Beranda blog Halaman 42

Tips #Cari_AMAN: Berkendara Aman dan Nyaman bagi Pekerja Pengguna Sepeda Motor

0

Mataram (Ekbis NTB) — Mobilitas tinggi menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari para pekerja, khususnya mereka yang menjadikan sepeda motor sebagai sarana transportasi utama. Tingginya mobilitas ini menuntut kesadaran tinggi terhadap keselamatan berkendara agar aktivitas harian tetap lancar tanpa kendala.

Melalui kampanye #Cari_AMAN, Astra Motor NTB mengajak para pekerja yang menggunakan sepeda motor untuk selalu mengutamakan keselamatan di jalan, alih-alih sekadar mengejar waktu dan target pekerjaan.

Marketing Manajer Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, mengatakan bahwa berkendara dengan aman adalah kunci utama untuk memastikan pengendara dapat tiba di tempat kerja maupun kembali ke rumah dengan selamat. Menurutnya, risiko di jalan raya dapat muncul kapan saja, sehingga pengendara wajib memiliki kepekaan dalam mengenali potensi bahaya serta mengambil keputusan yang tepat.

“Kami juga mengajak seluruh peserta untuk menjadi pelopor keselamatan berkendara. Tidak hanya menerapkan ilmu yang didapat untuk diri sendiri, tetapi juga mengingatkan keluarga, rekan kerja, dan lingkungan sekitar, karena keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Felix.

10 Tips Berkendara Aman untuk Pekerja

Bagi para pekerja komuter, sejumlah kebiasaan sederhana berikut dapat diterapkan untuk menjaga keselamatan selama di perjalanan:

  1. Gunakan Helm SNI: Selalu gunakan helm berstandar SNI dan pastikan tali pengikat (klik) terpasang dengan benar.
  2. Pengecekan Rutin (Pre-Riding Check): Lakukan pemeriksaan kendaraan sebelum berangkat, terutama pada bagian rem, ban, lampu, klakson, dan bahan bakar.
  3. Manajemen Waktu: Jangan terburu-buru mengejar waktu. Berangkatlah lebih awal untuk menghindari dorongan berkendara dengan kecepatan berlebihan.
  4. Patuhi Rambu Lalu Lintas: Taati seluruh rambu, marka jalan, lampu pengatur lalu lintas, dan batas kecepatan yang berlaku.
  5. Jaga Jarak Aman: Berikan jarak yang cukup dengan kendaraan di depan guna mengantisipasi kebutuhan pengereman mendadak.
  6. Fokus Penuh: Hindari penggunaan telepon genggam atau aktivitas lain yang dapat memecah konsentrasi selama berkendara.
  7. Lengkapi Riding Gear: Gunakan perlengkapan berkendara yang ideal, seperti jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tertutup.
  8. Sesuaikan dengan Kondisi Cuaca: Kurangi kecepatan dan tingkatkan kewaspadaan saat melintasi jalanan basah, licin, atau diguyur hujan.
  9. Atasi Kelelahan: Jangan memaksakan diri berkendara saat mengantuk atau kelelahan. Manfaatkan waktu untuk beristirahat sejenak.
  10. Waspada Pengguna Jalan Lain: Tetap tenang dan antisipatif, mengingat keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada diri sendiri, melainkan juga kedisiplinan orang lain.

Melalui edukasi berkelanjutan ini, Astra Motor NTB berharap budaya keselamatan berlalu lintas dapat semakin mengakar di tengah masyarakat. Pesan kampanye #Cari_Aman diharapkan tidak berhenti sebatas seremonial kegiatan, melainkan benar-benar diterapkan dalam keseharian. Sebab, satu keputusan yang tepat di jalan raya dapat menyelamatkan nyawa diri sendiri maupun sesama pengguna jalan. (r/fan)

Honda Track Day Seri #4: Satukan Semangat Komunitas, Jelajah Sembalun hingga Rasakan Sensasi Sirkuit Mandalika

0

Mataram (Ekbis NTB) – Astra Motor NTB kembali sukses menghadirkan pengalaman berkendara istimewa yang memadukan semangat persaudaraan, eksplorasi keindahan alam, dan adrenalin di lintasan balap melalui ajang Honda Track Day Seri #4 yang digelar pada 18–20 September 2026.

