Beranda blog Halaman 32

Pegawai Pemkot Mataram Diminta Meriahkan Parade Pembalap MotoGP 2026

0
Pegawai Pemkot Mataram Diminta Meriahkan Parade Pembalap MotoGP 2026
PARADE - Sejumlah pembalap di atas mobil melakukan Parade MotoGP Mandalika 2025 lalu di depan Taman Sangkareng (EKBIS NTB/pan)

Mataram (EKBIS NTB) – Pemerintah Kota Mataram mengajak seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Mataram untuk ikut memeriahkan sekaligus menyaksikan Parade Pembalap MotoGP Mandalika 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kota Mataram pada Rabu (7/10).

Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang, mengatakan Parade MotoGP Mandalika 2026 kembali digelar di Kota Mataram pekan ini. Untuk itu, Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, telah menerbitkan surat edaran (SE) kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Mataram agar turut menyaksikan dan memeriahkan kegiatan tersebut.

“Sudah ada, ada suratnya Pak Wali Kota, agar kita sama-sama,” ujar Martawang, Senin (5/10).

Menurut Martawang, kemeriahan parade tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota dan Pemerintah Provinsi NTB. Ia juga mengimbau masyarakat untuk ikut menyaksikan kegiatan yang digelar setiap tahun tersebut.

Ia menilai parade menjadi kesempatan langka bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung para pembalap kelas dunia. Terlebih, untuk melihat para pembalap secara langsung dalam ajang resmi biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Kapan lagi bisa menonton para pembalap kelas dunia datang selain lewat momentum ini. Orang harus bayar mahal untuk bisa melihat para pembalap, dan ini kita bisa langsung menonton bersama-sama. Mereka antusias, kita juga antusias,” jelasnya.

Martawang memastikan sejumlah pembalap MotoGP akan hadir dalam Parade Pembalap MotoGP Mandalika 2026 untuk menyapa warga Kota Mataram dan masyarakat NTB. Salah satunya adalah Marc Márquez. Para pembalap selanjutnya akan menjajal Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika pada 9–11 Oktober 2026.

Terkait persiapan parade, Martawang mengatakan berbagai kebutuhan telah disiapkan oleh pihak penyelenggara, termasuk MGPA dan ITDC. Kendaraan yang akan digunakan para pembalap dalam parade juga telah dipersiapkan.

“Kita sudah siapkan mobilnya seperti biasa,” ucapnya.

Parade Pembalap MotoGP Mandalika tahun ini mengusung konsep yang hampir sama dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, termasuk rute yang dilalui. Parade akan dimulai dari depan Lapangan Sangkareang, kemudian melintasi sejumlah ruas jalan menuju kawasan Taman Teras Udayana sebagai titik finis.

Martawang memprediksi ribuan penonton akan hadir untuk menyaksikan parade tersebut. “Iya, kita prediksi ribuan yang hadir,” pungkasnya.

Karena itu, Martawang mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik dengan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ia berharap seluruh pihak bersama-sama menyukseskan ajang bergengsi tersebut.

Parade Pembalap MotoGP Mandalika 2026 menjadi kali keempat kegiatan tersebut digelar di Kota Mataram. (pan)

Melesat di Motegi, Badly Persembahkan Podium IM4AC untuk Indonesia

0

Mataram (Ekbis NTB) — Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Muhammad Badly Ayatullah, sukses mempersembahkan podium ketiga pada putaran ketiga Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, Minggu (4/10). Penampilan impresif pada balapan kedua ini sekaligus mengantarkan Badly meraih podium pertamanya di ajang IM4AC musim ini.

Pada sesi kualifikasi, Sabtu (3/10), rekan setim Badly, yaitu Resky, tampil gemilang dengan mencatatkan waktu terbaik di antara pebalap Astra Honda lainnya di posisi ke-8. Menyusul di belakangnya, Badly menempati posisi start ke-9, Maulana Malik di posisi ke-10, dan Bintang Pranata Sukma memulai balapan dari grid ke-18.

Jalannya Race 1 pada hari yang sama sempat mengalami penundaan, sehingga durasi balapan disesuaikan menjadi 12 lap. Resky tampil kompetitif sejak awal dan langsung melesat masuk ke barisan depan. Konsisten menjaga ritme hingga lap terakhir, Resky harus puas menyentuh garis finis di posisi ke-4, terpaut tipis dari perebutan podium.

