Home Blog Page 5

Jelang Iduladha, TPID NTB Sidak Pasar di Mataram Guna Pastikan Stok dan Stabilkan Harga

0
TPID NTB Sidak Pasar di Mataram

Mataram (Ekbis NTB) — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar inspeksi mendadak (sidak) di dua pasar utama Kota Mataram, yakni Pasar Mandalika dan Pasar Kebon Roek, Kamis (21/5/2026). Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 1447 H.

Sidak yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WITA ini melibatkan sinergi lintas instansi. Di antaranya Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Bulog, Satgas Pangan Polda NTB, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dari hasil pemantauan di lapangan, pasokan kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan tepung dipastikan berada dalam kondisi aman. Pihak Bulog bahkan menyatakan bahwa stok beras saat ini mencukupi untuk kebutuhan hingga dua tahun ke depan, sementara pasokan minyak goreng aman untuk satu bulan. Selain itu, distribusi elpiji di tingkat pangkalan juga terpantau relatif stabil.

Harga Bawang Merah dan Daging Ayam Merangkak Naik

Meski pasokan pangan secara umum aman, TPID mencatat adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas strategis akibat lonjakan permintaan dan kendala distribusi.

  • Bawang Merah: Mengalami kenaikan harga dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi.
  • Daging Ayam: Mengalami tren kenaikan akibat melonjaknya permintaan dari masyarakat menjelang hari raya.
  • Komoditas Lain: Cabai merah dan bawang putih lokal juga menunjukkan kecenderungan naik.

Sebaliknya, untuk komoditas daging sapi, harga terpantau masih stabil di kisaran Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram.

Gelar Pangan Murah di Tiga Wilayah dan Imbauan Belanja Bijak

Guna mengantisipasi tekanan inflasi yang lebih tinggi, Bank Indonesia menyatakan dukungannya untuk menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di beberapa wilayah strategis, meliputi Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat, dan Kota Bima.

Melalui keterangan resminya, TPID Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan demi menjaga keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta stabilitas pasokan pangan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bijak saat berbelanja. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan panic buying (aksi borong), karena tindakan tersebut justru berpotensi menekan ketersediaan bahan pangan dan memicu lonjakan harga yang merugikan di pasar. (r/fan)

Transportasi Bandara ZAM Dibuat Satu Pintu

0
Transportasi Bandara ZAM Dibuat Satu Pintu

Lombok (Ekbis NTB) – PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) meresmikan Ground Transport Desk sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa melalui integrasi layanan transportasi darat dalam satu area yang lebih terpusat dan tertata.

Sebelumnya, layanan transportasi darat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid tersebar di beberapa titik. Melalui Ground Transport Desk, seluruh layanan kini ditempatkan dalam satu area terpadu guna memudahkan penumpang memperoleh informasi maupun layanan transportasi lanjutan dari dan menuju bandara.

General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Aidhil Philip Julian, menyampaikan bahwa kehadiran Ground Transport Desk diharapkan mampu menciptakan pengalaman pelayanan yang lebih nyaman, tertib, dan efisien bagi penumpang.

“Ground Transport Desk ini merupakan wujud integrasi layanan transportasi darat di bandara yang dirancang agar lebih tertata, mudah diakses, dan terintegrasi. Dengan layanan yang terpusat dalam satu area, penumpang diharapkan dapat menikmati pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan seamless sejak tiba hingga melanjutkan perjalanan menuju destinasi akhir. Kehadiran Ground Transport Desk juga menjadi bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebandarudaraan sekaligus mendorong peningkatan kualitas mitra transportasi lokal,” ujarnya.

Selain meningkatkan kenyamanan penumpang, pengelolaan layanan transportasi darat yang terintegrasi dalam satu lokasi juga diharapkan dapat mendukung optimalisasi area komersial bandara serta memperkuat sinergi bersama para mitra transportasi darat dalam menciptakan ekosistem pelayanan yang aman, tertib, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa.

