Home Blog Page 739

Pemkab Sumbawa Perjuangkan Program SPAM Ai Ngelar

0
Nampak Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah saat melakukan konsultasi terkait program SPAM Ai Ngelar ke Dirjen Sumber Daya Air dan Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),(ekbisntb.com/ist)

Sumbawa Besar(ekbisntb.com) – Pemkab Sumbawa, akan terus memperjuangkan pemenuhan sarana air bersih melalui Sistem Penyiapan Air Minum (SPAM) Ai Ngelar yang ditaksir menelan anggaran sekitar Rp34,8 miliar.

“Kami bersama pak Bupati sudah berkonsultasi ke Dirjen Sumber Daya Air dan Cipta Karya untuk mendorong program SPAM Ai Ngelar ini bisa segera terwujud,” kata Kepala Bagian Pembangunan Setda Sumbawa, H. Yudi Patria Negara, Jumat 5 Juli 2024.

Yudi menjelaskan, program ini dihajatkan untuk memenuhi ketersediaan air baku bagi masyarakat. Sehingga air baku di beberapa wilayah seperti Kecamatan Sumbawa, Moyo Hulu, Unter Iwes, Labuhan Badas dan Samota bisa terlayani.

“Saat ini rencana SPAM Ai Ngelar ini sudah kita konsultasikan ke Dirjen bersama pak Bupati sedangkan untuk data dukung sudah mencapai 100 persen,” ujarnya.

Jika program SPAM Ai Ngelar ini terwujud lanjutnya, maka akan ada sekitar 4000 sambungan rumah yang akan terlayani nantinya. Apalagi saat ini banyak sekali muncul perumahan baru terutama di wilayah Samota yang akan terlayani semua jika program ini terwujud.

“Jadi, SPAM Ai Ngelar ini kita prediksi akan menghasilkan air bersih berkapasitas 100 liter per detik. Itu artinya tidak akan ada lagi wilayah di Sumbawa yang mengalami krisis air,” terangnya.

Seraya menambahkan, untuk air baku yang ada di Ai Ngelar akan ditampung untuk menambah distribusi jaringan air dan pipa sambungan rumah di dalam kota dan daerah Samota. Tentu, jaringan ini merupakan jaringan baru dan tidak mengganggu jaringan yang ada sebelumnya.

“Kita akan membangun jaringan baru dengan memanfaatkan elevasi daripada topografi kawasan kita agar bisa mengalirkan tersebut,” sebutnya.

Dia pun meyakinkan, jaringan baru ini sangat berbeda dengan jaringan yang ada sebelumnya (Semongkat). Jaringan itu langsung dari bendungan Semongkat, sementara untuk Ai Ngelar ini berada di Kecamatan Moyo Hulu sehingga jaringannya juga berbeda.

“SPAM Ai Ngelar kita harapkan segera terwujud untuk menambah kapasitas ketersediaan air dari Rumah sakit ke wilayah timur dan dalam kota,” tukasnya. (ils)

Disparpora KSB Dapat Hibah Bangunan di Bendungan Tiu Suntuk

0
Kepala Disparpora KSB, Nurdin Rahman saat meninjau bendungan Tiu Suntuk baru-baru ini(ekbisntb.com/bug)

Taliwang (ekbisntb.com) – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat menyatakan telah memperoleh hibah bangunan di lokasi bendungan Tiu Suntuk dari pemerintah pusat.

Bangunan itu berupa dua unit rumah yang sebelumnya digunakan oleh pengawas selama proses pembangunan bendungan di kecamatan Brang Ene itu.

“Kita sudah resmi sebagai pemiliknya untuk dua bangunan di bendungan (Tiu Suntuk) itu,” kata kepala Disparpora KSB, Nurdin Rahman, Kamis 4 Juli 2024.

Nurdin menjelaskan, kondisi kedua bangunan rumah itu masih sangat baik. Rencananya, pihaknya kemudian akan mengelolanya sebagai fasilitas penginapan untuk menarik wisatawan datang ke bendungan terbesar kedua di KSB tersebut.

“Rencana kita sementara mau jadikan penginapan. Tapi fiksnya nanti kita finalkan,” ujarnya.

Bendungan Tiu Suntuk menurut Nurdin, kini menjadi destinasi wisata baru yang banyak digemari masyarakat KSB. Jaraknya yang dekat membuat pengunjung dapat datang kapan saja.

