Thursday, April 23, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 199

Hadiri Peresmian Pabrik Porang Lotim – Petani KLU Temu Bisnis, Jadi Andalan Pasok Suplai Bahan Baku

0
Petani porang KLU gelar temu bisnis dengan pabrik PT. SPR – Lotim (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Petani porang yang tergabung dalam Koperasi Berkah Gumi Lombok (BGL) menjalin kemitraan jangka panjang dengan pabrik, PT Sanindo Pangan Rinjani (SPR). Bahkan, di sela-sela menghadiri peresmian beroperasinya pabrik porang, di Lotim, Kamis 14 Agustus 2025, petani Porang KLU langsung menggelar pertemuan bisnis dengan PT. SPR.

Pengurus Koperasi BGL, Puguh Dwi Friawan, mengakui temu bisnis Koperasi BGL dengan manajemen PT. SPR dipimpin langsung pendamping program Desa Sejahtera Astra, Prof. Ir. Suwardji, M.App.Sc., Ph.D. Beroperasinya pabrik porang secara resmi, menandai perjalanan baru bagi keberlangsungan petani. Pasar porang yang di selama ini menjadi kendala, terurai menjadi solusi jangka panjang.

“Alhamdulillah, setelah menghadiri peresmian pabrik, kami pengurus dan anggota Koperasi Porang melakukan pertemuan bisnis. Hasilnya, terjalin kesepakatan bahwa petani porang KLU menjadi andalan untuk memasok bahan baku,” ungkap Iwan.

Ia menyebut, kesepakatan dengan pabrik berlaku untuk jangka panjang, selama kedua pihak tidak saling merugikan. PT. SPR akan menerima bahan baku porang gelondongan hasil panen petani KLU mulai tahun 2026 mendatang.

Pada komitmen suplai tersebut, Iwan menyatakan tidak ada batasan volume produksi. Sebanyak produksi petani, seluruhnya akan diserap oleh perusahaan. “Petani KLU diminta untuk support. Tidak ada batasan, sebanyak-banyaknya hasil produksi akan dibeli,” tegasnya.

Menurut dia, hadirnya pabrik dan terjalinnya kemitraan baru dengan SPR menjadi pintu keluar dan masuk bagi masa depan petani porang di KLU. Dengan jaminan ini, pihaknya tidak ragu untuk mengajak petani menambah areal tanam. Selain itu, petani yang menjadi pengurus dan anggota BGL juga diimbau untuk mengajak lebih banyak petani lain untuk bergabung budidaya porang.

“Mulai bulan Februari tahun depan kita sudah panen. Harga yang disepakati adalah harga pasar, kisaran Rp 8-12 ribu per kg,” sambungnya.

Dengan kondisi petani porang yang semakin positif, pihaknya berharap Pemda Lombok Utara, mulai melirik keberadaan petani porang. Setidaknya, petani mulai dibantu dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Mengingat area tanam petani dominan berada di lingkar hutan.

“Tentu kendala pasti ada, dan itu petani sendiri yang langsung merasakan hambatan selama budidaya,” tandasnya. (ari)

Bakti Sosial HUT Ke-80 RI Pemprov NTB Bagikan Sembako, CKG hingga Bersih-bersih Kampung

0
Gubernur NTB, H.Lalu Muhamad Iqbal saat memberikan bantuan sembako kepada warga Lingkungan Kekalik Barat di masjid setempat, Kamis, 14 Agustus 2025(ekbisntb.com/sib)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemprov NTB menggelar acara bakti sosial di Lingkungan Kekalik Barat, Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Kamis 14 Agustus 2025. Kegiatan bakti sosial ini dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Rangkaian kegiatan bakti sosial ini meliputi bersih-bersih kampung. Bersih-bersih kampong dilakukan di beberapa titik di Lingkungan Kekalik Barat yang merupakan  lingkungan terdampak banjir Mataram beberapa waktu lalu.

Dalam kegiatan bersih bersih kampung, Gubernur NTB, Dr.H. Lalu Muhamad Iqbal didampingi Pj. Sekda NTB, H.Lalu Moh.Faozal, S.Sos. M.Si dan Kepala OPD turun langsung membersihkan lingkungan setempat.

Dari pantauan Ekbis NTB, Gubernur Iqbal terlihat ikut menyapu di gang-gang sekitar areal masjid Kekalik Barat. Pj. Sekda dan beberapa asisten juga turut serta melakukan kegiatan bersih-bersih.

