Wednesday, April 22, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 359

Disnakertrans KSB Turun Lapangan Pantau Pembayaran THR

0
Satgas THR Disnakertrans KSB saat melakukan klarifikasi pembayaran THR pada salah satu karyawan toko ritel modern di dalam kota Taliwang, Rabu 26 Maret 2025(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat melakukan berbagai upaya guna memastikan seluruh perusahaan memenuhi kewajiban membayar Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pekerjanya. Selain membuka posko pengaduan bagi pekerja Disnakertrans KSB juga melakukan pemantauan langsung lapangan.

Pemantauan lapangan itu dilaksanakan Disnakertrans KSB dengan cara mendatangi langsung para pekerja. Kepada karyawan perusahaan yang didatangi, Satgas THR Disnakertrans KSB langsung bertanya apakah mereka sudah mendapatkan pembayaran THR dari perusahaannya atau belum. “Hari ini hari pertama tim kami turun lapangan,” kata kepala Disnaketrans KSB, Slamet Riadi, Rabu 26 Maret 2025.

Di hari pertama turun lapangannya, Satgas THR Disnakertrans KSB menyasar perusahaan-perusahaan yang ada di dalam kota Taliwang. Dikatakan Slamet, perusahaan yang dikunjungi dipilih secara sampling mewakili berbagai bentuk kegiatan usaha. “Yang kita datangi karyawan perusahaan finance, karyawan toko modern, terus juga pegawai toko,” urainya.

Dari kegiatan turun lapangan itu, diakui Slamet, setiap karyawan perusahaan yang dikunjungi tim mengaku telah mendapatkan THR. Bahkan ada beberapa perusahan yang telah menunaikan kewajibannya tersebut sejak pekan lalu. “Ya sebagian besar peruaahaan dalam kota Taliwang ini sudah bayar THR karyawannya,” klaim Slamet.

Selanjutnya mengenai aktivitas Posko Pengaduan. Dikatakan Slamet, sejak dibuka pekan lalu hingga kini belum ada satu pun pengaduan yang diterima. Justru beberapa manajemen perusahaan yang datang melakukan konsultasi dan konfirmasi akan segera melakukan pembayaran THR.

“Kalau pengaduan karyawan sama sekali belum ada. Yang ada perusahaan datang konsultasi soal apakah bisa menunda pembayaran gaji untuk mendahulukan THR. Dan gaji karyawannya mereka akan bayar setelah libur lebaran. Jawaban kami boleh sepanjang menjadi kesepatan dengan para karyawan,” beber Slamet.

Secara spesifik, Slamet selanjutnya menerangkan terkait perusahaan yang beroperasi di proyek tambang Batu Hijau. Menurutnya, ada sebanyak 263 perusahaan yang berkewajiban membayar THR karyawan di proyek tersebut. Dan ia memperkirakan saat ini seluruh perusahaan tersebut sudah menuaikan kewajibannya itu. “Setiap hari secara acak kami telepon manajemen perusahaan di sana. Dan mereka semuanya bilang sudah beres untuk THR karyawannya,” tukas Meta sapaan akrab Slamet. (bug)

Program Mudik Gratis Ringankan Beban Masyarakat

0
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana didampingi Forkopimda Kota Mataram melepas secara simbolis pemudik pada program mudik gratis pada, Rabu 26 Maret 2025.(ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Masyarakat mengapresiasi program mudik gratis yang digelar Pemerintah Kota Mataram. Program ini dinilai dapat meringankan beban terutama ongkos saat pulang ke kampung halaman.

Heri (40) warga Kecamatan Sila, Kabupaten Bima merasa bersyukur dengan program mudik gratis yang digelar Pemkot Mataram. Sebagai perantau kata dia, kegiatan ini memberikan dampak yang signifikan terutama mengurangi biaya perjalanan saat mudik ke kampung halaman. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Wali Kota,” katanya ditemui pada, Rabu 26 Maret 2025.

Heri mendaftar program mudik gratis melalui tautan yang beredar di media sosial. Ia bersama dua orang keponakannya didaftarkan dan lolos verifikasi dari petugas. “Saat ada informasi langsung saya daftar,” ucapnya.

