Wednesday, April 22, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 356

Baru Dibuka, 700 Pendaki Jajal Gunung Rinjani

0
Situasi di kawasan Pelawangan Rinjani. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani disambut antusias tinggi oleh para pendaki. Sejak dibuka mulai 3 April 2025 kemarin, 700 pendaki tercatat sudah menjajal keindahan alam gunung tertinggi ketiga di Indonesia yang dimiliki oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Yarman mengatakan enam jalur pendakian yaitu jalur Senaru di Kabupaten Lombok Utara, jalur Torean di Kabupaten Lombok Utara. Kemudian, jalur Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, jalur Timbanuh di Kabupaten Lombok Timur. Jalur Tetebatu di Kabupaten Lombok Timur, dan jalur Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah telah dipenuhi oleh pendaki. Di jalur konektivtas, yaitu jalur Sembalun, Senaru, dan Torean, tercatat sekitar 400 pendaki melewati jalur ini.

“Artinya, di jalur itu saja full, artinya sekitar 400an, tambahan dari Timba Nuh, termasuk Air Berik, dan Tetebatu juga ada pendakian di situ,” ujarnya saat dihubungi Ekbis NTB, Senin, 7 April 2025.

Disampaikan, pihaknya menyiapkan kuota untuk 700 pendakian, kuota tersebut ludes dalam sesaat. Bahkan banyak pendaki yang komplain karena sedikitnya kuota yang diberikan.

Antusiasme masyarakat di pembukaan jalur pendakian tahun ini, lanjut Yarman jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Terbukti beberapa pemdaki meminta tambahan kuota pendakian. Tingginya permintaan pendakian ini, sambungnya karena TNGR telah meningkatkan pelayanan. Seperti tersedianya toilet di dua kawasan Gunung Rinjani, yaitu Pelawangan dan Danau Segara Anak.

“Beberapa hari ke depan ini penuh, kenapa bisa begitu. Karena salah satu peningkatan kualitas kita. Artinya kita coba membangun toilet, kita program zero waste, kita bangun pemasangan papan himbauan. Kenyamanan itu kita berikan,” jelasnya.

Adapun untuk memastikan para pendaki tidak melanggar penerapan zero waste yang diterapkan oleh TNGR, pihak taman nasional telah memasang CCTV di beberapa titik yang seringkali menjadi tujuan berkemah para pendaki, seperti di Pelawangan, Danau Segara Anak, Pos 2, dan beberapa titik kawasan non pendakian.

Tujuan TNGR meletakkan CCTV di jalur non pendakian untuk menghindari adanya pendaki ilegal yang secara sengaja melewati jalur tidak resmi.

“Ada beberapa CCTV kita pasang di situ. Ada beberapa memang perlu edukasi dari kita juga bagaimana sampah organik, dan kita sudah sampaikan juga untuk sampah organik ini kalau tidak dibawa turun ya diletakkan di pos 2 karena di sana ada tempat sampah, kalau yang pelastik sudah pasti di bawa turun,” terangnya.

Apabila ditemukan adanya pendaki yang melanggar konsep zero waste, pihak TNGR akan memberikan sanksi sesuai dengan jenis pelanggaran yang. Pemberiaj sanksi ini sudah ada dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) Balai TNGR. (era)

Bupati Khawatir Generasi Milenial Enggan Bertani

0
Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE didampingi Dandim Dompu menaiki mesin panen padi saat panen raya di Montabaru, Senin 7 April 2025 kemarin.(ekbisntb.com/ist)

Dompu (ekbisntb.com) – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE bersama wakilnya, Syirajuddin, SH mengikuti panen raya padi secara virtual dengan Presiden Prabowo Subianto, Senin 7 April 2025 pagi. Presiden yang melakukan panen raya di kelompok tani Kabupaten Majalengka Jawa Barat, sementara Bupati Dompu bersama anggota Muspida di kelompok tani Saheko La Owo Kelurahan Montabaru, Kecamatan Woja.

Sebelum mengikuti kegiatan panen raya secara virtual bersama presiden yang diikuti oleh 15 Provinsi se Indonesia, Bupati Dompu bersama wakilnya dan Muspida Dompu lebih awal melakukan panen lahan padi seluas 4 ha milik M Amin Arsyad serta mencoba bajak sawah milik petani di depan lahan milik M Amin menggunakan hand traktor.

