Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 516

Penerbangan Dibuka, Penumpang Kapal Cepat Padangbai-Senggigi Masih Tinggi

0
Penumpang kapal cepat Padangbai-Senggigi masih meningkat, Kamis 14 November 2024, meski penerbangan di BIZAM sudah dibuka. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kendati pelayanan penerbangan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) telah dibuka, penumpang yang melalui jalur laut penyeberangan kapal cepat lintas Padangbai-Sengigigi di Pelabuhan Senggigi masih meningkat. Pada Kamis 14 November 2024 pagi, jumlah penumpang pada angka 100 orang lebih.

Peningkatan penumpang itu mulai terjadi sejak Rabu 13 November 2024 siang dampak dari dibatalkannya sejumlah jadwal penerbangan di BIZAM akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT). “Masih (peningkatan Penumpang) pada pagi (Kamis red). Penumpang naik 102 orang dan yang turun 40 orang,” sebut Kepala UPT Pelabuhan Senggigi Iskandar Zulkarnaen, SH., Kamis 14 November 2024.

Pada Rabu siang lalu, pada penyeberangan kapal cepat siang hari, jumlah penumpang yang naik meningkat hampir dua hingga tiga kali lipat mencapai 175 orang. Begitupula penumpang yang turun sebanyaknya 80 orang. Permintaan pemesanan tiket kapal cepat ini mendadak, sehingga diyakininya mereka adalah penunjang yang dibatalkan berangkat melalui bandara. Adanya lonjakan penumpang ini, pelayanan di Dermaga Senggigi pun tetap seperti biasa.

Menurutnya, kondisi penumpang ini akan berangsur normal ketika penerbangan sudah dibuka. “Kondisi akan normal kalau penerbangan sudah dibuka,”katanya.

Untuk pelayanan di Pelabuhan Senggigi ketika terjadi peningkatan penumpang, Pihaknya sedikit repot mengatur turun naik penumpang dari kapal dan arah keluar masuk nya sama.  Ditambah lagi, lebar jalur tersebut kecil. Diketahui Pelabuhan Senggigi melayani dua kali trip kapal cepat, dari Pelabuhan Padangbai – tiga Gili menuju Sengigigi. Penyeberangan dilakukan pada pagi dan siang hari. (her)

Retribusi Parkir Tidak Pernah Capai Target

0
Salah seorang jukir di Pasar Cakranegara mengatur kendaraan parkir pada, Kamis 14 November 2024. Target retribusi parkir tidak pernah tercapai padahal berbagai inovasi dilakukan seperti parkir berlangganan dan pembayaran digital. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perhubungan Kota Mataram telah berupaya melakukan inovasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari retribusi parkir tepi jalan umum. Akan tetapi, tidak pernah mencapai target.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin dikonfirmasi pada, Kamis 14 November 2024 menjelaskan, berbagai persoalan yang dihadapi sehingga target parkir tepi jalan umum tidak mencapai target. Pertama, pihaknya telat menerapkan parkir berlangganan karena lebih mendahului sosialisasi kepada masyarakat seiring kebijakan menggratiskan pengujian kendaraan bermotor mulai 1 Januari 2024.

Kedua, laporan dari juru parkir kondisi parkir sepi sehingga harus dibuktikan dengan uji petik. Uji petik dilakukan di 81 titik untuk membuktikan statemen dari juru parkir. Ketiga, banyak jukir menunggak retribusi sehingga mempengaruhi capaian. “Keluhan dari jukir ini kita cek lagi, apakah benar atau tidak,” ujarnya.

Faktor ketiga adalah, proyeksi retribusi Rp15,5 miliar dengan asumsi tarif dinaikan, tetapi kebijakan tarif parkir tidak naik dengan alasan pelayanan tidak optimal. Mantan Camat Selaparang mengatakan, optimalisasi dilakukan dengan menambah korlap dan memperbaiki pelayanan menggunakan cover box dan cover kaca serta memberikan hadiah bagi jukir dan korlap dengan capaian tertinggi. “Kami juga menambah atau mengubah shif korlap mengcover malam karena lebih ramai malam daripada pagi,” terangnya.

