Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 671

Guru Besar FEB UI Tawarkan Solusi Pengangguran Gen Z

0
Ilustrasi pemuda yang sedang berkumpul.(ekbisntb.com/fdhiaulhaqq)

Jakarta (ekbisntb.com)-Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Prof. Omas Bulan Samosir menawarkan solusi tingginya tingkat pengangguran penduduk muda berusia 15-24 tahun atau Generasi Z karena adanya ketidaksesuaian antara sistem pendidikan dan permintaan tenaga kerja.

“Akibatnya, kompetensi lulusan tidak sejalan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini,” kata Prof. Omas Bulan Samosir, Ph.D di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Rabu.

Prof. Omas Bulan Samosir menyebut bahwa dinamika pasar tenaga kerja berkembang lebih cepat dibandingkan dengan dinamika kapasitas input tenaga kerja.

Untuk itu, lembaga pendidikan selayaknya memberi bekal pengetahuan bagi angkatan kerja, namun sayangnya mereka seringkali tertinggal dalam merespons kebutuhan pasar. Kurikulum yang dirancang boleh jadi tidak selalu diperbarui sesuai dengan perkembangan di dunia industri.

“Pengangguran itu berarti tidak atau berhenti berproduksi. Angkatan kerja yang menganggur saat ini, akan menjadi beban apabila terjadi pengangguran dalam skala besar ke depannya,” katanya.

Akibatnya, Indonesia Emas akan berisiko tidak tercapai jika terdapat satu generasi yang menjadi sumbat pencapaian pembangunan. Sementara itu, angkatan kerja tersebut diharapkan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi untuk mencapai Indonesia Emas.

Dalam menangani permasalahan ini, pihak-pihak yang terlibat dapat berkolaborasi dan bersinergi, diantaranya adalah institusi pendidikan dan pelatihan vokasional, tenaga kerja, dan pemerintah.

Etos kerja juga harus dibangun untuk memastikan tenaga kerja siap menghadapi dinamika pasar kerja. Selain itu, institusi pendidikan perlu terus memperbarui kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan industri.

Seorang tenaga kerja harus proaktif dalam meningkatkan keterampilan. Di sisi lain, pemerintah harus berperan dalam mengembangkan kebijakan yang mendukung dunia pendidikan, misalnya memperbaharui kurikulum.

Kendati begitu, Prof. Omas berpendapat bahwa pendidikan formal saja tidak cukup. Sertifikasi vokasional dan pelatihan tambahan sangat diperlukan untuk melengkapi kompetensi lulusan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menyadari pentingnya hal ini dengan mengakui sertifikat vokasional sebagai bagian dari human capital yang dimiliki oleh pencari kerja.

“Semakin banyak sertifikat yang dimiliki seorang pelamar kerja, semakin baik peluang mereka untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja yang terus berubah,” ujar Omas.

Ia menambahkan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah bentuk formal dari pendidikan vokasi. Dunia pendidikan masih membutuhkan keahlian vokasional melalui sekolah kejuruan dan tetap relevan untuk menghasilkan angkatan kerja yang kompeten dalam industri.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperluas koneksi langsung antara SMK dengan dunia industri sehingga dapat terlibat dalam membangun kurikulum SMK secara berkala.

“Seharusnya industri dapat langsung bekerja sama dengan sekolah kejuruan dalam membuat atau sebagai manufaktur spare part dari industrinya,” katanya.

Sebagai contoh, industri sepeda BMW di Jerman, manufaktur spare part dari sepeda BMW diserahkan kepada sekolah kejuruan dengan cara melatih sekolah kejuruan untuk membuatnya dan harga yang ditawarkan adalah harga pasar.

“Siswa sekolah kejuruan langsung mendapat gaji ketika membuatnya. Namun, Indonesia belum melaksanakan hal dan kerja sama seperti ini, dan dunia pendidikan vokasi kita masih jauh dan sangat jauh dari dunia manufaktur/industri,” ujar Prof. Omas. (ant)

Persiapkan MotoGP 2024, Dishub NTB Kumpulkan Seluruh Stakeholder

0
Foto Seluruh stakeholder melakukan persiapan awal mensukseskan MotoGP 2024(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Dinas Perhubungan Provinsi NTB mengumpulkan seluruh stakeholder untuk mempersiapkan suksesi MotoGP Mandalika, tahun 2024.

