Friday, April 17, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 703

Rupiah Melemah, Efek Ganda Bagi Sektor Pariwisata

0
Kabid Kelembagaan Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Mawardi. (ekbisntb.com/ulf).

Mataram (ekbisntb.com) – Melemahnya nilai tukar rupiah memberikan dampak bagi industri pariwisata. Disatu sisi, menjadi keuntungan bagi wisatawan mancanegara, namun sebaliknya menjadikan depresiasi rupiah di dalam negeri, karena akan berpengaruh pada biaya operasional.

Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Mawardi di Mataram, Senin 1 Juli 2024 mengatakan bahwa, melemahnya kurs rupiah berdampak positif dan negatifnya terhadap sektor pariwisata.

Ia menyebutkan, wisatawan mancanegara akan diuntungkan karena situasi seperti ini, karena nilai tukar mata uang dan pembiayaan wisatanya menjadi lebih murah. Sehingga semakin banyak yang akan berkunjung.

“Dibuktikan dengan kunjungan wisatawan mancanegara saat ini, banyak yang sudah mulai berdatangan. Keuntungannya bisa dari segi pembelanjaan dan menikmati fasilitas-fasilitas di sini,” jelasnya.

Meskipun, pelemahan nilai rupiah dapat memicu mahalnya pembiayaan, mulai dari harga tiket pesawat dan lain-lain berdasarkan kurs rupiahnya. Hal Ini berdampak terhadap wisatawan domestik.

Dinas Pariwisata Provinsi NTB menargetkan, untuk kunjungan wisatawan asing tahun ini sebanyak 2.5 juta tahun 2024 ini. Pertengahan tahun ini sudah mencapai 1,8 juta wisatawan kunjungan. Target tersebut meningkat dari tahun lalu, yang hanya sebanyak 2 juta wisatawan.

“Target ini akan tercapai dengan kita melihat trafik saat ini, dan mulai terus meningkat. Terbukti dari aktivitas-aktivitas teman-teman travel agent,” ungkapnya. Ia menambahkan, untuk okupansi perhotelan rata-rata di atas 70%. Ia berharap, hal seperti ini akan terus meningkat hingga 100% di bulan Juli-Agustus meskipun kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Hal senada disampaikan juga oleh Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Provinsi NTB, melemahnya kurs dapat menjadi keuntungan bagi turis asing.

“Mungkin dengan beberapa dolar sudah dapat hotel bintang empat, malah bagus bagi mancanegara. Oleh karena itu, problem sekarang itu kita perlu tingkatkan wisatawan mancanegara. Bagaimana akses ke sini itu tidak susah,” ungkapnya.

Ia berharap, Provinsi NTB harus memiliki pintu masuk langsung agar para wisatawan luar tidak singgah di daerah lain terlebih dahulu. Itu menjadi strategi ke depan dari pemerintah dan pihak swasta. Saat ini rute turis mancanegara yang mengarah langsung ke Lombok ada dua, yaitu di Kuala Lumpur-Malaysia dan Singapura.

“Misalnya turis dari Eropa, bisa langsung direct Eropa-Singapura-Lombok, atau Eropa-Kuala Lumpur-Lombok, seperti itu,” pungkasnya. (ulf)

NTB Berpeluang Berkembang dengan Wisata Budaya

0
Bambang Haryo (ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Provinsi NTB memiliki peluang besar jika mengembangkan wisata budaya. Hal ini bisa dijadikan perhatian oleh pemerintah daerah, maupun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sebagaimana dikemukakan Anggota DPR RI Terpilih Bambang Haryo. Menurutnya, selama ini pemerintah hanya fokus pada pengembangan wisata alam saja, padahal NTB memiliki potensi wisata budaya yang sangat luar biasa banyak.

“Ini yang kita sangat mengharapkan kalau budaya ini diperhatikan saya yakin (Kunjungan wisatawan meningkat,red) karena turis itu senangnya lihat budaya bukan alam saja. Ini kebetulan saja alamnya tidak ada ditempat dia tapi mereka lebih tertarik dibudaya,” kata Bambang Haryo di Mataram, Senin 1 Juli 2024.