Dari target Rp15,5 miliar telah terealisasi Rp8,2 miliar atau 52 persen. Menurutnya, tren positifnya adalah penambahan korlap menjadi 21 memicu peningkatan pendapatan menjadi Rp760 juta di bulan Juli 2024. Sedangkan, bulan Juli 2023 hanya Rp700 juta. Pihaknya menganggap ini indikasi baik sehingga idealnya menambahnya tiga sehingga menjadi 24 korlap. Artinya, satu korlap bisa mengawasi 30-40 juru parkir.

Ia mengaku, tantangan dihadapi adalah tingkat kepatuhan jukir. Hal ini telah dibahas dengan tim saber pungli sehingga harus ditindaklanjuti dengan menindak jukir nakal. “Menjadi kadis perlu belajar dan melihat kondisi untuk dilakukan perbaikan,” ujarnya seraya mengatakan pihaknya optimis capaian akan lebih meningkat di tahun 2025 setelah melakukan identifikasi permasalahan sebelumnya. “Insya Allah, di tahun 2025 kita langsung gas saja,” demikian kata dia. (cem)

Penerbangan di BIZAM Normal

0
Arif Hariyanto (ekbisntb.com/dok)

SELURUH aktifitas penerbangan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Kamis 14 November 2024 kemarin, sudah kembali normal. Setelah sehari sebelumnya lebih dari setengah jadwal penerbangan dari dan menuju BIZAM dibatalkan oleh pihak maskapai. Karena khawatir dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Hari ini (Kamis kemarin,red) operasional di Bandara Lombok berlangsung normal. Hingga saat ini seluruh penerbangan yang dijadwalkan tiba maupun berangkat dari Bandara Lombok beroperasi sesuai jadwal, ,” ungkap Stakeholder Relation Departement Head PT. Angkasa Pura (AP) Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok, Arif Hariyanto, kepada Ekbis NTB, Kamis sore.

Tercatat ada sekitar 48 jadwal penerbangan yang masuk dan keluar dari BIZAM. Dengan total penumpang yang tercatat lebih dari 5.000 penumpang. Semua aktifitas penerbangan pun berjalan lancar tanpa ada kendala apapun.

Disinggung sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotobi, Arif mengatakan sampai sejauh ini masih negative. Dengan kata belum ditemukan ada tanda-tanda keberadaan abu vulkasi, khususnya di area BIZAM. Sehingga sejak operasional bandara dimulai sejak pagi, semua penerbangan dibuka sesuai jadwal yang ada.

“Sejak erupsi Gunung Lewotobi sampai dengan saat ini belum pernah ditemukan adanya abu vulkanik Gunung Lewotobi di area Bandara Lombok,” terangnya. Pihaknya secara berkala setiap satu jam melakukan pemeriksaan melalui papertest untuk mengecek keberadaan abul vulkanik. Hasilnya hingga kini masih negatif.

Begitu pula dari hasil pemeriksan oleh pihak Badan Meteorologi, Klimatoliogi dan Geofisika (BMKG) juga belum ditemukan tanda-tanda abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotobi sampai di Pulau Lombok. “Semoga tidak sampai ke ruang udara Pulau Lombok. Supaya aktifitas penerbangan tidak terganggu,” sebut Arif.

Seperti yang terjadi pada Rabu 13 November 2024 kemarin, di mana total ada 39 jadwal penerbangan yang dibatalkan oleh pihak maskapai. Lantaran pihak maskapai khawatir dampak erupsi Gunung Lewotobi. Setelah pihak BMKG mendeteksi potensi sebaran abu vulkanik hingga Pulau Lombok. Lantaran pegerakan arah angina menuju Pulau Lombok. Akibatnya, ada 3.900 penumpang lebih yang tidak bisa diterbangkan ke daerah tujuan. (kir)

Kondisi Fiskal Kuat, KSB Disarankan Investasi Jangka Panjang Hadapi Pascatambang

0
H.Lalu Gita Ariadi (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kondisi fiskal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dinilai cukup kuat untuk membiayai program pemerintahan. Hal ini tak terlepas dari adanya aktivitas pertambangan PT Amman Mineral yang terletak di kabupaten tersebut. Salah satu pendapatan KSB dari tambang yaitu dana bagi hasil laba bersih PT Amman yang paling jumbo dari semua Pemda di NTB.