Perjuangan positif juga ditunjukkan Bintang yang berhasil memperbaiki posisi untuk finis di peringkat ke-6, diikuti Maulana di posisi ketujuh. Sementara itu, Badly yang sempat bersaing ketat di grup terdepan bersama Resky terpaksa mengakhiri balapan lebih awal akibat kendala teknis pada kuda the irc-nya.

Memasuki Race 2 pada Minggu (4/10), tabir kekecewaan hari sebelumnya langsung dibayar tuntas oleh Badly. Memulai start dengan sangat baik, pebalap asal Luwu Timur, Sulawesi Selatan, ini langsung melesat ke grup depan mengandalkan Honda NSF250R.

Persaingan ketat di barisan terdepan diwarnai aksi saling salip yang dramatis. Badly bahkan sempat memimpin jalannya balapan. Hingga tikungan akhir jelang garis finis, ia sukses mengamankan posisi ketiga dan mengibarkan nama Indonesia di podium Motegi.

“Saya senang dapat tampil kompetitif pada race 2. Saya memulai jalannya balapan dengan start yang baik dan berusaha mempelajari celah serta menyerang di lap-lap akhir. Alhamdulillah, saya berhasil meraih podium pertama saya di IM4AC musim ini. Terima kasih atas dukungannya,” ujar Badly.

Sementara itu, rekan-rekan setimnya turut menunjukkan daya juang tinggi. Resky kembali finis di posisi kelima, dan Bintang di posisi ketujuh. Namun, akibat penalti yang dijatuhkan usai balapan, posisi keduanya harus turun; Resky menempati peringkat ke-10, dan Bintang di peringkat ke-11. Adapun Maulana menyelesaikan balapan di posisi ke-12 setelah sempat mengalami sedikit kendala teknis.

General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM, Andy Wijaya, memberikan apresiasi tinggi atas semangat juang dan mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan para pebalap muda Astra Honda sepanjang putaran Motegi.

“Kami mengapresiasi perjuangan pebalap binaan Astra Honda dalam menghadapi persaingan ketat di IM4AC putaran Motegi. Podium yang diraih Badly serta perjuangan seluruh pebalap menjadi bekal positif untuk terus mengasah kemampuan dan meraih prestasi balap dunia, sehingga dapat membanggakan Indonesia,” tutur Andy.

Rangkaian perjuangan para pebalap muda Astra Honda ini belum usai. Mereka bersiap menatap putaran keempat IM4AC 2026 yang akan digelar pekan depan di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, pada 9–11 Oktober 2026. Status sebagai pebalap tuan rumah tentu akan menjadi motivasi ekstra bagi mereka untuk kembali mendulang prestasi. (r/fan)

ASITA NTB : Paket Wisata MotoGP Mandalika 2026 “Laris Manis”

0

Mataram (ekbisntb.com) – Gelaran MotoGP Mandalika 2026 mendongkrak aktivitas usaha pariwisata di NTB. Menjelang balapan yang berlangsung 9–11 Oktober 2026, permintaan paket wisata meningkat, dan cukup membuat pelaku usaha pariwisata sumringah.
Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) NTB, Sellywati, SH., Senin, 5 Oktober 2026 mengatakan, penjualan tiket maupun paket wisata MotoGP tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah ramai. Rata-rata bisnis mendapatkan rezeki saat MotoGP ini. Dibandingkan tahun lalu lebih ramai sekarang,” kata Sellywati.
Menurutnya, dampak MotoGP tidak hanya dirasakan penyelenggara atau penjual tiket, tetapi hampir seluruh lini usaha yang berkaitan dengan pariwisata. Mulai dari biro perjalanan, hotel, transportasi hingga destinasi wisata ikut mendapatkan manfaat dari kedatangan penonton.
Sellywati menjelaskan, paket yang banyak diminati umumnya mengombinasikan agenda menonton MotoGP dengan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata. Salah satu pola perjalanan yang banyak ditawarkan yakni wisatawan tiba di Lombok, kemudian mengunjungi Gili, menonton MotoGP, sebelum kembali ke daerah asal.
Untuk wisatawan asal Malaysia, terdapat pula paket yang memasukkan kunjungan ke Sembalun. Pasar wisatawan MotoGP tahun ini masih didominasi wisatawan domestik. Sementara dari pasar mancanegara, Malaysia dan Singapura menjadi pasar yang cukup terlihat.
“Yang nonton paling banyak domestik. Kalau luar negeri, Malaysia dan Singapura,” jelas Selly.
Ia mengatakan tingginya harga tiket pesawat belum menyurutkan minat wisatawan untuk datang ke Lombok. Meski harga hotel mulai mengalami penurunan, tarif penerbangan masih relatif tinggi, terutama pada kelas ekonomi.
Kondisi ini, kata Selly, membuat pelaku perjalanan wisata harus menyesuaikan harga paket dengan biaya akomodasi dan penerbangan.
“Kita harus beradaptasi dengan hotel dan pesawat. Kita tidak bisa menghindari itu,” katanya.
Meski demikian, Sellywati menilai tingginya biaya perjalanan belum menjadi hambatan besar bagi pasar MotoGP tahun ini. Penambahan kapasitas penerbangan juga dinilai membantu mendukung mobilitas penonton menuju Lombok.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan MotoGP Mandalika, ia berharap pergerakan wisatawan terus meningkat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha pariwisata di NTB.
“Banyak kebahagiaan pada MotoGP tahun ini,” tandasnya.(bul)
Foto :

