Beranda blog Halaman 206

Bank Indonesia Peringatkan, Pemda Tahan Kenaikan Tarif PDAM dan Parkir di Tengah Tekanan Ekonomi

0
Hario K. Pamungkas.


Mataram (Suara NTB) – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas mengingatkan pemerintah daerah agar berhati-hati dalam mengambil kebijakan kenaikan tarif layanan publik, terutama tarif PDAM dan parkir, di tengah berbagai tekanan ekonomi yang berpotensi memicu inflasi.


Hario menegaskan, kebijakan pemerintah daerah terkait tarif layanan publik perlu dikaji secara matang agar tidak menambah beban masyarakat sekaligus mendorong kenaikan harga barang dan jasa lainnya.
Menurutnya, peringatan tersebut telah disampaikan BI dalam berbagai forum pengendalian inflasi daerah, termasuk menjelang Hari Raya Iduladha lalu.


“Pada rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), kami sudah menyampaikan bahwa selain risiko inflasi yang berasal dari faktor eksternal dan nasional, pemerintah daerah juga perlu mewaspadai inflasi yang bersumber dari kebijakan daerah sendiri, seperti tarif PDAM dan tarif parkir,” ujarnya.


Soroti Kenaikan Tarif Daerah
Hario mengungkapkan, BI sebelumnya telah mencermati adanya kenaikan tarif PDAM di Kota Mataram. Karena itu, ketika muncul wacana kenaikan tarif parkir, BI langsung meminta agar rencana tersebut dikaji secara mendalam.


Menurutnya, kebijakan yang berkaitan dengan tarif layanan publik perlu mempertimbangkan dampak lanjutan terhadap inflasi daerah. Sebab, kenaikan biaya layanan dasar berpotensi memicu kenaikan biaya operasional berbagai sektor usaha yang pada akhirnya dibebankan kepada masyarakat.
“Kami sudah sampaikan, tolong benar-benar dipertimbangkan. Jangan sampai kebijakan tersebut justru memicu kenaikan harga-harga yang lain dan menambah tekanan inflasi daerah,” katanya.


Alasan Menaikkan BI Rate
Peringatan tersebut disampaikan menyusul keputusan Bank Indonesia yang kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan pada 9 Juni 2026.


Selain BI Rate, suku bunga Deposit Facility juga dinaikkan menjadi 4,5 persen dan Lending Facility menjadi 6,25 persen.


Hario menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah BI mengevaluasi perkembangan ekonomi terkini yang menunjukkan nilai tukar rupiah mengalami pelemahan lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya.


Menurutnya, gejolak ekonomi global yang masih berlangsung, tingginya permintaan valuta asing di dalam negeri, serta keluarnya sebagian investasi portofolio asing dari Indonesia menjadi faktor utama yang menekan rupiah.


“Karena itu Bank Indonesia memandang perlu melakukan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui peningkatan suku bunga dan berbagai instrumen lainnya guna menarik kembali aliran modal asing,” jelasnya.


Ia menambahkan, kebijakan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, tetapi juga mengendalikan inflasi agar tetap berada dalam sasaran nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027.


Risiko Inflasi dari Harga Energi dan Kebijakan Daerah
Hario menambahkan, sejak RDG bulanan Mei 2026, BI telah mengidentifikasi sejumlah risiko inflasi yang perlu diantisipasi. Salah satunya berasal dari kenaikan harga komoditas global yang berpotensi menimbulkan imported inflation atau inflasi yang ditransmisikan dari luar negeri.
Selain itu, BI juga menyoroti risiko kenaikan harga yang diatur pemerintah (administered prices), termasuk tarif energi non-subsidi.


“Kenaikan harga energi non-subsidi memang sudah menjadi salah satu risiko yang kami perhitungkan. Karena itu kami juga mengingatkan daerah agar tidak menambah tekanan inflasi melalui kebijakan tarif yang berada dalam kewenangan pemerintah daerah,” ujarnya.


Meski demikian, BI masih menunggu perkembangan dampak penyesuaian harga BBM non-subsidi yang baru berlaku dalam beberapa hari terakhir.


“Karena yang naik adalah BBM non-subsidi, sementara BBM subsidi masih tetap, maka besaran dampaknya terhadap inflasi masih perlu diamati dalam beberapa waktu ke depan,” katanya.


Inflasi Daerah Perlu Dijaga Bersama
Menurut Hario, pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah melalui kebijakan yang tidak menimbulkan tekanan harga baru di masyarakat.


Karena itu, BI berharap seluruh pemerintah kabupaten/kota di NTB dapat lebih cermat dalam menetapkan kebijakan tarif layanan publik, terutama pada saat kondisi ekonomi masih menghadapi tekanan dari faktor global maupun domestik.