Sebagai contoh wisatawan asing banyak memilih Bali sebagai tujuan wisata karena melihat adanya kebudayaan yang ditampilkan. Kemudian berkaca dari Negara Asia Tenggara seperti Thailand yang memiliki kunjungan wisatawan empat sampai lima kali lipat dibandingkan jumlah tamu di Indonesia serta lama menginap yang cukup lama.

“Itu karena Negara Gajah Putih tersebut mengandalkan wisata budaya untuk menarik wisatawan dunia. Sedangkan Indoensia yang memiliki ratusan kerajaan tapi belum banyak dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata. Thailand paling Cuma tiga kerajan, Malaysia Cuma sembilan kerajaan, tetapi bagaimana dia eskplore kebudayaan itu sehingga bisa hebat tourisnya dan mereka tinggalnya cukup lama,” ujarnya.

Contoh lainnya Prancis yaitu negara yang tidak memiliki wisata alam tetapi kemudian menawarkan wisata budaya ke pengunjung. Sehingga menjadikan Prancis sebagai negara dengan jumlah wisatawan asing terbesar didunia hingga menyentuh 250 juta.

“Kenapa Lombok ini sedikit sekali wisatawan, kita punya peluang. Malaysia menjadi negara yang harus kita serap, Arab menjadi serapan yang bisa kita serap untuk pariwsata halal tapi tolong tunjukan pada publik pada dunia bahwa kita punya kebudayaan yang sangat banyak dan bagus,” katanya.

Ia menambahkan, jika manajemen wisata budaya ini dikelola dengan baik dan dipromosikan secara maksimal oleh Pemda. Serta budaya yang ada di NTB ini bisa lebih dikembangkan lagi. Dia yakin kunjungan wisata di NTB akan meningkat kedepannya.

Terlebih tidak semua daerah seperti di NTB yang memiliki tempat sebagai peristrirahatan kerajaan. Kebanyakan daerah justru yang terbangun adalah bangunan kerajaannya, bukan tempat peristirahatan raja.

“Kebetulan disini sudah bagus, ada air suci tempat kita minum, air tempat mandi dan sebagainya sudah tersedia. Cuma masih belum ada tari-tarian jadi harusnya disini bisa dipersembahkan tarian-tarian kolosol,” katanya

Bahkan dengan potensi wisata budaya yang ada Lombok ini, wisatawan tidak hanya berkunjung ke Gili Trawangan. Sebaliknya ribuan wisatawan yang ada di Gili Trawangan dapat ditarik untuk mengunjungi tempat-tempat wisata budaya lain di Lombok. Sebagai contoh Taman Narmada di Lombok Barat yang memiliki potensi wisata budaya sama persis dengan budaya Kecak di Uluwatu Bali dan Yogyakarta.

“Harusnya tidak boleh kalah dengan Bali, ada namanya tempat Kecak di Uluwatu, jadi disini itu bisa (Wisata budaya dikembangkan,red), ini juga sama persis dengan di Kerajaan Yogya yang memilih 44 selirnya. Jadi tempat ini adalah milik raja yang bisa kita nikmati sekarang ini,” katanya

Oleh karena itu dia berharap kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI untuk lebih perhatian dalam pengembangan wisata budaya, khususnya di Provinsi NTB. Sebab dia melihat destinasi wisata budaya di NTB masih kurang terpelihara dan belum banyak dilirik Pemda.

“Jadi ini perlu adanya perhatian, kalau ada perawatan bagus, terus ada tari-tarian, dieksplore ada raja-raja zaman dulu, bila perlu kita bisa ada sewa pakaian adat dan sebagainya saya yakin laris. Lombok akan jadi destinasi pariwisata budaya terbesar di Indoensia,” tandasnya.(bul)

Penonton MXGP Membludak, Tembus 40.000 Orang

0
Penonton hiburan MXGP membludak(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Gelaran Motocross Grand Prix (MXGP) seri 1 makin meriah dengan digelarnya malam hiburan, Minggu 30 Juni 2024, menghadirkan band-band populer nasional.