Setelah bersih-bersih kampong dilanjutkan dengan membagikan sembako. Gubernur Iqbal memberikan bantuan sembako kepada ratusan kepala keluarga (KK) yang ada di Lingkungan Kekalik Barat. Selain bantuan sembako, juga dibagikan bantuan  tanaman cabai untuk ditanam warga di pekarangan rumah masing-masing.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB, Dra.Nunung Triningsih mengatakan, kegiatan bakti sosial ini dilakukan dalam rangka menyambut HUT Ke-80 RI. Nunung menyebut, bakti sosial pembagian sembako ini menyasar 293 KK di Lingkungan Kekalik Barat.

“Yang dibagikan ada beras, masing-masing lima kilogram ke 243 KK. Terus ada sembako 50 paket yang dibagikan ke lansia, dan ada tanaman cabai 300 pohon,” ujar Nunung kepada Ekbis NTB.

Ia menambahkan, kepala keluarga yang jadi sasaran pembagian sembako merupakan warga yang terdampak banjir Mataram beberapa waktu lalu. ‘’Harapan kita ya untuk ini bisa mengurangi beban pengeluaran dari masyarakat yang merupakan salah satu komponen dalam pengentasan kemiskinan,’’ ujarnya.

Selain kegiatan bersih-bersih kampung, bakti sosial ini juga dilengkapi dengan program cek kesehatan gratis (CKG) bagi warga setempat. Pemprov NTB menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma,  Puskesmas dan Lazdasi.

Kepala Dinkes NTB, dr.H.Lalu Hamzi Fikri kepada Ekbis NTB mengatakan, kegiatan CKG ini merupakan bagian Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dari Presiden Prabowo. “Momennya ini sebenarnya lebih kepada menggabungkan kegiatan yang ada yakni sosial dan CKG,” ujarnya.

Lalu Hamzi Fikri menyebutkan,  ada empat cek kesehatan turunan yang diberikan Dinkes NTB kepada warga Lingkungan Kekalik Barat ini. Di antaranya, skrining kesehatan jiwa, stress analyzer, pemeriksaan kesehatan umum, dan skrining mata.

“Ketika dapat skrining ada masalah ya tentunya harus kita rujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan sesuai dengan temuannya,” jelas Hamzi Fikri.

Berdasarkan pantauan, masyarakat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bakti sosial tersebut. Beberapa di antaranya terlihat mengantre untuk memeriksa kesehatannya. Sementara yang lain, menunggu antrean pembagian sembako. (sib)

Banyak Masalah Lingkungan, Inisiasi Ciptakan Produk Pembersih

0
Nurliana Novita Dewi (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Semakin banyaknya permasalahan lingkungan akibat penggunaan sumber daya yang kurang bijak dan pengelolaan limbah yang masih belum dapat teratasi dengan baik menjadi dasar bagi Nurliana Novita Dewi, Pendiri dan Ketua Kelompok Renjana, Owner Eco Shine menciptakan produk pembersih ramah lingkungan.

Dalam Program Suara Pemuda Berkarya (Spada) RRI Pro 2 Mataram yang merupakan kolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Provinsi NTB, Lia – sapaan akrabnya menyebut banyaknya permasalahan lingkungan akibat penggunaan sumber daya yang kurang bijak. Termasuk, pengelolaan limbah yang masih belum dapat teratasi dengan baik.

Menurutnya, produk pembersih ramah lingkungan hadir sebagai solusi untuk setiap kalangan. Penggunaan produk-produk ramah lingkungan dinilai lebih bijak untuk kelestarian ekosistem dan lingkungan. Air limbah cucian rumah tangga tak lagi mengandung bahan kimia sintetis yang lebih berbahaya dibandingkan kandungan yang ada pada produk pembersih ramah lingkungan.

‘’ Hal ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik, terutama sampah sachet yang jarang diolah kembali dan selalu berujung di TPA. Konsep ini lahir dari rasa tanggungjawab bersama dalam menjaga kelestarian bumi,’’ ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis, 14 Agustus 2025.

Alumni Universitas Mataram 2019 ini, ingin semua lebih peduli dan merasa bertanggung jawab terhadap tempat tinggal sendiri. Apalagi ada ratusan juta ton tumpukan sampah di TPA dan .tidak mungkin bisa dikelola secara keseluruhan. ‘’Tapi setidaknya kita bisa mengurangi limbah yang kita buang juga lebih bijak dalam menggunakan sumber daya yang ada,” harapnya.