Adapun mitra yang tergabung dalam layanan Ground Transport Desk BIZAM terdiri dari kategori transport service yaitu Sumber Karya, CV. BIL Lokal Trans, Mandalika Tour & Travel, Dharma Lestari, Lombok Baru, dan CV. Rinjani Lombok Trans; kategori car rental yaitu TRAC; kategori airport taxi yaitu Bluebird; kategori public transport yaitu Damri; serta kategori airport transfer & car rental yaitu Goldenbird.

Seluruh petugas diharapkan menjaga profesionalisme, mulai dari penggunaan seragam, kerapihan area kerja, hingga konsistensi dalam memberikan pelayanan yang ramah kepada penumpang.
Melalui penataan dan integrasi layanan ini, BIZAM berharap Ground Transport Desk dapat menghadirkan alur pelayanan yang lebih baik sekaligus memberikan kesan positif bagi seluruh pengguna jasa bandara.(bul)

Waspada Modus Baru! Satgas PASTI Hentikan Penipuan Investasi CANTVR dan YUDIA

0
Ilustrasi (Ekbis NTB/fan)

Jakarta (EKbis NTB) – Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) resmi menghentikan kegiatan usaha dua entitas, yaitu CANTVR dan YUDIA. Keduanya diduga kuat melakukan tindakan penipuan dengan modus investasi ilegal yang merugikan masyarakat.

Ketua Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengungkapkan bahwa penghentian ini dilakukan setelah melalui proses klarifikasi dan verifikasi. Langkah tegas diambil karena aktivitas kedua platform tersebut terindikasi menggunakan skema penipuan terstruktur.

Modus Impersonasi CANTVR dan Saham IPO Fiktif

Platform CANTVR diketahui menggunakan modus impersonasi atau mencatut nama perusahaan asing berizin asal Amerika Serikat dan Singapura, Cantor Fitzgerald. Dalam operasinya, CANTVR bekerja sama dengan Monexplora (MEX) untuk menawarkan investasi saham melalui aplikasi.

“CANTVR terindikasi menjalankan skema penipuan dengan metode penyetoran deposit. Anggota dijanjikan keuntungan lebih besar berdasarkan level keanggotaan,” tulis siaran pers resmi Satgas PASTI, Kamis (21/5/2026).

Tidak hanya itu, CANTVR juga memakai modus alokasi pembelian saham IPO fiktif secara acak. Para anggota kemudian dipaksa melakukan pembayaran atas saham fiktif tersebut.

Secara legalitas, CANTVR melanggar izin dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI/BKPM, serta tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kementerian Komunikasi dan Digital RI. Sementara mitranya, MEX, sama sekali tidak memiliki badan hukum di Indonesia.

Penipuan Kerja Paruh Waktu Drama Cina oleh YUDIA

Berbeda dengan CANTVR, entitas bernama YUDIA melancarkan aksi penipuan dengan modus penawaran kerja paruh waktu. Masyarakat diiming-imingi pendapatan harian dan bonus tambahan hanya dengan menonton video drama Cina serta membeli hak ciptanya.

Namun, untuk mendapatkan keuntungan tersebut, anggota diwajibkan menyetor dana deposit terlebih dahulu serta melakukan perekrutan anggota baru melalui skema member get member.

YUDIA terbukti beroperasi tanpa mengajukan perizinan lanjutan ke Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI/BKPM, dan aplikasinya tidak tercatat sebagai PSE di Kementerian Komunikasi dan Digital RI.

Pemblokiran Aplikasi dan Imbauan Laporan Korban

Menindaklanjuti temuan ini, Satgas PASTI segera memblokir seluruh akses aplikasi dan tautan (URL) milik CANTVR dan YUDIA, serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

Masyarakat yang telah menjadi korban diimbau segera melapor ke aparat penegak hukum setempat. Selain itu, korban transaksi keuangan dapat melapor melalui website Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) di iasc.ojk.go.id untuk mempercepat pemblokiran rekening pelaku. (r/fan)


Jika masyarakat menemukan indikasi penawaran investasi ilegal serupa, laporan dapat dikirimkan melalui:

