Beranda blog Halaman 31

Gunakan Penerbangan Carter, Pembalap dan Logistik MotoGP Mandalika 2026 Mulai Berdatangan

0
Gunakan Penerbangan Carter, Pembalap dan Logistik MotoGP Mandalika 2026 Mulai Berdatangan

Praya (Suara NTB) – Gelombang pertama kedatangan pembalap, kru serta logistik MotoGP Mandalika, mulai tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), pada Senin (5/10/2026). Menggunakan penerbangan carter atau charter flight, sejumlah pembalap MotoGP telah menginjakkan kaki di Pulau Lombok.

Para pembalap itu di antaranya pimpinan klasemen sementara MotoGP 2026 Jorge Martin, pembalap Ducati Lenovo Pecco Bagnaia serta pembalap Yamaha Alex Rins.

Selain itu, ikut juga dalam rombongan mantan Juara WSBK Toprak Razgatlıoğlu, Enea Bastianini, Maverick Vinales, Marco Bezzecchi, Jack Miller serta Raul Fernandes. Beberapa pembalap tersebut direncanakan juga akan mengikuti agenda Rider spirit yang digelar di Kota Mataram, pada hari Rabu (7/10/2025).

Kepada awak media, Toprak Razgatlıoğlu mengaku senang bisa kembali membalap di Sirkuit Internasional Mandalika. Dan, untuk pertama kalinya akan membalap di ajang MotoGP. Di mana sebelumnya ia merupakan pembalap WSBK.

“Saya sangat senang kembali ke sini,” ungkap Toprak.

Ia mengaku sangat rindu untuk bisa membalap kembali di Indonesia. Setelah terakhir membalap di ajang WSBK tahun 2023 lalu. “Sampai jumpa akhir pekan  nanti,” ujar pembalap asal Turki ini.

Penerbangan Langsung dari Jepang

Di tempat yang sama Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura (AP) Indonesia BIZAM Hidya Putri Ramadhina mengungkapkan para pembalap dan kru datang menggunakan charter flight dari maskapai Garuda Indonesia langsung dari Bandara Internasional Narita Jepang.

“Untuk hari ini pembalap dan kru datang menggunakan tiga charter flight langsung dari Bandara Narita Jepang dengan total sekitar 800 penumpang,” sebutnya.

Ia mengatakan, pembalap dan kru akan datang secara bertahap. Begitu pula kedatangan logistik MotoGP juga akan diangkut menggunakan lima pesawat kargo khusus langsung dari Jepang. Pihaknya pun memastikan akan memberikan pelayanan maksimal baik bagi pembalap serta kru maupun layanan logistik MotoGP Mandalika.

Khusus bagi pembalap serta kru pihaknya telah menyiapkan penyambutan khusus dengan menampilkan sejumlah kesenian tradisional khas daerah ini. Seperti kesenian Genggong dan gendang beleq. Puluhan pelajar juga turut dikerahkan untuk menyambut para pembalap bersama kru yang tiba di BIZAM. (kir)

Kemarau Panjang, Musim Tanam di Lotim Mundur hingga Januari 2027

0
Kemarau Panjang, Musim Tanam di Lotim Mundur hingga Januari 2027
(EKBIS NTB/rus) KEKERINGAN - Kondisi kekeringan di wilayah Jerowaru, Lombok Timur. Dampak fenomena El Nino yang berkepanjangan memaksa jadwal musim tanam di Lombok Timur mundur hingga Januari 2027.

Selong (EKBIS NTB) – Dampak fenomena El Nino yang berkepanjangan memaksa jadwal musim tanam di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), NTB mundur hingga Januari 2027. Kepala Dinas Pertanian Lotim, Lalu Fathul Kasturi, mengungkapkan bahwa pergeseran musim tanam ini merupakan konsekuensi langsung dari kemarau panjang yang melanda sebagian besar wilayah.


“BMKG memprediksi musim tanam akan bergeser mundur ke Januari 2027,” ujar Fathul dalam keterangannya menjawab Suara NTB, Senin (5/10/2026).


Kondisi ini sangat berbeda dari pola normal, di mana musim hujan di Lotim biasanya sudah mulai pada November.
Kekeringan akibat El Nino yang berkepanjangan tersebar di delapan kecamatan, meliputi Keruak, Jerowaru, Sakra Timur, Pringgabaya, Sambelia, Suela, dan Aikmel bagian Utara.

