Wednesday, April 15, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 597

Geliatkan Wisatawan, Pasar Seni Senggigi akan Difasilitasi Ampitheater

0
Jamaludin Malady.(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Revitalisasi Pasar Seni Senggigi akan difasilitasi ampitheater. Pembangunan ampitheater ini sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menarik wisatawan ke kawasan ini.

Pasalnya, setelah adanya Mandalika, jumlah kunjungan wisatawan ke daerah Senggigi turun drastis. Sehingga pemerintah Provinsi NTB berupaya untuk membangun destinasi yang bisa menggeliatkan wisatawan untuk berkunjung ke kawasan ini.

Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB, Jamaludin Malady, S.Sos., M.T., mengatakan salah satu penyebab turunnya minat wisatawan ke Senggigi karena tidak adanya wisata lain yang bisa mendongkrak kawasan pariwisata ini.

Misalnya, Mandalika tidak hanya menjual wisata alamnya, tetapi juga ada wisata budaya dan wisata olahraga yang bisa menarik minat wisatawan. Sementara, Senggigi hanya bisa menawarkan wisata alam yang mana berdampak pada turunnya jumlah wisatawan.

Oleh karenanya pembangunan Ampitheater di Pasar Seni Senggigi dinilai mampu menarik minat wisatawa, yang mana di ampitheater ini akan diadakan berbagai macam pertunjukan budaya sebagai daya tarik daerah wisata Senggigi.

“Senggigi agak kurang atraksi untuk menampilkan kesenian, budaya, dan segala macam. Semua kesenian musik daerah Sasak, Samawa dan Mbojo akan ditampilkan secara bergantian, tiap beberapa jam akan ditampilkan,” ujar Jamal.

Selain itu, dari ampitheater ini juga wisatawan bisa langsung melihat keindahan Pantai Senggigi, yang mana pembangunan ampitheater ini akan menghadap ke laut.

“Sambil orang nonton, melihat atraksi yang nyanyi sembari liat Pantai,” katanya.

Pembangunan proyek Pasar Seni Senggigi ini sudah mulai dikerjakan sejak pertengahan bulan Agustus lalu dengan dana awal yang diberikan oleh pusat senilai Rp2,3 miliar. Pemprov NTB juga mengalokasikan anggaran untuk proyek pasar seni ini senilai Rp2,3 miliar di APBD 2025.

Total keseluruhan anggaran untuk proyek ini diketahui senilai Rp49 miliar. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap sehingga anggaran yang diberikan oleh Pemerintah Pusat juga tidak seluruhnya.

“Pengerjaan Rp 2,3 miliar ini bukan kontruksi, cuma ampitheater yang belum ada atap. Termasuk ada pembelian barang toko yang agak besar progress uangnya dari Rp2,3 miliar itu,” lanjutnya.

Setelah pembangunan ampitheater rampung, Jamal memastikan pihaknya akan memprioritaskan pelaku usaha setempat yang memang sudah berjualan di lokasi tersebut. Sehingga, mereka bisa merasakan dampak dari adanyan pembangunan ini.

“Tidak ada lain, orang-orang yang kemarin yang berjualan disitu kita masukan biar ndak hilang mata pencahariannya,” pungkasnya. (era)

Sanksi Tegas Hotel Nakal, Pemprov NTB Sarankan Penerapan Pajak Progresif

0
Lalu Gita Ariadi(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menyarankan kepada seluruh kabupaten/kota untuk menerapkan pajak progresif kepada hotel yang menaikkan harga kamar hotel lebih dari ketentuan dalam Peraturan Gubernur (Pergub).

Pajak progresif ini sebagai sanksi atau hukuman kepada pelaku perhotelan agar tidak menaikkan harga berkali-kali lipat. Pajak progresif artinya pajak yang harus dibayar oleh pihak hotel sesuai dengan besaran kelipatan kenaikan harga.