Bupati Dompu, Bambang Firdaus mengungkapkan kekhawatirannya pada generasi muda yang enggan bertani. Sehingga pada akhirnya, lahan pertanian yang ada tidak ada lagi petaninya. Ini yang harus terus diedukasi pada generasi muda, untuk mengenal dan terlibat dalam pertanian. Saat ini, system pertanian telah modern. Mulai dari penyiapan lahan, pengolahan lahan, dan panen pun menggunakan system mekanisasi.

Dulu, untuk pengolahan lahan melibatkan orang banyak untuk mencangkulnya dan berkembang menggunakan bantuan ternak kerbau dan sapi. Kini cukup dengan mesin tractor. Begitu juga dengan masa panen, tidak lagi disabit dan dirontokakkan secara manual tenaga manusia, kini sudah ada combine harvester atau mesin panen padi. Selain tidak banyak libatkan orang, system mekanisasi mempermudah dan mempercepat pengolahan sawah dan panen padi.

“Dengan mekanisasi alat pertanian memperkecil lapangan kerja, tapi memudahkaan bagi petani untuk mendapatkan hasil pertanian. Semua ada plus minusnya. Tapi yang utama adalah bagaimana kita mendorong kesejahteraan petani, itu yang menjadi komitmen kita kedepan,” tegas Bambang.

Ketetapan pemerintah soal Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah Rp.6.500 per kg untuk gabah kering panen dan diserap petani akan terus dikawal pemerintah. Ketersediaan bibit, pupuk dan obat – obatan yang dibutuhkan petani. “Sehingga kesejahteraan petani bisa diwujudkan bersama,” harapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, SP pada kesempatan yang sama menyampaikan, target luas tanam Kabupaten Dompu seluas 36.206 ha dengan luas sawah 25.445 ha. Target ini sudah terealisasi seluas 32.328 ha. Luas tanam yang sudah dipanen hingga saat ini seluas 21.725 ha dengan produktivitas gabah 101.624,93 ton atau setara beras 57.880,46 ton. Sementara konsumsi beras Masyarakat Dompu sebanyak 29.869,72 ton, sehingga produksi gabah Kabupaten Dompu mengalami surplus.

Perwakilan Bulog Cabang Bima yang hadir pada acara panen raya virtual ini juga langsung diberi kesempatan menyampaikan kemampuan menyerap gabah petani dan ketersediaan anggaran untuk menyerap gabah petani. Bulog langsung memastikan kesiapan menyerap berapapun gabah petani bekerjasama dengan TNI dan Polri. “Untuk pembayaran, kita bayar langsung ke petani via rekening (transfer) bank dengan harga Rp.6.500 per kg kering panen. Kita ndak bawa uang tunai (cash) untuk menghindari hal yang tidak diinginkan di lapangan,” jawab Dadang, perwakilan dari Bulog Cabang Bima.

Kabupaten Dompu menjadi daerah dengan penyerapan gabah tertinggi di NTB. Dari total serapan gabah petani oleh Bulog NTB sebanyak 56.831 ton, sebanyak 10 persen dari Bulog Bima dan 33 persen diantaranya dari Kabupaten Dompu. (ula)

Panen Raya Padi Serentak, NTB Surplus 290 Ribu Ton di Musim Tanam Pertama

0
Gubernur NTB Dr. H.Lalu Muhamad Iqbal saat panen raya di Desa Teruwai, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Senin 7 April 2025 (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Provinsi NTB menjadi salah satu daerah di Indonesia yang menjadi lokasi pelaksanaan panen raya padi serentak 14 provinsi di Indonesia pada Senin 7 April 2025. Gubernur NTB Dr. H.Lalu Muhamad Iqbal hadir di kegiatan panen raya yang berlangsung di Desa Teruwai, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan panen tersebut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto secara virtual.

Selain di Desa Teruwai, kegiatan panen padi serentak juga berlangsung di sembilan kabupaten/kota lainnya di NTB di lokasi-lokasi yang sudah ditentukan. Sesuai rencana panen raya setempat, Bulog akan melakukan transaksi dengan 18 Poktan dengan estimasi serapan seluruhnya sekitar 112 ton GKP. Jumlah tersebut lebih kurang senilai dengan harga gabah di tingkat petani di tepi sawah sebesar Rp728 juta.

