Saturday, April 11, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 430

NTB Targetkan Produksi Jagung Capai 4 Juta Ton

0
Penjabat Gubernur NTB Hassanudin (ketiga kanan) bersama kepolisian, tentara, dan kejaksaan melakukan penanaman jagung di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Selasa 21 Januari 2025(ekbisntb.com/ant)

Lombok(ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan angka produksi jagung sepanjang tahun 2025 bisa mencapai 4 juta ton guna mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Kami menargetkan 4 juta ton tanaman jagung di Nusa Tenggara Barat,” kata Penjabat Gubernur NTB Hassanudin saat melakukan aksi penanaman jagung serentak di Lombok Timur, Selasa.

Hassanudin menuturkan Nusa Tenggara Barat adalah lumbung padi yang menduduki posisi keempat secara nasional, termasuk juga jagung.

Angka produksi produksi gabah di Nusa Tenggara Barat mencapai 1,4 juta ton dan jagung sebanyak 1,3 juta ton. Hal itu membuat sektor pertanian terutama tanaman pangan memiliki peran strategis dalam penyediaan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.

Menurutnya, potensi lahan tidur yang masih luas di Nusa Tenggara Barat dapat mewujudkan ambisi untuk mencapai target produksi jagung sebanyak 4 juta ton.

“Kita harus berdaulat dengan menanam jagung secara serentak,” kata Hassanudin.

Lebih lanjut dia meminta Badan Urusan Logistik atau Bulog untuk memberikan kepastian terhadap penyerapan produk jagung petani lokal di Nusa Tenggara Barat.

Kenaikan harga pembelian pemerintah atau HPP jagung dari Rp5.000 menjadi Rp5.500 per kilogram memberikan angin segar kepada petani jagung agar semangat menggarap lahan pertanian.

Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan mengatakan komitmen aparat kepolisian bersama Kementerian Pertanian RI melakukan penanaman jagung serentak seluruh Indonesia.

“Kegiatan penanaman jagung di lahan satu hektare di Lombok Timur merupakan dukungan terhadap program Presiden Prabowo,” kata Hadi.

Polri melalui Babinkamtibmas terus mengupayakan program pemerintah pusat dapat berjalan dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat melalui swasembada pangan nasional. (ant)

Permudah UMKM Dapat Kredit, Jamkrida NTB Syariah – BPRS Amali Jalin Kerjasama

0
Direktur Utama PT Jamkrida NTB Syariah, Lalu Taufik Mulyajati (kiri) dan Direktur Utama BPRS Amali, Yanuar Alfan (kanan) melakukan penandatanganan kerjasama untuk memudahkan UMKM mendapatkan kredit (pembiayaan)(ekbisntb.com/bul)

Lombok(ekbisntb.com) – PT Jamkrida NTB Syariah dan PT BPRS PNM Patuh Beramal (BPRS Amali) resmi menandatangani perjanjian kerja sama tentang kafalah syariah (Penjaminan Syariah). Penandatanganan kerjasama dilakukan di kantor PT BPRS Amali Lingkar Selatan, Kota Mataram, Selasa, 21 Januari 2024.

Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama PT Jamkrida NTB Syariah, Lalu Taufik Mulyajati dan Direktur Utama BPRS Amali, Yanuar Alfan.

Dalam kesempatan ini, Direktur Utama PT Jamkrida NTB Syariah menyatakan, Jamkrida NTB Syariah siap menjadi problem solving bagi setiap mitra bank dan UMKM yang ada di NTB.

“Dengan kerja sama ini, kami berharap dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah NTB, ” ungkapnya.

Lalu Taufik juga menekankan pentingnya kerja sama ini sebagai bagian dari visi perusahaan untuk mendukung akses pembiayaan syariah bagi UMKM yang bankable, namun tidak memenuhi syarat dari sisi jaminan.

Dengan kerja sama ini, genap rangkaian sinergi yang telah dibangun PT Jamkrida NTB Syariah dengan seluruh bank syariah yang beroperasi di NTB, baik bank milik daerah maupun bank swasta. Langkah ini merupakan komitmen perusahaan dalam memperluas layanan penjaminan syariah kepada pelaku UMKM yang merupakan kekuatan utama penggerak roda perekonomian di NTB.

“Kami akan terus berupaya memberikan layanan yang terbaik dan menciptakan solusi penjaminan syariah yang adaptif. Kami yakin bahwa kolaborasi ini akan menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem syariah yang lebih kuat di NTB,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPRS Amali, Yanuar Alfan menyampaikan apresiasinya atas kerja sama ini.