Misalnya, menaikkan harga kamar hotel sampai lima kali lipat, maka pajak yang harus dibayar sesuai dengan kelipatan tersebut.

“Sekarang kan hotel ada ketentuan besaran Pajak Hotel Restoran (PHR), ternyata hotel menaikkan berlipat-lipat, dikenakkan pajak berlipat-lipat lagi kalau kabupaten menemukan hotel seperti itu. Sebagai hukumannya seperti itu, disanksi caranya dengan pengenaan denda progresif,” ujarnya, Kamis, 12 September 2024.

Menurutnya, ini merupakan langkah yang tepat untuk memberikan efek jera kepada pihak hotel nakal yang sengaja melonjakkan harga kamar di momen MotoGP 2024 ini.

Meskipun terkesan mengorbankan daerah dengan membiarkan harga hotel melonjak gila-gilaan, Gita mengatakan ini merupakan langkah yang tepat agar pihak hotel jera dan menjual harga kamar sesuai dengan ketentuan.

Jika tidak diberi sanksi, maka tindakan menaikkan harga ini akan terus berlanjut dan dapat mengubur mimpi NTB sebagai daerah pariwisata berkelanjutan.

“Itu kan resiko, akhirnya kita mau mengorbankan daerah dengan cara seperti itu. Kedepan kita ingin konsep pariwisata berkelanjutan, kita ingin supaya banyak orang datang, tetapi kalau pelaku kontra produktif seperti in ikan tidak baik,” jelasnya.

Selain itu, Gita juga meminta kepada Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, khususnya Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) yang tergabung dalam BPPD untuk bisa membantu menyelesaikan permasalahan hotel tersebut.

PHRI diminta bergerak menjadi mediator antara masyarakat dan pihak hotel agar kenaikan harga pada saat high session ini sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Mantan Pj Gubernur NTB ini juga meminta kepada pelaku hotel agar menaikkan harga sesuai dengan Pergub No 9 Tahun 2022. Menurutnya, pemerintah sudah memfasilitasi hotel agar bisa menaikkan harga pada saat high sessin. Sehingga, tidak seharusnya hotel menaikkan harga melebihi ketentuan yang sudah dibuat.

“Mari hotel-hotel disiplin mengikuti apa kebijakan. Pemerintah sudah mentoleransi ring satu naik tiga kali, itukan pemerintah paham juga dengan fakta. Tapi kalau jor-joran sampai menaikkan harga seperti itu, jangan-jangan ada kekuatan lain yang ingin mematikan pariwisata kita,” pintanya.

Adapun ia berharap Pemerintah Kabupaten/Kota, khususnya ring 1, 2, 3 untuk terus memantau perkembangan harga hotel ini. Apabila ditemukan hotel yang menaikkan harga diatas ambang batas, maka harus dimintai pejak sesuai dengan jumlah kenaikan yang dilakukan.

“Pemerintah kabupaten/kota silahkan didalami, diperkuat lagi eksekutor di kabupaten/kota, asal bisa buktikan bahwa tiket hotel terjual dengan harga seperti itu, maka fungsi pengawasan teman-teman kabupaten/kota untuk bergerak. Bappenda, Pol PP, Inspektorat perlu mencermati hal itu,” pungkasnya. (era)

Harga pangan hari ini: Minyak goreng tercatat Rp18.250 per liter

0
Salah satu pedagang minyak goreng(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga beberapa komoditas pangan, seperti minyak goreng kemasan, bawang putih, bawang merah, cabai merah keriting, naik meski tak signifikan pada Kamis pagi.

Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang diakses pada pukul 07.35 WIB, harga rata-rata nasional minyak goreng kemasan sederhana tercatat berada di angka Rp18.250 per liter, sedangkan minyak goreng curah Rp15.900 per liter.

Bawang merah juga mengalami kenaikan dibandingkan pekan lalu menjadi Rp27.180 per kg, bawang putih bonggol Rp40.150 per kg, cabang merah keriting naik menjadi Rp35.830 per kg.

