Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 281

Kurangi Ketergantungan pada Tambang, Pengembangan Ketahanan Pangan Agromaritim Jadi Prioritas

0
Kegiatan Bincang Kamisan yang digelar Diskominfotik NTB di Command Center, Kantor Gubernur NTB, Kamis ekbisntb.com(ekbisntb.com/ham)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemprov NTB mengakui ketergantungan pertumbuhan ekonomi di NTB pada sektor tambang cukup besar. Bahkan, sekarang ini, lebih dari 82 persen pertumbuhan ekonomi NTB masih ditopang oleh sektor pertambangan. Sementara di satu sisi, potensi NTB di bidang pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan cukup besar.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Bappeda NTB Iskandar Zulkarnain pada Bincang Kamisan yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB di Command Center, Kamis 22 Mei 2025. Acara yang dipandu Kepala Diskominfotik NTB H. Yusron Hadi, ST., MUM., Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Agus Hidayatullah dan dari Fakultas Tekhnologi Ketahanan Pangan Universitas Mataram.

‘’Coba kita lihat sebenarnya untuk pertumbuhan ekonomi  terkoreksi -1,47 persen, karena ini PT. AMNT ini tidak melakukan kegiatan. Kemudian juga mengalami kontraksi 2,3 persen karena tidak ada produk tambang yang diekspor. Artinya perekonomian kita sekarang ini sangat tergantung kepada tambang sekitar 82,9% . Dan ini enggak boleh terjadi,’’ ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah daerah berusaha mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan, karena perkembangan ekonomi dari tambang ini ada batas waktunya. Ketika bahan baku tambang habis, maka yang ditambang tidak ada, sehingga perlu alternatif lain dalam mengembangkan sektor lainnya, yakni pada pilar ketahanan pangan (agromaritim) dari program NTB Makmur Mendunia.

Dalam mengembangkan sektor agromaritim ini, lanjutnya, pihkanya sudah memetakan 38 komoditas, baik di sektor pertanian, perikanan, perkebunan hingga kelautan.  Pemetaan dilakukan di seluruh kabupaten/kota se NTB. Di setiap kabupaten/kota potensi apa yang dimiliki, nanti ini yang dipetakan. Iskandar mencontohkan, kelapa di salah satu kabupaten. Nanti pihaknya akan mendata seperti apa pengembangan kelapa ini, kemudian dari sisi produksi hingga hilirisasi dari kelapa itu sendiri.

Begitu juga di sektor pertanian, ada jagung, beras dan komoditi lainnya juga terus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Termasuk berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain dalam menjadikan pertanian di NTB tetap berjalan dan tidak rusak akibat kekeringan, sehingga perlu diperhatikan masalah irigasi dan masalah sarana prasarana lainnya.

‘’Kalau peternakan kita sekarang banyak mengirimkan sapi ke luar daerah. Hampir 46.000 ekor kemarin kita sudah kirimkan untuk kebutuhan kurban di daerah lain,’’ ujarnya.

Ke depan, harapnya, NTB tidak lagi mengirim sapi hidup ke luar daerah, tapi bisa mengirim pesanan pembeli di luar daerah dalam bentuk daging beku. Hal ini, tentu harus mendapatkan perhatian, sehingga keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) di NTB bisa berperan dan memberikan peningkatan pendapatan bagi masyarakat dan juga daerah.

Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Agus Hidayatullah, menjelaskan ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan pokok, seperti padi atau umbi-umbian, tetapi juga menyangkut aspek produksi, distribusi hingga pengolahan hasil. Menurutnya, pihaknya tidak bisa hanya bicara ketahanan pangan dari sisi on-farm, tapi harus memperhatikan aspek off-farm seperti distribusi, pengolahan hasil pertanian dan menghindari food loss.

Agus menekankan bahwa tantangan besar NTB saat ini adalah keberlanjutan produksi pertanian. Salah satunya karena penggunaan pupuk dan pestisida yang semakin tidak efektif akibat resistensi organisme pengganggu tanaman. Setiap tahun dosisnya naik terus, padahal itu jadi beban buat petani maupun distributor, sehingga harus ada pendekatan baru dan teknologi tepat guna.

