Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 38

Pansel PT GNE Pastikan Seleksi Terbuka dan Profesional Calon Direksi

0

Mataram (ekbisntb.com)- Tim Panitia Seleksi (Pansel) calon direksi PT Gerbang NTB Emas (GNE) memastikan seluruh tahapan pendaftaran dan seleksi dilaksanakan secara terbuka dan berbasis profesionalisme. Sebelum pembukaan pendaftaran, sosialisasi telah dilakukan secara luas, termasuk pengumuman resmi melalui laman perusahaan.

Tim Pansel Lalu Aksar Anshori menegaskan proses seleksi dilakukan sesuai arahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal agar berbasis kebutuhan riil perusahaan.

“Proses seleksi calon direksi dilaksanakan sesuai pesan Bapak Gubernur NTB, yakni mengedepankan profesionalisme serta menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, mengingat kinerja GNE saat ini masih memerlukan penguatan menyeluruh,” ujar Lalu Aksar Anshori didampingi didampingi anggota Lalu Anas Amrullah dan Sekretaris Pansel Prof Riduan Mas’ud, di Kantor PT GNE, Kamis (19/2/2026).

Lalu Aksar, menyatakan Pansel berkomitmen menjalankan seluruh tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan tentang pengangkatan direksi BUMD serta berpedoman pada prinsip Good Corporate Governance (GCG), meliputi transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran.

Pansel juga menyatakan menghargai berbagai masukan dan kritik dari masyarakat, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM), sebagai bentuk kontrol publik yang konstruktif dalam mendorong perbaikan tata kelola BUMD di Provinsi NTB.

Dalam periode pendaftaran 8–10 Februari 2026, tercatat 15 orang mendaftar dari berbagai latar belakang profesi. Dari jumlah tersebut, dua orang tidak lulus seleksi administrasi, sehingga 13 orang mengikuti tahapan berikutnya.

Sebanyak 13 peserta mengikuti Leaderless Group Discussion (LGD) yang dilaksanakan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB. Namun, satu peserta tidak menyelesaikan tahapan LGD hingga akhir dan dinyatakan gugur.

Dengan demikian, 12 nama dinyatakan lolos LGD dan direkomendasikan kepada Gubernur NTB untuk dipilih mengisi tiga posisi direksi, yakni Direktur Utama, Direktur Operasional, dan Direktur Keuangan. Kedua belas nama tersebut adalah Sulman; Ahmad Jaelani Adiya Putra; Suhaimi; Hendra Yuda Sakti; Desty Chiptiana; Yuyud Indrayudi; Taufik Amri; M. Aidul Adha; Imanti Sukmaningsih; Catur Rahmad Mardhiyanto; Yunita Yoesminarty; dan Nazamuddin.

“Kami telah menyerahkan 12 nama hasil seleksi kepada Bapak Gubernur pada Kamis 19 Februari 2026, untuk selanjutnya dipilih sesuai kebutuhan jabatan,” kata Aksar.

Pansel menegaskan, prinsip profesionalisme menjadi landasan utama dalam keseluruhan proses seleksi. Tahapan yang dilalui meliputi seleksi administrasi, uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), serta wawancara akhir dengan fokus penilaian pada kompetensi, integritas, kapasitas kepemimpinan, dan rekam jejak.

Aksar memastikan proses berlangsung objektif dan bebas dari intervensi. Dengan rampungnya seluruh tahapan seleksi, keputusan akhir kini berada di tangan Gubernur NTB sebagai pemegang kewenangan untuk menetapkan jajaran direksi baru GNE.

“Kami pastikan tidak ada titipan. Seluruh penilaian dilakukan secara profesional dan transparan. Harapannya, direksi terpilih nantinya mampu membawa GNE maju dan berkembang sesuai harapan pemegang saham,” ujarnya. (r)

Kejar Target 240 Ribu Ton, Bulog NTB Gebrak Serapan Gabah Tanpa Hari Libur

0
Pimwil Bulog NTB, Mara Kamin Siregar bersama Tim saat menunjukkan hasil panen petani. (Ekbis NTB/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai tancap gas untuk memperkuat cadangan pangan daerah. Menjelang musim panen raya, Bulog NTB memberlakukan kebijakan operasional khusus dengan menggenjot penyerapan gabah dan beras petani tanpa hari libur.

Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mengejar target serapan tahunan yang dipatok sebesar 240.000 ton setara beras. Hingga pertengahan Februari 2026, realisasi serapan tercatat telah mencapai 11.431 ton.

“Saat ini persentasenya memang masih di angka 4 persen karena baru memulai. Namun, kami optimis pada puncak panen raya di bulan Maret dan April mendatang, target 240.000 ton tersebut dapat tercapai,” ujar Pimwil Bulog yang akrab disapa Regar tersebut di Mataram, Kamis (19/2/2026).

Operasi Tujuh Hari Seminggu

Demi memastikan hasil panen petani terserap secara maksimal, Bulog NTB menginstruksikan petugas lapangan untuk tetap bekerja selama tujuh hari dalam seminggu. Kebijakan “tanpa hari libur” ini diharapkan mampu mengamankan stok dalam jumlah besar pada paruh pertama tahun ini.

“Sabtu dan Minggu kami tetap lakukan penyerapan. Harapan kami, pada semester pertama tahun ini, minimal 50 persen dari total target tahunan sudah bisa tercapai,” imbuh Regar.

Jamin Stok Ramadan dan Idulfitri

Selain fokus pada penguatan stok di hulu, Bulog NTB juga memastikan kesiapan di sisi hilir, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dipastikan akan terus digelontorkan ke pasar sesuai ketentuan pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat.

“Kami sampaikan kepada masyarakat yang akan menjalankan ibadah puasa, Bulog siap menjaga ketersediaan beras SPHP,” tegasnya.

Saat ini, ketahanan pangan di NTB berada dalam kondisi yang sangat prima. Total cadangan beras daerah dilaporkan mencapai 154.000 ton, jumlah yang diklaim aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu tahun ke depan.

Dengan kombinasi stok yang melimpah dan skema serapan gabah yang masif, stabilitas harga pangan di NTB diharapkan tetap terjaga meski terjadi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan. (r/fan)

Pemkot Mataram Larang Tempat Hiburan Malam Beroperasi Selama Ramadan

0
Pemkot Mataram Larang Tempat Hiburan Malam Beroperasi Selama Ramadan
H. Lalu Martawang (suarantb.com/pan)

Mataram (suarantb.com) – Pemerintah Kota Mataram melarang seluruh pengelola tempat hiburan malam beroperasi selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sementara itu, rumah makan, warung, restoran, dan lesehan diperbolehkan membuka usaha mulai pukul 16.00 Wita hingga 04.30 Wita atau waktu sahur.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Mataram Nomor 100.3.4.3/877/SETDA/II/2026 tentang Kegiatan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Bulan Suci Ramadan, Hari Raya Idulfitri, Lebaran Ketupat, serta Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang, mengatakan surat edaran tersebut diterbitkan untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat tetap berada dalam koridor visi “Harum” (Harmoni, Aman, Ramah, Unggul, Mandiri). Melalui aturan itu, wali kota menginginkan tidak ada aktivitas yang dapat mengganggu umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.

“Tim gabungan nantinya dipimpin Satpol PP untuk melakukan sosialisasi terhadap surat edaran tersebut. Contohnya ke tempat hiburan malam dan sejenisnya selama bulan puasa wajib tutup, sedangkan rumah makan harus mengatur jam operasionalnya,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Ia menjelaskan, pengaturan jam operasional rumah makan berlaku khususnya bagi usaha yang berada di ruang publik dan di lingkungan mayoritas masyarakat Muslim. Adapun di lingkungan non-Muslim tetap diperbolehkan beroperasi seperti biasa, dengan tetap mengedepankan sikap saling memahami, menghormati, dan menghargai agar tidak menimbulkan disharmoni di tengah masyarakat.

Selain pembatasan operasional, tim gabungan juga akan melaksanakan patroli rutin selama Ramadan, terutama pada waktu pelaksanaan ibadah seperti salat tarawih dan tadarus Al-Qur’an. Langkah ini diambil untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban umum.

“Jangan sampai ada yang bermain petasan, perang sarung, balap lari, atau balap motor liar. Semua itu sudah diatur dalam surat edaran,” tegas Martawang.