Dengan langkah antisipatif tersebut, stabilitas harga di daerah diharapkan tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat dan momentum pertumbuhan ekonomi NTB dapat terus dipertahankan. (bul)

Harga Pangan NTB : Bawang Bombay dan Bawang Putih Naik Akibat Stok Menipis

0


Mataram (Suara NTB) – Harga kebutuhan pokok di Provinsi NTB hingga Senin, 15 Juni 2026 masih terpantau relatif stabil meski terdapat pergerakan pada sejumlah komoditas hortikultura. Kenaikan harga terutama terjadi pada kelompok bawang-bawangan dan cabai, sementara beberapa komoditas pangan lainnya justru mengalami penurunan.


Berdasarkan data perkembangan harga rata-rata barang kebutuhan pokok yang dirilis Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB, perbandingan harga antara 15 Juni 2026 dengan 12 Juni 2026 menunjukkan fluktuasi yang masih berada dalam batas normal.
Kepala Disperindag NTB, Lalu Wiranata, menyampaikan bahwa meski ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan pasca penyesuaian harga BBM non-subsidi, kondisi pasar secara umum masih terkendali dan belum mengkhawatirkan.


Bawang Bombay Naik Tertinggi
Komoditas yang mengalami kenaikan harga tertinggi adalah bawang bombay. Harga rata-rata bawang bombay naik sebesar Rp3.570 atau sekitar 10 persen, dari sebelumnya menjadi Rp31.689 per kilogram. Kenaikan ini dipicu oleh menurunnya stok di tingkat pasar.


Selain itu, bawang putih jenis kating juga mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar Rp2.000 atau sekitar 5 persen menjadi Rp38.933 per kilogram akibat pasokan yang mulai berkurang.


Sementara cabai rawit merah naik Rp1.733 atau sekitar 3 persen menjadi Rp67.500 per kilogram karena pasokan yang menurun di tengah tingginya permintaan masyarakat.


Harga bawang putih honan juga mengalami kenaikan sebesar Rp567 atau sekitar 1 persen menjadi Rp40.267 per kilogram. Berbeda dengan komoditas lainnya, kenaikan ini lebih banyak dipicu oleh meningkatnya permintaan konsumen.


Minyak goreng curah turut mengalami kenaikan meski relatif tipis, yakni sebesar Rp100 menjadi Rp20.611 per liter akibat meningkatnya permintaan pasar.


Cabai Merah Besar dan Udang Segar Turun
Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Penurunan terbesar terjadi pada cabai merah besar yang turun Rp1.100 atau sekitar 2 persen menjadi Rp46.317 per kilogram. Penurunan ini didorong oleh meningkatnya pasokan ke pasar.


Komoditas perikanan, yakni udang segar, juga mengalami penurunan sebesar Rp1.000 atau sekitar 2 persen menjadi Rp54.833 per kilogram.


Cabai rawit hijau turun Rp633 menjadi Rp32.033 per kilogram karena permintaan yang melemah. Kondisi serupa terjadi pada kacang hijau yang turun Rp566 menjadi Rp29.389 per kilogram.
Harga cabai merah keriting juga terkoreksi Rp517 menjadi Rp55.650 per kilogram seiring membaiknya ketersediaan stok. Sementara tomat turun Rp500 menjadi Rp15.700 per kilogram akibat melimpahnya pasokan.


Beberapa komoditas lain yang mengalami penurunan harga antara lain ikan bandeng yang turun Rp367 menjadi Rp44.286 per kilogram, kacang tanah turun Rp333 menjadi Rp37.056 per kilogram, bawang merah turun Rp283 menjadi Rp41.783 per kilogram, serta daging ayam ras yang turun Rp250 menjadi Rp39.450 per kilogram.


Adapun jeruk lokal dan kentang masing-masing turun tipis Rp125 dan Rp100 per kilogram. Minyak goreng premium juga mengalami koreksi kecil sebesar Rp25 menjadi Rp24.425 per liter.


Beras, Gula dan Telur Stabil
Meski terjadi fluktuasi pada sejumlah komoditas hortikultura, Disperindag NTB mencatat sebagian besar kebutuhan pokok strategis masyarakat masih berada dalam kondisi stabil.


Harga seluruh jenis beras, baik beras medium, premium maupun beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), tidak mengalami perubahan. Demikian pula harga daging sapi, telur ayam ras, gula pasir, serta tepung terigu yang masih bertahan pada level sebelumnya.


