Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 735

Hingga April 2024, 920 Desa di NTB Terima Rp534 Miliar DD, Alokasi Dana Earmark Lebih Besar

0
Maryono (Ekbis NTB/ris)

Mataram (Ekbis NTB) – Salah satu jenis anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yaitu Dana Desa (DD). Anggaran Dana Desa yang sudah tersalur ke Provinsi NTB hingga April 2024 sebesar Rp534 miliar atau 47,8 persen dari pagu. Dana Desa Earmark atau alokasi anggaran yang sudah ditentukan penggunaannya oleh pemerintah jumlahnya mendominasi.

Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II, Kanwil Ditjen Perbendaraan (DJPb) Provinsi NTB, Maryono mengatakan, Dana Desa Earmark yang ditujukan untuk program BLT Desa, program ketahanan pangan dan hewani, serta pencegahan dan penurunan angka stunting jumlahnya sebesar Rp284,46 Miliar hingga April kemarin. Anggaran tersebut disalurkan kepada 920 desa di NTB.

“Sementara Dana Desa Non-earmark yang mendanai sektor prioritas desa dan penyertaan modal pada BUMDes sudah tersalur sebesar Rp250,14 miliar,” kata Maryono dalam keterangan yang diterima Ekbis NTB, Jumat 24 Mei 2024 kemarin.

Dikutip dari digitaldesa.id, komponen BLT Dana Desa 2024 memang kembali tersedia untuk warga di tahun 2024. BLT bantuan berupa uang tunai Rp300 ribu per bulan selama setahun. Salah satu tujuannya yaitu untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Maryono mengatakan, selain Dana Desa, TKD ke NTB hingga April 2024 juga berupa Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan DAK Nonfisik. Kontraksi realisasi terjadi pada komponen DBH dan DAK Nonfisik, dengan persentase kontraksi masing-masing sebesar 42,26 persen dan 1,86 persen.

“Kontraksi pada komponen DBH disebabkan oleh penurunan pagu penyaluran pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023. Penurunan pagu tersebut sebesar Rp1.741,66 miliar,” terangnya.

Penyaluran DAU mengalami pertumbuhan sebesar 8,69 persen dan menjadi realisasi komponen TKD tertinggi, dengan realisasi sebesar Rp3.446,73 miliar. Selain DAU, DAK Nonfisik juga telah disalurkan sebesar Rp1.075,19 miliar, untuk bantuan operasional kesehatan, pendidikan, pelayanan kepariwisataan, serta operasional lainnya.

Pagu Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik pada tahun 2024 sebesar Rp1,7 triliun. Sampai dengan 30 April 2024, belum terdapat realisasi atas komponen TKD tersebut. Penyaluran DAK Fisik baru mulai dilaksanakan pada bulan Mei seiring dengan Perpres Nomor 57 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik serta PMK Nomor 25 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Alokasi Khusus Fisik baru diundangkan pada akhir bulan April 2024.(ris)

Artikel lainnya….

Desa Wisata Bilebante Dijadikan Pilot Percontohan Destinasi Wisata Ramah Muslim

Sekolah dan Pemerintahan Belajar Cinta Produk Lokal di NTB Mall

Sejak 2013, BTPN Syariah Berdayakan 71 Ribu Perempuan Pra Sejahtera di Lombok

ITDC Buka Program Mandalika CLC, Sasar Anak Pedagang Asongan di KEK Mandalika

0
Anak-anak pedagang asongan dari desa sekitar kawasan The Mandalika saat mengikuti program Mandalika CLC yang dijalankan ITDC bersama mitra akhir pecan kemarin.(Ekbis NTB/kir)

Praya (Ekbis NTB) – Menggandeng sejumlah lembaga social, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) membuka program Mandalika Child Learning Center (CLC). Program khusus yang berfocus pada pendidikan informal dengan sasaran anak-anak pedagangan asongan yang berjualan di kawasan Kuta dan sekitarnya. Harapannya, anak-anak pedagangan asongan tersebut bisa tetap berkesempatan untuk belajar dan berkembang. Sembari menjalankan aktifitas berjualan di kawasan The Mandalika.

“Mandalika CLC bertujuan untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang ramah anak di kawasan The Mandalika. Sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan hak anak terhadap pendidikan. Agar anak-anak tidak hanya fokus pada perdagangan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang,” terang General Manager The Mandalika Wahyu M. Nugroho, Kamis 23 Mei 2024 kemarin.

Program Mandalika CLC sudah pernah dilaksanakan pada Oktober 2023 lalu. Dan, sejak Sabtu 11 Mei 2024 kemarin, dibuka kembali. Dengan sasaran yang lebih banyak lagi. Sebagai inisiatif edukatifnya Yayasan Gugah Nurani Indonesia bersama Relawan Sahabat Anak Mataram sebagai fasilitatornya.