Gubernur Iqbal mengatakan, di tahun 2024 kemarin, Provinsi NTB berhasil surplus padi hampir 155 ribu ton. Di tahun 2025 ini diharapkan hasil panen juga bisa tetap surplus. Di mana sampai musim tanam pertama (MT 1) dari Januari – April 2025, potensi surplus panen sekitar 290 ribu ton. Belum termasuk jumlah panen di musim tanam kedua dan ketiga.

“Artinya bahwa produktivitas kita meningkat, baik karena ekstensifikasi perluasan lahan maupun karena intensifikasi. Lahan yang tadinya hanya menghasilkan 6 – 7 ton, sekarang dengan treatment khusus, dengan gamagora dan penggunaan pupuk organik bisa menghasilkan 11-12 ton per hektare,” kata Gubernur saat panen padi di Desa Teruwai, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.

Gubernur mengatakan, sangat penting untuk mendengar semua keluhan dan masukan dari petani terkait dengan pertanian, misalnya yang berkaitan dengan masalah pengairan, bibit, pupuk, pasca panen dan lain sebagainya. Untuk pupuk, diakui Gubernur, penyaluran pupuk ke petani masih jauh dari rata-rata kebutuhan.

“Baik urea, NPK, maupun NPK formula khusus masih di bawah 10 persen penyalurannya. Sehingga kami ingin mendengar apa masalah yang paling berat dihadapi,” katanya.

Direktur Aneka Kacang dan Umbi (AKABI) Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Dr. Dyah Susilokarti mengatakan, kegiatan ini akan mendukung salah satu program strategis nasional yaitu swasembada pangan nasional. Presiden Prabowo telah menginstruksikan kepada Menteri Pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya melalui peningkatan produksi pangan.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Selain sebagai penyerap tenaga kerja terbesar yaitu 28-30 persen, sektor pertanian juga menghasilkan devisa negara yang jumbo yaitu lebih dari Rp500 triliun.

“Selain itu, sektor pertanian juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi nasional, sumber pedapatan utama rumah tangga petani di pedesaan serta yang lebih penting lagi yaitu mampu menyediakan pangan secara baik bagi penduduk Indonesia,’’ ujarnya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi oleh pertanian semakin kompleks. Salah satunya perubahan iklim ekstrem dan tekanan geopolitik yang semakin dinamis. Kondisi ini akan berdampak terhadap penurunan produksi dan terganggunya distribusi pangan.

“Hal ini berdampak juga terhadap melambungnya harga komoditas pangan yang mengakibatkan tingginya inflasi serta memicu krisis pangan dunia,” katanya.

Karena itulah Kementerian Pertanian dengan menggandeng stakeholder sedang berupaya melakukan sejumlah langkah stategis guna mencapai swasemda pangan, energi dan air, menjamin ketersediaan benih, pupuk dan pestisida, serta melanjutkan hilirisasi berbasis sumber daya alam.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Perum Bulog NTB, Sri Muniati mengatakan, guna menunjang kelancaran serapan di 10 kabupaten/kota di NTB ini, pihaknya telah menurunkan Tim Jemput Gabah sebanyak 33 orang serta menggandeng mitra maklon sebanyak 14 mitra.

Sejalan dengan semangat mekanisasi pertanian dan percepatan produksi kembali yang digaungkan Kementan RI dalam kegiatan Panen Raya ini, maka Bulog juga mendorong kelompok tani secara persuasif untuk bisa semakin maju dan terbuka dengan perkembangan zaman melalui akselerasi pembayaran gabah non tunai (bankable) melalui transfer ke rekening Kelompok Tani.

Meski demikian Bulog tidak bisa memaksakan apabila kelompok tani belum siap dengan pola cashless dan menghendaki pembayaran tetap tunai, Tim Jemput Gabah telah menyiapkan anggaran cukup untuk melayani pembayaran gabah di tempat/lokasi panen.(ris)

Panen Musim Tanam Pertama, Loteng Sumbang 237 Ribu Ton Gabah untuk NTB

0
Bupati Loteng H. L. Pathul Bahri saat panen padi di Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Loteng, Senin 7 April 2025. (ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini sudah masuk fase panen raya musim tanam pertama tahun 2025. Dengan tingkat produksi rata-rata 5,4 ton padi per hektarenya Loteng kini bisa menyumbang hingga 237 ribu ton gabah untuk NTB. Dari total sekitar 900 ribu ton produksi gabah secara keseluruhan pada musim tanam pertama tahun ini di NTB.