Ia menambahkan, surat edaran tersebut mengatur beberapa momentum perayaan keagamaan yang waktunya berdekatan dan bahkan bersamaan di Kota Mataram, yakni perayaan umat Hindu, Khonghucu, dan Islam. Karena itu, regulasi ini diharapkan menjadi pedoman bersama dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Mataram.

Pemerintah Kota Mataram pun mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan demi terciptanya suasana Ramadan yang aman, tertib, dan kondusif. (pan)

H-1 Ramadan, Harga Daging Sapi Mencapai Rp150 Ribu per Kilogram

0
H-1 Ramadan, Harga Daging Sapi Mencapai Rp150 Ribu per Kilogram
Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida saat turun mengecek harga bapok di Pasar Dasan Agung pada, Rabu (18/2/2026). Harga daging sapi tembus mencapai Rp150 ribu per kilogram. (Suara NTB/ist)

Mataram (suarantb.com) – Dinas Perdagangan Kota Mataram, turun mengecek kondisi harga barang pokok (Bapok) pada H-1 bulan Ramadan, Rabu (18/2/2026). Harga daging sapi melonjak signifikan mencapai Rp150 ribu per kilogram.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan, pihaknya turun di dua pasar tradisional yakni Pasar Mandalika dan Pasar Dasan Agung, guna mengecek ketersediaan dan harga barang pokok. Selain itu, ia mencoba membandingkan harga barang pokok antara pasar induk. Ternyata harga cabai rawit di Pasar Mandalika Rp105.000 per kilogram, sedangkan di Pasar Dasan Agung Rp125.000 per kilogram. Daging sapi melonjak drastis dari Rp140.000-Rp150.000 per kilogram.

Sementara, daging ayam Rp44.000 per kilogram. Bawang merah dari sebelumnya Rp28.000 menjadi Rp48.000-Rp50.000 per kilogram. “Iya, ternyata kenaikan cukup signifikan terhadap sejumlah barang pokok pada H-1 Ramadan,” terang Nida dikonfirmasi pada,Rabu (18/2/2026).

Melonjaknya harga barang pokok ini kata dia, disebabkan tingginya permintaan masyarakat. Pengalaman pada bulan Ramadan sebelumnya, kondisi ini juga terjadi. Ia cukup heran meskipun harga daging sapi mahal, tetapi masyarakat tetap membeli. “Tadi ramai sekali yang beli,karena memang ini hari penampahannya,” ujarnya.

Salah satu langkah menekan harga tersebut, pertama, berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk menyampaikan kenaikan harga daging sapi dan bapok lainnya. Kedua, pihaknya akan turun ke peternak sapi mengkonfirmasi ketersediaan pasokan sapi.

Nida tidak memungkiri bahwa lonjakan harga ini berpengaruh terhadap inflasi. Akan tetapi, pihaknya fokus pada perkembangan harga dan ketersediaan barang pokok. “Kalau melihat pengalaman bulan Ramadan tahun sebelumnya harga pasti melonjak drastis,” ujarnya.

Langkah konkret untuk menekan harga lanjut Nida, dengan menggelar bazar dan operasi pasar. Harga cabai rawit dijual Rp60.000-Rp80.000 per kilogram. Demikian pula, harga daging sapi dan lain sebagainya. (cem)

Selama Ramadan, Jam Operasional Usaha Hiburan dan Pariwisata di Lobar Dibatasi

0
Selama Ramadan, Jam Operasional Usaha Hiburan dan Pariwisata di Lobar Dibatasi
Hiburan malam di wilayah Sengigigi dibatasi selama Ramadan. (suarantb.com/ist)

Giri Menang (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) resmi mengeluarkan Surat Edaran pembatasan jam operasional untuk hiburan, spa, hingga rumah makan di kawasan wisata selama bulan Ramadan. Langkah ini diambil sebagai upaya menciptakan situasi masyarakat yang kondusif, tertib, dan aman selama bulan puasa.

Kebijakan tersebut menyasar seluruh pengelola usaha pariwisata dan objek wisata agar dapat menyelaraskan aktivitas bisnis mereka dengan norma keagamaan yang berlangsung selama satu bulan penuh. Dalam surat edaran Bupati Nomor 100.3.4.2/7/DISPAREKRAFPORA/II/2026, ditandatangani langsung oleh Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini, disebutkan pembagian waktu operasional yang spesifik bagi berbagai jenis usaha hiburan.

