Sunday, April 19, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 392

APERSI NTB dan BSI Kolaborasi, Sukseskan Program Perumahan Presiden Prabowo

0
Ketua APERSI NTB, Ismed Maulana dan Pimpinan BSI Cabang Mataram, Kurniawan bersama para pengembang angota APERSI NTB dan pimpinan-pimpinan cabang BSI di NTB menyatukan persepsi untuk mendukung program strategis perumahan Presiden Prabowo Subianto dan memudahkan masyarakat memiliki rumah Impian(ekbisntb.com/bul)

Lombok(ekbisntb.com) – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Provinsi NTB bekerjasama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memiliki rumah serta mensukseskan program strategis Presiden Prabowo Subianto.

BSI mendukung upaya APERSI dalam mendorong sektor properti di NTB dan berkontribusi dalam program pemerintah untuk membangun 3 juta rumah. BSI menyediakan berbagai skema pembiayaan, baik dalam bentuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) maupun pembiayaan reguler di NTB.

“Hari ini kami melibatkan seluruh cabang BSI di NTB, mulai dari Mataram hingga Sape Bima. Kami juga membentuk wadah khusus bersama APERSI untuk memudahkan pelaksanaan kerjasama di sektor perumahan,” ujar Kurniawan, Pimpinan BSI Cabang Mataram saat dilakukan pertemuan antara pengembang perumahan anggota APERSI NTB dan seluruh pimpinan cabang BSI di NTB. Pertemuan dilakukan di Hotel Aston Inn, Mataram.

BSI menekankan pembiayaan FLPP bagi nasabah yang sudah menggunakan layanan payroll BSI maupun yang direkomendasikan oleh pengembang di APERSI NTB. Dalam pertemuan ini, dilakukan sosialisasi program kerjasama antara BSI dan APERSI guna mempercepat proses pembiayaan rumah bagi masyarakat. BSI juga meluncurkan program spesial bagi nasabahnya, termasuk diskon khusus untuk produk perumahan.

“Perumahan yang dibangun oleh APERSI akan kami dukung dengan pembiayaan sebanyak-banyaknya. Kami juga mempercepat layanan analisa perbankan untuk nasabah yang diajukan APERSI,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua APERSI NTB, Ismed F. Maulana menjelaskan, sharing session yang digelar bersama BSI ini merupakan bagian dari berbagi dan kolaborasi rutin APERSI dengan berbagai pihak, termasuk perbankan dan stakeholder terkait.

“Setelah beberapa kali kami melakukan pertemuan dengan BSI, disepakati kerjasama. Dan inilah diskusi antara APERSI dengan BSI untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat memiliki rumah impian, dengan margin yang lebih kecil dan angsuran yang lebih terjangkau. Hal ini akan meningkatkan permintaan hunian,” ujar Ismet Maulana.

Lebih lanjut, Ismed menegaskan bahwa pengembang perumahan anggota APERSI NTB memiliki target pembangunan sebanyak 4.361 unit rumah berskema FLPP dan sekitar 280 unit rumah komersil tahun 2025 ini. BSI dapat masuk dalam pembiayaan baik untuk FLPP maupun komersil, sehingga kolaborasi ini menjadi peluang besar untuk mempermudah masyarakat dalam memiliki hunian yang layak.

“BSI sebagai BUMN memiliki target mensukseskan program perumahan Presiden Prabowo, dan kami sebagai pengembang di APERSI turut berperan dalam mencapainya. Target nasional tahun ini adalah 220 ribu unit, dan ke depan bisa meningkat menjadi 400 ribu hingga 600 ribu unit per tahun. Oleh karena itu, kolaborasi ini sangat penting,” jelasnya.

Dengan adanya sinergi antara APERSI NTB dan BSI, diharapkan semakin banyak masyarakat NTB yang dapat memiliki rumah dengan proses yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau.(bul)

Jelang Ramadhan, Dewan Minta Pemprov NTB Perbanyak Titik Pasar Murah

0
Pasar murah di salah satu kecamatan yang ada di kota mataram(ekbisntb.com/don)

Lombok (ekbisntb.com) – Menjelang tibanya bulan Ramadan 1446 H/2025 M, permintaan bahan pokok (bapok)biasanya  semakin meningkat. Meningkatnya permintaan bapok berpotensi diikuti oleh naikknya harga-harga barang di pasar.

