Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 678

Dukukuhkan, Kepala OJK NTB Baru Diminta Tetap Perkuat Pertumbuhan Ekonomi NTB

0
Dari kanan ke kiri, Mantan Kepala OJK NTB, Rico Rinaldy, Pj. Gubernur NTB, Hassanudin, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia, Dian Ediana Rae dan Rusi Sulistyo.(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia, Dian Ediana Rae mengukuhkan Kepala OJK Provinsi NTB, Rudi Sulistyo, disaksikan Pj. Gubernur NTB, Hassanudin, dan Forkopimda serta unsur lembaga keuangan lainnya.

Pengukuhan dilakukan secara resmi, Jumat 12 Juli 2024 di Kantor OJK Provinsi NTB, Rudi Sulistyo menggantikan Kepala OJK sebelumnya, Rico Rinaldy. Dalam amanatnya, Rudi Sulistyo diminta agar OJK NTB terus mendukung pembangunan perekonomian daerah, sebagaimana tupoksinya.

“Tentu tugas kita adalah tugas mengawasi sektor jasa keuangan, Pak Rudi bagaimana mengupayakan kontribusi perbankan dan sektor jasa lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui pengembangan UMKM dan usaha ekonomi lainnya,” demikian pesannya.

Disisi lain, persoalan ekonomi yang menjadi perhatian di Republik Indonesia saat ini adalah judi online. OJK NTB dibawah pimpinan Rudi Sulistyo dipesan untuk tetap ikut serta memberantas judi online khususnya di wilayah NTB.

“Pemberantasan judi online tentu juga ini adalah tugas yang harus kita laksanakan. Seperti yang diketahui bahwa OJK juga sudah memblokir lebih 7.000 rekening yang dipakai kegiatan-kegiatan judi online ini,” ujarnya.

Bahaya yang timbul pada kegiatan judol ini menurutnya cukup besar, sehingga masyarakat perlu diantisipasi agar tidak terjerat. Judi online ini menurutnya urgen karena membahayakan perekonomian keluarga, bahkan perekonomian bangsa pada umumnya.

“Judi online ini sama sekali tidak ada kontribusinya terhadap perekonomian, tetapi lebih banyak menimbulkan banyak penderitaan terhadap masyarakat kecil. Ini kita sangat konsen sekali memeranginya,” terangnya.

Jika judi pada sebelumnya harus mengeluarkan dana besar, namun kini hanya bermodalkan Rp10.000 saja sudah bisa ikut bermain judi online. Diawal permain, judi online menjanjikan kemenangan. Namun setelahnya, hanya menguras keuangan sehingga mengakibatkan kecanduan pada pemainnya.

“Dulu kalau main judi harus besar nilainya, sekarang Rp10.000, Rp20.000 sudah bisa ikut, artinya masyarakat dari kalangan bawah juga ikut. Dan harus disadari betul ini harus diperangi bersama,” tandasnya.

Sementara itu, Pj. Gubernur NTB, Hassanudin menegaskan pemerintah daerah akan tetap menjalin koordinasi yang baik dengan OJK, khususnya OJK NTB. Demi kepentingan pertumbuhan ekonomi daerah dan kebermanfaatan bagi masyarakat NTB.(bul)

Smelter Hampir Rampung, Belanjanya Rp17 Triliun

0
Ilustrasi smelter(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com)-Progres pembangunan pabrik pemurnian hasil tambang (smelter) milik PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) disebut sudah diatas 90 persen. Mengejar target operasional Januari tahun 2025 nanti.
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, H. Sahdan di Mataram, Selasa 12 Juli 2024 mengemukakan, progres pembangunan smelter sudah mencapai 94 persen saat ini. bahkan mesin-mesinnya sedang dalam tahap commissioning (uji coba). Direncanakan commissioning selesai Desember tahun ini.

“Karena target operasinya Januari 2025,” jelas Sahdan.

Untuk memastikan laporan progress smelter ini, Dinas ESDM Provinsi NTB akan melakukan kunjungan lapangan bersama Komisi VII DPRD NTB.

“Kita ingin lihat langsung progress terakhirnya,” terangnya.