Lia juga mengajak masyarakat sekitar tempat tinggalnya dalam proses produksi, baik ibu-ibu rumah tangga maupun anak muda dari latar belakang pendidikan dan ekonomi yang berbeda diberikan kesempatan yang sama untuk belajar dan tumbuh bersama.

“Kita semua sama. Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan selama kita punya keinginan untuk belajar. Ini juga kesempatan kita untuk membuktikan bahwa untuk tumbuh dan maju tidak selalu diukur dari tinggi rendahnya status sosial, pendidikan, maupun ekonomi. Rasa percaya diri dan mau belajar adalah bekal yang cukup untuk memulai,” terangnya.

Selain produksi rutin, Lia juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, menjelaskan dampak dari pembuangan sampah dan air limbah, dan juga cara memilah sampah dari rumah.

Lia juga menyoroti tantangan pengenalan dan pemasaran di desa, terutama minimnya pengetahuan tentang lingkungan dan juga pola hidup yang sudah terbiasa menggunakan produk yang mengandung bahan kimia sintetis. Namun, Ia percaya bahwa pendekatan yang tepat dan komunikasi rutin yang sedang dilakukan akan menghasilkan titik terang dan perlahan akan mengubah pola kebiasaan masyarakat. (ham)

Tarian ‘’Tembolak Beak’’ Memukau saat Gladi Bersih di Istana Merdeka

0
Tim tarian kolosal Tembolak Beak saat gladi bersih di Istana Merdeka, Kamis 14 Agustus 2025. (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Tim penari kolosal NTB telah mengikuti sesi gladi kotor, Rabu, 13 Agustus 2025 dan gladi bersih di Istana Merdeka, Kamis, 14 Agustus 2025. Dalam latihan tersebut, tim NTB tampil dengan personel lengkap, mempersiapkan diri untuk tampil pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Gladi melibatkan seluruh rangkaian upacara kenegaraan, mulai dari pasukan Paskibraka, personel TNI-Polri, unit musik, hingga para penari kolosal. Sebanyak 218 penari dari NTB akan mendapat kesempatan tampil selama tujuh menit di panggung utama Istana Merdeka pada penurunan Bendera Pusaka, Minggu, 17 Agustus 2025 petang.

Pertunjukan tersebut akan diiringi gendang beleq yang dimainkan oleh 50 penabuh. Konsep tarian kolosal memadukan tiga budaya utama NTB, yakni Sasak, Samawa, dan Mbojo yang merupakan simbol kekayaan dan persatuan daerah.

Pada Kamis 14 Agustus 2025, sebanyak 218 personel tim kesenian dari NTB berhasil menampilkan pertunjukan sempurna dalam sesi gladi bersih di Istana Merdeka Jakarta.

Pertunjukan ini merupakan bagian dari persiapan akhir sebelum mereka tampil pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.

Tarian kolosal bertajuk “Tembolak Beak” yang dikomandoi Suryadi Mulawarman, S.Sn, M.M., Kepala Taman Budaya Provinsi NTB ini berhasil memukau seluruh pihak yang hadir. Gerakan yang apik dan sinkronisasi yang luar biasa membuat penampilan mereka tidak mendapatkan satu pun koreksi dari Liaison Officer (LO) yang bertugas.

Keberhasilan ini menjadi bukti kerja keras tim NTB selama latihan yang telah dimulai sejak gladi kotor pada Rabu, 13 Agustus. Tarian “Tembolak Beak” dijadwalkan tampil pada momen krusial, yakni saat penurunan bendera Merah Putih. Tarian ini adalah representasi kekayaan budaya NTB, yang menyatukan ragam suku dalam sebuah pertunjukan yang tentunya membawa harum nama NTB untuk Indonesia.

Berbagai tarian tradisional ditampilkan, mulai dari Tembolak, Gendang Beleq, Rudat, Rumpu, Lope, hingga atraksi ketangkasan peresean. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika para penari mengenakan kostum Garuda sambil membacakan Sajak Indonesia Merdeka, sebuah pemandangan yang membuat merinding dan penuh haru.

Sebelum tim NTB, panggung juga dimeriahkan oleh penampilan memukau dari daerah lain, gladi bersih ini diawali dengan Tarian Panen Padi dari DKI Jakarta, lalu dilanjutkan dengan Tarian Pedang Belati dari Sulawesi Tengah.