“BPRS Amali menyambut dengan baik kerja sama yang dilakukan bersama PT Jamkrida NTB Syariah. Kami siap bersinergi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat NTB, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat ,” ungkapnya.

Kerja sama antara PT Jamkrida NTB Syariah dan PT BPRS Amali diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian NTB. Potensi bisnis penjaminan di wilayah ini sangat besar, dengan segmen utama pasar mencakup UMKM terutama kredit Konstruksi yang terus berkembang. Sinergi antara lembaga penjaminan dan perbankan syariah ini memungkinkan pelaku usaha untuk memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah dan aman.

PT Jamkrida NTB Syariah (perseroda) dan PT BPRS Amali sepakat untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan berbasis syariah. Dalam kerja sama ini, kedua pihak juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan baik melalui penjaminan berbasis digitalisasi dan pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Penandatanganan kerja sama ini menjadi bukti nyata dari komitmen PT Jamkrida NTB Syariah dan PT BPRS Amali dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan semangat kolaborasi, kedua perusahaan berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat NTB.(bul)

BTN Tak akan Setujui Developer yang Bangun Rumah di Lahan Sawah

0
Ilustrasi lahan sawah(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) atau BTN menyebutkan tidak akan melakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan pengembang atau developer yang membangun rumah di atas lahan sawah produktif.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan, pihaknya menetapkan beberapa syarat untuk dilakukannya PKS dengan para pengembang, salah satunya adalah memiliki izin persetujuan bangunan gedung (PBG), yang dulunya bernama izin mendirikan bangunan (IMB).

PBG sendiri dikeluarkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), yang memiliki syarat tidak boleh membangun perumahan di atas lahan persawahan.

“Kalau IMB induknya nggak ada, sertifikat induknya nggak ada, kita nggak akan ke PKS. Karena itu syarat bekerja sama dengan kita,” kata Nixon di Jakarta, Selasa.

Nixon mengatakan, BTN akan sangat selektif dalam memilih developer maupun notaris yang akan bekerja sama. Ia menegaskan, pihaknya selalu mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Ia berharap dengan adanya aturan ini, maka lahan-lahan sawah produktif akan terlindungi dari pembangunan perumahan.

“Jadi ke depannya ini (sawah) pasti terlindungi, kita harapkan seluruh oknum dapat berjalan seperti kriteria ya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen Perkim) Fahri Hamzah menegaskan program pembangunan tiga juta rumah setiap tahun tidak mengambil lahan-lahan produktif pertanian, karena bisa mengganggu produksi pangan nasional.

“Presiden Prabowo sudah mengeluarkan instruksi dan perintah tidak boleh ada lagi yang membangun di sawah,” ujarnya saat melakukan rapat koordinasi desain penataan perumahan dan permukiman, di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat 17 Januari 2025.

Fahri mengingatkan tentang kebutuhan pangan yang meningkat secara global seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, sehingga memerlukan lahan pertanian yang luas untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Hal itulah yang menjadi alasan pemerintah pusat membuka lahan untuk food estate, agar kebutuhan pangan penduduk Indonesia yang mencapai 277 juta jiwa bisa terpenuhi secara mandiri tanpa mengimpor dari luar negeri.

Menurutnya, proyek pembangunan perumahan yang tidak mengambil lahan produktif tidak akan mengurangi jatah makan penduduk. (ant)

BULOG NTB Akan Belanja Rp4,2 Triliun Untuk Menyerap Beras dan Gabah Petani

0
Gabah yang diserap Bulog diproses dan dikemas menjadi beras berkualitas MRMP di Sumbawa(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Perum BULOG Kanwil NTB akan belanja sebesar Rp4,2 triliun untuk membeli gabah dan beras petani tahun 2025 ini.

Nilai belanja Bulog NTB ini sesuai dengan target serapan 350.000 ton setara beras atau 700.000 ton setara Gabah Kering Panen (GKP). Sebagaimana diketahui, pemerintah telah melalukukan penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang diatur dalam keputusan Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor 2 Tahun 2025.

Menurut keputusan tersebut, harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani naik dari Rp 6.000 menjadi Rp 6.500 per kilogram, sementara GKP di penggilingan meningkat menjadi Rp 6.700 per kilogram. Untuk Gabah Kering Giling (GKG) di gudang BULOG, harga naik dari Rp 7.400 menjadi Rp 8.200 per kilogram, dan beras medium di gudang BULOG kini dihargai Rp 12.000 per kilogram.