Unsur tersebut terdiri dari unsur masyarakat transportasi, akomodasi, biro perjalanan wisata, perhotelan, maskapai penerbangan, pengelola Sirkuit Mandalika dan KEK Mandalika, bandara, Kepolisian, stakeholder terkait di Pemprov NTB dan kabupaten/kota. Ikut juga unsur dari pemerintah pusat, yaitu Kemenhub dan Kemenko Marves.

Pertemuan dilaksanakan Rabu 17 Juli 2024 di aula Kantor Pusat Bank NTB Syariah. Seluruh unsur hadir dalam pertemuan ini. selain itu, hampir seluruh stakeholder juga menyampaikan kesiapan mendukung suksesi MotoGP Mandalika 2024. Apalagi, yahun ini Sirkuit Mandalika akan menjalani tahun ketiga penyelenggaraan MotoGP di Indonesia yang dijadwalkan 27-29 September 2024.

Beberapa hal mengerucut dalam pertemuan ini terutama soal tingginya harga tiket pesawat dan masih perlunya dilakukan penambahan penerbangan. Sehingga memudahkan akses orang datang dari berbagai penjuru untuk datang menyaksikan gelaran MotoGP. Persoalan utama ini rencananya akan dibahas lagi secara secara berkelanjutan untuk mendapatkan titik temu.

Sehingga target sukses penyelenggaraan dan sukses dampaknya terhadap ekonomi masyarakat lokal bisa diwujudkan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu. Moh. Faozal mengemukakan, terhadap beberapa persoalan yang masih menjadi perhatian utama ini akan dibahas kembali. Terutama dengan pimpinan airline.

“Kita akan tindaklanjuti lagi pertemuan ini dengan gathering bersama airline. Untuk memastikan komitmen airline, dalam rangka mendukung MotoGP. Bisa dengan ekstra flight, termasuk mahalnya harga tiket pesawat dari dan ke Lombok yang menjadi keluhan banyak pihak,” katanya.

Kesiapan-kesiapan lainnya, menurut Lalu Faozal relative cukup siap. Karena NTB sudah beberapa kali memiliki pengalaman melaksanakan event-event besar lainnya, selain event internasional MotoGP.

“Kita sudah punya pengalaman, tinggal kita matangkan saja sebenarnya. Misalnya soal konektivitas lait kan sudah kita bangun, tinggal kita mantabkan. Ini kita mengawali saja, persiapan kita akan terus berproses,” demikian Lalu Faozal.(bul)

Dokter: Anak Sehat Lebih Baik Tidak Konsumsi Makanan Olahan Ultra

0
Ilustrasi makanan junk food(ekbisntb.com/Halodoc)

Jakarta (ekbisntb.com) – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso Sp.A (K) mengatakan anak yang sehat lebih baik tidak mengonsumsi makanan olahan ultra (ultra processed food) untuk menghindari masalah kesehatan di kemudian hari.

“Secara umum anak-anak sehat jauh lebih baik tidak mengkonsumsi ultra proses food maupun junk food, keduanya tidak baik bagi kesehatan anak-anak yang sehat,” Piprim saat ditemui ANTARA di kantor IDAI, Rabu.

Piprim mengatakan makanan dengan pemrosesan ultra memiliki kandungan yang minim serat namun sangat tinggi kalori dan gula. Hal itu dapat membuat indeks glikemik pada pada tubuh meningkat sehingga langsung mengubah makanan menjadi gula.
Gula dalam tubuh yang berlebihan inilah yang menyebabkan potensi adiktif dan membuat anak menjadi ketergantungan makanan olahan. Selain itu, makanan olahan ultra memiliki rasa yang sangat lezat sehingga menyebabkan palet rasa anak menjadi terlalu tinggi dan tidak mengenal rasa makanan asli.

Kecanduan makanan olahan, kata Piprim, berakibat anak bisa menderita berbagai macam penyakit metabolik seperti obesitas, dislipidemia (kolesterol tinggi) hingga hipertensi.

“Kalau anak kita mengonsumsi (ultra processed food) di pasaran bebas ini akan sangat adiktif dan over konsumsi, sehingga akibatnya akan menjadi over kalori, obesitas dan seterusnya,” katanya.