Telur ayam ras yang pada Rabu kemarin tercatat Rp28.190 per kg juga naik menjadi Rp28.610 per kg. Adapun daging ayam ras naik Rp900 dibandingkan pekan lalu menjadi Rp35.280 per kg.

Beras premium tercatat berada di harga rata-rata Rp15.440 per kg, beras medium Rp13.670 per kg, dan beras SPHP Rp12.600 per kg.

Untuk harga ikan, ikan tongkol berada pada harga rata-rata Rp34.060 per kg, ikan kembung Rp37.940 per kg, dan ikan bandeng Rp34.530 per kg.

Harga gula konsumsi turun menjadi Rp17.740 per kg, tepung terigu kemasan Rp13.100 per kg, dan terigu curah Rp10.300 per kg.

Adapun harga daging sapi murni tercatat berada di angka rata-rata Rp136.180 per kg.(ant)

Harga emas Antam Kamis turun Rp2.000 jadi Rp1,409 juta per gram

0
Ilustrasi Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipantau dari laman Logam Mulia, Kamis pagi, turun Rp2.000 sehingga harga emas per gram kini menjadi Rp1.409.000.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pada Kamis 12 September 2024 menjadi Rp1.255.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Kamis:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp754.500
  • Harga emas 1 gram: Rp1.409.000
  • Harga emas 2 gram: Rp2.758.000
  • Harga emas 3 gram: Rp4.112.000
  • Harga emas 5 gram: Rp6.820.000
  • Harga emas 10 gram: Rp13.585.000
  • Harga emas 25 gram: Rp33.837.000
  • Harga emas 50 gram: Rp67.595.000
  • Harga emas 100 gram: Rp135.112.000
  • Harga emas 250 gram: Rp337.515.000
  • Harga emas 500 gram: Rp674.820.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp1.349.600.000

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Industri Tembakau Alternatif Pertanyakan Aturan Kemasan Polos

0
Produk Tembakau dan Rokok Elektronik(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Industri produk tembakau alternatif mempertanyakan wacana kebijakan kemasan polos tanpa merek yang tertuang di dalam Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK).

Adapun RPMK itu tentang Pengamanan Produk Tembakau dan Rokok Elektronik yang diprakarsai oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal tersebut dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah (PP) 28 Tahun 2024 yang kedudukannya lebih tinggi dari RPMK dan tidak memberikan mandat untuk kemasan polos.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, mengungkapkan, pihaknya khawatir penerapan kebijakan kemasan polos tanpa identitas merek pada produk tembakau alternatif akan menciptakan berbagai permasalahan baru.

Termasuk, meningkatnya peredaran dan konsumsi produk ilegal di publik. Bahkan, menciptakan ruang bagi anak-anak di bawah umur untuk menjangkau produk tersebut hingga sulitnya pengawasan di lapangan.

“Aturan polos hanya akan menambah masalah baru. Mayoritas negara G20, negara-negara maju, tidak menerapkan kemasan polos untuk produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik. Negara tersebut hanya menerapkan peringatan berbentuk tulisan untuk produk tembakau alternatif,” jelas Garindra.

Ia pun meminta Kemenkes makin bijak dalam melihat munculnya potensi permasalahan baru ketika aturan kemasan rokok diterapkan bagi produk tembakau alternatif.

Selain potensi masifnya peredaran produk ilegal dan mengurangi pendapatan cukai, juga dapat menyebabkan semakin tingginya prevalensi merokok di Indonesia.

“Kita harusnya berkaca ke negara yang sudah berhasil mendukung peralihan ke produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko, bukan malah mengikuti negara yang tidak berhasil. Kami berharap DPR RI sebagai stakeholder yang mewakili rakyat juga melihat permasalahan ini,” tutur Garindra.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo) Paido Siahaan juga mengkritik wacana kemasan polos tersebut. Kemenkes seharusnya mempertimbangkan hak konsumen untuk memperoleh informasi yang lengkap dan jelas terhadap produk yang mereka pakai.