“Tidak seperti (bendungan) Bintang Bano. Tiu Suntuk dekat dengan pemukiman warga sehingga biar sore hari tetap ramai yang datang,” paparnya.

Memiliki aset bangunan di bendungan Tiu Suntuk, Disparopra KSB pun sangat bersemangat untuk segera mengelola potensi wisata fasilitas irigasi tersebut.

Nurdin menyebut, saat ini telah dibentuk sebuah UPTD yang ditugaskan mengelola pariwisata bendungan Tiu Suntuk dan Bintang Bano. “Kita akan fokus dulu di Tiu Suntuk karena kita punya aset di sana,” katanya.

Baik bendungan Tiu Suntuk maupun Bintang Bano, dikatakan Nurdin, untuk improvisasi pengembangan pariwisatanya sangat banyak. Tidak saja bendungan itu sendiri, tapi ada beberapa spot di luar kawasan bendungan yang bisa dikembangkan sebagai destinasi baru.

“Mau buat tempat pemancingan, camping ground, wisata arung jeram juga bisa,” klaimnya.

Banyaknya potensi wisata yang dimiliki oleh kedua bendungan itu, pihaknya kata Nurdin pun kini tengah menyusun rencana pengembangan. Pihaknya akan memulai dari spot-spot wisata yang mudah dieksekusi terlebih dahulu.

“Karena bicara pengembangan kan imbasnya ke anggaran pastinya. Jadi kita akan menggagas yang low budget dulu,” tukasnya seraya menambahkan pihaknya menjajal bantuan pihak ketiga agar rencana pengembangan wisata bendungan Tiu Suntuk dan Bintang Bano dapat berjalan lancar.

“Semua rencana pengembangan destinasi wisata yang kita miliki termasuk dua bendungan itu sudah kami komunikasikan dengan PT AMMAN. Kami minta perusahaan itu turut mendukung upaya kami,” imbuh mantan kepala Dinas Koperindag KSB ini.(bug)

Shell Eco-marathon 2024, Tim Indonesia Kuasai Kategori Urban Concept

0
Tim Weimana Agnijaya Universitas Udayana (Unud) melakukan selebrasi setelah keluar sebagai juara di salah satu kategori Urban Concept ajang Shell Eco-marathon, Jumat 5 Juli 2024. (ekbisntb.com/ist)

Praya (ekbisntb.com) – Tim-tim Indonesia berhasil tampil dominan pada babak final ajang Shell Eco-marathon Asia Pasific-Timur Tengah 2024 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit untuk kategori Urban Concept, Jumat 5 Juli 2024. Dengan menjuarai tiga subkategori yang ada. Tim-tim tersebut selanjutnya akan bertanding kembali di babak grandfinal. Untuk memperebutkan status juara regional Asia Pasific dan Timur Tengah di ajang Shell Eco-marathon tahun ini.

Pada subkategori Internal Combustion Engine (ICE) ITS Team Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember tampil jadi yang terbaik. Setelah kendaraan rancanganya mampu menembus jarak 481,9 km untuk satu liter bahan bakar. Capaian tersebut sekaligus mengulangi pencapaian yang sama pada ajang serupa tahun 2023 lalu.

Pada subkategori baterai elektrik Tim Weimana Agnijaya dari Universitas Udayana (Unud) sukses menjadi juara pertama untuk yang pertama kalinya. Unggul dari tim Universitas Brawijaya dan Universitas (Indonesia). Pada sukategori ini, kendaraan Tim Weimana Agnijaya sukses menembus jarak 189,4 km untuk satu Kwh yang digunakan.

Sementara di subkategori Hydrogen Fuel Cell, tim Semar Urban Universitas Gajah Mada (UGM) menjadi juara tunggu. Dengan jarak tempuh mencapai 177,9 km per m3-nya. “Tahun ini, kami melakukan beberapa perbaikan untuk transmisi dan badan kendaraan,” ungkap Manajer Tim ITS Team Sapuangin Institut Teknologi Sepuluh Nopember Raihan Naufal Hafizh.

Di antaranya, mengganti beberapa bagian kendaraan dari bahan metal menjadi carbon fibre. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi berat kendaraan. Sehingga mampu mengurangi asupan energy. “Kami juga membuat sistem telemetri untuk memantau kondisi dan perkembangan kendaraan,” imbuh.