Dibandingkan mengonsumsi makanan olahan, Piprim menganjurkan untuk memberi anak makanan asli (real food) seperti buah utuh dan bukan jus buah dalam kemasan. Selain itu, penting juga untuk memberikan kalori pada anak dengan jumlah yang cukup dan dari makanan alami seperti daging merah atau daging unggas.

Ia juga menyarankan orang tua untuk tidak menyediakan makanan olahan agar anak tidak terbiasa mengonsumsinya, dan lebih sering untuk menyajikan makanan rumahan yang dimasak sendiri.

“Membatasi sedemikian rupa supaya di rumah atau di lemari es tidak disiapkan aneka makanan yang berupa UPF, kedua siapkanlah makanan alamiah di lemari es atau di lemari berupa buah, sayuran, telur, ikan, itu aneka olahan real food insya Allah lebih baik,” kata dokter yang praktek di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini. (ant)

Bapanas: Program Bantuan Pangan Beras Turunkan Kemiskinan

0
Ilustrasi penyaluran beras(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa program bantuan pangan beras 10 kilogram (kg) yang diberikan kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia, telah berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan.

“BPS (Badan Pusat Statistik) Juli 2024 mencatat, bersama program bantuan sosial lainnya, program banpang (bantuan pangan) ini berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di mana persentase penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 9,03 persen, menurun 0,33 persen poin terhadap Maret 2023, dan menurun 0,54 persen poin terhadap September 2022,” kata Arief di Jakarta, Selasa.

Menurut Arief, bantuan pangan beras menjadi salah satu program pemerintah untuk bantalan ekonomi masyarakat yang berkontribusi terhadap penurunan kemiskinan.

Dia mengatakan hal itu menunjukkan bahwa pangan menempati posisi yang sangat krusial mengingat pemenuhannya tidak bisa ditunda maupun disubstitusi dengan barang lainnya.

“Pangan ini kebutuhan mendasar bagi setiap individu, termasuk kelompok masyarakat berpendapatan rendah yang aksesibilitasnya terhadap pangan relatif sulit,” ujarnya.

Menurut Arief, bantuan pangan beras menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat berpendapatan rendah dan mengendalikan inflasi di tengah tantangan ketahanan pangan yang kompleks.

Dia menuturkan pentingnya aspek pangan bagi pengentasan kemiskinan terlihat dari data BPS yang menunjukkan bahwa kontribusi beras terhadap garis kemiskinan mencapai 21,84 persen di wilayah perkotaan. Sedangkan, di wilayah perdesaan, kontribusinya mencapai 25,93 persen.

Arief berharap dengan disalurkan bantuan pangan beras, angka kemiskinan dapat terus menurun dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan secara baik.

Oleh karena itu, lanjutnya, sebagai komoditas pangan yang mayoritas dikonsumsi masyarakat Indonesia, sebagian stok beras pemerintah yang berada di Bulog dimanfaatkan untuk penyaluran bantuan pangan beras bagi 22 juta KPM yang ada di seluruh provinsi.

“Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, penyaluran banpang beras diperpanjang pada Agustus, Oktober, dan Desember 2024. Perpanjangan ini dilakukan setelah melihat ketersediaan dan ketercukupan alokasi APBN,” jelasnya.

Arief menambahkan selain penyaluran bantuan pangan, pemerintah juga menggelontorkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk meningkatkan aksesibilitas pangan yang murah dan terjangkau oleh masyarakat secara umum.

Dia menambahkan operasi pasar dan gerakan pangan murah (GPM) yang diselenggarakan baik di pusat, seluruh provinsi maupun kabupaten/kota terus digencarkan, sehingga masyarakat mendapat bahan pangan yang terjangkau.

“Bersama seluruh stakeholder terkait, tentunya ini menjadi upaya bersama untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan khususnya beras,” kata Arief. (ant)

AHY Minta PPAT Bekerja dengan Integritas Hadirkan Kepastian Hukum

0
Agus Harimurti Yudhoyono.(ekbisntb.com/kompas.com)

Jakarta (ekbisntb.com)-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta seluruh pejabat pembuat akta tanah (PPAT) bekerja secara profesional dan memiliki kapasitas dan integritas guna menghadirkan kepastian hukum hak atas tanah bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan AHY saat mengukuhkan 667 orang sebagai Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PP IPPAT) masa bakti 2024-2027 di Jakarta, Senin 15 Juli 2024.