Program tersebut dilaksanakan sebagai wujud komitmen ITDC untuk tetap mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan bagi ana-anak di daerah ini. Khususnya lagi bagi anak-anak pedagang asongan di area Bazaar Mandalika serta Kuta Beach Park. Dalam hal ini ITDC menyediakan sejumlah fasilitas pendukung. Mulai dari buku-buku bacaan, permainan edukatif hingga ruang belajar dan bermain secara gratis.

Sejak program Mandalika CLC dimulai rata-rata ada 15 hingga 20 anak berkunjung setiap harinya. Mulai dari usia TK hingga SD. Selain anak-anak pedagang asongan ada juga anak-anak yang berasal dari desa-desa penyangga sekitar The Mandalika. “Mandalika CLC dibuka setiap hari, kecuali hari Senin. Mulai pukul 14.00 hingga 17.00 Wita,” terangnya.

Khusus untuk hari Rabu, Sabtu, dan Minggu, ada kelas Bahasa Inggris gratis oleh Susi, volunteer yang juga guru bahasa Inggris dari SMKN 3 Pujut. “Bulan Juni mendatang, Mandalika CLC berencana menambah kelas gratis lainnya. Namun jadwalnya masih menunggu ketersediaan waktu dari para volunteer,” imbuh Wahyu.

Dengan semakin banyaknya relawan yang ikut bergabung dalam program ini diharapkan bisa memberikan kesempatan yang cukup luas bagi anak-anak untuk memanfaatkan fasilitas dan mengikuti program-program yang disediakan. Adanya program Mandalika CLC juga semakin membuka akses bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang mendukung tumbuh kembangnya.

Bahwa program tersebut tidak hanya memberikan sarana belajar. Tetapi juga mengajarkan nilai pentingnya pendidikan dalam kehidupan anak-anak tersebut. Pada akhirnya program Mandalika CLC dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dan masyarakat di sekitar The Mandalika.

“Harapan kami, program ini bisa berkelanjutan. Sehingga bisa memberikan manfaat yang luas dalam mendukung pendidikan anak-anak di kawasan The Mandalika dan sekitarnya,” pungkas Wahyu. (kir)

Artikel lainnya….

Bapanas Minta Semua Pihak Optimal Serap Produksi Jagung Dalam Negeri

Pj Wali Kota Bima : Akibat Menanam Jagung di Lereng, Kerugian Mencapai Rp2,2 Triliun

Enam Ton Garam Ditabur di Langit Bali Saat WFF Berlangsung

DLH Lotim Terapkan Tarif Masuk TPA Rp25 Per Kilogram Sampah

0
TPA Ijobalit (Ekbis NTB/rus)

Selong (Ekbis NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur (Lotim) mulai bulan Mei 2024 ini menerapkan tarif masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ijobalit Rp25 per kilogram sampah. Penerapan aturan ini diharapkan bisa meningkatkan retribusi dari sampah sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Lotim.

Hal ini disampaikan Kepala DLH Lotim, H. Supardi menjawab Ekbis NTB, Rabu 21 Mei 2024. TPA Ijobalit saat ini sudah dilengkapi dengan jembatan timbang. Sehingga semua kendaraan pengangkut sampah harus lewati timbangan dulu dan langsung bisa dikalkulasi besaran retribusi yang harus dibayar.

“Supaya kita tahu volume sampah yang masuk,” ungkapnya.  Setelah ada jembatan ini tidak lagi mereka-reka kubikasi. Tapi langsung dilihat besaran tarif dari tonase sampah yang masuk. Sekarang begitu masuk sebelum dibuang, langsung ada tarif.

Penarikan besaran tarif Rp25 per kilogram ini pada Perda baru hasil revisi dari mengacu pada Perda Nomor 6 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah.

Diakui, TPA Ijobalit ini sudah dilakukan penataan dan perluasan. Akan tetapi, melihat intensitas sampah yang terus membludak diperkirakan TPA tersebut hanya  mampu menampung sampah  sampai Lima tahun mendatang.

Menurut Supardi, kalau tidak dipilah dengan baik, maka hanya mampu menampung sampah Lotim 4-5 tahun saja. Apa lagi kita hanya punya satu TPA. Ia berharap ada penambahan lokasi TPA berdasarkan zonasi. “Butuh tambahan tiga TPA ” terang Supardi.

Berdasarkan Perda yang lama pembayaran retribusi pembuangan sampah di TPA dilakukan dengan cara kerjasama dengan pemilik armada pengangkut sampah. Yakni  dihitung per kubikasi.