Ia mengaku, program ini relatif membantu meringankan biaya. Saat ini, harga tiket bus ke Bima untuk kelas ekonomi mulai dari harga Rp350 ribu-Rp375 ribu. Padahal, harga tiket Rp250 ribu di pada hari normal. Heri tidak bisa membayangkan harga mengeluarkan uang jutaan hanya untuk membeli tiket pulang. “Belum lagi harus beli makan dan kebutuhan lainnya saat di perjalanan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin menjelaskan, latar belakang program mudik gratis ini adalah memfasilitasi masyarakat untuk kembali ke kampung halaman saat lebaran. Pasalnya, mudik menjadi tradisi setiap tahun, sehingga mengurangi kemacetan, keselamatan serta mengurangi beban dari pemudik. “Sasaran pemudik adalah mahasiswa dan karyawan yang beraktivitas di Kota Mataram,” jelasnya.

Ia menyebutkan, empat armada bus yang disiapkan untuk mengangkut penumpang tujuan ke Pulau Sumbawa. Kapasitas penumpang mencapai 180 orang. Dari empat bus lanjutnya, tiga bus tujuan Kabupaten Bima dan Kota Bima. Sedangkan, satu bus tujuan Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu.

Mantan Camat Selaparang memastikan, kendaraan yang digunakan pemudik sangat layak karena dilengkapi dengan fasilitas memadai, sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan. “Di dalam bus disediakan toilet dan diberikan makanan ringan selama di perjalanan,” ujarnya.

Selain itu, pengecekan kendaraan serta kesehatan sopir juga menjadi prioritas. Zulkarwin mengatakan, hasil pemeriksaan kesehatan bahwa sopir yang membawa pemudik dinyatakan sehat dan bebas narkoba.

Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana menambahkan, program mudik gratis ini menjadi tradisi setiap tahun untuk menjembatani kepentingan masyarakat. Program ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama mahasiswa dan karyawan yang bekerja di Kota Mataram. “Saya minta Pak Kadis menambah lagi kendaraannya untuk program tahun depan, supaya pemudik juga mendapatkan kesempatan yang sama,” pintanya.

Kota Mataram kata Mohan, sebagai kota yang sangat terbuka dan menerima siapa saja. Oleh karena itu, ia berpesan agar masyarakat juga turut membantu merawat dan menjaga kota ini dengan baik. (cem)

2025, Pusat Targetkan Kirim 425 Ribu PMI ke Luar Negeri

0
H. Iswandi(ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah pusat pada tahun ini menargetkan bisa mengirim setidaknya 425 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri. Dengan fokus pada pengiriman PMI yang berkompetens serta berskill tinggi. Pemerintah pusat pun kini tengah memetakkan Negara-negara mana saja yang potensial sebagai Negara tujuan pengiriman PMI.

Demikian diungkapkan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Cristina Aryani, saat berbicara dihadapan civitas dan mahasiswa Poltekpar Lombok, Selasa 25 Maret 2025 sore kemarin. Ia mengatakan peluang bekerja di luar negeri cukup besar. Di mana ada sekitar 1,7 juta lowong pekerjaan yang tersedia. Hanya saja, Indonesia sejauh ini baru bisa mengirim sekitar 297 ribu PMI.

“Nah, target kita tahun ini bisa mengirim 425 ribu PMI ke luar negeri,” terangnya. Tentunya melalui prosedur dan mekanisme pengiriman PMI resmi.

Dari sisi pemerintah sudah ada dua skema pengiriman PMI yang disiapkan. Yakni skema kerjasama pemerintah dengan pemerintah (G to G) serta pemerintah dengan private (G to P) dengan beberapa negara sebagai mitra. Diantaranya Jepang, Korea Selatan serta Jerman. “Di negara-negara ini PMI yang banyak dibutuhkan di sektor kesehatan dan manufatur,” ujarnya.

Di luar skema pemerintah tersebut ada juga skema private to private (P to P) yang melibatkan antar agensi. Kemudian skema penempatan PMI untuk kepentingan satu perusahaan yang sama serta skema perseorangan. Di mana untuk tiga skema tersebut pemerintah akan memperkuat proses pengawasannya. Untuk meminimalisir pengiriman PMI secara unprosedural.

Karena pemerintah ingin semua warga negara yang bekerja di luar negeri itu bisa benar-benar mendapat pengawalan. Baik itu sebelumnya pemberangkatan, selama berkerja hingga pulang kembali ke tanah air. “Kami itu punya dua misi. Menghapus kasus PMI bermasalah serta meningkatkan pengiriman PMI berkualitas,” imbuh Cristina.

Dalam hal ini tentu dukungan dari masyarakat sangat diharapkan. Terutama bagi masyarakat yang mau bekerja sebagai PMI di luar negeri. Dengan tetap mematuhi aturan dan prosedur pemberangkatan PMI yang berlaku. Tidak memaksakan diri berangkat menjadi PMI secara unprosedural. Karena itu sama saja dengan semakin menambah beban negara.

“Ketika negara berupaya melindungi warga negaranya di luar negeri namun warga negaranya sendiri yang justru tidak mau mendukung dengan tetap memaksa berangkat sebagai PMI secara unprosedural, inikan persoalan,” tanda mantan anggota DPR RI ini.

Ia menegaskan pemerintah tidak pernah melarang warga negaranya bekerja di luar negeri. Tetapi harus prosedural. Agar memudahkan negara nantinya ketika ada persoalan yang dihadapi warga negara tersebut ketika bekerja di luar negeri.

‘’Inilah pentingnya berangkat menjadi PMI secara prosedural. Supaya negara tahu ada warganya yang bekerja di luar negeri. Sehingga ketika nantinya PMI tersebut bermasalah di negara tempatnya bekerja, negara bisa ikut mengawal dan membantu. Karena itulah fungsi negara, melindungi warga negaranya dimanapun berada,” pungkasnya. (kir)

Sembilan Warga NTB Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan

0
Christina Aryani(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Sembilan warga NTB yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sektor scam online di Myanmar berhasil dipulangkan. Pemulangan sembilan korban ini dilakukan oleh pemerintah pusat berdasarkan surat dari Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Restuardy Daud surat Plt. Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Nomor B-535/LN.00.00/03/2025 tanggal 15 Maret 2025.

Isi surat tersebut terkait dengan ketibaan 564 WNI/PMIB dan 9 di antaranya dari NTB terduga korban TPPO sektor online scam dari Myanmar tanggal 18 hingga 19 Maret 2025 lalu.

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani mengatakan saat ini sembilan warga NTB sudah sampai dengan selamat di NTB. Kemarin, lanjutnya setelah mereka sampai di Jakarta, tiga hari mereka ditempatkan di Wisma Haji, kemudian langsung diterbangkan menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).

“Sudah pulang, kemarin setelah sampai Jakarta mereka ditempatkan di Wisma Haji untuk melakukan proses assesmen. Jadi ada tim lintas institusi itu, ada dari interpol, TNI, polisi, untuk memverifikasi mana yang benar-benar korban TPPO, mana yang bukan,” ujarnya.

Dikatakan, masalah serupa seringkali terjadi di negara Myanmar. Sehingga, pihaknya terus mengimbau generasi muda Indonesia khususnya NTB untuk waspada terhadap iklan lowongan kerja dengan gaji menggiurkan di media sosial.

“Itu jelas kok kalau kita mau teliti, iklan itu iklan-iklan bodong, ilegal. Gaji besar, syarat mudah, tidak perlu urus apa-apa, tidak lulusan tertentu, tapi gaji besar. Ini harus diwaspadai,” imbaunya.

Hal serupa disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos.MH. Ia mengatakan sembilan korban ini tergiur dengan gaji besar dan testimoni menarik yang ditawarkan.

“Betul hari pertama enak. Tapi begitu tidak sampai target untuk mencari orang anda disiksa dan disekap segala macam. Ini orang orang serjana ditipu,” katanya.

Berdasarkan penuturan Gede, sembilan korban TPPO ini awalnya dijanjikan bekerja di Thailand. Namun, sehari di Thailand mereka malah dibawa menggunakan bus ke perbatasan Myanmar. Sampai di lokasi, tutur Gede, jika mereka tidak ingin bekerja, mereka diancam akan dijual organnya.

“Mereka dijanjikan bekerja di Thailand. Tapi ternyata dibawa ke perbatasan  Myanmar daerah terpencil. Disana mereka disekap. Mereka diiming-imingi kerja ringan gaji besar.  Korban scaming online,” ujarnya.

