Wednesday, April 22, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 222

Permudah Investasi, Pemprov NTB Dorong Percepatan Pembentukan NTB Capital

0
Plt Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Muslim saat menjelaskan terkait persiapan pembentukan NTB Capital, Senin, 28 Juli 2025 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong percepatan pembentukan NTB Capital, badan usaha milik daerah (BUMD) yang akan mewadahi proses investasi di daerah.

Plt Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Muslim menjelaskan pihaknya mulai membuat konsep awal BUMD induk ini. Dia mengatakan, konsep besar NTB Capital untuk mendorong partisipasi daerah terhadap setiap aktivitas investasi, baik penyertaan modal maupun saham.

Sebab, selama ini aktivitas investasi di NTB cukup rumit, membutuhkan perizinan dari beberapa pihak.

“Kita permudah investasi di NTB. Ini baru tahap awal tapi konsepnya sudah ada,” ujarnya, Senin, 28 Juli 2025.

Muslim mengaku, pihaknya sudah menyusun konsep NTB Capital agar bisa beroperasi tahun depan. Penyusunan konsep BUMD khusus investasi ini melibatkan berbagai unsur di lingkup Pemprov NTB.

Tak hanya itu, Pemprov juga menggandeng para pakar ekonomi guna memperkaya substansi dan kajian akademik pendirian NTB Capital.

Saat ini, lanjut Muslim, Pemprov NTB mulai fokus pada penyusunan naskah akademik, pendalaman substansi melalui kajian tambahan, dan perumusan operasional kelembagaan BUMD Capital.

“Target kita tahun ini. Prosesnya sudah jelas, mulai dari naskah akademik hingga penyusunan operan Pemda terkait NTB Capital. Kita pastikan setiap progresnya terstruktur dan terpantau,” lanjutnya.

Dalam pembentukan NTB Capital, Pemprov NTB mempertimbangkan opsi penghapusan PT GNE karena kondisi Perusahaan yang dinilai mati suri.

DPRD NTB, sambung Muslim telah meminta kajian menyeluruh untuk menilai apakah PT GNE masih memiliki prospek keberlanjutan ke depan, atau mati total.

“Semua masukan akan kami pertimbangkan secara objektif. DPR pun telah memberi catatan dan meminta kajian, dan itu akan kami akomodir dalam desain kelembagaan NTB Capital ke depan,” tutupnya.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan kendati NTB Capital fokus memfasilitasi proses investasi daerah, BUMD ini bukan duplikasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Ia menjelaskan bahwa NTB Capital sendiri merupakan BUMD baru yang akan dibentuk oleh Pemprov NTB untuk menangani sektor-sektor investasi di wilayah itu. Sedangkan, Danantara, adalah lembaga dana investasi pemerintah yang berasal dari aset-aset BUMN.

Menurutnya, NTB Capital nantinya menjadi perusahaan induk untuk beberapa perusahaan yang akan menanamkan investasinya di NTB. Sedangkan untuk kepemilikan sahamnya, Pemprov NTB hanya menjadi pemegang saham minoritas bukan sebagai saham pengendali atau pemegang saham mayoritas. (era)

Gubernur Ungkap Alasan Rombak Setengah Direksi BPR NTB

0
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat membeberkan alasan merombak direksi PT BPR NTB, Senin, 28 Juli 2025 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan alasan merombak besar-besaran jajaran direksi PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) NTB.

Menurutnya, kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut belum sesuai harapannya, terutama pada proses perubahan dari BPR menuju BPR Syariah.

“Belum sesuai dengan harapan terutama proses untuk menjadi BPR Syariah, macam-macam lah, tidak hanya satu,” ujarnya, Senin, 28 Juli 2025.

Iqbal mengatakan, dirinya membutuhkan kinerja yang lebih baik untuk mengelola BUMD ini. Langkah yang diambil adalah dengan melengserkan direksi sebelumnya, diganti dengan jajaran direksi baru.

“Catatan pertama kita butuh performance yang lebih baik dan kita butuh orang-orang yang lebih bagus untuk di situ. Nanti detailnya banyak,” katanya.

Mantan Duta Besar RI untuk Turki ini mengaku, pihaknya sudah mendalami masalah BPR NTB. Sejak awal dirinya terpilih sebagai Gubernur. Oleh karena itu, dirinya mengambil kebijakan mengubah struktur direksi di Perusahaan tersebut.