PT. AMNT sebagaimana informasi yang didapatkannya, membelanjakan pendanaan sebesar Rp17 triliun untuk pembangunan smelter. Belanja tersebut Sebagian besar untuk pengadaan mesin-mesin dan komponen untuk membangun smelter.

“Belanjanya sebesar itu untuk membeli komponen-komponen dan permesinan di luar negeri. Ini barang kan kayak lego itu, disini tinggal pasang. Kita dapatnya serapan tenaga kerja itu. Walaupun komposisi serapan tenaga kerja ini ada lokal, nasional, asing, tergantung kompetensinya,” demikian H. Sahdan.
Sementara itu, keterangan resmi dari AMNT, Proyek smelter AMMAN telah mencapai 95,5% berdasarkan hasil verifikasi hingga 31 Mei 2024. Hasil ini menandakan telah tercapainya penyelesaian konstruksi fisik dan mechanical completion. Lima persen yang tersisa merupakan tahapan komisioning yang saat ini tengah berjalan.

“Proyek smelter AMMAN kini tengah berada dalam proses komisioning, yang direncanakan akan berlangsung selama lima bulan sejak awal Juni. Salah satu tahap dalam proses komisioning tersebut adalah masuknya konsentrat tembaga sebagai feed smelter. Sementara itu, produksi katoda tembaga pertama dari smelter dijadwalkan pada kuartal keempat tahun 2024,” jelas Rachmat Makkasau, Presiden Direktur PT AMNT.(bul)

Gedung PLUT Direvitalisasi jadi “Sekolah” UMKM

0
Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB, Ahmad Masyhuri. (ekbisntb.com/ulf)

Mataram (ekbisntb.com)-Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Jalan Pendidikan, Kota Mataram direvitalisasi. PLUT ini akan dijadikan sekolah bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB, H. Ahmad Masyhuri mengatakan, PLUT nantinya dapat dimanfaatkan sebagai tempat pendampingan para pelaku UKM, membantu akses modal, tempat belajar, tempat berkumpul anak anak muda dalam mencari ilmu tentang UKM dan koperasi, akses ke mitra dan lainnya.

Ia menyampaikan, untuk mervitalisasi PLUT, dilakukan melalui anggaran DAK sebesar Rp 5,7 miliar. Untuk revitalisasi fisik sebesar Rp.3,7 miliar, dan sarana prasarana sebesar Rp2 miliar. Revitalisasi gedung PLUT ini direncanakan selesai tahun ini.

Masyhuri menambahkan, setelah PLUT direvitalisasi akan dijadikan sebagai sarana edukasi untuk UMKM. Bekerja sama dengan perguruan tinggi, tenaga ahli, dan pihak terkait lainnya untuk mendukung PLUT sebagai sekolah UMKM.

“Kami sudah membentuk incubator bisnis, nanti koperasi dan UMKM bisa sekolah di sana (PLUT). Disamping kegiatan konsultasi insidentil, akses, maupun pendampingan. Untuk UMKM yang masih belajar diberikan gratis dulu ketika masuk di PLUT, tapi ketika dia bersekolah dan keterampilannya menjadi bagus, tidak boleh gratis terus,” jelasnya.

Dengan menjadikan PLUT sebagai sekolah UMKM, menurut kepala dinas, ada potensi untuk menyumbang PAD NTB.

Ia berharap, ke depan PLUT akan menjadi pusa pembelajaran bagi para pelaku UKM, yang mana tempat tersebut akan menjadi tempat pedampingan, tempat belajar, tempat berkumpul anak anak muda dalam mencari ilmu tentang UKM dan koperasi.(Ulf)

Disdag NTB Siapkan Pasar Hasil Kerajinan dari Kapas Lokal

0
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti. (ekbisntb.com/ulf)

Mataram (ekbisntb.com)-Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq. Nelly Yuniarti memastikan kesiapan pasar untuk produk turunan kapas yang diproduksi di lahan tanam kapas yang ada di Desa Gumesa Timur, Desa Giri Tembesi, Gerung, Lombok Barat.

