Friday, April 3, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 738

PLN dan Pemkot Mataram Siap Bekerjasama Manfaatkan Limbah Batu Bara PLTU

0
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Awan Basri (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) sebagai salah satu solusi dalam pembangunan berkelanjutan, PLN Group dan Pemerintah Kota Mataram telah menjalin kerja sama strategis. Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram ke PLN IP Jeranjang.

FABA, yang merupakan abu sisa pembakaran dari proses batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), telah menjadi fokus utama dalam upaya memanfaatkan limbah industri untuk kepentingan yang lebih produktif. PLN IP Jeranjang, salah satu unit pembangkit yang menghasilkan FABA sebanyak 80,5 ton per hari, menjadi pusat perhatian dalam kunjungan tersebut.

Senior Manager Pembangkitan PLN UIW NTB, Sigit Harjono, menyambut baik kunjungan Pemkot Mataram dan menyampaikan komitmen PLN dalam mendukung program pemerintahan di Kota Mataram.

“FABA dari PLN IP Jeranjang telah dimanfaatkan, baik secara internal maupun eksternal. Kami berharap, kunjungan ini menjadi langkah awal dari PLN untuk bersinergi dalam membangun dan meningkatkan peluang pemanfaatan FABA,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Awan Basri, juga menunjukkan antusiasme terhadap kerja sama ini. “Kolaborasi PLN Group dan Pemkot Mataram ini membuka kesempatan kepada semua kalangan dan dinas terkait, salah satunya dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan konstruksi,” ujarnya.

General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, menyatakan, kerjasama antara PLN Group dan Pemkot Mataram dalam pemanfaatan FABA merupakan langkah yang sangat positif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“PLN berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat sekitar,” ujar Sudjarwo.

Kerja sama antara PLN Group dan Pemkot Mataram ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat, dengan meningkatkan pemanfaatan FABA dalam pembangunan infrastruktur, menciptakan produk yang bermanfaat, dan memperkuat komitmen terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.(bul)

Artikel lainnya….

Polda NTB selidiki pemasok detonator bahan baku bom ikan

23 Pengebom Ikan jadi Tersangka di Polda NTB

Pengamanan di Pelabuhan Bangsal Lombok Utara Diperketat Selama WWF di Bali

Pengusaha Perempuan NTB Dukung Rohmi-Firin di Pilkada NTB

0
Hj. Baiq. Diyah Ratu Ganefi, SH (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) –  Pengusaha senior perempuan NTB, Hj. Baiq. Diyah Ratu Ganefi, SH menyatakan komitmen mendukung penuh Hj. Sitti Rohmi Djalillah dan H. Musyafirin sebagai pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah pada Pilkada NTB.

Ratu Ganefi bahkan menjadi terdepan, saat deklarasi pasangan Rohmi – Firin yang berlangsung di Kabupaten Sumbawa Barat.

Menurutnya, secara pribadi, hubungan emosional dengan Hj. Rohmi sangat dekat, ia menyebutnya bahkan tidak ada batasnya.

Ratu Ganefi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB, Ketua Perhimpunan Perempuan Perajin Mutiara (Puantiara) NTB, dan Ketua Perempuan Indonesia Maju (PIM) menegaskan, perlunya memberikan dukungan kepada calon perempuan sebagai kepala daerah.

“Saya pribadi melihat, Ibu Rohmi layak diberikan kesempatan menjadi pemimpin di NTB, mewakili suara perempuan. Supaya jangan ada kesan perempuan tidak bisa jadi pemimpin yang baik. Buktinya, Bupati Bima bu Indah dua periode, Bupati Lombok Barat Hj. Samiatun juga mampu dan memimpinnya sangat detail,” katanya, Selasa 21 Mei 2024.

Apalagi Hj. Rohmi, kakak kandung Tuan Guru Bajang (TGB). M. Zainul Majdi, juga punya pengalaman satu periode menjadi wakil gubernur NTB.