Nama-Nama Direksi yang Dirombak

Perombakan setengah dari direksi PT BPR NTB dilakukan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada Selasa, 15 Juli 2025 lalu.

Nama-nama pejabat yang diberhentikan dari posisi direksi di antaranya Direktur Utama, Ketut Sudharmana, Direktur Operasional, H. Usman, Komisaris Utama, Lalu Nofian Hadi Saputra, dan Komisaris Non Independen, M. Abduh.

Sementara, beberapa pejabat yang tetap dipertahankan antara lain Direktur Bisnis merangkat Plt Diretur Utama, Hj. Dende Suciati, Direktur Kepatuhan merangkap Plt Direktur Operasional, Zulkifli Hamdani. Selanjutnya Plt Komisaris Utama, Ria Prayuniarti, dan Komisaris Independen, Syarif Mustaan.

BPR Menyumbang PAD Senilai Rp9,7 Miliar ke Pemprov NTB

Kinerja PT BPR NTB menunjukan tren positif dari tahun ke tahun. Di tahun ini saja, Perusahaan tersebut menyumbang dividen senilai Rp9,7 miliar kepada Pemprov NTB, selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP).

Tahun buku 2022, BPR NTB menyetor Rp7,6 miliar kepada Pemprov NTB. Di tahun 2023 mengalami peningkatan menjadi Rp8,1 miliar. Selanjutnya, pada tahun 2024 meningkat menjadi Rp9,7 miliar. (era)

Nazaruddin, dari Bank Pelat Merah ke Bank NTB Syariah

0
Nazaruddin(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Senin, 28 Juli 2025 menjadi hari istimewa bagi Nazaruddin. Bukan hanya karena ia merayakan ulang tahunnya yang ke-57, tetapi juga karena ini adalah tahun pertama ia mengabdi di Bank NTB Syariah sebagai Direktur Utama, setelah puluhan tahun berkarier di bank pelat merah.
Dari tanah kelahirannya di Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh, hingga menapaki tangga kepemimpinan di dunia perbankan nasional, Nazaruddin datang ke NTB dengan satu tekad, ikut membangun Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Karier perbankan Nazaruddin bermula tahun 1995, ketika ia bergabung dengan BRI sebagai calon staf pimpinan. Sejak itu, ia menjalani lebih dari 29 tahun pengabdian di berbagai daerah. Dari Singkawang, Aceh, Bengkulu, Bali, Banda Aceh, Medan, hingga Bandung. Enam kali ia menjabat sebagai pemimpin cabang, sebelum akhirnya dipromosikan menjadi Wakil Pemimpin Wilayah dan kemudian Pemimpin Wilayah di Banjarmasin dan Jakarta.

Pada Mei 2024, Nazaruddin menyelesaikan masa pengabdian di BRI. Tak lama berselang, ia dipercaya menjadi Komisaris BSI (Bank Syariah Indonesia), mewakili BRI, hanya setahun hingga Mei 2025. Namun takdir membawanya lebih jauh.

Dan Juni 2025, ia resmi bergabung ke Bank NTB Syariah setelah ditunjuk melalui RUPS Luar Biasa sebagai Direktur Utama, dan akan efektif menjabat setelah hasil uji kelayakan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Figur Nazaruddin humble, namun sangat tegas dalam hal disiplin. Bankir nasional ini tak memberikan toleransi untuk hal-hal yang melanggar prinsip dasar disiplin. Kedisiplinan itu dibentuk dari pengalaman panjangnya memimpin di berbagai wilayah di Indonesia. Termasuk saat ia menjadi korban tsunami Aceh 2004. Ia selamat, meski kantor cabang yang ia pimpin saat itu tidak luput dari dampak besar tsunami. Pengalaman itu tak hanya menguatkan mentalnya, tetapi juga menumbuhkan kepekaan dalam kepemimpinan berbasis kemanusiaan.

Lantas, apa yang membuat pria kelahiran 28 Juli 1968 ini memilih NTB?Jawabannya sederhana, namun kuat. Salah satunya, visi besar Gubernur NTB,

“Pak Gubernur punya pandangan yang luas tentang perbankan daerah, dan tagline ‘Makmur Mendunia’ itu sangat menyentuh saya,” ungkap Nazaruddin.