Kondisi diatas menunjukkan pasokan pangan utama di NTB masih cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk selama periode libur panjang dan pasca kenaikan harga BBM non-subsidi.(bul)

Pasca Kenaikan BBM, Pemprov NTB Siapkan Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah

0
Pasca Kenaikan BBM, Pemprov NTB Siapkan Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Lalu Wiranata (paling kanan), bersama tim, melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional


Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan kondisi harga kebutuhan pokok di pasar masih relatif stabil pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Meski terdapat kenaikan pada sejumlah komoditas, pergerakannya dinilai masih dalam batas normal dan belum menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan maupun inflasi daerah.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Lalu Wiranata, MA mengatakan, terus melakukan pemantauan harga di pasar-pasar tradisional serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengantisipasi dampak kenaikan BBM terhadap harga kebutuhan masyarakat.


“Harga-harga sampai sekarang masih normal. Ada yang naik dan ada juga yang turun. Kenaikannya tidak terlalu tinggi, rata-rata hanya sekitar Rp150 sampai Rp200. Jadi masih dalam batas yang wajar,” ujarnya, Senin, 15 Juni 2026.


Menurutnya, hasil pengawasan di lapangan menunjukkan belum ada lonjakan harga yang signifikan meskipun aktivitas ekonomi meningkat selama masa libur panjang. Pemerintah daerah tetap mewaspadai potensi kenaikan harga yang biasanya dipicu oleh meningkatnya biaya distribusi dan tingginya permintaan masyarakat.


Sebagai langkah antisipasi, Disperindag NTB terus menyiapkan berbagai program stabilisasi harga, termasuk operasi pasar bersama sejumlah mitra strategis seperti Bulog, Bank Indonesia, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) kerjasama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB.


“Kita tetap menyiapkan operasi pasar bersama beberapa mitra, termasuk Bulog. Kemudian pasar murah dan Gerakan Pangan Murah juga terus kita lakukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan,” katanya.


Selain itu, koordinasi intensif dengan pemerintah kabupaten/kota juga terus dilakukan guna memantau perkembangan harga di seluruh wilayah NTB.


“Dan operasi pasar yang berjalan saat ini lebih dalam konteks pengawasan harga dan distribusi, terutama peredaran gas melon. Untuk operasi pasar berupa penjualan komoditas pangan masih belum dilaksanakan,” jelasnya.


Namun, pihaknya membuka kemungkinan pelaksanaan operasi pasar komoditas pangan dalam waktu dekat. Disperindag NTB bersama stakeholder tengah menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keterjangkauan harga apabila terjadi gejolak pasar.


“Minggu depan kemungkinan kami turun bersama Bulog,” ujarnya.


Stok Cabai Mulai Menipis
Meski sebagian besar komoditas pangan masih dalam kondisi aman, Disperindag NTB mulai memberi perhatian khusus terhadap komoditas cabai yang stoknya mulai berkurang akibat tingginya permintaan pasar.


“Yang mulai berkurang itu cabai. Permintaannya tinggi terus, sehingga kami sedang mencari tambahan pasokan untuk menjaga ketersediaannya,” kata Wiranata.


Sementara itu, stok komoditas pangan lainnya seperti beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.


Antisipasi Penimbunan
Pemprov NTB juga memperkuat pengawasan terhadap distribusi barang untuk mencegah praktik penimbunan yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga secara tidak wajar. Pengawasan dilakukan bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait.


Beberapa waktu lalu, tim pengawasan juga menemukan indikasi penyimpangan distribusi minyak goreng curah yang kemudian ditindaklanjuti bersama aparat kepolisian.


“Pengawasan terus dilakukan agar tidak ada praktik-praktik yang merugikan masyarakat. Sampai saat ini belum ada indikasi penimbunan yang mengkhawatirkan,” tegasnya.
Pemprov NTB optimistis dampak kenaikan BBM non-subsidi terhadap harga kebutuhan pokok dapat diminimalkan dan tidak mengganggu daya beli masyarakat dalam waktu dekat.(bul)

Pertamina Patra Niaga Dukung Aktivitas Masyarakat Selama Perayaan Tahun Baru Islam, Tambah 88 Ribu Tabung LPG 3 Kg di NTB

0
Pertamina Patra Niaga Dukung Aktivitas Masyarakat Selama Perayaan Tahun Baru Islam, Tambah 88 Ribu Tabung LPG 3 Kg di NTB

Mataram (Suara NTB)- Pertamina Patra Niaga pastikan pasokan energi di wilayah NTB, baik BBM maupun LPG dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama aktivitas peringatan Tahun Baru Islam.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan, selama momen perayaan ini, stok BBM dan LPG dipastikan dalam kondisi aman tercukupi dan seluruh infrastruktur telah disiagakan. Pertamina juga tetap standby di lokasi untuk memastikan penyaluran BBM dan LPG berjalan lancar.