Rangkaian pertunjukan budaya ini akan ditutup dengan penampilan penyanyi legendaris, Ruth Sahanaya. Kehadiran tarian kolosal dari NTB di Istana Merdeka ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat NTB, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa keberagaman budaya daerah adalah kekuatan utama dalam merayakan kemerdekaan bangsa, Indonesia Raya.

Sebelumnya, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal melepas tim penari NTB yang akan tampil pada penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka Jakarta, 17 Agustus 2025 mendatang di Kantor Gubernur NTB, Selasa, 12 Agustus 2025. Didampingi Penjabat (Pj) Sekda NTB H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB H. Abdul Aziz, SH., MH., Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia dan Kepala Biro Umum Setda NTB Muhammad Riadi, Gubernur berpesan agar seluruh tim tampil maksimal dan memberikan kesan positif.

‘’Sekali lagi. Agar kalian menampilkan yang terbaik. Tampilkan tarian yang powerful. Kalau kalian menampilkan tarian itu dengan antusias dan semangat, power-nya akan terasa di penonton. Kalau kalian menampilkan ogah-ogahan dan akan berasa di penonton juga,’’ ujarnya mengingatkan.

Gubernur mengakui, jika keberangkatan 210 rombongan yang terdiri dari penari, pelatih dan ofisial ini merupakan sumbangan dana dari berbagai pihak. Menurutnya, tim dari NTB hanya diberikan waktu selama 10 hari untuk mempersiapkan diri, sementara dari daerah lain di Indonesia sudah mempersiapkan diri selama dua bulan.

Meski dihadapkan dengan keterbatasan anggaran, Gubernur meminta Kepala Taman Budaya NTB Lalu Suryadi Mulawarman untuk tidak memikirkan masalah uang atau dana keberangkatan tim ke Istana Merdeka Jakarta. Dalam hal ini, Lalu Suryadi sebagai Koreografer dan Sutradara diminta mempersiapkan tim agar bisa tampil maksimal di Istana Merdeka. (ham)
.

Kemlu Pulangkan WNI Kelompok Rentan dari Malaysia, 1 Kloter dari NTB

0
Kemlu Pulangkan WNI Kelompok Rentan dari Malaysia, 1 Kloter dari NTB(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebagai bentuk kehadiran negara dalam pelindungan WNI, Kementerian Luar Negeri kembali memfasilitasi pemulangan WNI kelompok rentan dari Malaysia.

Dalam keterangan resmi Kemlu, Direktur Perlindungan WNI, Judha Nugraha menyampaikan, sebanyak 264 (dua ratus enam puluh empat) WNI kelompok rentan berhasil dipulangkan dari Depo Tahanan Imigrasi/Detensi Imigrasi di wilayah Semenanjung Malaysia melalui jalur udara pada tanggal 14 Agustus 2025, melalui tiga titik debarkasi yaitu Bandar Udara Internasional Kualanamu, Provinsi Sumatera Utara, Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta, Provinsi Banten dan Bandar Udara Internasional Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Adapun WNI/PMI tersebut terdiri atas 146 laki-laki, 100 perempuan, 8 anak laki-laki dan 10 anak perempuan.

Para WNI kelompok rentan yang dipulangkan adalah yang sakit, ibu dan anak, ibu hamil, anak dibawah umur dan WNI lanjut usia.

Pemulangan melalui jalur udara terbagi menjadi 7 kloter, dengan 3 kloter di Bandar Udara Internasional Kualanamu, 3 kloter di Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta dan 1 kloter di Bandar Udara Internasional Lombok.

Proses koordinasi ketibaan hingga ke daerah asal dan proses rehabilitasi dan reintegrasi dikoordinasikan oleh Kemenkopolkam dan didukung K/L terkait antara lain KP2MI, Kemensos, KPPA, Kemendagri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Perhubungan dan Pemprov daerah asal.

Para WNI di ketiga titik pemulangan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Luar Negeri beserta seluruh Kementerian/Lembaga terkait dalam memfasilitasi kepulangan mereka, dan sangat mengapresiasi kehadiran Negara dalam memberikan bantuan sehingga mereka dapat kembali pulang ke tanah air sebelum perayaan kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.