Menurutnya, secara pribadi, pasangan Rohmi – Firin sangat tepat memimpin NTB kedepannya. Selain sudah sama-sama pengalaman sebagai kepala daerah, dan H. Musyafirin saat ini masih menjabat sebagai Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

“Ketika bu Rohmi menyatakan ingin menjadi NTB satu (gubernur), saya ikut mendukung sepenuhnya. Kemudian kita coba cari pasangan yang tepat, ternyata plek, H. Musyafirin yang menjadi pasangan yang paling cocok. Jadi bukan saya yang memilih H. Firin, itu kemauan bu Rohmi, saya ikut kata beliau (Hj. Rohmi),” jelas Ratu Ganefi.(bul)

Artikel lainnya….

Investor Mulai Bangun Hotel Berbintang Rp450 Miliar di Kota Mataram

Akibat OPD Salah Input Data, Indeks Perkembangan Harga Bapok di Lobar Tinggi

Nilai Klaim Petani Tembakau Lebih Besar dari Iuran

Hipmi: Perlu Investasi “Dryer” dan Silo Modern Dorong Produksi Jagung

0
Salah satu silo jagung milik Bulog di Dompu (Ekbis NTB/Dok)

Jakarta (Ekbis NTB) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) merekomendasikan kepada pemerintah untuk meningkatkan investasi dalam membangun dryer (pengering) dan silo modern berkapasitas besar di sentra-sentra pertanian jagung.

“Seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat maupun daerah lainnya yang memiliki pertanian jagung luas,” kata Ketua Bidang Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) M Hadi Nainggolan dalam keterangan di Jakarta, Selasa 21 Mei 2024.

Menurut Hadi, pengembangan dryer dan silo modern dapat menjadi inovasi dalam hilirisasi pertanian jagung Indonesia. Hal ini karea infrastruktur pascapanen jagung dari pemerintah masih belum memadai.

Selain membenahi infrastruktur pascapanen jagung, Hipmi juga mendorong perbankan BUMN dan swasta agar meningkatkan pembiayaan di sektor pertanian.

“Modal usaha di sektor pertanian ini besar dan butuh dukungan yang lebih fleksibel oleh pihak perbankan. Baik untuk para petaninya maupun kepada pengusaha di sektor pertanian,” katanya.

Dengan begitu, kata dia, dukungan pemerintah terasa nyata untuk mendukung petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian jagung.

Hadi juga meminta pemerintah untuk tidak mengimpor jagung, terutama saat panen. Ia juga merespons mengenai turunnya harga jagung dalam dua pekan terakhir. Menurutnya, anjloknya harga jagung menimbulkan kerugian besar bagi petani.

“Semoga kejadian anjloknya harga jagung ini menjadi yang terakhir kalinya di Indonesia,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi meminta Perum Bulog termasuk semua pihak baik pelaku usaha maupun pemangku kepentingan di bidang pangan jagung agar mengoptimalkan penyerapan produksi dalam negeri sehingga harganya tak anjlok.

Hingga 14 Mei 2024, total secara keseluruhan jagung dalam negeri yang diserap Perum Bulog telah mencapai 16 ribu ton. Itu terdiri dari serapan pada infrastruktur pascapanen di Gudang Corn Drying Center (CDC) Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan total serap 5 ribu ton dan CDC Bolaang Mongondow Sulawesi Utara di angka 5,7 ribu ton. Di samping itu, terdapat pula penyerapan di luar CDC yang totalnya telah mencapai 5,4 ribu ton.

Penyerapan tertinggi di luar CDC ada di Kantor Wilayah (Kanwil) Bulog NTB dengan capaian 4,9 ribu ton. Lalu Kanwil Sulawesi Utara dan Gorontalo 150 ton dilanjutkan Kanwil Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tercatat telah menyerap 110,57 ton. Kanwil Sulawesi Tenggara di angka 101,2 ton, Kanwil Jawa Tengah 100 ton, dan Kanwil Jawa Timur 9,95 ton.(Ant)

Masuk pasar RI, Produsen EV China Aion Boyong Enam Teknologi Canggih

0
Mobil listrik asal China (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Merek mobil listrik asal China, Aion menyebut akan memboyong rangkaian teknologi termutakhirnya sesuai dengan misi “one-step-ahead technology” setelah resmi masuk pasar otomotif Indonesia baru-baru ini.