“Pada momen perayaan ini, produk LPG menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat. Guna menghadapi lonjakan permintaan, kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran diluar penyaluran reguler untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat. Di sisi lain untuk layanan BBM, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus akan melaksanakan build up stock sesuai kebutuhan dan pengecekan sarfas SPBU secara intensif berikut pengecekan aspek Quantity and Quality (QQ) BBM,” terang Ahad.

Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan penyaluran fakultatif hingga 59 persen dari rata-rata penyaluran harian dengan jumlah 88.200 ribu tabung untuk seluruh wilayah NTB.
Jumlah ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan aktivitas masyarakat sehingga masyarakat dapat menikmat momen perayaan kali ini dengan tenang.

Ahad juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok energi dalam kondisi aman dan tercukupi, serta mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying dan tetap membeli secara bijak sesuai kebutuhan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama LPG. Masyarakat jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya, jangan sampai kekhawatiran masyarakat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tutup Ahad.

Pertamina juga mengajak masyarakat untuk dapat menggunakan LPG sesuai peruntukannya, dimana LPG 3 kg merupakan produk subsidi yang ditujukan khusus masyarakat yang kurang mampu. Serta menggunakan LPG Non Subsidi (Brightgas) bagi masyarakat mampu.(bul)

PLN UIP Nusra Bangun Akses Jalan PLTP Ulumbu, Tingkatkan Mobilitas dan Serap Tenaga Kerja Lokal

0

Mataram (Suara NTB) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) mulai melaksanakan pembangunan akses jalan menuju lokasi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5 di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Pembangunan jalan yang dimulai pada awal Juni 2026 ini merupakan bagian dari persiapan pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5. Pekerjaan tersebut meliputi peningkatan kualitas dan pelebaran jalan sepanjang 7,2 kilometer.
Selain mendukung mobilisasi material, peralatan, dan aktivitas konstruksi proyek, jalan akses tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperlancar aktivitas transportasi dan konektivitas antarwilayah.

Dalam pelaksanaannya, PT PLN (Persero) UIP Nusra turut melibatkan tenaga kerja lokal yang berasal dari masyarakat adat Desa Wewo sehingga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Sebelum pelaksanaan pembangunan, PLN telah melakukan Pra-Free, Prior and Informed Consent (Pra-FPIC) atau sosialisasi terkait pembangunan akses jalan dan persiapan infrastruktur proyek di rumah gendang masyarakat adat Desa Wewo, yakni Gendang Bangka, Gonggor, Goling, Lale, Naput, Nege, Umung, dan Wewo. Selain itu, kegiatan Pra-FPIC juga dilaksanakan di Kantor Kecamatan Satar Mese.

Salah seorang tenaga kerja lokal asal Desa Wewo, Silvester Pago, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan melalui proyek tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam menghadirkan manfaat pembangunan bagi warga sekitar.

“Ada banyak program PLN yang memberikan dampak bagi masyarakat. Kami bersyukur karena harapan masyarakat selama ini mulai terjawab. Semoga proyek ini berjalan lancar dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Desa Wewo maupun Kabupaten Manggarai secara luas,” ujar Silvester.

Silvester mengatakan dirinya bangga dapat terlibat dalam pembangunan jalan yang nantinya dapat bermanfaat untuk aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Proyek ini menjawab kebutuhan masyarakat. Saya bersyukur bisa ikut bekerja dan merasakan langsung manfaatnya. Selama ini PLN juga telah banyak berkontribusi bagi masyarakat, mulai dari bantuan kelistrikan hingga dukungan terhadap berbagai program sosial di desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 2, Avianda Edwin Fachruddin, menjelaskan bahwa pembangunan akses jalan merupakan salah satu tahapan awal dalam persiapan pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5.
“Peningkatan dan pelebaran akses jalan ini dilakukan untuk mendukung mobilisasi personel, material, dan peralatan menuju area pengembangan proyek. Infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pekerjaan konstruksi lainnya, termasuk pembangunan wellpad yang nantinya akan digunakan sebagai lokasi pengeboran sumur panas bumi,” jelas Avianda.

Ia menambahkan bahwa seluruh pekerjaan persiapan proyek dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, serta keterlibatan masyarakat setempat.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung, mengatakan bahwa PLN berkomitmen memastikan pengembangan PLTP Ulumbu tidak hanya mendukung penyediaan energi bersih, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“Selain mendukung pengembangan PLTP Ulumbu, pembangunan akses jalan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan meningkatkan konektivitas wilayah. Kami ingin setiap tahapan pembangunan berjalan dengan melibatkan masyarakat serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Manurung.

