Wednesday, April 15, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 327

BSI Bank Syariah Pertama di Dunia Luncurkan Muslim Consumption Index

0
Bank Syariah Indonesia(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjadi bank syariah pertama di dunia yang meluncurkan indeks konsumsi masyarakat Muslim melalui BSI Muslim Consumption Index yang akan dirilis dalam gelaran BSI Global Islamic Finance Summit (GIFS) 2025.

Chief Economist BSI Banjaran Surya Indrastomo menyatakan bahwa peluncuran indeks tersebut merupakan inovasi perseroan untuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Belum ada bank syariah manapun di luar (negeri) yang mengeluarkan indeks ini,” kata Banjaran dalam Press Conference BSI Global Islamic Finance Summit 2025, yang dikutip di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan pengembangan BSI Muslim Consumption Index juga bertujuan untuk melengkapi informasi mengenai tren ekonomi dan keuangan syariah yang telah banyak dikaji oleh berbagai institusi, akademisi, maupun lembaga riset di dunia.

Salah satu indeks ekonomi dan keuangan syariah yang sering digunakan adalah State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report yang dirilis oleh DinarStandard, lembaga riset yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab.

Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-3 sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia, menurut SGIE Report 2023/2024.

Penilaian dalam laporan tersebut berdasarkan enam Global Islamic Economy Indicator (GIEI), yakni keuangan syariah, makanan dan minuman halal, tren berbusana santun atau modest fashion, kosmetik dan farmasi halal, pariwisata ramah Muslim, serta media dan rekreasi.

“Tetapi, what is missing (apa yang terlewatkan dalam laporan indeks SGIE tersebut) adalah kalau kita berbicara mengenai ekonomi di negara yang berbasis Muslim sebetulnya dasar utamanya adalah konsumsi dari Muslim itu sendiri,” ucap Banjaran.

Ia menuturkan pihaknya mengembangkan BSI Muslim Consumption Index berdasarkan data real transaction dengan mengacu pada high-frequency big data yang dimiliki BSI untuk memberi gambaran mengenai bermacam tren konsumsi masyarakat Muslim di Indonesia.

Ia mengatakan indeks tersebut juga diharapkan dapat memberikan sudut pandang baru bagi para pembuat kebijakan, mengingat konsumsi rumah tangga berkontribusi sekitar 54 persen terhadap perekonomian nasional pada 2024.

“(BSI Muslim Consumption Index) ini akan keluar (dirilis) secara bulanan. Media outlet-nya nanti bisa melalui official channel BSI,” ujar Banjaran.

BSI Global Islamic Finance Summit 2025 akan dihelat pada 29 April 2025 di Jakarta. (ant)

Bersama Presiden Prabowo, NTB Ikut Sukseskan Gerakan Tanam Padi Serentak di Indonesia

0
Gerakan Menanam Padi Serentak di 14 provinsi(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Presiden RI Prabowo Subianto memimpin Gerakan Menanam Padi Serentak di 14 provinsi, dengan pusat kegiatan nasional berlangsung di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Pemulutan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Rabu, 23 April 2025. Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo turut menebar benih padi menggunakan teknologi drone sebagai simbol modernisasi pertanian Indonesia.

Kegiatan yang dilakukan secara hybrid ini juga berlangsung serempak di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi NTB, yang dipusatkan di Kelompok Tani Pohdane Utara, Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Di NTB, prosesi menanam padi dipimpin langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, didampingi Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, perwakilan PT Pupuk Indonesia NTB, anggota Forkopimda NTB dan Lombok Barat, serta jajaran kepala OPD provinsi dan kabupaten. Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh para bupati se-NTB, Forkopimda kabupaten, dan sejumlah OPD setempat.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mempercepat modernisasi sektor pertanian nasional. Ia berharap penggunaan teknologi seperti drone dapat menjadi solusi inovatif dalam pertanian masa depan.

“Kepada para petani kita berharap ke depan punya rumah bagus, punya mobil, karena mereka memang harus punya. Anaknya sekolah bagus, dididik dengan baik. Saya sangat senang tiap kali melihat suatu keberhasilan yang nyata,” ujar Presiden Prabowo dengan penuh semangat.

Presiden juga menyatakan harapannya agar Indonesia mampu memimpin revolusi hijau kedua dan menjadi lumbung pangan dunia, bukan hanya mencapai swasembada pangan.