Ajang bergengsi ini diikuti oleh puluhan anggota komunitas motor Honda Vario dari berbagai daerah. Tercatat perwakilan dari Community Vario Astra Motor Makassar serta MPM Honda Jawa Timur turut memeriahkan acara ini. Kehadiran mereka tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar-komunitas Honda lintas wilayah, tetapi juga menikmati pesona pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) secara langsung.

Rangkaian kegiatan resmi dimulai pada Kamis, 18 September 2026. Para peserta mengawali agenda dengan melakukan touring menantang namun menyenangkan menuju dataran tinggi Sembalun, Lombok Timur, yang diberangkatkan langsung dari Main Dealer Astra Motor. Perjalanan ini menjadi sarana bagi para bikers untuk menguji ketangguhan berkendara sekaligus menikmati panorama alam Lombok, tentunya dengan selalu mengedepankan kampanye keselamatan berkendara (#Cari_Aman).

Memasuki hari kedua, Jumat (19/9), rombongan kembali bergerak menuju Kota Mataram. Sesampainya di lokasi, peserta mengikuti sesi briefing komprehensif di Pinkot Mataram. Pengarahan ini wajib diikuti guna membekali peserta terkait regulasi Track Day, teknik penaklukkan sirkuit, serta pemahaman mendalam mengenai aspek keselamatan dan ketertiban selama di lintasan.

Puncak adrenalin tersaji pada Sabtu, 20 September 2026. Seluruh peserta tumpah ruah di Mandalika International Circuit. Di sini, para anggota komunitas mendapatkan kesempatan emas untuk merasakan sensasi memacu kendaraan di atas aspal sirkuit berstandar internasional yang menjadi kebanggaan Indonesia.

Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, menjelaskan bahwa Honda Track Day dirancang bukan sekadar aktivitas berkendara biasa, melainkan wadah strategis untuk merajut kebersamaan dan solidaritas antar-komunitas.

“Honda Track Day Seri #4 menjadi momentum bagi kami untuk mempertemukan komunitas Honda dari berbagai daerah dan memberikan pengalaman berkendara yang lebih berkesan. Perjalanan dari Sembalun hingga Mandalika menjadi kombinasi yang menarik, karena peserta tidak hanya menikmati perjalanan dan keindahan Lombok, tetapi juga mendapatkan pengalaman berkendara di lintasan sirkuit,” ujar Yehezkiel.

Ia juga menambahkan, aktivitas positif ini merupakan wujud nyata dukungan Astra Motor agar komunitas sepeda motor Honda senantiasa produktif, solid, dan menomorsatukan keselamatan di jalan raya.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus memperkuat solidaritas antar-komunitas Honda, sekaligus menjadi ruang bagi para pengguna Honda untuk terus mengeksplorasi pengalaman baru bersama sepeda motor Honda. Tentunya seluruh aktivitas tetap kami dorong dengan semangat #Cari_Aman dan berkendara secara bertanggung jawab,” imbuhnya.

Melalui penyelenggaraan Seri #4 ini, Astra Motor NTB sekali lagi membuktikan komitmen kuatnya dalam mendampingi aktivitas positif komunitas. Perpaduan rute Sembalun–Mataram–Mandalika sukses menciptakan lembaran cerita baru bagi perjalanan komunitas Honda yang mengombinasikan touring, pariwisata, silaturahmi, dan pengalaman berkendara profesional di atas lintasan sirkuit. (r/fan)

Astra Motor NTB Hadirkan Pameran Kendaraan dan Layanan Servis di Desa Sejahtera Astra Bengkaung

0

Lombok Barat (Ekbis NTB) — Astra Motor NTB terus memperkuat komitmennya dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat pedesaan. Melalui peresmian Desa Sejahtera Astra (DSA) Bengkaung di Kabupaten Lombok Barat pada Jumat, 25 September 2026, Astra Motor NTB tidak hanya menghadirkan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility / CSR), tetapi juga memperluas akses pasar dan layanan purna jual bagi warga setempat.

Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, menjelaskan bahwa pihaknya memanfaatkan momentum peresmian ini dengan menggelar pameran kendaraan serta menyediakan fasilitas servis kunjung bagi warga Desa Bengkaung dan sekitarnya.

“Kalau untuk pameran sendiri, tentunya kita memberi kesempatan untuk warga sekitar. Kita ada promo untuk bulan ini, yaitu di Beat dan Vario 125 Street, kita start DP di Rp900.000,” ujar Felix saat ditemui usai peresmian, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, dengan penawaran uang muka (down payment) yang jauh lebih terjangkau tersebut, warga sekitar diharapkan dapat lebih mudah memiliki kendaraan impian untuk mendukung mobilitas sehari-hari.

Tidak hanya fokus pada penjualan unit, Astra Motor NTB juga menghadirkan layanan servis langsung di lokasi kegiatan. Ke depan, kolaborasi ini berpotensi menjadi program jangka panjang yang lebih strategis. Felix mengungkapkan, terdapat sambutan positif serta usulan konkret dari Kepala Desa Bengkaung terkait penyediaan ruang khusus atau space permanen yang rencananya akan ditawarkan kepada pihak Honda. Ruang tersebut diproyeksikan untuk dimanfaatkan sebagai area pameran tetap sekaligus bengkel servis resmi.

“Ke depannya harapannya bisa berkelanjutan selain CSR, dan kita juga bisa kolaborasi dari sisi penjualan maupun after sales-nya. Mungkin ke depannya seperti itu,” pungkas Felix.

Dengan adanya sinergi antara Astra Motor NTB dan Pemerintah Desa Bengkaung ini, diharapkan roda perekonomian masyarakat desa dapat berputar semakin kencang melalui kemudahan akses terhadap produk otomotif berkualitas serta layanan servis yang prima. (fan)

RUPSLB Indosat Sahkan Perpanjangan Masa Jabatan CEO, Perkuat Transformasi AI dan Pertumbuhan Inklusif

0

Jakarta (Ekbis NTB) — PT Indosat Tbk (Indosat atau IOH) secara resmi mengesahkan perpanjangan masa jabatan Vikram Sinha sebagai Presiden Direktur dan CEO. Keputusan strategis ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (29/9/2026).

Selain memperpanjang masa kepemimpinan Vikram Sinha, RUPSLB juga menyetujui pengunduran diri Seppalga Ahmad dari jabatannya sebagai Komisaris Perseroan. Manajemen Indosat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta kontribusi Seppalga selama menjabat di Dewan Komisaris.

Corporate Secretary, Director, and Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, menyatakan bahwa keputusan ini menandai babak baru bagi perusahaan dengan momentum pertumbuhan yang semakin solid.

“Berbekal fondasi yang telah kami bangun, kami siap memperluas implementasi strategi AI North Star, memperkuat Customer Love, serta terus mengembangkan kapabilitas untuk menciptakan masa depan digital yang lebih berkelanjutan dan inklusif,” ujar Reski melalui keterangan resmi, Selasa (30/9/2026).

Akselerasi Ekosistem AI Melalui Dua Mesin Pertumbuhan Keputusan RUPSLB ini memperkuat keyakinan Indosat dalam melanjutkan transformasi jangka panjang, terutama dalam merealisasikan strategi AI North Star. Perusahaan tidak hanya berfokus pada pengembangan infrastruktur dan cloud, tetapi juga membangun ekosistem AI terintegrasi—mulai dari platform hingga solusi berbasis kecerdasan buatan—guna membuka akses teknologi yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Dalam mengeksekusi ambisi tersebut, Indosat mengandalkan dua pilar utama atau “mesin pertumbuhan” (growth engines):

  1. Zankore, yang memperkuat kapabilitas komputasi perseroan lewat kontrak jangka panjang berkapasitas 200 MW.
  2. RAIA Grid, yang didukung jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer guna mendekatkan kapabilitas AI kepada pengembang, peneliti, dunia usaha, dan masyarakat.