Investasi global pada sektor Electric Vehicle (EV) atau Kendaraan Listrik di Indonesia mengalami lonjakan yang signifikan sejalan dengan pertumbuhan minat terhadap transportasi berkelanjutan. Hal ini yang mendorong merek dari GAC Group tersebut untuk masuk Tanah Air.

Berikut enam teknologi yang akan dibawa Aion pada lini produknya, berdasarkan rilis pers yang dibagikan, Selasa 21 Mei 2024:

1. Platform AEP 4.0 (Advanced Electrification Platform 4.0)
Teknologi ini mampu mengakselerasi kemampuan berkendara dengan kecepatan mencapai 300km/h, dengan 0-100kph dalam 4,9 detik menggunakan single-motor, atau 1,9 detik dengan kekuatan multi-motor.

2. Penggerak listrik terintegrasi 4-in-1
Sistem ini mengintegrasikan sistem dual-motor, pengendali, serta two-speed reducers, sehingga menghasilkan kekuatan 340 kW, mengefisiensi 90 persen penggerak komprehensif, meningkatkan 13 persen daya, mengurangi 30 persen volume kendaraan, serta mengurangi 25 persen bobot komponen kendaraan.

3. Baterai super-fast charging
Baterai ini memungkinkan perjalanan 200 km yang diklaim hanya dalam waktu pengisian lima menit atau enam kali lebih cepat dibandingkan kompetitornya.
Temuan ini didukung oleh serangkaian inovasi teknologi, seperti adopsi porositas tingkat tinggi yang dilapisi oleh separator keramik dan pemanfaatan material Three-dimensional Graphene (3DG) atau grafin tiga dimensi.

4. Arsitektur Xingling
Arsitektur Xingling merupakan kerangka komando elektronik dan listrik mutakhir milik Aion yang mengintegrasikan koneksi ethernet berkecepatan tinggi dengan jaringan 5G, dan fitur keamanan canggih guna mendukung efisiensi kinerja kendaraan listrik dan hybrid. Arsitektur ini berbasis digital mirror cloud dan terdiri atas tiga komponen komputer core cluster dengan sistem komputasi terpusat yang secara signifikan meningkatkan pengemudian cerdas melalui sistem sensor multi-fusion yang menggabungkan 39 sensor, termasuk teknologi penglihatan jarak jauh inframerah Fengyun-3 dan LIDAR zoom generasi kedua.

5. Teknologi ADiGO 4.0 (Aion Digital Intelligent Gateway and Operating System)
Berfungsi sebagai otak kendaraan yang mengintegrasikan berbagai sistem dan komponen elektronik dalam kendaraan listrik. Teknologi ini menggabungkan sensor canggih serta peta presisi tinggi yang memungkinkan kemampuan mengemudi otomatis yang lebih baik.

6. Intelligent Healthy Cabin
Berfungsi untuk meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan pengguna di dalam kendaraan listrik. Aion telah menginvestasikan lebih dari 500 juta yuan (sekitar Rp1 triliun) dalam penelitian dan pengembangan untuk memanfaatkan keunggulan BEV dalam hal kesehatan, lingkungan, dan jaringan cerdas. Inovasi ini memberi Aion sertifikasi level-A pertama di Tiongkok untuk kabin sehat CN95 dan kabin bebas elektromagnetik.

Aion juga memperkenalkan teknologi “Chinese Medicine Fragrance for the 24 Solar Terms”, sebuah teknologi perawatan kesehatan di dalam mobil yang pertama di dunia, yang telah lolos uji sterilisasi dan pembunuhan virus yang sudah di atas standar keamanan nasional.

“Sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai dua juta pengguna pada 2030, Aion hadir di Indonesia untuk mendukung tercapainya agenda tersebut. Melalui inovasi teknologi termutakhir ini, kami yakin dapat mendisrupsi industri otomotif nasional dengan mobil listrik yang memiliki value for money sesuai dengan standar nasional,” ujar CEO PT Indomobil Energi Baru, Andry Ciu.(Ant)

Komisi IX DPR Sebut Sistem KRIS BPJS Kesehatan Miliki Dua Manfaat

0
BPJS Kesehatan (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rahmad Handoyo menyebut setidaknya ada dua dampak positif dari Sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) yang diusung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Saya kira ada dua hal positifnya. Pertama, tentu dengan adanya pelayanan kelas standar peningkatan pelayanan kualitasnya menjadi naik. Yang tadinya kelas tiga menjadi kelas standar pelayanan semakin baik,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa 21 Mei 2024.

Kedua, kata Rahmad, penerapan kelas standar menyebabkan adanya sama rasa, sama pelayanan, sama kelas, baik itu yang kaya maupun yang kurang mampu haknya sama, dari sisi pelayanan kesehatan.

Meski demikian sebelum KRIS berlaku, ia menegaskan DPR meminta pemerintah menyiapkan perangkat, dalam hal ini Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), untuk mengambil kebijakan mendasar tidak sebatas pelayanan saja, tapi juga termasuk soal pembiayaan.

“Isu yang ditunggu adalah soal pembiayaan. Jangan sampai pemberlakuan KRIS standar, peserta BPJS yang kelas tiga akhirnya jadi mantan peserta. Logikanya kalau naik jadi kelas standar, iuran akan meningkat,” ujarnya.

Rahmad mengatakan DPR menunggu penjelasan dari pemerintah mengenai konsep dasar bagaimana desain utuh pembiayaan sistem KRIS. Dirinya tidak ingin perubahan kebijakan memberatkan rakyat, terutama yang pembiayaan secara mandiri.

Menurutnya, pemerintah juga harus menjelaskan perubahan fasilitas untuk peserta BPJS kelas satu.

“Ini yang harus diberikan penjelasan secara utuh dari pemerintah, meskipun kita pahami konsepsi BPJS adalah jaminan sosial yang bercirikan gotong-royong,” ucapnya.

Diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan seluruh jajaran rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk memberlakukan sistem KRIS paling lambat 30 Juni 2025. KRIS akan menggantikan sistem pengelompokkan ruang rawat inap berdasarkan kelas 1, 2, 3, yang selama ini diberlakukan BPJS Kesehatan.

Berubahnya sistem di BPJS Kesehatan ini termuat dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Dengan berlakunya sistem ini, maka semua peserta BPJS akan mendapatkan ruang rawat inap dengan fasilitas yang serupa.(Ant)

Deklarasi Tingkat Menteri pada WWF ke-10 di Bali Disahkan, Ini Poinnya

0
Deklarasi tingkat menteri Forum Air Dunia (World Water Forum) ke-10 (Ekbis NTB-Ist)

Nusa Dua (Ekbis NTB) – Deklarasi tingkat menteri Forum Air Dunia (World Water Forum) ke-10 telah disahkan dalam rapat tingkat menteri yang dipimpin Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Basuki Hadimuljono sebagai co-chair.

“Deklarasi tersebut menyentuh persoalan hak atas akses air minum dan sanitasi yang aman, pentingnya koordinasi dan kolaborasi inklusif, dan memperkuat kebijakan manajemen sumber daya air terintegrasi,” ucap Basuki saat mengesahkan deklarasi dalam rapat tingkat menteri WWF ke-10 di Nusa Dua, Bali, Selasa 21 Mei 2024.

Deklarasi tersebut mengesahkan sejumlah usulan Indonesia dalam pengembangan air, yaitu pendirian Centre of Excellence untuk ketahanan air dan iklim, penetapan Hari Danau Sedunia melalui resolusi PBB, dan pengarusutamaan isu pengelolaan air untuk negara-negara berkembang di pulau-pulau kecil.

Selain itu, kompendium aksi konkret World Water Forum ke-10 yang menjadi bagian tak terpisahkan dari deklarasi tersebut turut disahkan. Ia menjelaskan bahwa kompendium tersebut mencakup 113 proyek di sektor air dan sanitasi dengan nilai total 9,4 miliar dolar AS atau Rp149,94 triliun.