Sekda NTB Drs H. Lalu Gita Ariadi M.Si memberi saran kepada Pemda KSB agar menggunakan anggaran yang dimilikinya untuk kegiatan-kegiatan yang produktif misalnya yang berkaitan dengan investasi jangka panjang. Sebab aktivitas tambang di Batu Hijau akan berakhir di tahun 2030, sehingga instrument sumber pendapatan di masa depan harus disiapkan dari sekarang.

“DBH (dana bagi hasil) yang besar di KSB jangan digunakan untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif. Namun ini harus investasi jangka panjang. Investasi pada Pendidikan, investasi pada kesehatan dan lain sebagainya,” kata Sekda NTB saat menggelar Seminar Percepatan Transformasi dan Pengembangan Sumberdaya dalam Rangka Mendukung Pembangunan Daerah yang berlangsung di Lombok Astoria, Kamis 14 November 2024.

Ia mengatakan, salah satu bentuk investasi jangka panjang misalnya pembangunan rumah sakit unggul di Indonesia timur. Sehingga nantinya tidak hanya warga KSB yang datang untuk mendapatkan layanan medis, namun warga NTB dan luar daerah pun datang untuk berobat karena fasilitasnya yang lengkap dan memadai.

“Selagi ada kemampuan, misalnya membangun rumah sakit jantung. Sehingga daripada pergi ke Jakarta, lebih baik ke KSB, tentu jika sama kelasnya dengan di Jakarta. Sekarang lah momentumnya dana-dana bagi hasil dan lain sebagainya yang melimpah agar dimanfaatkan untuk investasi. Bukan habis untuk belanja pegawai,” kata Sekda.

Sekda menerangkan, KSB juga harus membangun aliansi strategis kerjasama membangun daerah dengan dua kabupaten tentangganya yaitu Kabupaten Sumbawa dan Lombok Timur. Kerjasama dengan Sumbawa sangat penting karena merupakan dua daerah yang bersaudara kandung. Sementara kerjasama dengan Lombok Timur perlu dibangun karena kedekatan historis dan hubungan diaspora sejak lama.

“Di KSB banyak orang Sasak, di Lombok Timur pun ada diaspora KSB seperti di Rempung, Rarang, Rumbuk dan lain sebagainya. Ini kan orang KSB juga yang secara historis kita ada. Sehingga KSB dan Lotim harus kerjasama strategis. Sehingga kedepan manakala ada kesulitan yang dialami KSB, maka yang tercepat memberikan bantuan adalah kabupaten tetangga,” katanya.

Sebagai gambaran, APBD Pemda KSB 2024 sebesar Rp 2,07 triliun dengan PAD sebesar Rp 255,97 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp 1,70 triliun. Angka ini berasal dari peningkatan dana bagi hasil bukan pajak dari pemerintah pusat.(ris)

Siap Awasi Penghapusan Utang UMKM

0
Hj. Evi Apita Maya (ekbisntb.com/ham)

PRESIDEN RI Prabowo Subianto mengeluarkan kebijakan penghapusan utang pada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tertentu di Indonesia. Kebijakan penghapusan utang UMKM ini dinilai sebagai langkah yang cukup bagus oleh pemerintah dalam membangkitkan usaha yang sebelumnya terkenda pembayaran utang.

Senator atau anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite IV asal NTB Hj. Evi Apita Maya, menyebut, ketika utang UMKM belum dihapuskan, mereka tidak bisa mengembangkan usahanya. Namun, setelah adanya kebijakan ini nanti, pelaku UMKM kembali membangkitkan perekonomian dan mengubah nasibnya menjadi lebih baik.

‘’Kemarin Pak Prabowo baru saja membuat keputusan bahwa penghapusan utang. Di sini kami kan DPD mempunyai tugas pengawasan. Tentunya  kami akan ikut melakukan pengawasan. Jadi kami mendukung betul kebijakan Pak Prabowo terkait penghapusan utang bagi pelaku UMKM ini,’’ ungkapnya saat dikonfirmasi di Kantor Gubernur NTB usai bertemu Sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., Kamis 14 November 2024.

Meski demikian, ungkapnya, pihaknya belum melihat seperti apa teknis penghapusan utang pada pelaku UMKM ini. Alasannya, saat keputusan ini dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto, anggota DPD sudah mulai turun reses ke daerah.