Terpisah, Bayu Saputra selaku Manajer Tim Weimana Agnijaya Universitas Udayana, mengatakan pihaknya melakukan peningkatan pada sistem pengereman untuk jarak tempuh kendaraan yang lebih jauh. Kemudian menambah lapisan tambahan pada kendaraan untuk mengelola suhu panas secara efektif.

Pihaknya berharap bisa melampaui catatan skor tahun yang lalu pada babak grandfinal nantinya. “Kamis senang bisa maju ke regional championship dan kami berharap dapat melampaui skor tahun lalu” ujarnya.

Sebelumnya, Paul Johnson, Shell Eco-marathon Technical Director mengakui dari secara kualitas dan kemampuan teknis, tim-tim dari Indonesia yang ikut berpatisipasi pada ajang Shell Eco-marathon tahun ini cukup mumpuni. Dengan kata lain punya peluang besar menjadi juara. “Tapi nanti akan kita lihat hasilnya pada babak grandfinal,” terangnya. (kir)

Persiapkan Kemandirian Anak Sebelum Masuk Ke Sekolah Dasar

0
Ilustrasi Tumbuh Kembang anak (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Psikolog anak dan keluarga Samanta Elsener dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menyatakan bahwa kemandirian seorang anak perlu disiapkan oleh orang tua sebelum mengirimnya masuk ke Sekolah Dasar (SD).

“Usia ideal bagi anak masuk SD tergantung dari tiap anak. Ada anak yang idealnya usia 6 tahun atau 7 tahun, ini dilihat dari kesiapannya baik secara kognitif, perilaku dan psikososialnya pada tiap anak,” kata Samanta saat dihubungi di Jakarta, Jumat 5 Juli 2024.

Samanta menuturkan kemandirian pada diri anak dapat mulai dibangun sejak sebelum berangkat ke sekolah. Orang tua dapat mulai mengajarkan anak untuk memakai sepatunya sendiri, mengganti baju dan pergi ke kamar mandi bila ingin buang air.

Terkait dengan pembekalan diri, orang tua dapat meminta anak untuk menghafal nomor telepon rumah, nama orang tua dan alamat rumah sebagai bentuk antisipasi bila terjadi hal-hal buruk selama berpisah dari orang tua dalam jangka waktu yang cukup lama.

Selain kemandirian, hal lain yang patut dipersiapkan adalah kemampuan kognitif anak yang perlu dilatih supaya ia lebih nyaman belajar di sekolah.

“Kemampuan kognitif yang perlu dilatih adalah tentang pengelompokan benda atau bentuk, mampu membedakan mana yang sama atau berbeda, mampu mendengarkan orang lain saat bicara dan bicara secara bergantian, tidak memotong pembicaraan orang lain dan mau berbagi mainan dengan teman,” ujarnya.

Menurutnya pembentukan karakter dan kemampuan tersebut akan membantu anak lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan dan memahami instruksi yang diberikan oleh para guru serta tenang selama waktu pembelajaran dilaksanakan.

“Kemandirian itu bisa menghindarkan anak dari dampak buruk bila masuk SD sebelum usianya yang ideal. Misalnya, anak jadi malas belajar, banyak keluhan dari guru dan membuat anak merasa tertekan, sehingga berpotensi risiko prestasi belajarnya kurang bagus,” ujar Samanta.(Ant)

Kenali Risiko Tingginya Kolesterol Jahat Dan Cara Mencegahnya

0
Ilustrasi Makanan Berkolestrol (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL) merupakan momok bagi masyarakat karena menimbulkan dampak buruk untuk kesehatan dan menjadi pemicu berbagai penyakit.

Kolesterol jahat yang tinggi ditandai dengan kandungan lemak lebih tinggi dibandingkan proteinnya. Bahayanya, LDL tinggi dengan kadar lebih dari 250mg/dL dapat menjadi faktor risiko beragam penyakit seperti kardiovaskular, stroke, dan diabetes melitus.

Gejala kolesterol jahat bisa berbeda-beda pada tiap individu. Kendati demikian, gejala umum yang ditimbulkan antara lain kesemutan pada bagian tangan dan kaki, nyeri pada dada, sakit kepala, mudah lelah dan ngantuk yang bisa membuat tubuh seolah “low-batt” saat beraktivitas.