Jika dihitung dengan standar harga pembelian beras yang menjadi acuan Bulog membeli beras petani, target serapan 350.000 ton beras setara dengan 350.000.000 Kg. artinya, 35.000.000 dikalikan harga pembelian Rp12.000 per Kg, nilai belanjanya menjadi Rp4,2 triliun.

“Dengan target serapan 350.000 ton beras, maka Rp4,2 triliun dana yang harus kami siapkan. Segitu uang yang akan berputar di NTB,” kata Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Sri Muniati.

Inipun, lanjutnya, belum termasuk belanja-belanja lain Bulog. Pada tahun 2024 , untuk serapan beras dan jagung di NTB, Bulog belanja senilai Rp2 triliun. Mengingat target serapan beras tahun ini naik cukup tinggi, otomatis belanja Bulog naik berlipat.

Sri Muniati kembali menegaskan, Bulog NTB sudah melaksanakan penyerapan gabah dan beras produksi petani lokal sesuai dengan HPP terbaru. Langkah ini bertujuan memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahun 2025 sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.

Kenaikan HPP ini diharapkan mampu memberikan semangat bagi petani untuk meningkatkan produksi gabah dan beras. BULOG NTB siap mendukung upaya ini melalui penyerapan maksimal. Harga pembelian gabah dan beras sudah bisa kita laksanakan semenjak kebijakan baru ini diberlakukan,” ujarnya.

Untuk memastikan kelancaran penyerapan, BULOG NTB telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait. Ia menambahkan bahwa pengadaan gabah dan beras membutuhkan dukungan sarana pasca-panen yang memadai, mulai dari pengeringan hingga penyimpanan, untuk menjaga kualitas sebelum distribusi ke masyarakat.

BULOG juga mengajak kerjasama dari berbagai elemen, termasuk SKPD, BUMN, kelompok tani, dan pengusaha penggilingan lokal.

“Dengan masa panen yang terbatas, sinergi dari semua pihak sangat penting untuk memastikan ketahanan pangan di NTB tetap terjaga,” tandasnya.(bul)

Modal Inti Jamkrida NTB Terpenuhi, Pemprov dan DPR Lapor OJK

0
Kunjungan eksekutif, legislatif dan direksi Jamkrida NTB ke OJK regional Bali(ekbisntb.com/bul)

Lombok(ekbisntb.com) – Komisi III DPRD Provinsi NTB melaporkan bahwa ekuitas PT Jamkrida NTB Syariah (Perseroda) kini telah melampaui ketentuan minimum sebesar Rp50 miliar. Setelah disahkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang penyertaan modal dalam sidang paripurna DPRD NTB pada 14 Januari 2025.

Sehingga ekuitas perusahaan meningkat dari Rp39,9 miliar menjadi Rp57,2 miliar.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTB, H. Sambirang Ahmadi menyebutkan, atas pencapaian ini, Komisi III meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kelonggaran dan tidak mengeluarkan Surat Peringatan Ketiga (SP3), mengingat Surat Peringatan Kedua (SP2) telah berakhir pada 11 Januari 2025.

“Komisi III DPRD NTB juga meminta agar PT Jamkrida NTB Syariah dan Pemerintah Provinsi NTB sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) segera melakukan RUPS terkait dengan tambahan penyertaan modal tersebut,” katanya.

Pada Rabu, 15 Januari 2025, Komisi 3 DPRD NTB, perwakilan Pemprov NTB dan Direksi Jamkrida NTB melakukan kunjungan ke OJK Regional Bali. Diterima oleh Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Ananda R. Mooy.

Sambirang mengatakan OJK mengapresiasi langkah cepat DPRD NTB dan menyatakan bahwa OJK akan memaklumi keterlambatan pemenuhan ekuitas ini.

Menurutnya, OJK juga berencana turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi aset dan bangunan yang menjadi modal inbreng senilai Rp17,3 miliar. Termasuk meminta PT Jamkrida dan Pemerintah Provinsi NTB segera melaksanakan RUPS untuk memasukkan penyertaan modal tersebut dalam neraca perusahaan dan melaporkannya ke OJK.