Sementara itu, untuk sampah rumah tangga ditarik  retribusi pengambilan sampah Rp12 ribu per bulan untuk sampah yang dipilah. Sedangkan untuk sampah tidak terpilah lebih dari Rp12 ribu.

Secara keseluruhan, DLH ditarget bisa berikan PAD Rp 3,3 miliar. Termasuk dari retribusi sampah. Ada tiga kecamatan yang dilayani DLH Lotim. Khawatirnya kalau semua kecamatan yang masuk, maka akan cepat TPA overload.

Kepala UPT TPA Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, Suhardan menambahkan, rata-rata jumlah sampah yang dibuang ke TPA mencapai 110 ton per hari. Dengan luas TPA saat ini 10,87 Hektare diperkirakan akan mampu menampung sampah sampai tujuh tahun mendatang.

Banyaknya sampah ini diakui akan mempercepat penumpukan sampah. Karena itu disarankan untuk tetap melakukan pemilahan. ‘Kalau sampah tidak dipilah dengan baik dari tingkat desa, maka TPA hanya cepat penuh,” imbuhnya.

Dikatakan, Tempat Pengolah Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di desa hanya beberapa yang berfungsi sebagai tempat pemilahan sampah. Selebihnya hanya dijadikan sebagai tempat pembuangan sementara. Sampah-sampah di desa  dibuang ke TPA tanpa dipilah dan dikelola oleh pihak desa. (rus)

Artikel lainnya….

Pengusaha Perempuan NTB Dukung Rohmi-Firin di Pilkada NTB

Kolaborasi dengan Polda NTB, Ikhtiar APJII Bali Nusra Wujudkan Internet Berkualitas dan Aman

HNSI NTB akan Gugat UU Nomor 1 Tahun 2022

Sosialisasi dan Bimtek TKDN-IK, Optimalisasi Penggunaan Produk Lokal di Lotim

0
Penjabat Bupati Lotim, H. M. Juaini Taofik (Ekbis NTB/Dok)

Selong (Ekbis NTB) – Penjabat Bupati Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Tingkat Komponen Dalam Negeri untuk Industri Kecil (TKDN-IK) di Gedung Serbaguna Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia. Acara ini difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian RI dan Direktorat IKM Pangan, Furniture, dan Bahan Bangunan, serta Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, dengan tujuan memberikan pemahaman dan fasilitasi pendaftaran sertifikat TKDN bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Juaini Taofik mengakui bahwa peran Pemerintah Daerah dalam memberdayakan IKM di Lombok Timur belum optimal. Oleh karena itu, ia menyambut baik kegiatan ini dan berharap menjadi tonggak penting bagi keberhasilan IKM di masa depan. Momentum Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei juga diharapkan dapat mendorong kebangkitan ekonomi menuju Indonesia Emas pada periode kedua.

Lombok Timur, yang didominasi oleh industri pangan, diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan program hilirisasi dan industrialisasi yang sedang digalakkan. Dengan berkembangnya IKM, diharapkan sektor ini dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja, sehingga lapangan pekerjaan tidak hanya terpusat di sektor pemerintahan.

Juaini menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah untuk memberikan stimulan kepada para pelaku IKM. Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh IKM. Keberhasilan kegiatan ini akan diukur dari partisipasi IKM, peningkatan kapasitas dan kompetensi, serta kemampuan peserta untuk membangun usaha yang layak dengan melengkapi legalitas usaha, sehingga dapat berpartisipasi dalam pengadaan barang/jasa pemerintah dan meningkatkan penyerapan produk lokal.

Di akhir sambutannya, Pj. Bupati berpesan kepada Kepala Dinas Perindustrian beserta jajarannya untuk menjaga amanah dan memastikan kesuksesan kegiatan ini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Lombok Timur dan Kepala Direktorat IKM Pangan, Furniture, dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian RI, Indra Akbar Dilana. (rus)

Artikel lainnya….

Dirut PT. GNE Ditahan, Pemprov Minta Perusahaan Tetap Beroperasi Normal

Pembangunan Dikebut, Bendungan Meninting Siap Diresmikan Presiden Jokowi

HNSI NTB akan Gugat UU Nomor 1 Tahun 2022

Harga Telur Ayam dan Gula Pasir Masih Mahal

0
Seorang pengunjung di Pasar Mandalika pada Rabu 23 Mei 2024 membeli cabai merah besar. Dinas Perdagangan Kota Mataram mengklaim harga barang pokok stabil menjelang lebaran Idul Adha. Di satu sisi, harga telur dan gula pasir masih mahal. (Ekbis NTB/cem)

Mataram (Ekbis NTB) – Dinas Perdagangan Kota Mataram perlu mencari langkah cepat untuk menstabilkan harga. Pasalnya, harga telur ayam dan gula pasir masih mahal.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting pada Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida dikonfirmasi pada Rabu 22 Mei 2024 mengklaim, harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha, relatif melandai. Dicontohkan, harga cabai merah besar sebelumnya Rp50 ribu per kilogram turun menjadi Rp38 ribu per kilogram. Cabai keriting sebelumnya Rp40 ribu lebih, turun menjadi Rp37 ribu per kilogram. Cabai rawit dari harga Rp35 ribu per kilogram, turun menjadi Rp30 ribu perkilogram.