“Dengan produksi gabah sebesar itu, khususnya untuk Loteng sendiri pada musim tanam pertama kali ini sudah bisa surplus hingga 90 ribu ton,” ungkap Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.IP.M.AP., kepada wartawan di sela-sela kegiatan panen raya serentak di Desa Teruwai Kecamatan Pujut, Senin, 7 April 2025.

Secara nasional, Loteng termasuk ke dalam 14 kabupaten penyumbang pangan nasional dengan rata-rata produksi per tahun yang cukup tinggi. Pemkab Loteng pun berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan produksi gabah di dalam daerah. Hal ini sebagai bentuk upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Diakuinya, kondisi cuaca pada musim tanam pertama kali ini memang agak kurang bersahabat dengan terjadi bebarapa kali banjir dan angin kencang. Namun kondisi tersebut tidak sampai berdampak atau berpengaruh pada produktivitas pertanian di Loteng. “Cuaca ekstrem tentu ada dampaknya bagi pertanian kita. Tapi tidak begitu signifikan. Terbukti produksi gabah Loteng tetap tinggi,” ujarnya.

Hanya yang jadi persoalan saat ini ialah terkait serapan gabah petani oleh Bulog. Di mana laporan terakhir menyebutkan gabah petani Loteng yang sudah terserap baru sekitar 20 ribu ton. Padahal target yang dicanangkan sebesar 70 ribu ton. Artinya, masih ada kekurangan sekitar 50 ribu ton lagi.

Kekurangan itulah yang oleh Pemkab Loteng terus berupaya dikejar. Koordinasi dengan Bulog dan unsur pendukung lainnya terus diperkuat. Supaya target serapan gabah petani di Loteng bisa tercapai. Jangan sampai target yang sudah diberikan tidak tercapai.

Ada kecenderungan petani kita sekarang lebih memilih untuk menyimpan gabahnya. Walau harga beli gabah petani oleh Bulog cukup tinggi di angka Rp. 6.500 per kg sesuai HPP yang ditetapkan pemerintah pusat. Karena khawatir harga beras akan naik nantinya setelah musim panen selesai. “Kekhawatiran harga beras naik sebenarnya tidak perlu. Karena pemerintah pasti sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk menekan harga beras,” tandasnya. (kir/ham)

Presiden Akui Petani Tulang Punggung Negara

0
Presiden Prabowo Subianto saat panen raya secara daring bersama dengan 14 provinsi di Indonesia, Senin, 7 April 2025. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian yang besar kepada para petani di Indonesia. Karena petani adalah tulang punggung utama negara ini.

‘’Tanpa petani tidak ada negara dan tidak ada juga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),’’ tegasnya pada acara Panen Raya Serentak di 16 provinsi di Indonesia yang digelar secara daring, Senin 7 April 2025.

Untuk Provinsi NTB kegiatan panen raya dipusatkan di Desa Teruwai Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng). Gubernur NTB Dr. H. Lalu M. Iqbal memimpin langsung kegiatan panen raya bersama Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.IP.M.AP. Hadir pada kesempatan itu unsur Forkompinda NTB, Sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, serta para pejabat vertikal dan lingkup Pemprov NTB lainnya.

Presiden mengatakan posisi petani dalam satu negara sangatlah strategis, karena petanilah yang mampu memproduksi pangan untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Bisa dibayangkan kalau pangan tidak ada, negara bisa dalam bahaya. “Tanpa pangan, Negara tidak akan ada,” terangnya.

Dengan alasan itulah wajar kalau kemudian perhatian yang diberikan pemerintah kepada para petani sangat besar. Salah satu bentuk perhatiannya ialah dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pro petani. Mulai dari memastikan ketersedian alat produksi pertanian, seperti benih dan obat-obatan. Hingga penyediaan fasilitas penunjang pertanian. Sampai kebijakan pasca panen, seperti kepastian harga beli gabah petani.

Harapannya, para petani tidak lagi kesulitan untuk bercocok tanam, karena benih hingga pupuk tersedia. Jaringan irigasi memadai dan harga beli gabah di tingkat petani tinggi, sehingga pada akhirnya petani pun senang dan sejahtera. “Prinsipnya, kesulitan petani adalah kesulitan negara. Maka negara harus hadir untuk bisa memberikan solusi dan jalan keluar terhadap kesulitan yang dihadapi petani,” ujarnya.