Untuk menstabilkan harga bahan kebutuhan pokok tersebut, diperlukan intervensi pemerintah. Salah satunya melalui kegiatan pasar murah di banyak lokasi.

Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB Megawati Lestari mengatakan, bazar pasar murah dibutuhkan untuk meningkatkan akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap barang-barang kebutuhan pokok. Selain tentunya mengurangi beban biaya hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kami minta OPD terkait agar memperbanyak bazar pasar murah menjelang Ramadan tiba maupun pada saat Ramadan. Jadi Dinas Perdagangan dan lainnya harus hadir di seluruh wilayah, sampai ke pelosok-pelosok, jangan hanya tersentral di satu titik kota saja,” kata Megawati Lestari, Kamis 27 Februari 2025.

Ia mengatakan, OPD terkait harus memastikan sejumlah bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, ayam, daging, telur hingga bumbu dapur agar tidak bergejolak jelang dan selama Ramadan. Karena itu pengawasan terhadap distribusi logistik juga harus tetap dimaksimalkan.

Politisi Partai Golkar ini menilai ada sejumlah bahan pokok yang stoknya bergantung dari kelancaran distribusi luar daerah seperti minyak goreng, gula, dan susu. Sehingga diharapkan pasokannya tetap berjalan lancar untuk menghindari gejolak harga.

Berdasarkan harga perkembangan harga rata-rata yang dipublikasikan oleh Dinas Perdagangan Provinsi NTB per tanggal 25 Februari 2025 terlihat harga beras medium antara Rp13.000-Rp15.000 per kg tergantung merek.

Kemudian beras premium antara Rp14.000 – Rp16.250 per kg tergantung merek. Cabai merah keriting Rp66.000, cabai merah besar Rp67.000, cabai rawit merah kembali naik di angka Rp85.000 per kg.

Gula pasir curah Rp16.000, gula pasir kemasan premium Rp18.800 per kg, minyak goreng curah Rp17.200 per kg, minyak goreng premium Rp21.000 per liter, dan minyak kita Rp17.500 per liter.

Kemudian daging ayam ras Rp39.300 per kg, daging sapi antara Rp115.000 – 120.000 per kg serta telur ayam ras 30.800 per kg.(ris)

Jelang Ramadhan, Liga Muslim Dunia Berbagi Sembako di Lotim

0
Liga Muslim menyerahkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu di lingkungan Ponpes Aik Nyambuk Aikmel, Kamis 27 Februari 2025(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) –  Menjelang bulan suci Ramadhan, Liga Muslim Dunia atau Rabithah ‘Alam Al Islami menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan 700 paket sembako kepada ratusan warga di Pondok Pesantren Al Kautsar Al Gontory, Aik Nyambuk, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), pada Kamis 27 Februari 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya organisasi tersebut untuk membantu umat Muslim di Indonesia agar lebih siap dan khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa.

Warga yang datang dari berbagai wilayah di Lombok tampak antre dengan tertib untuk menerima paket sembako yang berisi berbagai bahan pokok seperti beras, minyak goreng, tepung, susu, kecap, mie instan, gula pasir, dan teh.

Penyaluran bantuan ini dilakukan langsung oleh Direktur Muslim World League Jakarta, Dr. Abdurrahman Al-Khayyath, bersama tim Liga Muslim Dunia dan pengasuh Pondok Pesantren Al Kautsar Al Gontory, KH. Muhammad Noor.

Dr. Abdurrahman Al-Khayyath menjelaskan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Rabithah ‘Alam Al Islamiyah terhadap umat Muslim di Indonesia. “Semua ini dipersembahkan oleh Rabithah ‘Alam Al Islamiyah, dan kita sebagai perwakilannya di Jakarta yang menyalurkan,” ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk membantu saudara-saudara Muslim di Indonesia agar lebih tenang, semangat, dan khusyuk dalam menjalankan rangkaian ibadah Ramadhan.

Selain di Lombok, Rabithah ‘Alam Al Islamiyah juga menyalurkan total 1.535 paket sembako kepada umat Muslim di berbagai wilayah di Indonesia. Sebanyak 700 paket di antaranya disalurkan melalui Pondok Pesantren Al Kautsar Al Gontory di Pulau Lombok.