Untuk sektor diskotik, kafe, karaoke, dan pertunjukan musik langsung (live music), operasional baru diperbolehkan mulai pukul 22.00 Wita hingga 02.00 Wita. Sementara itu, unit usaha spa memiliki durasi yang lebih singkat, yakni mulai pukul 21.00 hingga 23.00 Wita. Bagi masyarakat atau wisatawan yang ingin mengakses fasilitas biliar, jam operasional diatur mulai pukul 22.00 hingga 01.00 Wita.

Pemerintah juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan rekreasi dan hiburan umum wajib menutup total aktivitasnya selama dua hari pada awal Ramadan dan dua hari menjelang hari raya Idulfitri. Hal ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk fokus pada ibadah awal dan persiapan hari kemenangan.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Lombok Barat, Agus Gunawan, menegaskan bahwa aturan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai religiusitas daerah. Menurutnya, koordinasi dengan para pelaku usaha telah dilakukan agar implementasi di lapangan berjalan harmonis.

“Kami meminta seluruh pengusaha pariwisata, khususnya di kawasan wisata seperti Batulayar dan Sekotong, untuk mematuhi ketentuan waktu yang telah ditetapkan. Ini adalah bagian dari komitmen kita bersama untuk menjaga toleransi dan kenyamanan publik selama bulan suci,”ujar Agus Gunawan.

Selain tempat hiburan, sektor kuliner juga mendapatkan atensi khusus. Restoran atau rumah makan yang tetap beroperasi pada siang hari diminta untuk melakukan penyesuaian teknis. Pengelola diwajibkan hanya membuka satu pintu keluar-masuk dan memastikan kondisi operasional di dalam ruangan tertutup atau tidak terlihat secara mencolok dari luar. Aturan ini bertujuan untuk menghormati warga yang sedang menjalankan ibadah puasa tanpa menghentikan roda ekonomi sepenuhnya.

Untuk fasilitas rekreasi, rumah makan, dan restoran yang berada di dalam hotel, pemerintah memberikan sedikit fleksibilitas. Fasilitas tersebut tetap diperbolehkan beroperasi sesuai ketentuan pelayanan hotel yang berlaku, namun dengan catatan harus tetap dikendalikan dan mengedepankan sikap saling menghormati. Agus Gunawan menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan secara berkala bersama Satpol PP untuk memastikan tidak ada pelanggaran di lapangan.

“Bagi pengusaha kafe dan kelab malam yang menggunakan hiburan terbuka atau live music, wajib memperhatikan ambang batas kebisingan sesuai regulasi lingkungan hidup yang berlaku. Jangan sampai aktivitas hiburan justru mengganggu kekhusyukan masyarakat yang sedang beribadah di sekitar lokasi usaha,” tegasnya.

Tidak hanya itu, pada Edaran itu juga Pemkab Lobar secara tegas melarang penggunaan kembang api, petasan, dan benda sejenisnya selama Ramadan 1447 H. Larangan ini diberlakukan untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan dan bahaya kebakaran yang seringkali dipicu oleh petasan. (her)

Sepanjang 2025, TJSL PLN Peduli Jangkau Lebih dari 700 Ribu Penerima Manfaat di Seluruh Indonesia

0
Simbolis penyalaan sambungan listrik gratis program "Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan" oleh Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesly (kiri), bersama General Manager PLN Unit Induk Distribusi Banten, Mohammad Joharifin (tengah) di rumah Juniah (kanan), salah satu penerima manfaat di Desa Pejamben, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Jumat (17/10).

Jakarta (ekbisntb.com) – PT PLN (Persero) terus berkomitmen mendorong pembangunan berkelanjutan dengan menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN berhasil menjangkau dan memberi manfaat untuk 701.938 penerima melalui 1.627 program yang terealisasi sepanjang 2025.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, program TJSL PLN yang dilaksanakan hingga saat ini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat secara luas dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Program-program tersebut juga berhasil menyerap 34.408 tenaga kerja dan melibatkan 23.335 UMK di 38 provinsi

“PLN tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga hadir sebagai agen transformasi sosial yang aktif mendorong kesejahteraan masyarakat. Melalui program TJSL yang berlandaskan _creating shared value_ (CSV), diharapkan upaya ini dapat terus memberikan dampak positif yang berkelanjutan di berbagai sektor,” ujar Darmawan.