Kemudian, tomat dari posisi harga Rp30 ribu per kilogram, turun menjadi harga Rp25 ribu per kilogram. “Alhamdulillah, sekarang harga relatif melandai,” klaim Nida.

Di satu sisi diakui, harga telur ayam, gula pasir, dan daging ayam boiler masih mahal. Harga telur ayam Rp60 ribu per teray. Gula pasir di pasar tradisional Rp18.500 per kilogram. Sementara, daging ayam boiler dari sebelumnya Rp35 ribu per kilogram, naik menjadi Rp42 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ayam boiler disinyalir karena tingginya kebutuhan masyarakat untuk kegiatan syukuran pemberangkatan ibadah haji. Akan tetapi, stok barang masih aman. “Kemungkinan karena ada acara syukuran naik haji,” ujarnya.

Pihaknya akan menggelar bazar atau pasar rakyat untuk menekan kenaikan harga atau menstabilkan harga komoditi barang pokok tersebut. Khusus telur ayam akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk mendatangi mitra atau distributor, sehingga harga yang dijual di pasar rakyat lebih rendah dibandingkan di pasar tradisional. “Apalagi belanja menggunakan Qris bisa turun harga sampai Rp5.000 untuk telur ayam,” sebutnya.

Nida memastikan stok kebutuhan pokok sampai Hari Raya Idul Adha, masih aman. Masyarakat diingatkan tidak panik dan tidak berbelanja secara berlebihan. Kepanikan warga dikhawatirkan memicu kelangkaan barang sehingga mengganggu stabilitas harga di pasar. (cem)

Artikel lainnya….

Ichsanul Wathoni Ditunjuk jadi Plh. Direktur Utama PT. GNE

Terungkap, Satu Botol Bom Ikan Rakitan Bisa Merusak Hingga Radius 20 Meter

Kinerja Solid dan Unggul Sepanjang 2023, PT Indosat Tbk Siap Perkuat Transformasi Menuju AI Native TechCo

Antisipasi Pelimpahan ke APH, Pengusaha Diingatkan Segera Lunasi Tunggakan Pajak

0
Ahmad Amrin. (Ekbis NTB/cem)

Mataram (Ekbis NTB) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengevaluasi tindaklanjut penyegelan tempat usaha menunggak pajak. Pengusaha diingatkan segera melunasi tunggakan untuk mengantisipasi permasalahan dilimpahkan ke aparat penegak hukum (APH).

Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagihan pada Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin dikonfirmasi pada Rabu 22 Mei 2024 menyebutkan, sejumlah pengusaha telah menindaklanjuti penyegelan yang dilakukan Komisi Antirasuah dengan membayar tunggakan pajak. Di antaranya, Hotel Pratama, Hotel Puri Indah, JCO, dan Rumah Bakso. Rumah Bakso memiliki sisa tunggakan Rp20 juta, tetapi memiliki komitmen melunasi sisa tunggakan.

Sedangkan, Es Kepal, Hotel Surya, Taliwang Irama, dan Raja Bebek belum menindaklanjuti hasil penyegelan tersebut. Mereka beralasan belum memiliki uang untuk membayar tunggakan ke kas daerah. “Es Kepal dijanji hari ini (kemarin,red) tetapi tidak tahu berapa yang mau dibayar. Kalau yang lain hanya ngomong-omong saja,” terang Amrin.

Pihaknya telah mengingatkan kepada pengusaha bahwa Komisi Antirasuah akan turun kembali mengevaluasi tindaklanjut penyegelan pada 10 Juni 2024. Dikhawatirkan apabila pengusaha tidak melunasi akan diambil tindakan tegas berupa penyegelan aset atau melimpahkan permasalahan tersebut ke aparat penegak hukum. “Kalau dilimpahkan ke APH maka jadi repot nanti mereka,” tegasnya.

Badan Keuangan Daerah memberikan tenggat waktu kepada pengusaha melunasi tunggakan pajak sebelum Tim Kordinasi dan Supervisi, Pencegahan Korupsi Terintegrasi (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi kembali turun mengecek ketaatan pengusaha membayar pajak.