Jelang Event MotoGP Mandalika 2026, Polisi Patroli Jalur Logistik di Pelabuhan Lembar

0
Jelang Event MotoGP Mandalika 2026, Polisi Patroli Jalur Logistik di Pelabuhan Lembar
PATROLI - Aparat kepolisian melakukan patroli di Pelabuhan Lembar, Lobar. Patroli yang dilakukan personel Subsatgas Lantas Operasi Cipta Mandalika Rinjani 2026, untuk memantau arus kendaraan sekaligus kedatangan logistik MotoGP. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (EKBIS NTB) –Jelang pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026, polisi memperkuat patroli di kawasan Pelabuhan Barang Lembar, Lombok Barat (Lobar). Jalur ini menjadi salah satu pintu masuk logistik yang bergerak menuju kawasan Mandalika.

Patroli dilakukan personel Subsatgas Lantas Operasi Cipta Mandalika Rinjani 2026, Jumat (2/10/2026), mulai pukul 09.00 Wita. Petugas memantau arus kendaraan sekaligus kedatangan logistik MotoGP.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M. mengatakan, pemantauan dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, wisatawan serta kendaraan pengangkut logistik.

“Patroli ini untuk memastikan jalur distribusi logistik MotoGP dari Pelabuhan Lembar menuju Mandalika tetap aman dan lancar. Kami juga mengajak pengguna jalan ikut menjaga ketertiban lalu lintas,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Suara NTB, Minggu (4/10).

Petugas juga berdialog dengan masyarakat serta berkoordinasi dengan pihak pelabuhan terkait kedatangan logistik. Koordinasi itu sekaligus mempersiapkan pengawalan perjalanan logistik menuju KEK Mandalika.

“Kami mengimbau masyarakat pengguna jalan R2 maupun R4 agar tetap tertib, mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas saat melintas di jalur distribusi logistik MotoGP,” ujarnya.

Kombes Kholid meminta pengguna jalan memberi ruang bagi kendaraan pengangkut logistik, saat proses pengawalan berlangsung. Masyarakat juga diminta tidak berhenti sembarangan di jalur utama, agar arus kendaraan tetap bergerak.

“Jika melihat iring-iringan logistik MotoGP, masyarakat tidak perlu mendekat atau berhenti sembarangan. Berikan ruang agar perjalanan logistik menuju Mandalika berjalan aman dan lancar,” tegasnya.

Patroli preventif akan terus dilakukan untuk mendeteksi potensi gangguan lalu lintas, sekaligus menjaga situasi tetap kondusif selama rangkaian persiapan MotoGP Mandalika 2026. (ham)

Sambut Dunia di Mandalika ,Wagub Ajak Warga NTB Sukseskan MotoGP

0
Sambut Dunia di Mandalika ,Wagub Ajak Warga NTB Sukseskan MotoGP
HADIR - Wagub NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri didampingi sejumlah pimpinan OPD menghadiri Gebyar MotoGP yang dirangkaikan dengan olahraga bersama di depan Kantor Diskominfotik NTB, Minggu (4/10/2026). (Suara NTB/ist)

Mataram (EKBIS NTB) –MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bukan hanya tentang persaingan para pembalap dunia di Pertamina Mandalika International Circuit. Bagi Nusa Tenggara Barat (NTB), perhelatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesiapan masyarakat sebagai tuan rumah, sekaligus menggerakkan pariwisata dan ekonomi daerah.

Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, M,Si, saat menghadiri Gebyar MotoGP yang dirangkaikan dengan olahraga bersama di ruas Jalan Udayana depan Kantor Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Minggu (4/10/2026).

Wagub yang akrab disapa Umi Dinda mengajak seluruh masyarakat NTB mengambil bagian dalam menyukseskan penyelenggaraan MotoGP dengan menjadi tuan rumah yang ramah, tertib, dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kita semua masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat NTB, harus memiliki kesiapan untuk menjadi tuan rumah yang baik,” pesannya.

Menurutnya, ketika Mandalika menjadi perhatian dunia, masyarakat NTB memiliki peran penting dalam membangun kesan terhadap daerah. Keramahan, keamanan, kenyamanan, serta kualitas pelayanan menjadi bagian dari pengalaman yang akan dibawa pulang oleh para wisatawan dan penonton.

Karena itu, Wagub berharap penyelenggaraan MotoGP memberikan manfaat yang semakin luas, tidak hanya bagi kawasan sirkuit, tetapi juga bagi pelaku UMKM, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, seniman, dan masyarakat di berbagai daerah.

Keterlibatan masyarakat juga tercermin dalam rangkaian Gebyar MotoGP di Udayana yang menggabungkan olahraga bersama dengan kegiatan promosi dan informasi mengenai penyelenggaraan MotoGP 2026. Umi Dinda mengapresiasi seluruh elemen masyarakat dan instansi yang ikut mendukung rangkaian kegiatan tersebut.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mensukseskan penyelenggaraan MotoGP pada tahun 2026 ini,” katanya.

Dari sisi penyelenggaraan, General Manager The Mandalika, I Made Pari Wijaya, mengatakan sejumlah peningkatan disiapkan untuk MotoGP 2026, baik pada aspek race maupun non-race.

“Ada satu yang spesial, tentu kita lakukan improvement atas penyelenggaraan race dan non-race. Tahun ini sirkuit kita sangat berbeda, penyelenggaraannya berbeda, dan atmosfernya juga sangat berbeda,” ujarnya.

Peningkatan tersebut mencakup kualitas lintasan serta pembenahan berbagai sarana dan prasarana pendukung di kawasan. Penataan kawasan juga diarahkan semakin ramah lingkungan melalui penanaman berbagai jenis tanaman dan penguatan ruang hijau.

Aksesibilitas penonton turut menjadi perhatian melalui peningkatan jumlah dan kualitas layanan transportasi pendukung, termasuk shuttle bus yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas.

Sementara itu, perwakilan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Rully Habibie, mengatakan MotoGP 2026 akan dikemas tidak hanya sebagai tontonan balap, tetapi juga sebagai pengalaman yang dapat dinikmati masyarakat di luar lintasan.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah Riders’ Parade di Kota Mataram hingga kawasan eks-Bandara Selaparang. Parade tersebut akan menghadirkan sejumlah pembalap dunia bersama pembalap Indonesia, termasuk Mario Aji dan Veda Ega Pratama sebagai tuan rumah.

Selain parade, berbagai side event juga disiapkan di kawasan Mandalika dengan menghadirkan sejumlah musisi nasional dan internasional. Rangkaian hiburan tersebut diharapkan semakin memperluas pengalaman masyarakat dan wisatawan selama berada di NTB.

Rully mengatakan penyelenggara juga berupaya menghadirkan hiburan dengan harga tiket yang terjangkau sehingga semakin banyak masyarakat dapat menikmati rangkaian MotoGP 2026.

Dengan persiapan yang terus diperkuat tersebut, MotoGP Mandalika diharapkan tidak berhenti sebagai perhelatan olahraga internasional. Ketika dunia datang ke Mandalika, NTB tidak hanya ingin menunjukkan sebuah sirkuit dan balapan, tetapi juga memperlihatkan keramahan masyarakat, kekayaan budaya, kualitas destinasi, dan kemampuan daerah menjadi tuan rumah bagi sebuah panggung dunia. (r/ham)

Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa

0
Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa
TINJAU - Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal ketika turun meninjau secara langsung pembangunan jalan Batu Dulang–Tepal, Kabupaten Sumbawa, pekan kemarin. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (EKBIS NTB) –Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhamad Iqbal menggunakan kunjungan kerjanya di Kabupaten Sumbawa, 1–2 Oktober 2026, untuk memastikan pembangunan tidak berhenti pada pekerjaan fisik, tetapi benar-benar membuka akses masyarakat terhadap layanan dasar dan kesempatan ekonomi.