Ditegaskannya, agromaritim bukan hanya sekadar konsep, melainkan strategi menuju kemandirian pangan dan pengurangan kemiskinan yang berkelanjutan. (ham)

Pansel Ajukan 10 Nama Calon Komisaris Bank NTB Syariah ke Gubernur

0
H. Lalu Muhamad Iqbal (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan Panitia Seleksi (Pansel) Direksi Bank NTB Syariah telah menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses seleksi calon komisaris inepenen Bank NTB Syariah. Hingga saat ini, tim Pansel telah mendapatkan 10 nama yang akan bersaing memperebutkan tiga posisi komisaris independent BUMD tersebut.

Menurut Iqbal, dari apa yang disampaikan Pansel, lima nama telah disarankan, sementara lima nama lainnya hanya dipertimbangkan.

“Tadi saya baru dilaporkan perkembangan terakhirnya bahwa sudah masuk, sudah dipilih lima yang disarankan, dan lima yang hanya dipertimbangkan. Itu saja,” ujarnya, Kamis, 22 Mei 2025.

Meski demikian, daftar nama tersebut belum dikirim secara resmi ke Gubernur. Sehingga proses pengiriman daftar nama ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengikuti  fit and proper test belum bisa dilangsungkan.

“Kan harus diputuskan dulu, belum sampai secara resmi belum ke Gubernur. Jadi Pansel hanya mengupdate prosesnya saja sudah sampai mana. Nanti secara resmi akan disampaikan ke Gubernur,” tambahnya.

Selanjutnya, setelah keputusan resmi diambil oleh Gubernur, nama-nama yang terpilih akan diusulkan ke OJK untuk mengikuti ujian fit dan proper. Setelah hasil dari OJK keluar, kemudian pembahasan lanjutan dan penetapan dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Nanti Gubernur akan memutuskan dan kemudian diusulkan ke OJK untuk nanti ditetapkan di RUPS yang akan datang,” pungkasnya.

Daftar 10 nama yang akan bersaing memperebutkan tiga posisi komisaris independent Bank NTB Syariah adalah, L. Anis Mudjahid Akbar, H. Putu Rahwidhiyasa, Dr. H. M. Taufiq Gozi, SE., MM, Dr. Achmad Fauzi, Agus Priyanto, Suharto, S.E., M.M, Susi Retna Cahyaningtyas, SE., M.Si, Ak., CA, Ir. Adlinsyah M Nasution, M.M, Edian Fahmy, dan Ir. Ikhsan MM.

Ketua Pansel Direksi Bank NTB Syariah, Wirajaya Kusuma mengatakan dirinya telah menyerahkan 10 nama tersebut ke Gubernur. Selanjutnya akan dipilih enam nama yang akan diserahkan ke OJK.

Ke 10 orang yang berpeluang menjadi komisaris Bank NTB Syariah, kata Wirajaya berasal dari luar dan dalam NTB. Sekitar 60 persen berasal dari luar NTB, 40 persen berasal dari NTB.

Alasan mengapa tim Pansel mengambil lebih banyak orang dari luar NTB sebab berdasarkan kualifikasi orang-orang ini yang memimpin poin berdasarkan skor dari seleksi terbuka yang digelar oleh Pemprov NTB.

‘’Inilah konsekuensi Pansel ini terbuka untuk umum secara nasional. Kualifikasinya betul-betul ketat, jadi kita bicarakan bersama scoringnya ke Pak Gubernur, peringkat rankingnya,” terangnya. Dari 10 nama ini, enam orang yang akan bersaing di uji fit dan proper OJK. (era)

PGAWC 2025 Dimulai, Menpora: Kesempatan Promosikan Indonesia

0
Peserta PGAWC seri Indonesia menggelar latihan  bebas usai pembukaan PGAWC oleh Menpora, Kamis kemarin. Peserta baru akan mulai tanding Jumat-Minggu mendatang. (ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Ajang Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) seri Indonesia yang berlangsung di kawasan wisata Sky Lancing, Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng), Kamis 22 Mei 2025 sore kemarin, resmi dimulai. Diikuti sebanyak 50 atlet paralayang dunia dari sembilan Negara, termasuk Indonesia selaku tuan rumah.