Sebagai mantan Duta Besar RI di Turki, Gubernur NTB dinilai memiliki wawasan internasional dan perhatian besar terhadap Bank NTB Syariah sebagai alat transformasi ekonomi daerah. Itulah yang membuat Nazaruddin yakin, bahwa Bank NTB Syariah bukan sekadar bank daerah biasa, tapi memiliki potensi menjadi pionir bank syariah berskala nasional.

“Ini bukan semata urusan karier. Ini panggilan untuk ikut mengabdi, untuk membangun NTB, agar Bumi Gora ini bisa benar-benar menjadi daerah yang makmur dan mendunia,” ucapnya.

Menurut Nazaruddin, NTB menyimpan potensi luar biasa di sektor pariwisata, pertanian, dan peternakan, demikian juga kelautan dan perikanannya. Ia menyebutkan pengalamannya menjelajahi Lombok dan Sumbawa sebagai hal yang mengejutkan.

“Saya kaget melihat jalan-jalan penuh aktivitas, tidak ada yang sepi. Potensi pertanian dan UMKM di sini sangat kuat. Ini cocok sekali menurut saya, karena saya latar belakangnya disiplin kerja di bisnis mikro dan retail,” jelasnya.

Nazaruddin satu-satunya kandidat yang dinyatakan memenuhi syarat sebagai Direktur Utama oleh Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Ia telah mulai bekerja. Namun belum dalam hal kebijakan-kebijakan strategis bank. Hingga keluar hasil fit and proper test OJK.

“Semoga ini menjadi awal dari kontribusi baru yang lebih besar untuk NTB dan Indonesia,” tutupnya.(bul)

Tren Umrah Agustus 2025 Menurun, AMPHURI Imbau Masyarakat Waspadai Travel Berbiaya Murah

0
Ibadah Umrah(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Tren keberangkatan umrah pada Agustus 2025 menunjukkan penurunan signifikan, terutama terlihat dari banyaknya tiket pesawat yang tidak terserap meski sudah dibooking sebelumnya.

Seperti diungkapkan Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Bali Nusra, H. Zamroni.

Menurutnya, penurunan ini menjadi perhatian serius, terutama oleh pelaku travel umrah di Jakarta yang semula mengamankan banyak kursi pesawat untuk calon jemaah umrah.

“Di bulan Juli sangat tinggi sekali (pemberangkatan), tapi di Agustus tren menurun. Banyak tiket yang rontok—sudah dibooking tapi tidak terserap. Bahkan dijual rugi oleh teman-teman di Jakarta,” jelas Zamroni, Senin, 28 Juli 2025.

Zamroni menduga salah satu penyebab turunnya minat berumrah adalah kondisi ekonomi masyarakat yang tengah lesu.

“Beberapa kondisi belakangan ini, terutama kesulitan keuangan, membuat daya beli masyarakat melemah. Bahkan ada travel yang menjual paket umrah Rp25 juta dari harga normal Rp30 juta,” ungkapnya.

Meski demikian, Zamroni mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap tawaran paket umrah dengan harga terlalu murah. Ia menekankan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) sudah menetapkan standar harga minimal paket umrah.

“Standar minimal dari Kemenag itu Rp23 juta untuk paket 9 hari. Kalau ada yang jual di bawah itu, apalagi paket 16 hari hanya Rp23 juta, itu patut dicurigai,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa paket murah bisa jadi dikemas ala backpacker, bahkan tanpa layanan makan, yang akhirnya merugikan jamaah.

Zamroni juga menyoroti maraknya kasus penipuan travel umrah murah di daerah lain.

“Travel-nya sih tidak tutup, tapi banyak laporan jamaah gagal diberangkatkan karena tergiur harga murah,” tambahnya.

Sebagai langkah preventif, masyarakat disarankan untuk melakukan pengecekan sebelum memilih penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

“Jangan mudah tergiur harga murah. Sebaiknya tanyakan dulu ke Kemenag kabupaten atau provinsi, atau hubungi asosiasi travel resmi seperti AMPHURI, PATUH, HIMPUH, atau KESTHURI,” tutupnya.(bul)

Dampak Fornas di NTB Lampaui Dampak Ekonomi dari MotoGP?

0
Event-Event Besar Lombok(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Panitia Fornas VIII memprediksi perputaran Ekonomi dari adanya gelaran Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII NTB lebih dari Rp800 miliar. Angka ini jauh melampaui dampak dari event balapan paling bergengsi di dunia, yaitu MotoGP yang digelar di Sirkuit Mandalika.