Di sisi lain, kolesterol jahat bisa dihindari dengan mengubah pola hidup, antara lain:

Kurangi makanan tinggi lemak

Lemak seperti olahan susu, butter dan daging yang tidak diolah dengan tepat jadi pemicu utama kolesterol jahat tinggi. Maka mulailah kurangi makanan berlemak.

Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat, antioksidan tinggi serta rendah gula dan kolesterol.

“Contoh makanannya ya seperti oatmeal, beras merah, sayuran, daging rendah lemak, biji-bijian, dan tanaman herbal yang punya antioksidan tinggi seperti curcumin,” ujar dr Doddy Rizqi Nugraha, Sp.PD dalam siaran resmi pada Jumat.

“Cara olahnya kalau bisa direbus atau dikukus, dan hindari menggoreng dengan minyak yang sudah dipakai berkali-kali,” kata dokter spesialis penyakit dalam itu.

Jauhi merokok dan alkohol

Zat yang terkandung dalam alkohol dan rokok dapat menghambat perjalanan kolesterol ke hati. Hal itu membuat adanya penumpukan pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Gunakan herbal penurun kolesterol

Selain menghindari pantangan, Anda juga disarankan memperbanyak asupan suplemen penurun kolesterol, misalnya yang mengandung curcumin sebagai senyawa aktif pada temulawak yang terdapat pada Helmig’s Curcumin Tablet Forte.

Curcumin mengandung antioksidan tinggi yang terbukti dalam banyak penelitian mampu menurunkan kolesterol, meningkatkan high density lipoprotein (HDL, kolesterol baik) dan menurunkan LDL (kolesterol jahat).

Anda juga perlu mempertimbangkan suplemen penurun kolesterol yang sudah terstandarisasi dan terukur kadar ORAC Score (Oxigen Radical Absorbance Capacity), semakin besar nilai ORAC maka semakin tinggi daya antioksidannya.

Curcumin juga berperan besar dalam proses menekan perkembangan sel kanker, menjaga kondisi tetap fit setelah kemoterapi, mencegah sembelit, sebagai anti-aging, obat hepatitis, serta membantu mencegah badai sitokin (gangguan karena adanya respons imun tubuh yang kurang baik atau berlebihan).(Ant)

OJK cabut izin usaha Kresna Life

0
Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK Aman Santosa(ekbisntb.com/ant))

Jakarta (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) karena tidak mampu melakukan penyehatan keuangan perusahaan dan untuk mencegah bertambahnya calon konsumen baru yang dirugikan.

“Sebelum melakukan pencabutan ijin usaha, OJK telah memberikan kesempatan perbaikan cukup panjang untuk mendorong Kresna Life segera memperbaiki kondisi keuangannya,” kata Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK Aman Santosa di Jakarta, Jumat 5 Juli 2024.

OJK telah memberikan waktu yang cukup kepada direksi maupun pemegang saham untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan. Namun Kresna Life tidak mampu memenuhi rasio solvabilitas sesuai ketentuan dan tidak dapat menutup defisit keuangan melalui setoran modal oleh pemegang saham pengendali (PSP) atau mengundang calon investor.

Ia menuturkan bahwa langkah pencabutan izin usaha PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) serta pemberian Perintah Tertulis kepada pihak-pihak tertentu pada 23 Juni 2023 sudah berdasarkan pada peraturan pengawasan yang tepat dan juga bertujuan untuk melindungi konsumen dari kerugian yang semakin besar serta untuk mencegah bertambahnya masyarakat calon konsumen baru yang dirugikan.

Pencabutan izin usaha Kresna Life telah didahului oleh proses pengawasan OJK dalam waktu yang cukup panjang dengan pemeriksaan langsung maupun tidak langsung, yang menemukan adanya konsentrasi investasi dana asuransi Kresna Life pada saham-saham yang dinilai terafiliasi grup Kresna dan pencatatan kewajiban yang lebih kecil dari seharusnya yang menyebabkan rasio solvabilitas (risk based capital) lebih rendah dari ketentuan.

OJK juga secara konsisten menerbitkan sanksi-sanksi untuk setiap jenis pelanggaran ketentuan yang terjadi secara bertahap.

Dari hasil pemeriksaan, PSP Kresna Life tidak mengeluarkan dana segar untuk menyehatkan perusahaan. Pembayaran kepada pemegang polis yang diklaim sebagai bukti tanggung jawab pemegang saham berasal dari aset Kresna Life yang telah ada.

