 triliun.

“Hingga saat ini, terdapat 38 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Senin 20 Mei 2024.

Dari 38 perusahaan dalam antrean IPO, Nyoman menjelaskan sebanyak 24 perusahaan beraset skala menengah antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, delapan perusahaan beraset skala besar di atas Rp250 miliar, serta enam perusahaan beraset skala kecil di bawah Rp50 miliar.

Berdasarkan sektor, Ia menjelaskan dalam antrean IPO terdapat delapan perusahaan sektor barang konsumen primer, tujuh perusahaan sektor industri, dan enam perusahaan sektor barang non konsumen primer.

Lalu, sebanyak empat perusahaan sektor properti, empat perusahaan sektor teknologi, dan tiga perusahaan sektor kesehatan.

Kemudian, sebanyak dua perusahaan sektor barang baku, dua perusahaan sektor energi, satu perusahaan sektor infrastruktur, serta satu perusahaan sektor transportasi & logistik.

Lebih lanjut, Nyoman menjelaskan masih terdapat 24 perusahaan dalam antrean akan melangsungkan proses rights issue di BEI.

“Per 17 Mei 2024 telah terdapat 8 perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp24,17 triliun,” ujar Nyoman.

Sementara itu, untuk penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk atau EBUS, masih terdapat 43 emisi dari 33 penerbit EBUS yang sedang berada dalam antrean di BEI.

“Hingga saat ini, telah diterbitkan 37 emisi dari 27 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp39,9 triliun,” ujar Nyoman.

Pasar modal Indonesia optimistis jumlah perusahaan tercatat di BEI dapat mencapai 1.000 emiten pada tahun ini, yang mana per 30 April 2024 telah terdapat 17 perusahaan baru yang menggelar IPO.

Selain itu, jumlah investor di pasar modal Indonesia tercatat sebanyak 11,63 juta Single Investor Identification (SID) per 30 April 2024, atau meningkat signifikan dibandingkan akhir tahun 2023 yang sebanyak 10,75 juta SID.(Ant)

Enam Ton Garam Ditabur di Langit Bali Saat WFF Berlangsung

0
Garam yang disediakan untuk ditaburkan (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menabur sebanyak 6 ton garam ke langit wilayah Bali dan sekitarnya untuk mengendalikan cuaca demi kelancaran acara World Water Forum (WWF) ke-10 di daerah itu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan penebaran garam atau NaCl tersebut dilakukan sebanyak dua sorti penerbangan menggunakan pesawat berjenis Cessna Caravan 208B.

Penebaran dilakukan pada langit sekitar wilayah Provinsi Bali bagian Utara, Tengah, dan Timur serta Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat untuk menghalau awan potensial hujan dengan tujuan mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama kegiatan WWF ke-10 di Bali.

“Sejak 18 Mei 2024 sudah dilakukan penebaran sebanyak 2 ton garam, dan untuk operasi hari ini direncanakan akan dilakukan penebaran di areal perairan Bali dan NTB sebanyak 4 ton garam,” kata dia.

Di sisi lain, Abdul menyebutkan bahwa operasi teknologi modifikasi cuaca yang dilaksanakan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) dan TNI AU tersebut juga menarik perhatian positif para delegasi negara peserta WWF, salah satunya Menteri Agrikultur Sumber Daya Hidraulik dan Perikanan Tunisia, Abdelmonaam Belaati.

Menteri Tunisia Abdelmonaam mengunjungi Posko Teknologi Mofikasi Cuaca (TMC) yang berada di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, untuk melihat langsung bagaimana operasi tersebut dilaksanakan Pemerintah Indonesia.

Menurut dia, dalam kunjungan tersebut Abdelmonaam tertarik juga untuk menerapkan teknologi modifikasi cuaca seperti ini di Tunisia, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan kondisi geografis negara itu.