Lebih lanjut Presiden menjelaskan, saat ini pemerintah pusat terus berupaya melakukan penghematan anggaran negara. Di samping itu juga melakukan upaya-upaya nyata menekan potensi kebocoran anggaran negara. Anggaran hasil penghematan tersebut nantinya bisa diarahkan semaksimal mungkin untuk mendukung kebijakan-kebijakan yang pro petani.

Sehingga petani Indonesia bisa semakin mudah ke depannya dan produksi pertanian meningkat. Kalau produksi pertanian meningkat secara tidak langsung akan mendorong ketahanan pangan nasional. Meningkatkan ketahanan pangan adalah salah satu tujuan negara ke depan.

“Mimpi besar kita ke depan, Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia. Caranya, para petaninya harus diperkuat terlebih dahulu,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Presiden pun mengaku optimis mimpi itu akan bisa terwujud suatu saat ini nanti. Asalkan semua unsur bisa saling mendukung dan bergerak bersama. Pemerintah dari pusat hingga desa juga selaras. Kalau semua pihak sudah punya komitmen yang sama, apapun yang menjadi harapan pastinya akan bisa tercapai.

Sebelumnya, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, di tahun 2024, Provinsi NTB berhasil surplus padi hampir 155 ribu ton. Di tahun 2025 ini diharapkan hasil panen juga bisa tetap surplus. Di mana sampai musim tanam pertama (MT 1) dari Januari – April 2025, potensi surplus panen sekitar 290 ribu ton, belum termasuk jumlah panen di musim tanam kedua dan ketiga.

Peningkatan panen ini, menyebabkan produktivitas meningkat, baik karena ekstensifikasi perluasan lahan maupun karena intensifikasi. Lahan yang tadinya hanya menghasilkan 6 – 7 ton, sekarang dengan treatment khusus, dengan gamagora dan penggunaan pupuk organik bisa menghasilkan 11-12 ton per hektare.

Gubernur mengakui, sangat penting untuk mendengar semua keluhan dan masukan dari petani terkait dengan pertanian, misalnya yang berkaitan dengan masalah pengairan, bibit, pupuk, pasca panen dan lain sebagainya. (kir/ham)

Event Lebaran Topat Lobar Diusulkan Masuk KEN

0
Event Lebaran Topat diadakan Pemkab Lobar di Pantai Duduk, Batulayar, Senin 7 April 2025. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Even Lebaran Topat digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) di Pantai Duduk Batulayar, Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar, Senin 7 April 2025. Event yang merupakan tradisi lebaran Topat warga muslim Sasak ini merupakan event tahunan Pemda Lobar yang digelar bertepatan dengan hari ke 7 bulan Syawal setelah lebaran Idul Fitri. Oleh pemerintah, event ini diusulkan menjadi Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.

Ribuan pengunjung mendatangi Pantai duduk, sebelum pelaksanaan seremonial acara lebaran topat, terlebih dahulu dilakukan ziarah makam yang dilakukan di Makam Batulayar. Usai berziarah selanjutnya Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini bersama Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Jamaluddin berjalan kaki menuju lokasi utama perayaan lebaran topat.

Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini menyatakan bahwa tradisi lebaran topat ini adalah tradisi khas masyarakat Lobar, ke depannya tradisi ini harus dikemas lebih menarik lagi agar ada orang lain selain masyarakat lokal menikmati event Lebaran Topat. “Lebaran Topat ini harus dikemas lebih menarik, supaya ada orang luar yang datang untuk hadir menyaksikan Lebaran Topat,”katanya.

Ke depannya event lebaran topat ini harus skalanya lebih besar, tidak lagi di tingkat kabupaten, bila perlu tingkat provinsi, hingga skala nasional, dengan skala yang lebih besar, tentu dampak ekonomi akan lebih baik lagi bagus masyarakat. “Apalagi rangkaian kegiatan bisa ditarik seminggu sebelum atau setelah Lebaran Topat, pasti akan memberikan dampak kepada masyarakat,”ujarnya.

Misalnya, setelah Lebaran Topat ini, ada event yang digelar, secara terus-menerus sehingga kawasan ini tetap hidup dan menarik minat masyarakat untuk datang atau berlibur Idulfitri di kawasan Senggigi, sehingga tingkat hunian bisa lebih lama dan hotel terisi. “Yang kita sasar itu tamu luar yang mau libur Idulfitri di Lombok Barat dan menginap di Lombok, dengan adanya event Lebaran Topat ini,”harapnya.