Program TJSL PLN mencakup berbagai inisiatif dengan tiga fokus utama dalam mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), yakni pendidikan, lingkungan, dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sepanjang 2025, PLN Peduli telah merealisasikan berbagai program, seperti pelestarian ekosistem darat dan laut, pengelolaan _Fly Ash Bottom Ash_ (FABA), pengelolaan sampah/_co-firing_ biomassa, digitalisasi pendidikan, beasiswa dan pelatihan, pemberdayaan difabel dan perempuan, pengembangan UMK, _Electrifying Agriculture_ dan _Electrifying Marine_, hingga pemberdayaan desa.

“Program TJSL PLN kami rancang agar senantiasa selaras dengan pencapaian SDGs, sehingga tidak hanya memberikan manfaat langsung jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian nasional,” ucap Darmawan.

Darmawan melanjutkan, dalam pelaksanaannya, program-program TJSL yang dijalankan oleh PLN senantiasa mendukung visi pemerintah dan secara konsisten melibatkan para pemangku kepentingan dari berbagai lapisan. Di sektor pendidikan, PLN turut menjalankan berbagai program kolaboratif yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui kerja sama dengan TNI dalam program dapur bergizi dengan membangun fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pangkalan TNI Angkatan Udara Atang Sandjaja, Kabupaten Bogor.

Program tersebut merealisasikan penyediaan 3.900 porsi makanan bergizi gratis setiap hari bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sekaligus memberdayakan ratusan tenaga kerja lokal untuk mendukung operasional dapur.

Di sektor kelistrikan, PLN juga terus memastikan pemerataan listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui program sambung listrik yang diperuntukkan kepada masyarakat tidak mampu. Sepanjang 2025, lebih dari 8 ribu keluarga prasejahtera di 12 provinsi telah menikmati manfaat program tersebut.

“Melalui program sambung listrik, kami ingin memastikan keadilan energi benar-benar terwujud, sehingga masyarakat prasejahtera memiliki akses yang setara terhadap listrik untuk meningkatkan kualitas hidup, produktivitas, serta membuka peluang usaha dan pendidikan,” tegas Darmawan.

Sementara di sektor lingkungan, PLN secara konsisten menjalankan program penghijauan berkelanjutan sebagai wujud komitmen _Environmental, Social, and Governance_ (ESG) perusahaan. Sepanjang 2025, sebanyak 53 program penghijauan telah dilaksanakan di 41 lokasi unit PLN dengan total lebih dari 145 ribu pohon berhasil ditanam guna mendukung penyerapan karbon, konservasi tanah, dan tata kelola air.

Tidak hanya itu, untuk mendukung peningkatan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat melalui sanitasi dan air bersih, TJSL PLN membangun ratusan titik sumur bor, pipanisasi di rumah-rumah, penyediaan _septic tank_, toren, unit MCK dan biopori bagi 15.265 penerima manfaat yang tersebar di 18 titik lokasi di seluruh Indonesia.

Selanjutnya, PLN juga terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Pembinaan Mitra dan UMK Naik Kelas yang dilaksanakan secara berkelanjutan melalui 26 Rumah BUMN dan 8 UMK HUB di berbagai daerah. Hingga kini, sebanyak 9.275 UMK telah terdaftar dalam Dashboard TJSL PLN Peduli melalui laman _plnpeduli.id_.

Berbagai upaya peningkatan kapasitas pun telah dilakukan guna mendorong UMK naik kelas dan terus berdaya saing, mulai dari mengikutsertakan dalam kegiatan expo, pameran, peningkatan keterampilan dan pengembangan lainnya, hingga pelaksanaan sertifikasi untuk UMK.

“UMK adalah tulang punggung perekonomian nasional. Melalui program pembinaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, PLN ingin mendorong UMK naik kelas, meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” jelas Darmawan.

PLN juga menunjukkan respons cepat dan kepedulian sosial dalam penanganan bencana di beberapa wilayah Indonesia. Bukan hanya berfokus pada pemulihan kelistrikan pascabencana, PLN juga hadir mendampingi dan menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan lokasi-lokasi lain.