AHY menilai kerja sama antara Kementerian ATR/BPN dan PP IPPAT berjalan baik, termasuk dalam mewujudkan layanan pertanahan elektronik, implementasi sertifikat tanah elektronik, dan menghadirkan kepastian hukum hak atas tanah bagi masyarakat.

“Kita optimistis bahwa Indonesia ke depan semakin baik ekosistem pertumbuhan ekonominya, termasuk mampu menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata AHY, dikutip dari siaran pers kementeriannya di Jakarta, Selasa.

Menurut data Kementerian ATR/BPN, jumlah PPAT yang telah tervalidasi di seluruh Indonesia saat ini sebanyak 22.956 PPAT. Sementara itu, PPAT yang telah terverifikasi mencapai 21.706 PPAT.

AHY berkomitmen untuk terus bersama-sama PP IPPAT menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam menata permasalahan tanah di Indonesia.

Dia mengajak jajaran PPAT untuk patuh terhadap hukum dan aturan yang berlaku.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP IPPAT Hapendi Harahap melaporkan bahwa telah dilakukan pelantikan serta rapat pleno terhadap PP IPPAT masa bakti 2024-2027.

Berdasarkan hasil rapat pleno, Hapendi memutuskan sejumlah program kerja Kementerian ATR/BPN termasuk terkait digitalisasi layanan pertanahan.

“Kami juga akan mempersiapkan seluruh PPAT agar bisa mengikuti kebijakan terkait dengan rencana penerapan akta elektronik. Oleh karena itu, kami dari PP IPPAT akan selalu bersinergi dan siap memberikan bantuan untuk terwujudnya kebijakan yang akan dilakukan Kementerian ATR/BPN,” sebut Hapendi.

PLN Siap Suplai Listrik Hijau untuk Industri Lewat Layanan GEAS

0
Ilustri listrik industri.(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT PLN (Persero) siap memenuhi kebutuhan listrik hijau untuk sektor industri di Indonesia melalui layanan Green Energy as a Service (GEAS).

Layanan GEAS merupakan komitmen penyediaan listrik bersih dari pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) bagi industri.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, menekankan PLN terus berkomitmen merespons perubahan industri dunia yang mengarah ke nol emisi.

Langkah itu selaras dengan upaya pemerintah memenuhi target nol emisi karbon (NZE) di 2060.

“Sejalan dengan tingginya komitmen sektor industri untuk mendukung dekarbonisasi di Indonesia, PLN menyediakan listrik hijau lewat renewable energy certificate (REC) sebagai produk GEAS yang diakui secara internasional. Setiap sertifikat REC membuktikan bahwa listrik per megawatt hour (MWh) yang digunakan berasal dari pembangkit EBT atau nonfosil,” kata Darmawan.

Untuk memastikan listrik hijau itu terpenuhi, PLN terus meningkatkan kapasitas pembangkit EBT di tanah air. Hingga 2023, pengembangan pembangkit EBT PLN telah mencapai 8.786 megawatt (MW).

Dengan rincian, pembangkit berbasis hidro (PLTA/PLTMH) sebesar 5.777 MW, pembangkit berbasis panas bumi (PLTP) sebesar 2.519 MW, dan sisanya berasal dari surya (PLTS), angin (PLTB) serta biomassa.

PLN bersama pemerintah juga tengah memfinalisasi peningkatan bauran EBT dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penambahan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru. Targetnya, penambahan kapasitas pembangkit di Indonesia ke depan akan ditopang oleh EBT.

“Jadi, mulai hari ini hingga tahun 2040, penambahan kapasitas sebesar 21 gigawatt (GW) berasal dari pembangkit listrik tenaga gas, 28 GW dari tenaga surya dan angin, 31 GW dari tenaga air dan panas bumi, 2,4 GW dari energi baru,” ungkap Darmawan.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Just Energy Transition Partnership (JETP) Paul Butarbutar mengungkapkan JETP bersama mitra global lain mendukung penuh pengembangan ekosistem EBT di Indonesia.

Dalam hal ini, JETP bersama dengan International Partners Group (IPG) siap menyokong pendanaan untuk proyek hijau yang dikembangkan PLN.

“Inilah daftar proyek prioritas yang telah kami diskusikan dengan rekan kami dari IPG dan juga dari PLN. Jadi, kami dengan senang hati jika rekan-rekan dari industri, dari asosiasi atau pengembang yang ingin proyeknya dibiayai,” ucap Paul.