Menghilangkan elemen merek (brand) dan informasi pada kemasan mengurangi kemampuan konsumen untuk mendapatkan informasi produk sehingga dapat memutuskan produk yang tepat. Dengan demikian, rancangan aturan itu melanggar hak konsumen untuk mendapat informasi yang akurat.

“Jika dilihat dari perspektif konsumen dan pengurangan bahaya, penerapan aturan kemasan polos tanpa pembedaan antara produk tembakau alternatif dan rokok bisa dianggap tidak memberikan kesempatan yang adil bagi perokok dewasa untuk mengakses produk yang lebih rendah risiko,” kata Paido.

Sependapat dengan Garindra, ia juga mengkhawatirkan penerapan kebijakan kemasan polos tanpa merek akan mendorong konsumen beralih ke produk ilegal yang lebih murah dan mudah didapat.

Pasalnya, produk ilegal tidak melalui pengawasan yang ketat seperti halnya produk legal dan pada akhirnya, masalah itu dapat menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar dan menambah beban penegakan hukum.

“Kebijakan yang diambil haruslah seimbang, dengan mempertimbangkan tujuan kesehatan masyarakat sambil tetap melindungi hak konsumen dan memberikan pilihan yang lebih baik bagi perokok dewasa,” katanya.

Untuk diketahui, Kemenkes menargetkan RPMK tersebut rampung pada minggu kedua bulan September 2024 mengejar target sebelum pergantian menteri.

PMK itu disinyalir memuat ketentuan kemasan polos tanpa merek untuk produk tembakau alternatif dengan referensi dari Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang tidak diratifikasi Pemerintah Indonesia.(ant)

Koalisi Masyarakat Sipil Minta Segera Terapkan BBM Rendah Sulfur

0
Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Profesor Budi Haryanto(ekbisntb.com/bul)

Jakarta (ekbisntb.com) – Koalisi masyarakat sipil dan pakar mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera memberlakukan kebijakan bahan bakar minyak (BBM) rendah sulfur sebagai bagian dari keseriusan pemerintah dalam mengatasi pencemaran udara.

Desakan ini hadir menyusul rencana pemerintah untuk menyesuaikan standar BBM dengan ketentuan rendah sulfur Euro4/IV sebagaimana yang sudah digariskan dalam Peraturan Menteri KLHK No 20 tahun 2017.

Rencana ini disampaikan beberapa kali oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sejak Juni 2024.

“Keadaan ini sangat mendesak karena kualitas udara kita semakin memburuk. Semua parameter yang digunakan untuk mengukur kualitas udara menunjukkan penurunan, sehingga kondisi di kota-kota besar di Indonesia, khususnya wilayah Jabodetabek, sudah memasuki tahap krisis,” ujar Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal Ahmad Safrudin melalui keterangan di Jakarta, Kamis.

Adapun Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Profesor Budi Haryanto mengatakan polusi udara di DKI Jakarta berdampak langsung pada kesehatan.

Pada 2010, tercatat lebih dari setengah penyakit pernafasan di Jakarta disebabkan langsung oleh polusi udara dan trennya terus meningkat setiap tahunnya.

Kualitas BBM baik diesel maupun bensin yang saat ini disediakan di pasaran sebagian besar tidak memenuhi standar Euro 4/IV, karena kandungan sulfur yang sangat tinggi.

Lebih lanjut, Budi mengatakan kandungan sulfur yang tinggi ini, berkontribusi secara signifikan kepada pencemaran udara, mengingat gas buang kendaraan bermotor merupakan penyumbang polusi terbesar di wilayah perkotaan, khususnya Jabodetabek.

Indonesia sendiri sudah mengatur penerapan standar Euro4/IV dari sejak 2017 melalui Peraturan Menteri KLHK no 20 tahun 2017. Hanya saja, implementasi hanya dilakukan di sisi teknologi kendaraan, sementara pasokan BBM yang beredar di pasaran Indonesia, khususnya BBM bersubsidi, masih jauh dari standar Euro4/IV.

