Beranda blog Halaman 205

Bupati Lotim Jadi Responden Pertama Sensus Ekonomi 2026

0
Bupati Lotim Jadi Responden Pertama Sensus Ekonomi 2026
Kegiatan Sensus Ekonomi yang dilakukan di pendopo Bupati Lotim, Rabu (17/6/2026). (Suara NTB/ist)

Selong (ekbisntb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) secara resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 pada Rabu (17/6/2026). Untuk memberikan contoh langsung kepada masyarakat, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menjadi orang pertama yang didatangi oleh petugas Penanggung Jawab Lapangan (PPL) di Pendopo Bupati.


Proses pendataan tersebut didampingi langsung oleh Kepala BPS Lombok Timur, Sri Endah Wardanti. Usai menjalani pendataan, Bupati Haerul Warisin mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan informasi yang jujur dan apa adanya kepada petugas sensus.
“Berikan data yang benar, data apa adanya. Jangan disembunyikan, jangan juga diadakan. Data yang disajikan masyarakat akan digunakan sebagai prioritas pembangunan kita ke depan. Kalau datanya salah, salah juga program kita,” tegas Bupati.


Ia menambahkan, cakupan sensus kali ini sangat luas karena menggabungkan tiga sensus sekaligus, termasuk sektor pertanian. Oleh karena itu, Bupati meminta masyarakat untuk bersabar dalam menjawab pertanyaan petugas yang cukup mendetail.


“Saya berharap masyarakat memberikan data yang valid pada petugas agar data yang dihasilkan juga berkualitas,” harapnya.


BPS Pastikan Data Tidak Terkait Pajak
Kepala BPS Lombok Timur, Sri Endah Wardanti, mengapresiasi keterbukaan Bupati yang bersedia menjadi role model bagi warga. Ia menegaskan partisipasi aktif kepala daerah ini diharapkan mampu mengikis keraguan masyarakat terhadap kedatangan petugas sensus.


Sri Endah juga meluruskan kekhawatiran yang kerap muncul di tengah masyarakat mengenai keterkaitan sensus dengan sektor perpajakan.
“Kegiatan Sensus Ekonomi 2026 ini tidak ada kaitannya dengan pajak. Tadi semua sudah melihat Bupati memberikan semua keterangan. Jadi tidak perlu khawatir, petugas kami menjaga kerahasiaan data dan tidak akan menyebarluaskannya,” ujar Sri Endah.


Untuk menyukseskan agenda besar ini, BPS Lombok Timur mengerahkan sebanyak 1.336 petugas yang telah dilatih secara profesional. Sensus Ekonomi 2026 di Lombok Timur menyasar semua sektor tanpa kecuali, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga usaha besar, baik di sektor pertanian maupun non-pertanian.


Setelah pencacahan, akan dilakukan penempelan stiker berbasis bangunan, bukan berbasis keluarga. Satu stiker akan mencatat jumlah keluarga dan usaha yang ada di dalam bangunan tersebut untuk menghindari risiko lewat cacah (terlewat) atau double cacah (terdata ganda).


Selain usaha, sensus ekonomi ini juga mendata ekonomi keluarga terbaru. Hasil analisisnya nanti akan sangat krusial dalam menentukan ketepatan sasaran arah kebijakan pemerintah. (rus)

Program Pengembangan Sapi Perah di NTB Tak Berlanjut

0
Program Pengembangan Sapi Perah di NTB Tak Berlanjut
Sapi perah (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Rencana pengembangan usaha sapi perah di NTB belum berlanjut. Meskipun, sebelumnya Kementerian Pertanian akan memberikan dukungan. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB, Muh. Riadi, mengatakan wacana pengembangan sapi perah sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan NTB sempat masuk dalam pembahasan sebagai salah satu daerah yang berpotensi menjadi lokasi proyek percontohan (pilot project) pengembangan sapi perah.


Namun, rencana tersebut belum terealisasi karena berbagai pertimbangan teknis dan kebutuhan investasi yang cukup besar.


“Dulu sempat ada pembahasan dan penawaran untuk pengembangan sapi perah. Kita juga sudah menyiapkan beberapa kawasan yang memiliki iklim relatif sejuk seperti Sembalun dan daerah dataran tinggi lainnya. Tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujar Riadi.


Potensi Besar
Menurut Riadi, pengembangan sapi perah di NTB harus didukung beberapa factor, diantaranya iklim. Sebagian besar sapi perah yang memiliki produktivitas tinggi berasal dari negara beriklim dingin seperti Australia dan Selandia Baru.


Karena itu, apabila sapi perah impor didatangkan ke NTB, diperlukan modifikasi lingkungan pemeliharaan agar produktivitasnya tetap terjaga.