  • Website: sipasti.ojk.go.id
  • Kontak OJK: 157
  • WhatsApp: 081157157157
  • Email: konsumen@ojk.go.id

Astra Motor NTB Hadirkan Promo ‘Honda IstiMEIwah’, DP Mulai Rp1,5 Juta

0

Mataram (Ekbis NTB) – Astra Motor Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadirkan program khusus bertajuk “Honda IstiMEIwah” sepanjang Mei 2026. Melalui program ini, masyarakat mendapat kesempatan membawa pulang sepeda motor Honda impian dengan skema yang lebih ringan, mulai dari uang muka (DP) rendah hingga potongan angsuran bulanan.

Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix menyatakan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memiliki kendaraan yang terjangkau, baik untuk mobilitas harian maupun penunjang aktivitas usaha.

“Promo yang ditunggu akhirnya datang juga. Saatnya masyarakat membawa pulang motor Honda impian karena di bulan Mei ini ada Honda IstiMEIwah untuk konsumen di NTB,” ujar Felix.

Felix menjelaskan, promo spesial ini berlaku untuk pembelian model skutik yang selama ini menjadi primadona dan memiliki peminat tinggi di pasar NTB, yaitu Honda PCX 160, Honda Vario 125, dan Honda Scoopy. Ketiga model tersebut dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk penggunaan di perkotaan maupun perjalanan jarak menengah.

Secara rinci, skema promo ini menawarkan DP mulai dari Rp1,5 jutaan. Selain itu, untuk pembelian dengan tenor 36 bulan, konsumen bisa menikmati potongan angsuran bulanan yang bervariasi untuk tipe tertentu.

Potongan tersebut meliputi Rp125 ribu per bulan untuk pembelian Honda Scoopy, Rp150 ribu per bulan untuk Honda PCX 160, dan potongan hingga Rp200 ribu per bulan khusus untuk tipe Honda Vario 125.

“Mulai dari Lombok, Bima, Dompu, sampai Sumbawa, masyarakat bisa menikmati kemudahan dengan penawaran spesial yang membuat hati tenang dan dompet lebih aman,” tambah Felix.

Astra Motor NTB optimistis program ini dapat mendongkrak minat masyarakat terhadap kendaraan roda dua Honda menjelang pertengahan tahun, seiring dengan meningkatnya mobilitas warga. Untuk mendukung hal tersebut, pihak Astra Motor juga memastikan proses pengajuan pembelian dibuat lebih cepat dan mudah.

Masyarakat yang ingin memanfaatkan momentum ini diimbau untuk segera mengunjungi dealer resmi Honda terdekat di kota masing-masing sebelum periode promo berakhir dengan memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku. (r/fan)

    Kemiskinan Ekstrem Bima Turun 0,41 Persen

    0
    Hariman. (Suara NTB/hir)

    Bima (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Bima mencatat penurunan angka kemiskinan dan stunting sepanjang 2025. Persentase penduduk miskin turun menjadi 12,59 persen, sementara kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga 0,41 persen dari sebelumnya 2,04 persen pada 2024.

    Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Hariman, S.E., M.Si., mengatakan, penurunan itu ditopang kolaborasi lintas sektor yang melibatkan 16 perangkat daerah dan 21 puskesmas. Pemerintah daerah menggelontorkan anggaran Rp248,2 miliar melalui 127 subkegiatan untuk mendukung program penanggulangan kemiskinan.

    “Program tersebut difokuskan pada tiga strategi utama, yaitu pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui program PKH, BPNT, PBI JKN, bantuan sosial, beasiswa, dan BLT Desa,” ujarnya, Rabu (20/5).

    Selain bantuan sosial, Pemkab Bima juga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta bantuan benih bagi petani.

    Data Bappeda menunjukkan angka kemiskinan daerah turun 0,32 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan paling signifikan terjadi pada kategori kemiskinan ekstrem yang kini berada di bawah satu persen.

    Di sektor kesehatan, Pemkab Bima juga memperkuat program percepatan penurunan stunting. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Rp53,86 miliar yang tersebar pada 13 perangkat daerah untuk mendukung intervensi terpadu.