Namun, Senin pekan depan bersama anggota Komite IV lainnya akan memanggil kementerian terkait seperti apa mekanisme penghapusan utang pada UMKM dan kriteria UMKM yang berhak mendapatkan penghapusan utang. ‘’Saya sangat mendukung  wacana ini, karena ini akan meringankan beban masyarakat,’’ ujarnya.

Sekda NTB H. Lalu Gita Ariadi, menjelaskan, jika anggota DPD RI asal NTB Evi Apitamaya berkunjung ke NTB dalam rangka reses dan menyerap sejumlah aspirasi dari pemerintah daerah untuk disuarakan ke pemerintah pusat.

Pihaknya juga berharap agar jika DPD nanti memiliki kewenangan lebih besar daripada yang ada sekarang ini akan sangat bagus bagi daerah. Bagaimana tidak, selama ini masyarakat dan pemerintah daerah mengandalkan DPR RI dalam menyampaikan aspirasi untuk diperjuangkan di pusat, maka jika kewenangan DPD lebih besar, pemerintah daerah bisa menyampaikan aspirasi lewat ini.

Selain itu, pihaknya menyampaikan fenomena-fenomena pemerintahan juga disampaikan ke anggota DPD untuk diperjuangkan ke pemerintah pusat. ‘’Kita berharap DPD menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kualitas berotonomi. Karena DPD yang kita harapkan untuk mengawal otonomi daerah terlaksana secara berkualitas. Bukankah satu dari enam tuntutan reformasi itu poin ke enam adalah pelaksanaan otonomi daerah yang seluas-luasnya sesuai amanat reformasi,’’ terangnya. (ham)

Pendakian Gunung Rinjani Lewat Jalur Senaru Ditutup Sementara

0
Terlihat titik api di kawasan Gunung Rinjani melalui jalur pendakian Senaru, Kabupaten Lombok Utara, Kamis 14 November 2024. (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) NTB menyatakan, pendakian menuju Gunung Rinjani melalui jalur pendakian Senaru, Kabupaten Lombok Utara, ditutup sementara. Penutupan sementara, karena dampak kebakaran lahan di jalur pendakian tersebut.

“Sebagai langkah antisipasi, jalur wisata pendakian Senaru ditutup sementara,” kata Kepala Balai TNGR NTB, Yarman di Mataram, Kamis 14 November 2024.

Ia mengatakan, kebakaran lahan di kawasan Gunung Rinjani tersebut diketahui melalui aplikasi Sipongi pada Rabu 13 November 2024, yang mendeteksi ada titik api sekitar jalur wisata pendakian Senaru dan petugas mendapatkan informasi dari guide serta porter yang turun melalui jalur pendakian pintu Senaru.

“Mereka melihat titik api sekitar area Batu Ceper jalur wisata pendakian Senaru Balai Taman Nasional Gunung Rinjani,” katanya.

Berdasarkan informasi tersebut, lanjut dia, aparat gabungan bersama tim pemadaman langsung diterjunkan untuk melakukan tindakan, namun hingga kini kobaran api masih belum berhasil dikendalikan.

“Kondisi pagi ini kami masih belum menerima laporan dari tim yang sedang melakukan upaya pemadaman di lapangan,” katanya.

Oleh karena itu ia mengingatkan semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama untuk para pengunjung yang berada di Danau Segara Anak, untuk berhati-hati dan menghindari arah jalur wisata pendakian Senaru sebagai langkah antisipasi supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. “Kami imbau para pendaki untuk tetap waspada saat melalui jalur pendakian Senaru,” katanya. (ant)

Nodeem Herbs Diluncurkan, Solusi Ampuh Tangani Diabetes

0
Peluncuran Nodeem Herbs di Mataram(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – PT. Nodeem Naturindo Lestari meluncurkan kapsul herbal Nodeem yang ampuh menangani penyakit diabetes. Peluncurkan Nodeem Herbs ini setelah dilakukan risert sejak tahun 2003 lalu.

Peluncurkan Nodeem Herbs dilakukan di Hotel Aston Inn Mataram, Kamis, 14 November 2024. Hadir pada peluncuran perdana di Indonesia ini, Pj. Gubernur NTB, Dr. Hassanudin diwakili Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE.,ME. Pj. Walikota Mataram, Tri Budi Prayitno, Kepala BPOM Mataram, Yosef Dwi Irawan, unsur Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Kota Mataram. Beserta seluruh stakeholder PT. Nodeem Naturindo Lestari lainnya.