Adapun nama-nama warga NTB yang menjadi korban TPPO di Myanmar adalah Febriyanto Adi Putra dari Bima, Suryadin dari Bima, Ahmad Yani, dari Lopok Beru, Kabupaten Sumbawa, Muryansyah dari Maronge, Kabupaten Sumbawa, Saikah BT Samaring Hamzah dari Labuhan Mapin, Kabupaten Sumbawa, Rismaya Aditiya, Kota Bima, Iwin dari Sumur  Jiri, Putra Ramadhansyah, dari Lopok Beru, Kabupaten Sumbawa, Aji Kurniawan dari Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). (era)

Emas Antam 26 Maret Naik Rp10.000 Menjadi Rp1,769 Juta Per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia pada Rabu (26/3), mengalami kenaikan sebesar Rp10.000 dari hari sebelumnya menjadi Rp1.769.000 per gram dari semula Rp1.759.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik menjadi Rp1.620.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Rabu:
– Harga emas 0,5 gram: Rp934.500.
– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.769.000.
– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.478.000.
– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.192.000.
– ⁠Harga emas 5 gram: Rp8.620.000.
– ⁠Harga emas 10 gram: Rp17.185.000.
– ⁠Harga emas 25 gram: Rp42.837.000.
– ⁠Harga emas 50 gram: Rp85.595.000.
– ⁠Harga emas 100 gram: Rp171.112.000.
– ⁠Harga emas 250 gram: Rp427.515.000.
– ⁠Harga emas 500 gram: Rp854.820.000.
– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.709.600.000.
Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.(ant)

Mentan Segera Cek Pengusaha Beras Nakal Ubah Kemasan Medium ke Premium

0
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pihaknya segera melakukan pengecekan terhadap pengusaha yang terindikasi mengubah kemasan beras medium menjadi kemasan premium, yang merugikan konsumen di Indonesia.

Amran di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya telah mendeteksi adanya indikasi praktik pengubahan kemasan beras medium jadi premium.

“Sudah, di beberapa tempat, kami sudah ambil sampelnya, kami cek, ternyata isinya medium, tapi tulisnya premium,” kata Mentan.

Untuk itu, dia mengingatkan pengusaha agar tidak mengalihkan isi beras medium menjadi premium hanya dengan mengganti kemasan dan label.

Dia mengingatkan bahwa pemerintah akan melakukan pemeriksaan di seluruh Indonesia untuk memastikan praktik curang tersebut dihentikan dan memberikan sanksi tegas bagi pengusaha yang melanggar aturan.

“Sampaikan ke semua pengusaha, jangan medium dialihkan menjadi premium. Isinya medium, tapi tulisnya premium. Karena sebentar lagi kami cek seluruh Indonesia,” tegas Mentan.

Amran juga mengimbau kepada pengusaha untuk menjaga integritas dan tidak merugikan konsumen demi keuntungan semata, seperti yang terjadi pada isu minyak goreng kemasan Minyakita sebelumnya.

“Itu merugikan masyarakat, merugikan rakyat Indonesia. Saya katakan, sampaikan seperti minyak goreng kemarin, kita sampaikan dulu. Kalau tidak berubah, kami akan cek seluruh Indonesia,” tutur Mentan.

Meski telah mengidentifikasi beberapa lokasi yang terlibat, Amran memilih untuk tidak mengungkapkan nama wilayah dan pengusaha yang diduga terlibat dalam praktik mengubah kemasan tersebut, namun dia meminta agar hal itu tidak lagi dilakukan.

“Ya dekat-dekat lah,” kata Mentan ketika awak media menanyakan lokasi temuan indikasi kecurangan kemasan beras medium yang diubah menjadi premium. (ant)

RUPST BNI Tetapkan Putrama Jadi Dirut, Alexandra Wadirut

0
Bank BNI(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menetapkan Putrama Wahju Setyawan menjadi Direktur Utama (Dirut) dan Alexandra Askandar sebagai Wakil Direktur Utama (Wadirut).

Hal itu sebagaimana diumumkan dalam RUPST yang berlangsung di Menara BNI, Jakarta, Rabu.

Putrama adalah bankir yang lama berkarier di BNI. Ia sebelumnya menjabat sebagai direktur sebelum sempat berpindah ke PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) pada 2020-2022.

Ia kembali ke BNI pada 2022 dan pada Maret 2024 diangkat sebagai Wakil Direktur Utama.

