Bima (EKBIS NTB) –Pemerintah Kabupaten Bima kembali mendaftarkan Festival Sangiang Api untuk mengikuti Kharisma Event Nusantara (KEN) 2027. Pembenahan mulai dilakukan terutama tata kelola penyelenggaraan yang sempat menjadi perhatian.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhammad Akbar mengatakan keberlanjutan kegiatan menjadi salah satu indikator dalam penilaian Kharisma Event Nusantara. Karena itu, FSA tidak hanya dipersiapkan dari sisi atraksi, tetapi juga melalui pembenahan pengelolaan penyelenggaraan.
Menurutnya, festival tahun ini telah didaftarkan kembali ke Kementerian Pariwisata untuk kegiatan KEN 2027. “Dalam penilaian KEN itu ada beberapa indikator yang menjadi perhatian. Salah satunya adalah keberlanjutan event. Karena itu, kita terus berupaya agar festival ini tidak hanya dilaksanakan sebagai kegiatan tahunan, tetapi juga memiliki pengelolaan yang semakin baik dari pelaksanaan ke pelaksanaan,” kata Akbar saat dikonfirmasi, Selasa (29/9).
Menurut Akbar, persoalan paling mendasar dalam pengajuan tahun sebelumnya adalah tata kelola sampah di lokasi festival. Pembenahan kali ini diarahkan pada keterlibatan pihak berkompeten serta peningkatan kesadaran pengunjung.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) lanjutnya, akan dilibatkan dalam pengelolaan kebersihan. Panitia menyiapkan 60 tempat sampah di area penonton depan panggung utama dan satu tempat sampah besar di kawasan UMKM. “Untuk pengelolaan sampah, kita tidak bisa hanya mengandalkan panitia. Harus ada kerja sama dengan pihak yang memang berkompeten termasuk DLH, kemudian didukung oleh panitia dan masyarakat. Tempat sampah juga harus tersedia di titik-titik yang mudah dijangkau pengunjung, kemudian sampahnya harus diangkut secara berkala supaya tidak menumpuk dan mengganggu kenyamanan selama festival berlangsung,” jelasnya.
Pembenahan juga mencakup fasilitas, kesehatan, keamanan, dan keselamatan karena FSA menghadirkan olahraga, atraksi budaya, serta kegiatan di laut. Fasilitas yang disiapkan antara lain enam toilet, dua toilet portabel, fasilitas laktasi, area parkir, serta tiga tenda khusus perokok. Layanan kesehatan didukung 10 tenaga kesehatan dan satu dokter untuk masing-masing perlombaan, dua ambulans di lokasi, dan tiga ambulans siaga di Puskesmas Wera.
Untuk pengamanan, penyelenggara merencanakan pelibatan sekitar 75 personel kepolisian, 150 personel TNI, 150 personel Satpol PP, serta Basarnas dan Polairud untuk kegiatan di laut. Aspek keselamatan diperkuat dengan dua mobil pemadam kebakaran, jalur evakuasi, ambulans, dan APAR di sejumlah titik.
“Semua ini kita siapkan karena kita ingin event ini semakin tertata. Jadi bukan hanya bagaimana acaranya ramai dan menarik, tetapi bagaimana dari awal sampai selesai itu ada perencanaan yang jelas,” tegasnya.
FSA 2027 mengusung tema “Move with Nature, Feel the Culture”, dengan rangkaian lomba perahu layar tradisional, Fun Run 10K, Fun Bike Tour Sape-Sangiang, kesenian tradisional Bima, Kadodo Wera, serta Parade Tenun Khas Wera. (hir)