Baiq. Nelly optimis, dengan hadirnya lahan kapas di Lombok Barat akan menjadi pengungkit sejarah kejayaan kapas di Provinsi NTB.

Menurutnya, penanaman kapas tersebut saat ini belum diperuntukkan untuk pasar yang lebih luas, melainkan untuk pemenuhan kebutuhan di dalam daerah membuat benang khusus untuk memproduksi kain tenun di Provinsi NTB.

“Jadi belum untuk pasar yang luas dulu, kita masih melihat hasilnya. Karena kapas yang kita tanam itu kapas organik,” jelasnya.

Ia menegaskan, kesiapan pasar untuk produksi hasil turunan kapas. Menurutnya, produksi kapas saat ini akan mendukung kekhasan industry fashion daerah.

“kapas – kapas yang dihasilkan bisa jadi benang dan dibuat jadi kain. Mahal itu. Walaupun pasarnya terbatas untuk segmen tertentu. Kita akan bukakan pasarnya,” ujarnya.

Luas lahan saat ini sebesar 4 hektar diperkirakan akan menghasilkan sekitar 800 kain tenun. Luasnya akan terus bertambah untuk ke depannnya, dan sistem pengairannya akan didukung oleh Dinas Pertanian Provinsi NTB.

Mengingat harga kapas yang mahal, ia menyampaikan akan terus mendorong komoditi kapas untuk lebih masif lagi.

“Kemarin sudah ada arahan dari Wamendes, beliau akan ikut terlibat dalam pengembangan kapas ini karena berbasis desal,” ungkapnya. (ulf)

Pemprov NTB akan Bantu Penyediaan Sumur Bor untuk Petani Kapas

0
Kadistanbun NTB, M. Taufieq Hidayat . (ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB akan membantu penyediaan sumur bor bagi petani kapas yang ada di kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, M. Taufieq Hidayat, Jum’at 12 Juli 2024.

“Kemarin saya sudah bicara dengan Kepala Dinas Pertanian Lobar, akan ada bantuan, sudah kita minta verifikasi, diminta usulannya dari Calon Petani Calon Lokasinya (CPCL). Saya berbicara dengan Distanbun Lobar, ketemu di Lokasi supaya segera diajukan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Petani kapas yang ada di wilayah Gumesa, Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung melakukan panen kapas di lahan empat hektar.

Potensi kapas yang ada di kecamatan Gerung ini dinilai cukup tinggi, sampai dengan 300 hektar. Namun, masih sedikit lahan yang bisa dioptimalkan.

Permasalahan yang dialami oleh petani kapas saat ini adalah kurangnya sumber mata air untuk mengairi lahan kapasnya, sehingga petani meminta kepada pemerintah setempat untuk menyediakan sumur bor, embung, atau perairan dangkal.

Meski kapas merupakan tanaman yang tidak memerlukan terlalu banyak air, namun tetap saja untuk pemeliharaannya membutuhkan sumber air agar tanaman kapas ini subur dan menghasilkan kapas organic berkualitas.

“Kapas termasuk lahan kering. Nah kemarin kita ke kapas itu panen sekitar empat hektar di desa Tembesi, Gerung. Tidak terlalu banyak yang dibutuhkan air, namun tetap kita akan memberikan bantuan air sebanyak yang diusulkan oleh Dinas pertanian Lobar,” lanjutnya.

Kapas menjadi hasil pertanian yang sangat potensional jika dikembangkan di NTB, bahkan, beberapa tahun silam, pertanian kapas sangat berjaya di daerah ini.

Sehingga, untuk mengembalikan kejayaan pertanian kapas di NTB, petani dan Dinas Pertanian Lobar bersama dengan Pemerintah Provinsi akan berupaya untuk mengembangkan kembali potensi kapas ini.

“Daerah itu pernah panen 100-200 hektar, sekarang baru 5 hektar, artinya bisa mengembalikan kejayaan kapas. Petani dan Dinas pertanian lobar akan mengembangkan itu,” tambahnya.