Direktur Utama PT. Nodeem Naturindo Lestari, Dmitry Arditya menyampaikan, peluncuran produk herbal ini adalah panggilan atas ancaman global penyakit diabetes. Nodeem Herbs diproduksi sebagai pengendali penyakit gula darah yang jumlah kasusnya terus meningkat.

Nodeem Herbs adalah industry herbal pertama dihadirkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sentra produksinya Jl. TGH. Faisal No 19-20 Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Bahan bakunya menggunakan hasil sumber daya alam yang cukup melimpah di Provinsi NTB, yaitu kelor dan buncis.

Industrinya dilakukan di NTB dengan menggunakan tenaga-tenaga profesional di NTB, serta bahan bakunya bersumber dari kekayaan NTB. Kapsul Nodeem Herbs diproduksi dan dikemas sangat modern, dan sudah memenuhi ketentuan edar seperti izin edar BPOM,izin produksi dari Dikes, dan tengah berproses dalam menyelesaikan izin halal.

“Selama ini kita hanya sebagai suplayer, sekarang kita berperan aktif dengan mendirikan industri herbal dan memberi solusi langsung untuk membantu menekan laju kasus diabetes,” ujarnya.

Efektifitas Nodeem Herbs sebagaimana dijelaskan Dmitry, dua bahan baku yang digunakan ini mengandung zat aktif yang dapat merangsang organ pangkreas sebagai penghasil insulin dalam tubuh untuk memproduksi insulin secara alami, sehingga mampu mengendalikan kadar gula darah.

“Karena itu, produk ini tidak hanya untuk penderita diabetes, tapi yang pra diabetespun sangat bermanfaat. Sehingga kadar gula tetap bisa dikendalikan dalam batas normal. Sehingga sangat baik dikonsumsi untuk sehari-hari, kecuali untuk anak – anak. Dan dapat dikonsumsi dalam jangka panjang karena sifatnya herbal,” tambahnya.

Saat ini PT. Nodeem Naturindo Lestari baru meluncurkan satu produk. Rencananya akan terus ekspansi mengembangkan suplemen untuk diabetes, dan makanan yang ramah untuk penderita diabetes.

“Ini jadi produk pertama. Dan pengembangan produk adalah komitmen kita bersama untuk menanggulangi penyakit diabetes,” tambahnya.

Saat ini penjualan Nodeem Herbs dilakukan secara online, dan akan akan dikembangkan pemasaran secara off line melalui jaringana-jaringan toko obat, hingga ritel. Kehadiran PT. Nodeem Naturindo Lestari ini kata Dmitry tidak hanya sekedar menyediakan solusi sehat dari penyakit diabetes, llebih dari itu, PT. Nodeem Naturindo Lestari juga sekaligus menyiapkan pendampingan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kadar gula darahnya terkontrol.

“Kita memberikan edukasi kepada masyarakat, dan kita memfasilitasi adanya customer service yang bekerjasama dengan ahli gizi, konsultan kesehatan, hingga dokter untuk berkonsultasi masalah seputar diabetes. Jadi konsumen tidak hanya membeli Nodeem Herbs untuk konsumsi, tapi kita juga membantu untuk memantau kesehatan masyarakat dengan event kegiatan pemeriksaan secara berkala dan gratis,” katanya.

Saat ini Nodeem Herbs diproduksi hingga 10 ribu botol dalam sebulan. Dipasarkan dengan harga Rp250 ribu per botol. Kehadiran industry farmasi ini diharapkan tidak hanya sekedar penanganan kesehatan masyarakat. tapi lebih jauh lagi, kehadiran industry ini bisa menjadi sumber penggerak ekonomi lokal yang baru, dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkot Mataram mendukung hadirnya industry farmasi ini. karena akan memberikan dampak positif yang cukup luas bagi masyarakat diberbagai lini.(bul)

Perkuat Kualitas SDM NTB di Era 5.0

0
Pelatihan SDM GreatNusa(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Seiring dengan berkembangnya teknologi di era Industri 4.0 yang semakin mendekati era Industri 5.0 (era serba teknologi canggih), stakeholder di NTB terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai langkah untuk memperkuat sektor-sektor unggulan, termasuk pariwisata.