“Apabila kita bisa mulai membersihkan pasokan BBM di pasaran mulai hari ini sampai dengan 2028, kita bisa menekan kasus pneumonia akibat polusi udara di kota Jakarta sampai dengan lebih dari sepertiga kasus hari ini,” kata Budi.

Koalisi masyarakat sipil dan pakar menyesalkan lambatnya langkah pemerintah dalam memberlakukan kebijakan BBM Bersih. Terdapat beberapa laporan media yang menunjukkan keraguan Presiden Joko Widodo dalam mendukung langkah-langkah kebijakan strategis untuk memungkinkan Pertamina dalam melakukan penyediaan BBM bersih. (ant)

NTB Selaraskan Rencana Aksi Pembangunan Rendah Karbon

0
Pembangunan rendah karbon(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelaraskan rencana aksi pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim dengan RPJPD 2025-2045 serta RPJMN 2025-2029.

“Pembangunan rendah karbon merupakan salah satu strategi transisi menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan,” kata Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Iswandi dalam keterangan di Mataram, Kamis.

Pembangunan rendah karbon menjadi tulang punggung menuju ekonomi hijau untuk mencapai visi Indonesia Maju 2045 dan mencapai target nol emisi bersih pada 2060.

Iswandi menuturkan penyelarasan rencana aksi untuk mengarusutamakan poin 13 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, serta peningkatan kapasitas pemerintah daerah untuk melakukan pelaporan aksi aksi pembangunan rendah karbon melalui Aplikasi Perencanaan dan Pemantauan Rencana Aksi Nasional Rendah Karbon (AKSARA).

Pemerintah NTB berkomitmen mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi yang 100 persen dari sumber daya energi lokal, terbarukan, berkelanjutan, dan rendah karbon untuk menjamin akses energi yang universal dan andal bagi seluruh masyarakat.

Ketergantungan daerah terhadap sumber daya energi yang diimpor dari luar daerah juga dikurangi demi menurunkan beban energi di Nusa Tenggara Barat. Dengan demikian, sumber daya energi terbarukan lokal dan rendah karbon terus dioptimalkan.

Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya agar akses energi yang universal, andal, dan rendah karbon bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat untuk mendukung peningkatan perekonomian dan daya saing.

Saat ini angka bauran energi terbarukan di Nusa Tenggara Barat sebanyak 22,43 persen. Setrum bersih itu terdiri dari pemanfaatan biosolar, PLTS on grid sebesar 21,6 megawatt, PLTS off grid yang dioperasikan PT Amman Mineral sebanyak 28 megawatt.

Kemudian ada pembangkit listrik tenaga mikrohidro berkapasitas 18,59 megawatt dan substitusi bahan bakar batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap dengan biomassa dan biogas skala rumah tangga.

Dokumen Rencana Besar Energi di Nusa Tenggara Barat menyebutkan potensi energi hijau berupa bioenergi sebanyak 298 megawatt, sampah kota 32 megawatt, angin 2,60 gigawatt megawatt, dan surya sebesar 10,62 gigawatt. (ant)

Investor Korea akan Kembangkan Kebun Kopi Arabika Seluas 470 Hektar di Sembalun

0
Lalu Thoriq (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Investor asal Korea Selatan akan mengembangkan kebun kopi seluas 470 hektar di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Syarat perizinan tengah diproses di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

“Karena ini menggunakan kawasan hutan bukan kayu yang izinnya di pusat. Sudah beberapa bulan ini saya bolak balik ke Korea dan ke Jakarta untuk membantu perizinannya,” kata Lalu Thoriq, eksportir kopi yang menjadi mitra investor dimaksud.

Targetnya, tahun ini kebun kopi arabika ini sudah dapat digarap. Atau setelat-telatnya tahun 2025. Rencananya, kawasan kebun kopi ini akan dijadikan sentra penghasil kopi. Sebagaimana diketahui, Sembalun, dengan kondisi geografis dan iklimnya yang unik, memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan kopi Arabika.