Taufieq mengaku sampai saat ini kebutuhan petani kapas Lobar hanya ada di sumur bor. Saat ini, Dinas Pertanian Lobar sedang menginventarisir atau membuat daftar kebutuhan masyarakat yang ada di Lokasi pertanian kapas, sehingga jika sudah ada daftar, pemerintah provinsi akan berupaya memenuhi kebutuhan petani kapas tersebut. (era)

Lintasan Sirkuit Mandalika Dicat Ulang Jelang MotoGP 2024

0
Sirkuit Mandalika (ekbisntb.com/ist)

Lombok Tengah (ekbisntb) – Lintasan Sirkuit Pertamina Mandalika, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dicat ulang untuk mendukung ajang MotoGP Indonesia, 27 September 2024.

“Sirkuit Mandalika ini dicat total, agar warna merah putih terlihat jelas ketika direkam helicam saat balapan,” kata Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria di Lombok Tengah, Jumat.

Ia mengatakan pengecatan dilakukan mulai bulan Agustus dan akan dilakukan secara keseluruhan dari garis start hingga finis.

“Saat MotoGP 2023 pengecatan dilakukan hanya sebagian, sehingga semua cat di Sirkuit Mandalika sudah mulai pudar,” katanya.

Selain melakukan pengecatan lintasan sirkuit, pihaknya juga melakukan perpanjangan atap tribun A dan B pada pekan ini. Sedangkan untuk tribun lainnya apakah diberikan atap atau tidak, belum bisa dipastikan.

“Atap tribun A dan B yang diperpanjang,” katanya.

Side event untuk musik saat ini masih tahap finalisasi oleh penyelenggara dan stakeholder terkait mulai dari Injorny dan Kementerian BUMN untuk menentukan musik yang ditampilkan, hingga pemetaan keramaian apa yang cocok untuk menyambut MotoGP ini.

“Untuk MotoGP 2024 ini juga ada beberapa aitem yang akan dilakukan perubahan seperti padock, kami siap menuju MotoGP 2024,” katanya.

Sirkuit Mandalika kembali menjadi tuan rumah ajang MotoGP untuk ke tiga kali setelah sebelumnya menjadi tuan rumah ajang MotoGP 2022 dan 2023. (ant)

Harga Emas Antam Sentuh Rp1,399 juta per gram

0
Ilustrasi Emas Antam(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Jumat pagi, naik Rp13.000 per gram menjadi Rp1.399.000 per gram.

Sebelumnya, harga emas batangan berada di posisi Rp1.386.000 per gram pada Kamis 11 Juli 2024.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Jumat, yakni Rp1.265.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di Logam Mulia Antam pada Jumat:

– Harga emas 0,5 gram: Rp749.500
– Harga emas 1 gram: Rp1.399.000
– Harga emas 2 gram: Rp2.738.000
– Harga emas 3 gram: Rp4.082.000
– Harga emas 5 gram: Rp6.770.000
– Harga emas 10 gram: Rp13.485.000
– Harga emas 25 gram: Rp33.587.000
– Harga emas 50 gram: Rp67.095.000
– Harga emas 100 gram: Rp134.112.000
– Harga emas 250 gram: Rp335.015.000
– Harga emas 500 gram: Rp669.820.000
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.339.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Bapanas Uji Petik Pastikan Bantuan Pangan Beras 10 kg Tepat Sasaran

0
Ilustrasi penyaluran beras bantuan.(ekbisntb/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) turun langsung ke lapangan melakukan uji petik guna memastikan keberlanjutan program bantuan pangan beras 10 kilogram (kg) dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.

“Untuk memastikan hal tersebut, Badan Pangan Nasional turun langsung ke lapangan untuk melakukan uji petik pelaksanaan bantuan pangan. Salah satunya di Bandung,” kata Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Sarwo menyampaikan bahwa uji petik dilakukan untuk melakukan review efektivitas, efisiensi, dan akurasi pelaksanaan hingga distribusi bantuan pangan kepada penerima manfaat. Pihaknya melakukan uji petik salah satunya di wilayah Lembang, Bandung Barat.

Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan pangan sehingga benar-benar tepat sasaran yang berpenghasilan rendah.

Dia meyakini keberlanjutan program tersebut dapat meringankan beban masyarakat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok seperti beras.