“Abdelmonaam merespon positif upaya pemerintah Indonesia dalam hal melakukan mitigasi potensi cuaca ekstrem terlebih dalam sebuah pelaksanaan acara internasional. Ia mengaku operasi TMC ini mempunyai banyak manfaat dan bukan tidak mungkin bahwa juga akan diadopsi di negaranya,” ujarnya.

World Water Forum merupakan forum internasional yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan pada sektor sumber daya air, mulai dari pemerintah, parlemen, pemimpin politik, lembaga multilateral, politisi, akademisi, masyarakat sipil, hingga pelaku usaha.

World Water Forum Ke-10 berlangsung di Bali, 18-25 Mei 2024 dengan mengusung tema “Air untuk Kesejahteraan Bersama” dan akan membahas beberapa subtema, yakni ketahanan dan kesejahteraan air; air untuk manusia dan alam; pengurangan dan pengelolaan risiko bencana; tata kelola, kerja sama, dan diplomasi air; pembiayaan air berkelanjutan, dan pengetahuan dan inovasi.

Atas kesuksesan menyelenggarakan WWF ke-10, President of the World Water Council, Loïc Fauchon menjadikan Indonesia sebagai Ibu Kota Perairan Dunia dan Bali menjadi pusat air dunia selama gelaran World Water Forum Ke-10 pada pekan ini.(Ant)

Kiat lakukan diet sehat bagi penderita obesitas

0
Ilustrasi (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Dokter gizi RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo dr. Nurul Ratna Mutu Manikam menjelaskan beberapa kondisi saat seseorang didiagnosis obesitas dan kiat diet yang tepat, seperti mengatur porsi makanan dan melakukan olahraga teratur.

“Seseorang dikatakan kegemukan atau obesitas apabila indeks massa tubuhnya berada di atas angka 25 kg per meter persegi,” kata Nurul Ratna dalam gelaran wicara daring di Jakarta, Senin 20 Mei 2024.

Dokter lulusan pendidikan dokter spesialis gizi klinis Universitas Indonesia itu menambahkan, “Indeks massa tubuh ini dilakukan dengan mengukur berat badan dibagi dengan tinggi badan kuadrat”.

Jika seseorang memiliki indeks massa tubuh di atas 25 kg per meter persegi, Nurul menyarankan agar orang tersebut segera melakukan diet sehat. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit yang dapat muncul akibat obesitas, seperti serangan jantung koroner, stroke, diabetes, dan lainnya.

Nurul pun membagikan sejumlah kiat untuk melakukan diet sehat agar massa lemak dalam tubuh dapat berkurang, tetapi tidak menghilangkan gizi penting yang dibutuhkan tubuh.

“Yang paling aman adalah low calory diet dan very low calory diet, artinya makanan itu diatur dalam jumlah porsi dan cara pengolahannya,” ujarnya.

Meski membutuhkan waktu lebih lama untuk menurunkan massa tubuh dibandingkan jenis diet lainnya, low calory diet dinilai lebih alamiah dan aman dilakukan dalam jangka waktu panjang. Bahkan, jenis diet ini dapat dilakukan hampir semua orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

“Jadi, pengaturan makannya harus teratur, ada makan pagi, makan siang, dan makan sore, lalu ada snack agar di antara jam makan itu kita nggak terlalu kalap (ambil banyak makanan),” kata Nurul.

Dia melanjutkan, “Untuk jumlahnya kita kurangi, misalnya mengurangi nasi seperempat bagian saja dari porsi biasanya”.

Selain mengatur porsi makanan, penting mengolah makanan untuk diet. Sebaiknya, kurangi makanan bersantan, makanan yang digoreng, dan makanan yang ditambah dengan bahan-bahan tinggi lemak, seperti keju dan krim.

“Jadi, makanannya itu diolah tanpa minyak, misalnya dipanggang, atau minyak sedikit untuk menumis, dikukus, itu cara paling sehat dan alamiah,” kata dia.