Sementara Alexandra sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Adapun Royke Tumilaar telah habis masa jabatannya sebagai Direktur Utama BNI.

Selain Royke, tiga direktur lainnya, yakni Novita Widya Anggraini, David Pirzada, dan Ronny Venir, juga dikabarkan akan menyelesaikan masa jabatannya.

Novita dan David berasal dari Bank Mandiri dan bergabung dengan BNI pada era kepemimpinan Royke. Novita kembali ke Bank Mandiri karena mendapatkan amanah menjadi Direktur Keuangan.

Sedangkan Ronny merupakan bankir yang telah lama berkarier di BNI.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2024, BNI mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Laba bersih perusahaan mencapai Rp21,5 triliun, meningkat 2,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp20,9 triliun.

Pertumbuhan ini didorong oleh transformasi digital yang berhasil meningkatkan tabungan sebesar 11 persen secara tahunan, dari Rp232 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp258 triliun pada tahun 2024.

RUPST BNI semula dijadwalkan pada 13 Maret 2025, namun bergeser menjadi 26 Maret 2025.

Perubahan jadwal itu selaras dengan bank-bank lain yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggeser jadwal RUPST dari 11 Maret menjadi 24 Maret 2025, Bank Mandiri dari 12 Maret menjadi 25 Maret 2025, dan Bank Tabungan Negara (BTN) dari 14 Maret menjadi 26 Maret 2025.

Penyesuaian ini dilakukan guna memastikan seluruh kebijakan yang diambil sesuai dengan regulasi terbaru dan memberikan waktu yang cukup bagi masing-masing perseroan untuk mempersiapkan agenda rapat dengan lebih matang. (ant)

Kemnaker Terima 1.407 Aduan Terkait THR hingga H-5 Lebaran

0
Posko pengaduan THR kemennaker(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Sunardi Manampiar Sinaga mengatakan, pihaknya telah menerima sebanyak 1.407 aduan terkait dengan pembayaran tunjangan hari raya (THR) keagamaan bagi pekerja, per Rabu 26 Maret 2026.

“Hingga tanggal 26 Maret pukul 12.00 melalui posko pengaduan THR, jumlah pengaduan 1.407 aduan,” kata Sunardi saat dihubungi ANTARA di Jakarta.

Dari 1.407 aduan tersebut, 806 di antaranya merupakan aduan THR belum dibayar dari perusahaan, lalu 300 aduan terkait sudah dibayar tetapi tidak sesuai ketentuan, dan 301 laporan terlambat membayar karena sudah terkonfirmasi.

“Hingga saat ini jumlah perusahaan yang diadukan sebanyak 903 perusahaan,” kata Sunardi.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa Kemnaker akan terus melakukan pemantauan proses pembayaran THR pekerja.

“Pemerintah yang dalam hal ini Kemnaker akan memantau terus proses pembayaran THR bagi para pekerja dan kita minta kepada seluruh perusahaan untuk mematuhi ketentuan terkait pembayaran THR,” katanya.

Lebih lanjut, Kemnaker juga telah membuka Posko THR 2025 yang tersebar di kantor kementerian dan dinas ketenagakerjaan (disnaker) di Indonesia guna menerima aduan masyarakat terkait hak tunjangan keagamaan tersebut.

Posko ini dibuka untuk menerima konsultasi penghitungan THR yang berhak untuk pekerja, hingga aduan terkait kepatuhan perusahaan.

Dia mengatakan, terdapat beberapa kendala yang biasanya dilaporkan para pekerja kepada Kemnaker terkait dengan distribusi THR.

“Kita tetap membuka layanan pengaduan melalui Posko THR hingga H+7 Lebaran,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa pembayaran THR merupakan tanggung jawab perusahaan kepada para pegawainya demi menjaga hubungan industrial yang sehat.

“THR merupakan salah satu bentuk perhatian penting oleh perusahaan kepada para pekerjanya dalam memperkuat hubungan emosional antara perusahaan dan pekerja, dalam menjaga hubungan industrial yang positif,” demikian Sunardi. (ant)

Enam Negara Butuh 671.845 Tenaga Kesehatan

0
Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Peluang kerja bagi tenaga kesehatan Indonesia di luar negeri terus meningkat. Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada 14 Maret 2025, skema Private to Private (P to P) mencatat total 671.845 pekerja yang berpeluang bekerja di berbagai negara tujuan.