Salah satu inisiatif penting untuk mendukung tujuan tersebut adalah pelatihan SDM yang diselenggarakan oleh GreatNusa, bekerja sama dengan Jobstreet dan IHGMA (Indonesia Hotel General Manager Association).

Pelatihan ini difokuskan pada pengembangan SDM di sektor pariwisata melalui program upskilling (peningkatan keterampilan) dan reskilling (pengalihan keterampilan) kepada lebih dari 100 orang yang terdiri dari siswa, pelaku pariwisata, dan masyarakat umum guna mempersiapkan tenaga kerja yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan di dunia industri pariwisata.

Cut Herlina, Head of Business Development GreatNusa by Bina Nusantara, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pelatihan dengan mendatangi sekolah dan perguruan tinggi di NTB.

“Kami datang ke sekolah dan perguruan tinggi yang ada di NTB untuk membantu penguatan sisi SDM-nya. Salah satunya adalah meningkatkan kualitas SDM supaya industri pariwisata di NTB semakin berkembang dengan SDM yang berkualitas,” ujar Cut Herlina dalam acara GreatNusa Summit 2024 yang diadakan di Mataram, Kamis, 14 November 2024.

Peningkatan kualitas SDM, lanjutnya, sangat penting untuk dunia usaha.

“Yang paling penting dalam bisnis itu bukan hanya modal atau investor, tetapi orang-orang yang berkualitas di balik usaha tersebut,” jelas Cut. Ia menekankan bahwa sektor pariwisata dan perhotelan di NTB akan sia-sia jika didukung dengan SDM yang tidak memadai.

Wakil Ketua Umum IHGMA, Yoga Iswara menambahkan bahwa generasi milenial dan Gen Z kini mendominasi tenaga kerja, dan mereka diprediksi akan mengisi hampir 75 persen pasar tenaga kerja di masa depan. Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh SDM di NTB untuk menghadapi perubahan zaman dan beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Kami berharap pembangunan NTB tidak hanya terfokus pada pembangunan objek, tetapi juga pada pembangunan SDM yang menjadi subjek utama dalam setiap proses pembangunan,” ungkap Yoga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari HR Architecture Framework yang bertujuan untuk menyeimbangkan kekuatan SDM dengan kekuatan objek, agar keduanya dapat berkembang secara bersamaan. IHGMA juga berkomitmen untuk terlibat tidak hanya dalam pelatihan ini, tetapi juga dalam mendukung pendidikan sejak dini, khususnya di tingkat SMK, sebagai bagian penting dari ekosistem SDM pariwisata.

Selain itu, Mirfia Sarahdila, Assistant Marketing Manager Jobstreet by SEEK, menyampaikan bahwa pihaknya juga berfokus untuk menciptakan satu juta lapangan pekerjaan di luar Pulau Jawa, terutama untuk mendukung pengembangan daerah-daerah seperti NTB.

“Lapangan pekerjaan masih terpusat di Pulau Jawa, sehingga kami rutin melakukan sosialisasi dan kerja sama dengan berbagai asosiasi untuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di luar Jawa,” jelas Mirfia.

Acara GreatNusa Summit 2024 ini turut didukung oleh sejumlah mitra, antara lain Cakra Gemilang Sejahtera, AFC Lifesciences, Kubus Advertising, Exely, Xendit, Sadetex, Virtual Hotel System, PLN Icon+, ARLANA Supplier, SNF, 88 Amenities, McD Sriwijaya, Spring Air, STAAH, GUSTODIAN, Toza, dan Iwani.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan sektor pariwisata di NTB dapat berkembang lebih pesat, dengan dukungan SDM yang semakin kompeten dan siap menghadapi tantangan industri yang kian kompleks.

IHGMA (Indonesia Hotel General Manager Association) berkolaborasi bersama GreatNusa dan Jobstreet menggelar talkshow dan workshop untuk mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di NTB seiring dengan berkembangnya teknologi era 5.0 (evolusi masyarakat pada era serba teknologi canggih).

Lebih dari 100 orang yang terdiri dari unsur siswa, pelaku pariwisata, dan masyarakat umum mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Aston Inn Mataram, Kamis, 14 November 2024 ini, mengambil tema “Mendorong Pertumbuhan SDM Melalui HR Architecture Framework”.