“Pascabencana terjadi, PLN tidak hanya hadir untuk memulihkan listrik, tetapi juga untuk menghadirkan harapan. Kami memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran, serta terus mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk selalu hadir untuk negeri,” tutup Darmawan.(bul)

Jamkrida NTB Syariah Luncurkan e-Buletin Perdana Edisi Ramadan 1447 H

0
Jamkrida NTB Syariah Luncurkan e-Buletin Perdana Edisi Ramadan 1447 H

 

Mataram (Ekbisntb.com) – PT Jamkrida NTB Syariah resmi meluncurkan e-Buletin edisi perdana bertepatan dengan momentum menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Penerbitan buletin ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat transparansi, literasi, serta komunikasi kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Mengusung tema “Energi Kebaikan: Ramadhan Momen Tumbuh Bersama”, e-Buletin ini menghadirkan berbagai informasi strategis terkait peran Jamkrida NTB Syariah sebagai perusahaan penjaminan berbasis prinsip syariah di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Direktur Utama PT Jamkrida NTB Syariah, Lalu Taufik Mulyajati, menyampaikan bahwa penerbitan e-Buletin perdana ini menjadi salah satu langkah perusahaan dalam memperkuat syiar nilai amanah, integritas, dan profesionalisme.

“Ramadan menjadi momentum refleksi dan penguatan nilai-nilai kebaikan. Melalui e-Buletin ini, kami ingin menghadirkan media informasi yang edukatif serta mempererat hubungan dengan masyarakat,” ujarnya.

Dalam edisi perdana ini, e-Buletin memuat sejumlah rubrik utama, antara lain edukasi literasi mengenai penjaminan syariah dan perannya dalam mendukung UMKM, aktivitas budaya kerja perusahaan, kegiatan sosial Ramadan, serta informasi jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H untuk wilayah Kota Mataram dan sekitarnya.

Sebagai perusahaan penjaminan syariah, Jamkrida NTB Syariah terus berupaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha dengan mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, serta bebas dari unsur riba, gharar, dan maisir. Kehadiran e-Buletin ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap fungsi dan kontribusi perusahaan dalam memperkuat perekonomian daerah.

Ke depan, e-Buletin Jamkrida NTB Syariah akan diterbitkan secara berkala sebagai sarana publikasi kegiatan perusahaan, edukasi keuangan syariah, serta informasi yang relevan bagi mitra dan masyarakat luas.

Tentang PT Jamkrida NTB Syariah

PT Jamkrida NTB Syariah merupakan perusahaan penjaminan daerah berbasis prinsip syariah yang berperan dalam mendukung pertumbuhan UMKM serta mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.(r/bul)

190 Tambak Udang Menjalani Aktivitas Usaha di Sumbawa

0
190 Tambak Udang Menjalani Aktivitas Usaha di Sumbawa
Naeli Zakiyah. (Suara NTB/ils)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa, mencatat sekitar 190 tambak udang beroperasi dan terdata dalam Online Single Submission meliputi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

“Skala besar (PMA) ada 8 badan usaha, kalau PMDN kita bagi lagi ada skala besar, menengah, kecil, dan mikro. Skala mikro paling banyak sekitar ada 93 terutama tambak tradisional,” kata Kadislutkan kepada Suara NTB melalui Kabid Budidaya Perikanan Naeli Zakiyah.

Diakuinya, persoalan tambak udang saat ini menjadi atensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terutama badan usaha PMA. Bahkan pemerintah juga sudah melakukan kesepakatan bersama dengan para pengusaha tambak udang khususnya PMA untuk mematuhi aturan.

“Kita fokus dulu ke perusahaan tambak udang dulu skala besar dan menengah dulu ada sekitar 50 badan usaha yang terdata melakukan aktivitas,” ucapnya.
Naeli melanjutkan, sektor pertambakan leading sektor nya berada di Dislutkan berdasarkan produk yang dihasilkan. Tetapi di proses pengurusan izin sangat berkaitan dengan dinas dan instansi lain apalagi prosesnya melalui OSS sebelum PP nomor 25 tahun 2025.

“Jadi, kita ini (Dislutkan) berada di bagian akhir proses perizinan karena sifatnya hanya mengeluarkan rekomendasi saja. Sementara untuk izin lain berada di leading sektor yang lain,” ujarnya.