Nurul pun menyarankan untuk selalu konsisten melakukan diet low calory ini agar massa tubuh lebih cepat turun ke angka ideal. Hindari cheating day atau hari khusus untuk mengonsumsi makanan apapun guna mempercepat penurunan massa tubuh.

Selain menjaga pola makanan, dia mengingatkan untuk melakukan olahraga teratur dan jangan malas bergerak. Untuk penderita obesitas berat, sebaiknya lakukan olahraga yang tidak menggunakan beban tubuh, seperti sepeda statis, berenang, dan berjalan kaki di kolam air (khusus penderita obesitas tanpa luka terbuka).

Setelah massa tubuh berkurang banyak, penderita obesitas sudah boleh melakukan aktivitas olahraga lainnya. Misalnya treadmill, jalan cepat, atau olahraga yang sifatnya high impact.

“Menurut saran WHO, kalau mau menurunkan berat badan, olahraganya harus 200-300 menit per minggu, tetapi setidaknya belajar dulu olahraga 150-200 menit per minggu,” katanya.

“Dengan turun 15-20 persen saja, penyakit yang tadi saya sebutkan akan berkurang sendiri,” demikian dijelaskan dr. Nurul Ratna Mutu Manikam.(Ant)

Januari-April 2024, Penerimaan Pajak Usaha Ekonomi Digital Rp24,12 Triliun

0
Dwi Astuti (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Hingga 30 April 2024, pemerintah mencatat penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp24,12 triliun. Jumlah tersebut berasal dari pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sebesar Rp19,5 triliun, pajak kripto sebesar Rp 689,84 miliar, pajak fintech (P2P lending) sebesar Rp2,03 triliun, dan pajak yang dipungut oleh pihak lain atas transaksi pengadaan barang dan/atau jasa melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (pajak SIPP) sebesar Rp1,91 triliun.

Sementara itu, sampai dengan April 2024 pemerintah telah menunjuk 172 pelaku usaha PMSE menjadi pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dari keseluruhan pemungut yang telah ditunjuk, 154 PMSE telah melakukan pemungutan dan penyetoran PPN PMSE sebesar Rp19,5 triliun.

“Jumlah tersebut berasal dari Rp731,4 miliar setoran tahun 2020, Rp3,90 triliun setoran tahun 2021, Rp5,51 triliun setoran tahun 2022, Rp6,76 triliun setoran tahun 2023, dan Rp2,6 triliun setoran tahun 2024,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Dwi Astuti dalam keterangan resminya.

Penerimaan pajak kripto telah terkumpul sebesar Rp689,84 miliar sampai dengan April 2024. Penerimaan tersebut berasal dari Rp246,45 miliar penerimaan tahun 2022, Rp220,83 miliar penerimaan tahun 2023, dan Rp222,56 miliar penerimaan 2024. Penerimaan pajak kripto tersebut terdiri dari Rp325,11 miliar penerimaan PPh 22 atas transaksi penjualan kripto di exchanger dan Rp364,73 miliar penerimaan PPN DN atas transaksi pembelian kripto di exchanger.

Pajak fintech (P2P lending) juga telah menyumbang penerimaan pajak sebesar Rp2,02 triliun sampai dengan April 2024. Penerimaan dari pajak fintech berasal dari Rp446,39 miliar penerimaan tahun 2022, Rp1,11 triliun penerimaan tahun 2023, dan Rp470,18 miliar

penerimaan tahun 2024. Pajak fintech tersebut terdiri atas PPh 23 atas bunga pinjaman yang diterima WPDN dan BUT sebesar Rp696,78 miliar, PPh 26 atas bunga pinjaman yang diterima WPLN sebesar Rp244,4 miliar, dan PPN DN atas setoran masa sebesar Rp1,08 triliun.