Bapanas memastikan ketersediaan dan kualitas beras yang disimpan di gudang Bulog mulai dari kondisi gudang, proses penyimpanan, serta distribusi beras dari gudang ke berbagai daerah.

Dari hasil review nantinya, Sarwo berharap mendapat masukan dari semua pihak yang terlibat dalam proses penyaluran hingga penerima manfaat bantuan pangan.

Inspektur Bapanas Muhammad Imron Rosjidi menjelaskan bahwa review dilakukan dengan mengumpulkan data/dokumen serta bukti dan informasi terkait dengan proses bisnis penyaluran bantuan pangan serta penelaan terhadap aturan/ketentuan terkait hingga pengujian dan analisis melalui desk review.

“Kemudian akan dilakukan wawancara kepada para pihak yang berkaitan dengan aktivitas penyaluran untuk mendapatkan kesimpulan hasil review, yang selanjutnya dapat digunakan dasar untuk pemberian saran/rekomendasi,” ungkap Imron.
​​​​​​​

Dia mengatakan, observasi fisik secara uji petik akan dilakukan di delapan provinsi di antaranya Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk tahap pertama.

Dalam rangka menjaga mutu hasil review bantuan pangan yang dilakukan oleh Inspektorat Bapans, Imron menyebut akan dilakukan penjaminan kualitas/quality assurance (QA) oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan bahwa evaluasi dilakukan dengan akurat, objektif, dan transparan.

“Review yang dilakukan menyasar kepada para pelaksana kegiatan, penyedia jasa distribusi hingga para penerima bantuan pangan dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan penyaluran bantuan pangan,” kata Imron.
​​​​​​​

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, anggaran sebesar Rp11 triliun untuk melanjutkan bantuan pangan hingga Desember 2024, bagi 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) telah disetujui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Arief menyampaikan bahwa Menteri Keuangan telah menganggarkan untuk keberlanjutan program pro rakyat tersebut.

Alokasi bantuan beras dan bantuan daging ayam dan telur yang akan diperpanjang tiga bulan yaitu pada Agustus, Oktober dan Desember.

“Kebermanfaatan program bantuan pangan ini tentu untuk masyarakat yang sangat membutuhkan sehingga kita sama-sama punya kewajiban untuk menjaga agar penyaluran benar-benar tepat sasaran,” kata Arief. (ant)

Kemenperin: Kerja Sama CBI Belanda Bantu Industri Sektor Natural RI

0
Ilustrasi rumput laut. (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com)-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan kerja sama dengan CBI Belanda dalam rangka untuk membantu meningkatkan daya saing industri sektor natural ingredients Indonesia di jejaring rantai pasok global.

“Salah satu kerja sama yang kita lakukan untuk memperluas akses pasar internasional dan integrasi ke jejaring rantai pasok global adalah dengan CBI Belanda. Kita sedang melakukan kerja sama dengan CBI Belanda melalui program pengembangan daya saing ekspor produk industri sektor natural ingredients,” ujar Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional (ASDIPI) Direktorat Jenderal Ketahanan Perwilayah dan Akses Industri Nasional Kemenperin Syahroni Ahmad atau disapa Roni dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Roni mengatakan bahwa ruang lingkup kerja sama tersebut berupa pelatihan dan pendampingan ekspor di tiga sektor.

Ketiga sektor tersebut antara lain rumput laut, ekstrak tumbuhan, dan essential oil atau minyak atsiri.

Aplikasinya adalah untuk produk makanan, suplemen makanan, dan juga kosmetik.

“Ini adalah salah satu kegiatan yang sedang kita garap sejak 2019, di mana tahun 2024 ini adalah tahun terakhir,” kata Roni.

Direktur ASDIPI Syahroni Ahmad telah memimpin pertemuan ke-dua Steering Committee Sektor Natural Ingredients yang dilaksanakan pada 27 Mei 2024.

Pertemuan diselenggarakan dalam rangka koordinasi para pemangku kepentingan terkait dengan implementasi kerja sama dengan CBI Belanda mengenai Peningkatan Daya Saing Ekspor sektor Natural Ingredients di Indonesia (periode 2019 – 2024).