Penampilan musisi ternama seperti Vierratale dan Fourtwenty berhasil menarik penonton hingga membeludak mengisi lokasi hiburan di area Sirkuit MXGP Lombok di di Eks Bandara Selaparang.

Dari target awal penjualan sejumlah 30.000 tiket, jumlah penonton tembus mencapai 40.000 orang sejak pagi hingga malam hari.

Direktur PT Samota Enduro Gemilang (SEG) MXGP, Diaz Rahmah Irhani mengungkapkan, jumlah penonton yang datang baik pada saat pertunjukan MXGP maupun konser jumlahnya sama. Hal itu karena penjualan tiketnya mejadi satu paket, yang mana sekaligus antara MXGP dan tiket konser.

“Total tiket tersebar dan jumlah penonton itu di 40 ribu untuk tiket kedua kegiatan terebut,” ungkap Diaz.

Ia menyebutkan, capaian angka fantastis pada event ini membuktikan bahwa anak muda Indonesia mampu menyelenggarakan acara internasional yang memberikan pengaruh besar pada masyarakat.

Event ini pun membawa berkah bagi pelaku UMKM yang terlibat dalam penyelenggaraan terebut. Kesempatan mereka untuk mendongkrak penghasilan pada event tersebut dilihat dari animo masyarakat yang hadir melampaui target awal panitia penyelenggara MXGP.

“Pelaku UMKMnya happy walaupun sempat ada isu satu dua sebelumnya. Tapi semalem saya denger sampai sold out semua. Jadi, harusnya laku keras,” demikian Diaz. (ulf)

Maret 2024, Penduduk Miskin di NTB Turun Jadi 12,91 Persen

0
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB Wahyudin(ekbisntb.com/ris)

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB menyatakan bahwa persentase penduduk miskin di NTB pada Maret 2024 sebesar 12,91 persen. Angka ini menurun sebesar 0,94 persen poin terhadap Maret 2023 dan menurun 0,91 persen poin terhadap September 2022. Persentase penduduk miskin pada Maret 2024 merupakan yang terendah sepanjang periode September 2014 sampai Maret 2024.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB Wahyudin mengatakan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 709,010 orang, berkurang 42.220 orang terhadap Maret 2023 dan berkurang 3.680 orang terhadap September 2022.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2023–Maret 2024, jumlah penduduk miskin perkotaan turun dari 383.530 orang menjadi 368.540 orang. Sedangkan di perdesaan turun dari 367.700 orang menjadi 340.470 orang.

“Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 13,76 persen menjadi 12,86 persen. Sementara itu, di perdesaan turun dari 13,95 persen menjadi 12,95 persen,” kata Wahyudin saat menyampaikan rilis berita resmi statistik, Senin 1 Juli 2024.

Adapun garis kemiskinan pada Maret 2024 tercatat sebesar Rp534.703 /kapita/bulan dengan komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp404.637 (75,68 persen) serta garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp130.066 (24,32 persen).

Untuk diketahui, garis kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan non makanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Pada Maret 2024, secara rata-rata rumah tangga miskin di Provinsi NTB memiliki 4,14 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah sebesar Rp2.213.670 / rumah tangga/bulan.

“Dengan memperhatikan komponen garis kemiskinan, yang terdiri dari garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan bukan makanan, bahwa peranan komoditas makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Besarnya sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada Maret 2024 sebesar 75,68 persen,” ujarnya.

Secara historis selama 10 tahun terakhir yaitu periode September 2014 – Maret 2024, tingkat kemiskinan di Provinsi NTB mengalami penurunan, baik dari sisi jumlah maupun persentase. Perkecualian pada beberapa periode yaitu Maret 2017, Maret 2020, September 2020, September 2022, dan Maret 2023.

Kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada tahun 2020 merupakan akibat dari adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Sementara itu, kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode Maret 2023 dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu harga BBM yang naik pada akhir triwulan III tahun 2022 berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok hingga saat ini.

“Penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin pada Maret 2024 dikarenakan berbagai faktor diantaranya inflasi yang relatif terkendali, perekonomian NTB tumbuh positif dan berbagai macam program intervensi kemiskinan yang dilakukan pemerintah,” katanya.(ris)

Jika Diminta, BPS Siap Hitung Dampak MXGP

0
MXGP seri I di Sirkuit Eks Bandara Selaparang, Kota Mataram, 29-30 Juni 2024(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan siap menghitung dampak ekonomi dari penyelenggaraan MXGP, jika diminta.

Hal ini dikemukakan Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM, di Mataram, Senin 1 Juli 2024. Pada penyelenggaraan MXGP dua seri di sirkuit eks Bandara Selaparang, 29 Juni sampai 7 Juli 2024, BPS menurutnya tak melakukan perhitungan dampak secara ekonomi.

“Kalau kita diminta menghitung dampaknya sama pak Pj. Gubernur yang baru, kita akan hitung,” jelas Wahyudin.

Ditegaskannya kembali, untuk seri I MXGP yang sudah berlangsung 29-30 Juni 2024, BPS tidak bisa lagi menghitung dampaknya. Kecuali MXGP seri II yang akan dilaksanakan di sirkuit yang sama di eks Bandara Selaparang pada 6-7 Juli 2024.

“Itupun kalau masih memungkinkan,” tambahnya.

Sebab dalam menghitung dampak MXGP ini, beberapa komponen yang disurvey dan dihitung diantaranya, pengeluaran penonton baik untuk untuk biaya tiket masuk, transportasi/angkutan, biaya hotel, souvenir, termasuk survey UMKM dan hotelnya.

Wahyudin menambahkan, untuk penghitungan dampak ekonomi MXGP ini, pembiayaan akan dibebankan kepada Pemda atau yang meminta untuk dihitung dampaknya. Pembiayaan untuk tenaga survey dan pengolah data, termasuk biaya untuk tiket masuk ke arena saat melakukan survey dan penghitungan.

“Kalau analisis data karena menggunakan tenaga organik BPS, tidak perlu bayar,” tambahnya.

Sebelumnya, BPS pernah melakukan penghitungan dampak ekonomi event internasional yang diselenggarakan di NTB, saat penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika. BPS NTB juga melakukan analisis dampak ekonomi MXGP di Sirkuit Samota dan eks Bandara Selaparang tahun 2023 lalu.

Seperti halnya Asian Games, MXGP juga merupakan salah satu event besar olah raga yang pernah diselenggakan di NTB. Penyelenggaraan MXGP Tahun 2023 memberikan dampak nilai produksi daerah NTB.

Lima lapangan usaha yang mengalami peningkatan nilai produksi tertinggi akibat Penyelenggaraan MXGP Tahun 2023 adalah Konstruksi, Industri Pengolahan, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Transportasi dan Pergudangan, dan Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor.

Lima lapangan usaha tersebut mengalami peningkatan nilai produksi 107,80 persen dari total output yang tercipta. Dampak produksi domestik dari penyelenggaraan MXGP 2023 paling besar ada pada lapangan usaha Konstruksi.

Penyelenggaraan MXGP Tahun 2023 di Samota dan Selaparang memberikan dampak nilai produksi berturut-turut sebesar Rp35,63 miliar terhadap Kabupaten Sumbawa dan Rp85,17 miliar terhadap Kota Mataram.(bul)

Harga Emas Antam Turun Rp2.000 Jadi Rp1,363 Juta Per Gram

0
Ilustrasi Emas Batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin pagi, turun sebesar Rp2.000 per gram, sehingga menjadi Rp1.363.000 per gram.