Amrin meminta pengusaha meningkatkan ketaatan menyetor pajak yang dititipkan oleh masyarakat. Artinya, uang  yang disetor bukan milik pribadi pengusaha melainkan pajak dititip oleh masyarakat melalui transaksi. “Perlu diketahui, pajak yang disetor pengusaha adalah uang yang dititip masyarakat melalui pengusaha. Jadi, pajak yang dititip itu harus disetor ke kas daerah,” demikian tegas Amrin. (cem)

Artikel lainnya….

Desa Wisata Bilebante Dijadikan Pilot Percontohan Destinasi Wisata Ramah Muslim

Sekolah dan Pemerintahan Belajar Cinta Produk Lokal di NTB Mall

Sejak 2013, BTPN Syariah Berdayakan 71 Ribu Perempuan Pra Sejahtera di Lombok

Sembilan Indeks Kelompok Pengeluaran Picu Inflasi di Mataram

0
Seorang peternak menurunkan ayam boiler dari mobil bak terbuka belum lama ini. Daging ayam menjadi salah satu dari sembilan komoditi di Kota Mataram yang memicu inflasi. Inflasi bulan April 20204, inflasi year on year sebesar 3,27 persen. (Ekbis NTB/cem)

Mataram (Ekbis NTB) – Sembilan indeks kelompok pengeluaran di Kota Mataram, memicu kenaikan inflasi di kota itu. Berbagai intervensi dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga.

Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kota Mataram, Luh Putu Sari Savitri menerangkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram di bulan April 20204, inflasi year on year sebesar 3,27 persen.

Inflasi year on year terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran dari total sebelas indeks kelompok. Yaitu, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,20 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,20 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,87 persen. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,84 persen. Kelompok pendidikan sebesar 1,78 persen. Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,76 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,74 persen. Kelompok transportasi sebesar 1,43 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,73 persen.

Sedangkan penurunan indeks kelompok pengeluaran terjadi pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,40 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,54.

Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi year on year pada April 2024, antara lain, beras, daging ayam ras, tomat, emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, bawang putih, bawang merah, sewa rumah, sigaret kretek mesin (SKM) dan telur ayam ras. “Beras menjadi menjadi penyumbang inflasi,” terangnya dikonfirmasi pada Rabu 22 Mei 2024.

Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi year on year antara lain, telepon seluler, cabai rawit, sabun mandi cair, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, tongkol diawetkan, pengharum cucian/pelembut, udang basah, shampo, pir dan ikan pencaran. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi month on month pada April 2024, antara lain tomat, bawang merah, emas perhiasan, daging ayam ras dan sigaret kretek mesin. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi month on month, antara lain: beras, cabai merah, cabai rawit, tempe dan tahu mentah.

Pada April 2024, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi year on year yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,28 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,31 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,27 persen; kelompok transportasi sebesar 0,18 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,11 persen. Kelompok pendidikan sebesar 0,09 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,03 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen. Sedangkan pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi year on year, yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,08 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen.

Untuk perbandingan inflasi pada April 2024, tingkat inflasi year on year Kota Mataram sebesar 3,27 persen dan tingkat inflasi year to day sebesar 1,43 persen. Tingkat inflasi year on year untuk April 2023 dan April 2022 masing-masing sebesar 4,46 persen dan 3,84 persen. Tingkat inflasi year on day April 2023 dan April 2022 masing-masing sebesar 1,17 persen dan 2,84 persen. (cem)

Artikel lainnya….

Bapanas Minta Semua Pihak Optimal Serap Produksi Jagung Dalam Negeri

Pj Wali Kota Bima : Akibat Menanam Jagung di Lereng, Kerugian Mencapai Rp2,2 Triliun

Enam Ton Garam Ditabur di Langit Bali Saat WFF Berlangsung

Hingga April 2024, Realisasi Pendapatan Negara di NTB Mencapai Rp2,98 Triliun

0
TAMBANG- Aktivitas penggalian di lokasi tambang PT. Amman Mineral di Sumbawa Barat. Hingga April 2024, pendapatan negara dari NTB sebesar Rp2,98 triliun. Sebagian besar pendapatan berasal dari pajak ekspor mineral tambang PT.Amman.(Ekbis NTB/dok)

Mataram (Ekbis NTB) – Realisasi endapatan negara di wilayah NTB sampai dengan bulan April 2024 mencapai Rp2,98 triliun atau 30,61 persen dari target. Angka ini mampu tumbuh sebesar 62,70 persen dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. Dari jumlah tersebut pajak menyumbang 89,93 persen, sementara sebesar 10,07 persen berasal dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II, Kanwil Ditjen Perbendaraan (DJPb) Provinsi NTB, Maryono mengatakan, dari dua jenis pajak, pajak perdagangan internasional mampu tumbuh fantastis, yaitu 501,93 persen dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan ini utamanya berasal dari pertumbuhan pajak ekspor yang tumbuh 570,05 persen. Pajak impor mengimbangi pertumbuhan positif dengan tumbuh sebesar 4,99 persen.