“Terbukti, kita bisa membantu negara tetangga dari sisi kemanusiaan. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ungkapnya.

Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Pertanian, para gubernur, bupati, pemimpin daerah, dan kelompok tani yang telah berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Ia menekankan bahwa negara yang kuat dibangun oleh petani yang makmur dan berdaya.

“Negara yang kuat adalah petani kuat, petani makmur. Saya senang kalau petani makmur, punya rumah bagus, mobil, dan anak yang mendapat pendidikan berkualitas,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB, Lalu Iqbal, menggelar dialog dengan salah satu kelompok tani di lokasi untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran pupuk sebagai salah satu pendukung produksi padi.

Hamka, perwakilan dari Kelompok Tani Aneka Tani yang juga pengecer pupuk, menyampaikan bahwa distribusi pupuk sudah dilakukan bahkan sebelum masa tanam dimulai. Pupuk sangat tersedia. Sehingga bukan menjadi persoalan bagi petani.

“Baru mulai tanam, pupuk sudah kami distribusikan. Bahkan sebelum tanam, pupuk sudah siap di tangan petani,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Penjualan Nusra PT Pupuk Indonesia, Hijradma Pandika, memastikan ketersediaan pupuk di NTB dalam kondisi aman dan siap ditebus untuk memenuhi kebutuhan musim tanam. Ia merinci data stok pupuk di NTB saat ini, Urea: 46.141 ton. NPK: 31.313 ton. Organik: 1.745 ton.

Dengan ketersediaan pupuk dan dukungan teknologi serta kebijakan yang berpihak pada petani, diharapkan pertanian Indonesia dapat melesat maju menuju kemandirian dan kesejahteraan berkelanjutan.(bul)

Kebijakan Pupuk Presiden Prabowo Tingkatkan Luas Panen dan Produksi Beras

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono(ekbisntb.com/ist)

Bali (ekbisntb.com) – Perubahan kebijakan pupuk bersubsidi yang ditetapkan Presiden Republik (RI) Prabowo Subianto mampu memberikan hasil positif bagi ketahanan pangan. Penyederhanaan regulasi dan perbaikan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi yang telah dijalankan mendorong peningkatan luas panen dan produksi beras, dimana pada periode Januari-April 2025 diproyeksikan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

“Apa yang sudah kita lakukan (penyederhanaan regulasi dan perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi, Red) mendorong tingginya penebusan pupuk bersubsidi oleh petani. Hingga saat ini petani sudah menebus sekitar dua juta ton pupuk bersubsidi. Inilah yang mendorong produktivitas beras kita tertinggi,” ujar Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono saat berada di Bali, Rabu 23 April 2025.

Pada empat bulan di awal tahun ini, potensi luas panen padi nasional diperkirakan mencapai 4,56 juta hektare (ha). Luasan ini setara dengan 13,95 juta ton beras.

Sebagai perbandingan luas panen padi pada periode yang sama tahun lalu hanya 3,57 juta ha, dengan demikian ada peningkatan 27,69 persen. Sementara produksi beras tahun 2024 sebesar 11,07 juta ton, sehingga tahun ini diperkirakan naik sekitar 25,99 persen.

Pada forum internasional industri pupuk yang salah satunya dihadiri oleh Pupuk Indonesia, Wamentan menyampaikan bahwa produktivitas tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan beras dalam negeri, Indonesia tidak perlu impor beras. Adapun konsumsi beras nasional di bulan Januari hingga April 2025 sekitar 10,37 juta ton, sehingga masih surplus.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, untuk mewujudkan percepatan swasembada pangan, Presiden Prabowo telah banyak melakukan perubahan kebijakan pupuk bersubsidi. Adapun dampak yang paling dirasakan oleh petani atas perubahan tersebut, yaitu pupuk bersubsidi dapat ditebus petani terdaftar melalui aplikasi i-Pubers Pupuk Indonesia sejak 1 Januari 2025.

Wamentan mengungkapkan, penebusan pupuk bisa dilakukan mulai awal tahun karena Pemerintah telah banyak melakukan penyederhanaan regulasi. Sebelumnya ada 70 regulasi yang mengatur pupuk bersubsidi, mulai dari Undang-undang (UU), Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Presiden (Perpres), hingga Instruksi Presiden (Inpres). Selain itu juga masih harus menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur dan SK Bupati/Walikota sebelum pupuk bersubsidi didistribusikan. Mulai tahun 2025, SK tersebut tidak lagi diperlukan.