Sebelumnya, harga emas batangan berada di posisi Rp1.365.000 per gram pada Sabtu 29 Juni 2024.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Senin, yakni sebesar Rp1.233.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di Logam Mulia Antam pada Senin 1 Juli 2024:

– Harga emas 0,5 gram: Rp731.500
– Harga emas 1 gram: Rp1.363.000
– Harga emas 2 gram: Rp2.666.000
– Harga emas 3 gram: Rp3.974.000
– Harga emas 5 gram: Rp6.590.000
– Harga emas 10 gram: Rp13.125.000
– Harga emas 25 gram: Rp32.687.000
– Harga emas 50 gram: Rp65.295.000
– Harga emas 100 gram: Rp130.512.000
– Harga emas 250 gram: Rp326.015.000
– Harga emas 500 gram: Rp651.820.000
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.303.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.(Ant)

Tahun Ajaran Baru Berkah Bagi Penjahit di Mataram

0
Sumiati, salah satu penjahit di Kota Mataram (ekbisntb.com/ant)

Mataram (ekbisntb.com) – Memasuki tahun ajaran baru 2024/2025, para penjahit di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat berkah dengan pesanan baju seragam sehingga omzet meningkat.

Sumiati, salah satu penjahit di Kota Mataram, Sabtu 29 Juni 2024, mengatakan memasuki tahun ajaran baru menjadi salah satu momen yang ditunggu karena biasanya jahitan seragam meningkat hingga berlipat-lipat.

“Kalau biasanya kami hanya menjahit satu atau dua setel seragam, saat tahun ajaran baru bisa mencapai puluhan bahkan lebih 100 stel seragam,” katanya.

Sedangkan terkait dengan tarif jahit, untuk satu seragam siswa SMA/SMK dan MA dipatok sekitar Rp180.000-Rp200.000 per satu setel baik untuk siswa maupun siswi.

Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kata Sumiati yang sudah melakoni pekerjaannya sejak puluhan tahun, seragam siswa baru yang banyak menjahit biasanya untuk tingkat SMA/SMK dan MA.

Alasannya, karena siswa tingkat SMA/SMK dan MA ini dari sekolah hanya diberikan bahan dan contoh model jahitan.

Sementara untuk seragam SD dan SMP biasanya diberikan dari sekolah yang sudah dijahit , namun ada juga yang menjahit sendiri agar bisa sesuai ukuran. Karena kadang seragam yang dikasi tidak sesuai ukuran anak.

“Karena itu, saya sering terima untuk proses kecilkan ukuran seragam SD dan SMP,” katanya lagi.

Menurutnya, jahitan baju seragam di prediksi akan meningkat drastis minggu depan, karena penerimaan peserta didik baru (PPBD) dari jalur zonasi sekaligus pengumuman.

“Setelah pengumuman biasanya dilakukan daftar ulang dan pembagian bahan seragam untuk dijahit,” katanya.

Karena itu, untuk mempercepat pengerjaan baju seragam, pihaknya juga meminta bantuan keluarga dekat untuk memasang kancing dan sum manual.

“Tapi kalau untuk proses pengukuran, pemotongan, dan menjahit tetap saya kerjakan sendiri,” katanya.

Hal senada juga disampaikan penjahit lainnya Railah, yang juga mengaku menerima pesanan baju seragam di musim siswa baru berlipat-lipat.

“Tahun ajaran baru menjadi berkah bagi kami sebagai penjahit, selain menjelang Idul Fitri,” katanya lagi.(Ant)

AHM: Okupansi Hotel Di Mataram Saat MXGP Lampaui Target

0
Salah satu hotel yang ada di kota mataram(ekbisntb.com/dok)

Mataram (ekbisntb.com) – Asosiasi Hotel Mataram (AHM), Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, okupansi hotel di Mataram saat pelaksanaan Motocross Grand Prix (MXGP) yang berlangsung mulai hari ini 29-30 Juni 2024, melampaui target yang ditetapkan.