BMKG sendiri telah menetapkan Lotim sebagai salah satu dari tujuh daerah di NTB yang masuk status awas kekeringan meteorologis, dengan indeks El Nino mencapai +2,26 derajat Celsius. Bahkan, Lotium menjadi lokasi terparah dampak kekeringan dengan 92.999 jiwa dan 41 desa terdampak.


Dinas Pertanian mencatat luas tanam padi periode Januari–September mencapai 35.601 hektare, sedangkan luas tanam jagung pada periode yang sama tercatat 7.151 hektare. Meskipun demikian, terjadi spot-spot yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah.


Kondisi di lapangan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara wilayah selatan dan utara Lotim. Saat ini, sekitar 4.873 hektare lahan tadah hujan yang potensial untuk tanaman pangan di wilayah selatan sedang memasuki tahap persiapan menyambut musim hujan. Petani di kawasan selatan mulai membersihkan lahan untuk menyambut turunnya hujan.


Sementara itu, wilayah utara Lotim masih relatif aman dengan intensitas tanam yang cukup baik. Namun, Fathul menegaskan bahwa fenomena El Nino ini tidak dapat dipandang sebelah mata. “El Nino ini sangat berpengaruh pada musim tanam,” tegasnya.
Dinas Pertanian Lotim telah mulai melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya gagal tanam hingga gagal panen.

Pemerintah daerah telah menyiapkan 205 titik sumber air dari program nasional, yang mencakup pembangunan sumur dangkal dan dalam, dengan setiap titik diproyeksikan mampu menyuplai kebutuhan air sedikitnya lima hektare lahan pertanian.
Selain itu, optimalisasi saluran irigasi, pembangunan embung dengan konsep panen air, serta irigasi perpompaan juga terus dilakukan. Pemerintah juga mengimbau petani untuk menanam varietas yang tahan terhadap kondisi kekeringan.


BMKG memprediksi 93 persen wilayah NTB, termasuk sebagian besar Lotim, baru akan memasuki musim hujan pada Desember 2026. Hanya sebagian kecil Lotim bagian barat yang diperkirakan masuk musim hujan lebih awal pada akhir November 2026.
Musim hujan yang mundur ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino sangat kuat dengan indeks terakhir mencapai 2,83 derajat celsius, yang diperkirakan berlangsung hingga awal tahun 2027.


Sebagai daerah penyangga pangan nasional, Lotim terus berupaya meningkatkan produksi pangan untuk mewujudkan swasembada pangan. Produktivitas lahan di daerah ini tercatat mencapai 53,63 kuintal atau setara 7,3 ton per hektare Gabah Kering Panen.


Target luas tanam padi tahunan mencapai 62.000 hektare, dengan rata-rata produksi 7,2 ton gabah kering panen per hektare. Pemerintah daerah juga terus mendorong optimalisasi pola tanam, di mana lahan yang biasanya ditanam sekali diupayakan menjadi dua kali, dan yang dua kali menjadi tiga kali.


“Apapun kondisinya, pertanian harus tetap eksis. Karena sektor ini menjadi penyumbang terbesar ekonomi daerah. Pemerintah sudah melakukan langkah mitigasi agar dampak kemarau bisa ditekan,” demikian terang Fathul Kasturi. (rus)

Persiapan Jelang MotoGP, DLH Lobar Korve Sampah di Jalur Strategis Bypass Menuju Bandara

0
Persiapan Jelang MotoGP, DLH Lobar Korve Sampah di Jalur Strategis Bypass Menuju Bandara
Tim kebersihan DLH Lobar melakukan korve di jalur Bypass Bandara jelang MotoGP. (EKBIS NTB/ist)

Giri Menang (EKBIS NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat (Lobar) turut terlibat dalam mendukung perhelatan Internasional MotoGP yang digelar di Sirkuit Mandalika Lombok Tengah (Loteng).

Bentuk dukungannya, DLH Lobar melakukan korve atau kerja bakti (gotong royong) membersihkan sampah di jalur strategis sepanjang Bypass Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam).

Korve dilakukan mulai dari Bundaran GMS hingga perbatasan dengan Kota Mataram dan Loteng. Kepala DLH Lobar, M. Busyairi mengatakan, sesuai yang dijadwalkan Pemprov NTB, pihaknya sejak dua minggu yang lalu telah turun melakukan bersih-bersih di jalur bandara seperti dijadwalkan oleh Pemprov NTB.

“Tiga kali seminggu kami turun, setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat sesuai dijadwalkan Provinsi kita dibagi per ruas jalan. Kami dari Bypas Tembolak (perbatasan dengan Kota Mataram) sampai dengan bypass perbatasan dengan Loteng,” kata Busyairi, Senin (5/10/2026).