Menteri PUPR mengatakan, deklarasi itu disahkan setelah disetujui semua negara peserta serta dengan mengakomodasi masukan terkait penerapan hasil World Water Forum ke-10 pada masa mendatang yang diajukan oleh Republik Kongo dalam rapat tersebut.

Usulan dari Kongo yang diterima oleh forum tersebut menyoroti pentingnya peran air sebagai dasar “Ekonomi Biru” yang membuka potensi pembangunan manusia melalui manfaat yang didapatkan dari sumber daya kelautan dan perairan, serta mencegah populasi rentan terpinggirkan dari potensi itu.

Republik Kongo juga mengusulkan penegasan terhadap usaha mendorong inovasi dan akses instrumen finansial baru untuk memperkuat transisi menuju pembangunan berkelanjutan, serta pengembangan proyek terkait ekonomi perairan untuk menguatkan tata kelola dan manajemen air yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, Basuki mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan masukan dari para delegasi World Water Forum ke-10 yang memperkaya deklarasi tingkat menteri itu beserta kompendiumnya.

World Water Forum Ke-10 yang digelar di Nusa Dua, Bali, pada 18—25 Mei 2024, membahas konservasi air, air bersih dan sanitasi, ketahanan pangan dan energi, serta mitigasi bencana alam.

Sebanyak 244 sesi pembahasan terkait air dalam WWF ke-10 diharapkan dapat memberikan hasil konkret mengenai pengelolaan air secara global.(Ant)

Dorong Generasi Berdaya Saing di Era Digital Lewat MSIB Angkatan 7

0
SOSIALISASI - Para peserta saat mengikuti Sosialisasi Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Angkatan 7 bertempat di Gedung Dome Unram pada hari Senin 20 Mei 2024. (Ekbis NTB/ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Unit Pelaksana Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Indikator Kinerja Utama Universitas Mataram (UP MBKM-IKU Unram) menyelenggarakan Sosialisasi Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Angkatan 7 bertempat di Gedung Dome Unram pada hari Senin 20 Mei 2024.

Sosialisasi Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Angkatan 7 Unram menghadirkan Tim University Relation MSIB Kemendikbudristek, Dr. Nur Abdillah Siddiq, S.T. dan Aditya Angga Ramadhan, S.Kom, serta dipandu oleh Tri Isti Rahayu, S.TP., M.Si. selaku Koordinator MSIB (Studi Independen) Unram dan dihadiri ratusan peserta.

Tim Pelaksana MBKM Unram, Dr. Edy Heryanto, M.Ed. dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa catatan terkait pelaksanaan program MSIB, salah satunya adalah antusiasme mahasiswa Unram dalam mengikuti program MSIB sangat tinggi. Pelaksanaan program MSIB angkatan 6 sendiri mencatat 874 pendaftar dan sebanyak 262 mahasiswa berhasil lolos.

“Harapan kami semoga pendaftar yang diterima bisa lebih dari angkatan sebelumnya dan dapat melampaui 29,9 persen tersebut,” pungkasnya.

Lebih lanjut Edy juga berpesan agar mahasiswa dapat memelihara hubungan dan komunikasi yang baik dengan program studi masing-masing untuk memastikan pengakuan atas matakuliah yang diambil.

Edy memaparkan mahasiswa perlu memiliki output atau program setelah menyelesaikan program MSIB. Mahasiswa tidak hanya membuat laporan biasa namun dapat menghasilkan produk berupa buku maupun jurnal yang akhirnya dapat dipublikasikan guna mendukung peningkatan Indeks Kinerja Utama 2 (IKU 2). Pendaftaran MSIB Angkatan 7 sendiri dibuka pada 26 April sampai 10 Juni 2024. (ron)

Artikel lainnya….