Ketua AHM I Made Adiyasa Kurniawan di Mataram, Sabtu, menyebutkan, berdasarkan laporan dari para pelaku usaha hotel di Mataram Jumat malam 28 Juni 2024 okupansi hotel sudah di atas 80 persen.

“Tingkat hunian hotel itu, melampaui target yang kita tetapkan sebesar 70 persen,” katanya kepada wartawan saat dikonfirmasi.

Sementara untuk okupansi di seri kedua yakni pada 6-7 Juli 2024, Adiyasa belum bisa memastikan akan sama dengan seri pertama, kemungkinan bisa bertambah dan bisa juga berkurang.

“Harapan kita tentu okupansi bisa terus naik,” katanya.

Menurutnya, terlampaui-nya target hunian hotel saat MXGP 2024 tersebut salah satunya juga karena masuknya musim libur panjang sekolah sehingga para tamu sekaligus datang untuk berlibur.

Hanya saja, lanjutnya, para tamu yang datang menginap rata-rata masih tamu domestik atau dari dalam Provinsi Nusa Tenggara Barat dan hanya sebagian kecil dari luar.

“Harapan kita ke depan, publikasi ajang MXGP ke depan bisa lebih gencar sehingga setiap tahun dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan hunian hotel seperti halnya MotoGP,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra sebelumnya mengatakan, dalam rangka menyemarakkan kejuaraan internasional MXGP 2024, pihaknya telah menyiapkan kegiatan pagelaran seni budaya dipusatkan di Teras Udayana.

“MXGP ini berlangsung dua seri yakni seri pertama 29-30 Juni kemudian seri kedua 6-7 Juli 2024, dan pagelaran seni budaya kita gelar setiap Sabtu malam,” katanya.

Untuk seri pertama, kata Cahya, pagelaran seni budaya dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ada di Kota Mataram.

“Konsepnya seperti karnaval diikuti oleh warga NTT dengan berbagai seni budaya mereka dan di awali dengan kesenian ‘Gendaq Beleq’ dari Pulau Lombok,” katanya.

Kemudian pada Sabtu malam untuk seri dua, Dispar sudah menyiapkan kegiatan “Mataram Kultur Festival”, dengan menampilkan seni dan tari multi etnik.

Kegiatan itu dibuka juga dengan pementasan “Gendang Beleq” dari Lombok, kemudian pementasan tarian dari Suku Mbojo di Pulau Sumbawa, dan dilengkapi dengan tarian dan Pulau Bali dari warga Bali yang tinggal di Kota Mataram.

“Kegiatan seni di malam terakhir seri dua MXGP kita tutup dengan pagelaran Wayang Sasak Lalu Nasib,” katanya.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan yang telah disiapkan Pemerintah Kota Mataram itu, diharapkan dapat menyemarakkan perhelatan MXGP 2024 di Pulau Lombok dan mencapai tiga target sukses yang ditetapkan Pemerintah Kota Mataram yakni sukses penyelenggaraan, sukses ekonomi, dan sukses pencitraan.(Ant)

Momentum MXGP Promosikan NTB Di Mata Dunia

0
Perhelatan kejuaraan dunia MXGP Lombok Nusa Tenggara Barat (ekbisntb.com/ant)

Mataram (ekbisntb.com) – Perhelatan kejuaraan dunia MXGP Lombok yang digelar dalam dua seri pertama 29-30 Juni dan seri kedua pada 6-7 Juli 2024, diharapkan mampu mengenalkan potensi Nusa Tenggara Barat (NTB) kepada masyarakat dunia.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB Tri Budi Prayitno mengatakan MXGP merupakan sebuah kegiatan yang besar dan tidak mudah untuk diadakan, namun NTB menunjukkan dapat menyelenggarakannya sehingga menjadi atensi dunia.