“Tingginya pertumbuhan pajak ekspor utamanya berasal dari aktivitas penambangan oleh PT AMMAN,” kata Maryono dalam keterangan yang diterima wartawan, Jumat 24 Mei 2024 kemarin.

Adapun penerimaan PNBP mampu tumbuh sebesar 13,86 persen (y-o-y). Pertumbuhan ini didominasi oleh realisasi pendapatan Badan Layanan Umum (BLU), dengan realisasi sebesar 43,7 persen dari target. Kemudian PNBP lainnya juga memberikan andil dengan realisasi sebesar 92 persen dari target.

Penerimaan dari pendapatan BLU yaitu sebesar Rp140,60 miliar, sedangkan penerimaan dari PNBP lainnya yaitu sebesar Rp159,99 miliar. Pendapatan BLU pada sisi pendidikan didominasi oleh Pendapatan Jasa Pelayanan Pendidikan pada Universitas Mataram sebesar Rp83,57 miliar.

Selain itu di sisi kesehatan, pendapatan BLU didominasi oleh Pendapatan Jasa Pelayanan Rumah Sakit pada Rumkit Bhayangkara Mataram sebesar Rp14,38 miliar. Sisi belanja negara mampu mengalami perrtumbuhan sebesar 4,08% yang didukung oleh membaiknya realisasi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar 7,84% (y-o-y) dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 2,29 persen. Belanja pemerintah pusat sampai dengan 30 April 2024 mencapai 2.708,07 miliar.

Realisasi ini didominasi oleh Belanja Barang sebesar Rp1.188,04 miliar atau 32,49 persen dari pagu dan Belanja Pegawai sebesar Rp1.171,69 miliar yang merupakan 35,90 persen dari pagu. Belanja modal turut memberi andil pada belanja pemerintah pusat atau Belanja Kementerian/Lembaga tersebut, yaitu sebesar Rp339,60 miliar yang merupakan 21,92 persen dari pagu.

Terakhir, belanja bantuan sosial telah terealisasi sebesar Rp8,73 miliar dari pagu tahun 2024 sebesar Rp20,19 miliar. Pertumbuhan belanja didorong oleh akselerasi kegiatan yang dilaksanakan oleh satker-satker lingkup Provinsi NTB.

“Lima Kementerian Lembaga dengan realisasi belanja tertinggi pada Provinsi NTB yaitu Badan Pengawasan Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum, BKKBN, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Pertahanan,” tutupnya.(ris)

Artikel lainnya….

Pengusaha Perempuan NTB Dukung Rohmi-Firin di Pilkada NTB

Kolaborasi dengan Polda NTB, Ikhtiar APJII Bali Nusra Wujudkan Internet Berkualitas dan Aman

Disperin NTB Latih Puluhan Warga Lingkar Bendungan Batujai Membuat Kerajinan dari Eceng Gondok

Iklim Pengaruhi Kinerja Sektor Perekonomian

0
Prayitno Basuki (Ekbis NTB/ist)

PERUBAHAN iklim merupakan salah isu penting yang menjadi atensi masyarakat di seluruh dunia. Penyebab utama perubahan iklim adalah aktivitas manusia. Menurut PBB, perubahan iklim mengacu pada perubahan jangka panjang dalam suhu dan pola cuaca. Secara sederhana, perubahan iklim diartikan sebagai perubahan signifikan dari unsur-unsur iklim, diantaranya suhu udara dan curah hujan yang berlangsung dalam periode waktu dasa warsa hingga jutaan tahun.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Komite ALCo Regional NTB yang digelar awal pekan ini secara hybrid. Pengamat ekonomi dari Universitas Mataram Dr.Prayitno Basuki banyak berbicara terkait dengan dampak perubahan iklim terhadap kinerja sektor perekonomian.

Ia mengatakan, dampak perubahan iklim terhadap ekonomi dapat ditinjau baik dari sisi penawaran (supply) maupun permintaan (demand). Guncangan negatif penawaran ini terkait dengan penurunan produktivitas ekonomi, suhu yang lebih tinggi, perubahan pola curah hujan dan tekanan udara.

“Prospek perlambatan ekonomi dan meningkatnya risiko inflasi, meningkatkan ketidakpastian global. Ketidakpastian global tersebut pada gilirannya akan membuat kinerja pasar keuangan menjadi cukup rentan,” kata Prayitno Basuki.

Di sisi lain, perubahan iklim juga dapat memicu guncangan permintaan. Konsumsi energi meningkat untuk memenuhi kebutuhan pendingin udara, karena cuaca semakin panas. Beralihnya permintaan energi untuk aktivitas produktif menjadi kebutuhan konsumtif.