Ia menjelaskan bahwa teknologi pengaturan mikroklimat kandang menjadi kebutuhan utama. Kandang harus dirancang modern dengan sistem pendingin, ventilasi yang baik, hingga manajemen pakan yang terukur.


“Kalau sapinya berasal dari Australia atau Selandia Baru, tentu harus disesuaikan dengan kondisi iklim di sini. Secara teknologi sebenarnya bisa dilakukan dengan modifikasi kandang dan pengaturan suhu. Seperti yang dilakukan di negara-negara Timur Tengah yang mampu mengembangkan sapi perah meski berada di wilayah panas,” jelasnya.


Namun, penggunaan teknologi tersebut akan berdampak pada meningkatnya biaya operasional, terutama kebutuhan listrik untuk sistem pendingin kandang.


“Yang harus dihitung adalah biaya operasionalnya. Jangan sampai biaya listrik dan pemeliharaan lebih besar daripada nilai produksi susu yang dihasilkan,” katanya.

Dibutuhkan Minimal 200 Ekor untuk Skala Ekonomi
Riadi mengungkapkan bahwa pengembangan sapi perah tidak bisa dilakukan dalam skala kecil apabila ingin menghasilkan keuntungan dan menarik investasi.


Berdasarkan perhitungan awal yang pernah dilakukan, usaha sapi perah baru dinilai layak secara ekonomi jika dimulai dengan populasi sekitar 200 ekor.


Jumlah tersebut dianggap cukup untuk mendukung produksi susu yang berkelanjutan sekaligus menjadi dasar pembangunan fasilitas pengolahan susu skala mini.


“Kalau hanya 50 ekor sulit mencapai skala ekonomi. Minimal sekitar 200 ekor agar usaha ini bisa berjalan dan mendukung pembangunan unit pengolahan susu,” ujarnya.


Dengan populasi tersebut, investor atau korporasi dapat membangun rantai usaha yang terintegrasi mulai dari produksi susu segar hingga pengolahan produk turunannya.

Investasi Mencapai Miliaran Rupiah
Selain persoalan iklim, kebutuhan investasi juga menjadi tantangan utama. Riadi menyebut harga satu ekor sapi perah produktif saat ini berkisar Rp45 juta keatas.


Artinya, hanya untuk pengadaan 200 ekor sapi dibutuhkan dana sekitar Rp9 miliar. Angka tersebut belum termasuk pembangunan kandang modern, mesin pemerahan susu, fasilitas pendingin, peralatan pengolahan susu, hingga penyediaan tenaga ahli dan konsultan.


“Kalau harga per ekor sekitar Rp45 juta, untuk 200 ekor saja sudah sekitar Rp9 miliar. Itu baru sapinya. Belum kandang modern, mesin pemerahan, sistem pendingin, pengolahan susu dan kebutuhan lainnya,” katanya.


Karena itu, Riadi menilai pengembangan sapi perah lebih realistis dilakukan melalui investasi korporasi dibandingkan peternak rakyat secara individu.


“Masyarakat kita belum terbiasa memelihara sapi perah. Kalau korporasi yang masuk, biasanya semua sistem sudah disiapkan, mulai dari kandang, pakan, teknologi hingga pemasarannya,” ujarnya.

Peluang Pasar Susu Masih Terbuka
Meski belum terealisasi, Riadi menilai peluang pengembangan sapi perah di NTB masih sangat menjanjikan. Tingginya kebutuhan susu nasional dan masih terbatasnya produksi dalam negeri menjadi peluang besar bagi daerah untuk mengembangkan subsektor tersebut.


“Kebutuhan susu terus meningkat, sementara produksi dalam negeri masih terbatas. Karena itu sebenarnya pengembangan sapi perah tetap relevan dan memiliki prospek yang baik,” katanya.


Untuk itu, Disnakeswan NTB berencana kembali melakukan komunikasi dan diskusi dengan berbagai pihak terkait guna melihat kemungkinan menghidupkan kembali rencana pengembangan sapi perah di daerah. Termasuk mengawal terus rencana pengembangan sapi perah di NTB oleh Kementerian Pertanian.


“Kalau ada investor yang serius dan perhitungan ekonominya memungkinkan, tentu ini bisa menjadi peluang baru bagi sektor peternakan NTB. Yang penting semua aspek teknis, ekonomi dan keberlanjutannya dihitung secara matang,” demikian Riadi. (bul)

Lirik Sektor Wisata, Delegasi Pengzhou China akan Kunjungi Mataram

0
Lirik Sektor Wisata, Delegasi Pengzhou China akan Kunjungi Mataram
I Nyoman Suwandiasa (Suara NTB/pan)

Mataram (ekbisntb.com) — Pemerintah Kota Mataram akan menerima kunjungan delegasi dari Kota Pengzhou, Provinsi Sichuan, China, pada 23 Juni 2026. Kunjungan tersebut menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali kerja sama Sister City antara kedua daerah yang sempat terhenti selama beberapa tahun akibat pandemi Covid-19 dan sejumlah kendala lainnya.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, mengatakan kedatangan delegasi Pengzhou merupakan kunjungan balasan setelah Pemerintah Kota Mataram melakukan lawatan resmi ke kota tersebut pada 2019 lalu. Saat itu, kedua pemerintah daerah menjajaki berbagai peluang kerja sama yang mencakup sektor pariwisata, ekonomi, investasi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

“Agenda ini sekaligus memperkuat hubungan bilateral yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 dan bencana gempa bumi,” ujarnya, Kamis (18/6).

Menurut Nyoman, kerja sama antara Kota Mataram dan Pengzhou berawal dari ketertarikan pemerintah setempat terhadap potensi yang dimiliki Pulau Lombok, khususnya Kota Mataram sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengzhou menilai Mataram memiliki daya tarik tersendiri, terutama dalam pengembangan pariwisata berbasis pesisir yang berbeda dengan karakter wilayah mereka.

Ia menjelaskan, inisiatif pembentukan kerja sama tersebut justru datang dari Pemerintah Kota Pengzhou. Kota yang berada di wilayah pedalaman China itu tertarik mempelajari tata kelola destinasi wisata pantai yang berkembang di Lombok, termasuk strategi pengembangan kawasan wisata yang melibatkan masyarakat lokal.

“Mereka sangat tertarik dengan suasana pantai serta pengelolaan pariwisata pesisir yang kita miliki,” jelasnya.

Selain agenda diplomasi antarpemerintah daerah, kunjungan tersebut juga membawa misi ekonomi. Wakil Wali Kota Pengzhou akan didampingi sejumlah pelaku usaha yang ingin menjajaki peluang investasi di Kota Mataram dan wilayah sekitarnya.

Sektor farmasi dan industri pengolahan makanan menjadi fokus utama dalam penjajakan kerja sama bisnis tersebut. Kedua sektor dinilai memiliki prospek yang cukup besar untuk dikembangkan melalui kolaborasi investasi dan pertukaran teknologi.

“Jadi selain agendanya penandatanganan Sister City, juga ada semacam benchmarking bisnis,” kata Nyoman.

Menurutnya, kehadiran para pelaku usaha dari Pengzhou membuka peluang bagi Kota Mataram untuk menarik investasi baru yang dapat memperkuat struktur ekonomi daerah. Pemkot Mataram berharap pertemuan tersebut menghasilkan tindak lanjut yang konkret, baik dalam bentuk kerja sama investasi, pertukaran pengetahuan, maupun pengembangan usaha bersama.

Lebih lanjut, Nyoman mengatakan hubungan Sister City tidak hanya sebatas penandatanganan nota kesepahaman, tetapi diharapkan mampu melahirkan program-program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua daerah. Bentuk kerja sama dapat mencakup pertukaran informasi, pengembangan inovasi daerah, promosi pariwisata, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Tak hanya itu, lanjutnya rencana kunjungan delegasi Pengzhou tersebut diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antardaerah di tingkat internasional, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap investasi, perdagangan, dan promosi potensi daerah.

Melalui kerja sama tersebut, Pemkot Mataram optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing sektor pariwisata, serta memperkuat pengembangan industri lokal yang berorientasi pada pasar global. (pan)

Dedare-Idols Luncurkan “Pura Pura Sayang”, Usung Kisah Cinta Penuh Kepura-puraan

0

Mataram (ekbisntb.com) – Grup idol perempuan asal Nusa Tenggara Barat, Dedare-Idols, kembali meramaikan industri musik Indonesia dengan merilis single kedua berjudul Pura Pura Sayang. Lagu terbaru tersebut menjadi langkah lanjutan grup yang berada di bawah naungan AMI Entertainment dan AMI Music Company dalam memperkenalkan talenta muda daerah ke panggung musik nasional.

CEO dan Founder Dedare-Idols, Rama Katsuyuki, mengatakan perilisan Pura Pura Sayang merupakan bagian dari komitmen grup untuk terus menghadirkan karya yang relevan dengan kehidupan generasi muda sekaligus memperkuat eksistensi talenta asal daerah di industri hiburan Indonesia.

“Lagu ini mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan banyak anak muda, tentang perasaan cinta yang ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Kami ingin menyampaikan bahwa setiap pengalaman, termasuk kekecewaan dalam hubungan, dapat menjadi bagian dari proses pendewasaan diri,” ujar Rama Katsuyuki.

Secara tematik, Pura Pura Sayang bercerita tentang seseorang yang menerima perhatian dan kasih sayang dari orang yang dicintai, namun kemudian menyadari bahwa perasaan tersebut hanyalah kepura-puraan. Kisah tersebut dikemas dalam lirik yang mudah diingat dan dekat dengan pengalaman remaja masa kini.

Single terbaru ini hadir dengan aransemen musik yang segar serta penampilan energik yang menjadi ciri khas Dedare-Idols. Melalui konsep tersebut, manajemen berharap lagu ini dapat menjangkau pendengar yang lebih luas sekaligus memperkuat posisi Dedare-Idols sebagai salah satu grup idol daerah yang terus berkembang dan aktif berkarya.

Rama menegaskan bahwa Dedare-Idols tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan musik dan seni pertunjukan para anggotanya, tetapi juga membawa misi memperkenalkan identitas budaya Nusa Tenggara Barat kepada masyarakat Indonesia. Menurutnya, kehadiran Dedare-Idols merupakan upaya untuk membuka ruang bagi generasi muda daerah agar dapat menunjukkan potensi mereka di industri kreatif nasional.

“Kami berharap masyarakat Indonesia dapat menerima dan menikmati karya terbaru Dedare-Idols serta mendukung lahirnya lebih banyak talenta muda dari daerah. Semangat kami adalah membuktikan bahwa anak-anak muda NTB mampu berkarya dan bersaing di industri musik nasional,” katanya.

Saat ini, single Pura Pura Sayang telah tersedia di berbagai platform musik digital, di antaranya Spotify, Apple Music, YouTube Music, TikTok Music, Joox, Deezer, dan Amazon Music.
Manajemen juga mengajak masyarakat untuk ikut mendukung perkembangan industri musik kreatif Indonesia dengan mendengarkan, membagikan, serta memperkenalkan lagu tersebut melalui berbagai kanal media sosial.

Seperti diketahui, Dedare-Idols merupakan grup idol perempuan asal Nusa Tenggara Barat yang mengusung semangat kreativitas, budaya, dan pemberdayaan generasi muda. Selain menjadi wadah pengembangan bakat di bidang musik, tari, dan hiburan modern, grup ini juga berupaya mengangkat nilai-nilai lokal Indonesia melalui karya-karya yang dihasilkan.

Dengan peluncuran Pura Pura Sayang, Dedare-Idols kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan karya yang menghibur, menginspirasi, sekaligus membawa nama Nusa Tenggara Barat semakin dikenal di tingkat nasional.

Untuk menikmti single terbaru “Pura pura sayang” bisa dibuka melalui link dibawah ini: https://youtu.be/_T-srUWw7GQ?si=f5eoy0rXssTmH5_S. (bul)

Penjualan Tiket MotoGP Mandalika 2026 Mulai Dibuka, Ada Diskon Hingga 50 Persen

0
Penjualan Tiket MotoGP Mandalika 2026 Mulai Dibuka, Ada Diskon Hingga 50 Persen

Mataram (Ekbis NTB) – MotoGP Mandalika kembali digelar pada 9–11 Oktober 2026 di Sirkuit Mandalika.

Penjualan tiket juga mulai dibuka di gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (18/6).

Sebagai bagian dari peluncuran resmi, penyelenggara menghadirkan program penjualan tiket secara bertahap dengan berbagai keuntungan bagi masyarakat. Program Early Bird berlangsung mulai 18 Juni hingga minggu kedua Juli 2026 dengan potongan harga 50 persen.

Selanjutnya, Presale 1 berlangsung pada minggu kedua Juli hingga minggu kedua Agustus 2026 dengan potongan harga 30 persen, dan Presale 2 pada minggu kedua Agustus hingga minggu ketiga September 2026 dengan potongan harga 20 persen.

Tiket resmi dapat diperoleh melalui aplikasi GOERS sebagai Official Master Ticketing Partner, website resmi themandalikagp.com, serta Official Ticket Booth Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sarinah.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menjelaskan, sebanyak 76 pembalap terbaik dunia dari 23 negara akan hadir, terdiri atas 22 pembalap MotoGP dari 8 negara, 28 pembalap Moto2 dari 13 negara, dan 26 pembalap Moto3 dari 12 negara.
Indonesia juga kembali memiliki wakil yang akan berlaga di kejuaraan dunia, yakni Mario Suryo Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di kelas Moto3.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, mengatakan, kehadiran pembalap Indonesia di level dunia menjadi bukti positif perkembangan pembinaan olahraga motorsport nasional.(bul)

OJK Dorong Pengembangan Sapi Perah NTB, Gandeng Koperasi Jatim untuk Replikasi Sukses

0

Malang (Ekbis NTB) – Selama ini, Nusa Tenggara Barat (NTB) dikenal sebagai lumbung sapi potong nasional dengan populasi mencapai 1,3 juta ekor. Namun, wilayah ini dinilai masih “jalan di tempat” dalam pengelolaan sapi perah. Menangkap peluang besar tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginisiasi langkah strategis dengan menggandeng Koperasi Produsen Agro Niaga Jabung Syariah (KAN Jabung) Jawa Timur guna mereplikasi kesuksesan mereka di tanah NTB.

Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo, Kamis (18/6/2026) menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari tugas Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). OJK melihat ada peluang besar yang terlewat karena lini sapi perah belum digarap optimal. Melalui skema Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tengah digalakkan, OJK berharap transfer ilmu dan teknologi dari KAN Jabung bisa segera terealisasi.

Belajar dari Raksasa Koperasi asal Malang

Memilih KAN Jabung bukanlah tanpa alasan. Koperasi yang bermula pada 27 Mei 1979 di Jabung, Malang ini punya rekam jejak panjang. Memulai langkah dari keterbatasan infrastruktur untuk melayani petani tebu, koperasi ini bertransformasi besar pada akhir dekade 80-an dengan merambah bisnis sapi perah.

Sejak mulai mengumpulkan susu anggota pada 1989, mereka berhasil menembus pasar internasional lewat kerja sama strategis dengan PT Nestle Indonesia pada 1990. Demi menjaga keberlanjutan bisnis dari risiko ketergantungan pada satu komoditas, KAN Jabung kini telah menggurita ke berbagai sektor:

  • Unit Pakan Ternak: Memproduksi pakan berkualitas tinggi secara mandiri.
  • JABmart: Jaringan ritel modern yang menyuplai kebutuhan pokok masyarakat.
  • Sapronak & Jasa: Menyediakan sarana produksi peternakan hingga konstruksi kandang.

Siap Kurangi Ketergantungan Impor

Presiden Direktur KAN Jabung, Eva Marliyanti, menyebutkan bahwa NTB sebetulnya bukan wilayah asing. Setiap bulannya, KAN Jabung menyerap rata-rata 300 ton jagung dari NTB sebagai bahan baku pakan.

Kerja sama baru ini diharapkan bisa meluas ke sektor pembibitan. Eva menegaskan, jika pembibitan di NTB sukses berjalan, KAN Jabung siap menjadi penyerap utama (offtaker) demi memangkas jalur impor.

“Jika NTB bisa melakukan pembibitan kami siap menampung. Karena jujur saja, selama ini kami masih impor dari Australia,” pungkas Eva. (fan)

46 Tahun PAM Giri Menang, Tercatat Jadi Perusahaan Air Minum Terbaik Ke-2 Nasional

0

Mataram (Ekbis NTB) – PAM Giri Menang selaku perusahaan daerah penyedia air minum yang melayani masyarakat Lombok Barat dan Kota Mataram berhasil meraih peringkat kedua kinerja BUMD Air Minum terbaik se-Indonesia berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri.

Capaian tersebut menjadi salah satu bukti keberhasilan transformasi dan penguatan tata kelola perusahaan yang terus dilakukan selama lebih dari empat dekade. Selain menempati posisi kedua nasional, PAM Giri Menang juga meraih kategori Sehat dengan skor 4,10 dari Kementerian PUPR serta menjadi satu-satunya BUMD Air Minum yang memperoleh nilai Good Corporate Governance (GCG) tinggi sebesar 88,13.

Demikian disampaikan Direktur Utama PAM Giri Menang, Sudirman saat menyampaikan sambutan pada HUT ke-46 perusahaan pada Senin, 15 Juni 2026.

“Perjalanan panjang selama 46 tahun ini adalah bukti komitmen dan dedikasi seluruh keluarga besar PAM Giri Menang dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Seiring dengan capaian nasional tersebut, PAM Giri Menang juga mencatat pertumbuhan kinerja yang positif. Sejak tahun lalu hingga Mei 2026, jumlah sambungan pelanggan meningkat dari 157.773 menjadi 161.054 sambungan langganan. Pertumbuhan tersebut turut memperluas cakupan pelayanan perusahaan hingga mencapai 47,08 persen.

Dari sisi keuangan, PAM Giri Menang membukukan pendapatan sebesar Rp184,73 miliar dengan laba bersih mencapai Rp40,4 miliar. Total aset perusahaan juga tumbuh menjadi Rp712,47 miliar. Atas kinerja tersebut, perusahaan menyetorkan dividen sebesar Rp20,21 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Pemerintah Kota Mataram selaku pemegang saham.