Upaya penyehatan dengan menawarkan konversi kewajiban pemegang polis menjadi pinjaman subordinasi (Subordinated Loan/SOL) yang disampaikan dalam Rencana Penyehatan Keuangan tidak dapat dilaksanakan karena terdapat sebagian besar pemegang polis yang menolak dan tidak adanya perjanjian konversi SOL yang sudah diaktanotariilkan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, hasil analisis atas program konversi SOL yang disampaikan Kresna Life ke OJK menunjukkan masih adanya defisit yang harus ditutup dengan tambahan modal dari PSP. Namun permintaan OJK kepada PSP untuk menutup perkiraan sisa defisit setelah program konversi SOL dijalankan, tidak pernah dipenuhi.

Pada faktanya, program SOL yang ditawarkan oleh direksi bukan subordinate loan yang pada umumnya merupakan pinjaman dari pemegang saham untuk memperbaiki kesehatan keuangan perusahaan bermasalah.

Apabila program konversi SOL yang ditawarkan Kresna Life terlaksana, kedudukan hukum pemegang polis jatuh tempo yang berhak atas pembayaran manfaat (klaim) asuransi akan menjadi pemberi dana segar yang masuk yang seharusnya menjadi tanggung jawab PSP untuk menyehatkan perusahaan.

Atas rencana program SOL yang ditawarkan Kresna Life, OJK telah berupaya memberikan pemahaman kepada perwakilan pemegang polis bahwa kedudukan dan hak pemegang polis dengan pemegang SOL atas aset Kresna Life berbeda, di mana pemegang polis memiliki prioritas yang lebih tinggi, sementara pemegang SOL secara hukum disejajarkan dengan pemegang saham, yaitu sebagai pihak yang paling akhir memiliki hak atas aset perusahaan dalam likuidasi.

Adapun pemberian perintah tertulis merupakan kewenangan OJK yang memerintahkan pihak-pihak tertentu untuk mengganti kerugian kepada Kresna Life yang disebabkan oleh tindakan pihak-pihak tertentu tersebut. Penerbitan perintah tertulis merupakan salah satu upaya OJK untuk melindungi konsumen, karena adanya indikasi tindakan pihak tertentu yang menyebabkan terjadi kerugian pada Kresna Life.

Mengenai putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta atas hasil banding OJK terhadap gugatan PT Duta Makmur Sejahtera dan Michael Steven, OJK menyatakan menghormati keputusan tersebut dan akan menempuh upaya hukum selanjutnya dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.(Ant)

Komunitas Petani Milenial Siap Lanjutkan Estafet Membangun Sektor Pertanian NTB

0
Yudistira (ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Komunitas Petani Milenial hadir sebagai wadah untuk merespon krisis regenerasi petani di Provinsi NTB. Meskipun stigma profesi petani masih dianggap sebagai pekerjaan kasar.

Tidak seperti profesi lain yang lebih menjanjikan masa depan, Petani Milenial memandang bahwa, sektor pertanian menjadi sebuah pekerjaan yang bisa dipetik hasil akhirnya di kemudian hari.

Yudistira, Pendiri Komunitas Petani Milenial NTB mengakui, saat ini generasi muda lebih banyak yang terjun ke dunia politik. Sedangkan sektor pertanian adalah sektor potensial dan perioritas di provinsi ini. Namun, kontribusi anak muda masih sangat minim. Ia mencoba melirik generasi milenial maupun generasi Z untuk mencoba masuk ke dunia pertanian, meskipun sebagian besar latar belakang mereka tidak dari sektor pertanian.

“Contohnya saya dari background pendidikan, enggak sinkron bahkan enggak balance banget kalau masuk ke pertanian,” katanya.

Saat ini, jumlah anggota Komunitas Petani Milenial yang tergabung, kurang lebih 200 orang di seluruh Provinsi NTB. Baik dari kalangan mahasiswa, pasca sarjana, dan petani muda yang sudah mulai bertani.

Yudistira menyebutkan empat langkah yang akan menjadi program kerja utama petani milenial, yaitu program eksplorasi, yang mana program ini terfokus pada program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas SDM, baik pengurus petani milenial dan para petani pada umumnya. Pun bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang teknologi, seperti teknik modernisasi dalam bertani.