PT PLN (Persero) UIP Nusra berkomitmen mengembangkan energi bersih melalui proyek PLTP Ulumbu sekaligus memastikan kehadiran proyek strategis nasional tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.(bul)

Cetak Sejarah di Estoril, Pebalap Binaan Astra Honda Muhammad Kiandra Ramadhipa Rebut Podium Tertinggi

0

Jakarta (Ekbis NTB) – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Muhammad Kiandra Ramadhipa, mencetak sejarah gemilang untuk dunia balap Indonesia. Pemuda asal Sleman, Yogyakarta ini sukses menyabet podium tertinggi pada putaran kedua Moto3 Junior World Championship 2026 yang berlangsung di Circuito do Estoril, Portugal, Minggu (14/6/2026).

Bernaung di bawah Honda Asia-Dream Racing Junior Team, Ramadhipa menjadi pebalap Indonesia pertama yang memenangi laga MotoJunior sejak capaian Fadillah Arbi Aditama di Barcelona pada 2023 lalu.

Prestasi emas ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pebalap Indonesia pertama yang mampu meraih kemenangan di dua ajang bergengsi level MotoJunior, yakni Red Bull Rookies Cup dan Moto3 Junior World Championship.

Jalannya Balapan yang Dramatis

Memulai balapan dari posisi ketujuh berdasarkan hasil kualifikasi pada Sabtu (13/6/2026), pebalap bernomor motor #32 ini langsung menunjukkan performa optimal sejak lampu hijau menyala. Ramadhipa terus menempel ketat grup terdepan dan menjaga ritme di tengah sengitnya aksi saling dongkel posisi.

Ketajaman taktik Ramadhipa mulai terlihat pada lap ke-8. Melalui manuver cornering yang apik, ia menembus barisan tiga besar dan masuk ke zona podium. Intensitas balapan kian memanas saat ia tampil agresif dan beberapa kali memimpin balapan.

Puncaknya terjadi pada lap terakhir. Berada di posisi ketiga, Ramadhipa melancarkan serangan cepat untuk mengambil alih posisi terdepan. Meski harus mempertahankan posisi di sisa tikungan krusial menjelang garis finis, ia sukses menjaga fokus dan menyentuh garis akhir di urutan pertama.

Tembus Peringkat Dua Klasemen Sementara

Kemenangan perdana di Moto3 Junior World Championship 2026 ini membuat bendera Merah Putih berkibar di Estoril, diiringi kumandang lagu Indonesia Raya.

Tambahan 25 poin dari sirkuit Portugal ini mendongkrak posisi Ramadhipa ke peringkat kedua klasemen sementara dengan total 51 poin, hanya terpaut 7 angka dari pemuncak klasemen.

“Saya sangat senang bisa meraih kemenangan pertama di Moto3 Junior World Championship. Balapan hari ini sangat sulit dengan kondisi yang cukup panas. Di lap terakhir saya sempat kehilangan dua posisi, tetapi berhasil merebutnya kembali di sektor-sektor akhir. Balapan berikutnya adalah Jerez, dan saya berusaha mempertahankan performa ini,” ujar Ramadhipa seusai laga.

Komitmen Pembinaan AHM

Capaian impresif ini mendapat apresiasi dari General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya. Ia menegaskan bahwa prestasi Ramadhipa adalah bukti nyata komitmen perusahaan dalam membuka jalan bagi talenta muda Indonesia menuju panggung dunia.

“Hasil yang diraih Ramadhipa pada putaran Estoril ini menjadi capaian positif yang membanggakan. Ia menunjukkan kemampuan bersaing yang kuat di tengah kompetisi yang ketat. AHM berharap momentum ini dapat terus terjaga di seri-seri berikutnya dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia,” kata Andy.

Ajang balap Moto3 Junior World Championship 2026 dijadwalkan bakal berlanjut ke putaran ketiga di Circuit de Jerez – Angel Nieto, Spanyol, pada 3-5 Juli mendatang. (r/fan)

CBR Series Melesat, AHRT Borong Tiga Podium ARRC Motegi 2026

0

Jakarta (Ekbis NTB) – Astra Honda Racing Team (AHRT) tampil mendominasi pada putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, 13–14 Juni 2026. Mengandalkan ketangguhan lini CBR Series, skuad “Merah Putih” sukses mengamankan tiga podium dan mengibarkan bendera Indonesia dua hari berturut-turut di kelas Asia Production (AP) 250 dan Supersport (SS) 600.