Sebanyak 125 orang tim kebersihan yang diterjunkan melakukan bersih-bersih di jalur nasional itu pada tiap tiga kali seminggu. 125 petugas kebersihan itu dibagi menjadi beberapa tim untuk membersihkan jalur per 1-1,5 Kilometer.

Semua jenis sampah dipungut. Tim kebersihan yang diterjunkan ini dari para petugas DLH, setelah selesai membersihkan kawasan yang setiap hari dibersihkan. Mereka dikumpulkan lagi, kemudian didrop ke titik-titik jalur bypass yang telah ditetapkan.

Korve dilakukan pihaknya sampai menjelang MotoGP, sesuai jadwal provinsi selama tiga minggu hingga hari Jumat mendatang. Melalui korve ini, tentu diharapkan jalur itu bersih. Tetapi kondisi jalur ini tidak bisa dipastikan tetap bersih, karena misalnya setiap pagi dibersihkan sorenya pasti ada sampah. Sehingga kegiatan rutin ini bisa meminimalisir sampah di jalur tersebut.

Di samping gotong royong atau korve dalam rangka menyambut MotoGP, pihaknya juga melakukan pengangkutan rutin di jalur bypass sesuai dengan jadwal yang ada. Setelah dikumpulkan, sampah diangkut menggunakan armada yang telah disiapkan. “Ada satu armada yang mengikuti setiap gotong royong itu, yang mengangkut sampah,” katanya.

Kegiatan gotong royong ini dilakukan rutin tiap akhir pekan untuk mengangkut tumpukan sampah. (her)

Persiapan Jelang MotoGP, DLH Lobar Korve Sampah di Jalur Strategis Bypass Menuju Bandara

0
Persiapan Jelang MotoGP, DLH Lobar Korve Sampah di Jalur Strategis Bypass Menuju Bandara
Tim kebersihan DLH Lobar melakukan korve di jalur Bypass Bandara jelang MotoGP. (EKBIS NTB/ist)

Giri Menang (EKBIS NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat (Lobar) turut terlibat dalam mendukung perhelatan Internasional MotoGP yang digelar di Sirkuit Mandalika Lombok Tengah (Loteng). Bentuk dukungannya, DLH Lobar melakukan korve atau kerja bakti (gotong royong) membersihkan sampah di jalur strategis sepanjang Bypass Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam).

Korve dilakukan mulai dari Bundaran GMS hingga perbatasan dengan Kota Mataram dan Loteng. Kepala DLH Lobar, M. Busyairi mengatakan, sesuai yang dijadwalkan Pemprov NTB, pihaknya sejak dua minggu yang lalu telah turun melakukan bersih-bersih di jalur bandara seperti dijadwalkan oleh Pemprov NTB.

“Tiga kali seminggu kami turun, setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat sesuai dijadwalkan Provinsi kita dibagi per ruas jalan. Kami dari Bypas Tembolak (perbatasan dengan Kota Mataram) sampai dengan bypass perbatasan dengan Loteng,” kata Busyairi, Senin (5/10/2026).

Sebanyak 125 orang tim kebersihan yang diterjunkan melakukan bersih-bersih di jalur nasional itu pada tiap tiga kali seminggu. 125 petugas kebersihan itu dibagi menjadi beberapa tim untuk membersihkan jalur per 1-1,5 Kilometer.

Semua jenis sampah dipungut. Tim kebersihan yang diterjunkan ini dari para petugas DLH, setelah selesai membersihkan kawasan yang setiap hari dibersihkan. Mereka dikumpulkan lagi, kemudian didrop ke titik-titik jalur bypass yang telah ditetapkan.

Korve dilakukan pihaknya sampai menjelang MotoGP, sesuai jadwal provinsi selama tiga minggu hingga hari Jumat mendatang. Melalui korve ini, tentu diharapkan jalur itu bersih. Tetapi kondisi jalur ini tidak bisa dipastikan tetap bersih, karena misalnya setiap pagi dibersihkan sorenya pasti ada sampah. Sehingga kegiatan rutin ini bisa meminimalisir sampah di jalur tersebut.

Di samping gotong royong atau korve dalam rangka menyambut MotoGP, pihaknya juga melakukan pengangkutan rutin di jalur bypass sesuai dengan jadwal yang ada. Setelah dikumpulkan, sampah diangkut menggunakan armada yang telah disiapkan. “Ada satu armada yang mengikuti setiap gotong royong itu, yang mengangkut sampah,” katanya.