    “Sementara itu, dalam upaya percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten Bima mengalokasikan anggaran sebesar Rp53,86 miliar yang tersebar pada 13 perangkat daerah,” ungkap Hariman.

    Anggaran tersebut digunakan untuk memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi balita, perbaikan sanitasi, hingga edukasi masyarakat di tingkat desa.

    Menurut Hariman, capaian penurunan stunting tahun ini melampaui target pemerintah daerah.

    “Hasilnya, capaian penurunan stunting tahun 2025 berhasil melampaui target, dimana target sebesar 17,33 persen mampu ditekan hingga mencapai 12,22 persen,” pungkasnya.

    Capaian itu menjadi indikator penguatan program pembangunan daerah yang difokuskan pada pengurangan kemiskinan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. (hir)

    Berhasil Kendalikan Inflasi, Pemkab Bima Raih Apresiasi Rp2 Miliar dari Kemendagri

    0
    Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidi menunjukan penghargaan yang diterima usai menghadiri apresiasi pemerintah daerah berprestasi dari Kementerian Dalam Negeri RI di salah satu hotel di Senggigi pada, Selasa (19/5) malam. (Suara NTB/ist)

    Bima (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Bima meraih penghargaan pemerintah daerah berprestasi kategori pengendalian inflasi pada ajang Kemendagri Awards 2026 se-Nusa Tenggara dan Maluku pada, Selasa (19/5) malam. Penghargaan diterima berupa trofi dan dana insentif Rp2 miliar setelah menempati posisi terbaik II tingkat kabupaten.

    Kabag Prokopim Setda Kabupaten Bima, Suryadin mengatakan posisi terbaik I diraih Kabupaten Sumba Timur dengan hadiah Rp3 miliar. Sedangkan posisi terbaik III diraih Kabupaten Maluku Tenggara dengan hadiah Rp1 miliar.

    “Posisi terbaik I diraih Kabupaten Sumba Timur dengan hadiah Rp3 miliar, sedangkan terbaik III diraih Kabupaten Maluku Tenggara dengan hadiah Rp1 miliar, Bima posisi ke II,” tuturnya, Rabu (20/5).

    Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Dalam Negeri berdasarkan penilaian terhadap konsistensi kebijakan daerah menjaga stabilitas inflasi, kepatuhan pelaporan, dukungan anggaran pengendalian, hingga efektivitas pelaksanaan program di daerah.

    “Penghargaan diberikan berdasarkan penilaian terhadap konsistensi kebijakan daerah dalam menjaga stabilitas inflasi, kepatuhan pelaporan, dukungan anggaran pengendalian, serta efektivitas pelaksanaan program,” sebutnya.

    Menurut Suryadin, Bupati Bima Ady Mahyudi menilai penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

    “Penghargaan ini tentu saja menjadi bukti nyata keberhasilan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program strategis yang berfokus pada perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya.

    Dalam upaya pengendalian inflasi, Pemkab Bima mengandalkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dibentuk melalui SK Bupati Bima Nomor 188.45/100/03.4 Tahun 2025. Tim tersebut diketuai Sekda Kabupaten Bima Adel Linggi Ardi, SE, dengan Sekretaris Tim Inspektur Kabupaten Bima Iwan Setiawan, SE.

    TPID melibatkan instansi vertikal dan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Tim itu bertugas menyusun kebijakan pengendalian inflasi mengacu pada kebijakan nasional dan daerah, sekaligus mengoordinasikan langkah penanganan inflasi di Kabupaten Bima.