Dari meninjau pembangunan jalan Batu Dulang–Tepal, bermalam dan mendengar langsung aspirasi warga Desa Tepal, hingga menetapkan Pulau Bungin sebagai lokasi percontohan percepatan legalitas usaha, Gubernur membawa satu pesan: pembangunan harus hadir menyelesaikan persoalan nyata masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Iqbal meninjau ruas Batu Dulang–Tepal yang dibiayai melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dengan anggaran Rp83,39 miliar dari APBN Tahun 2025–2026. Ia juga melihat langsung pengaspalan Jalan Sultan Kaharuddin di depan RSUD Sumbawa. Gubernur didampingi Wakil Bupati Sumbawa Mohamad Ansori.

Ruas Batu Dulang–Tepal dikerjakan melalui kontrak tahun jamak untuk menjaga mutu dan keandalan jalan dalam jangka panjang. Bagi pemerintah, pembangunan tersebut bukan semata membuka konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperpendek akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan kegiatan ekonomi.

“Pembangunan ini bisa terlaksana berkat kerja sama dan koordinasi yang baik antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Pemprov NTB, dan Pemkab Sumbawa. Sinergi inilah yang membuat perbaikan infrastruktur di NTB bisa berjalan lebih cepat,” kata Gubernur Miq Iqbal.

Ia menegaskan pembangunan infrastruktur harus dirasakan secara adil oleh masyarakat di seluruh wilayah NTB, termasuk Pulau Sumbawa. “Pembangunan di NTB harus berkeadilan. Lombok dan Sumbawa harus tumbuh bersama,” tegasnya.

Dari peninjauan infrastruktur, Miq Iqbal dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Tepal, Kecamatan Batu Lanteh. Ia memilih bermalam di desa tersebut dan berdialog langsung dengan warga di Masjid Nurul Iman.

Kehadiran itu digunakan untuk mendengar persoalan dan harapan masyarakat dari dekat. “Saya ke sini tidak ingin datang untuk lebih banyak bicara, saya datang ke sini ingin lebih banyak mendengar dari Bapak-Ibu sekalian. Apa yang Bapak-Ibu impikan dan harapkan untuk kami lakukan di Pemprov, Insya Allah kita akan bahas dan pikirkan solusinya,” ujarnya.

Kehadiran pemerintah di Tepal juga disertai pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis di Kantor Desa Tepal dengan melibatkan tenaga kesehatan RSUD H. Manambai Abdulkadir Sumbawa. Gubernur turut menyerahkan bantuan fii sabilillah dari Baznas Provinsi NTB sebesar Rp15 juta untuk penataan dan kemakmuran Masjid Nurul Iman.

Kunjungi Pulau Bungin

Sehari berikutnya, Gubernur Miq Iqbal mengunjungi Pulau Bungin dan menetapkan kawasan tersebut sebagai lokasi percontohan percepatan legalitas usaha sekaligus penanganan kemiskinan di wilayah pesisir.

Dalam dialog dengan masyarakat, persoalan legalitas usaha dan pemanfaatan ruang laut menjadi salah satu perhatian. Pemerintah memilih pendekatan pendampingan agar keterbatasan pengetahuan dan biaya tidak menjadi penghalang masyarakat untuk memenuhi ketentuan perizinan.

“Masyarakat kita di pesisir melanggar atau belum punya izin itu bukan karena tidak mau, tetapi umumnya karena tidak tahu caranya atau tidak mampu membayar biayanya. Kalau kita saling tunggu, masalah ini tidak akan pernah selesai. Oleh karena itu, pemerintah hadir mendampingi secara langsung dan memberikan layanan perizinan secara gratis,” tegas Miq Iqbal.

Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan NTB bersama Balai Penataan Ruang Laut (BPRL) Makassar dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah memfasilitasi pengurusan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL), termasuk penerbitan Pas Kecil Elektronik (E-Pas Kecil) tanpa biaya bagi masyarakat yang difasilitasi pemerintah.

Kemudahan berusaha tersebut berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan. Gubernur menyoroti pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), khususnya bagi usaha tambak udang, karena pencemaran laut dapat mengancam keberlanjutan usaha dan pasar komoditas perikanan. Pengawasan dilakukan secara terpadu berdasarkan Pergub NTB Nomor 17 Tahun 2026.