Menteri Pemuda dan OIahraga (Menpora) Dito Ariotedjo berkesempatan membuka langsung ajang yang akan mempertandingkan empat kelas berbeda tersebut. Mulai dari kategori overall, female, team serta junior U-26.

Hadir pula Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa serta Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir dan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. Sejumlah pengurus Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) pusat juga hadir bersama Sekda Loteng H. Lalu Firman Wijaya, S.T.M.T., dan para pejabat lingkup Pemprov NTB  serta Pemkab Loteng lainnya.

Gelaran PGAWC tahun ini merupakan gelaran yang ketiga sejak pertama kali digelar pada tahun 2023 lalu di tempat yang sama. “Ini merupakan yang ketiga kalinya ajang PGAWC digelar. Dan, kita mendorong ajang ini bisa terus digelar di tahun-tahun mendatang,” ujar Menpora Dito Ariotedjo.

Menurutnya, keberlanjutan ajang tersebut penting adanya. Karena itu bisa menjadi kesempatan untuk mempromosikan Indonesia kepada dunia. Bahwa, Indonesia memiliki destinasi olahraga paralayang yang indah dan bisa jadi merupakan yang terbaik di dunia. Jadi Indonesia tidak hanya memiliki destinasi wisata saja. Tetapi juga destinasi aerosport terbaik. “Lokasinya sangat bagus dan saya sangat terkesima ada tempat sebagus ini,” ujarnya.

Dikatakannya, ajang PGAWC seri Indonesia yang berlangsung di kawasan wisata Sky Lancing tersebut bisa menjadi contoh sukses gelaran sport tourism. Di mana gelaran ajang olahraga bisa memberikan kontribusi bagi pergerakan ekonomi daerah. Pihaknya pun berharap Pemprov NTB bisa terus menggeliatkan ajang sport tourism. Sebagai upaya mendorong pergerakan dan kemajuan ekonomi.

‘’Melihat semangat yang ada, ajang-ajang seperti ini harus terus digelar. Kalau kembali digelar lagi tahun depan, baik pemerintah pusat maupun provinsi pasti akan mendukung dan ikut berpartisipasi,” tandasnya.

Di tempat yang sama Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan dukungannya terhadap ajang PGAWC. Menurutnya ajang tersebut bisa juga menjadi sarana promosi bagi daerah. Tidak hanya soal keindahan alamnya saja tetapi juga soal kekayaan budaya yang dimiliki daerah ini.

“Dengan beberapa tambahan dan sentuhan, diharapkan ajang PGAWC kali ini bisa memberikan kesan yang mendalam bagi peserta,” imbuhnya. Sehingga bisa turut memperkenalkan dan mempromosikan Indonesia di luar. Dengan begitu Indonesia akan semakin dikenal dan akan semaki banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia.

Dua Peserta Mundur

Terpisah, Koordinator Teknis Pertandingan PGAWC seri Indonesia Roy Rahmanto mengatakan, semula total peserta yang sudah datang sebanyak 51 atlet. Namun ada dua atlet masing-masing dari Arab Saudi dan China yang kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri. Saat bersamaan ada satu atlet dari Hongkong yang ikut ambil bagian. Sehingga total akhir peserta PGAWC seri Indonesia sebanyak 50 atlet.

Para atlet tersebut akan  mulai bertanding Jumat hari ini sampai Minggu 25 Mei 2025 besok. “Soal persiapan sudah tidak ada masalah. Semua atlet juga sudah siap bertanding,” pungkas Roy. (kir)

Petugas Bongkar Penutup Lapak Diduga Jadi Tempat Mesum di Pantai Labuhan Haji

0
Camat Labuhan Haji memimpin penertiban lapak di Pantai Labuhan Haji, Kamis 22 Mei 2025(ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polri, dan TNI membongkar sejumlah penutup lapak pedagang di kawasan Pantai Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 22 Mei 2025. Tindakan ini diambil menyusul laporan warga yang menduga lapak-lapak tertutup tersebut kerap disalahgunakan sebagai tempat mesum.

“Selain laporan, saya sendiri pernah melihat langsung aktivitas mesum di salah satu lapak,” ungkap Camat Labuhan Haji, Baiq Lian Krisna Yutarti, saat ditemui di lokasi penertiban.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menyisir seluruh lapak yang masih menggunakan penutup atau tameng di sepanjang pantai. Baiq Lian menegaskan bahwa yang dibongkar hanya bagian penutup lapak, bukan lapaknya secara keseluruhan.

“Sebenarnya sudah lama kami sosialisasikan agar para pedagang tidak menggunakan penutup. Semua lapak diminta terbuka untuk mencegah penyalahgunaan,” ujarnya.

Meski para pedagang sebelumnya telah menyatakan kesanggupan membongkar sendiri penutup tersebut, faktanya sebagian besar tidak mengindahkan imbauan, sehingga petugas terpaksa turun tangan.

Selain membongkar penutup lapak, petugas juga memeriksa isi jualan pedagang. Berdasarkan informasi, masih ada yang menjual minuman keras (miras), meskipun dalam penggeledahan kali ini tidak ditemukan barang bukti. Pada razia sebelumnya, puluhan liter miras sempat diamankan.

Camat juga mengingatkan para pedagang agar tidak membuka lapak hingga larut malam, karena banyak aduan warga terkait aktivitas hingga dini hari.

“Kami berharap tindakan tegas ini bisa memberikan efek jera. Dari pantauan kami, ada sekitar 30 hingga 40 lapak yang terindikasi masih tertutup dan menjual miras,” tambahnya.

Dari sisi legalitas, diakui bahwa sebagian besar lapak belum mengantongi izin resmi. Namun pemerintah masih memberi toleransi selama aktivitas pedagang tidak menimbulkan keresahan.

“Kami paham kalau dipaksa tutup akan berdampak pada ekonomi warga. Tapi kami harap penertiban ini bisa meningkatkan kesadaran pedagang,” tutup Baiq Lian.(rus)

PLN UIP Nusra Genjot Pembangunan Pembangkit Listrik untuk Antisipasi Lonjakan Permintaan dan Dukung Kendaraan Listrik

0
Proyek pembangkit listrik yang dibangun PLN UIP Nusra di Sambelia, Lombok Timur(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik sekaligus mendukung era kendaraan listrik dan transisi menuju energi hijau.

Hal tersebut disampaikan General Manager PLN UIP Nusra, Yasir, dalam kegiatan Mandalika EV Experience 3 yang diselenggarakan oleh PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB pada Selasa, 20 Mei 2025.

“Kami terus mendukung kampanye energi hijau. Peningkatan jumlah kendaraan listrik tentu akan berdampak langsung pada peningkatan konsumsi listrik,” ujar Yasir.

Sebagai unit yang bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur pembangkit, PLN UIP Nusra saat ini tengah menggarap sejumlah proyek strategis yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Salah satu proyek utama yang sedang disiapkan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Lombok 2 berkapasitas 100 megawatt (MW) yang berlokasi di Sambelia, Lombok Timur.

“Proyek ini berada di sebelah PLTU Lombok FTP-2 (2×50 MW). Saat ini sedang dalam tahap lelang dan ditargetkan kontrak dapat ditandatangani tahun ini,” jelas Yasir.

Saat ini, kapasitas pembangkit listrik yang telah beroperasi di Lombok antara lain PLTU Jeranjang 75 MW dan PLTU Sambelia 100 MW. Selain itu, akan dibangun pembangkit baru 100 MW di Sambelia dan pembangkit berkapasitas 30 MW di Sumbawa. Pembangunan juga direncanakan di wilayah lain seperti Bima, Flores, Labuan Bajo, Ende, dan Kupang.

Penambahan kapasitas pembangkit ini, lanjut Yasir, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan industri saat ini, tetapi juga untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan listrik di masa mendatang.

“PLN ditugaskan negara untuk menyediakan listrik bagi masyarakat. Permintaan listrik akan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan perkembangan industri, termasuk properti dan kendaraan listrik. Apalagi di NTB akan hadir industri besar seperti smelter, yang juga membutuhkan pasokan daya yang besar,” pungkasnya. (bul)

97,81 Persen Warga Lotim Terdaftar di JKN, BPJS Dorong Partisipasi Aktif

0
Elly Widiani(ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – BPJS Kesehatan Cabang Selong mengungkapkan bahwa sebanyak 97,81 persen penduduk Kabupaten Lombok Timur (Lotim) telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per data terbaru. Capaian ini disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong, Elly Widiani, dalam pertemuan dengan media di Labuhan Haji, Kamis, 22 Mei 2025.

Elly menyebut, angka tersebut merupakan hasil komitmen kuat Pemerintah Daerah (Pemda) dalam memperluas akses layanan kesehatan. “Sebelumnya kita sudah mencapai target Universal Health Coverage (UHC) tahun 2025 sebesar 98 persen. Namun, penambahan jumlah penduduk sekitar 29 ribu orang berdampak pada turunnya persentase kepesertaan,” jelasnya.

Per Mei 2025, total peserta JKN di Lotim tercatat sebanyak 1.425.654 orang, yang terbagi dalam beberapa segmen: PBI APBN: 960.341 orang. PBI APBD: 195.137 orang. PPU (Pekerja Penerima Upah): 187.552 orang. PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah): 69.444 orang. BP (Bukan Pekerja): 13.290 orang.

Meskipun angka kepesertaan tinggi, Elly mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi aktif peserta JKN masih berada di angka 75 persen, di bawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Ia menekankan pentingnya menyamakan persepsi bahwa JKN adalah program wajib bagi seluruh penduduk, termasuk Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal lebih dari enam bulan di Indonesia.

Pemkab Lotim, kata Elly, telah mengalokasikan dana iuran sebesar Rp99 miliar untuk tahun 2025. Namun, ia menyayangkan masih adanya warga mampu yang justru tercatat sebagai penerima bantuan pemerintah. “Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Kepesertaan harus sesuai kemampuan ekonomi masing-masing,” tegasnya.

Untuk meningkatkan kepesertaan mandiri, BPJS Kesehatan menawarkan skema Rencana Pembayaran Bertahap (Rehab) agar masyarakat dapat mencicil iuran secara fleksibel. Selain itu, Elly mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk tokoh masyarakat dan perusahaan, untuk proaktif mendaftarkan warga ke dalam program JKN.

“Dengan kerja sama semua pihak, target RPJMN bisa tercapai. Kesehatan adalah hak semua orang, dan JKN hadir untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Sebagai bentuk peningkatan layanan, Elly memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di Lotim telah menandatangani janji layanan, dan peserta cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan pelayanan tanpa diskriminasi. (rus)

BNI Sambut Positif Penurunan Suku Bunga BI

0
Bank BNI(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyambut positif keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen.

“Kami menyambut positif penurunan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia hari ini. Kebijakan ini juga sudah sejalan dengan estimasi kami,” kata Chief Economist BNI Leo Putera Rinaldy di Jakarta, Rabu.

BNI melihat terdapat tiga faktor utama yang melandasi penurunan BI-Rate, yaitu penguatan nilai tukar rupiah, inflasi yang terjaga sesuai target BI, dan perlambatan ekonomi domestik.

Di saat yang sama, BI juga merelaksasi kebijakan makropurudensial untuk mendukung likuditas perbankan sekaligus merespons perlambatan kredit dan dana pihak ketiga (DPK).

“Dengan adanya penurunan BI-Rate, kami memperkirakan SRBI-rate akan turun lebih lanjut dari posisi terakhir 6,47 persen (SRBI-rate 12 bulan),” ujarnya.

Selain itu, lanjut Leo, pemangkasan BI-Rate dapat berpotensi menurunkan imbal hasil SBN karena ekspektasi aliran dana asing dan potensi shifting dana dari SRBI yang jatuh tempo ke obligasi pemerintah.

Nilai tukar rupiah juga diperkirakan bisa tetap stabil bila risiko global tidak berubah, diikuti dengan penurunan permintaan valas setelah pembayaran dividen dan musim pembayaran utang pada April dan Mei.

“Kami juga melihat adanya potensi penurunan suku bunga perbankan, dimana penurunan bunga dana akan terjadi lebih dulu diikuti oleh penurunan bunga kredit,” tambah Leo.

Ke depan, BNI memperkirakan adanya ruang penurunan BI-Rate sebesar 25 bps lagi hingga akhir tahun dengan catatan nilai tukar masih tetap stabil.

BI melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Mei 2025 yang diselenggarakan pada Selasa (20/5) dan Rabu (21/5) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi berada pada level 5,5 persen.

Suku bunga deposit facility turun sebesar 25 bps menjadi berada pada level 4,75 persen. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk turun sebesar 25 bps menjadi pada level 6,25 persen. (ant)

BI: Neraca Pembayaran Indonesia pada Triwulan I 2025 Tetap Terjaga

0
Bank Indonesia (BI)(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I 2025 tetap terjaga di tengah perlambatan ekonomi global.

“Defisit transaksi berjalan tetap rendah di tengah perlambatan ekonomi global. Selain itu, transaksi modal dan finansial mencatat defisit yang terkendali di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Kamis.

Dengan perkembangan tersebut, NPI pada triwulan I 2025 mencatat defisit 0,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dan posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2025 tercatat tetap tinggi sebesar 157,1 miliar dolar AS, atau setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Ramdan menyampaikan, transaksi berjalan mencatat defisit yang lebih rendah. Pada triwulan I 2025, transaksi berjalan mencatat defisit 0,2 miliar dolar AS (0,1 persen dari PDB), lebih rendah dibandingkan dengan defisit 1,1 miliar dolar AS (0,3 persen dari PDB) pada triwulan IV 2024.

Surplus neraca perdagangan barang meningkat, terutama disumbang oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas.

Ekspor nonmigas menurun sejalan dengan perlambatan ekonomi global dan harga komoditas. Sementara itu, impor nonmigas turun lebih dalam khususnya pada kelompok bahan baku dan penolong.

Di sisi lain, defisit neraca jasa meningkat dipengaruhi penurunan surplus jasa perjalanan (travel) sejalan dengan penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Defisit neraca pendapatan primer juga meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran imbal hasil investasi portofolio.

Selanjutnya, kinerja transaksi modal dan finansial tetap terkendali di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.

Investasi langsung tetap membukukan surplus sebagai cerminan dari persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi domestik yang tetap terjaga. Investasi portofolio juga meningkat, terutama dipengaruhi aliran masuk modal asing pada surat utang domestik.

Sementara itu, investasi lainnya mencatat defisit dipengaruhi oleh penurunan penarikan pinjaman pemerintah dan swasta serta peningkatan investasi swasta pada beberapa instrumen finansial luar negeri.

Dengan perkembangan tersebut, transaksi modal dan finansial pada triwulan I 2025 mencatat defisit 0,3 miliar dolar AS.

“Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait, guna memperkuat ketahanan sektor eksternal,” kata Ramdan.

NPI 2025 diprakirakan tetap sehat ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut dan defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran defisit 0,5 persen sampai dengan 1,3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Surplus transaksi modal dan finansial didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang tetap baik dan imbal hasil investasi yang menarik. (ant)

IHSG Menguat di Tengah Pelemahan Mayoritas Bursa Kawasan Asia

0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi, bergerak menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia.

IHSG dibuka menguat 23,85 poin atau 0,33 persen ke posisi 7.166,31. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,53 poin atau 0,43 persen ke posisi 815,69.

“IHSG hari ini berpotensi koreksi jika gagal break resistance di level 7.170,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman di Jakarta, Kamis.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20 dan 21 Mei 2025 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan (BI-rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.

Suku bunga deposit facility turun sebesar 25 bps menjadi berada pada level 4,75 persen. Begitu pula suku bunga lending facility yang diputuskan untuk turun sebesar 25 bps menjadi pada level 6,25 persen.

Dari kawasan Asia, pelaku pasar mencermati rilis data ekonomi dari berbagai negara di kawasan. Jepang mencatatkan perlambatan ekspor untuk bulan kedua secara beruntun di tengah tekanan dari kebijakan tarif impor besar-besaran yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dari mancanegara, imbal hasil obligasi 30 tahun AS naik mencapai 5,09 persen, atau tertinggi sejak Oktober 2023, yang didorong kekhawatiran investor terhadap RUU anggaran baru yang dinilai akan memperburuk defisit fiskal AS.

RUU itu diperkirakan akan disahkan menjelang tenggat waktu Memorial Day oleh Ketua DPR Mike Johnson, setelah tercapai kompromi soal pemotongan pajak negara bagian dan lokal.

Sementara itu, bursa saham utama AS di Wall Street ditutup anjlok disebabkan oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan kekhawatiran baru soal defisit anggaran AS yang menyebabkan aksi jual masif.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,91 persen, indeks S&P 500 turun 1,61 persen, dan Nasdaq Composite melemah 1,41 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 291,48 poin atau 0,78 persen ke 37.007,50, indeks Shanghai menguat 2,81 poin atau 0,08 persen ke 3.384,76, indeks Hang Seng melemah 138,78 poin atau 0,58 persen ke 23.689,00, dan indeks Strait Times menguat 22,39 poin atau 0,58 persen ke 3.877,33. (ant)

PLN UIP Nusra Genjot Pembangunan Pembangkit Listrik, Antisipasi Lonjakan Permintaan Daya dan Dukung Era Kendaraan Listrik

0
Proyek pembangkit listrik yang dibangun PNL UIP Nusra di Sambelia, Lombok Timur(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) akan terus menggenjot pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Provinsi NTB maupun NTT untuk mengantisipasi lonjakan permintaan listrik dan mendukung era kendaraan listrik.

Hal ini ditegaskan General Manager PLN UIP Nusra, Yasir, pada kegiatan Mandalika EV Experince 3, Selasa, 20 Mei 2025 yang digelar PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB.

Yasir menegaskan, PLN berupaya untuk terus mendukung transisi menuju energi hijau dan mengantisipasi lonjakan permintaan listrik di masa-masa mendatang.

“Kita mendukung green energy yang terus dikampanyekan . Artinya, peningkatan jumlah kendaraan listrik secara otomatis akan mendorong kenaikan penjualan listrik oleh PLN Wilayah,” tambahnya.

Sebagai entitas yang bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur pembangkit di wilayah Nusra, PLN UIP Nusra saat ini tengah menggarap sejumlah proyek strategis yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Salah satu proyek ambisius yang sedang diupayakan adalah penambahan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Lombok 2 (100 MW) di Sambelia.

“Proyek ini letaknya di sebelah PLTU Lombok FTP-2 (2×50 MW) Sambelia. Saat ini sedang memasuki proses lelang dan targetnya di tahun ini bisa sign kontrak,” ungkapnya.

Saat ini saja, tambah Yasir, kapasitas pembangkit listrik di Lombok yang beroperasi adalah 150 MW, PLTU Jeranjang 75 MW. Ditambah PLTU Sambelia 100 MW, dan akan berproses pembangkit listrik di Sambelia juga 100 MW. Ada juga yang akan dibangun pembangkit listrik 30 MW di Sumbawa. Ditambah lagi rencana pembangunan pembangkit di Bima, Flores, Labuan Bajo, Ende, Kupang, dan lainnya.

Penambahan kapasitas pembangkit ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan normal masyarakat dan industri, tetapi juga secara spesifik untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan listrik yang signifikan.

PLN menurutnya ditugaskan oleh negara melistriki masyarakat, penambahan kebutuhan listrik akan terus tumbuh sejalan dengan pertumbuhan populasi penduduk dan perkembangan wilayah. Selain kebutuhan kendaraan listrik, ada juga kebutuhan industry, kebutuhan property yang akan terus naik permintaannya.

“Apalagi di NTB akan tumbuh industry besar. misalnya smelter. Kita antisipasi semua kebutuhan listrik masyarakat,” tandasnya.(bul)