    Capaian tersebut memperkuat posisi Kabupaten Bima sebagai salah satu daerah dengan kinerja pengendalian inflasi terbaik di wilayah Nusa Tenggara dan Maluku sepanjang 2026. Stabilitas harga, kelancaran pasokan, dan koordinasi lintas instansi menjadi faktor utama keberhasilan daerah tersebut meraih penghargaan Kemendagri Awards tahun ini. (hir)

    Kontribusi Pendapatan Sektor Wisata Baru Rp400 Juta

    0
    Kontribusi Pendapatan Sektor Wisata Baru Rp400 Juta
    Dedy Heriwibowo. (Suara NTB/ils)

    Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Badan Perencanaan Pembangunan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, mencatat pendapatan dari sektor retribusi wilayah rekreasi baru di angka Rp300 juta-Rp400 juta di tahun 2026. Daerah penunjang utama berada destinasi wisata Teluk Saleh.

    “Memang jauh jika kita bandingkan dengan penerimaan dari Gunung Rinjani dengan jumlah PNBP per tahunnya mencapai Rp30 miliar, meski sama-sama berstatus kawasan konservasi,” kata Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, kepada Suara NTB, Selasa, 20 Mei 2026.

    Dedy melanjutkan, minimnya penerimaan dari sektor tersebut lantaran daerah belum bisa melakukan pengelolaan secara maksimal. Faktor utamanya belum adanya penataan secara maksimal di destinasi yang menjadi unggulan daerah tersebut.

    “Kalau kita kelola secara maksimal terhadap kawasan konservasi tersebut, memang bisa menghasilkan salah satu sumber baik itu pendapatan asli daerah maupun penerimaan negara lainnya,” ujarnya.

    Karena pendapatan senilai Rp400 juta tersebut berada di kewenangan provinsi, sehingga pemerintah daerah berharap bisa menerima kompensasi dari pendapatan itu. Kompensasi itu nantinya akan digunakan untuk pembinaan terhadap masyarakat yang berada di sekitar destinasi wisata, termasuk penyediaan sarana dan prasarana penunjang.

    “Yang berdampak langsung dari retribusi tersebut adalah provinsi, jadi kita ingin ada feedback balik dari apa yang sudah diberikan daerah ke provinsi yang dianggap selama ini masih sangat minim,” ucapnya.

    Berdasarkan data dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) total destinasi wisata di Sumbawa ada sekitar 22 objek wisata yang rutin dikunjungi wisatawan. Namun,keberadaan destinasi masih membutuhkan penataan lebih lanjut terutama sarana penunjang.

    “Bicara destinasi wisata maka hal itu merupakan investasi jangka panjang. Persoalan infrastruktur yang masih belum sempurna tentu akan menjadi atensi kami untuk diselesaikan dalam mendongkrak pendapatan dari sektor tersebut,” tambahnya.

    Selain masalah infrastruktur lanjutnya, penguatan kelembagaan di destinasi wisata juga menjadi perhatian terutama kaitannya dengan sumber daya manusia. Hal itu perlu dilakukan karena pengembangan SDM di sektor wisata merupakan investasi jangka panjang termasuk pengembangan lebih lanjut.

    “Kalau secara umum memang masih banyak yang kurang, misalnya di beberapa tempat seperti toilet termasuk papan informasi. Karena destinasi kita beragam dari laut sampai gunung dan itu akan menjadi atensi kami,” tukasnya. (ils)

    Alasan Rugi, Pengusaha Enggan Pasok Beras Premium

    0
    Ilustrasi Beras. (ekbisntb.com/bul)

    Mataram (ekbisntb.com) – Pengusaha beras premium di Kota Mataram, enggan memasok beras jenis premium ke ritel maupun pusat perbelanjaan. Pasalnya, kebijakan pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) Rp14.900 per kilogram merugikan pelaku usaha. Sementara, harga gabah dan plastik melonjak drastis.

    Pengusaha beras premium di Kota Mataram mengeluhkan, pemerintah pusat belum ada perubahan kebijakan terhadap harga eceran tertinggi beras premium. Harga Rp14.900 per kilogram yang dijual di ritel maupun pusat perbelanjaan merugikan pengusaha lokal. Di satu sisi, harga gabah dibeli dari petani mulai mahal. Kondisi ini juga belum termasuk beban harga plastik yang naik signifikan. “Bayangkan harga plastik sudah naik. Gabah yang kita beli dari petani saja Rp7.700 per kilogram. Kita mau dapat untung dari mana,” kata pengusaha beras yang enggan dikorankan identitasnya.