“Itu kenapa ketika petani membutuhkan pupuk bersubsidi, pupuknya tidak ada. Pupuk bersubsidi baru datang ketika petani sudah panen. Presiden menginstruksikan untuk menyederhanakan sistem yang rumit, termasuk regulasi,” ujarnya.

Wamentan menambahkan, untuk mendukung kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di tahun 2025, Pemerintah juga menyederhanakan alur distribusinya. Apabila sebelumnya, pupuk bersubsidi didistribusikan melalui produsen, distributor, pengecer, dan ke petani. Tahun ini, alur tersebut diubah, dari produsen langsung menuju titik serah (Poktan/Kelompok Pembudidaya Ikan/Pengecer) dan ditebus oleh petani.

Perubahan berikutnya yaitu pemutakhiran data Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) dapat dilakukan kapanpun di tahun berjalan. Sementara tahun 2024 dapat diubah per empat bulan sekali di tahun berjalan, sedangkan tahun-tahun sebelumnya harus menunggu pergantian tahun atau pada penetapan alokasi baru.

Wamentan melanjutkan, Pemerintah juga mengembalikan sejumlah kebijakan, diantaranya memasukkan pembudidaya ikan sebagai penerima pupuk bersubsidi. Selain itu juga kembali menetapkan SP-36 dan ZA sebagai pupuk bersubsidi.

Pemerintah juga menambahkan ubi kayu atau singkong sebagai komoditas penerima pupuk bersubsidi. Sebelumnya hanya sembilan komoditas yang bisa mendapatkan pupuk bersubsidi, yaitu padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, kakao, kopi, dan tebu.

Terakhir, mulai tahun ini penetapan alokasi pupuk bersubsidi tingkat provinsi dan kabupaten/kota dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian setempat. Dengan demikian prosesnya lebih sederhana.

Lebih lanjut ia menambahkan, perubahan kebijakan ini juga dilakukan di tahun 2024. Diantaranya petani terdaftar cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke kios Pupuk Indonesia untuk melakukan penebusan, tidak perlu lagi diwajibkan melakukan foto dengan produk pupuk bersubsidi yang ditebus. Sementara bagi petani terdaftar yang tidak bisa datang ke kios untuk melakukan penebusan karena sakit, dapat diwakilkan oleh keluarga atau Poktan.

Pemerintah di tahun 2024 juga menetapkan anggaran subsidi pupuk berbasis pada volume kebutuhan. Di tahun tersebut, Pemerintah menaikkan alokasi pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton. Untuk meningkatkan tata kelola, Pemerintah membuat virtual account. Dengan demikian, pembayaran pupuk bersubsidi by name by address atau per Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Pupuk ini penting. Karena populasi kita besar, maka kebutuhan pangan juga besar. Supaya kita mendapatkan pangan yang besar, panen kita juga harus besar. Kalau mau panen yang besar, menanamnya juga harus besar. Jika menanamnya besar maka jumlah pupuknya juga harus besar. Sehingga kebutuhan pupuk kita besar,” tandas Wamentan.(r)

Perampingan OPD, Pemprov NTB Hemat Hingga Rp200 Miliar

0
Karo Organisasi NTB, Nursalim. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat hemat hingga ratusan miliar sebab perampingan struktur birokrasi mulai dari pejabat eselon II, eselon III, hingga ke eselon IV di lingkungan Pemprov NTB. Perampingan ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah untuk menekan belanja pegawai agar mencapai 30 persen pada 2027.

Kepala Biro Organisasi, Nursalim mengatakan langkah ini diperkirakan mampu menghemat anggaran hingga Rp200 miliar per tahun.

“Untuk real belum kita fiks kan, karena perlu kita sandingkan datanya. Tapi ini hanya estimasi, sesuai sambutan gubernur, kita akan menekan gaji pegawai secara bertahap,” ujarnya, Rabu, 23 April 2025.

Rincian anggaran yang terdampak penghematan setelah adanya perampingan OPD ini, diantaranya yaitu tambahan penghasilan pegawai (TPP), tunjangan jabatan dan biaya operasional. Penghematan gaji pegawai akan dilakukan secara bertahap. Di tahap pertama estimasi yang akan dihemat sebesar Rp5 miliar sampai Rp 10 miliar.