Kemudian yang kedua yaitu, program Balai Agro. Program ini semacam pendampingan ketika ada permasalahan di petani. Mereka akan memberikan pendampingan berupa edukasi, pelatihan, dan apapun yang terkait tentang kebutuhan mereka.

Selain itu, terdapat program Festival Tani Raya, yang mana muatannya seperti bisnis matching. Sehingga, petani-petani di NTB mampu mengekspor atau pun memamerkan apa yang menjadi hasil produk dari hasil pertanian.

“Jadi, kita undang stake holder terkait bahkan investor-investor yang akan menjadi pasaran-pasaran hasil produk dan sebagainya, atau pun yang akan diolah ke industri yang lebih terbarukan,” jelasnya.

Program terakhir yang ditawarkan berupa Database Agropeta. Program ini terfokus pada data-data di sektor agro, seperti pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, kelautan hingga kehutanan. Ia berharap, ini akan memudahkan peneliti untuk melakukan penelitian di sektor agro. Nantinya, mereka akan menggandeng pemerintah, NGO, BUMD dan sebagainya untuk mendapatkan sumber data tersebut.

“Dan Alhamdulillah, sejak beberapa bulan terakhir komunitas ini terbentuk, kami mendapatkan respon yang sangat bagus dari beberapa lembaga yang kami datangi seperti Bank BCA, Bank NTB, Dinas pertanian, OJK, Bank Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan program tambahan seperti aksi hijau, semacam penanaman atau pun penghijauan. Kemudian Family Gathering, yang akan menjadi evaluasi jangka panjang dan jangka pendek nantinya.

Petani Milenial pada dasarnya terfokus pada lima sektor yaitu, pertanian, peternakan, kehutanan, perkebunan dan kelautan. “Untuk saat ini, karena kita masih menggarap, jadi fokus ke satu sektor saja yaitu pertanian,” jelasnya.

Ia beharap, para petani milenial yang sudah tergabung dan yang akan menjadi anggota ke depannya, untuk tetap menjaga semangat. “Jangan pernah menganggap hal ini sebagai hal bodoh atau gila. Kita percaya bahwa yang kita mulai hari ini adalah yang Insha Allah akan kita panen di masa depan nanti,” pungkasnya. (Ulf)

Kadisnakertrans NTB : 75 Persen Tenaga Kerja Lokal “Low Skill” Terlibat di Sektor Tambang