“Alhamdulillah, ini adalah event yang tidak mudah untuk diadakan dan ternyata NTB mampu menggelar event ini. Menunjukkan Indonesia menjadi atensi dunia. Tidak mudah mendatangkan kegiatan sebesar MXGP di Indonesia apalagi di NTB,” ujarnya, di Mataram, Sabtu.

Ia menilai MXGP menjadi momentum yang diharapkan mampu mengenalkan Indonesia, khususnya NTB di mata dunia. Sebab, ada sebanyak 22 negara yang terdiri dari 24 crosser MXGP dan 22 crosser MX2 yang menjajal Sirkuit Selaparang pada seri pertama 29-30 Juni 2024 dan seri kedua pada 6-7 Juli 2024.

Yiyit, sapaan akrabnya menyatakan perhelatan MXGP dapat memperoleh manfaat untuk berbagai semua pihak dan masyarakat sekitar. Termasuk, pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM).

“Kami berharap MXGP ini sukses dalam penyelenggaraan, sukses dari segi perekonomian, dan sukses dalam pencitraan yang ditunjukkan kepada dunia,” katanya.(Ant)

UMKM Nikmati Berkah MXGP Lombok di Sirkuit Selaparang

0
Salah satu dari pelaku UMKM asal Selong, Kabupaten Lombok Timur, Rosa(ekbisntb.com/ant)

Mataram (ekbisntb.com) – Sejumlah pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ikut memeriahkan perhelatan MXGP seri ke-11 di Sirkuit Eks Bandara Selaparang, Kota Mataram digelar 29 sampai 30 Juni 2024 mengaku senang dan menikmati berkah dari ajang balapan motorcross paling bergengsi di dunia itu.

Salah satu dari pelaku UMKM asal Selong, Kabupaten Lombok Timur, Rosa menjual aneka makanan dan cemilan mulai dari ricebowl, pisang goreng, dan jasuke.

“Alhamdulillah, rame di hari kedua ini, kami akan ikut full 9 hari sampai minggu depan pada seri ke-12 nanti,” ujarnya, di Mataram, Sabtu 29 Juni 2024.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah telah melibatkan para pelaku UMKM, sehingga menjadi kesempatan untuk mengenalkan produk andalan UMKM NTB.

Berbagai macam makanan khas NTB disajikan oleh pelaku UMKM, di antaranya rice bowl, keripik pisang, jagung susu keju (jasuke), serta aneka makanan dan minuman kopi robusta lainnya yang memanjakan para pengunjung.

Selain itu, ada Linsih asal Masbagek, Lombok Timur yang menjual berbagai olahan tas hasil dari daur ulang sampah, yang harganya cukup terjangkau dan cocok menjadi oleh-oleh.

Ia menyampaikan terima kasih pula kepada pemerintah, melibatkan pelaku UMKM secara gratis yang penting siap bawa produk masing-masing.

“Kami ikut full sampai seri ke-12 pekan depan,” katanya lagi.

Pemerintah Kota Mataram menargetkan omzet pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) selama kegiatan Motocross Grand Prix (MXGP) yang berlangsung di Sirkuit Selaparang, Kota Mataram, 29 Juni-7 Juli 2024 mencapai Rp500 juta.

Kepala Bidang UKM Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Mataram Mamluatul Chair, di Mataram mengatakan, kegiatan MXGP 2024 di bekas Bandara Selaparang tahun ini berlangsung dua seri, sehingga UMKM memiliki kesempatan berjualan sekitar sembilan hari.

“Karena itu, kami targetkan omzet pelaku UMKM bisa tembus Rp500 juta,” katanya pula.

Target tersebut ditetapkan berdasarkan pengalaman pelaksanaan MXGP tahun 2023 yang hanya berlangsung tiga hari, namun pelaku UMKM bisa meraup omzet hampir Rp200 juta.

“Harapan kami MXGP 2024, pelaku UMKM bisa mendapatkan omzet lebih besar lagi serta bisa mempromosikan berbagai produk lokal,” katanya.(Ant)