Pemprov NTB, seperti disampaikan Kepala Dispar NTB Jamaluddin akan untuk mengajukan event tradisi Lebaran Topat ini masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI. “Ke depannya kita bakal usulkan Lebaran Topat masuk KEN Kemenpar,” katanya.

Tradisi Lebaran Topat ini merupakan event budaya yang tidak boleh hilang dan harus terus dilestarikan, ke depannya event Lebaran Topat ini bukan saja menjadi milik Lombok Barat saja, melainkan harus menjadi milik masyarakat NTB, sehingga untuk itu maka event Lebaran Topat kita upayakan bisa masuk KEN. (her)

Harga Gabah di Lotim Masih Stabil

0
Bupati Lotim, H. Haerul Warisin melakukan panen raya di Wanasaba, Senin, 7 April 2025. (ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Harga gabah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tetap stabil meski memasuki masa panen raya. Pemerintah menjamin harga pembelian gabah kering panen (GKP) sebesar Rp 6.500 per kilogram melalui Perusahaan Umum Bulog, memberikan kepastian bagi kesejahteraan petani.

Hal ini disampaikan Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, dalam acara panen raya padi serentak secara daring di Kelompok Tani Lauk Untas, Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Senin 7 April 2025.

H. Iron –sapaan akrabnya menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah di Wanasaba, dengan produktivitas mencapai rata-rata 7 ton per hektare. “Alhamdulillah tanaman padi di sini sangat bagus, terhindar dari serangan hama dan cuaca ekstrem yang melanda daerah lain,” ujarnya.

Bupati menegaskan Bulog wajib membeli gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram. “Tidak ada alasan Bulog menolak. Gabah kering petani harus dibeli dengan harga itu, bahkan di pinggir jalan sekalipun,” tegasnya.

Ia juga menekankan Bulog tidak boleh kekurangan dana dalam menyerap gabah, mengingat tugas utamanya adalah mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kita harus berdaulat pangan, tidak boleh lagi impor beras. Lombok Timur sebagai lumbung pangan harus dijaga,” tambahnya.

Bupati mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap Lotim sebagai salah satu penyangga pangan nasional. Namun, ia mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat membayar pajak untuk mendukung pembangunan daerah, mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Di sisi lain, masalah klasik seperti kelangkaan tenaga panen dan minimnya alat mesin pertanian (alsintan) masih menjadi kendala. Warisin berharap Dinas Pertanian dapat mengajukan penambahan alsintan ke pusat untuk menekan biaya panen.

Kabar baik datang dari ketersediaan pupuk bersubsidi yang kini lebih lancar. Bupati meminta petani yang masih kesulitan mendapatkan pupuk segera melapor ke Dinas Pertanian untuk dimasukkan dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Pemerintah juga berencana menempatkan Pendamping Lapangan (PL) pertanian di setiap desa untuk meningkatkan produktivitas.

Acara panen raya ini dihadiri oleh Kapolres Lotim, Dandim 1615 Lotim, Kepala Dinas Pertanian, Kacab Bulog, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung sektor pertanian.

Dengan harga gabah yang stabil dan dukungan penuh dari pemerintah, petani Lotim diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Pimpinan Cabang Bulog Lotim, Supermansyah menegaskan penyerapan beras tahun 2025 ini ditarget 34-35 ribu ton. Setiap hari Bulog siap melakukan pengadaan langsung dari petani dengan harga Rp 6.500 per kg GKP. Target penyerapan Bulog setiap hari 1.000 ton, sehingga sampai panen raya berakhir ditarget semua target penyerapan tuntas. (rus)

Panen Raya Bersama Presiden Prabowo, BULOG NTB Beli Gabah Petani Senilai Rp728 Juta

0
Gubernur NTB, Lalu. Iqbal melakukan panen raya serentak nasional, bersamaan dengan 14 provinsi di Indonesia(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Presiden Prabowo Subianto melakukan kegiatan panen raya padi serentak di 14 provinsi di Indonesia, Senin, 7 April 2025. Presiden Prabowo melakukan panen langsung di Majalengka, Jawa Barat. Diikuti secara daring di 14 provinsi di Indonesia.

Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum BULOG NTB, Sri Muniati juga mengikuti kegiatan panan raya ini dari Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Bersama Gubernur NTB, Lalu. Iqbal, dan Bupati Lombok Tengah, Fathul Bahri.