Penerimaan pajak atas usaha ekonomi digital lainnya berasal dari penerimaan pajak SIPP. Hingga April 2024, penerimaan dari pajak SIPP sebesar Rp1,91 triliun. Penerimaan dari pajak SIPP tersebut berasal dari Rp402,38 miliar penerimaan tahun 2022, sebesar Rp1,11 triliun penerimaan tahun 2023, dan Rp388,84 miliar penerimaan tahun 2024. Penerimaan pajak SIPP terdiri dari PPh sebesar Rp128,22 miliar dan PPN sebesar Rp1,78 triliun.

“Dalam rangka menciptakan keadilan dan kesetaraan berusaha (level playing field) bagi pelaku usaha baik konvensional maupun digital, pemerintah masih akan terus menunjuk para pelaku usaha PMSE yang melakukan penjualan produk maupun pemberian layanan digital dari luar negeri kepada konsumen di Indonesia,” ujar Dwi.

Dwi juga menambahkan pemerintah akan menggali potensi penerimaan pajak usaha ekonomi digital lainnya seperti pajak kripto atas transaksi perdagangan aset kripto, pajak fintech atas bunga pinjaman yang dibayarkan oleh penerima pinjaman, dan pajak SIPP atas transaksi pengadaan barang dan/atau jasa melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah.(bul)

Telkomsel Pastikan Kesiapan dan Kemudahan Akses Jaringan Broadband Terdepan Saat KTT WWF 2024 di Bali

0
JARINGAN-Seorang teknisi sedang menyiapkan peningkatan jaringan dan kualitas konektivitas 4G/LTE dan 5G pada pelaksanaan World Water Forum 2024 yang berlangsung di Bali pada 18-25 Mei 2024(Ekbis NTB/ist)

TELKOMSEL turut menyukseskan pelaksanaan World Water Forum 2024 dengan topik pembahasan “Water for Shared Prosperity” yang berlangsung di Bali pada 18-25 Mei 2024. Melalui jaringan broadband terdepan, ragam produk dan layanan digital inovatif dan unggul, Telkomsel memastikan kesiapan infrastruktur yang mendukung kenyamanan aktivitas komunikasi dan pengalaman digital seluruh perwakilan delegasi World Water Forum 2024.

Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna mengatakan, Telkomsel mendukung penyelenggaraan World Water Forum ke-10, yang menjadi wadah negara-negara di dunia untuk bersatu dalam upaya-upaya menanggulangi isu-isu air global, seperti konservasi air, ketersediaan air bersih, dan keamanan pangan dan energi, serta mitigasi bencana alam seperti banjir dan kekeringan.

“Dengan memastikan optimalisasi jaringan broadband terkini serta ketersediaan ragam produk dan layanan unggulan, kami berkomitmen untuk mendukung kesuksesan pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah acara internasional World Water Forum 2024,” katanya.

Guna mengantisipasi potensi lonjakan trafik komunikasi yang tinggi di sejumlah area dan lokasi penting, Telkomsel telah melakukan optimalisasi kapasitas dan kualitas jaringan di seluruh lokasi rangkaian kegiatan World Water Forum 2024 di Bali yang mencakup, venue utama Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) 1 dan 2, Bali International Convention Centre (BICC), dan Garuda Wisnu Kencana (GWK), serta 32 titik vital lainnya yang menjadi lokasi perhelatan World Water Forum 2024, seperti area penginapan, titik-titik transit transportasi seperti bandara hingga destinasi wisata.

Optimalisasi jaringan di Kawasan Nusa Dua, Ubud, GWK, dan sekitarnya yang telah dilakukan antara lain dengan meningkatkan cakupan dan kapasitas jaringan dan kualitas konektivitas 4G/LTE dan 5G di 344 site eksisting. Selain itu, Telkomsel juga menambahkan 8 BTS 4G/LTE dan 5 BTS 5G baru, serta memasang 7-unit Compact Mobile BTS (COMBAT), 13-unit BTS Easy Macro, dan 1-unit Massive MIMO selama berlangsungnya rangkaian World Water Forum.