Hj. Yuyum Minwaroh, penanggung jawab acara, mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh Rabithah ‘Alam Al Islamiyah. “Tahun ini ada 700 dari 1.535 paket sembako yang disediakan untuk umat Muslim Indonesia, dan di sini jumlahnya paling banyak. Kita salurkan langsung ke warga,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan penerima bantuan dipilih secara acak, dengan prioritas diberikan kepada warga yang kurang mampu di sekitar pondok pesantren dan jamaah lainnya.

Pondok Pesantren Al Kautsar Al Gontory telah lama menjalin kerja sama dengan Rabithah ‘Alam Al Islamiyah, terutama dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Kerja sama ini termasuk bantuan untuk korban gempa yang melanda wilayah Lombok beberapa tahun lalu.

Rabithah ‘Alam Al Islami didirikan pada bulan Dzulhijah 1381 H atau Mei 1962 di Makkah, Arab Saudi. Organisasi ini disponsori langsung oleh Raja Arab Saudi, Raja Faisal bin Abdul Aziz, dan merupakan salah satu lembaga sosial dan kemanusiaan tertua di Arab Saudi. Kegiatan mereka terus berlanjut hingga kini, dengan fokus pada pemberdayaan umat dan bantuan kemanusiaan di berbagai belahan dunia.

Kegiatan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang membutuhkan sekaligus menyemangati mereka dalam menyambut bulan suci Ramadhan. (rus)

Korem 162/WB Berkomitmen Kawal Produksi Pertanian Berkualitas di NTB

0
Danrem 162/Wira Bhakti Agus Bhakti (tengah) didampingi Kasrem Wirawan Eko Prasetyo (kanan) dan personel memberikan keterangan pers usai olahraga bersama dalam rangka perayaan HUT Ke-64 Korem 162/Wira Bhakti di Mataram, NTB, Kamis 27 Februari 2025(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Jajaran Komando Resor Militer (Korem) 162/Wira Bhakti berkomitmen untuk mengawal produksi pertanian yang memenuhi kualitas dan kuantitas di wilayah Nusa Tenggara Barat.

“Kami berkomitmen kawal dan lindungi petani agar bisa hasilkan gabah yang berkualitas dan memiliki kuantitas dan dapat diserap Bulog sesuai standar harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Komandan Resor Militer (Danrem) 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Agus Bhakti di Mataram, NTB, Kamis.

Pemerintah menetapkan harga beli gabah Rp6.500 per kilogram. Dalam upaya mengejar target harga tersebut, jajaran Korem 162/Wira Bhakti secara intensif memberikan pendampingan kepada petani, mulai dari penyiapan lahan, penanaman, hingga tahap produksi.

“Pengairannya bagaimana, pupuk, kesiapan lahan tanam, itu semua kami perhatikan agar produktivitas pertanian meningkat,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa untuk wilayah NTB, terdapat lahan tanam pertanian yang paling luas dari teritorial di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) XI/Udayana.

Luas lahan tanam untuk NTB, jelas dia, ada sekitar 560 hektare. Dengan asumsi 1 hektare bisa menghasilkan 1 ton gabah, maka NTB berpotensi memproduksi 560 ton gabah.

“April besok, kuartal pertama tahun ini, penyerapan gabah ditargetkan pada angka 180 ribu ton. Makanya, kami terus berjibaku agar bagaimana produksi petani bisa maksimal,” ucap dia.

Danrem menyampaikan komitmen tersebut sebagai bagian dari dukungan jajaran Korem 162/Wira Bhakti terhadap program ketahanan pangan yang masuk dalam misi Astacita Presiden Prabowo Subianto. (ant)

Dukung Ketahanan Pangan, Polres Sumbawa Gelar Panen Raya Jagung

0
Kapolres Sumbawa bersama dengan pemerintah dan TNI serta masyarakat saat melakukan panen perdana di kecamatan Lunyuk.(ekbisntb.com/ist)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa melakukan  kegiatan Panen Raya jagung serentak tahap I di wilayah perkebunan jagung di Kecamatan Lunyuk dengan total luas lahan mencapai 1 hektar.

“Kegiatan panen raya bukan sekadar memanen hasil pertanian, tetapi juga sebagai bukti nyata dari sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kestabilan pangan di tanah air,” kata Kapolres Sumbawa, AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi, Kamis 27 Februari 2025.