Dalam jangka menengah dan jangka panjang dengan keterbatasan sumber daya anggaran, rangsangan pemerintah dalam perekonomian, khususnya yang mendorong produktivitas ekonomi, akan berkurang karena kendala tersebut. Kemudian berkurangnya stimulan dan insentif ekonomi dari pemerintah akan mengganggu pertumbuhan ekonomi.

“Dan cukup sulit berharap adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat ketika perubahan iklim tidak dapat dikurangi,” imbuhnya.

Ia mengutip kajian yang dilakukan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) yang mempunyai studi baru di tahun 2019 dengan judul Long-Term Macroeconomic Effects of Climate Change: A Cross-Country Analysis. IMF menganalisis data di 174 negara selama periode 1960 hingga 2014, menghasilkan kesimpulan bahwa jika suhu menyimpang dari norma historisnya sebesar 0,01 derajat Celcius per tahun, pertumbuhan pendapatan jangka panjang akan lebih rendah sebesar 0,0543 poin persentase per tahun.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas memperkirakan kerugian ekonomi akibat dampak perubahan iklim di Indonesia bisa mencapai Rp115 triliun pada 2024. Dampak tersebut dapat diturunkan menjadi Rp 57 triliun jika kita melakukan langkah-langkah untuk menghadapi perubahan iklim.

Di samping itu lanjut Prayitno, Badan Litbang Pertanian memprediksi areal sawah yang mengalami gagal panen akibat kekeringan akan meningkat dari 0,04%-0,41% menjadi 0,04-1,87%, luas areal tanaman padi yang mengalami puso (gagal panen) akibat banjir akan meningkat dari 0,24-0,73% menjadi 8,7-13,8%. Kemudian bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim berpotensi menurunkan produksi nasional dari 2,45- 5,0% menjadi lebih dari 10 %.

Penerapan ekonomi sirkular di lima sektor prioritas diperlukan, karena mampu menambah Produk Domestik Bruto (PDB) hingga mencapai Rp 642 triliun. Di samping itu ekonomi sirkular juga membantu Indonesia dalam mencapai penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 126 juta ton CO2 pada tahun 2030.

Beberapa solusi yang dipandang feasible lainnya dalam rangka menghadapi perubahan iklim antara lain penggunaan varitas adaptif kekeringan pada sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura. Penerapan teknologi pertanian ramah air seperti hidropoknik, aquaponik, smart farming, dan urban farming. Semua ini dipandang dapat membantu mengurangi pemborosan dan sebagai upaya melakukan optimalisasi penggunaan air.

Di wilayah pesisir, sebagai sarana menghadapi perubahan iklim, dapat dilakukan upaya-upaya antara lain melakukan restorasi mangrove/hutan pesisir, pemeliharaan garis pantai secara alami atau dengan tembok pelindung di sepanjang pantai dengan sea wall, revetment, bulkheat, dan pengembangan perlindungan pesisir.

“Pada akhirnya, solusi paling penting yaitu menyiapkan SDM adaptif terhadap perubahan iklim dengan penyediaan modal serta membuka akses keuangan untuk usaha produktif dan adaptif terhadap perubahan iklim,” pesannya.(ris)

Artikel lainnya….

Dirut PT. GNE Ditahan, Pemprov Minta Perusahaan Tetap Beroperasi Normal

Pembangunan Dikebut, Bendungan Meninting Siap Diresmikan Presiden Jokowi

HNSI NTB akan Gugat UU Nomor 1 Tahun 2022

Desa Wisata Bilebante Dijadikan Pilot Percontohan Destinasi Wisata Ramah Muslim

0
Kepala Bank Indonesia NTB, Berry A Harahap (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB)-Bank Indonesia menyadari bahwa pariwisata memiliki peranan penting dalam perekonomian yang berkelanjutan di NTB untuk mendorong pertumbuhan sektor jasa, menyerap tenaga kerja, serta mendorong pembangunan daerah. Potensi sumber daya alam dan budaya yang melimpah menjadikan NTB sebagai salah satu destinasi tujuan utama wisata.

Melihat banyaknya potensi desa wisata di NTB, Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB memilih Pasar Pancingan, Desa Wisata Hijau Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah sebagai lokasi utama penyelenggaraan acara World Book Day tahun 2024 dalam rangka meningkatkan pemahaman kelompok Desa Wisata akan promosi digital melalui Bedah Buku Unboxing Insight karya Elliza Rohati yang disiarkan secara langsung ke seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia dan anggota Generasi Baru Indonesia (GenBI). Hal ini menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry A Harahap, memungkinkan Desa Wisata Hijau Bilebante untuk menjangkau pengunjung yang lebih luas.