Beberapa faktor yang mendukung hal ini antara lain ketinggian yang ideal untuk pertumbuhan kopi Arabika. Ketinggian yang cukup akan menghasilkan suhu yang sejuk dan stabil, serta curah hujan yang merata, yang sangat dibutuhkan oleh tanaman kopi Arabika untuk menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi.

Sembalun memiliki jenis tanah vulkanik yang kaya akan mineral. Tanah vulkanik ini sangat subur dan mampu menyediakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman kopi untuk tumbuh dengan baik. Iklim di Sembalun cenderung kering pada musim kemarau dan basah pada musim hujan. Kondisi iklim ini sangat cocok untuk pertumbuhan kopi Arabika, karena tanaman kopi membutuhkan periode kering untuk pematangan buah dan periode basah untuk pertumbuhan vegetatif.

Curah hujan di Sembalun cukup tinggi, terutama pada musim hujan. Curah hujan yang memadai akan membantu menjaga kelembaban tanah dan memenuhi kebutuhan air tanaman kopi. Selain itu, Sembalun mendapatkan sinar matahari yang cukup sepanjang tahun. Sinar matahari sangat penting untuk proses fotosintesis pada tanaman kopi dan pembentukan senyawa-senyawa aroma dan rasa pada biji kopi.

Lalu Thoriq menggambarkan, pasar kopi saat ini sangat menjanjikan. Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa tahun terakhir mengakibatkan pengurangan produksi. Sehingga tujuan buyer kopi dunia tertuju ke Indonesia sebagai penghasil kopi terbesar.

Harga kopi ditingkat petani saat ini Rp70an ribu perkilo. Sebelumnya harganya sekitar Rp30an ribu perkilo. Itupun, menurutnya petani masih enggan menjualnya.

“padahal sekarang sedang musim panen kopi. Tapi dengan harga tinggi inipun, petani belum mau jual. Masih ditahan,” tambahnya.

Karena tingginya harga kopi ditingkat petani ini, membuat para eksportir menyetop usahanya.

“Saya juga sudah ndak bisa lagi ekspor. Karena harga kopi di sini lebih tinggi dari harga pembelian kopi di luar negeri. Tanpa biaya-biaya untuk diekspor,” tandasnya.(bul)

Harga Beli Tembakau Tahun 2024 Lebih Menjanjikan

0
Sejumlah petani sedang menjemur daun tembakau yang sudah dirajang(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Musim tanam tembakau tahun 2024 ini lebih menjanjikan dari tahun-tahun sebelumnya. Harga beli cukup menggiurkan.

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, H. Rifa`i menyebutkan, luas areal tanam tembakau rajang tahun ini 10.780,57 hektar. Dengan total produksi sekitar 14.851,48 ton dengan hitungan rata-rata produksi 1.385,20 ton. Dari luasan total produksi ini, 10.721,57 hektar sudah panen.

Sementara untuk tembakau virginia krosok, luas tanam tahun ini mencapai 23.731,70 ton. Dengan produksi sekitar 45.716,43 ton dengan produksi rata-rata 1.939,38 ton.

Menurutnya, secara total, dari total luas produksi, baru 20 persen . karena waktu penanaman yang bervariasai akibat cuaca ekstrem. 60 persen lagi mulai panen pada September dan Oktober. Kemudian 20 persen sisanya akan panen pada bulan November.

Lanjut H. Rifa`i, berdasarkan hasil monev ke sejumlah perusahaan yang sudah melakukan pembelian, harga beli tembakau tahun ini dinilai cukup menjanjikan.

“Untuk pembelian tembakau yang rajangan, Kelas A harganya Rp50an ribu perkilo, kelas B Rp40an ribu perkilo, kelas C Rp30 ribuan perkilo. Dan kelas bawah mulai dari harga Rp25 ribuan perkilo,” katanya.