0
Putu Gede Aryadi(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Putu Gede Aryadi menyampaikan perspektif tentang tenaga kerja lokal dan tenaga kerja luar NTB dalam konteks proyek tambang PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat.
Keberadaan tambang, khususnya proyek yang sebelumnya dikelola oleh PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) ini terus menjadi perhatian. Terutama soal tenaga kerjanya. Mengingat, hal ini sangat berkaitan langsung dengan dampak tambang terhadap perekonomian daerah.
Gede Aryadi menyampaikan, secara keseluruhan yang terkait dalam kegiatan proyek tambang AMNT, terdapat sebanyak 29 ribu jumlah tenaga kerja (termasuk tenaga kerja sub kontrak), 40 persen adalah lokal NTB, 60 persen nasional, 734 orang pekerja Asing, dan 26 orang keluarga pekerja asing “Yang dilaporkan 40 persen adalah pekerja skill, artinya dengan keahlian tertentu yang diandalkan. Tetapi kalau bicara pekerja keseluruhan dengan mitra bisnis PT. AMNT, termasuk pekerja low skill (keterampilan rendah) adalah 70- 75 persen adalah pekerja lokal,” katanya, Jumat 5 Juli 2024.
Gede Aryadi menambahkan, di Kabupaten Sumbawa Barat sendiri terdapat Peraturan Daerah untuk perlindungan pekerja lokal, proses rekrutmennya juga melibatkan Pemda KSB.
“Karena ketika bakat dan minat serta kompetensinya (calon pekerja) tidak sesuai, maka tidak bisa dipaksakan,” tambahnya.
Menurutnya, dalam konteks ketenagakerjaan, tidak bisa dilihat hanya dari sisi komposisi tenaga kerja lokal yang dilibatkan. Jika semua daerah menutup diri terhadap pekerja dari luar, menurutnya, betapa bahayanya warga NTB yang punya kompetensi ingin bekerja diluar daerah, tetapi karena daerah lain juga menutup diri seperti pemikiran lokalitas, maka akan jadi masalah.
“Bekerja adalah hak dan pilihan, sehingga warga kita bebas memilih mau dan mampu bekerja dimana saja. Yang kita lakukan adalah mempersiapkan mereka dan menfasilitasi untuk bisa bekerja sesuai kompetensinya,” kata Gede Aryadi.
Gede juga menyampaikan, sebagaimana yang disampaikan Bupati Sumbawa Barat, H. W Musyafirin, jumlah total karyawan di PT. AMNT saat ini adalah sebanyak 2.916 orang. Dari jumlah tersebut, karyawan yang merupakan putra putri KSB sebanyak 1.538 orang (52,74%). Sementara karyawan dari kabupaten/kota lainnya di NTB sebanyak 611 orang (20,95%), dan karyawan nasional atau yang berasal dari luar NTB sebanyak 767 orang (26,30).
“Kita hrs lihat komposisi pekerja di 637 perusahaan mitra bisnis PT. AMNT serta harus diidentifikasi kebutuhan jabatan atau skill yang ada di perusahaan tersebut. Kebutuhan skill jabatan tersebut harus kita siapkan bersama. Makanya kita tidak boleh melihat secara parsial penempatan pekerja ini, apalagi mengeneralisir harus pekerja lokal. Ini tanggung jawab bersama, pemerintah, perusahaan, masyarakat dan stakeholder terkait,” kata Gede Aryadi.
Dinas Nakertrans NTB sendiri terus menyiapkan tenaga skill sektor tambang, bersama puluhan lembaga pelatihan lainnya. Sejak dua tahun lalu, Disnakertrans NTB juga aktif berkoordinasi dengan PT.AMNT dan mitra bisnisnya. Termasuk mendukung penyiapan SDM skill “Sejak jadi Kadisnaker, saya aktif koordinasi dengan kabupaten, dan mitra bisnis di sana terkait kebutuhan tenaga kerjanya. Disana juga sudah kami bentuk forum komunikasi lembaga pelatihan kerja dengan para mitra bisnis PT.AMNT,” demikian Gede Aryadi.(bul)

Krisis Air di Gili Meno, GNE Siap Beroperasi Kembali dengan Catatan

0
Ilustrasi krisis air (ekbisntb.com/dok)

Mataram (ekbisntb.com) – PT. Gerbang NTB Emas (GNE) menyatakan kesiapannya untuk kembali beroperasi bersama PT. Berkat Air Laut (BAL) dalam melayani penyediaan air bersih di Gili Meno, Kabupaten Lombok Utara. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama PT. GNE, Muhammad Ihsanul Wathony, di Mataram pada Jumat 5 Juli 2024.

Terhentinya layanan air bersih di Gili Meno berawal dari persoalan izin operasi yang dihadapi PT. GNE dan PT. BAL. Kedua perusahaan tersebut mendapat sorotan dari sejumlah pihak karena dianggap tidak memiliki izin resmi. Masalah ini kemudian bereskalasi ke ranah hukum, dan saat ini pucuk pimpinan PT. BAL dan PT. GNE tengah ditahan menunggu proses pengadilan.

Di sisi lain, desakan agar layanan air bersih segera kembali beroperasi datang dari berbagai pihak, terutama dari rumah tangga dan pengusaha di Gili Meno yang selama ini bergantung pada air bersih dari PT. BAL dan PT. GNE.

Muhammad Ihsanul Wathony menegaskan bahwa statusnya saat ini di GNE adalah Plh, yang akan berlangsung hingga adanya keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mengenai penetapan pimpinan definitif untuk PT. GNE.

“Saya belum berani mengambil kebijakan apapun. Karena memang, kami ini hanya Plh menunggu RUPS. Toh juga kepengurusan yang sekarang sudah habis periodesasinya tidak tahu apakah dilanjutkan atau tidak, saya tak berani berkomentar lebih jauh dengan kewenangan terbatas yang kami miliki,” jelasnya.

Ihsanul menambahkan, jika ada arahan dari pemerintah atau pemegang saham untuk melayani kembali air bersih di Gili Meno, pihaknya siap mengikutinya.

“Kalau Gubernur perintah kita siap, sampai hari ini belum ada arahan tersebut, jadi selebihnya kami tak berani komentar terlalu jauh,” terangnya.