Irfan Ardiansyah menjadi bintang utama pada balapan akhir pekan ini. Turun sebagai pebalap pengganti Muhammad Badly Ayatullah yang masih dibekap cedera, Irfan langsung membuktikan kualitasnya. Menunggangi CBR250RR, ia sukses merebut podium kedua pada Race 1 maupun Race 2.

Dominasi Kelas AP250

Pada Race 1 yang digelar Sabtu (13/6/2026), Irfan memulai jalannya balapan dari posisi keempat. Ia menerapkan strategi taktis sepanjang 10 lap sebelum melakukan akselerasi penuh di sektor terakhir pada lap penutup. Irfan menyentuh garis finis di posisi kedua dengan selisih tipis 0,161 detik dari pemenang.

Determinasi tersebut berlanjut pada Race 2, Minggu (14/6/2026). Sempat terlempar ke posisi ketujuh di akhir lap, Irfan melakukan manuver terukur di beberapa tikungan pamungkas untuk kembali mengamankan podium kedua. Hasil gemilang ini membuatnya mengemas 40 poin dari Motegi dan kini bertengger di posisi keenam klasemen sementara AP250 dengan total 51 poin.

“Sejak awal balapan, saya berusaha mempertahankan posisi di barisan terdepan dan merencanakan serangan di dua lap terakhir. Strategi tersebut berjalan lancar. Terima kasih atas semua dukungannya,” ujar Irfan.

Masih di kelas yang sama, Rheza Danica Ahrens menunjukkan mentalitas juara meski menghadapi tantangan berat. Memulai Race 1 dari posisi ke-13, Rheza merangsek ke rombongan depan dan finis di posisi kelima. Sementara pada Race 2, ia harus puas finis di posisi kesembilan. Tambahan 18 poin di Jepang membawa Rheza ke posisi ketiga klasemen sementara dengan total 82 poin.

Aksi Comeback di Kelas SS600 dan ASB1000

Sesi dramatis tersaji di kelas Supersport (SS) 600 melalui aksi Herjun Atna Firdaus. Sempat tercecer ke posisi kedelapan akibat start yang kurang sempurna, Herjun perlahan menstabilkan ritme bersama CBR600RR. Melalui duel sengit yang melibatkan kontak bodi di lap-lap akhir, ia sukses mengunci podium ketiga pada Race 1.

Pada Race 2, persaingan yang kian rapat memaksa Herjun finis di posisi keempat. Hasil ini mendongkrak posisinya ke peringkat keempat klasemen sementara SS600 dengan total 67 poin.

“Saya sangat menikmati duel sengit wheel-to-wheel akhir pekan ini. Selanjutnya, mohon dukungan agar saya bisa bersaing maksimal di Mandalika,” kata Herjun.

Sementara itu di kelas tertinggi, Asia Superbike (ASB) 1000, M. Adenanta Putra menunjukkan ketahanan fisik yang luar biasa. Baru pulih dari operasi arm pump, pebalap asal Magetan, Jawa Timur ini tampil tenang mengendarai CBR1000RR-R. Adenanta tampil konsisten dengan finis di posisi kedelapan pada Race 1 maupun Race 2. Ia kini berada di peringkat ke-6 klasemen sementara dengan total 50 poin.

Apresiasi dan Tatap Seri Mandalika

General Manager Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor (AHM), Andy Wijaya, mengapresiasi totalitas seluruh pebalap AHRT sepanjang akhir pekan balap di Jepang.

“Kami sangat bangga dengan semangat juang para pebalap AHRT di Motegi. Semoga hasil ini menjadi motivasi untuk tampil semakin kuat di putaran-putaran berikutnya dan terus mengharumkan nama Indonesia,” tutur Andy.

Hasil positif di Motegi ini menjadi modal berharga bagi tim untuk menatap putaran keempat ARRC 2026 yang akan digelar di Sirkuit Mandalika, Indonesia, pada Agustus mendatang. (r/fan)

Tingginya Harga BBM jadi Tantangan Mendorong Ekspor Komoditas Perikanan Tangkap

0
Muslim (Suara NTB/dok)

Mataram (ekbisntb.com) – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dinilai dapat menjadi momentum untuk meningkatkan ekspor komoditas perikanan dari NTB. Namun, di sisi lain, tingginya biaya operasional nelayan dan pelaku usaha perikanan, terutama akibat penggunaan BBM industri, masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian pemerintah.


Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, H. Muslim, ST., M.Si., mengatakan peluang ekspor komoditas perikanan NTB sebenarnya cukup besar karena permintaan pasar internasional terus ada, khususnya untuk produk-produk yang telah memenuhi standar dan kualifikasi ekspor.