Pada kesempatan tersebut dibahas perkembangan program Natural Ingredients, brand governance Indonesia Natural Ingredients, rencana market entry tahun 2024, dokumen Strategic Export Marketing Plan Subsector Plant Extract dan Essential Oils, serta beberapa aktivitas di tahun 2024. Juga dilakukan serah terima kedua belah pihak draft final dokumen SEMP Plant Extract dan Essential Oils.

Kedua dokumen memuat gambaran sektor, kondisi dan tren pasar, strategi, dan rencana aksi, sehingga nantinya dapat menjadi panduan bagi pelaku industri pada kedua subsektor dalam menjajaki pasar ekspor Eropa.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, terkait brand governance akan dilakukan pembahasan atas aspek lain dalam struktur governance. Direktorat ASDIPI akan berkoordinasi dengan pembina sektor agar didapatkan masukan terhadap SEMP Plant Extract dan Essential Oils sebelum 7 Juni 2024.

Di tahun ini, Diektorat ASDIPI akan mengoptimalkan penjajakan atas pembiayaan bersama partisipasi pada Food Ingredients Europe (FIE) 2024 yang akan diselenggarakan pada 19-21 November 2024 di Frankfurt, Jerman. (ant)

840 Apotek Tersebar di NTB, Terbanyak di Lombok Tengah

0
Kadinkes NTB, H. Lalu Hamzi Fikri saat menjelaskan terkait jumlah apotek di NTB, Jum’at, 12 Juli 2024, di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Sebanyak 840 apotek tersebar di seluruh wilayah di Provinsi NTB. Kabupaten Lombok Tengah menjadi daerah terbanyak jumlah apotek.

Kepala Dinas Kesehatan provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri. M.M.,MARS , Jum’at, 12 Juli 2024 menyampaikan, berdasarkan catatan hasil Desk Validasi Data Sarana Produksi dan Distribusi Farmasi dan Alkes provinsi NTB tahun 2023, sebaran di Lombok Tengah 165 apotek, disusul Kota Mataram sebanyak 146, Lombok Timur 131 apotek, Lombok Barat 104 apotek, 80 di Sumbawa, 76 di kabupaten Bima, 54 di kota Bima, 45 di Dompu, 21 di Lombok Utara, dan yang paling sedikit ada di Sumbawa Barat yaitu hanya ada 18 apotek.

Dalam pendistribusian obat oleh apotek, terdapat tiga indikator utama pembinaan yang dilakukan

Dinas Kesehatan menurutnya intens melakukan pembinaan kepada apotek agar tetap memperhatikan apotek harus memberikan obat yang rasional, pelayanan kefarmasian sesuai standar, dan penggunaan obat sesuai formularium nasional.

“Kita dari Dinas Kesehatan dan badan POM dari sisi pembinaan dan pengawasan tetap intens terhadap itu, tapi tiga faktor itu menjadi indikator standar yang harus dijalankan ketika apotek berdiri, standar itu juga dijadikan untuk melayani apotek itu,” lanjutnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga memantau pemberian resep obat oleh fasilitas kesehatan. Resep obat yang tidak sesuai bisa berdampak fatal bagi masyarakat atau pasien.

Oleh karenanya, masyarakat diwajibkan untuk membeli obat secara legal, bahkan bila perlu datang langsung ke faskes.

Sementara itu, obat obatan yang dijual di toko-toko kelontong tanpa resep dokter dikategorikan ilegal atau tidak resmi karena tidak melibatkan apoteker sebagai pemberi resep obat.

“Jadi setiap obat yang dipakai harus digunakan secara rasional dan sesuai⁹ standar,” tambahnya.

Oleh karenanya, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, penting bagi masyarakat untuk langsung membeli obat di apotek.

Sehingga bisa menanyakan rekomendasi obat sesuai dengan keluhannya, bila perlu masyarakat langsung mengkonsultasikan keluhan yang dialaminya ke faskes terdekat, ntah itu puskesmas, rumah sakit, maupun klinik. (era)