Bank NTB Syariah Cabang Masbagik Gencarkan Program Berantas Rentenir dengan Mawar Emas

Pj Wali Kota Bima : Akibat Menanam Jagung di Lereng, Kerugian Mencapai Rp2,2 Triliun

Polri Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp19,2 Miliar

Lama Proses Asistensi, 25 Paket Proyek Senilai Rp11 Miliar di Dikbud Belum Dilelang

0
Lalu Agha Farabi (Ekbis NTB/dok) Kiri, Maad Adnan  (Ekbis NTB/her) Kanan

Giri Menang (Ekbis NTB) – Lelang paket proyek pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat (Lobar) belum diajukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, lantaran masih menunggu proses asistensi selesai di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Pihak dinas menarget paket proyek akan diajukan lelang pada awal bulan depan.

“Awal Juni sudah masuk ULP (Unit Layanan Pengadaan),” kata Kepala Dina Dikbud Lobar Maad Adnan, Senin 20 Mei 2024.

Lagi beberapa hari ke depan, pihaknya berupaya menyelesaikan dokumen lelang tersebut. Saat ini jelasnya, masih proses asistensi di Dinas PU. “Kalau perencanaan sudah rampung kita di sini, gambar apa semua sudah. Sudah dibawa ke PU untuk diasistensi. Sebab proyek ini sendiri harus ada asistensi dari PU,’’ tambahnya.

Jumlah paket yang dilelang sebanyak 25 paket dengan nilai Rp11 miliar lebih. Nilai proyek ini dipecah-pecah atau berbeda-beda, ada yang di atas Rp200 juta, 300 juta dan 700 juta. Paket proyek yang dikerjakan tersebut berupa rehablitasi gedung sekolah dan sumber dananya dari DAK.

Dalam pengerjaan proyek di sekolah sendiri berubah dari swakelola di sekolah namun lelang di Pemda. Dengan pola ini lebih mudah dikontrol oleh OPD. “Lebih mudah kita kontrol dan mekanisme PBJ itu bisa dimonitor,”imbuhnya.

Sementara itu, dari data ULP-BJ Setda Lobar puluhan paket proyek di Dikbud belum dilelang sama satupun. Pihak OPD pun diingatkan soal sanksi pusat berupa penarikan DAK, jika tenggat waktu tanggal 21 Juli lelang puluhan paket proyek tersebut tidak bisa dituntaskan. Lantaran proyek-proyek tersebut sebagian besar didanai melalui DAK Pusat.

Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP BJ) Setda Lobar Lalu Agha Farabi mengatakan tim sudah melakukan rapat membahas soal percepatan lelang proyek tersebut.

Seluruh OPD, PPK, dan KPA dikumpulkan untuk mengkonfirmasi sejauh mana progres lelang proyek di masing-masing OPD tersebut. Dalam pertemuan itu, para OPD yang hadir sudah berjanji untuk segera mengajukan lelang, dimana pekan-pekan ini akan banyak masuk dokumen lelang ke ULP. Seperti paket perpipaan dari Dinas PUTR. “Bulan ini sepertinya banyak yang masuk, mulai kita lelang (tender), terutama untuk paket-paket DAK agar konsen, jangan sampai telat,” kata Agha.

Kalau dilihat dari progres lelang proyek, yang banyak belum masuk lelang adalah OPD yang besar. Seperti Dinas Dikbud dan PUTR. Khusus Dibkud, dari 25 paket proyek, belum ada yang masuk lelang. “Kalau untuk paket DAK, sebagian besar di Dikbud belum masuk,” ujarnya.

OPD terkait pun sudah dikonfirmasi seperti apa progres lelang paket-paket proyek di OPD tersebut. Sebab ketentuan pusat, harus sudah berkontrak dan masuk Onspam tanggal 21 Juli. Seusai komitmen dari OPD, rata-rata minggu depan akan masuk lelang dari OPD – OPD yang banyak paketnya. Melihat rentang waktu yang masih tersisa, pihaknya optimis bisa selesai proses lelang sesuai target tersebut.

Namun pihaknya tetap meminta prosesnya dipercepat,”kami minta dipercepat lah,”tegasnya.

Sebab lanjut dia, jangan sampai dokumen lelang masuk ke ULP bersamaan, sehingga menyebabkan tim Pokja kelabakan, karena menumpuk dokumen lelang paket proyek yang ditangani. Dalam hal ini, PPK dan KPA di OPD terkait pun telah diminta segera menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk lelang. (her)

Artikel lainnya….