Kedua pilar ini menjadi fondasi utama AI Factory Indosat untuk mengonversi kapasitas teknologi menjadi nilai nyata yang berkelanjutan.

Komitmen Talenta Digital dan Efisiensi Energi Seiring ekspansi infrastruktur digital dan AI, Indosat juga berinvestasi pada sumber daya manusia dengan target memberdayakan hingga 2 juta talenta digital pada tahun 2030. Upaya ini ditempuh melalui kolaborasi lintas sektor bersama perguruan tinggi, pemerintah, dan mitra teknologi global guna memperkuat riset serta inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dari aspek keberlanjutan lingkungan, Indosat turut menguji coba teknologi AI-RAN yang diklaim mampu menekan konsumsi energi hingga 20 persen dibanding jaringan konvensional.

Melalui kombinasi penguatan infrastruktur, pengembangan talenta, dan inovasi yang bertanggung jawab, Indosat berkomitmen memastikan pertumbuhan teknologi AI dapat diterjemahkan menjadi peluang ekonomi riil bagi masyarakat serta memperkuat ekosistem digital nasional yang tangguh. (r/fan)

LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia Diakreditasi

0

Mataram (ekbisntb.com) — Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kompeten Akademi Muda Indonesia di Jempong Baru, Kota Mataram, menjalani proses visitasi akreditasi, Selasa, 29 September 2026. Akreditasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan lembaga pelatihan kerja memenuhi standar mutu dan mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten.

Kegiatan visitasi dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram Ida Wayan Putra Ekantara, SSTP., M.H. beserta jajaran, Ketua Komite Akreditasi LPK Provinsi NTB Zainur, S.Sos., asesor akreditasi LA/LPK Pusat Budi Harta Mulya, serta Direktur LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia Dr. (C) Ivan Suaidi, S.Sos., MM.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., mengatakan, akreditasi penting untuk memberikan kepastian bahwa LPK memiliki standar pelatihan yang sesuai ketentuan. Karena itu, pihaknya mendorong LPK di NTB untuk memastikan status akreditasinya tetap aktif.

Saat ini, kata Aidy, terdapat sekitar 229 LPK di NTB dengan berbagai bidang kompetensi. Namun, LPK yang status akreditasinya masih aktif disebut belum mencapai 80 lembaga.

“Sekitar 229 LPK di Nusa Tenggara Barat dengan berbagai kompetensi. Namun status akreditasi mereka itu sekitar tidak sampai 80 yang masih running,” kata Aidy.

Menurutnya, sebagian LPK lainnya memiliki masa berlaku akreditasi yang telah berakhir. Disnakertrans NTB mendorong lembaga-lembaga tersebut segera melakukan pembaruan atau akreditasi ulang.

“Teman-teman LPK swasta yang saat ini masa akreditasinya sudah habis, segera memperbarui supaya ketika nanti sertifikat dikeluarkan, statusnya tidak mengambang untuk diterima bekerja,” ujarnya.

Pastikan Standar Pelatihan

Aidy menegaskan, akreditasi bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi instrumen untuk memastikan lembaga pelatihan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Standar tersebut menjadi batas minimal yang harus dipenuhi sebelum sebuah LPK mendapatkan pengakuan akreditasi.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti sebelum memilih lembaga pelatihan. Masyarakat diminta memastikan legalitas dan status akreditasi LPK melalui sumber informasi atau instansi yang kredibel.

“Ketika masyarakat akan mengikuti pelatihan tertentu di lembaga tertentu, baiknya bertanya dan melakukan konfirmasi kepada lembaga atau instansi yang kredibel,” katanya.

