HomeBerandaJelang Iduladha, TPID NTB Sidak Pasar di Mataram Guna Pastikan Stok dan...

Jelang Iduladha, TPID NTB Sidak Pasar di Mataram Guna Pastikan Stok dan Stabilkan Harga

Mataram (Ekbis NTB) — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar inspeksi mendadak (sidak) di dua pasar utama Kota Mataram, yakni Pasar Mandalika dan Pasar Kebon Roek, Kamis (21/5/2026). Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 1447 H.

Sidak yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WITA ini melibatkan sinergi lintas instansi. Di antaranya Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Bulog, Satgas Pangan Polda NTB, serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dari hasil pemantauan di lapangan, pasokan kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan tepung dipastikan berada dalam kondisi aman. Pihak Bulog bahkan menyatakan bahwa stok beras saat ini mencukupi untuk kebutuhan hingga dua tahun ke depan, sementara pasokan minyak goreng aman untuk satu bulan. Selain itu, distribusi elpiji di tingkat pangkalan juga terpantau relatif stabil.

Harga Bawang Merah dan Daging Ayam Merangkak Naik

Meski pasokan pangan secara umum aman, TPID mencatat adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas strategis akibat lonjakan permintaan dan kendala distribusi.

  • Bawang Merah: Mengalami kenaikan harga dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, yang dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi.
  • Daging Ayam: Mengalami tren kenaikan akibat melonjaknya permintaan dari masyarakat menjelang hari raya.
  • Komoditas Lain: Cabai merah dan bawang putih lokal juga menunjukkan kecenderungan naik.

Sebaliknya, untuk komoditas daging sapi, harga terpantau masih stabil di kisaran Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram.

Gelar Pangan Murah di Tiga Wilayah dan Imbauan Belanja Bijak

Guna mengantisipasi tekanan inflasi yang lebih tinggi, Bank Indonesia menyatakan dukungannya untuk menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di beberapa wilayah strategis, meliputi Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat, dan Kota Bima.

Melalui keterangan resminya, TPID Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan demi menjaga keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta stabilitas pasokan pangan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bijak saat berbelanja. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan panic buying (aksi borong), karena tindakan tersebut justru berpotensi menekan ketersediaan bahan pangan dan memicu lonjakan harga yang merugikan di pasar. (r/fan)

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut