Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram menargetkan 66 hewan kurban baik sapi maupun kambing dalam menyebutkan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Dengan demikian salah satu fokus utama saat ini ialah pendataan dan pengumpulan hewan kurban guna memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Mataram, Amir Wisuda, mengatakan target sementara pengumpulan hewan kurban dari organisasi perangkat daerah (OPD) mencapai 50 ekor kambing dan 16 ekor sapi.
“Insyaallah, kemungkinan jumlah itu bisa bertahan,” ujarnya, Senin (25/5).
Meski demikian, Amir menyebut jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pengumpulan partisipasi hewan kurban dari seluruh OPD masih berlangsung hingga mendekati Iduladha.
Ia optimistis jumlah sumbangan akan meningkat mengingat pengadaan hewan kurban melibatkan seluruh OPD di lingkungan Pemkot Mataram.
Selain berasal dari OPD, Pemkot Mataram juga menyiapkan penyaluran hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Hewan kurban tersebut rencananya diserahkan kepada takmir Masjid Nurul Falah di Lingkungan Bebidas, Kelurahan Pagesangan.
“Insyaallah besok akan diserahkan dari peternak kepada pengelola Masjid Nurul Falah,” kata Amir.
Ia menjelaskan, sapi bantuan presiden tersebut memiliki bobot sekitar 979 kilogram atau hampir mencapai satu ton.
Terkait mekanisme distribusi, Amir mengatakan Pemkot Mataram masih mengutamakan penyaluran hewan kurban dalam kondisi hidup. Namun, apabila diperlukan proses pemotongan, pelaksanaannya akan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH).
“Biasanya disalurkan dalam bentuk hewan hidup. Kalaupun nanti ada yang dipotong, prosesnya akan dilakukan di RPH,” jelasnya.
Saat ini, Pemkot Mataram juga tengah melakukan verifikasi terhadap berbagai permohonan penerima hewan kurban yang diajukan masyarakat. Permohonan tersebut berasal dari yayasan, taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ), hingga lembaga sosial lainnya.
“Sementara ini permohonan sudah banyak masuk,” ungkapnya.
Sementara terkait penggunaan kupon distribusi daging kurban, Amir mengatakan pemerintah belum mengambil keputusan final. Menurut dia, fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh hewan kurban memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan Sekretariat Negara dan Sekretariat Presiden.
“Kita belum bisa memastikan apakah nanti menggunakan kupon atau tidak. Yang terpenting, hewan kurban memenuhi standar ideal sesuai ketentuan,” pungkasnya. (pan)