Banyak yang meragukan, bahkan menganggap dampak Fornas yang hampir mendekati Rp1 triliun sebagaimana prediksi panitia Fornas adalah mengada-ada. Dan tidak berdasarkan basis data yang kuat. Apalagi, tidak sedikit pengusaha lokal yang mempertanyakan kemana saja dana Fornas mengalir.

Sebagaimana penjelasan Ketua Panitia Pelaksana Fornas VIII, Ibnu Sulistyo Riza Pradipto, event ini diselenggarakan mulai 26 Juli hingga 1 Agustus 2025. Panitia menargetkan, perputaran ekonomi berdampak terhadap bangkitnya industri perhotelan, industri transportasi, logistik, hingga membuka 9.500 lapangan pekerjaan sementara baik lintas formal maupun non-formal.

Ibnu menyebut sebanyak 38 provinsi turut berpartisipasi sebagai peserta Fornas VIII NTB dengan total 12.378 pegiat pertandingan. Terdapat 3.878 perangkat pertandingan dan ofisial, 74 Inorga pertandingan dengan nomor pertandingan 847. Total peserta Fornas VIII NTB lebih dari 18 ribu orang.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan hal senada. Ia mengatakan Fornas bukan hanya ajang kompetisi, tetapi sebagai pemacu perekonomian daerah. Sebab, 90 persen kegiatan Fornas VIII NTB melibatkan unsur masyarakat. Mulai dari panggung, event organizer, lighting, dan lainnya.Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, komunitas, pelajar, hingga lansia.

Jika dibandingkan dengan dampak MotoGP di Sirkuit Mandalika yang pengunjungnya diatas 50 ribu, sebagaimana disampaikan Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria, dijelaskan dampak ekonomi dan sosial penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2024 dikaji secara independen oleh Litbang Kompas. Berdasarkan riset Litbang Kompas, total perputaran uang dari penonton MotoGP 2024 mencapai Rp544,41 miliar.

Angka ini dihitung dari estimasi belanja penonton MotoGP Mandalika 2024 sebesar Rp320,24 miliar dengan metode multiplier effect sebesar 1,7 kali. Priandhi juga menyebutkan event MotoGP 2024 memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, di mana PDB Indonesia meningkat sebesar Rp542,9 miliar, sementara PDB NTB naik sebesar Rp291,9 miliar.

Selain itu, UMKM lokal mengalami peningkatan pendapatan antara 3 persen hingga 100 persen selama penyelenggaraan MotoGP 2024 berlangsung. Priandhi menambahkan bahwa pelaku usaha penginapan dan sektor pariwisata di sekitar Mandalika mengalami peningkatan kunjungan dan okupansi dibandingkan hari biasa.

Sebagian besar destinasi wisata di Lombok mengalami lonjakan kunjungan selama event MotoGP berlangsung.

Pada tahun 2022, ketika MotoGP pertama kali digelar di Indonesia ( di Sirkuit Mandalika), Badan Pusat Statistik (BPS) juga melakukan penghitungan dampak pengeluaran penonton. Dimana penonton MotoGP saat itu rata-rata mengalokasikan biaya sebesar Rp12 juta per orang selama di Lombok untuk biaya tiket masuk MotoGP, tiket pesawat, hotel atau penginapan, makan dan minuman, transportasi lokal, belanja souvenir, dan wisata lokal. Sementara penoton perempuan rata-rata menyiapkan anggaran lebih besar yaitusekitar Rp16,5 juta per orang. Sementara penonton laki-laki Rp7,5 juta per orang.(bul)

Emas Antam Hari Ini Turun Tipis Kembali ke Rp1,914 Juta/Gram

0
Emas Antam(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin, kembali mengalami sedikit penurunan Rp1.000 dari semula Rp1.915.000 menjadi Rp1.914.000 per gram atau harga jual yang sama pada 15 Juli 2025.

‎Harga jual kembali (buyback) emas batangan turut turun ke angka Rp1.760.000 per gram.

‎Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

‎Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

‎PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

‎- Harga emas 0,5 gram: Rp1.007.000.

‎- ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.914.000.

‎- ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.768.000.

‎- ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.627.000.

‎- ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.345.000.

‎- ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.635.000.

‎- Harga emas 25 gram: Rp46.462.000.

‎- ⁠Harga emas 50 gram: Rp92.845.000.