Sementara itu, Asesor Akreditasi LA/LPK Pusat Budi Harta Mulya mengatakan, terdapat dua LPK di NTB yang mendapat dukungan APBN untuk proses akreditasi. Salah satunya adalah LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia.

Budi menjelaskan, proses akreditasi pada prinsipnya tidak dimaksudkan untuk mempersulit LPK. Lembaga hanya perlu memenuhi sejumlah standar yang telah ditetapkan.

“Semua tidak ada yang rumit sebetulnya. Selama memenuhi kriteria, ada delapan standar yang harus mereka lengkapi. Yang penting butuh ketekunan untuk menyiapkan delapan standar tersebut,” jelasnya.

Menurut Budi, akreditasi merupakan bagian dari penjaminan mutu LPK sehingga masyarakat dan dunia kerja memiliki gambaran mengenai kualitas lembaga pelatihan tersebut. Masa berlaku akreditasi LPK selama lima tahun dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan.

Target Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja

Direktur LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia, Dr. (C) Ivan Suaidi, S.Sos., MM., mengatakan, proses akreditasi diharapkan semakin memperkuat kredibilitas lembaganya.

Menurut Ivan, keberadaan LPK bukan hanya untuk memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membantu pemerintah meningkatkan kompetensi masyarakat usia kerja agar memiliki peluang karier yang lebih luas, termasuk ke pasar kerja internasional.

“Kami tidak hanya fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga soft skill, mindset, keterampilan, pengetahuan dan attitude,” ujarnya.

Sejumlah program yang menjadi fokus LPK Kompeten saat ini antara lain artificial intelligence (AI), digital marketing, content creator, service excellence, dan public speaking.

Sepanjang 2026, LPK Kompeten Akademi Muda Indonesia telah melayani sekitar 522 peserta. Selain masyarakat umum, lembaga tersebut juga mendampingi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Ivan berharap proses akreditasi dapat memperkuat sistem pembelajaran dan manajemen LPK Kompeten sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Harapannya, akreditasi ini semakin memperkuat kredibilitas LPK Kompeten dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pelatihan yang berorientasi pada peningkatan daya saing tenaga kerja,” katanya. (bul)

Festival Sangiang Api akan Dibenahi

0
Festival Sangiang Api akan Dibenahi
(Suara NTB/ist) FESTIVAL SANGIANG API - Perahu layar tradisional berpacu dalam rangkaian Festival Sangiang Api di Kabupaten Bima. Festival tersebut kembali didaftarkan untuk mengikuti Kharisma Event Nusantara (KEN) 2027.

Bima (EKBIS NTB) –Pemerintah Kabupaten Bima kembali mendaftarkan Festival Sangiang Api untuk mengikuti Kharisma Event Nusantara (KEN) 2027. Pembenahan mulai dilakukan terutama tata kelola penyelenggaraan yang sempat menjadi perhatian.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhammad Akbar mengatakan keberlanjutan kegiatan menjadi salah satu indikator dalam penilaian Kharisma Event Nusantara. Karena itu, FSA tidak hanya dipersiapkan dari sisi atraksi, tetapi juga melalui pembenahan pengelolaan penyelenggaraan.

Menurutnya, festival tahun ini telah didaftarkan kembali ke Kementerian Pariwisata untuk kegiatan KEN 2027. “Dalam penilaian KEN itu ada beberapa indikator yang menjadi perhatian. Salah satunya adalah keberlanjutan event. Karena itu, kita terus berupaya agar festival ini tidak hanya dilaksanakan sebagai kegiatan tahunan, tetapi juga memiliki pengelolaan yang semakin baik dari pelaksanaan ke pelaksanaan,” kata Akbar saat dikonfirmasi, Selasa (29/9).