Menurutnya, mekanisme perdagangan ekspor sangat dipengaruhi oleh hukum pasar. Ketika permintaan meningkat, pelaku usaha akan terdorong untuk meningkatkan produksi dan memperluas pasar. Di NTB sendiri, sejumlah perusahaan perikanan telah memiliki kesiapan untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.


“Permintaan pasar ekspor itu mengikuti hukum pasar. Ketika permintaan meningkat dengan standar tertentu, perusahaan-perusahaan yang sudah siap tentu akan bergerak untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujarnya.


Meski demikian, Muslim menegaskan bahwa peningkatan ekspor tidak hanya bergantung pada besarnya permintaan pasar. Faktor efisiensi operasional armada penangkapan ikan juga menjadi penentu utama.


Ia mencontohkan kapal-kapal perikanan berukuran di atas 30 Gross Ton (GT) yang saat ini diwajibkan menggunakan solar industri. Kenaikan harga BBM industri membuat para pemilik kapal harus menghitung secara cermat biaya operasional sebelum melaut.


“Pemilik kapal sekarang berpikir matang untuk memobilisasi armadanya. Mereka harus memiliki kepastian lokasi penangkapan yang potensial agar biaya operasional yang dikeluarkan sebanding dengan hasil tangkapan,” katanya.


Untuk meningkatkan efisiensi, pelaku usaha perikanan harus memanfaatkan berbagai teknologi pendukung, seperti alat bantu pendeteksi keberadaan ikan atau fish finder. Teknologi ini bisa membantu nelayan dan pengusaha kapal menentukan daerah penangkapan (fishing ground) yang potensial sehingga penggunaan BBM dapat lebih efisien.


Menurut Muslim, keberadaan informasi lokasi ikan menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas penangkapan. Dengan hasil tangkapan yang lebih optimal, pasokan bahan baku untuk industri pengolahan dan kebutuhan ekspor juga akan meningkat.


“Kalau penangkapannya bagus, otomatis ekspornya juga bagus. Karena itu informasi potensi daerah penangkapan dan teknologi pendukung menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan,” jelasnya.


Meski demikian, ia menilai persoalan BBM industri masih menjadi isu strategis yang perlu dievaluasi. Pemerintah diharapkan dapat mengkaji kembali kebijakan terkait harga dan akses BBM industri agar lebih berpihak pada kondisi riil yang dihadapi pelaku usaha perikanan.
“Masalah BBM industri ini sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Perlu ada kajian kembali agar kebijakannya lebih berpihak pada kebutuhan sektor perikanan di lapangan,” tegasnya.


Muslim mengungkapkan sejumlah komoditas perikanan NTB yang saat ini menjadi andalan ekspor antara lain udang vaname, tuna, mutiara, berbagai jenis ikan karang, serta rumput laut.


Produk-produk tersebut sebagian besar dipasarkan ke berbagai negara tujuan ekspor, termasuk Tiongkok. Namun, pengiriman masih banyak dilakukan melalui pelabuhan di Surabaya sebelum diteruskan ke negara tujuan.


“Yang banyak diekspor sekarang udang vaname, tuna, mutiara, beberapa jenis ikan karang, termasuk rumput laut. Banyak yang ke pasar Tiongkok, meskipun pengirimannya masih melalui Surabaya,” ungkapnya.


DKP NTB mencatat komoditas perikanan tetap menjadi salah satu sektor unggulan daerah yang memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian NTB. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, terutama terkait efisiensi operasional dan biaya produksi, peluang peningkatan ekspor perikanan dinilai masih sangat terbuka di tengah melemahnya nilai tukar rupiah. (bul)

Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook

0
Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook

Giri Menang (ekbisntb.com) – PT Bank NTB Syariah terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital sektor transportasi dan pariwisata daerah melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan PT Easybook Teknologi Indonesia terkait penggunaan rekening Bank NTB Syariah dalam Sistem Pembayaran Digital Easybook.


Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya percepatan implementasi sistem e-ticketing dan digitalisasi layanan transportasi di Pelabuhan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.


Melalui kerja sama ini, Bank NTB Syariah akan menyediakan dukungan sistem pembayaran digital yang terintegrasi, meliputi penggunaan rekening Bank NTB Syariah, layanan QRIS, Virtual Account, serta integrasi sistem pembayaran yang mendukung transaksi tiket secara non-tunai pada platform Easybook.


Kehadiran sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan, transparansi transaksi, serta kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang menggunakan transportasi laut dari dan menuju kawasan wisata Senggigi.


Direktur Dana dan Transaksi PT Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung ekosistem digital daerah sekaligus memperluas penggunaan layanan transaksi keuangan syariah di sektor pariwisata dan transportasi.