Jun pun meyakinkan, dengan sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan demi kesejahteraan bersama. Panen tersebut juga dilaksanakan dalam mendukung program swasembada pangan yang telah dicanangkan.

“Kolaborasi dan sinergi menjadi point penting dalam mensukseskan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan,” ucapnya.

Jun melanjutkan, panen raya jagung tersebut merupakan bagian dari inisiatif besar penanaman jagung serentak 1 juta hektar yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025. Program ini merupakan kolaborasi antara Polri dan Kementerian Pertanian RI untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat ketahanan pangan nasional, mempercepat pencapaian target swasembada pangan, serta mendukung program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menjaga ketersediaan bahan pangan pokok di seluruh wilayah Indonesia,” sebutnya.

Panen jagung tersebut juga diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya para petani. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi konkret dari program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.

“Kegiatan juga kami laksanakan bersama pemerintah dan TNI mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumbawa,” tukasnya. (ils)

Kapal Pesiar Terbesar Bakal Singgah di Gilimas, Pecahkan Rekor Jumlah Wisatawan

0
Tamu kapal pesiar berwisata ke sejumlah destinasi wisata di Lobar beberapa waktu lalu. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com)  – Kapal pesiar besar akan singgah di Terminal Gilimas, MV Anthem yang dijadwalkan tiba di Terminal Gilimas pada 1 Maret 2025. Kapal ini menjadi kedatangan perdana dan merupakan kapal terbesar di sepanjang tahun 2025 dengan membawa lebih dari 6.000 penumpang dan awak kapal.

PT Pelindo Multi Terminal Branch Lembar pun tengah bersiap menyambut kapal yang diperkirakan memecahkan rekor jumlah penumpang wisatawan dalam satu kapal yang singgah di Gilimas. Dalam rangka menyambut kapal pesiar tersebut, PT Pelindo Multi Branch Terminal Lembar menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung dan rekayasa jalur wisawatan untuk memastikan kelancaran operasional di Terminal Penumpang Gilimas.

Langkah ini diambil untuk menjamin kenyamanan dan kelancaran bagi wisatawan serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses  pelayanan.“Kami telah mempersiapkan segala kebutuhan dalam pelayanan cruise nanti sebagai antisipasi lonjakan tamu yang berkunjung untuk memastikan semuanya berjalan dengan lancar,” ujar Branch Manager Kunto Wibisono, Kamis 27 Februari 2025.

Kunto Wibisono menyampaikan beberapa hal yang menjadi fokus utama dalam proses pelayanan dan percepatan proses saat penyandaran kapal. Selain itu, rekayasa jalur kedatangan wisatawan juga akan diterapkan untuk memudahkan arus pengunjung. “Beberapa hal yang menjadi fokus utama kami adalah kecepatan pelayanan tamu dengan menyiapkan alat pendukung untuk kecepatan proses saat penyandaran kapal dan membuat sejumlah rekayasa jalur kedatangan wisatawan,”jelasnya.

Selanjutnya pihaknya fokus untuk keamanan dan kenyamanan tamu dengan melakukan sterilisasi yang menetapkan sejumlah area untuk para pemangku kepentingan berkegiatan selama pelayanan cruise.

Dikatakan perlu persiapan yang matang mengingat waktu singgah kapal yang terbatas, sehingga penumpang dapat dengan leluasa mengunjungi berbagi destinasi wisata yang ada di Pulau Lombok.

Selain persiapan internal, PT Pelindo Multi Terminal Branch Lembar mengajak kolaborasi para stakeholder dan semua penyedia layanan selama kunjungan kapal. Hal ini bertujuan agar pelayanan yang diberikan kepada wisatawan berjalan lebih efektif dan efisien.

“Untuk menjamin pelayanan yang lebih maksimal, kami juga telah berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan dan penyedia jasa layanan dalam rencana operasional kami  tersebut, harapannya dengan komunikasi yang kami lakukan akan melancarkan rencana yang sudah disusun sebelumnya,” tutup Kunto.