Kegiatan gotong royong ini dilakukan rutin tiap akhir pekan untuk mengangkut tumpukan sampah. (her)

2.678 Personel Dikerahkan, Kapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP

0
2.678 Personel DikerahkanKapolda NTB Pimpin Apel Ops Mandalika Rinjani 2026 Amankan MotoGP
PERIKSA PASUKAN - Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja memeriksa pasukan pada Apel Gelar Pasukan Operasi Mandalika Rinjani 2026 di Eks Bandara Selaparang, Mataram, Senin (5/10/2026). (EKBIS NTB/ist)

Mataram (EKBIS NTB) – Persiapan pengamanan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 memasuki tahap akhir. Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Mandalika Rinjani 2026 di Eks Bandara Selaparang, Mataram, Senin (5/10/2026).


Apel tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta soliditas seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan event balap motor internasional yang akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, pada 9-11 Oktober 2026.


Hadir dalam apel tersebut Wakapolda NTB beserta jajaran PJU Polda NTB, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Danrem 162/WB, Danlanud ZAM, Danlanal Mataram, Dansat Brimob, para Kapolres/ta se-Pulau Lombok, Kabinda NTB, Basarnas NTB, sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov NTB, Direktur Utama ITDC, MGPA, serta para mitra Kamtibmas dari berbagai elemen masyarakat.


Dalam keterangannya seusai memimpin apel, Kapolda NTB menjelaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan tahapan penting untuk mengecek kesiapan seluruh unsur yang akan terlibat dalam operasi.


“Apel gelar pasukan ini penting untuk menentukan kesiapan seluruh personel dari stakeholder yang terlibat, termasuk kesiapan sarana dan prasarana dalam mendukung penyelenggaraan operasi,” ujar Kapolda NTB.


Ia menjelaskan, pengamanan MotoGP tahun ini dikemas dalam Operasi Mandalika Rinjani 2026, sebuah operasi lintas sektoral yang melibatkan berbagai unsur dalam rangka memastikan seluruh rangkaian penyelenggaraan MotoGP berjalan aman, lancar, dan kondusif.


“Operasi yang kita selenggarakan kali ini diberi nama Ops Mandalika Rinjani 2026, yang merupakan operasi lintas sektoral dalam rangka pengamanan penyelenggaraan internasional Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 yang akan berlangsung tanggal 9 hingga 11 Oktober mendatang,” ungkapnya.


Libatkan 2.678 Personel Gabungan
Pengamanan MotoGP 2026 melibatkan 2.678 personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait hingga elemen masyarakat.


Operasi Mandalika Rinjani 2026 berlangsung selama 12 hari, mulai 5 hingga 16 Oktober 2026, mencakup tahapan sebelum pelaksanaan MotoGP, saat event berlangsung, hingga pengamanan pasca kegiatan.


Menurut Kapolda, keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh aspek pengamanan dapat berjalan secara terpadu.

Sinergi antarinstansi juga diperlukan mengingat MotoGP bukan hanya menghadirkan aktivitas balapan, tetapi juga pergerakan wisatawan, penonton, pembalap, kru, serta berbagai kegiatan pendukung di sejumlah wilayah NTB.


Kapolda NTB meminta seluruh personel yang terlibat menjalankan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan profesionalisme.


“Saya berharap seluruh personel yang terlibat dapat menjalankan tugas ini dengan baik sesuai tupoksi, didasari rasa ikhlas dan penuh tanggung jawab, sehingga operasi ini benar-benar mendatangkan hasil sesuai harapan, yaitu suksesnya penyelenggaraan MotoGP 2026 dengan Aman dan lancar,” tegasnya.


Bukan Sekadar Event
Kapolda menilai penyelenggaraan MotoGP menjadi kesempatan bagi seluruh stakeholder di NTB untuk menunjukkan kemampuan daerah dalam menjadi tuan rumah event bertaraf internasional.


Karena itu, keberhasilan pengamanan dan penyelenggaraan MotoGP tidak hanya berdampak terhadap nama baik NTB, tetapi juga membawa citra Indonesia di mata dunia.