Pada tahun 2024 Departemen Ekonomi Keuangan Syariah-Bank Indonesia juga memilih desa ini sebagai pilot project untuk pembuatan tempat wisata ramah muslim. Hal tersebut tidak lepas karena potensi Desa Wisata Bilebante yang dapat menyuguhkan keasrian alamnya dan masih memiliki banyak lahan persawahan juga beberapa fasilitas yang dijadikan paket wisata bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam khas pedesaan. Sehingga, Desa Bilebante dinamakan juga sebagai desa wisata hijau.

Disarankan agar pengunjung Desa Wisata Hijau Bilebante singgah di pasar pancingan untuk melakukan aktivitas memancing di kolam yang telah disediakan. Yang membuat kegiatan memancing ini berbeda adalah hasil tangkapannya bisa langsung diolah menjadi hidangan ikan yang lezat.

Pengunjung juga dapat mencicipi makanan khas daerah yang lezat. Budidaya yang dihasilkan masyarakat dijadikan bahan baku kuliner yang akan disajikan, seperti rumput laut yang dimanfaatkan sebagai bahan baku serabi. Selain itu, kuliner lokal yang menjadi ciri khas desa bilebante ialah klepon, lupis, hingga secang. Pastinya, bahan-bahan masakan pun alami dari hasil perkebunan desa ditambah dengan produk unggulan minuman jamu, yaitu mule gati atau serbat.

Selain itu, Desa Bilebante juga menawarkan berbagai paket wisata alternatif. Dimulai dengan pelajaran kuliner, di mana para pengunjung diawasi oleh instruktur dalam pembuatan jamu, sayur daun kelor, ayam merangkat, dan pelecing ala kota wisata Bilebante. Suasana cooking class yang menyenangkan dikelilingi perkebunan di sekitar pasar pancingan.

Para tamu juga dapat mengikuti tur ATV ke kebun dan sawah di Desa Wisata Hijau Bilebante. Mengendarai ATV melintasi sawah seluas 226 hektar, kebun herbal dengan 135 jenis tanaman obat, mengunjungi sekretariat pertemuan Bilebante dan berfoto di tugu sepeda. Beberapa lokasi terbaik untuk pengunjung berfoto di Bilebante dilengkapi pemandangan Gunung Rinjani, Gunung Saak, dan berbagai hasil kebun yang ditanam oleh penduduk setempat.

Diharapkan bahwa berbagai penawaran wisata yang menarik di Desa Bilebante akan meningkatkan produktivitas dan nilai tambah masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata. Selain itu, desa wisata ini juga dapat menjadi upaya untuk melindungi sejarah kearifan lokal, lingkungan, sumber daya dan budaya di Desa Wisata Hijau Bilebante. Sebagaimana Bank Indonesia akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi yang berkesinambungan terkait pengembangan pariwisata dalam rangka mendukung pariwisata dan ekonomi daerah.

Lebih lanjut, menurut Berry, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi tantangan tersendiri dalam promosi pariwisata. Pengembangan SDM tidak hanya seputar melaksanakan capacity building saja namun membutuhkan wadah yang dapat terus melayani pengunjung, mengelola dan struktur wisata yang aman sehingga dapat menarik minat pengunjung untuk datang kembali.

Sejak tahun 2021, Bank Indonesia telah hadir bersinergi mendukung pengembangan desa wisata dengan memberikan pelatihan perencanaan penyusunan milestone dan grand design mulai dari standarisasi wisata.

Dalam rangka mendorong pemasaran digital, penting untuk membangun suatu branding desa wisata untuk menjadi lebih dikenal oleh banyak pengunjung. Selain itu, dengan adanya hexahelix collaboration dapat mengangkat potensi yang dimiliki agar dunia mengetahui potensi pariwisata NTB.

HexaHelix Stakeholders sebagai bentuk koordinasi semua peran penting dari para pemangku kepentingan dalam berkontribusi untuk bersama-sama bersinergi mencapai tujuan pengembangan wisata NTB. Adanya kontribusi masyarakat setempat sebagai penerima manfaat meningkatkan dampak yang lebih besar bagi Desa Wisata Hijau Bilebante.

Bank Indonesia juga akan terus mendukung promosi desa wisata dengan pemasaran digital seperti menggunakan jasa influencer dalam kegiatan promosi. Adanya influencer seperti anggota GenBI yang mempunyai pengikut di social media dapat membantu desa wisata Bilebante untuk dikenal pengunjung lebih cepat. Harapannya dengan promosi digital tersebut dapat menarik wisatawan untuk datang dan berkeinginan kembali lagi ke Desa Wisata Hijau Bilebante.(bul)