Kedatangan MV Anthem of The Seas pada 1 Maret 2025 ini akan memecahkan rekor jumlah wisatawan yang berkunjung dalam sekali kegiatan, yakni 6.000 penumpang. Rekor sebelumnya tercatat pada kedatangan MV Quantum of The Seas di tahun 2024, yang juga merupakan bagian dari grup kapal pesiar yang sama. Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi antar pihak terkait, PT Pelindo Multi Terminal Lembar berharap dapat memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Lombok. (her)

Operasi Pasar Rakyat, 7.000 Liter Minyak Goreng Subsidi Disediakan

0
Ilustrasi Minyak Goreng Subsidi(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram, akan menyelenggarakan operasi pasar rakyat pada 2-23 Maret 2025. Kegiatan yang digelar di 50 kelurahan menyediakan 5.000-7.000 liter minyak goreng subsidi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Lalu Jauhari mengatakan, pihaknya akan menggelar kolaborasi bazar atau operasi pasar rakyat di Kota Mataram. Kolaborasi ini melibatkan PT. Rajawali yang akan menyediakan minyak goreng subsidi 5 ribu-7 ribu liter. Tujuannya menekan lonjakan harga selama bulan Ramadhan. “Kita sudah terima suratnya untuk menggelar bazar atau operasi pasar rakyat,” katanya.

Bazar minyak goreng subsidi digelar mulai 2-23 Maret 2025 atau selama 20 hari. Jauhari menambahkan, sejumlah 50 kelurahan menjadi target bazar tersebut. Tujuannya agar seluruh masyarakat dapat mengakses atau membeli minyak goreng. “Target di 50 kelurahan. Mana kelurahan yang siap menggelar kita langsung ke sana,” ujarnya.

Masyarakat diperbolehkan membeli empat kantong atau empat liter minyak subsidi dengan harga Rp15.700 per liter. Syaratnya harus menunjukkan kartu tanda penduduk. Mantan Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram mengakui, daya beli masyarakat menurun dan permintaan meningkat selama bulan Ramadhan.

Oleh karena itu, pemerintah bekerja sama dengan mitra menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau. “Kalau di luar harga minyak goreng dijual Rp17.000-Rp18.000 per liter. Di bazar murah tidak boleh menjual di atas HET,” tegasnya.

Dengan operasi pasar murah maupun bazar yang digelar oleh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis melibatkan Bank Indonesia, Badan Urusan Logistik, distributor, serta mitra pemerintah lainnya, dapat menekan laju inflasi di Kota Mataram.

Selain itu, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan maupun menjelang lebaran dengan harga barang pokok yang terjangkau. (cem)

Selama Ramadhan, Pajak Hotel dan Hiburan Diprediksi Menurun

0
Ahmad Amrin. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, memprediksi pendapatan dari pajak hotel dan pajak hiburan mengalami penurunan selama bulan ramadhan. Kondisi ini disebabkan minimnya okuvansi.

Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagihan Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin dikonfirmasi kemarin mengakui, pendapatan dari pajak hotel dan pajak hiburan akan mengalami penurunan signifikan selama bulan Ramadhan. Hal ini disebabkan menurun drastisnya tingkat kunjungan atau okupansi hotel. “Okupansi dari tahun ke tahun selama Ramadhan pasti turun drastis,” kata Amrin.

Justru sebaliknya kata dia, pajak restaurant yang mengalami kenaikan secara signifikan. Meskipun secara detail tidak disebutkan persentase kenaikan pajak rumah makan, tetapi pihaknya berusaha mempertahankan pendapatan tersebut melalui penungguan dan uji petik di rumah makan. Tradisi masyarakat menyelenggarakan berbuka puasa bersama di rumah makan. “Sebenarnya tidak banyak kenaikannya tetapi kita coba mempertahankan saja. Rumah makan tutup juga dari pagi sampai siang hari,” ujarnya.

Ia menyebutkan, realisasi pajak hotel sampai tanggal 15 Februari 2025 mencapai 15,2 persen atau Rp4,5 miliar dari target senilai Rp30 miliar. Sedangkan, pajak restaurant dari target Rp40 miliar, terealisasi 19,3 persen atau Rp7,7 persen.

Apakah dengan efisiensi anggaran akan berpengaruh terhadap pajak hotel? Amrin menegaskan, kemungkinan penerimaan dari pajak hotel akan berpengaruh dengan kebijakan efisiensi anggaran. Sebab, pemerintah mengurangi kegiatan sifatnya seremoni dan lain sebagainya.