Rekomendasi itupun hanya diberikan kepada perusahaan yang melakukan aktivitas usaha dengan skala menengah dan besar dengan tingkat resiko yang tinggi. Kalau untuk izin tambak skala kecil dan mikro akan terbit secara otomatis untuk proses perizinannya.

“Persetujuan lingkungannya hanya sebatas pernyataan mandiri, PPKPR juga pernyataan mandiri dan langsung memiliki sertifikasi standar non verifikasi sebagai dasar melakukan aktivitas usaha,” jelasnya.

Berdasarkan PP 51 tahun 2021 tentang perizinan berusaha berbasis resiko untuk tambak skala UMK (usaha mikro kecil) atau kurang atau sampai dengan 10 hektare. Maka surat pernyataan kesanggupan pengolaan dan pemantauan lingkungan hidup (SPPL) akan terbit secara otomatis.

“Aturan itu, menjadikan pengelola tambak udang dengan luas 10 hektare bisa melakukan usahanya hanya berbekal SPPPL, UKL- UPL dan AMDAL, ” jelasnya.

Selain itu, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (LHK) nomor 4 tahun 2021 menjelaskan, untuk tambak dengan luas kurang dari 10 hektare, maka hanya mengantongi SPPL. Sementara untuk luas kurang 500 hektar hanya mengantongi UKL- UPL sedangkan untuk luas lebih dari 500 hektare wajib mengantongi izin AMDAL.

“Aturan itu sudah menjelaskan secara rinci untuk masalah izinnya dan di Sumbawa belum ada perusahaan yang mengelola tambak udang lebih dari 500 hektare,” tukasnya. (ils)

Puasa di Arab Saudi Ditetapkan Rabu 18 Februari 2026

0
Puasa di Arab Saudi Ditetapkan Rabu 18 Februari 2026
Suasana malam pertama Ramadan di Masjidil Haram. (suarantb.com/ist)

Makkah (suarantb.com) – Pemerintah Arab Saudi resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Dengan penetapan ini, Selasa (17/2/2026) menjadi hari terakhir bulan Sya’ban, sekaligus malam pertama umat Islam di Arab Saudi melaksanakan salat tarawih. Malam ini, umat Muslim di dua kota suci, Makkah dan Madinah, mulai menggelar ibadah tarawih. Di Masjidil Haram, pelaksanaan tarawih direncanakan sebanyak 10 rakaat dengan lima kali salam, dilanjutkan tiga rakaat salat witir. Setiap malamnya, satu juz Al-Qur’an akan dikhatamkan dalam rangkaian salat tarawih.

Ramadan menjadi bulan yang paling dinanti di Tanah Suci. Berdasarkan pantauan langsung Suara NTB di kawasan Masjidil Haram, suasana menjelang puasa tampak semakin semarak.

Jumlah jemaah yang datang terus meningkat dan memadati area dalam hingga pelataran masjid. Bahkan, jalan-jalan di sekitar kompleks Masjidil Haram yang biasanya longgar, mulai dipenuhi lautan manusia.

Sejak siang hari, jemaah telah berdatangan untuk beriktikaf. Usai salat Asar, sebagian besar memilih tetap berada di dalam masjid, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, berzikir, serta menunaikan salat-salat sunnah. Antusiasme umat Islam dari berbagai penjuru dunia untuk merasakan Ramadan di Tanah Suci terlihat begitu tinggi.

Momentum ini menjadi kesempatan istimewa bagi jamaah yang berkesempatan menjalani ibadah puasa di sekitar Ka’bah. Mereka berlomba-lomba memaksimalkan waktu dengan ibadah, mulai dari membaca Al-Qur’an hingga memperbanyak doa dan amalan sunnah lainnya.

Ramadan di Masjidil Haram juga identik dengan limpahan takjil, hidangan berbuka dan sahur. Masyarakat setempat maupun dermawan dari berbagai daerah di Arab Saudi berbondong-bondong menyediakan makanan untuk jamaah yang beriktikaf. Menu takjil sederhana seperti kurma dan roti menjadi sajian utama, disertai berbagai hidangan lainnya.

Penetapan 1 Ramadan ini menandai dimulainya bulan suci yang penuh rahmat dan ampunan.