Telkomsel telah menjamin ketersediaan beragam produk dan layanan digital unggulan untuk menunjang pengalaman digital para delegasi World Water Forum 2024 dengan menyiapkan pusat layanan pelanggan seperti booth di kedatangan internasional, media center, Registration Venue Nusa Dua Beach Hotel, GraPARI, dan Tourist Corner pada sejumlah titik lokasi seperti kawasan hotel para delegasi, kawasan mall, kawasan Nusa Dua, Garuda Wisnu Kencana, Ubud, hingga Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Titik layanan pelanggan akan siap melayani beragam kebutuhan seperti registrasi kartu, pembelian paket data, pembelian voucher fisik, isi ulang pulsa, pembelian modem Orbit dan layanan IndiHome, penukaran Telkomsel Poin, aktivasi eSIM, aktivasi jaringan 5G, serta aktivasi layanan digital lifestyle Telkomsel.

Selain itu, Telkomsel juga menghadirkan layanan Embedded Subscriber Identity Module eSIM Prabayar Tourist untuk para delegasi World Water Forum 2024 guna memberikan pengalaman digital yang seamless, mudah, dan praktis dalam mengakses seluruh jaringan Telkomsel tanpa perlu menggunakan kartu SIM fisik. Aktivasi dan pembelian eSIM Prabayar Tourist dapat dilakukan melalui GraPARI serta booth dan outlet Telkomsel.(r/bul)

Artikel lainnya….

Truk Pengangkut Sapi Qurban dari Bima ke Jakarta Terbakar di Tol di Jawa Tengah

NTB Protes, Penjualan Benih Lobster Diambil Alih KKP

Dipasangi Spanduk KPK, Pemilik Rumah Bakso Sampaikan Kondisi Sebenarnya

OJK Terbitkan Peraturan Perkuat Kelembagaan BPR/BPR Syariah

0
Dian Ediana Rae (Ekbis NTB/ist)

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 7 Tahun 2024 (POJK 7/2024) tentang Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR Syariah). Hal ini untuk mengakselerasi penguatan aspek kelembagaan industri BPR dan BPR Syariah sesuai amanat Undang Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, POJK 7/2024 ditujukan untuk terus mendorong agar BPR dan BPR Syariah dapat bertumbuh dan berkembang menjadi lembaga keuangan yang berintegritas, adaptif, dan berdaya saing serta diharapkan mampu berkontribusi dalam menyediakan layanan keuangan kepada masyarakat terutama pelaku usaha mikro dan kecil di wilayahnya.

“Ketentuan ini penting karena akan mengubah lanskap industri BPR dan BPR Syariah dalam menghadapi tantangan dan persaingan di masa mendatang. Penerbitan Peraturan OJK ini serta upaya penguatan yang dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BPR atau BPR Syariah,” kata Dian Ediana Rae dalam keterangan resminya Sabtu 18 Mei 2024 kemarin.

Menurut Dian, POJK ini merupakan upaya OJK untuk terus meningkatkan pengawasan secara optimal, mengingat berdasarkan hasil pengawasan, OJK menemukan beberapa kelemahan struktural termasuk fraud sehingga BPR atau BPR Syariah tersebut harus ditutup demi penyehatan sistem perbankan dan pelindungan konsumen.

POJK 7/2024 yang berlaku sejak diundangkan pada 30 April 2024 mengatur aspek kelembagaan BPR atau BPR Syariah mulai dari pendirian, kepemilikan, kepengurusan, jaringan kantor, penggabungan, peleburan, dan pengambilalihan, hingga pencabutan izin usaha atas permintaan pemegang saham.

POJK ini memuat sejumlah kebijakan strategis dalam rangka mengakselerasi penguatan aspek kelembagaan industri BPR dan BPR Syariah antara lain: kesempatan bagi BPR dan BPR Syariah untuk memperluas akses permodalan melalui aksi penawaran umum efek melalui pasar modal.