“Kami berharap langkah ini dapat memperkuat posisi PT Jamkrida NTB Syariah di masa depan, sekaligus meningkatkan layanan keuangan syariah bagi masyarakat di NTB,” tandasnya.(bul)

Harga Emas Antam Naik Menjadi Rp1,591 Juta per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia Selasa, naik sebesar Rp6.000 menjadi Rp1.591.000 per gram dari sebelumnya Rp1.585.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik, yakni Rp1.437.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Selasa:

– Harga emas 0,5 gram: Rp845.500.
– Harga emas 1 gram: Rp1.591.000.
– Harga emas 2 gram: Rp3.122.000.
– Harga emas 3 gram: Rp4.658.000.
– Harga emas 5 gram: Rp7.730.000.
– Harga emas 10 gram: Rp15.405.000.
– Harga emas 25 gram: Rp38.387.000.
– Harga emas 50 gram: Rp76.695.000.
– Harga emas 100 gram: Rp153.312.000.
– Harga emas 250 gram: Rp383.015.000.
– Harga emas 500 gram: Rp765.820.000.
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.531.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Setahun, Kawasan The Mandalika Dikunjungi 1,2 Juta Wisatawan

0
Aktifitas wisatawan yang berkunjung ke kawasan The Mandalika. Tahun 2024 lalu kunjungan wisatawan di kawasan yang dikelola ITDC tersebut mencapai 1,2 juta lebih. (ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Kawasan The Mandalika mencatatkan kenaikan angka kunjungan wisatawan cukup signifikan selama tahun 2024 lalu, mencapai 51,4 persen lebih. Dari 827.047 wisatawan pada tahun 2023 menjadi 1.241.742 wisatawan di tahun 2024 lalu. Terbanyak wisatawan domestic baru kemudian wisatawan mancenegara.

Kehadiran berbagai event skala nasional hingga internasional menjadi salah factor pendorong meningkat pesatnya angka kunjungan di kawasan yang dikelola Injouerny Tourism Development Corporation (ITDC) tersebut. “Peningkatan infrastruktur dan fasilitas pendukung pariwisata juga turut menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke kawasan The Mandalika,” terang  Director of Operations ITDC Wenda R. Nabiel, dalam keterangnya, Senin 20 Januari 2025 kemarin.

Semua itu buah dari hasil kerja keras seluruh jajaran ITDC dalam menghadirkan layanan serta fasilitas terbaik kawasan The Mandalika. Termasuk kawasan lainnya yang dikelola ITDC, yakni The Nusa Dua serta The Golo Mori. Dengan didukung seluruh elemen masyarakat di daerah.

ITDC sendiri berkomitmen untuk terus mendukung kebangkitan pariwisata Indonesia pasca-pandemi. Dengan menghadirkan berbagai inovasi dan penyelenggaraan acara berskala nasional maupun internasional. Sehingga pada akhirnya keberadaan kawasan The Mandalika bisa memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat dan daerah ini.

Melihat perkembangan yang ada, ITDC pun optimis angka kunjungan wisatawan kedepan akan terus meningkat. Dan, pastianya akan turut mendorong kontribusi kawasan The Mandalika terhadap perkembangan pariwisata di daerah ini. Termasuk pergerakan dan pertumbuhan ekonomi.

“Dengan capaian positif ini, ITDC optimis dapat terus meningkatkan kontribusi terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia secara lebih lua. Dengan tetap melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam berbagai event yang digelar disemua kawasan yang dikelola ITDC. Termasuk kawasan The Mandalika,” tandasnya.

Pada akhirnya, kedepan posisi kawasan The Mandalika, The Nusa Dua dan The Golo Mori sebagai destinasi wisata unggulan bertaraf internasional bisa semakin kuat. “Adapun untuk kawasan The Nusa Dua, Bali mencatatkan angka kunjungan sebesar 1.636.356 orang wisatawan selama tahun 2024 lalu. yang merupakan rekor tertinggi selama 6 tahun terakhir. Sedangkan kawasan The Golo Mori dikunjungi 16.927 orang wisatawan pada tahun lalu,” pungkas Wenda.(kir)

Perladangan Jagung Marak di Perbukitan, Dewan Minta Pemerintah Daerah Tegas

0
Murdhani (ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Maraknya aktifitas perladangan jagung di area perbukitan diwilayah selatan Lombok Tengah (Loteng) ditengarai terjadi salah satunya karena lemahnya pengawasan dari pemerintah. Belum lagi, pemerintah terkesan tutup mata dan kurang tegas dalam menangani aktifitas masyarakat tersebut. Sehingga dari waktu ke waktu terus berlangsung tanpa terkendali. Hingga menyebabkan rusaknya kawasan hutan yang semestinya menjadi penyangga dan pelindung dari potensi bencana.