Penataan Pulau Bungin selanjutnya akan diintegrasikan dengan Program Desa Berdaya Transformatif, termasuk penguatan tata kelola desa serta dukungan permodalan dan fasilitas teknis bagi keluarga miskin ekstrem.

Rangkaian kunjungan tersebut memperlihatkan satu arah pembangunan: membuka akses sekaligus menghilangkan hambatan yang membuat masyarakat sulit berkembang. Jalan membuka konektivitas, kehadiran pemerintah membuka ruang untuk mendengar, sementara kepastian legalitas membuka kesempatan bagi masyarakat pesisir untuk mengembangkan usaha.

Bagi Gubernur Miq Iqbal, pembangunan pada akhirnya bukan sekadar tentang apa yang dibangun pemerintah, tetapi tentang seberapa banyak hambatan yang berhasil dihilangkan dan seberapa besar kesempatan yang dibuka bagi masyarakat untuk hidup lebih mudah, berusaha lebih pasti, dan tumbuh lebih berdaya.(r/ham)

Digerebek Timgab, Kafe Ilegal di Suranadi Diduga Jual Miras

0
Digerebek Timgab, Kafe Ilegal di Suranadi Diduga Jual Miras
GEREBEK - Timgab menyita miras ilegal saat menggerebek kafe di Suranadi, Kecamatan Narmada, Lobar, Sabtu (3/10/2026). (Suara NTB/ist)

Giri Menang (EKBIS NTB) -Kafe-kafe ilegal di Suranadi, Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar) semakin menjadi-jadi. Bahkan kafe-kafe itu diduga kian berani terang-terangan menjual minuman keras (Miras) ilegal hingga menyiapkan wanita penghibur. Pada Sabtu (3/10/2026), Tim Gabungan (Timgab) menggerebek belasan kafe di wilayah tersebut.

Timgab mendapati para wanita penghibur dan pengunjung sedang berada di dalam kafe. Mengetahui ada razia itu, pengunjung pun pergi satu per satu. Pengelola kafe itu diminta menghentikan aktivitasnya. Puluhan botol miras ilegal disita Satpol PP Lobar, sedangkan pengeras suara dan pelaku partner song (PS) tidak diamankan. Setelah didata, mereka diminta pergi dan tidak lagi mengulangi pekerjaannya di kafe tersebut.

Kasatpol PP Lobar, I Ketut Rauh mengatakan, pihaknya turun melakukan razia terhadap kafe ilegal di Suranadi bersama Tim Polresta Mataram, Polsek Narmada, Koramil dan Camat Narmada. “Ada 15 titik (kafe) di Suranadi kami razia,” ujar Rauh, Minggu (4/10/2026).

Para pelaku kafe di wilayah itu masih nekat beroperasi, meraka tetap membuka usahanya kendati Satpol telah menutup beberapa kali tempat itu.

Dalam operasi itu, ditemukan para perempuan yang dipekerjakan sebagai PS di kafe-kafe tersebut. Selain itu, Timgab mengamankan minuman modern berbagai merek dalam jumlah yang banyak. Sedangkan untuk alat-alat karaoke kafe ilegal tersebut tidak diamankan pihaknya.

Setelah razia di Suranadi, pihaknya melakukan kegiatan serupa di wilayah lain seperti Kuripan, Lingsar, Gunungsari. Lokasi ini menjadi titik-titik kafe ilegal ini yang jumlahnya mencapai ratusan titik.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman serta menegakkan aturan Perda agar potensi pendapatan bagi daerah optimal dan tidak bocor. (her)

Pembangunan Kawasan Wisata Joben Tak Cukup Sekadar Konsep

0
Pembangunan Kawasan Wisata Joben Tak Cukup Sekadar Konsep
DISKUSI PUBLIK - Kegiatan diskusi publik bertema “Investasi dan Pariwisata Berkelanjutan” yang digelar Yayasan Swadaya Membangun (YSM) di Torontana Agromina, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Lotim, Sabtu (3/10/2026). (Suara NTB/rus)

Selong (EKBIS NTB) -Pembangunan kawasan wisata Joben di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dinilai tidak cukup hanya mengandalkan konsep dan jargon pariwisata berkelanjutan. Diperlukan perencanaan yang matang serta langkah konkret agar pengembangan destinasi mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertema “Investasi dan Pariwisata Berkelanjutan” yang digelar Yayasan Swadaya Membangun (YSM) di Torontana Agromina, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Lotim, Sabtu (3/10/2026).