Sebelum-sebelumnya, harga pembelian Rp50 ribuan perkilo ini biasanya untuk tembakau oven kelas paling tinggi.

“Petani kita sekarang cerdas – cerdas, daun bawah sampai daun tengah cukup dirajang (diiris), kemudian dikeringkan dengan Cahaya matahari. Langsung jual. Hampir tidak ada biaya. Kalau di oven, biayanya mahal, karena harus menggunakan bahan bakar, dan dioven berhari-hari. Jualnya belum tentu harganya Rp40an ribu perkilo,” tambahnya.

Sementara daun tengah hingga daun paling atas, atau daun paling berkualitas, petani masih mempertahankannya untuk dioven. Dan harga belinya Rp65 ribu perkilo. Harga beli ini menjadi harga pembelian paling tinggi sepanjang sejarah tembakau.

“Karen itu, tahun ini sangat menjanjikan harga tembakau. Kita berharap harga bagus ini bisa bertahan hingga akhir musim panen tahun ini,” harapnya.(bul)

Garuda Indonesia Jadi Official Airline MotoGP 2024

0
Garuda Indonesia menjadi Official Airline untuk ajang MotoGPTM 2024. Ditandai dengan penandatangan kerjasama antara ITDC dengan Garuda Indonesia, di Jakarta, Rabu kemarin. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Garuda Indonesia ditetapkan sebagai official airline untuk ajang balapan dunia MotoGP Mandalika tahun 2024. Ditandainya dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT. Garuda Indonesia dengan PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC, selaku penyelenggaran dan pengelola kawasan The Mandalika tempat ajang MotoGP berlangsung.

Penandatanganan perjanjian dilakukan langsung oleh Direktur Utama ITDC Ari Respati dan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, bertempat di Hangar 2, GMF AeroAsia, Rabu 11 September 2024 kemarin.

Perjanjian kerja sama tersebut menandai sebuah momen bersejarah dalam mendukung event olahraga internasional. Di mana untuk pertama kalinya Garuda Indonesia menjadi maskapai penerbangan resmi ajang MotoGPTM 2024. “Kerjasama ini menunjukkan sinergi yang kuat antara sektor pariwisata dan penerbangan yang diharapkan bisa memberikan kontribusi positif bagi citra Indonesia di mata internasional,” ujar Ari Respati dalam keterangnya, Rabu kemarin.

Terlebih MotoGPTM 2024 merupakan salah satu event olahraga balap motor internasional bergengsi dan terbesar yang diselenggarakan di Indonesia. Sehingga kerjasama tersebut tidak hanya mengangkat gengsi kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Tetapi juga akan makin memperluas market velue dari ajang dunia tersebut.

Jalinan kerjasama tersebut lanjut Ari, sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang mengharapkan sekaligus dorong terwujudnya sinergi antar BUMN. Sebagai cerminan komitmen nyata BUMN dalam mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui pengembangan sport tourism.

“Bagi kami, kerjasama ini sebuah kebanggaan tersendiri khususnya bagi Garuda Indonesia. Yang telah dipercaya menjadi official airline untuk gelaran ajang balap motor bergengsi berskala internasional, MotoGPTM 2024,” tambah Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

Pihaknya pun berkomitmen untuk mendukung kesiapan gelaran MotoGP Mandalika tahun ini. Khususnya dari aspek dukungan transportasi udara. Supaya gelaran MotoGP bisa berjalan lancar.

Dengan adanya kerjasama tersebut nantinya akan ada livery dengan logo Indonesia GP 2024 dan The Mandalika di pesawat Garuda Indonesia. Yang diharapkan bisa semakin meningkatkan visibilitas dan promosi bagi penyelenggaraan event balap internasional tersebut. “Selain itu ada juga dukungan peningkatan frekuensi penerbangan Garuda Indonesia ke Lombok serta program-program khusus lainya,” pungkas Irfan. (kir)