Pada perayaan HUT ke-46, PAM Giri Menang juga meluncurkan sejumlah inovasi strategis untuk meningkatkan pelayanan dan memperkuat komitmen keberlanjutan. Salah satunya melalui peluncuran Aplikasi PAM Giri Menang yang memungkinkan pelanggan memantau tagihan, menghitung pemakaian air, melakukan pembayaran, hingga menyampaikan pengaduan secara real-time.

Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan program Green Office sebagai upaya membangun budaya kerja ramah lingkungan melalui efisiensi energi dan pengurangan penggunaan sampah plastik maupun kertas.

“Komitmen Green Office dengan melakukan penerapan budaya kerja ramah lingkungan melalui efisiensi energi danpengurangan sampah plastik atau kertas, sejalan dengankebijakan Pemerintah Daerah,” katanya.

Komitmen terhadap pelestarian lingkungan juga diwujudkan melalui Program Desa Besari yang telah berjalan selama satu tahun di Desa Peresak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Program ini difokuskan pada upaya menjaga kelestarian daerah tangkapan air guna menjamin ketersediaan air baku bagi masyarakat di masa mendatang.

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, pada perayaan HUT ke-46 PAM Giri Menang turut menyerahkan 60 bingkisan kepada pelanggan terbaik di wilayah Lombok Barat dan Kota Mataram.

Dengan berbagai capaian tersebut, PAM Giri Menang optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan air minum daerah terbaik di Indonesia.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi, memperkuat pelayanan, dan menjaga keberlanjutan sumber daya air demi memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini maupun generasi mendatang,” tutupnya.

Berikan Pelayanan 24 Jam

Tidak hanya itu, PAM Giri Menang juga meluncurkan program pelayanan 24 Jam Prestasi (mewujudkan layanan prima 24 jam, sehat, dan lingkungan lestari) untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Peluncuran program ini termasuk dalam rangkaian program PTAM yang kini telah berusia 45 tahun.

Peluncuran program ini dilakukan di Kantor Pusat PAM Giri Menang Mataram oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, Wakil Wali Kota Mataram, Mujiburrahman, dan Direktur Utama PTAM Giri Menang, H. Sudirman, Senin, 16 Juni 2025. Sekaligus melaksanakan tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) PAM ke-45.

Rangkaian kegiatan pada tasyakuran HUT PAM ke-45 dimulai dengan upacara bersama yang dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Dilanjutkan dengan Pelantikan Pengurus Ikatan Istri Pegawai PTAM Giri Menang, dan peluncuran program Peayanan 24 Jam.

Sudirman mengatakan pelayanan 24 jam PAM merupakan cita-cita PAM. Pelayanan 24 jam ini berbentuk penyediaan call center selama 24 jam, petugas operasional, pusat informasi/command center akan tersedia selama 24 jam, database pelanggan terintegrasi selama 24 jam.

Secara administrasi, disampaikan setiap proses pengerjaan di PAM membutuhkan tanda tangan dari sejumlah, dengan adanya sistem terintegrasi 24 jam, nantinya persetujuan proses aduan bisa dilakukan di mana saja, dan kapan saja, non stop selama 24 jam.   Sehingga, dengan terintegrasinya database ini, PTAM bisa dengan mudah memberikan pesan kepada wilayah yang terdampak, begitupun dengan pemberitahuan jadwal pembayaran kepada pelanggan.

Desa Besari untuk Lingkungan Bebas Sampah dan Air Bersih

Salah satu capaian PAM Giri Menang dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat adalah dengan meluncurkan program Desa Bebas Sampah dan Air Bersih (Besari) di momen ulang tahun ke-45 perusahaan ini. Program Desa Besari wujud nyata PTAM dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat, dari hulu hingga hilir.

Peluncuran program berpusat dilakukan di WTP Narmada, diiringi oleh tabuhan gendang beleq yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Lombok Barat Nurul Adha, Direktur Utama PTAM , Sudirman. Selain itu, PTAM juga memberikan beasiswa kepada empat orang pelajar di setiap jenjang, mulai dari SD, SMP, SMA, dan S1.

Sudirman mengatakan Desa Peresak, Kecamatan Narmada, Lombok Barat menjadi lokasi Desa Besari. Hal ini karena daerah tersebut sebagai lumbung air dan hulu dari penyaluran air ke Mataram dan Lombok Barat.

Program ini diharapkan menjadi langkah nyata PTAM untuk selalu menyediakan air bersih di Kota Mataram hingga pelosok Lombok Barat.