Sesuai dengan Surat Kementerian Pertanian RI Nomor B-1527/HM.020/A/ 04/2025 tanggal 04 April 2025 perihal Panen Raya Padi Serentak 14 Provinsi yang ditujukan kepada 172 Bupati/Walikota se-Indonesia.

Sesuai rencana panen raya di tingkat petani, BULOG NTB juga melakukan transaksi pembelian gabah dengan 18 kelompok tani (poktan) se NTB. Dengan estimasi total serapan gabah kering panen (GKP) mencapai sekitar 112 ton, dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp728 jutacsesuai dengan harga gabah di tingkat petani. Rincian serapan GKP per wilayah adalah Kabupaten Lombok Tengah (Ds. Teruwai, Kec. Pujut): 9 poktan, estimasi serap 25 ton.

Kota Mataram (Mapak Indah, Kel. Jempong Baru, Kec. Sekarbela): 2 poktan, estimasi serap 14 ton. Kabupaten Lombok Barat (Rumak Barat Selatan, Desa Rumak, Kec. Kediri): 2 poktan, estimasi serap 10 ton. Kabupaten Lombok Timur (Desa Wanasaba Kec. Aikmel): 1 poktan, estimasi serap 4 ton.

Kabupaten Lombok Utara (Dusun Serimbun Desa Dangiang Kec. Kayangan): 1 poktan, estimasi serap 1,2 – 2 ton. Kabupaten Sumbawa Barat (Desa Rempe, Kec. Seteluk): 1 poktan, estimasi serap 25 ton. Kabupaten Sumbawa (Orong Pari Kecamatan Moyo Hilir): 1 poktan, estimasi serap 6 ton. Kabupaten Bima (Desa Teke Palibelo): 1 poktan, estimasi serap 10 ton.

Sri Muniati menegaskan, untuk memastikan kelancaran penyerapan gabah, BULOG NTB menerjunkan 33 personel Tim Jemput Gabah dan menggandeng 14 mitra maklon. BULOG juga mendorong kelompok tani untuk memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai (bankable) melalui transfer rekening, sejalan dengan semangat mekanisasi pertanian. Namun, BULOG tetap mengakomodir pembayaran tunai bagi kelompok tani yang belum siap dengan sistem cashless.

Secara keseluruhan, Kantor Wilayah BULOG NTB menerima target pengadaan gabah dan beras PSO Dalam Negeri tahun 2025 sebanyak 180.600 ton setara beras. Hingga 6 April 2025, realisasi serapan gabah di NTB telah melampaui target awal sebesar 18.944 ton atau 258%, mencapai 48.896 ton GKP. Akibatnya, kantor pusat BULOG melakukan penyesuaian target serapan gabah baru untuk NTB menjadi 56.831 ton GKP.

Sementara itu, realisasi serapan beras medium PSO broken 25% baru mencapai 8.654 ton dari target yang disesuaikan sebesar 150.264 ton. Total realisasi serapan Kanwil NTB hingga 6 April 2025 adalah 34.755 ton setara beras atau 28,48% dari target berjalan. Serapan ini berasal dari 1.273 gabungan kelompok tani (gapoktan) di seluruh NTB.

“Kontribusi terbesar dalam serapan gabah/beras PSO berasal dari wilayah operasional Kanwil NTB (43%), diikuti oleh kantor cabang Sumbawa (20,18%), Lombok Timur (19,16%), dan Bima (17,35%). BULOG NTB optimis dapat meningkatkan serapan selama puncak panen raya bulan April 2025,” ujarnya.

“BULOG NTB menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemerintah pusat dan daerah, TNI AD, Dinas Pertanian, TPID, POLRI, kelompok tani, dan pihak swasta,” tambahnya.