“Bank NTB Syariah menyambut baik kolaborasi dengan Easybook sebagai bagian dari upaya bersama menghadirkan layanan pembayaran yang lebih mudah, aman, dan efisien bagi masyarakat. Digitalisasi e-ticketing di Pelabuhan Senggigi tidak hanya meningkatkan kualitas layanan publik, tetapi juga memperkuat ekosistem transaksi non-tunai yang transparan dan akuntabel. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi model pengembangan layanan digital pada sektor transportasi dan pariwisata di berbagai daerah lainnya di Nusa Tenggara Barat,” ujar Adhi.


Lebih lanjut, Adhi menjelaskan bahwa Bank NTB Syariah terus mendorong pemanfaatan layanan digital perbankan melalui berbagai kanal pembayaran yang terintegrasi guna mendukung transformasi digital pemerintah daerah, pelaku usaha, serta sektor-sektor strategis yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.


PT Easybook Teknologi Indonesia sendiri merupakan perusahaan penyedia platform pemesanan tiket online dan sistem integrasi transportasi yang telah beroperasi di berbagai negara Asia Tenggara. Melalui sinergi ini, kedua belah pihak berkomitmen menghadirkan sistem pembayaran digital yang mendukung pengelolaan layanan transportasi yang modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.

Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat implementasi digitalisasi layanan transportasi dan pariwisata di Kabupaten Lombok Barat, sekaligus mendukung visi pembangunan daerah menuju tata kelola layanan publik yang semakin modern dan berbasis teknologi. (bul)

Bank NTB Syariah Dukung Penuh E-Ticketing dan Gate In Online di Pelabuhan Senggigi

0
Peresmian E-Ticketing dan Gate In Online Di Pelabuhan Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) – Bank NTB Syariah menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital layanan publik dan penguatan ekosistem transaksi non-tunai terpusat melalui implementasi sistem E-Ticketing dan Gate In Online di Terminal Pelabuhan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.


Peluncuran sistem digital tersebut dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan menjadi langkah strategis dalam modernisasi layanan transportasi dan pariwisata yang terintegrasi.


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, Anggota DPRD Provinsi NTB H. Hasbullah Muis, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat, sejumlah kepala OPD terkait, Direktur PT Easybook Teknologi Indonesia, Direktur Utama PT AMGM, Direktur Dana dan Transaksi PT Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, Direktur Teknologi dan Informasi PT Bank NTB Syariah, Rully Feranata, para ketua asosiasi pariwisata se-NTB, Camat Batulayar, Kapolsek Batulayar, Kepala Desa Senggigi, serta Kepala Desa Sedau.


Melalui sistem E-Ticketing dan Gate In Online, proses pembelian tiket, registrasi penumpang, pembayaran, hingga validasi keberangkatan kini dilakukan secara digital dan terintegrasi. Implementasi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna jasa pelabuhan, mempercepat proses layanan, sekaligus mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah.


Sebagai Bank Pembangunan Daerah yang terus mendorong digitalisasi transaksi keuangan, Bank NTB Syariah berperan dalam penyediaan sistem pembayaran digital yang mendukung operasional layanan tersebut. Kehadiran sistem non-tunai di Pelabuhan Senggigi diharapkan dapat memperkuat tata kelola, meminimalisir potensi kebocoran transaksi, serta menghasilkan data transaksi yang lebih akurat dan real time.


Direktur Dana dan Transaksi PT Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Bank NTB Syariah dalam mendukung transformasi digital pemerintah daerah serta mendorong percepatan implementasi transaksi non-tunai di berbagai sektor strategis.


“Bank NTB Syariah menyambut baik implementasi E-Ticketing dan Gate In Online di Pelabuhan Senggigi sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital daerah. Kami percaya digitalisasi transaksi akan meningkatkan efisiensi layanan, memperkuat transparansi, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dan wisatawan dalam mengakses layanan transportasi. Ke depan, kami siap mendukung perluasan digitalisasi pembayaran di berbagai sektor pelayanan publik lainnya di Kabupaten Lombok Barat,” ujar Adhi Susantio.

Implementasi sistem ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam mendorong digitalisasi layanan publik dan transaksi keuangan daerah. Dengan semakin meningkatnya aktivitas pelabuhan sebagai salah satu pintu masuk wisatawan menuju Pulau Lombok, keberadaan sistem digital yang terintegrasi diharapkan mampu mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat pengelolaan data kunjungan wisatawan secara lebih akurat.


Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan, Bank NTB Syariah optimistis transformasi digital yang dilakukan akan memberikan dampak positif bagi peningkatan pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi daerah, serta mewujudkan tata kelola yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan sesuai semangat untuk menebar Berkah Bermakna. (bul)