Forum tersebut membahas arah kebijakan dan langkah strategis pengembangan destinasi wisata Otak Kokok Joben, dengan menitikberatkan pada keseimbangan antara investasi, kelestarian lingkungan, dan kepentingan masyarakat lokal.

Pendiri YSM, H. Moch. Ali Bin Dachlan (M. Ali BD), menegaskan bahwa pembangunan pariwisata harus memiliki perencanaan yang jelas, terukur, serta berorientasi pada hasil.

Menurutnya, pemerintah dan para pemangku kepentingan tidak seharusnya terjebak pada penggunaan istilah-istilah seperti eco tourism maupun green tourism apabila tidak diikuti implementasi nyata di lapangan.

“Jangan terjebak pada istilah-istilah seperti eco tourism, green tourism, dan lainnya. Tapi fokuslah pada upaya menjalankan apa saja yang bernilai positif untuk lingkungan dan pariwisata yang dibutuhkan masyarakat,” tegas Ali BD.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur, di antaranya perwakilan Dinas Pariwisata, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Rektor Universitas Gunung Rinjani (UGR), serta pegiat pariwisata Lombok Timur, Yogi Islandra.

Yogi Islandra dalam pemaparannya menyoroti pentingnya peningkatan perhatian pemerintah terhadap sektor pariwisata. Menurutnya, pembangunan destinasi juga perlu memperkuat penerapan prinsip yang berwawasan lingkungan.

Namun, pembangunan pariwisata, kata Yogi, tidak semestinya hanya bertumpu pada pemerintah. Masyarakat dan pelaku usaha lokal juga perlu mengambil peran melalui inovasi serta berbagai inisiatif yang dapat mendorong pertumbuhan destinasi.

“Mari kita terus bekerja, berbuat untuk pembangunan pariwisata secara mandiri,” ujar Yogi.

Forum berlangsung secara terbuka dan melibatkan berbagai elemen, mulai dari pegiat pariwisata hingga tamu undangan. Berbagai gagasan dan masukan disampaikan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, investor, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.

YSM berharap pengembangan potensi wisata Lotim, khususnya Otak Kokok Joben, tidak berhenti pada orientasi investasi semata. Pengelolaan destinasi diharapkan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan serta menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Diskusi tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dengan sinergi yang lebih kuat, potensi destinasi wisata Lotim diharapkan dapat dikelola secara lebih optimal tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat lokal. (rus)

PLN Nusantara Power UP Sambelia Salurkan Sembako ke LKSA Al Ma’mun NW Labuan Pandan

0
PLN Nusantara Power UP Sambelia Salurkan Sembako ke LKSA Al Ma'mun NW Labuan Pandan
JUMAT BERKAH - Kegiatan Jumat berkah yang digelar PLN NP Sambelia di LKSA Al Ma'mun NW Labuan Pandan, Jumat (2/10). (Suara NTB/ist)

Selong (EKBIS NTB) -PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Sambelia kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan melalui program Derma Nusantara Vol. 2.

Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al Ma’mun Nahdlatul Wathan (NW), Labuan Pandan, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), pada Jumat (2/10).

Dalam kegiatan tersebut, PLN Nusantara Power UP Sambelia menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada 75 penerima manfaat. Selain itu, perusahaan juga memberikan santunan khusus bagi siswa-siswi yatim serta warga lanjut usia (jompo) yang berada di bawah naungan yayasan.

Kepala Yayasan LKSA Al Ma’mun Nahdlatul Wathan, Ir. Rifai Jafar, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan PLN Nusantara Power UP Sambelia.

Ia mengatakan bantuan tersebut memiliki arti penting bagi anak-anak asuh dan warga lanjut usia yang berada di bawah naungan yayasan, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Sambelia yang telah memberikan kami bantuan berupa sembako dan santunan untuk anak-anak dan warga jompo kami di sini. Bantuan ini sangat berarti dan sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anak asuh kami,” ujar Rifai.

Ia berharap kepedulian tersebut menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat serta PLN Nusantara Power UP Sambelia senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalankan operasionalnya.

Sementara itu, mewakili Manajemen PLN Nusantara Power UP Sambelia, Assistant Manager Administrasi Gunadi Febry Sandy, mengatakan, program Derma Nusantara merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami tidak hanya hadir untuk menerangi negeri, tetapi juga untuk memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” ungkap Gunadi.

Menurutnya, perusahaan berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi para penerima sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.