Menghadirkan para narsumber, diantaranya Cut Herlina, S.E., M.M. selaku Head of Business Development GreatNusa by Bina Nusantara. Mirfia Sarahdila, Assistant Marketing Manager Jobstreet by SEEK dan Dr. Yoga Iswara., BBA., BBM., MM., CHA as Wakil Ketua Umum Pusat IHGMA.

Penguatan SDM ini dilakukan dalam bentuk upskilling (peningkatan keterampilan yang dimiliki) dan Reskilling (pelatihan untuk mendapatkan keterampilan baru).

“Kamai datang untuk membantu penguatan sisi SDM supaya industri pariwisata khususnya di NTB ini semakin baik, semakin berkualitas,” ujar Head of Business Development GreatNusa by Bina Nusantara, Cut Herlina.

Peningkatan kualitas SDM ini menurutnya sangat penting, terutama untuk dunia usaha. Karena yang paling penting dari bisnis itu bukan hanya modal ataupun investor. Tetapi harus ada orang-orang berkualitas dibalik satu usaha atau bisnis, agar apa yang ingin dikembangkan bisa benar-benar diwujudkan.

“Jadi percuma hotelnya bagus tapi SDM nya tidak bagus, percuma pariwisatanya bagus kalau SDM nya tidak bagus. Kita mau mengingatkan kapasitas mahasiswa, pekerja kalau tidak cukup dengan kemampuan yang sudah ada sekarang. Kita harus mengikuti zaman dan harus mengejar,” jelasnya.

Wakil Ketua Umum IHGMA, Yoga Iswara menambahkan, saat ini perubahan genarasi yang mendominasi milenial dan gen Z, yang sudah menempati hampir 75 persen tenaga kerja. Untuk itu, pihaknya mengajak SDM, khususnya di NTB untuk bisa melihat bahwa dengan tantangan yang ada, harus ada langkah antisipasi.

“Jangan sampai nanti kita kelabakan dengan perubahan invoasi, sehingga kami berharap pembangunan yang nantinya terjadi untuk NTB, tidak sekedar hanya menjadi pembangunan objek saja. Tetapi subjeknya itu adalah SDM,” ungkapnya.

“Kekuatan SDM dengan kekuatan objek harus seimbang. Artinya jangan sampai nanti objeknya yang berkembang, tetapi subjeknya tidak berkembang. ni harus dikuatkan. IHGMA juga berkomitmen tidak hanya sekedar di kegiatan ini tapi kita hadir di hulunya. SMK itu menjadi bagian terpenting yang harus kita pikirkan,” tambahnya.

Disis lain, Assistant Marketing Manager Jobstreet by SEEK, Mirfia Sarahdila mengatakan, Jobstreet by SEEK ingin menyediakan satu juta lapangan pekerjaan di Indonesia untuk masyarakat, terutama untuk diluar pulau Jawa.

“Karena lapangan pekerjaan masih terpusat di pulau Jawa, jadi kami rutin keliling keluar Jawa untuk melakukan sosialisasi dan kerjasama dengan asosiasi untuk mengajak membuka lapangan pekerjaan. Itulah sebabnya kami juga hadir di Lombok, NTB,” ujarnya.

Ketua IHGMA NTB, Lalu Kusnawan menyampaikan, ingin terus memacu peningkatan SDM NTB yang unggul melalui berbagai kegiatan dan terobosan. Salah satunya kegiatan pengutan SDM yang dilakukan bersama GreatNusa dan Jobstreet. Dengan didukung Cakra Gemilang Sejahtera, AFC Lifesieces, Kubus Advertising, Exely, Xendit, Sadetex, Virtual Hotel Sistem, PLN Icon +, ARLANA Supplier, SNF, 88 Amenities, McD Sriwijaya, Spring air, STAAH, GUSTODIAN, Toza, Iwani.(bul)

Aktivitas Bandara Lombok Normal Kembali

0
Aktivitas penerbangan di bandara Lombok pada Kamis, 14 November 2024(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Aktivitas penerbangan di bandara Lombok pada Kamis, 14 November 2024 normal kembali, setelah sebelumnya pada Rabu, 13 November 2024 lebih dari 30 penerbangan dibatalkan akibat penyebaran debu vulkanik Gunung Lewatobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur.

“Saat ini operasional Bandara Lombok berlangsung normal,” bunyi pemberitahuan yang disampaikan secara resmi oleh manajemen PT. Angkasa Pura I Bandara Lombok, Kamis pagi, 14 November 2024.