Namun demikian, pihaknya berusaha melakukan pengawasan maupun uji petik supaya salah satu sumber pendapatan asli daerah tersebut, mengalami peningkatan atau sesuai target. Amrin mengimbau wajib pajak meningkatkan kepatuhan mereka untuk membayar pajak sesuai ketentuan atau tenggat waktu yang ditentukan. (cem)

PLN NTB Gelar Apel Siaga Kelistrikan Sambut Ramadan dan Idulfitri 2025

0
PLN (Persero) UIW NTB menggelar apel siaga kelistrikan secara serentak di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Kamis, 27 Februari.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1446 H/2025, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar apel siaga kelistrikan secara serentak di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Kamis, 27 Februari 2025.

Berdasarkan data yang dirilis oleh PLN UIW NTB, sistem kelistrikan di Lombok dan Tambora (Sumbawa) diperkirakan dalam kondisi normal selama masa siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1446 H/2025 M.

Di Lombok, beban puncak listrik saat Hari Raya Idulfitri diperkirakan mencapai 335 MW, sementara daya mampu pasok sebesar 403 MW dengan cadangan operasi 68 MW.

Sementara itu, di wilayah Tambora (Sumbawa), beban puncak diproyeksikan sebesar 135,61 MW dengan daya mampu pasok 156,61 MW dan cadangan operasi 21 MW.

PLN NTB telah menyiapkan ratusan personel siaga, termasuk 845 personel PLN dan 1.112 personel Tenaga Alih Daya (TAD) serta mitra kerja, yang akan bertugas untuk memantau dan merespons cepat jika terjadi gangguan listrik selama periode RAFI.

Personel siaga ini akan tersebar di berbagai titik strategis, termasuk gardu induk, pusat pembangkit, dan lokasi-lokasi penting lainnya. Selain itu, PLN juga telah menyiapkan 93 unit peralatan pendukung, 326 unit kendaraan pendukung, dan material cadangan gangguan dalam jumlah yang cukup.

“Kami telah mempersiapkan segala kebutuhan teknis dan nonteknis untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil selama Ramadan dan Idulfitri. Dengan cadangan operasi yang memadai, kami yakin dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat NTB, baik di Lombok maupun Sumbawa,” ujar Sudjarwo, General Manager PLN UIW NTB.

Apel siaga ini tidak hanya dilakukan di Pulau Lombok, tetapi juga serentak di unit kerja PLN di Pulau Sumbawa. Sudjarwo menekankan bahwa selain memastikan pasokan listrik yang stabil, keselamatan kerja juga menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan tugas.

“Kami mengingatkan seluruh personel untuk selalu menjadikan keselamatan kerja sebagai prioritas utama. Tidak hanya pasokan listrik yang harus aman, tetapi seluruh petugas juga harus bekerja dengan selamat,” tegas Sudjarwo.

Sudjarwo menambahkan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah persiapan, seperti pemeliharaan rutin infrastruktur kelistrikan, pengecekan peralatan, dan koordinasi dengan pihak terkait. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan listrik, terutama pada waktu-waktu seperti menjelang buka puasa dan setelah tarawih,” pesan Sudjarwo.

PLN juga telah menyiapkan 164 posko siaga keandalan yang tersebar di seluruh wilayah NTB. Posko-posko ini akan beroperasi selama 24 jam untuk memastikan respons cepat terhadap setiap gangguan listrik yang mungkin terjadi. Masyarakat juga dapat mengakses informasi terkait layanan listrik melalui aplikasi PLN Mobile, termasuk lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersedia.

Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, PLN UIW NTB optimis dapat menghadirkan Ramadan dan Idulfitri yang penuh berkah tanpa hambatan teknis yang berarti.

“Kami berharap masyarakat NTB dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang. PLN siap mendukung melalui pasokan listrik yang andal dan stabil, serta mengutamakan keselamatan kerja dalam setiap tugas yang kami lakukan,” tutup Sudjarwo. (bul)

Perkuat Pariwisata, Diperlukan Insentif untuk Melestarikan Budaya

0
Anggota Komisi VII DPR-RI dari Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, melihat kuatnya budaya di Desa Sade, Lombok Tengah. Dengan budaya yang kuat dan lestari, diyakini dapat memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi suatu daerah. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Anggota Komisi VII DPR-RI dari Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti pentingnya pemberian insentif bagi pelaku budaya untuk menjaga kelestarian budaya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal ini disampaikannya setelah melakukan kunjungan ke Taman Narmada, Mandalika, dan Desa Tua Sade di Lombok Tengah pada Rabu, 26 Februari 2025.