Astra Motor NTB Umumkan Para Pemenang Kontes Layanan Honda Regional NTB 2024

Kolaborasi dengan Polda NTB, Ikhtiar APJII Bali Nusra Wujudkan Internet Berkualitas dan Aman

Womenpreneur Day 2024 Akan Digelar Lagi, Ada Bazar UMKM, Inspirasi Bisnis Hingga Kajian Islam Bersama Umi Pipik

Tuan Rumah FORNAS 2025, NTB Siap Jadi Tujuan Wisata Keluarga Unggulan

0
Tri Budiprayitno (Ekbis NTB/ham)

Mataram (Ekbis NTB) – Sebagai tuan rumah Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025, Pemerintah Provinsi NTB terus melakukan berbagai pesiapan. Hal tersebut tak hanya untuk menggelar FORNAS yang lebih baik, tetapi juga untuk mempersiapkan NTB menjadi tujuan wisata keluarga unggulan dan berkelas dunia melalui penyelenggaraan salah satu pesta olahraga masyarakat tersebut.

Berbagai persiapan NTB untuk penyelenggaraan FORNAS VIII 2025, disampaikan oleh Kepala Dispora NTB Drs. Tri Budi Prayitno, M.Si, saat rapat virtual bersama Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Pusat, Hayono Isman, dan berbagai pihak terkait, Senin 20 Mei 2024 kemarin.

Kadispora menjelaskan saat ini Pemprov NTB terus mengoptimalkan kesiapan menjadi tuan rumah FORNAS VIII tahun 2025 mendatang, tidak saja dari segi fasilitas sarana dan prasarana namun juga jumlah dan kualitas Induk Organisasi Olahraga (Inorga) yang ada di NTB. Hingga saat ini, Inorga di NTB sebanyak 58. Memang masih belum sebanyak Inorga nasional, namun NTB terus berupaya meningkatkan jumlahnya kedepannya.

“Kami melakukan berbagai persiapan. Kami mempersiapkan berbagai venue dengan matang. Alhamdulillah kami juga sudah berkonsolidasi dengan KORMI dan kami juga sudah bertemu Inorga di NTB,” jelas Kadispora NTB dalam rapat virtual tersebut.

Kadispora NTB juga memaparkan bahwa Pemprov NTB siap melaunching FORNAS 2025 pada bulan Juli mendatang. Pemprov NTB bahkan akan mengadakan Pekan Olahraga Daerah (PORDA) 2024 sebagai pemanasan sebelum menggelar FORNAS di tahun 2025.

FORNAS sendiri merupakan event festival dan promosi masyarakat secara nasional dan bentuk pelaksanaan amanat pasal 27 ayat 6 UU No.11/2022 tentang Keolahragaan. Penyelenggaraan festival olahraga masyarakat yang berjenjang berkelanjutan pada tingkat daerah, nasional dan internasional. Biasanya kegiatan ini digelar satu minggu penuh yang diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia.

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua KORMI Pusat, Hayono Isman, mengungkapkan karena NTB menjadi tuan rumah FORNAS, maka kegiatan ini sangat erat bergandengan tangan dengan pariwisata. Apalagi kegiatan ini didukung oleh jaringan internasional, sebab pegiat luar negeri juga akan turut memeriahkan FORNAS 2025.

“FORNAS NTB 2025 harus kita jadikan family holiday destination atau tujuan wisata keluarga dalam dan luar negeri,” jelasnya.

Sebelumnya, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Aris Darmansyah Edisaputra menyampaikan bahwa dalam UU Nomor 11 Tahun 2022, olahraga masyarakat dapat dilaksanakan oleh setiap orang, satuan pendidikan, lembaga, perkumpulan, atau organisasi olahraga.

Tujuannya untuk membudayakan aktivitas fisik, mempertahankan, memulihkan, dan meningkatkan kesehatan serta kebugaran tubuh, membangun hubungan sosial, melestarikan dan meningkatkan kekayaan budaya daerah dan nasional, memperkukuh ketahanan nasional serta meningkatkan produktivitas ekonomi nasional.