BULOG NTB menegaskan komitmennya untuk menyerap hasil panen petani lokal secara optimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) demi memperkuat stok pangan nasional dan mendukung kesejahteraan petani. BULOG juga akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran serapan gabah dan beras di Provinsi NTB selama masa panen raya.(bul)

Panen Raya Bersama Presiden

0
Panen Raya(ekbsintb.com/ist)

Rencana Lokasi Panen Bersama Bapak Presiden:
1. Jawa Timur: Desa kartoharjo, Kec. Ngawi, Kab. Ngawi
2. Kalimantan Barat: Desa Mensere, Kec. Tebas, Kab. Sambas
3. Jawa Tengah: Desa Ngombakan, Kec. Polokerto, Kab. Sukoharjo
4. Sumatera Selatan: Desa Cahya Maju, Kec. Lempuing, Kab. Ogan Komering Ilir
5. Jawa Barat: Desa Gandawesi, Kec. Ligung, Kab. Majalengka
6. Aceh: Desa Gampong Tumbo Baro, Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar
7. NTB: Desa Teruwai, Kec. Pujut, Kab. Lombok Tengah
8. Banten: Desa Pamengkang, Kec. Kramatwatu, Kab. Serang
9. Lampung: Desa Trimurjo/Adipuro, Kec. Trimurjo, Kab. Lampung Tengah
10. Sumatera Utara: Desa Paya Mabar, Kec. Tebing Tinggi, Kab. Serdang Bedagai
11. Yogyakarta: Desa Kedungsari, Kec. Pengasih, Kab. Kulon Progo
12. Kalimantan Tengah: Desa Pantik, Kec. Pandih Batu, Kab. Pulang Pisau
13. Kalimantan Selatan: Desa Puntik Dalam, Kec. Mandastana, Kab. Batola
14. Sulawesi Selatan:
– Desa Boribellaya, Kec. Turikale, Kab. Maros
– Desa Samaelo, Kec. Barebbo, Kab. Bone.
– Kelurahan Manggalekana, Kec.. Labakkang, Kab. Pangkep.
– Desa Tawakue, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur.
– Desa Abbokongeng, Kec. Kulo, Kab. Sidrap.
– ⁠Desa Kalukuang, Kec. Galesong, Kab. Takalar.

Mau Lebaran Topat, Lebih Efisien Beli Ketupat dan Opor yang Sudah Masak

0
Pedagang ketupat yang sudah jadi di Jalan Airlangga Kota Mataram. (ekbisntb.com/ham)

Lombok (ekbisntb.com) – Sehari jelang Lebaran Topat atau Lebaran Ketupat di Kota Mataram, penjualan makanan khas Lebaran Topat seperti ketupat, lontong, opor ayam, telur, dan sate meningkat di Mataram.

Sejak Minggu, 6 April 2025 sore, banyak pedagang yang sudah menjajakan dagangannya di sepanjang jalan Jalan Abdul Kadir Munsyi, Punia Mataram, dan Jalan Airlangga Mataram.

Di sepanjang jalan ini, kita akan banyak menemukan penjual dadakan yang menjual ketupat, lontong, opor ayam, opor daging, opor telur, sate hingga jajajan tradisional Lombok, bantal.

Sumarni, salah satu penjual, mengatakan dirinya sudah berjualan sejak minggu sore dan banyak yang membeli. Bahkan, pada Minggu malam, dagangannya tersisa sedikit.

“Alhamdulillah, penjualan ketupat, opor ayam, dan sate sangat bagus. Banyak orang yang membeli untuk persiapan Lebaran Topat,” kata Sumarni.

Untuk 5 ketupat dijual dengan harga Rp15.000. Begitu juga dengan bantal dijual dengan harga Rp15.000. Sementara lontong, opor ayam, opor telur, daging disesuaikan dengan pesanan pembeli.

Salah satu pembeli, Icha mengaku lebih baik membeli ketupat dan bantal daripada harus membuat sendiri. Menurutnya, untuk membuat sendiri membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga semakin mahal.

‘’Belum kita harus masak. Beli untuk kebutuhan opor, seperti telur, daging ayam atau daging sapi. Lebih baik kita beli. Jadi lebih hemat dan efisien,’’ ujarnya.

Beda halnya dengan Derus. Dirinya lebih senang membuat ketupat, lontong atau opor sendiri, karena membuat dalam jumlah banyak. Beda halnya dengan orang yang tinggal di kota yang hanya membeli untuk keperluan sendiri, sementara dirinya juga harus membuat untuk keluarga dan tetangga yang datang ke rumahnya.

Meski demikian, diakuinya, untuk memasak ketupat atau lontong dalam jumlah banyak membutuhkan waktu cukup lama. ‘’Untuk masak saja butuh waktu 3 jam. Tapi itu bisa bertahan 3 hari, insyaallah, lontong dan ketupatnya tidak rusak,’’ terangnya. (ham)