“Desa Besari (Desa Binaan Bebas Sampah dan Polusi Air) diharapkan kedepan air selalu tersedia, mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas dengan kualitas bagus,” katanya.

Dia menjelaskan, selama 45 tahun berdiri terdapat dua indikator utama PAM Giri Menang yaitu memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan, dan kedua, memberikan kontribusi nyata kepada pemerintah daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).

PAM juga memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang tinggal di sekitar sumber air. Karena memiliki akses langsung ke sumber daya air, masyarakat di sekitar wilayah tersebut dinilai memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menjaga dan memanfaatkannya secara berkelanjutan. (era)

BPS NTB Kerahkan 5.210 Petugas Sensus Ekonomi 2026

0
Dr. Wahyudin, Kepala BPS NTB


Mataram (Suara NTB) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan mengerahkan 5.210 petugas yang akan melakukan pendataan selama dua setengah bulan ke depan.


Pada hari pertama pelaksanaan sensus, Senin, 15 Juni 2026, BPS NTB melakukan pendataan terhadap Wakil Gubernur NTB, Indah Damayanti Putri, mewakili pemerintah Provinsi NTB.


Kepala BPS NTB, Wahyudin mengatakan, ribuan petugas telah mulai turun ke lapangan melakukan pendataan terhadap masyarakat.


“Karena hari ini memang hari pertama pelaksanaan sensus. Kami memilih kepala-kepala daerah sebagai simbol dimulainya kegiatan ini, sementara petugas lainnya sudah bekerja sejak pagi,” .


Menurut Wahyudin, tidak ada kelompok masyarakat yang dikecualikan dalam pendataan. Semua rumah tangga akan didata untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi ekonomi dan sosial masyarakat NTB.


“Kalau kepala daerah saja bersedia didata, tentu masyarakat juga tidak perlu ragu untuk menerima petugas sensus. Semua warga akan menjadi bagian dari pendataan ini,” katanya.


Dalam pelaksanaannya, Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya mengumpulkan informasi mengenai kegiatan usaha masyarakat, tetapi juga memotret berbagai aspek sosial rumah tangga.


Petugas akan menggali data terkait aktivitas ekonomi yang dijalankan masyarakat, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga usaha berskala besar. Selain itu, data mengenai pendidikan, kesehatan, kondisi tempat tinggal, dan karakteristik anggota rumah tangga juga akan dikumpulkan.


“Yang didata adalah kegiatan ekonomi masyarakat dan kondisi sosial rumah tangga. Misalnya pendidikan, kesehatan, kondisi rumah, dan berbagai aspek lainnya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” jelasnya.


Hasil sensus nantinya akan menjadi basis data penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi.


Melalui sensus ini, BPS akan memperoleh informasi mengenai jumlah unit usaha berdasarkan kategori usaha, struktur ekonomi daerah, perkembangan ekonomi digital, hingga aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan lingkungan.


“Output yang akan kita peroleh antara lain jumlah kegiatan ekonomi berdasarkan kategori usaha, struktur ekonomi daerah, statistik ekonomi, termasuk ekonomi digital dan ekonomi lingkungan,” ujar Wahyudin.


Data tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai arah perkembangan ekonomi NTB sekaligus menjadi dasar penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.


Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di NTB dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, ribuan petugas akan mendatangi rumah-rumah penduduk di seluruh kabupaten dan kota.


Wahyudin menegaskan juga soal keamanan data pribadi masyarakat yang dissensus. Seluruh informasi yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan Undang-Undang Statistik.
Menurutnya, petugas sensus terikat kode etik statistik dan tidak diperkenankan membocorkan data yang diperoleh selama proses pendataan. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi.


“Data masyarakat dijamin kerahasiaannya. Petugas tidak boleh membocorkan informasi yang diperoleh saat sensus. Ini dilindungi undang-undang dan menjadi bagian dari kode etik statistik yang wajib dipatuhi,” tegasnya.


Meski Undang-Undang Statistik mengatur adanya sanksi bagi pihak yang menolak memberikan data, BPS lebih mengedepankan pendekatan persuasif dalam pelaksanaan sensus.


“Kami lebih mengutamakan edukasi dan pendekatan persuasif. Harapannya masyarakat memahami manfaat sensus dan bersedia memberikan data yang dibutuhkan,” pungkasnya.(bul)

Euforia Piala Dunia 2026 Menggema di NTB, Wagub Siapkan Nobar Bersama Masyarakat

0
Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri


Mataram (Suara NTB) – Semarak Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko turut dirasakan hingga Provinsi NTB. Wakil Gubernur NTB, Indah Damayanti Putri bahkan berencana menggelar nonton bareng (nobar) di pendoponya di Jalan Panji Tilar,

.
Wagub mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut sangat tinggi. Karena itu, ia ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan secara bersama-sama.