Senada, Director of the Southeast Asia Energy Division at the Asian Development Bank (ADB) Andrew Jeffries mengatakan berbagai upaya PLN meningkatkan pemanfaatan EBT telah sejalan dengan agenda transisi energi global.

Ia mengharapkan PLN tidak hanya mampu menyuplai listrik bersih untuk industri, tetapi sekaligus meningkatkan perekonomian.

“Kami punya sejarah panjang bekerja sama dan mendukung PLN di sektor energi. Kami berkomitmen untuk membantu Indonesia dan negara berkembang lainnya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, mengentaskan kemiskinan. dan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” kata Andrew. (ant)

Bank Indonesia dan PLN Bersinergi Mendukung Net Zero Emission NTB 2050

0
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB menjalin kerja sama dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTB(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Sebagai bagian dari komitmen mendukung Net Zero Emission Provinsi NTB 2050, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB menjalin kerja sama dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTB. Kerjasama dua pihak ini dalam rangka pemanfaatan limbah operasional Bank Indonesia sebagai bahan bakar substitusi (biomassa) yang ramah lingkungan dalam produksi listrik di PLTU Jeranjang.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry Arifsyah Harahap, dalam sambutannya menyatakan, pihaknya menyadari bahwa kapasitas limbah hasil operasional kami masih jauh dari kebutuhan PLN.

“Namun, kami berharap langkah ini dapat menjadi percontohan dan direplikasi oleh dinas/instansi lainnya di Pemda NTB,” ujarnya.

Acara peluncuran kerja sama dilakukan di PLTU Jeranjang, Rabu 17 Juli 2024 ini dihadiri oleh Penjabat Gubernur NTB yang diwakili oleh Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB, H. Sahdan, ST, MT., General Manajer PT PLN (Persero) UIW NTB, Sudjarwo, serta unsur pimpinan Bank Indonesia, termasuk Kepala Departemen Regional Bank Indonesia, Arief Hartawan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Bandoe Widhiarto, Manajer Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Fadli Muin, dan Advisor KPwBI Provinsi Bali, Butet Linda H. Panjaitan.

Sejak tahun 2010, Bank Indonesia telah mengembangkan berbagai penelitian hijau untuk menghasilkan kebijakan yang mendukung ekonomi berkelanjutan. Melalui sektor keuangan, Bank Indonesia mengembangkan kebijakan makroprudensial hijau dan instrumen keuangan hijau. Di sektor riil, Bank Indonesia telah menyusun model bisnis UMKM hijau.

Di aspek kelembagaan, Bank Indonesia telah melaksanakan proyek percontohan green building di Kantor Perwakilan Solo. Di tingkat internasional, Bank Indonesia aktif berpartisipasi dalam forum-forum global dan menjadi anggota Network for Greening the Financial System (NGFS) sejak November 2019, dengan tujuan mempromosikan praktik terbaik terkait pembiayaan hijau.

Strategi Kerangka BI Hijau berprinsip pada efektivitas, efisiensi, tata kelola yang baik, berbasis penelitian dan data, pandangan ke depan, integrasi, dan sinergi. Didukung oleh sistem informasi yang kuat, pengambilan keputusan yang tepat, serta koordinasi dan komunikasi yang efektif, strategi ini dikembangkan dan dilaksanakan melalui sinergi dengan Kementerian/Lembaga serta pemangku kepentingan terkait.

“Dengan kolaborasi erat ini, kami berharap dapat memberikan dampak positif dan mendorong pertumbuhan ekonomi NTB yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Berry.

General Manajer PT PLN (Persero) UIW NTB, Sudjarwo, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif ini.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Bank Indonesia dan PLN dalam upaya pemanfaatan limbah operasional sebagai bahan bakar substitusi di PLTU Jeranjang. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung transisi energi bersih dan ramah lingkungan di Provinsi NTB. Kami berharap bahwa inisiatif ini dapat menjadi percontohan yang bisa diadopsi oleh instansi dan perusahaan lain di NTB.” kata Sudjarwo.

Sudjarwo menambahkan bahwa sampai dengan tahun Juni 2024 Penggunaan biomassa telah mencapai 12%, masih banyak peluang untuk memenuhi kebutuhan biomassa PLTU. Sehingga PLN sangat terbuka kepada berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam program cofiring PLTU ini.

“Pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar alternatif tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon, tetapi juga mendukung terciptanya energi bersih. PLN berkomitmen untuk terus mengembangkan sumber energi yang lebih hijau dan mendukung upaya pemerintah Provinsi NTB dalam mencapai target Net Zero Emission tahun 2050.” tutup Sudjarwo.

Diharapkan kerja sama ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi NTB dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara efisien dan mendukung produksi energi yang ramah lingkungan. Langkah ini juga diharapkan dapat menginspirasi dinas/instansi lain di NTB untuk mengadopsi praktik serupa dalam upaya mencapai ekonomi hijau dan mengurangi emisi karbon.(bul)

Sena Puja Bawa e-Samsat Delivery Raih Penghargaan Anugerah ASN Tingkat Provinsi NTB

0
Delivery Raih Penghargaan Anugerah ASN Tingkat Provinsi NTB(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Kepala Sub Bidang Pengembangan Teknologi Informasi Pendapatan Daerah, Sena Puja, S.T., M.Eng., mendapatkan penghargaan Anugerah ASN Tingkat Provinsi NTB dalam kategori Jabatan Pengawas Terbaik atas inovasi e-Samsat Delivery NTB.

Penghargaan diberikan langsung oleh Penjabat Gubernur NTB, Dr. Hassanudin, S.IP, M.M., Rabu, 17 Juli 2024, di Kantor Gubernur NTB, didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB dan beberapa pejabat eselon II lainnya, termasuk Kepala Bappenda Provinsi NTB, Hj. Eva Dewiyani.

Inovasi e-Samsat Delivery merupakan salah satu bentuk upaya adaptif Pemerintah Provinsi NTB untuk menyediakan layanan publik yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat di era digitalisasi. Melalui inovasi ini juga diharapkan berbagai kemudahan yang disediakan dalam pembayaran pajak kendaraan tahunan menjadi lebih optimal.

Bersama dengan tiga peraih penghargaan dalam kategori yang berbeda, selanjutnya Sena Puja akan mengikuti seleksi anugerah ASN Tahun 2023, yang akan dilaksanakan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia pada tanggal 28 – 31 Juli 2024.

“Terima kasih saya sampaikan, khususnya kepada Bu Kaban dan Tim Renbang bersama seluruh mitra kerja. Semoga inovasi ini dapat bermanfaat untuk masyarakat serta meningkatkan capaian realisasi PAD,” ungkap Sena.

Adapun empat orang yang mendapatkan penghargaan Anugerah ASN Tingkat Provinsi NTB adalah :

– Kategori JPT Pratama : Dr. H. Aidy Furqon, M.Pd. (Kadis Dikbud Provinsi NTB)

– Kategori Jabatan Administrator : Firmansyah, S.Hut,M.Si (Kabid P2EPD Bappeda Provinsi NTB)

– Kategori Jabatan Pengawas : Sena Puja, ST., M.Eng. (Kasubid Pengembangan Teknologi Informasi Pendapatan Daerah Bappenda Provinsi NTB)

– Kategori Best Employee : Solikin, SKM.,MPH (JF Administrator Kesehatan Ahli Muda RSUD Provinsi NTB).(r/bul)

Akomodir Peningkatan Ekonomi Kerakyatan

0
(ekbisntb.com/dok)Misban Ratmaji

KETUA Pansus RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, SE., menargetkan Raperda RPJPD segera diparipurnakan. ‘’Pokoknya sebelum akhir bulan ini sudah selesai,’’ katanya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, kemarin.

Misban menyampaikan bahwa Pansus yang dipimpinnya sudah melakukan rapat dengan berbagai pihak. ‘’Kami juga sudah melakukan studi komparasi ke beberapa daerah. Nanti masukan-masukan yang kita dapatkan segera kita tambahkan,’’ ucapnya. Pansus, lanjut dia, akan menambahkan materi-materi yang menurut Pansus belum nampak di dokumen raperda RPJPD Kota Mataram.

Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram ini mengatakan, untuk melengkapi pembahasan raperda RPJPD, Pansus sudah melakukan studi komparasi ke Kota Bogor. ‘’Pada umumnya saran, yang pertama berkaitan dengan siapa menyusun untuk siapa. Seperti sekarang ini kan yang mengajukan pemerintah yang sebelumnya, tetapi yang melaksanakan nanti adalah pemerintah hasil Pemilukada berikutnya, lima tahun mendatang,’’ terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Misban perlu diantisipasi bagaimana mekanismenya. ‘’Kalau yang lain-lain sepertinya sama. Jadi, yang menyusun adalah pejabat yang notabene adalah Walikota dan ini jangka panjang. Dan mungkin juga penyusun-penyusun ini tidak akan lama. Itu juga yang menjadi kekhawatiran kita. Jadi bagaimana pengawasannya nanti, ya kita semuanya masih belum mendalami. Karena kita DPRD Kota Mataram, ada yang lama ada yang baru,’’ katanya.

Penyempurnaan lain yang patut dipertanyakan, menurut Misban, adalah bagaimana mengakomodir peningkatan kesejahteraan ekonomi kerakyatan. ‘’Di pasal mana dicantumkan. Terus tahapan-tahapan pencapaiannya seperti apa tiap lima tahun,’’ imbuhnya. Yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana mengelola sumber budaya yang ada. Berikut kearifan lokal dan sumber daya alam.

‘’Tetapi kan kita tidak punya sumber daya alam. Cuma mungkin memaksimalkan cagar budaya yang ada,’’ demikian Misban. Pansus, kata Misban, akan melakukan pembahasan secara maksimal. ‘’Sebab, yang merencanakan kita, yang membuat kita, yang melaksanakannya mereka,’’ tambahnya.

RPJPD ini, tegas Misban, akan menjadi pijakan kepala daerah dalam menyusun visi dan misi mereka lima tahun ke depan. ‘’Kita harapkan ini secepatnya selesai, sebelum akhir bulan,’’ pungkasnya. (fit)

Telan Dana Rp8 Miliar, Lotim Mulai Bangun PLUT UMKM

0
Peletakan batu pertama pembangunan Plut oleh PJ Bupati Lotim HM Juaini Taofik Selasa kemarin. (ekbisntb.com/rus)

Selong (ekbisntb.com)- Pada Selasa, tanggal 16 Juli 2024 kemarin, Pj Bupati Lombok Timur (Lotim) secara resmi meletakkan batu pertama untuk pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT UMKM) Lotim. Gedung PLUT ini dibangun di eks Pancor Trade Center (PTC). Proyek ini didukung dengan anggaran mencapai Rp8 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK), terbagi menjadi Rp5 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp3 miliar untuk sarana penunjang.

Pj Bupati Lotim menegaskan, PLUT ini bertujuan menjadi pusat pengembangan bagi usaha mikro dengan modal di bawah Rp1 miliar, sebuah inisiatif yang dikelola oleh pemerintah kabupaten sesuai kewenangannya. Diperkirakan sekitar 65 persen dari ribuan UMKM di Lotim bergerak di sektor pengolahan makanan, menjadikan PLUT ini strategis dalam pengawasan dan pengembangan produk UMKM lintas kecamatan dan kabupaten.

Dilengkapi dengan fasilitas modern seperti ruang pelatihan dan pengemasan, PLUT ini juga terhubung dengan Mal Pelayanan Publik (MPP), memastikan setiap produk yang dihasilkan memiliki sertifikasi halal, izin, dan kemasan yang menarik. Tak hanya untuk UMKM di sektor makanan, PLUT ini juga menerima dan mengembangkan UMKM dari sektor kerajinan lokal seperti anyaman dan tenun.

Menurut Pj Bupati Lotim, PLUT ini bukan hanya tempat untuk meningkatkan kualitas produk, tetapi juga untuk membuka peluang ekspor bagi UMKM Lotim. Diharapkan, dengan adanya PLUT ini, UMKM lokal dapat lebih maju dan bersaing secara global.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lotim, Safwan, menegaskan bahwa PLUT ini akan memberikan pendampingan dan pembinaan intensif bagi UMKM, terutama yang memiliki modal sekitar Rp 1 miliar. Diharapkan keberadaan PLUT ini juga akan membuka lapangan kerja baru di Lotim, termasuk bagi tenaga kerja disabilitas.

Keberadaan PLUT ini diharapkan dapat membawa Lotim ke tingkat baru dalam pengembangan UMKM, dengan dukungan penuh dari berbagai program pembinaan seperti sertifikasi halal dan NIB. Program-program ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan UMKM di daerah ini. (rus)