Kemudian kebijakan penggabungan, peleburan, dan pengambilalihan termasuk kewajiban konsolidasi bagi BPR dan BPR Syariah yang berada dalam kepemilikan Pemegang Saham Pengendali yang sama.

“Kebijakan tersebut diharapkan dapat secara cepat memperkuat permodalan, memastikan kecukupan infrastruktur teknologi informasi, memperkuat tools penerapan manajemen risiko dan tata kelola, sehingga dapat mendorong penguatan daya saing industri BPR dan BPR Syariah,” lanjutnya.

Kebijakan strategis lainnya dari lahirnya POJK ini yaitu semangat efisiensi lembaga jasa keuangan yang memperkenankan Lembaga Keuangan Mikro untuk melakukan aksi penggabungan dengan BPR atau BPR Syariah. Juga penyempurnaan aspek kelembagaan lain seperti jaringan kantor untuk mengakomodir arah pengembangan dan penguatan BPR dan BPR Syariah.

Kewajiban konsolidasi bagi BPR atau BPR Syariah grup tersebut wajib diselesaikan paling lama dua tahun sejak POJK ini berlaku bagi BPR atau BPR Syariah non-pemerintah daerah, dan paling lama tiga tahun sejak POJK ini berlaku bagi BPR atau BPR Syariah milik pemerintah daerah.

Dian Ediana Rae berharap POJK ini dapat meningkatkan level of playing field BPR dan BPR Syariah serta memperkuat kapasitas permodalan industri BPR dan BPR Syariah.

“OJK meyakini kebijakan konsolidasi BPR dan BPR Syariah dapat menjadikan industri lebih efisien dan semakin berkontribusi bagi perekonomian dan masyarakat,” tutupnya.(ris)

Artikel lainnya….

Pejagal Ingin Naikkan Harga Daging

Bapanas Minta Semua Pihak Optimal Serap Produksi Jagung Dalam Negeri

Maret 2024, Utang Pemerintah Sudah Mencapai Rp8.262,10 Triliun

Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha, TPID Lobar Kembali Gelar Pasar Murah

0
PASAR MURAH - Pj Bupati Lobar bersama TPID menggelar pasar murah untuk menekankan inflasi jelang Idul Adha (Ekbis NTB/her)

PEMERINTAH Kabupaten Lombok Barat (Lobar) berupaya mengendalikan inflasi harga jelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah/2024 Masehi. Langkah yang dilakukan Pemda melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yaitu dengan melaksanakan pasar murah di Desa Babusalam Kecamatan Gerung, Minggu 19 Mei 2024 kemarin.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pj Bupati Lobar H. Ilham, M.Pd, Pj Sekda H. Fauzan Husniadi, Asisten II Setda Lobar H.Lalu Najamudin, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian, para distributor dan masyarakat sekitar.

Pj Bupati H. Ilham mengatakan kegiatan ini sebagai langkah Sigap TPID Lobar dalam mengendalikan inflasi jelang pelaksanaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yaitu Idul Adha 1445 H. Hal ini diperlukan agar harga harga kebutuhan pokok tidak melambung tinggi jelang Idul Adha yang nantinya menyebabkan terjadinya inflasi.

“Melalui kegiatan operasi pasar ini sebagai langkah sigap dan antisipasi kita agar tidak terjadi kenaikan harga yang drastis sehingga inflasi dapat tetap terkendali” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfotik Lobar Ahad Legiarto menyampaikan kegiatan pasar murah TPID Lobar jelang Idul Adha ini dilaksanakan di empat titik, antara lain di Desa Pelangan Sekotong yang akan digelar Rabu 22 Mei 2024. Kemudian di Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar yang akan dilaksanakan Selasa, 28 Mei 2024. Selanjutnya kegiatan pasar murah di Desa Rumak Kecamatan Kediri Selasa 1 Juni 2024 dan pasar murah di Desa Babusalam Kecamatan Gerung pada Minggu 19 Mei 2024 kemarin.