Kementerian Luar Negeri kembali menghimbau masyarakat untuk selalu mengikuti hukum dan peraturan yang berlaku apabila akan bekerja di luar negeri.(bul)

AMPHURI Bali Nusra Hormati Proses Hukum KPK soal Dugaan Penyimpangan Kuota Haji 2024

0
H. Zamroni(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) wilayah Bali Nusra menyatakan menghormati proses hukum yang tengah dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan penyimpangan pembagian kuota haji tambahan tahun 2024.

Ketua AMPHURI Bali Nusra, H. Zamroni, mengatakan sikap tersebut sudah menjadi keputusan organisasi yang dibahas dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AMPHURI.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Baik DPP maupun DPD AMPHURI tidak akan mencampuri urusan hukum,” tegasnya, Kamis, 14 Agustus 2025.

Zamroni menjelaskan, gonjang-ganjing pemberitaan terkait KPK berawal dari keputusan Panitia Khusus (Pansus) DPR RI tahun 2024 yang merujuk pada keputusan menteri. Saat itu, tambahan kuota haji dibagi dua, yakni 50 persen untuk haji reguler dan 50 persen untuk haji khusus. Padahal sesuai ketentuan, tambahan kuota seharusnya dibagi 92 persen untuk reguler dan 8 persen untuk khusus.

“Seharusnya porsi tambahan kuota khusus diisi oleh travel umrah hanya sekitar delapan persen. Tapi saat itu pemerintah memutuskan pembagian 50-50. Dasarnya adalah hasil koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi terkait kepadatan di Arafah, Mina, dan Muzdalifah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Kementerian Agama (Kemenag) saat itu beralasan keputusan pembagian kuota dilakukan lebih awal karena khawatir tambahan kuota reguler tidak terserap sepenuhnya.

“DPR melalui rapat Pansus memberikan kelonggaran kepada Kemenag untuk mengambil langkah strategis agar tambahan kuota bisa terserap semua. Ini juga terkait kesiapan pemerintah dalam mengurus jemaah haji di Mekkah,” ujarnya.

Zamroni menyebut, secara nasional total jemaah haji ditambah kuota tambahan haji 2024 mencapai 27.000 orang, dengan NTB mendapatkan sekitar 1–2 persen atau setara 100an jemaah. Namun, ia menegaskan bahwa AMPHURI tidak mengetahui detail teknis maupun kemungkinan adanya permintaan dari pihak travel kepada Kemenag, sehingga diusut KPK.

“Kami tidak tahu kalau ada rapat-rapat atau kesepakatan di luar aturan. Yang jelas acuannya adalah peraturan menteri. Kalau sudah masuk ranah hukum, biarkan aparat penegak hukum yang bekerja,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, KPK tengah mengusut dugaan suap dan gratifikasi terkait pembagian kuota haji tambahan 2024 yang diberikan pemerintah Arab Saudi. Dari 20.000 kuota tambahan, pembagian dilakukan 50 persen untuk reguler dan 50 persen untuk khusus, berbeda dari ketentuan resmi 92 persen reguler dan 8 persen khusus sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Perubahan tersebut diduga merugikan negara dan jemaah.(bul)

Rupiah Menguat, Ekspektasi Suku Bunga Fed Dipangkas Capai 100 Persen

0
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi prediksi penurunan suku bunga Federal Funds Rate (FFR) di bulan September mencapai 100 persen

“Ekspektasi penurunan suku bunga FFR di bulan September sudah 100 persen, antara 25 bps (basis points) atau 50 bps,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Mengutip Xinhua, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Federal Reserve perlu memangkas suku bunga sebesar 50 bps pada pertemuan Federal Open Market Committee di bulan September.

Bahkan, Scott menyampaikan Fed seharusnya sudah menurunkan suku bunga tersebut pada Juni.

Sebelumnya, CME FedWatch Tool telah mencatatkan bahwa peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps oleh Fed pada bulan September meningkat menjadi 93,4 persen pada hari Selasa 11 Agustus 2025 naik dari 85,9 persen sehari sebelumnya.

Namun, Rully menyampaikan bahwa ekspektasi pemotongan suku bunga Fed telah mencapai 100 persen.

“Untuk (pertemuan FOMC) bulan Oktober 64,2 persen, market expect FFR di 4 persen. Di Desember 53 persen, FFR probability di 3,75 persen,” ucap Rully.