Bagi umat Islam di seluruh dunia, khususnya yang berada di Tanah Suci, Ramadan menjadi momentum besar untuk memperkuat ibadah, memperbanyak amal, serta meraih keberkahan di tempat yang paling dimuliakan. (bul)

Tahun Ini, NTB akan Buka Tiga Penerbangan Internasional

0
Tahun Ini, NTB akan Buka Tiga Penerbangan Internasional
Ervan Anwar (Suara NTB/dok)

PROVINSI Nusa Tenggara Barat (NTB) akan membuka tiga penerbangan internasional dari dan menuju Bandara Internasional Lombok. Ketiga rute baru itu yaitu Lombok – Darwin, Lombok – Perth, dan Lombok – Bangkok. Dalam waktu dekat, tepatnya bulan ini, Pemprov NTB akan membuka penerbangan perdana Lombok – Darwin.

Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar membenarkan pembukaan rute langsung Lombok – Darwin. Rute ini akan menggunakan pesawat Comac C909 berkapasitas 95 penumpang, dengan frekuensi terbang 4 kali seminggu. “Lombok-Darwin mulai akhir Februari ini mulai,” katanya, Selasa, 17 Februari 2026.

Untuk rute Lombok – Perth rencananya akan dibuka pertengahan tahun ini. Disusul oleh Lombok – Bangkok yang diperkirakan pada triwulan ketiga hingga ke empat tahun 2026. Meski yang baru masuk daftar hanya ada tiga penerbangan internasional yang akan dibuka tahun ini. Ervan berharap NTB akan mendapatkan peluang lebih dengan pembukaan rute-rute internasional lainnya.

“LOP-Perth pertengahan tahun, menyusul Bangkok. Yaa semoga ada tambahan rute lain,” harapnya.

Hal serupa disampaikan Direktur Utama TransNusa, Bayu Sutanto. Ia mengatakan, pembukaan rute penerbangan Lombok-Darwin rencananya akan dibuka pada akhir Februari 2026, atau paling lambat awal Maret tahun ini. Menurutnya, fokusnya saat ini adalah membuka penerbangan internasional yang berpotensi besar mendatangkan wisatawan asing, khususnya dari negara-negara dekat dengan Indonesia.

“Dan memang kita fokus untuk penerbangan-penerbangan internasional yang mendatangkan wisatawan-wisatawan macam negara. Jadi, untuk Lombok ini pertama yang kita akan buka adalah Lombok-Darwin, Northern Territory Australia. Dekat lah ya dalam bulan akhir Februari atau awal Maret,” ujarnya.

Setelah Darwin, TransNusa juga menyiapkan pembukaan rute Lombok–Perth seiring penambahan armada pesawat. Rute tersebut ditargetkan mulai beroperasi dalam tahun ini.

“Kemudian berikutnya sesuai dengan penambahan armada kami, kita akan terbang juga dari Lombok Perth. Ya, untuk itu yang dalam jangka pendek tahun ini ya,” lanjutnya.

Bayu menjelaskan, pembukaan rute Australia didorong oleh tingginya arus wisatawan asing yang selama ini masuk melalui Bali dan Jakarta. Lombok diposisikan sebagai destinasi alternatif terdekat dari Bali yang dinilai masih memiliki daya tampung besar.

“Dengan kondisi Bali yang sudah padat, sudah krodit, itu kan para wisatawan ini kan bukan hanya stop di Bali. Jadi kita juga ingin melihat, Lombok ini kan yang paling dekat,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk memastikan rute ini tetap berlanjut, pihaknya akan memastikan penyesuaian harga tiket serta kerja sama dengan pelaku usaha pariwisata agar keterisian penumpang tetap optimal, termasuk untuk penerbangan kembali.

“Makanya itu nanti larinya ke pricing tiket. Kalau penumpang baliknya kosong. Kita harapkan kalau dengan pelaku usaha seperti Travel Legends, kalau dia grup kan enggak kosong,” tambahnya.

Ke depan, setelah Australia, pihaknya juga berencana membuka peluang rute internasional ke negara-negara ASEAN hingga Asia Timur, seiring bertambahnya armada. Namun untuk tahap awal, fokus utama tetap pada pasar Australia. “Yang dibidik saat ini masih Australia. Karena Australia ini kan negara dekat juga,” pungkasnya. (era)