“Semoga dengan adanya program ini, warga masyarakat dapat merasakan dampak positifnya. Semoga bantuan yang telah kami berikan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para penerima, membawa kebahagiaan, serta diberkahi juga untuk perusahaan kami agar dapat terus tumbuh dan berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Dukung Masyarakat di Sekitar Wilayah Operasional

Program Derma Nusantara menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial PLN Nusantara Power UP Sambelia terhadap masyarakat di sekitar perusahaan. Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat sekaligus memberikan manfaat secara langsung bagi kelompok yang membutuhkan.

PT PLN Nusantara Power UP Sambelia merupakan unit pembangkitan yang mengelola PLTU Lombok FTP-2 (2×50 MW) yang berlokasi di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lotim.

Kehadiran PLTU Lombok FTP-2 diharapkan dapat menambah pasokan listrik pada sistem kelistrikan Lombok setelah siap beroperasi nantinya.

Melalui program sosial yang berkelanjutan, PLN Nusantara Power UP Sambelia tidak hanya menjalankan peran dalam mendukung penyediaan energi listrik, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat di lingkungan sekitar wilayah operasionalnya. (r/*)

Kafe Ilegal di Lobar Menjamur hingga 160 Titik

0
Kafe Ilegal di Lobar Menjamur hingga 160 Titik
TURUN RAZIA - Tim Satpol PP Lobar rutin turun razia ke kafe-kafe ilegal yang jumlahnya kian menjamur. Karena itu, butuh intervensi dari OPD lainnya. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (EKBIS NTB) -Jumlah kafe ilegal di Lombok Barat (Lobar) saat ini kian menjamur hingga menembus 160 titik. Kecamatan Gunungsari menjadi daerah terbanyak kafe ilegal hingga 100 titik lebih. Dalam penanganan kafe ilegal ini, diharapkan intervensi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengalihkan mata pencarian para pengelola kafe agar tidak lagi membuka usaha ilegal tersebut.

Kasatpol PP Lobar, I Ketut Rauh mengaku banyak kafe ilegal yang masih beroperasi di beberapa wilayah di Lobar. Disebutkan, di wilayah Suranadi, Kecamatan Narmada sebanyak 40 titik lebih, kemudian di Kecamatan Gunungsari, 100 titik lebih. Selanjutnya, Kecamatan Kuripan, 12 titik dan Lingsar terdapat sekitar delapan kafe ilegal. “Masih banyak (kafe ilegal) masih beroperasi,” sebut Rauh, Minggu (4/10/2026).

Dalam penanganan kafe ilegal ini butuh peran dan intervensi multi pihak, terutama OPD lain untuk mengalihkan mata pencarian mereka. Satpol PP sendiri berada pada bagian hilir. Sedangkan hulunya ada OPD lain yang perlu mengintervensi, sehingga pengananan kafe-kafe ilegal ini bisa menyeluruh.

Sejauh ini, pihaknya sendiri telah melakukan berbaris upaya dalam menangani kafe ilegal ini. Baik turun razia rutin hingga tindakan hukum melalui langkah pidana. Namun langkah yang dilakukan melalui jalur hukum pidana atau tidak pidana ringan (Tipiring) tidak memberi efek jera atau tidak mempan bagi pelaku kafe ilegal tersebut.

“Ya (upaya pidana) tidak begitu berdampak. Untuk itu, kami akan rutin razia,” kata Rauh.

Sejauh ini, pihaknya mencatat terdapat 12 pelaku kafe ilegal yang ditindak secara pidana melalui Tipiring. Namun, tahun ini, belum ada yang dilakukan Tipiring, karena adanya KUHP terbaru. Di mana dalam ketentuannya, proses Tipiring dari BAP hingga sidang di pengadilan tidak boleh lebih dari tiga hari.

Hal ini, kata dia, menjadi salah satu tantangan yang perlu disesuaikan lagi oleh pihaknya dalam penanganan Tipiring ini. Selain itu, kartu penyidik di Satpol PP berlaku lima tahun. “Kemarin sudah kedaluwarsa, lagi kami perpanjang,” imbuhnya.

Karena itu, langkah razia rutin sekali sepekan ini diharapkan bisa mengendalikan kafe-kafe ilegal ini.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan TNI Polri untuk melakukan razia rutin tiap sekali seminggu. “Seminggu sekali kita razia, tidak bisa efek jera dengan Tipiring, kami akan razia rutin,” tegasnya. (her)