Nursalim menjelaskan, TPP Kepala OPD berkisar antara Rp20 juta hingga Rp25 juta per bulan. Bila diasumsikan ada 7 pejabat eselon II yang dipangkas, dengan TPP Rp20 juta per bulan, maka penghematan bisa mencapai Rp1,68 miliar per tahun. Belum termasuk tunjangan jabatan eselon II sebesar Rp3 juta per bulan.

Penghematan terbesar ada pada biaya operasional kantor yang melekat pada jabatan struktural, termasuk penggunaan fasilitas kantor, listrik, air, pemeliharaan gedung dan kendaraan dinas.

“Menurut perhitungan kami, total penghematan bisa mencapai Rp200 miliar per tahun,” terangnya.

Sisiran anggaran hasil penghematan ini nantinya akan dikembalikan pada program-program prioritas daerah seperti program ketahanan pangan. “Tapi program itu harus dikembalikan pada program lainnya, seperti program ketahanan pangan yang digabung ke Dinas Pertanian,” sambungnya.

Karo Ekonomi ini optimis apa yang diinginkan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal bisa tercapai, karena ini memang kewajiban pemerintah daerah untuk menghemat belanja pegawai.

Berdasarkan usulan jumlah tujuh dinas yang digabung, dua biro pada sekretariat daerah. Sementara untuk badan tidak ada yang digabungkan.

“Nanti ada penyesuaian nomenklatur di bidangnya, dalam rangka lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan tugas,” pungkasnya. (era)

Pascadirevitalisasi Pengunjung Eks Pelabuhan Ampenan Meningkat

0
Suasana objek wisata eks Pelabuhan Ampenan setelah direvitalisasi. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Setelah dilakukan revitalisasi oleh Pemerintah Kota Mataram, pengunjung wisata eks Pelabuhan Ampenan ramai dikunjungi wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra menyampaikan, setelah direvitalisasi peningkatan pengunjung sangat signifikan. Hal demikian, terlihat sejak diresmikan beberapa waktu lalu, terutama pada saat hari libur.

“Sebelum direvitalisasi mungkin sekitar 1.000 pengunjung. Kalau sekarang bisa meningkat menjadi 2.000. Melihat setelah dilakukan revitalisasi pengunjung mulai ramai di situ,” ungkapnya pada Selasa, 22 April 2025.

Menurutnya, berdasarkan uji petik yang dilakukan. Peningkatan pengunjung ini dilihat dari segi mobilitas kendaraan yang datang mencapai 1.000 kendaraan roda dua. Jika kalkulasikan satu motor diisi dua orang penumpang, maka objek wisata eks Pelabuhan Ampenan kedatangan pengunjung mencapai 2.000 orang. Jumlah tersebut belum ditambah dengan pengunjung yang menggunakan kendaraan roda empat. “Sebelum diresmikan pembangunannya sudah jadi pada awal Januari dan itu pengunjungnya meningkat lebih dari 2.000,” jelas Cahya.

Pengunjung di objek wisata eks Pelabuhan Ampenan ramai dikunjungi pada sore hari. Pasalnya, wisatawan menantikan matahari terbenam. Kendati demikian pihaknya menyiapkan tim kebersihan. Untuk melakukan kebersihan mulai sebelum puncak keramaian, dari jam 16.00-17.00 Wita di seluruh area wisata,” ucapnya.

Meski demikian, Plt. Camat Sekarbela ini juga mengumumkan kepada pengunjung untuk membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan pengelola melalui pengeras suara yang ada di kawasan wisata eks Pelabuhan Ampenan.

“Kami minta kesadarannya. Sampah tidak hanya tanggung jawab pemerintah. Namun, pedagang dan pengunjung juga ikut andil dalam menjaga kebersihan,” pesannya.

Diketahui, Kota Mataram akan kedatangan tamu 25 duta besar (dubes) negara sahabat pada bulan Mei 2025 dan akan berkunjung ke tempat bersejarah di Pulau Lombok, salah satunya objek wisata disinggahi yakni, eks Pelabuhan Ampenan. (pan)

Pertamina Sukses Layani Mudik dan Arus Balik 2025 Dengan Lancar

0
Armada Pertamina(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menutup pelaksanaan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2025 pada 14 April 2025.