‎- ⁠Harga emas 100 gram: Rp185.612.000.

‎- ⁠Harga emas 250 gram: Rp463.765.000.

‎- ⁠Harga emas 500 gram: Rp927.320.000.

‎- ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.854.600.000.

‎Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

‎Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Harga BBM Pertamina, Shell, BP, Vivo Stabil di Pekan Terakhir Juli

0
Pengisian Bahan Bakar Di SPBU(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina, Shell, Vivo, dan BP terpantau stabil pada pekan terakhir Juli 2025.

Dikutip dari laman resmi Pertamina, di Jakarta, Senin, harga BBM nonsubsidi jenis pertamax di SPBU Pertamina terpantau stabil di angka Rp12.500 sejak awal Juli.

Selain Pertamax, BBM jenis pertamax turbo juga terpantau stabil di angka Rp13.500 per liter; dan pertamax green Rp13.250 per liter.

Harga BBM untuk dex series juga tidak mengalami perubahan, dengan dexlite di harga Rp13.320 per liter, dan pertamina dex seharga Rp13.650 per liter.

Rincian harga BBM SPBU Pertamina (Jakarta) adalah sebagai berikut:

Pertalite: Rp10.000 per liter;
Solar Subsidi: Rp6.800 per liter;
Pertamax: Rp12.500 per liter;
Pertamax Turbo: Rp13.500 per liter;
Pertamax Green: Rp13.250 per liter;
Dexlite: Rp13.320 per liter; dan
Pertamina Dex: Rp13.650 per liter.

Sementara itu, harga BBM di SPBU Shell juga tidak mengalami perubahan sejak 2 Juli 2025, dengan jenis Shell Super seharga Rp12.810 per liter.

Harga BBM jenis V-Power Diesel sempat naik hingga Rp13.830 pada 1 Juli 2025, dari Rp13.250 per liter pada Juni. Tetapi, pada 2 Juli 2025, terjadi penurunan menjadi Rp13.800 per liter.

Adapun rincian harga BBM di SPBU Shell sebagaimana yang dikutip dari laman resmi SPBU Shell adalah sebagai berikut:

Super: Rp12.810 per liter;
V-Power: Rp13.300 per liter;
V-Power Diesel: Rp13.800; serta
V-Power Nitro+: Rp13.540 per liter.

Selanjutnya, harga BBM di SPBU BP juga tidak mengalami perubahan. Berikut ini adalah rincian harga BBM di SPBU BP:

BP Ultimate: Rp13.300 per liter;
BP 92: Rp12.600 per liter; dan
BP Ultimate Diesel: Rp13.800 per liter.

Selaras dengan yang lainnya, harga BBM di SPBU Vivo juga stabil apabila dibandingkan pada awal Juli 2025.

Berikut ini adalah rincian harga BBM di SPBU Vivo:

Revvo 90: Rp12.730 per liter;
Revvo 92: Rp12.810 per liter;
Revvo 95: Rp13.300 per liter; serta
Diesel Primus Plus: Rp13.800 per liter. (ant)

Rupiah Melemah Seiring Potensi The Fed Pertahankan Suku Bunga

0
Nilai Tuker Rupiah Terhadap Dollar(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menganggap pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi potensi Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga.

“Pasar secara umum memperkirakan suku bunga akan tetap stabil antara 4,25 persen dan 4,5 persen,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Secara probabilitas, peluang The Fed mempertahankan suku bunga sebesar 96 persen, dan 4 persen Bank Sentral Amerika Serikat (AS) tersebut akan menurunkan suku bunga 25 basis points (bps).

Sebagian besar proyeksi memperkirakan penurunan suku bunga akan dilakukan paling cepat pada pertemuan di bulan September.

Pasar juga disebut akan memantau dengan cermat konferensi pers Federal Open Market Committee (FOMC) untuk mendapatkan beberapa petunjuk tentang penurunan suku bunga tahun ini yang diumumkan pada Rabu (30/8) atau Kamis dini hari (31/8) WIB.