“Ini saatnya sinergitas seluruh stakeholder yang ada di NTB untuk membuktikan diri bahwa kita memiliki kemampuan sebagai tuan rumah event bertaraf internasional. Kesuksesan yang kita harapkan nantinya bukan hanya kebanggaan bagi daerah dan masyarakat NTB, tetapi juga citra positif negara di mata internasional,” pungkas Kapolda NTB. (mit)

Museum NTB Padukan Sport Tourism dan Culture Tourism Lewat Pameran di Mandalika

0
Museum NTB Padukan Sport Tourism dan Culture Tourism Lewat Pameran di Mandalika
RUANG PAMERAN - Penataan ruang pameran Speed, Energy, and Connection Museum NTB di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Senin (5/10/2026). (EKBIS NTB/ist)


Mataram (EKBIS NTB) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai melakukan penataan ruang pameran Speed, Energy, and Connection di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Senin (5/10/2026).


Pameran tersebut akan berlangsung mulai 8 Oktober hingga berakhirnya ajang MotoGP Mandalika pada 11 Oktober 2026.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan pameran tersebut dirancang untuk mengajak pengunjung MotoGP mengenal kebudayaan NTB secara lebih dekat.


“Pameran ini bertujuan mengajak pengunjung MotoGP untuk mengetahui kebudayaan kita. Dengan mengetahui kebudayaan kita, mereka diharapkan lebih tertarik dan memiliki wawasan yang lebih komprehensif tentang NTB,” ujarnya.


Menurut Nuralam, kehadiran pameran tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sport tourism dan culture tourism dapat saling beririsan.
“Memang kita ingin menampilkan bahwa sport tourism dengan culture tourism itu juga bisa beririsan,” katanya.


Pameran Speed, Energy, and Connection tahun ini merupakan pelaksanaan kedua yang digelar bertepatan dengan ajang MotoGP Mandalika. Jika pada tahun sebelumnya mengangkat tema Lombok-Sumbawa Civilization, tahun ini Museum NTB mengangkat Sekardiyu sebagai tema utama pameran.


Kurator Pameran MotoGP, Bunyamin, mengatakan pemilihan Sekardiyu memiliki keterkaitan dengan tema Speed, Energy, and Connection, khususnya dalam melihat hubungan antara kendaraan, perjalanan, energi, dan kecepatan.


Dirinya mengatakan Sekardiyu sebagai karya budaya yang berkaitan dengan gerak, kekuatan, kepahlawanan, serta hubungan manusia dengan tradisi.


Sehingga menurutnya konsep pameran tersebut menjadi cara Museum NTB untuk menghubungkan narasi budaya masa lalu dengan perkembangan kendaraan bermotor dan olahraga balap pada masa kini.


“Jadi Sekardiyu dipilih sebagai objek utama karena memiliki keterkaitan dengan gagasan yang ingin dibangun melalui pameran yaitu Speed, Energy, dan Connection,” ujarnya.


Pameran tersebut menampilkan 10 koleksi di antaranya Wayang Jayengrana, Wayang Sekardiyu, Naskah Lontar Jayengrana, Kain Songket Lombok (motif kuda), Kain Kemalik (motif Jayengrana dan Munigarim), Lukisan Nyongkolan, foto arakan Jaran Kamput, dua pasang Jaran Kamput, serta Cale atau Kacip Pinang motif kuda.


Koleksi-koleksi tersebut disusun dalam tiga subtema yang merepresentasikan konsep Speed, Energy, and Connection, yakni kecepatan, energi, dan keterhubungan.

Ketua Pameran Gunarti mengatakan penataan ruang pameran tersebut akan berlangsung selama dua hari sebagai bagian dari persiapan sebelum pameran dibuka untuk pengunjung.


Penataan tersebut mencakup penempatan koleksi serta pengaturan materi pameran agar dapat tersaji secara informatif dan menarik bagi pengunjung.


“Jadi penataan ini besok dipastikan sudah selsai untuk disajikan bersamaan dengan ajang MotoGP,” ucapnya. (r/ham)


Tertibkan Tiga Perusahaan Tambak

0
Tertibkan Tiga Perusahaan Tambak
Muslim (EKBIS NTB/era)


PEMPROV NTB melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTBmenertibkan tiga tambak di NTB. Tiga tambak itu berlokasi di Sumbawa, Kabupaten Lombok Utara, ada juga di daerah lain di NTB.


Dari tiga tambak itu, dua di antaranya merupakan tambak udang. Lainnya merupakan tambak di bidang kelautan dan perikanan. Alasan Pemprov NTB melakukan penertiban karena beberapa persoalan seperti masalah reklamasi, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta penempatan pipa yang dinilai merusak lingkungan.


“Kita selesaikan bulan Oktober ini lah,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Senin (5/10).


Menurutnya, Pemprov kini tidak langsung melakukan penindakan terhadap perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan. Akan tetapi, memberikan pendampingan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut. Namun, khusus untuk perusahaan yang tidak kooperatif, Muslim mempersilakan Aparat Penegak Hukum (APH) masuk untuk melakukan penertiban.