“Komitmen mengimplementasikan DBON (Desain Besar Olahraga Nasional-red), yaitu menuju Indonesia Bugar 2045 tersebut harus dapat dioptimalkan sebaik mungkin oleh semua pihak terkait, untuk terus bersinergi, berkolaborasi dan berkontribusi guna meningkatkan kebugaran dan partisipasi berolahraga nasional,” ujar Aris Darmansyah dalam Rapat Kerja NasionalKORMI Tahun 2024 dan Persiapan FORNAS VIII NTB 2025 di Kantor Kemenko PMK, pada Sabtu 18 Mei 2024 lalu.

Menurut Deputi Aris, secara terus-menerus dan berkesinambungan peran KORMI sangatlah penting dan strategis. Kedepan, integrasi pembudayaan olahraga sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan dan kebugaran masyarakat harus dipertimbangkan oleh semua pihak. Dengan pembudayaan olahraga, maka biaya pencegahan akan jauh lebih murah ketimbang beban yang harus ditanggung dalam melaksanakan Jaminan Kesehatan Nasional.(ris/r)

Artikel lainnya….

Truk Pengangkut Sapi Qurban dari Bima ke Jakarta Terbakar di Tol di Jawa Tengah

NTB Protes, Penjualan Benih Lobster Diambil Alih KKP

Dipasangi Spanduk KPK, Pemilik Rumah Bakso Sampaikan Kondisi Sebenarnya

Impor Beras Vietnam, Kadistanbun Sebut Tidak Berpengaruh Terhadap Petani

0
Kadistanbun NTB, Muhammad Taufiek Hidayat saat menjelaskan terkait dengan produksi beras NTB pada Senin, 20 Mei 2024 di Mataram. (Ekbis NTB/era)

Mataram (Ekbis NTB) – Menurut data BPS yang dirilis pada Rabu, 15 Mei 2024 kemarin, pada bulan April 2024, NTB diketahui melakukan impor beras dari Vietnam hingga mencapai 10.250 ton dengan nilai sebesar USD 6,7 juta.

Diketahui, di bulan sebelumnya, yaitu bulan Maret, petani NTB mengalami panen raya beras setelah mengalami gagal panen di awal tahun akibat el-nino yang mana berdampak pada stabilnya harga beras di pasaran.

Meski melakukan impor beras di waktu yang berdekatan dengan panen raya, hal ini tidak memberikan dampak pada petani. Sesuai yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan provinsi NTB, Muhammad Taufieq Hidayat, S.Sos.,M.T bahwa impor beras ini tidak berpengaruh kapada pertanian.

“Kalau di kita tida berpengaruh, beras kita juga sekarang sedang berproduksi,” katanya pada Senin, 20 Mei 2024.

Adapun diungkapkan oleh Taufiek bahwa saat ini stok beras NTB sudah sangat cukup memenuhi kebutuhan daerah sampai dengan musim panen berikutnya.

“Sebenarnya secara kedaerahan, produksi kita melebihi kebutuhan kita, kebutuhan kita cuma 60% dari kebutuhan kita,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa produksi beras NTB tahun ini sebanyak 1,54 juta ton untuk gabah kering giling, yang mana jika diproses menjadi beras menjadi sekitar 1 juta ton, sedangkan, kebutuhan beras di NTB hanya 530 ribu ton.

Meski stok beras dirasa sudah sangat cukup sampai panen raya berikutnya, Taufiek menghimbau kepada seluruh masyarakat petani untuk bisa menghitung kebutuhan beras untuk rumah tangga sampai dengan panen raya berikutnya, yang artinya perani diminta untuk tidak menjual sekaligus gabah/beras pada saat musim panen raya tiba.

Ia meminta masyarakat untuk menyisakkan sedikit beras supaya ketika terjadi kenaikan harga beras hal ini tidak terlalu berpengaruh kepada petani.

“Kalau mereka mampu di tingkat rumah tangga, jangan dijual semua sehingga ketika fluktuasi harga beras tidak begitu berpengaruh,” tandasnya. (era)