“Tampaknya, (sebagian besar pejabat The Fed) lebih memilih untuk terus menunggu dan melihat bagaimana tarif akan mempengaruhi perekonomian sebelum mereka melakukan pemotongan,” ucap dia.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Senin di Jakarta melemah sebesar 44 poin atau 0,27 persen menjadi Rp16.364 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.320 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke level Rp16.341 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.325 per dolar AS. (ant)

Imigrasi Mataram Amankan 16 Warga Bangladesh, Diduga Terlibat Sindikat Penyelundupan Manusia

0
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Mirza Akbar, didampingi Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Iqbal, serta perwakilan dari Ditjen Imigrasi NTB, Ida Bagus Ari merilis 16 WN Bangladesh yang diamankan di sekitar Batu Layar sebanyak 16 orang, lengkap bersama barang buktinya(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram berhasil mengamankan 16 Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh yang diduga terlibat dalam sindikat Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM). Para WNA tersebut ditangkap dalam operasi gabungan di tiga rumah kontrakan di Perumahan Desa Batu Layar Barat, Kabupaten Lombok Barat, Kamis 24 Juli 2025 sekitar pukul 10.00 WITA.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram, Mirza Akbar, didampingi Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Iqbal, serta perwakilan dari Ditjen Imigrasi NTB, Ida Bagus Ari, menyampaikan bahwa operasi ini merupakan hasil kerja sama antara Kantor Imigrasi Mataram, Direktorat Intelijen Keimigrasian Ditjen Imigrasi, dan Kepolisian.

“Berdasarkan informasi awal, terdapat delapan WNA Bangladesh yang ditampung oleh sindikat di salah satu rumah di Lombok Barat. Setelah pengawasan selama satu minggu, ditemukan tiga rumah yang menjadi lokasi penampungan dan akhirnya kami amankan 16 orang,” terang Mirza dalam konferensi pers, Senin 28 Juli 2025.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa dari 16 orang yang diamankan, satu diduga sebagai pemimpin sindikat, sembilan sebagai agen perekrut, dan enam lainnya merupakan korban. Para korban disebut telah kehilangan seluruh uang mereka setelah dijanjikan akan diberangkatkan ke Australia melalui jalur ilegal.

Modus operandi sindikat ini dimulai dari Malaysia, lalu masuk ke Indonesia melalui jalur tikus di Dumai, Riau. Dari sana, mereka menempuh perjalanan darat ke Jakarta, kemudian menuju Bali, dan akhirnya tiba di Lombok. Diduga, Lombok hanyalah transit sebelum mereka diberangkatkan ke luar negeri melalui jalur laut di kawasan Lombok Timur.

“Selama dua minggu berada di Lombok, mereka tidak melakukan aktivitas apapun. Mereka tinggal diam di rumah yang disewa,” jelas Mirza.

Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti seperti paspor, alat komunikasi, buku tabungan, identitas diri, kartu ATM, dan dompet.

Pelanggaran Hukum Keimigrasian

Para WNA ini diduga melanggar Pasal 113 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, yang mengatur sanksi terhadap orang yang masuk atau keluar wilayah Indonesia tanpa melalui pemeriksaan imigrasi, dengan ancaman pidana penjara maksimal 1 tahun atau denda hingga Rp100 juta.

Pasal 119 ayat (1) undang-undang yang sama, dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda hingga Rp500 juta bagi warga asing yang masuk atau berada di wilayah Indonesia tanpa dokumen dan visa yang sah.

“Sebagian dari mereka tidak memiliki paspor, sementara yang lain memiliki dokumen namun masuk tanpa melalui pemeriksaan imigrasi,” ungkap Iqbal.

Dari hasil penyelidikan sementara, tidak ditemukan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terlibat langsung dalam kasus ini. Namun, satu di antara agen sindikat tersebut diketahui memiliki istri WNI dan telah memegang izin tinggal di Indonesia.

“Orang inilah yang kami duga sebagai koordinator utama dan penghubung para agen lainnya,” ujar Mirza.

Saat ini, ke-16 WNA Bangladesh tersebut sedang dalam proses pemeriksaan dan ditahan di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram. Pihak imigrasi masih mendalami kasus ini lebih lanjut untuk menentukan apakah mereka akan dideportasi atau diproses hukum di Indonesia.