“Artinya biarlah kami yang membina mereka dulu sembari melakukan proses kelengkapan izin usaha. Jadi dalam tanda kutip jangan dipidana dulu,” katanya.


Alasan Pemprov melakukan jemput bola membantu para perusahaan ini karena adanya aturan Nomor 6 Tahun 2023 dalam Undang-Undang Cipta Kerja yang memudahkan investasi masuk di setiap daerah. Karena itu, sebagai daerah ramah investasi, Pemprov memastikan sektor ini tetap jalan, begitupun dengan lingkungannya.


Karena itu, NTB kini memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2025 dan Perda 17 Tahun 2026 guna memastikan investasi di daerah tidak sampai merusak ekosistem dan lingkungan. Dalam Perda ini, Pemprov NTB melakukan jemput bola membantu para pelaku usaha, khususnya di bidang kelautan dan perikanan dalam memperoleh perizinan.


“NTB sendiri kan juga punya target bagaimana para pelaku usaha yang ada ini melaksanakan kegiatan investasi yang tenang dan nyaman,” lanjutnya.


Salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan oleh Pemprov yaitu memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk melakukan perizinannya. Sementara, bagi yang melanggar izin akan dikenakan sanksi administratif. Bagi pelaku usaha yang tidak lengkap perizinannya akan diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan-perbaikan.


“Tetapi, kendalanya ketika pengusaha itu lagi berproses, tiba-tiba di akhir Desember 2025, ada peraturan baru,” ucapnya.
Ia menilai, banyaknya aturan baru ini turut menjadi pemicu banyaknya pelaku usaha yang enggan memproses perizinan. “Kadang-kadang yang eksekusi aturan ini tidak semua juga bersahabat. Kurang bersahabat dengan aturan baru. Sehingga pelaku usaha juga kan butuh kepastian,” tutupnya. (era)

21 Tenaga Kerja NTB Dilepas ke Jepang

0
21 Tenaga Kerja NTB Dilepas ke Jepang
(EKBIS NTB/bul) PELEPASAN - Pelepasan pekerja NTB dari LPK Bali Tosha Lombok Kochi ke Jepang

Mataram (EKBIS NTB) – Sebanyak 21 peserta program pemagangan ke Jepang dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bali Tosha Lombok Kochi dilepas untuk mengikuti program kerja di Jepang.


Para pekerja usia produktif NTB ini akan diberangkatkan bertahap ke sejumlah wilayah tempat kerja di Jepang. Diantaranya, di Tokyo, Fukushima, Shizuoka, Saitama, dan Osaka.


Pelepasan peserta dilakukan Pemprov NTB, Senin, 5 Oktober 2026, dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara LPK Bali Tosha Lombok Kochi dengan Bank NTB Syariah. Kerja sama tersebut ditandatangani Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, bersama Direktur LPK Bali Tosha Lombok Kochi, Abdurrahman, disaksikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) NTB, Dr. Aidy Furqan.


Direktur LPK Bali Tosha Lombok Kochi, Abdurrahman, mengatakan, 21 peserta yang dilepas kali ini mayoritas akan bekerja pada sektor teknik sipil dan konstruksi. Pekerjaan yang akan mereka jalani antara lain perkerasan jalan, pengaspalan, hingga pekerjaan konstruksi lainnya.


Menurutnya, seluruh peserta telah menyelesaikan proses pelatihan dan karantina. Sebagian peserta dijadwalkan berangkat pada Oktober, sementara lainnya menyusul pada November. Program pemagangan yang dijalani peserta umumnya berlangsung sekitar tiga tahun.


Abdurrahman atau Rama juga menyebutkan, tiga bulan sebelumnya, LPK Bali Tosha Lombok Kochi juga melepas sebanyak 25 peserta untuk bekerja ke Jepang. Sehingga total, satu semester ini diberangkatkan sebanyak 80 orang. Sementara sejak awal tahun, peserta asal NTB yang telah diberangkatkan mencapai sekitar 47 orang, di luar peserta dari wilayah Jawa yang jumlahnya mencapai sekitar 330 orang.


Kerja sama dengan LPK Bali Tosha Lombok Kochi dengan Bank NTB Syariah juga diarahkan untuk membantu peserta yang menghadapi kendala biaya keberangkatan. Rama mengatakan, sebagian besar peserta sebenarnya mampu membiayai proses keberangkatan secara mandiri. Namun, terdapat peserta yang membutuhkan dukungan pembiayaan.