Namun, kepastian harus didapat terlebih dahulu mengenai siapa yang menjamin bahwa operasional PT. BAL dan PT. GNE di Gili Meno tidak akan menghadapi masalah hukum serupa di masa mendatang seperti yang terjadi saat ini.

“Kita sebenarnya sangat prihatin dengan kondisi air di Gili Meno, bahkan teman-teman di Gili Meno sudah kontak kami, tapi jawaban kami sama, bahwa kami tidak berani untuk melakukan aktivitas kembali di sana. Sebelum ada yang memastikan, tidak ada persoalan hukum di kemudian hari,” lanjutnya.

Saat ini, PT. GNE belum bisa berbuat banyak terkait krisis air bersih di Gili Meno karena kekhawatiran akan adanya persoalan hukum yang berulang. Ichan berharap PT. GNE bersama PT. BAL bisa melayani kembali air bersih di Gili Meno karena ini adalah kebutuhan dasar masyarakat.

“Pada prinsipnya, PT. GNE adalah anak kandung dari pemerintah, yaitu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam hal ini Pemprov NTB. Kalau ada yang tanyakan apakah kami siap beroperasi di Gili Meno? Selama ada jaminan tidak ada persoalan hukum kemudian hari, dan ada perintah langsung dari pemegang saham pengendali, kami akan bicara kembali dengan PT. BAL. Karena yang punya mesin dan alat serta instalasi itu PT. BAL,” ujar Ichan menutup pernyataannya.(bul)

Penertiban Lahan HPL Dusun Kuta untuk Pengembangan KEK Mandalika

0
“Luasnya tiga are dan orang tua saya saat itu membayar tanah ini ke H Djamil yang menjabat sebagai pimpinan di PT Rajawali sampai PT LTDC,” katanya. (ant)

Praya (ekbisntb.com) -Kepala Dinas Pariwisata(Dispar) Lombok Tengah, Lalu Sungkul  menyebutkan penertiban lahan dikuasai warga di HPL 13 Dusun Kuta, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, oleh PT Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) untuk pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika.

“Penataan itu sangat penting, terlebih KEK Mandalika merupakan kawasan khusus yang tentu harus dikelola dengan baik,” kata Sungkul di Lombok Tengah, Kamis 4 Juli 2024.

Ini, katanya untuk menarik wisatawan pasar kelas tinggi, penataan harus dilakukan tapi tentu dengan regulasi. Tanah yang ditata ini sekarang sudah masuk HPL dan luas yang ditata sekarang ini hanya sekitar tiga are.
.
“Lahan ini akan dijadikan restoran,” kata Direktur Site Operation The Mandalika Pari Wijaya.

Pari Wijaya yang ditemui di lapangan enggan memberikan komentar lebih rinci karena tidak memiliki kapasitas untuk memberikan keterangan terkait dengan penggusuran itu.

“Saya tidak punya kapasitas untuk memberikan komentar, nanti lewat rilis saja,” katanya.

Dari pantauan wartawan penggusuran rumah ini dimulai Kamis(4/7) sekitar pukul 08.30 Wita dilakukan oleh sejumlah karyawan, security ITDC dan beberapa Satpol PP dan pihak Kepolisian.

Dalam eksekusi itu, petugas menggunakan alat berat dan terpantau pemilik rumah juga beberapa kali mencoba melawan dengan mencoba menarik petugas keluar dari area rumahnya.

Namun upaya yang dilakukan warga ini tidak membuahkan hasil, karena tidak membutuhkan waktu lama rumah yang mereka tempati puluhan tahun itu, kini sudah rata dengan tanah.

Salah seorang pemilik rumah, Inaq Maesarah mengaku jika orang tuanya atas nama Inaq Saupi membeli lahan yang digunakan sebagai rumah dan warung seluas 3 are itu dari salah satu petinggi PT LTDC atas nama Djamil Samanhudy pada 2006.

“Saya sudah memiliki surat jual beli antara mendiang Ibu dengan Djamil,” katanya.

Selain itu, ia juga mengaku memegang alas hak berupa Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT).

“Luasnya tiga are dan orang tua saya saat itu membayar tanah ini ke H Djamil yang menjabat sebagai pimpinan di PT Rajawali sampai PT LTDC,” katanya. (ant)