“Kami datang untuk menyerap aspirasi dari para pelaku pariwisata dalam rangka revisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Kami ingin menyempurnakan UU ini agar lebih bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di sektor pariwisata dan usaha terkait di Indonesia,” ujar Bambang Haryo.

Dalam kunjungannya, Bambang mengungkapkan bahwa ada ratusan catatan inventarisasi masalah yang menjadi perhatian DPR, termasuk masukan dari berbagai asosiasi terkait. Tujuannya agar sektor pariwisata dapat berperan lebih maksimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Bambang juga menjelaskan bahwa dampak ekonomi sektor pariwisata sangat besar. Saat ini, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia baru mencapai 13-14 juta orang per tahun, namun sektor ini telah menyumbang lebih dari Rp 300 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Bambang menekankan, jika jumlah wisatawan dapat meningkat hingga 35 juta seperti di Thailand, devisa yang masuk ke Indonesia akan meningkat tajam.

Bambang Haryo juga menegaskan bahwa budaya merupakan aspek utama yang harus diperhatikan dalam pengembangan pariwisata, terutama di Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

“Lombok dan Sumbawa memiliki alam yang luar biasa, tetapi yang perlu diperkuat adalah potensi budayanya,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa Provinsi NTB memiliki 26 kerajaan, yakni 14 di Lombok dan 12 di Sumbawa, yang masing-masing melahirkan budaya unik, seperti tarian dan kuliner khas. Namun, kekayaan budaya ini dinilai belum dimanfaatkan secara optimal dalam sektor pariwisata.

“Wisatawan asing lebih tertarik dengan budaya dibandingkan alam semata. Buktinya, wisatawan dari kapal pesiar lebih memilih mengunjungi museum, istana, atau tempat bersejarah lainnya untuk menyaksikan budaya setempat,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, ia menyoroti bagaimana Penang, Malaysia—sebuah pulau kecil tanpa kekayaan alam melimpah—mampu menarik hingga delapan juta wisatawan per tahun dengan mengelola budayanya secara profesional. Sementara itu, NTB yang memiliki kekayaan budaya dan alam justru hanya mendatangkan kurang dari tiga juta wisatawan per tahun.

“Kita harus terus mendorong agar wisatawan domestik dan internasional tertarik berkunjung dengan mengelola budaya kita secara lebih baik,” tambahnya.

Bambang juga menekankan pentingnya promosi dan sosialisasi budaya secara konsisten.

“Di Bali, setiap hari ada tari kecak, terlepas dari ada atau tidaknya event besar. Lombok, yang penuh budaya, bisa mengadopsi model serupa,” katanya.

Selain aspek budaya, Bambang juga menyoroti permasalahan transportasi yang menghambat perkembangan pariwisata di NTB.

“Saat ini, tidak ada angkutan umum yang menghubungkan destinasi wisata, sehingga biaya transportasi menjadi mahal. Akibatnya, mobilitas wisatawan dari satu tempat ke tempat lain terhambat, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan pariwisata,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengkhawatirkan indikasi menurunnya minat masyarakat terhadap budaya.

“Kita menghadapi ancaman budaya yang mulai ditinggalkan karena adanya anggapan bahwa budaya bertentangan dengan ajaran agama. Padahal, budaya tetaplah budaya, dan tidak seharusnya berbenturan dengan keyakinan,” tegasnya.

Oleh karena itu, Bambang mendorong adanya insentif bagi para pelaku budaya agar mereka tetap bersemangat dalam melestarikan warisan leluhur. “Budaya ini memiliki nilai yang tinggi, jangan dianggap remeh. Kita perlu subsidi dari pemerintah untuk mempertahankan budaya ini,” ujarnya.

Sebagai penutup, Bambang berharap agar gubernur NTB yang baru, Lalu Iqbal, dapat memberikan perhatian lebih terhadap sektor pariwisata dari hulu ke hilir.

“Kami berharap kebijakan yang diambil dapat memperkuat pariwisata NTB secara menyeluruh, termasuk dengan mendukung kelestarian budaya sebagai daya tarik utama wisatawan,” pungkasnya. (bul)