“Proses pendalaman masih berlangsung. Status korban dan pelaku bisa berubah seiring hasil pemeriksaan. Tindakan selanjutnya akan ditentukan sesuai dengan hasil penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.(bul)

Semester I 2025: 573.057 Wisatawan Berkunjung ke Mandalika

0
Kawasan KEK Mandalika(ekbisntb.com/bul)

Jakarta (ekbisntb.com) – Semester I 2025, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat capaian tingkat okupansi dan kunjungan wisatawan pada tiga kawasan yang dikelola antara lain The Nusa Dua, Bali, The Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan The Golo Mori, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama ITDC, Ari Respati menyampaikan, The Nusa Dua, Bali kembali menjadi penopang utama kinerja operasional ITDC pada semester I 2025. Sepanjang periode bulan Januari–Juni, kawasan ini mencatat 1.662.080 kunjungan wisatawan, atau setara sekitar 51% dari target tahunan 3,26 juta kunjungan mengindikasikan trafik yang sehat dan momentum awal tahun yang positif.

Dan rata-rata okupansi hotel di The Nusa Dua selama semester I tercatat sebesar 73,06%, dengan puncak okupansi pada bulan Juni mencapai 82,17%.
Capaian ini mencerminkan tingginya permintaan akomodasi menjelang musim liburan pertengahan tahun. Meskipun rerata okupansi semester I sedikit di bawah target 74,33%, tren bulanan menunjukkan pertumbuhan yang mengarah pada penguatan kinerja di semester II.

Sebagai pembanding historis, total kunjungan ke The Nusa Dua sepanjang 2024 tercatat sebesar 3,20 juta dengan rata-rata okupansi 76,56%. Dengan realisasi paruh pertama 2025 yang telah menembus angka 1,66 juta kunjungan wisatawan, peluang untuk mengejar dan bahkan.

Sementara itu, The Mandalika terus membangun basis pasar melalui sport tourism. Hingga akhir Juni 2025, kawasan ini mencatat 573.057 kunjungan wisatawan, mencerminkan geliat positif di tengah fase pengembangan.

Rata-rata okupansi hotel Semester I 2025 berada di angka 39%, dengan performa menonjol pada beberapa tenant seperti Hotel Montana yang mencatat okupansi 82,31% di Mei dan 77% di Juni, serta JM Hotel yang mencapai 73,60% dan 78% pada periode yang sama.

Sementara itu, Pullman Lombok Mandalika dan Novotel Lombok, mencatat rata-rata okupansi masing-masing sebesar 29,09% dan 43,54%. Data ini menunjukkan mulai terbentuknya daya tarik di segmen event dan leisure premium

Memasuki Semester II, The Mandalika memasuki fase akselerasi dengan deretan event berskala besar seperti Pertamina Grand Prix of Indonesia, ARRC, Pocari Run, dan Festival Mandalika Seru. Dengan dukungan strategi bundling akomodasi, penguatan konektivitas udara, dan aktivasi komunitas, kawasan ini diyakini mampu mengejar target tahunan dan memperkuat perannya sebagai motor pertumbuhan pariwisata di kawasan timur Indonesia.

The Golo Mori: Destinasi High-Value Berbasis Event_
Sebagai destinasi Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination, The Golo Mori terus memperkuat posisinya sebagai lokasi penyelenggaraan event strategis yang berfokus pada segmen event pemerintah, korporasi, dan hospitality eksklusif.

Pada Selama Semester I 2025, kawasan ini mencatat total 19.773 kunjungan wisatawan, berasal dari dua venue utama: Golo Convention Hall (1.673 tamu pada Maret–Juni) dan Nuka Beach Club (18.100 tamu sejak Januari) yang menawarkan kombinasi layanan ala carte dan event tematik.

Meskipun rata-rata okupansi kawasan tercatat 3,99%, pendekatan selektif yang berfokus pada kualitas dan nilai tambah tiap event menjadi kekuatan utama The Golo Mori. Dengan kontribusi pendapatan yang konsisten dari kegiatan bernilai tinggi, kawasan ini kian mengukuhkan perannya sebagai destinasi MICE berkelanjutan yang unggul di kawasan timur Indonesia.
Arah Semester II: Optimisasi Portofolio Sesuai Karakter Kawasan

Memasuki paruh kedua tahun 2025, ITDC akan mengoptimalkan keunggulan khas dari masing-masing kawasan untuk menjaga kesinambungan kinerja sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru. Strategi difokuskan pada upaya menjaga stabilitas volume kunjungan wisatawan dan tingkat okupansi di The Nusa Dua, mendorong peningkatan permintaan ke The Mandalika melalui penguatan kalender event, program bundling leisure, dan memperluas pangsa pasar event strategis bernilai tinggi di The Golo Mori.

“Ketiga kawasan yang kami kelola dengan strategi yang saling melengkapi,” tutup Ari.(bul)