“Pada dasarnya anak-anak ini mampu. Hanya memang ada beberapa yang tidak mampu. Yang tidak mampu itu kita arahkan pada pembiayaan ini,” ujarnya.


Skema kerjasama ini, kata Rama, menjadi bagian dari upaya membuka akses bagi anak-anak NTB untuk bekerja ke luar negeri tanpa terbebani biaya awal yang terlalu berat. Ia menjelaskan, pencairan pembiayaan dilakukan setelah peserta memperoleh dokumen kelayakan yang menjadi salah satu persyaratan pengurusan visa ke Jepang.


“Tidak boleh mencairkan dana sebelum dokumen kelayakan itu terbit. Itu menjadi syarat untuk mengajukan visa,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Nakertrans NTB, Dr. Aidy Furqan, mengapresiasi pola penempatan peserta yang dilakukan LPK Bali Tosha Lombok Kochi. Ia menilai keberangkatan peserta ke luar negeri perlu disiapkan secara matang agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi pekerja migran Indonesia (PMI).


Menurut Aidy, Pemprov NTB bersama Bank NTB Syariah terus mendorong penguatan akses pembiayaan bagi calon PMI, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan modal.


“Yang kita lakukan untuk membangun NTB dari sisi kebutuhan finansial masyarakat, terutama PMI. Selama ini ada masalah-masalah sosial. Ketika kita selesaikan, jangan sampai muncul masalah sosial baru,” katanya.


Ia berharap pola yang dinilai berjalan baik di LPK Bali Tosha Lombok Kochi dapat menjadi contoh bagi lembaga pelatihan lainnya. “Ini salah satu yang saya lihat progresnya bagus dan membantu mengurai angkatan kerja di NTB,” tandasnya.(bul)

Perdana, Bank NTB Syariah Biayai Ongkos Pekerja ke Jepang dengan Skema KUR

0
Perdana, Bank NTB Syariah Biayai Ongkos Pekerja ke Jepang dengan Skema KUR
(EKBIS NTB/bul) TANDAT ANGAN KERJA SAMA - Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin (kiri), melakukan penandatanganan kerjasama dengan Direktur LPK Bali Tosha Lombok Kochi, Abdurrahman, disaksikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) NTB, Dr. Aidy Furqan, bersamaan dengan pelepasan sebanyak 21 peserta magang ke Jepang, Senin, 5 Oktober 2026.

Mataram (EKBIS NTB) – Bank NTB Syariah mulai masuk ke pembiayaan calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTB yang akan bekerja ke luar negeri. Untuk pertama kalinya, bank milik daerah ini membiayai biaya keberangkatan peserta program pemagangan ke Jepang dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bali Tosha Lombok Kochi.


Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan Direktur LPK Bali Tosha Lombok Kochi, Abdurrahman, disaksikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) NTB, Dr. Aidy Furqan, bersamaan dengan pelepasan sebanyak 21 peserta magang ke Jepang, Senin, 5 Oktober 2026.


Nazar mengatakan, pembiayaan tersebut menjadi bagian dari komitmen bank daerah dalam membuka akses pembiayaan bagi masyarakat NTB yang memiliki peluang kerja di luar negeri.


“Bank daerah itu harus melihat potensi daerah dan men-support kebijakan-kebijakan positif pemerintah daerah. Saya melihat ini sangat masuk akal,” kata Nazaruddin.


Ia menjelaskan, skema pembiayaan diberikan kepada calon PMI yang telah memenuhi persyaratan formal untuk bekerja di luar negeri. Di antaranya telah memiliki visa, dokumen kelayakan, serta kontrak kerja yang jelas.


Besaran pembiayaan disesuaikan dengan kebutuhan atau real cost keberangkatan calon PMI. Dengan demikian, peserta tidak harus mencari biaya dengan meminjam kepada keluarga, kerabat, bahkan menggadaikan aset untuk memenuhi biaya keberangkatan.


“Teman-teman itu (calon pekerja ke luar negeri) bebannya cukup besar. Misalnya mereka harus pinjam ke luar, kemudian menggadaikan sawah dan lain-lain untuk berangkat ke luar negeri. Di situ peran bank (Bank NTB Syariah),” ujarnya.


Untuk pembiayaan calon PMI ke Jepang, Bank NTB Syariah menggandeng LPK sebagai bagian dari skema kerja sama. Nazaruddin mengatakan, pola ini akan terus dikembangkan untuk pembiayaan calon PMI ke negara lainnya.