Ia menyampaikan hal ini adalah salah satu langkah atau upaya konkret TPID dalam mengendalikan inflasi. Diharapkan dengan adanya pasar murah jelang hari raya Idul Adha 1445 H, harga kebutuhan pokok tidak melambung tinggi.

“TPID akan terus bergerak dan berupaya untuk mengendalikan inflasi di Lobar. Kita berharap dapat menjangkau semua wilayah sehingga inflasi di Lobar dapat dikendalikan” ujarnya.

Ahad menambahkan sejumlah strategi dan langkah sigap Lobar dalam mengendalikan inflasi antara lain mengelar operasi pasar murah, menggelar sidak di pasar dan distributor, melaksanakan kerjasama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan dan gerakan menanam cabai yang saat ini dilaksanakan di Sekretariat Daerah. Langkah sigap dan strategi ini diharapkan dapat mengendalikan inflasi harga di daerah ini.

Adapun barang dan kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah ini seperti beras, minyak goreng, telur, ikan, biskuit, mie instan dan kebutuhan pokok lainnya. (her)

Artikel lainnya….

Pj Wali Kota Bima : Akibat Menanam Jagung di Lereng, Kerugian Mencapai Rp2,2 Triliun

HNSI NTB akan Gugat UU Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Tata Kelola Lobster

Pengiriman Sapi ke Luar Daerah Tak Pengaruhi Stok Daging Segar di NTB

PLN Indonesia Power UBP Jeranjang Gelar Pelatihan Pembuatan NIB bagi UMKM

0
PELATIHAN - Peserta pelatihan pembuatan NIB bagi para pelaku UMKM desa Taman Ayu bersama pihak PLN Indonesia Power UBP Jeranjang dan pemateri. (Ekbis NTB/ist)

DALAM upaya mendukung pemberdayaan ekonomi lokal, PLN Indonesia Power UBP Jeranjang menyelenggarakan pelatihan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Taman Ayu. Kegiatan yang berlangsung Minggu 19 Mei 2024 di PLN Indonesia Power UBP Jeranjang tersebut melibatkan belasan pelaku UMKM binaan PLN Indonesia Power UBP Jeranjang.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber berkompeten, yaitu Ir. Muhammad Jumatim, seorang Analis Kebijakan Ahli Madya dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lombok Barat. Dalam sesi pelatihan tersebut, Muhammad Jumatim memberikan penjelasan mendetail tentang pentingnya memiliki NIB bagi para pelaku UMKM.

“NIB adalah identitas usaha yang sangat penting untuk legalitas dan pengembangan usaha. Dengan memiliki NIB, pelaku UMKM bisa mendapatkan berbagai kemudahan, seperti akses permodalan, pelatihan, dan berbagai program pemerintah lainnya,” ujar Muhammad Jumatim.

Ia juga langsung memandu praktIk langsung proses pendaftaran NIB terhdap para peserta secara online. Mulai dari langkah demi langkah, sehingga mereka bisa memahami dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut dengan mudah.

“Proses pembuatan NIB sekarang sudah sangat mudah dan cepat dengan adanya sistem OSS (Online Single Submission). Kami berharap, setelah pelatihan ini, semua peserta bisa langsung mempraktikkan dan mendapatkan NIB untuk usaha mereka,” tambahnya.

Pelatihan yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana para peserta aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai aspek legalitas dan pengembangan usaha.

Beberapa peserta bahkan langsung mencoba mendaftarkan usaha mereka untuk mendapatkan NIB dengan bimbingan langsung dari narasumber.Diharapkan, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya legalitas usaha tetapi juga memberikan dorongan positif bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian lokal.(Her)

Artikel lainnya….