Pasukan khusus Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus jaga pasokan energi dengan aman pada masa Ramadhan dan Idul Fitri 2025, mulai dari arus mudik hingga arus balik.

Pada masa arus mudik dan arus balik, perjalanan masyarakat NTB terpantau aman dan lancar. Pada tahun ini, pengaturan pengamanan dan rekayasa lalu lintas sebagaimana dilaksanakan Polda NTB patut diapresiasi, sejumlah peran pendukung seperti sarana beristirahat dan ketersediaan energi memegang peranan penting dalam mendukung lancarnya lalu lintas yang padat terutaman menjelang perayaan hari raya. Sehingga musim Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2025 dapat berlangsung dengan lancar, aman dan penuh kebahagiaan bagi seluruh masyarakat NTB.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Aji Anom Purwasakti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga kelancaran layanan energi selama masa Satgas. Aji menyampaikan, terjadi kenaikan konsumsi energi, mulai dari BBM, LPG hingga avtur dibandingkan kondisi normal.

“Terimakasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh stakeholders, baik dari unsur Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Hiswana Migas, serta rekan-rekan media. Apresiasi yang setinggi-tingginya juga saya sampaikan kepada seluruh tim Pertamina yang siaga penuh, serta keluarga mereka yang turut mendukung kelancaran operasional selama masa Satgas,” ujar Aji.

Satgas RAFI 2025 yang berlangsung sejak 17 Maret hingga 13 April bertugas memastikan distribusi energi tetap aman dan lancar di seluruh wilayah kerja Pertamina termasuk NTB, khususnya selama momen Ramadhan dan Idul Fitri yang identik dengan peningkatan konsumsi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan bahwa ketersediaan stok BBM dan LPG selama masa Satgas terjaga dalam kondisi aman, dengan ketahanan stok yang bervariasi mulai dari 3,3 hari hingga 20,78 hari tergantung produk dan wilayah.

Selama masa Satgas, tercatat adanya lonjakan konsumsi, terutama pada periode arus mudik dan balik di NTB. Untuk produk Gasoline (Pertalite dan Pertamax Series) mengalami peningkatan mencapai 12%, sedangkan untuk Gasoil (Biosolar dan Dex Series) mengalami penurunan hingga 5% pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 31 Maret 2025.

Sebagaimana diketahui penurunan ini berdampak besar dari pembatasan operasional angkutan barang dan truk, terutama pada hari perayaan. Di sisi lain, terdapat lonjakan untuk Avtur sebesar 17% dan untuk LPG mengalami kenaikan hingga 6%.

Selama masa Satgas RAFI 2025, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memastikan kesiapan infrastruktur distribusi di NTB melalui pengoperasian 3 Terminal BBM (Fuel Terminal dan Integrated Terminal), 88 SPBU, 7 SPBUN, 83 Agen LPG PSO, dan 2 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU). Operasional ini dikendalikan melalui sistem monitoring yang aktif selama 24 jam penuh.

Ahad menegaskan bahwa hasil evaluasi Satgas RAFI 2025 akan menjadi landasan untuk menyempurnakan strategi distribusi energi ke depan.

W “Kami akan terus meningkatkan keandalan layanan, terutama untuk wilayah-wilayah dengan tantangan geografis dan lonjakan konsumsi, agar kebutuhan energi masyarakat senantiasa terpenuhi,” tutupnya.

Untuk informasi dan pertanyaan lebih lanjut mengenai layanan dan program Pertamina, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Pertamina Call Center di nomor 135.(bul)

227.642 Wisatawan Berkunjung ke KEK Mandalika pada Triwulan I 2025

0
KEK Mandalika(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC mencatat tren positif pada kinerja okupansi dan kunjungan wisatawan di tiga kawasan pariwisata yang dikelola, yaitu The Nusa Dua – Bali, The Mandalika – Nusa Tenggara Barat, dan The Golo Mori – Nusa Tenggara Timur, selama Triwulan I Tahun 2025.

Direktur Operasi ITDC, Wenda R Nabiel menyatakan tingkat okupansi di 3 kawasan yang kami kelola selama Triwulan I tahun ini didorong oleh peningkatan kunjungan wisatawan saat libur Chinese New Year, Idulfitri dan Nyepi, adanya beragam penawaran promo menarik dari tenant di kawasan serta berbagai aktivitas, atraksi dan fasilitas yang tersedia di kawasan The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori.