Menurut Nazaruddin, keputusan Bank NTB Syariah masuk ke pembiayaan PMI tidak semata-mata didorong aspek bisnis. Sebagai bank daerah, pihaknya melihat penempatan tenaga kerja luar negeri sebagai salah satu potensi ekonomi masyarakat NTB yang perlu didukung.
NTB sendiri merupakan salah satu daerah dengan jumlah pekerja migran yang cukup besar di luar Pulau Jawa.


“Ini menyangkut penghidupan banyak teman-teman kita di NTB. Masa kami sebagai bank daerah tidak ikut mendukung. Makanya kami harus berada di bagian paling depan untuk mendukung teman-teman NTB,” katanya.


Nazaruddin menyebut pembiayaan PMI ke Jepang merupakan tahap awal. Bank NTB Syariah juga tengah menyiapkan skema pembiayaan untuk calon PMI tujuan berbagai negara lainnya, tanpa terkecuali ke Malaysia.


Untuk pembiayaan calon PMI secara keseluruhan, Bank NTB Syariah menyiapkan alokasi yang tahun ini sekitar Rp5 miliar. Nilai tersebut masih dapat ditingkatkan seiring bertambahnya kerja sama dengan LPK maupun perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI).
Nazaruddin mengatakan, bank akan memperluas kerja sama dengan lembaga penempatan dan pelatihan yang memiliki legalitas serta mekanisme penempatan yang jelas. “Ke mana pun, selama legalitasnya formal, kami biayai,” tegasnya. (bul)

ASITA NTB: Paket Wisata MotoGP Mandalika 2026 “Laris Manis”

0
ASITA NTB: Paket Wisata MotoGP Mandalika 2026 “Laris Manis”
(EKBIS NTB/bul) Sellywati

Mataram (EKBIS NTB) – Gelaran MotoGP Mandalika 2026 mendongkrak aktivitas usaha pariwisata di NTB. Menjelang balapan yang berlangsung 9–11 Oktober 2026, permintaan paket wisata meningkat, dan cukup membuat pelaku usaha pariwisata sumringah.


Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) NTB, Sellywati, SH., Senin, 5 Oktober 2026 mengatakan, penjualan tiket maupun paket wisata MotoGP tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya.


“Alhamdulillah ramai. Rata-rata bisnis mendapatkan rezeki saat MotoGP ini. Dibandingkan tahun lalu lebih ramai sekarang,” kata Sellywati.
Menurutnya, dampak MotoGP tidak hanya dirasakan penyelenggara atau penjual tiket, tetapi hampir seluruh lini usaha yang berkaitan dengan pariwisata. Mulai dari biro perjalanan, hotel, transportasi hingga destinasi wisata ikut mendapatkan manfaat dari kedatangan penonton.


Sellywati menjelaskan, paket yang banyak diminati umumnya mengombinasikan agenda menonton MotoGP dengan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata. Salah satu pola perjalanan yang banyak ditawarkan yakni wisatawan tiba di Lombok, kemudian mengunjungi Gili, menonton MotoGP, sebelum kembali ke daerah asal.


Untuk wisatawan asal Malaysia, terdapat pula paket yang memasukkan kunjungan ke Sembalun. Pasar wisatawan MotoGP tahun ini masih didominasi wisatawan domestik. Sementara dari pasar mancanegara, Malaysia dan Singapura menjadi pasar yang cukup terlihat.
“Yang nonton paling banyak domestik. Kalau luar negeri, Malaysia dan Singapura,” jelas Selly.


Ia mengatakan tingginya harga tiket pesawat belum menyurutkan minat wisatawan untuk datang ke Lombok. Meski harga hotel mulai mengalami penurunan, tarif penerbangan masih relatif tinggi, terutama pada kelas ekonomi.


Kondisi ini, kata Selly, membuat pelaku perjalanan wisata harus menyesuaikan harga paket dengan biaya akomodasi dan penerbangan.
“Kita harus beradaptasi dengan hotel dan pesawat. Kita tidak bisa menghindari itu,” katanya.


Meski demikian, Sellywati menilai tingginya biaya perjalanan belum menjadi hambatan besar bagi pasar MotoGP tahun ini. Penambahan kapasitas penerbangan juga dinilai membantu mendukung mobilitas penonton menuju Lombok.


Dengan semakin dekatnya pelaksanaan MotoGP Mandalika, ia berharap pergerakan wisatawan terus meningkat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha pariwisata di NTB. “Banyak kebahagiaan pada MotoGP tahun ini,” tandasnya. (bul)