    Ia tidak mau memproduksi beras apabila hanya rugi. Suka tidak suka atau mau tidak mau kata dia, masyarakat akan menjadi korban. Pasalnya, pasokan beras yang biasanya dibeli di ritel dan pusat perbelanjaan kosong. “Terpaksa sekarang kosong stok beras premium lokal,” katanya.

    Kekosongan stok beras premium lokal belum berani dijamin selama pemerintah tidak mengubah kebijakan terhadap HET. Pihaknya juga tidak ingin dirugikan dengan kebijakan tersebut, sehingga harus dicarikan solusi jangka panjang. Ia justru menduga pemerintah membiarkan pengusaha penggilingan padi mengambil pasar pelaku UMKM.

    Pengusaha penggilingan padi memiliki modal besar, memiliki alat lengkap serta berani berspekulasi meskipun mendapatkan keuntungan. Berbeda halnya pengusaha beras kecil hanya mencari keuntungan kecil dari setiap satu kilogram beras. “Kita belum bayar tenaga, operasional dan lain-lain. Harga yang dijual di toko itu tidak mungkin kita lepas sesuai HET. Toko tidak mau dititipkan dengan harga segitu,” jelasnya.

    Kepala Bidang Baranag Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida dikonfirmasi kondisi beras premium yang kosong di ritel maupun pusat perbelanjaan lewat sambungan telepon maupun pesan pribadi belum memberikan tanggapan apapun hingga berita ini ditulis. (cem)

    Tak Sekadar Teori di Kelas, Mahasiswa D3 Farmasi UMMAT Turun Langsung Melihat Realitas Kehidupan di TPA

    0

    Mataram (ekbisntb.com) – Mahasiswa Program Studi D3 Farmasi Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar kegiatan bakti sosial di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebun Kongok, Kabupaten Lombok Barat. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa membagikan paket sembako kepada 25 warga yang sehari-hari menggantungkan hidup dengan bekerja di area TPA

    Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang tidak hanya menekankan pembelajaran teoritis di ruang kelas, tetapi juga pembelajaran langsung di tengah masyarakat.

    Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Furkan Sangiang, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai moral, kemanusiaan, serta penguatan nilai-nilai Pancasila kepada mahasiswa melalui pengalaman nyata di lapangan.

    “Di dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan terdapat banyak nilai seperti moral, Pancasila, dan kemanusiaan yang adil dan beradab. Melalui kegiatan ini mahasiswa tidak hanya disuguhkan teori di dalam kelas, tetapi mereka bisa melihat langsung realitas kehidupan dan fenomena sosial di masyarakat,” ujarnya. Kamis (21/05/2026).

    Menurutnya, keberadaan warga yang mencari nafkah di tengah tumpukan sampah memberikan pelajaran penting tentang perjuangan hidup dan rasa syukur.

    “Mereka bisa melihat bagaimana sebagian masyarakat mencari rezeki di tengah tumpukan sampah. Sampah yang bagi sebagian orang dianggap jijik dan bau, ternyata menjadi sumber penghidupan bagi orang lain. Itu yang ingin saya tunjukkan kepada mahasiswa, agar mereka melihat sisi lain dari kehidupan,” katanya.

    Ia menambahkan bahwa pengalaman langsung seperti ini penting untuk membangun kepekaan sosial mahasiswa sejak dini.

    “Ini adalah pembelajaran langsung agar mahasiswa memiliki sensitivitas sosial. Ke depan ketika mereka menjadi pemimpin, mereka sudah memiliki bekal sosial dan rasa empati terhadap masyarakat,” tambahnya.

    Selain membagikan sembako, para mahasiswa juga berdialog langsung dengan warga sekitar TPA. Mereka mengamati aktivitas warga dalam memilah sampah-sampah bernilai ekonomis untuk dijual kembali demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

    Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak selama kegiatan berlangsung. Warga TPA menyambut baik kehadiran mahasiswa yang dinilai membawa semangat kepedulian sosial.