Sepanjang triwulan I, berbagai event telah berlangsung di setiap kawasan. Di The Nusa Dua berupa The Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK). Di The Mandalika, semarak perayaan Bau Nyale dan ragam rangkaian Safari Ramadan Seru. Juga di The Golo Mori, Nuka Beach Club telah menawarkan ragam promo spesial Valentine, Imlek, dan Ramadan.

The Nusa Dua – Bali’s Finest Family-Friendly Resorts Haven

Pada Triwulan I 2025, okupansi kawasan The Nusa Dua tercatat mencapai 68%, merupakan pencapaian yang sama dengan tahun lalu serta okupansi tahun 2019 sebesar 67,59%. Selama Januari hingga Maret 2024, kawasan pariwisata The Nusa Dua mencatat rata-rata tingkat okupansi sebesar 68,36%, di bulan Januari sebesar 77,23%, Februari 67,09%, dan Maret 60,77%. Jumlah kunjungan wisatawan mencapai 769.555 orang, mengalami pertumbuhan sebesar 15,32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 667.334 orang.

The Mandalika – The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination

Kawasan The Mandalika juga menunjukkan performa positif dengan tingkat okupansi mencapai 32,97% selama Triwulan I 2025. Jumlah kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 227.642 orang, meningkat signifikan dibandingkan 173.128 orang pada periode yang sama di tahun 2024. Peningkatan ini menjadi cerminan bertumbuhnya daya tarik The Mandalika sebagai destinasi unggulan sportaintment.

The Golo Mori – Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination

Sementara itu, Golo Mori Convention Center sebagai bagian dari pengembangan kawasan The Golo Mori turut mencatatkan total kunjungan sebanyak 1.797 orang selama Triwulan I 2025. Angka ini naik dari 1.252 orang pada periode yang sama tahun lalu. The Golo Mori terus berkembang sebagai pusat kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) unggulan di wilayah timur Indonesia, dengan fokus pada keberlanjutan dan pemanfaatan potensi maritim ditambah dengan fasilitas heliport.

“Kami menyambut baik pertumbuhan ini sebagai hasil dari strategi pengelolaan destinasi yang berkelanjutan, promosi yang terintegrasi, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk mitra usaha dan pemerintah daerah. Capaian ini juga menunjukkan meningkatnya minat wisatawan domestik maupun mancanegara terhadap destinasi-destinasi yang kami kembangkan,” tutup Wenda.

ITDC akan terus memperkuat pengelolaan kawasan pariwisata berstandar internasional yang berkelanjutan, didukung sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan dunia.(bul)

Museum Negeri NTB Kenalkan Dunia Arkeologi Sejak Dini Lewat Kegiatan Belajar Bersama Arkeolog Cilik

0
Pengenalan arkeologi sejak dini pada siswa SMP yang digelar Museum Negeri NTB, Selasa 22 April 2025. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mengenalkan dunia arkeologi sejak dini kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui kegiatan Belajar Bersama Arkeolog Cilik yang diikuti oleh sekolah-sekolah peserta Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) tahun 2025.

“Kami ingin menumbuhkan minat dan kesadaran generasi muda akan pentingnya sejarah dan warisan budaya. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami langsung praktik dasar arkeologi dengan cara yang menyenangkan dan edukatif,” ujar Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, Selasa 22 April 2025.

Kegiatan Belajar Bersama Arkeolog Cilik bertajuk ‘Mendunia: Mencintai Budaya, Mengenali Indonesia’ merupakan bagian dari rangkaian kegiatan LCCM yang melibatkan 60 siswa dari 20 SMP yang terpilih menjadi peserta LCCM dari setiap kabupaten/kota di NTB.

Agenda ini sebagai bagian dari upaya Museum Negeri NTB dalam memperluas fungsi edukatifnya, sekaligus sebagai wujud nyata pelibatan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, dalam pelestarian warisan budaya lokal.

Nuralam menuturkan bahwa NTB merupakan wilayah yang sangat kaya akan sejarah kebudayaan dan peradaban masa lalu. Namun jumlah peneliti terkait arkeologi masih sangat sedikit. sehingga pentingnya pengenalan dunia arkeologi sejak dini kepada anak-anak NTB sebagai langkah strategis untuk menumbuhkan ketertarikan terhadap bidang tersebut.