Terdapat 24 jadwal penerbangan sementara yang dilayani Bandara Lombok per Kamis, 14 November 2024. Dari pukul 06.00 WITA, hingga pukul 20.40 WITA.

Kendati demikian, Angkasa Pura I menyatakan akan terus memberikan pembaharuan informasi terkini mengenai operasional Bandara Lombok. Para pengguna jasa juga disarankan untuk menghubungi call center masing-masing maskapai. Atau dapat menanyakan lebih lanjut operasional Bandara Lombok pada contac center 172 (call) atau WA 0811984138.

Sebelumnya, Sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Lombok pada Rabu, 13 November 2024 dibatalkan. Pembatalan penerbangan ini dikarenakan adanya sebaran debu vulkanik dari letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Penerbangan domestik yang dibatalkan antara lain dari dan ke Jakarta, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Bima, dan Sumbawa Besar. Sementara penerbangan internasional yang batal adalah dari dan ke Kuala Lumpur dan Singapura.

Maskapai yang melayani rute-rute terdampak meliputi Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air, Lion Air, Batik Air, Super Air Jet, Wings Air, AirAsia, dan Scoot. Meski ada beberapa pembatalan, ada pula beberapa penerabangan yang tetap beroperasi, diantaranya Citilink dari dan ke Jakarta serta Super Air Jet tujuan Jakarta. Selain itu, Lion Air tujuan Balikpapan, Makassar, dan Surabaya serta Garuda Indonesia dari dan ke Jakarta masih dijadwalkan terbang pada sore hingga malam nanti.

Mengantisipasi kondisi terkini, PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Lombok terus melakukan koordinasi dengan pihak maskapai, BMKG, serta Kantor Otoritas Bandara.(bul)

Kurangi Pembayaran Tunai

0
Edy Ilham (ekbisntb.com/rus)

PEMERINTAH Daerah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) telah memiliki Sistem Evaluasi & Monitoring Pendapatan Asli Daerah (Sempad). Di dalamnya ada layanan Periksa Mandiri (Periri) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perkotaan dan Pedesaan (P2). Melalui layanan ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dorong masyarakat bayar pajak secara non tunai.

Demikian dijelaskan Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim, Edy Ilham menjawab Ekbis NTB di Selong, Rabu 13 November 2024.

Menurutnya, di Lotim saat ini sudah bekerjasama dengan beberapa layanan e-commerce untuk pelayanan pembayaran. “Kita sudah miliki Qris, susah bisa bayar pajak lewat Tokopedia, Indomaret, Bank NTB Syariah dam lainnya,” ungkapnya.

Ke depan dia berharap,  Bapenda bisa kerjasama dengan seluruh bank. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan  pelayanan pembayaran pajak secara non tunai.

Lewat aplikasi Periri selama ini dinilai sudah cukup banyak masyarakat Lotim yang akses. Pembayaran pajak tidak meski harus datang ke kantor pelayanan. Cukup lewat aplikasi. Dimana pun berada layanan pembayaran secara daring tersebut bisa diakses. “Kita berharap aplikasi ini tetap aman  dan bisa digunakan oleh masyarakat,” harapnya.

Ditambahkan, saat ini sudah eranya digitalisasi, sehingga semua layanan diarahkan lewat daring. Inovasi layanan daring ini dimaksudkan untuk memudahkan pembayaran pajak.

Lewat aplikasi Periri, masyarakat wajib pajak di Lotim ini bisa melakukan pemeriksaan Surat Penagikan Pajak Terhutang (SPPT) secara mandiri. Bisa diketahui langsung berapa tunggakan jika ada sehingga bisa kontrol pembayaran PBB-P2. “Kalau ada tunggakan-tunggakan tahun sebelumnya itu bisa diketahui,” imbuhnya.

Setiap hari ada laporan warga yang mengakses layanan Periri Bapenda. Berapa yang akses dan berapa yang bayar dapat diketahui secara riil time.

Pembayaran manual diakui sampai saat ini juga masih belum bisa dihilangkan. Semuanya butuh proses dan butuh waktu. Ke depan coba terus dikurangi kontak langsung antara wajib pajak dengan petugas pajak. “Kita harus hindari niat dan kesempatan orang untuk menyalahgunakan uang pajak,” demikian. (rus)