“Rencananya lingkungan sekitar dan masyarakat nanti akan nobar di depan sini. Kita tunggu seperempat final, baru saya kasitahu jagoan saya,” ungkapnya.


Menurut Wagub, Piala Dunia tidak hanya menjadi tontonan olahraga, tetapi juga momentum yang mampu menyatukan berbagai kalangan masyarakat. Euforia yang tercipta setiap empat tahun sekali selalu menghadirkan semangat kebersamaan, tanpa memandang latar belakang maupun pilihan tim favorit.


Rencana penyelenggaraan nonton bareng di lingkungan Pendopo Wakil Gubernur diharapkan dapat menjadi wadah silaturahmi sekaligus hiburan bagi masyarakat. Selain menyaksikan pertandingan, kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat interaksi sosial dan kebersamaan warga.


Sejak bergulir pada Juni 2026, Piala Dunia telah menghadirkan berbagai kejutan dan pertandingan menarik yang menyedot perhatian publik dunia. Atmosfer kompetisi ini juga mulai terasa di NTB, dengan banyak komunitas dan kelompok masyarakat menggelar agenda nonton bersama untuk mendukung tim favorit.


Bagi pecinta bola, Piala Dunia 2026 bukan sekadar soal kemenangan dan kekalahan di lapangan hijau, tetapi juga menjadi momentum menghadirkan kegembiraan bersama.(bul)

Wagub NTB Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

0
Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri (IDP) melayani petugas sensus dari BPS NTB, Senin, 15 Juni 2026 di pendoponya.


Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur NTB, Indah Damayanti Putri, mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).


Menurutnya, data yang akurat dan valid menjadi fondasi penting dalam perencanaan dan pelaksanaan berbagai program pembangunan, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.


Ajakan disampaikan langsung Wagub NTB usai menerima petugas sensus dari BPS Provinsi NTB di Pendopo Wakil Gubernur, Senin, 15 Juni 2026. Dalam kesempatan ini, IDP, sapaan akrabnya, didata langsung oleh petugas sensus yang didampingi Kepala BPS NTB, Wahyudin.


Wagub mengikuti proses pendataan dengan kooperatif dan menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan petugas secara terbuka dan jujur. Pendataan berlangsung lancar hingga seluruh rangkaian pertanyaan yang menjadi bagian dari pengumpulan data sensus selesai dilaksanakan.


Data Valid Menjadi Dasar Kebijakan Pembangunan
IDP menegaskan bahwa pelaksanaan sensus memiliki arti strategis karena hasilnya akan menjadi rujukan pemerintah dalam merancang berbagai kebijakan pembangunan dan program prioritas nasional.


“Ini sangat penting karena kita berbicara pada tingkat nasional. Hari ini sejumlah program yang dicanangkan oleh Bapak Presiden sampai ke tingkat daerah membutuhkan data yang pasti,” ujarnya.


Menurutnya, pemerintah membutuhkan data yang akurat untuk memastikan kebijakan yang disusun benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan. Karena itu, keberhasilan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.


Ia meyakini metode dan mekanisme pendataan yang dilakukan BPS mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang berada di tingkat paling bawah.


“Kami yakin apa yang dilakukan oleh BPS melalui kegiatan sensus ini bisa menjangkau sampai ke lapisan masyarakat yang paling bawah,” katanya.


Ajak Seluruh Stakeholder Mendukung Sensus
Wagub juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh jajaran pemerintahan dalam menyukseskan kegiatan sensus, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota hingga pemerintah desa.


Menurutnya, kolaborasi lintas tingkatan pemerintahan diperlukan agar proses pendataan dapat berjalan lancar selama masa pelaksanaan yang telah ditetapkan.


“Kita semua wajib mendukung, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, sampai ke tingkat desa. Semuanya harus memberikan dukungan agar dalam waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan, sensus ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” tegasnya.


Imbau Masyarakat Berikan Jawaban Jujur
Pada kesempatan ini juga, Wagub mengimbau masyarakat, termasuk aparatur sipil negara (ASN), untuk menerima kehadiran petugas sensus dan meluangkan waktu saat proses pendataan berlangsung.


Ia meminta masyarakat memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya agar data yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.


“Saya mengimbau kepada masyarakat, ASN, maupun masyarakat umum untuk menerima petugas sensus dengan baik, meluangkan waktu, serta memberikan jawaban yang jujur atas pertanyaan yang diajukan,” ujarnya.


Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan data yang benar merupakan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia ke depan.


“Karena ini sangat penting untuk Indonesia,” pungkasnya. (bul)