Menurut Akbar, persoalan paling mendasar dalam pengajuan tahun sebelumnya adalah tata kelola sampah di lokasi festival. Pembenahan kali ini diarahkan pada keterlibatan pihak berkompeten serta peningkatan kesadaran pengunjung.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) lanjutnya, akan dilibatkan dalam pengelolaan kebersihan. Panitia menyiapkan 60 tempat sampah di area penonton depan panggung utama dan satu tempat sampah besar di kawasan UMKM. “Untuk pengelolaan sampah, kita tidak bisa hanya mengandalkan panitia. Harus ada kerja sama dengan pihak yang memang berkompeten termasuk DLH, kemudian didukung oleh panitia dan masyarakat. Tempat sampah juga harus tersedia di titik-titik yang mudah dijangkau pengunjung, kemudian sampahnya harus diangkut secara berkala supaya tidak menumpuk dan mengganggu kenyamanan selama festival berlangsung,” jelasnya.

Pembenahan juga mencakup fasilitas, kesehatan, keamanan, dan keselamatan karena FSA menghadirkan olahraga, atraksi budaya, serta kegiatan di laut. Fasilitas yang disiapkan antara lain enam toilet, dua toilet portabel, fasilitas laktasi, area parkir, serta tiga tenda khusus perokok. Layanan kesehatan didukung 10 tenaga kesehatan dan satu dokter untuk masing-masing perlombaan, dua ambulans di lokasi, dan tiga ambulans siaga di Puskesmas Wera.

Untuk pengamanan, penyelenggara merencanakan pelibatan sekitar 75 personel kepolisian, 150 personel TNI, 150 personel Satpol PP, serta Basarnas dan Polairud untuk kegiatan di laut. Aspek keselamatan diperkuat dengan dua mobil pemadam kebakaran, jalur evakuasi, ambulans, dan APAR di sejumlah titik.

“Semua ini kita siapkan karena kita ingin event ini semakin tertata. Jadi bukan hanya bagaimana acaranya ramai dan menarik, tetapi bagaimana dari awal sampai selesai itu ada perencanaan yang jelas,” tegasnya.

FSA 2027 mengusung tema “Move with Nature, Feel the Culture”, dengan rangkaian lomba perahu layar tradisional, Fun Run 10K, Fun Bike Tour Sape-Sangiang, kesenian tradisional Bima, Kadodo Wera, serta Parade Tenun Khas Wera. (hir)

Tiga Desa Cairkan Anggaran Program Desa Berdaya

0
Tiga Desa Cairkan Anggaran Program Desa Berdaya
Ibrahim. (Suara NTB/ils)

Sumbawa Besar (EKBIS NTB)-Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa, mencatat dari 31 desa/ kelurahan yang mendapatkan program desa berdaya tematik tahun 2026 baru tiga desa telah mencairkan anggaran. Sementara,desa lainnya masih tahap verifikasi usulan proposal.

“Baru tiga desa yang mencairkan anggaran program desa berdaya yakni Desa Luar, Kalimango dan Desa Dalam,” sebut Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Administrasi dan Pemerintahan Desa Dinas PMD Kabupaten Sumbawa, Ibrahim kepada Suara NTB, Selasa (29/9).

Anggaran yang diperoleh mencapai Rp300 juta. Ibrahim meminta pemerintah desa segera melaksanakan program yang telah dirancang, agar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, pemerintah desa tidak hanya berpatokan pada tiga isu yang ditetapkan pemerintah provinsi seperti desa wisata, ketahanan pangan dan lingkungan bersih. Akan tetapi, pemerintah desa bisa berinovasi menggarap program pemberdayaan lainnya selama anggaran masih tersedia. Tujuannya untuk pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Secara keseluruhan untuk pelaksanaan program Pemprov NTB mengalokasikan anggaran sekitar Rp 9, 3 miliar. Sementara anggaran yang sudah dicairkan baru sekitar Rp900 juta,” sebutnya.

Mekanisme penyaluran anggaran akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing desa sesuai tema yang telah disusun. Di antaranya, di bidang ketahanan pangan, wisata dan lingkungan termasuk pengembangan untuk potensi lain.