Menurutnya, dengan memperkenalkan arkeologi sejak bangku sekolah, generasi muda akan lebih sadar akan pentingnya melestarikan dan meneliti warisan budaya mereka sendiri. “kami harap dengan memperkenalkan Anak-anak NTB dapat menumbuhkan cita-cita mereka untuk menjadi arkeolog,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan kegiatan arkelog cilik ini di konsep dengan cara yang menyenangkan dan membangun kemampuan kerjsama remaja agar mereka mempunyai teman se-NTB dan mampu bekerjasama.

“Pendidikan kita tidak hanya membuat keungulan individual tapi kempuan berkelompok atau kerja komunal sesuai budaya warisan nusantara. Ini keunggulan budaya kita,” tuturnya.

Museum NTB mengajarkan kepada siswa sekolah tentang bagaimana proses ekskavasi barang-barang bersejarah yang tertimbun tanah. Sebanyak 60 siswa sekolah SMP se-NTB di bagi ke dalam dua belas kelompok untuk mencari miniatur benda-benda bersejarah yang tertimbun di dalam pasir menggunakan kuas dan spatula.

Ketua IAAI Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Iwan Kristiawan mengatakan arkeologi cilik tahun ini sangat berbeda dari sebelumnya. Menurutnya, kegiatan sebelumnya tidak diproyeksikan untuk peserta LCCM, tapi di tahun ini melibatkan peserta LCCM yang sudah tersaring di masing-masing sekolah.

“Jadi semua level subtansi yang saya sampaikan mereka cerdas semua, sangat luar biasa. Jadi agak kaget juga melihatnya terkait apa yang mereka laporkan, apa yang mereka serap, terus kemudian mereka interpretasikan,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan kegiatan arkeologi cilik ini sangatlah penting karena nilai-nilai kebudayaan di Indonesia telah mendapat pengakuan dunia. Sehingga dengan kegiatan arkeolog cilik ini sebagai suatu acuan bagi mereka untuk berpegang pada masa lalu untuk kebutuhan masa depan. (ham)

BPBD NTB Fasilitasi Air Minum untuk Peternak di Gilimas

0
Staf BPBD NTB menyiapkan air minum bagi peternak yang menunggu pemberangkatan ke Pulau Jawa di Pelabuhan Gilimas, Lembar. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Ir. Achmadi, SP-1., menyatakan arus pengiriman ternak dari NTB ke luar daerah menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah merupakan peristiwa tahunan yang terus berulang dan menjadi bagian penting dari perputaran ekonomi daerah.

“Ini hal biasa yang kami kerjakan. Dulu bahkan lebih parah, sampai harus bangun tenda karena banyak yang menunggu. Biasanya mereka bawa anak istri juga ke Jakarta, makanya dibuat tenda di atas truk,” ujar Achmadi, Selasa, 22 April 2025.

Achmadi mengungkapkan rasa syukurnya karena ternak asal NTB laku keras di luar daerah, sehingga harus didukung oleh semua pihak, termasuk BPBD NTB. “Kita gembira sekali ternak asal NTB terjual ke luar daerah. Perputaran uangnya bisa mencapai ratusan miliar,” katanya.

Dalam rangka mendukung kelancaran proses pengiriman, BPBD NTB turut memfasilitasi kebutuhan dasar para peternak, khususnya akses terhadap air minum yang aman dan bersih. “Sudah menjadi kewajiban kami di provinsi untuk memfasilitasi air minum bagi peternak yang menunggu pemberangkatan ke Pulau Jawa,” jelasnya.

Untuk itu, BPBD NTB menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran Lombok Barat di Pelabuhan Gilimas dan Damkar Kabupaten Sumbawa Barat di Pelabuhan Pototano. Di Pelabuhan Lembar dan Gilimas, bantuan juga datang dari Polres Lombok Barat.

Meski demikian, ujarnya, air yang digunakan bersumber dari PDAM, demi memastikan kebersihan dan kesehatan baik ternak maupun peternaknya.

“Air yang kami gunakan air PDAM. Jadi aman, bahkan untuk buat kopi atau diminum langsung,” tambah Achmadi.

Kondisi para peternak dan hewan ternak yang harus menunggu cukup lama sebelum diberangkatkan memang menjadi perhatian utama pemerintah provinsi. Adanya kolaborasi lintas instansi ini, diharapkan proses pengiriman ternak berjalan lebih manusiawi dan sehat, tanpa mengabaikan kebutuhan dasar para peternak.