“Dalam hal ini masyarakat tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Ada peran pemerintah juga dalam hal ini. Di mana terkesan ada pembiaran dari pemerintah. Sehingga masyarakat tetap saja melakukan aktfitas perlandangan jagung. Tanpa ada upaya pengendalian,” ungkap anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng Murdahni, kepada Ekbis NTB, Senin 20 Januari 2025 kemarin.

Dengan kata lain, pemerintah tahu kalau melakukan aktifitas menanam jagung di area yang masuk kawasan hutan itu tidak dibenarkan secara aturan. Tapi tidak ada upaya pencegahan secara intens yang dilakukan. Akibatnya, masyarakat tetap saja masuk area perbukitan untuk menanam jagung. Padahal secara aturan hal itu tidak dibolehkan.

Sehingga pihaknya meminta pemerintah, dalam hal ini pemerintah provinsi selaku pemilik kewenangan pengelolaan kawasan hutan dan perbukitan untuk tegas. Menindak masyarakat yang melakukan aktifitas perladangan jagung tanpa menghiraukan dampak buruk yang ditimbulkan dari aktifitas tersebut. Agar potensi dampak buruk yang bisa timbul dari perladangan jagung tersebut bisa diantisipasi sejak dini.

Tapi tidak cukup dengan tegas saja. Pemerintah juga harus bisa memberikan solusi bagi masyarakat yang terdampak. Agar sikap tegas pemerintah tersebut tidak memicu persoalan baru. Karena bagaimanapun juga masyarakat butuh sumber penghasilan.

Jadi kalau perladangan jagung dilarang, maka pemerintah harus juga menyiapkan opsi lain. Supaya persoalan ekonomi masyarakat juga terjawab. “Masyarakat menanam jagung di area hutan dan perbukitan itu alasan utamanya pasti soal ekonomi. Jadi ketika masyarakat dilarang menanam jagung, harus ada solusi lainnya yang ditawarkan kepada masyarakat. Agar masyarakat tetap memiliki sumber penghasilan selain menanam jagung,” sebut Murdhani.

Cara lain, pemerintah bisa mengadopsi system pengelolaan kawasan hutan kemasyarakatan diwilayah utara Loteng. Jadi masyarakat diberikan izin mengelola lahan kawasan hutan untuk ditanami jagung maupun tanaman semusim lainnya. Tetapi dibarengi dengan pengawasan, pembinaan serta aturan yang ketat.

Misalnya, masyarakat boleh menanam jagung tetapi sekian persen dari lahan yang dikelola harus ditanami pohon pelindung. Atau pohon buah yang cocok yang bisa berfungsi juga sebagai pohon penyangga. Kalau tidak, maka masyarakat tidak diberikan izin mengelola lahan kawasan hutan tersebut.

Dengan cara itu, sumber penghasilan masyarakat tetap ada. Kelestarian kawasan hutan juga terjaga. Jadi fungsi ekonomi dan ekologi dari kawasan hutan tersebut sama-sama berjalan. “Ini semua kembali kepada political will dari pemerintah. Dan, pemerintah harus berani menentukan pilihan. Semakin lama persoalan perladangan jagung dibiarkan tanpa ada solusi, maka potensi bencana juga semakin besar,” tegas politisi Partai NasDem ini. (kir)

Lotim Digitalisasi PAD untuk Minimalisir Kebocoran

0
Muksin (ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melalukan digitalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk meminimalisir kebocoran. Disebut ada item pajak dan retribusi daerah yang belum maksimal penarikannya.

Hal ini dikemukakan Kepala Bapenda Lotim, Muksin menjawab Ekbis NTB via ponselnya, kemarin. Aplikasi terbaru yang coba dihadirkan sebagai bagian dari digitalisasi PAD adalah Sistem Informasi Pajak Daerah yang disingkat Sipdah.