Ia menegaskan pelaksanaan program ini tetap dilakukan pengawasan secara khusus terhadap penggunaan dana tersebut. Tujuannya menghindari penggunaan anggaran tidak sesuai dengan peruntukan,sehingga program yang dijalankan tepat sasaran.

“Kami akan tetap melakukan pendampingan terhadap penggunaan anggaran tersebut supaya tepat sasaran,sehingga hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir,” tukasnya. (ils)

Penertiban TPS Ilegal, Warga Luar Daerah Diduga Buang Sampah Amahami

0
Penertiban TPS Ilegal, Warga Luar Daerah Diduga Buang Sampah Amahami
TUMPUKAN SAMPAH - Tumpukan sampah terlihat di salah satu titik TPS ilegal di Kota Bima. DLH menemukan warga dari luar daerah yang membuang sampah di Kawasan Amahami.(Suara NTB/hir)

Kota Bima (EKBIS NTB) –Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima menemukan warga luar daerah membuang sampah di Kawasan Amahami. Temuan itu saat penertiban aktivitas pembuangan sampah ilegal di sebelas titik.

Kepala DLH Kota Bima, Syahrial Nuryadin mengatakan penertiban TPS ilegal dilakukan melalui razia dan sosialisasi dengan melibatkan pemerintah kecamatan, kelurahan, RT dan RW. Langkah tersebut dilakukan untuk mengawasi titik-titik yang kerap digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah.

“Ada 11 titik TPS ilegal yang saat ini sedang kita gencar turun lakukan razia dan sosialisasi ke masyarakat,” kata Syahrial saat dikonfirmasi,Selasa (29/9).

Penertiban di Amahami, petugas menemukan tiga orang membuang sampah. Sebagian menggunakan kendaraan pickup dan truk untuk membawa sampah ke kawasan tersebut. Setelah diinterogasi ternyata warga yang membuang sampah berasal dari luar Kota Bima.

“Yang buang sampah di Amahami juga banyak domisili dari luar Kota Bima,” kata Syahrial.

Pihaknya masih mengedepankan pendekatan persuasive kepada masyarakat. Petugas hanya mengambil identitas pelaku dan memberikan pembinaan,agar sampah tidak kembali dibuang di lokasi tersebut. Selain itu, kendaraan yang ditemukan membawa sampah ke Amahami diarahkan untuk membuang sampah ke depo sementara di kantor DLH atau langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Pihaknya terus memantau titik lain yang terindentifikasi sebagai TPS ilegal dengan harapannya Kota Bima, bersih dan asri serta tidak ditemukan tumpukan sampah di pinggir jalan.(hir)

919 Aset Tanah Belum Miliki Sertifikat

0
919 Aset Tanah Belum Miliki Sertifikat
Ade Candra.  (Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (EKBIS NTB)-Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sumbawa menyebut sekitar 919 aset khususnya tanah yang belum bersertifikat. Jumlah tersebut merupakan hasil rekonsiliasi aset tanah hingga akhir tahun 2025.

“Total aset pemerintah 1.606 persil (bidang tanah), belum memiliki sertifikat 919 bidang dan kami terus berupaya untuk menuntaskan persoalan itu,” kata Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah BKAD Kabupaten Sumbawa, Ade Candra kepada Suara NTB, Selasa (29/9).

Terhadap aset berupa bidang tanah yang belum bersertifikat lanjut Ade, pihaknya akan terus berupaya untuk menuntaskannya. Pemerintah juga telah mengusulkan beberapa bidang tanah ke Kantor Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) Kabupaten Sumbawa,untuk dilakukan sertifikasi atas aset tersebut.

Ade menyebutkan, penertiban aset yang belum bersertifikat menjadi atensi untuk diselesaikan pemerintah. Pasalnya, managemen aset ini menjadi salah satu temuan berulang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Kantor Perwakilan NTB setiap tahunnya.

“Managemen penatausahaan aset milik pemerintah, kita sudah berada di zona hijau dengan 85 poin dan kami akan terus berupaya memperbaiki capaian tersebut,” ujarnya.