Bank NTB Syariah Cabang Masbagik Gencarkan Program Berantas Rentenir dengan Mawar Emas

Polri Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp19,2 Miliar

Pj Wali Kota Bima : Akibat Menanam Jagung di Lereng, Kerugian Mencapai Rp2,2 Triliun

Realisasi PAD Lobar, Dinas PU dan Dislutkan Paling Rendah

0
Data Realisasi PAD Tiap OPD di Lobar per 30 April 2024

PEMKAB Lombok Barat (Lobar) baru mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp116 miliar lebih atau 30,4 persen dari target Rp380,6 miliar bersumber dari Non BLUD dan BLUD. Untuk non BLUD baru mencapai 28 persen lebih.

Dari 14 OPD penghasil PAD, dua OPD yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Pertanian dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) paling rendah realisasinya hanya 2-3 persen.

Dari data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lobar, hingga per 30 April 2024 khusus non BLUD dari target Rp181,2 miliar baru terealisasi Rp52,1 miliar atau 28,77 persen. Dibanding tahun lalu pada periode yang sama terdapat peningkatan. Dirinci capaian masing-masing OPD, yang paling tinggi menyetor PAD BPKAD dari target Rp20,8 miliar terealisasi Rp17,9 miliar atau 86,5 persen. Kemudian, Dikes dari target Rp120 juta dicapai Rp47 juta lebih atau 39 persen.

DLH dari target Rp3,9 miliar sudah direalisasikan Rp1,29 miliar lebih atau 33 persen. Disnaker, dari target Rp300 juta terealisasi Rp92 juta lebih atau 30 persen. Dispora baru terealisasi 24 persen. Kemudian Bapenda dari target Rp139 miliar lebih baru tercapai Rp31,9 miliar lebih atau 22,7 persen. Kemudian Dinas Penanaman Modal pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dari target Rp 4,2 miliar, mampu direalisasikan Rp824 juta lebih atau 19,2 persen.

Sedangkan OPD yang paling rendah realisasinya, di antaranya Dinas PUTR, dari target Rp750 juta baru terealisasi Rp3.300.000. Dislutkan baru mencapai hanya 2 persen atau Rp4.500.000 dari target Rp200 juta. Dinas Pertanian dari target Rp510 juta baru direalisasikan Rp17 juta atau 3,4 persen. Dishub dari target Rp5,1 miliar baru direalisasikan Rp386 juta atau 7,5 persen. OPD yang paling rendah selanjutnya, Dikbud dari target Rp150 juta baru direalisasikan Rp12 juta lebih atau 8,2 persen.

Kepala Bapenda Lobar H. Muhammad Adnan mengatakan, untuk realisasi Bapenda jelasnya terdapat peningkatan dari sebelumnya. “Per tanggal 15 Mei, realiasi kami (Bapenda) 22,79 persen,”kata Adnan pekan kemarin.

Realisasi PAD Bapenda ini akan meningkat pekan depan, karena PPK dari PLN akan masuk Rp2,8 miliar. Belum lagi yang lain-lain. Yang masih rendah hiburan dan sarang burung walet serta PBB. Pihaknya sudah menyebar SPPT PBB untuk bayar pajak, batas waktu jatuh tempo per September. “Tapi teman-teman terus bergerak,” ujarnya.

Pihaknya turun menagih melihat waktu, ketika warga panen dan setelah musim haji ini. Warga biasanya akan membayar. Diakui, PBB ini tak ada sanksi bagi warga yang tak bayar. Sebab di aturan tidak boleh diberlakukan sanksi.”Ndak ada sanksinya,” ujarnya. (her)

Artikel lainnya….

Astra Motor NTB Umumkan Para Pemenang Kontes Layanan Honda Regional NTB 2024

Kolaborasi dengan Polda NTB, Ikhtiar APJII Bali Nusra Wujudkan Internet Berkualitas dan Aman

Womenpreneur Day 2024 Akan Digelar Lagi, Ada Bazar UMKM, Inspirasi Bisnis Hingga Kajian Islam Bersama Umi Pipik