Sebelumnya, setelah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) tentang tes PCR ternak dapat dilakukan di NTB, Pemprov NTB dihadapkan dengan antrean ternak di Pelabuhan Gilimas, Lombok Barat.

“Tiga dinas sudah turun bantu semua ternak dipastikan aman sampai di atas kapal,” kata Gubernur NTB Lalu Muhamad.

Menurutnya, dukungan kepada peternak untuk pengiriman ke Pulau Jawa melibatkan Dinas Peternakan, ia memerintahkan untuk mengirimkan dokter-dokter hewan guna melakukan pengecekan kondisi kesehatan hewan sebelum dimuat ke kapal di Gili Mas dan Lembar.

Selain itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diperintahkan untuk menyiapkan tanki-tanki air untuk memastikan air minum bagi sapi. Sementara, Dinas Perhubungan diminta memastikan kesiapan kapal dan menaikkan frekuensi kapal besar dari 1 kapal besar per tiga hari menjadi per dua hari. (ham)

ITDC Tandatangani Kerjasama Pembangunan Hotel Bintang Lima Senilai Rp2,1 Triliun di KEK Mandalika

0
Penandatanganan Kerjasama Pembangunan Hotel Bintang Lima di KEK Mandalika(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC, perusahaan pengembang dan pengelola kawasan pariwisata terintegrasi di Indonesia, secara resmi menandatangani perjanjian Land Utilization and Development Agreement (LUDA) dengan PT Kleo Mandalika Resort, untuk pengembangan lahan seluas 101.185 m2 yang akan dibangun Hotel Bintang 5 berkonsep Luxury Brand Collection, berlokasi di Lot TTA3-A, kawasan Pantai Tanjung Aan, bagian timur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kami menyambut baik kerjasama strategis dengan PT Kleo Mandalika Resort yang merupakan bagian dari konsorsium internasional. Ini merupakan langkah penting dalam menambah portofolio akomodasi berkelas dunia di timur kawasan The Mandalika, khususnya Pantai Tanjung Aan. Investasi ini tidak hanya memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi pariwisata unggulan, tetapi juga menunjukkan kepercayaan investor global terhadap potensi dan masa depan kawasan The Mandalika, ucap Ari Respati, Direktur Utama ITDC, dalam keterangan, Senin, 21 April 2025.

Sementara, Satoki Okazaki, Direktur Utama PT Kleo Mandalika Resort, mengatakan merupakan kehormatan dapat berkolaborasi dengan ITDC dalam proyek strategis ini.

” Penandatanganan LUDA hari ini bukan sekadar perjanjian, tetapi wujud nyata dari visi bersama dalam membangun masa depan The Mandalika yang lebih cerah. Kami percaya bahwa kemitraan ini akan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi kawasan, membuka peluang investasi, dan menciptakan lapangan kerja. Bersama ITDC, kami berkomitmen menghadirkan akomodasi berkelas dunia di KEK Mandalika yang dapat dinikmati oleh generasi kini dan mendatang,” ujarnya.

Melalui perjanjian ini, Hotel Bintang 5 yang akan dibangun dengan konsep Luxury Brand Collection beserta fasilitas pendukung lainnya, dirancang untuk melengkapi portofolio akomodasi mewah di kawasan The Mandalika. Nilai investasi yang direncanakan dalam proyek ini mencapai sekitar Rp. 2,1 Triliun, dan menjadi bukti kuat atas kepercayaan investor global terhadap potensi pariwisata premium di The Mandalika.

PT Kleo Mandalika Resort, sebuah perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang merupakan hasil Joint Venture (JV) antara perusahaan-perusahaan yang berbasis di Indonesia, Jepang, dan Dubai. Para mitra dalam JV sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam pengembangan properti ritel dan hotel di berbagai negara, termasuk proyek-proyek di The Mandalika.

Perjanjian LUDA berlaku selama 30 tahun, dengan opsi perpanjangan selama 20 tahun dan pembaharuan selama 30 tahun. “Kami optimistis proyek ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, serta percepatan pengembangan infrastruktur pariwisata di The Mandalika. ITDC akan terus berkomitmen menghadirkan mitra-mitra terbaik untuk mengembangkan The Mandalika secara berkelanjutan dan berkelas internasional, untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional,” tutup Ari.(bul)