    Khairil, salah satu perwakilan warga TPA Kebun Kongok, mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan mahasiswa D3 Farmasi UMMAT.

    Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Widhita Afni Anggraeni, mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan hasil kolaborasi dan urunan dari seluruh mahasiswa di kelas.

    “Kegiatan ini terlaksana berkat kebersamaan teman-teman kelas. Kami bersama-sama mengumpulkan bantuan untuk warga di TPA. Kegiatan ini sangat menyenangkan dan memberi banyak pelajaran bagi kami,” katanya.

    Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar tentang kepedulian sosial, tetapi juga memahami bahwa di balik kerasnya kehidupan, selalu ada semangat perjuangan dan harapan yang terus hidup di tengah masyarakat.

    Sapi Kurban Presiden untuk Kota Mataram akan Disembelih di Bebidas

    0
    H. Lalu Martawang (Suara NTB/pan)

    Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengonfirmasi akan segera menerima bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Sapi kurban yang disiapkan memiliki bobot mencapai 979 kilogram dengan jenis simental dan nantinya akan disembelih di Masjid Nurul Yakin, Lingkungan Bebidas Kelurahan Pegesangan, Kecamatan Mataram.

    Asisten I Sekretariat Daerah Kota Mataram, H. Lalu Martawang, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian Presiden kepada masyarakat di Kota Mataram. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah pusat sekaligus penghargaan bagi daerah untuk menerima hewan kurban dengan kualitas terbaik.

    “Insyaallah yang akan diberikan oleh Presiden untuk ibu kota provinsi ini adalah yang terbesar, tersehat, terbaik se-NTB,” ujarnya, Rabu (20/5).

    Ia menjelaskan, sapi kurban bantuan Presiden dipilih melalui proses seleksi yang ketat. Selain memperhatikan bobot, pemerintah juga memastikan kondisi kesehatan hewan memenuhi standar kelayakan kurban dan bebas dari penyakit menular.

    “Kita sangat berterima kasih sekali mendapatkan perhatian khusus untuk memperoleh kualitas hewan kurban terbaik, baik dari sisi berat, kesehatan, maupun keseluruhan kondisinya,” ungkapnya.

    Menurut Martawang, sapi tersebut berasal dari peternak lokal di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu dinilai menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap para peternak daerah sekaligus upaya mendorong sektor peternakan lokal agar terus berkembang.

    Ia mengatakan, meskipun sapi tersebut tidak berasal dari wilayah administratif Kota Mataram, pengadaan tetap dilakukan di NTB karena harus menyesuaikan spesifikasi teknis yang ditetapkan pemerintah pusat, terutama terkait berat badan hewan dan standar kesehatan.

    “Yang jelas ini dari peternak lokal NTB. Jadi selain untuk kebutuhan kurban, ini juga menjadi bentuk pemberdayaan peternak daerah,” katanya.

    Lalu Martawang menambahkan, Pemkot Mataram bersama instansi terkait saat ini tengah mempersiapkan teknis penyerahan hingga penyembelihan hewan kurban tersebut. Koordinasi dilakukan agar proses distribusi daging kurban nantinya dapat berjalan tertib dan tepat sasaran.

    Rencananya, penyerahan simbolis sapi kurban akan dilakukan usai pelaksanaan Salat Iduladha di area parkir Lombok Epicentrum Mall. Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, dijadwalkan menyerahkan langsung bantuan tersebut atas nama Presiden Republik Indonesia kepada pihak takmir masjid.

    Selanjutnya, proses penyembelihan dan distribusi daging kurban direncanakan berlangsung di Lingkungan Bebidas, Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai representatif untuk pelaksanaan penyembelihan sekaligus memudahkan distribusi kepada masyarakat sekitar.

    “Kita rencanakan di Bebidas, nanti informasi detail segera menyusul,” pungkasnya.

    Pemkot Mataram berharap bantuan hewan kurban dari Presiden tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan.

    Selain itu, momentum Iduladha juga diharapkan semakin memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi di tengah masyarakat. (pan)