Pihaknya intens berkoordinasi dengan Kantor ATR/BPN untuk mempercepat proses sertifikasi agar tidak menimbulkan masalah. Selain itu, pihaknya juga sudah membentuk tim percepatan dengan melibatkan Kantor ATR/BPN dan kejaksaan. Tim akan berupaya menertibkan aset milik pemerintah, terutama menghindari gugatan atas aset pemerintah yang diklaim oleh pihak tertentu.

Sebelumnya Anggota DPRD kabupaten Sumbawa, Sukiman K menyoroti lambannya pemerintah melakukan legalisasi atas aset. Sebab aset tanah milik pemerintah bisa berpotensi memicu masalah hukum dan konflik horizontal jika tidak segera ditertibkan serta disertifikatkan.

“Kondisi pengelolaan aset tanah harus menjadi atensi dan segera melakukan penataan dan langkah legalisasi secara konkret agar aset yang kita miliki tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” jelasnya.

Ia juga menyoroti proses peralihan lahan pengganti Teluk Santong dengan kebutuhan lahan sekitar 300,49 hektare ke wilayah Kecamatan Lantung. Ia mendesak Pemkab Sumbawa memastikan status lahan tersebut serta diiringi penataan reboisasi di kedua lokasi agar sesuai dengan aturan.

“Kita minta persoalan aset daerah ini harus menjadi perhatian, sehingga potensi dan konflik horizontal bisa di minimalisasi di tengah masyarakat,” tukasnya. (ils)

Mataram Siapkan Perpanjangan Jam Operasional Pusat Kuliner saat MotoGP 2026

0
Mataram Siapkan Perpanjangan Jam Operasional Pusat Kuliner saat MotoGP 2026
H. Mohan Roliskana (Suara NTB/pan)

Mataram (EKBIS NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram berencana memperpanjang jam operasional pusat perbelanjaan hingga sentra kuliner selama gelaran MotoGP Mandalika 2026. Kebijakan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah wisatawan dan penonton, baik mancanegara maupun domestik.

Perpanjangan jam operasional tersebut rencananya hanya berlaku selama pelaksanaan MotoGP Mandalika pada 9–11 Oktober 2026.

Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana mengatakan, rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari pengalaman pelaksanaan MotoGP pada 2025. Menurutnya, ajang balap motor internasional tersebut memberikan dampak terhadap aktivitas pelaku usaha dan UMKM di Kota Mataram.

“Yang penting sekarang itu yang berdampak. Kalau misalnya itu usulan, kemudian masyarakat serta para pengelola usaha ini merasa perlu untuk terus ditambah, nanti kami perpanjang,” ujarnya, Senin (28/9/2026).

Mohan menyebutkan, pada pelaksanaan MotoGP sebelumnya, Pemkot Mataram telah memperpanjang jam operasional pusat perbelanjaan dan sentra kuliner hingga pukul 23.00 Wita. Kebijakan tersebut dinilai mendapat respons positif dari penonton MotoGP dan wisatawan, terutama mereka yang tidak menginap di Kota Mataram.

Jika perpanjangan jam operasional tersebut kembali memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pelaku usaha, Pemkot Mataram akan mengkaji kemungkinan memperpanjangnya hingga pukul 00.00 Wita.

“Nanti kami kaji dulu kalau berdampak positif bagi masyarakat,” ucapnya.

MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, pada 9–11 Oktober 2026. Selain agenda balapan, sejumlah kegiatan pendukung juga akan digelar, di antaranya parade pembalap MotoGP di Kota Mataram pada 7 Oktober 2026 serta pameran dan bazar ratusan UMKM di kawasan Taman Sangkareang.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram optimistis tingkat okupansi hotel berbintang di Mataram sebagai daerah penyangga dapat mencapai 80 persen selama gelaran MotoGP Mandalika 2026. Hingga dua pekan menjelang ajang balap motor dunia tersebut, tingkat keterisian kamar hotel di Mataram telah mencapai sekitar 50 persen. (pan)