Pajak-pajak yang menjadi kewenangan daerah masuk dalam Sipdah. Ada sebelas item pajak yang menjadi kewenangan daerah selama ini. Dari jumlah itu baru dua yang sudah masuk sistem dengan baik, yakni PBB P2 dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Karenanya, item pajak lain coba dimaksimalkan dalam Sipdah. Melalui aplikasi ini semua penarikan pajak bisa dikontrol. Wajib pajak membayar secara daring saja. “Sama kayak membayar pajak secara online lewat Mbangking, Tokopedia atau jenis layanan pembayaran online lainnya,” ucapnya.

Sistem pembayaran secara daring ini diyakini lebih mudah memantau dan mengawasinya. Seperti pembuatan pajak hotel dan restoran misalnya akan bisa lebih mudah dikontrol.

“Apakah sudah bayar pajak atau tudak bisa dimonitor,” paparnya.

Menurut Muksin, ketika semua sudah membayar kewajiban pajak secara daring maka kebocoran tidak akan terjadi. Dimana pembayaran masuk langsung ke rekening daerah.

Pembayaran secara manual coba diminimalisir. Sehingga tidak lagi ada peluang terjadi kebocoran dimana-mana omana-mana.

Guna memaksimalkan capaian penarikan pajak secara daring ini, Bapenda Lotim akan melibatkan pemerintah desa. Pemerintah desa di ilai memiliki peran besar untuk meningkatkan capaian target PAD.

Target tahun ini diketahui Rp 512 miliar. Target ini diharapkan bisa meningkat lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peran desa, sambungnya lagi sangat penting karena desa juga akan dapat bagi hasil 10 persen dari realisasi pajak masing-masing desa. Semakin besar capaiannya, maka makin besar akan diberikan kedesa sebagai bagi hasil. (rus)

Program MBG Sasar 2.900 Masyarakat di Lunyuk

0
Letkol CZI Eko Cahyo Setiawan(ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Program makan bergizi gratis (MBC) yang menjadi asta cita presiden Prabowo Subianto dan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka di akan menyasar sebanyak 2.900 orang di Kecamatan Lunyuk sebagai pilot project.

“Program MBG akan mulai dilaksanakan sekitar tanggal 3 Februari mendatang,  tim dari BGN juga sudah melakukan verifikasi baik online maupun lapangan dengan total sasaran 2.900 orang, ” kata Dandim Sumbawa, Letkol CZI Eko Cahyo Setiawan, kepada wartawan, Senin 20 Januari 2025.

Ribuan masyarakat tersebut lanjut Dandim, terdiri dari ibu hamil, menyusui, anak sekolah dari tingkat PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA. Jumlah tersebut pun khusus di kecamatan Lunyuk sebagai pilot project program MBG, sementara untuk wilayah lainnya masih menunggu informasi dari BGN.

“Jadi, jumlah tersebut khusus untuk kecamatan Lunyuk saja, karena baru di Lunyuk saja yang sudah ditetapkan oleh BGN menjadi mitra dalam menjalankan program MBG,” sebutnya.

Dijelaskan Dandim, penentuan dapur sehat termasuk lokasi adalah Badan Gizi Nasional (BGN) dan ada prosedurnya sebagai mitra BGN untuk program MBG. Proses awalnya badan usaha yang ingin menjadi mitra BGN harus mendaftar secara online termasuk mengisi persyaratan lainnya.

“Setelah proses daftar dilanjutkan dengan verifikasi secara online dan dilanjutkan verifikasi secara offline (pengecekan lapangan) untuk memastikan layak atau tidaknya untuk menjadi mitra BGN di program tersebut,” ujarnya.

Dandim turut meyakinkan, program MBG ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan membuka lapangan usaha. Karena satu dapur sehat membutuhkan karyawan sekitar 50 orang, tiga orang merupakan pegawai BGN (kepala dapur, ahli gizi dan akuntan) sementara sisanya merupakan relawan.

“Memang 47 orang adalah relawan, tetapi mereka akan mendapatkan gaji. Artinya kalau satu dapur membutuhkan 47 karyawan seandainya ada 10 titik di Sumbawa sehingga banyak masyarakat yang akan bekerja,” ujarnya.

Selain itu, dapur sehat ini juga nantinya akan memberdayakan masyarakat lokal. Artinya semua bahan baku untuk pelaksanaan program tersebut akan diambil dari masyarakat dan petani lokal yang ada di sekitar lokasi dapur BGN sehingga mereka bisa meningkatkan pendapatan.

“Jadi, pada prinsipnya program ini hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan yang ada di masyarakat bisa diserap oleh BGN sehingga perekonomian di Sumbawa akan semakin menggeliat,” tambahnya. (ils)