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, MH, di Mataram, Rabu, 26 Maret 2025 mengungkapkan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang banyak menyerap tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

“Permintaan tenaga kesehatan terus meningkat, terutama di negara-negara seperti Taiwan, Arab Saudi, Jepang, dan Singapura. Ini menjadi peluang besar bagi tenaga medis kita untuk berkarir di luar negeri,” ujar Christina.

Dari data yang dihimpun, Taiwan menjadi negara dengan jumlah permintaan tertinggi, yakni sebanyak 602.889 tenaga caregiver, 700 care taker, dan 64.870 tenaga di panti jompo. Sementara itu, Arab Saudi juga membuka peluang bagi berbagai profesi kesehatan, mulai dari perawat (550), nurse technician (398), hingga specialist nursing (27).

Di Jepang, tersedia 110 posisi untuk caregiver dan 23 untuk perawat. Sedangkan Singapura membutuhkan 300 caregiver serta 200 nurse assistant. Negara lain seperti Selandia Baru dan Kroasia juga membuka kesempatan bagi tenaga kesehatan Indonesia, dengan total permintaan masing-masing 100 dan 440 pekerja di berbagai kategori.

Christina Aryani menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja kesehatan agar memenuhi standar internasional.

“Kami akan memastikan bahwa tenaga medis kita mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan standar global, sehingga dapat bersaing dan memberikan pelayanan terbaik di negara tujuan,” tambahnya.

Dengan semakin luasnya peluang kerja di sektor kesehatan internasional, diharapkan tenaga medis Indonesia dapat mengambil manfaat dari kesempatan ini dan berkontribusi lebih luas dalam dunia kesehatan global.(bul)

Digigit Ular Saat Menginap di Novotel, Wisatawan Dubai Melapor ke BPSK

0
Muna`im(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Wisatawan asal Dubai yang menginap di Hotel Novotel Lombok di Kute, Lombok Tengah mengadu ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), setelah ditimpa kejadian digigit ular di halaman hotel.

Diketahui, wisatan tersebut Bernama Ahmed Samy Niazy Elgharably. Pengaduan melalui kuasa hukumnya ke BPSK ini sudah dibukukan untuk disidangkan.

“Nanti selesai lebaran disidangkan,” kata Kepala Bidang Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Muna`im, SE.,M.Si di ruang kerjanya, Rabu, 26 Maret 2025.

Bidang Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Provinsi NTB sendiri adalah pengampu dari BPSK yang ada di NTB.

BPSK Kota Mataram sedang menangani 12 kasus pengaduan yang masuk. Salah satunya adalah pengaduan dari pengacara korban. Informasi yang diterima dari pengacara korban, tamu ini digigit saat beraktivitas di dalam kawasan hotel.

Dari kejadian ini, manajemen Novotel sudah membawa korban ke rumah sakit Mandalika. Namun selama dua minggu penanganan, tidak juga ada perubahan kesehatan korban.

“Kakinya bengkak. Kemudian di rekomendasikan ke rumah sakit Siloam, namun di rumah sakit Siloam juga tidak ada perubahan menurut pengacaranya, tidak juga sembuh dan semakin bengkak. Sehingga korban pulang ke negaranya,” terang Muna`im.

Di negaranya di Dubai, korban menjalani pengobatan. Namun hingga saat ini, belum juga korban sembuh. Bahkan menurut informasi yang diterimanya, korban mengalami risiko kelumpuhan.

“Dari surat gugatan yang dimasukkan ke BPSK, bagaimana biaya pengobatan selama di Dubai itu tetap menjadi tanggungjawab pihak Novotel. Kendati dari pihak korban juga mengakui selama pengobatan di rumah sakit di Mandalika maupun Siloam, ditanggung biayanya oleh manajemen Novotel. Namun setelah di Dubai, rupanya ada putus komunikasi. Sehingga ditunjuklah 12 pengacara yang berpusat di Bali,” terang Muna`im.

Laporan itulah yang saat ini ditangani dan akan proses mediasi selesai lebaran. Kasus ini termasuk dalam pengaduan konsumen. Persiapan mediasi menurut Muna`im diproses dan dijadwalkan selesai lebaran Idul Fitri ini.(bul)