Meninjau sentimen dari dalam negeri, pasar disebut akan menunggu pidato presiden terkait nota keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Asumsi pertumbuhan ekonomi pemerintah yang cukup agresif di kisaran 5,2 persen dan 5,8 persen dinilai menjadi salah satu faktor yang memberikan sentimen positif terhadap kurs rupiah.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Kamis di Jakarta menguat sebesar 90 poin atau 0,56 persen menjadi Rp16.112 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.202 per dolar AS. (ant)

Harga Emas Antam Mulai Naik Hari Ini ke Angka Rp1,933 Juta/Gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Kamis 14 Agustus 2025 mulai mengalami kenaikan setelah sejak 9 Agustus terus mengalami penurunan. Kali ini naik Rp16.000 ke angka Rp1.933.000 dari semula Rp1.917.000 per gram.

‎Adapun harga jual kembali (buyback) sebesar Rp1.779.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Kamis:

– Harga emas 0,5 gram: Rp1.016.500.
‎- ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.933.000.
‎- ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.806.000.
– Harga emas 3 gram: Rp5.684.000.
‎- ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.440.000.
‎- ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.825.000.
‎- Harga emas 25 gram: Rp46.937.000.
‎- ⁠Harga emas 50 gram: Rp93.795.000.
‎- ⁠Harga emas 100 gram: Rp187.512.000.
‎- ⁠Harga emas 250 gram: Rp468.515.000.
‎- ⁠Harga emas 500 gram: Rp936.820.000.
‎- ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.873.600.000.

‎Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Serapan Bulog NTB Tembus 172,9 Ribu Ton Setara Beras

0
Mengecek kualitas beras Makloon di Mitra Penggilingan(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Perum Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat capaian serapan beras petani tahun 2025 mencapai rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir. Hingga 13 Agustus 2025, realisasi pengadaan gabah setara beras mencapai 172.940.117 kilogram atau 99,22 persen dari target 174.300.000 kilogram.

Wakil Pimpinan Wilayah sekaligus Kepala Perum Bulog Divisi Regional NTB, Rizal P. Sukmaadijaya, mengatakan capaian ini menunjukkan produksi padi di NTB tahun ini cukup tinggi dan berkualitas baik.

“Serapan masih terus berlangsung. Memang saat ini belum terlalu banyak karena belum masuk puncak panen, tetapi akhir Agustus hingga awal September kita prediksi akan ada panen gadu, sehingga serapan akan kembali meningkat,” jelas Rizal, Kamis, 14 Agustus 2025, usai mengikuti kegiatan Gerakan Pangan Murah bersama Polda NTB di Polsek Pagutan.

Menurutnya, capaian pengadaan beras tahun ini tidak lepas dari tingginya produksi padi di NTB, ditambah dukungan penuh dari berbagai pihak.

“Penyerapan kami sangat terbantu oleh sinergi dan kerja sama dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya di lapangan. Mereka membantu memastikan gabah petani terserap sesuai harga pembelian pemerintah,” ujarnya.

Bulog NTB membeli gabah kering panen petani seharga Rp6.500 per kilogram sesuai ketentuan harga pembelian pemerintah (HPP). Rizal mengungkapkan, harga ini membuat petani bersedia menjual hasil panennya ke Bulog, sekaligus menjamin stok beras untuk kebutuhan daerah.

Ia menegaskan, rekor serapan tahun ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan NTB.

“Kalau melihat data lima tahun terakhir, posisi saat ini adalah yang tertinggi. Ini membuktikan bahwa produksi padi NTB tidak hanya cukup untuk kebutuhan daerah, tetapi juga mampu menopang cadangan beras pemerintah,” katanya.

Dengan sisa target yang tinggal kurang dari satu persen, Bulog optimis realisasi serapan akan melampaui target tahun 2025.

“Insya Allah target akan terlampaui dalam waktu dekat. Produksi padi kita cukup untuk menciptakan ketersediaan dan menjaga stabilitas harga di pasar,” pungkas Rizal.(bul)

Enam Komoditas Pangan NTB Ini Rawan Menyumbang Inflasi Jika MBG Efektif Dilaksanakan

0
Ilustrasi pangan(ekbisntb.com/suara.com)

Lombok (ekbisntb.com) – Ada potensi lonjakan inflasi di NTB terhadap sejumlah komoditas pangan strategis, jika pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah sepenuhnya efektif dilaksanakan, terutama bahan baku yang dipasok dari luar daerah. Lonjakan inflasi bisa terjadi karena kenaikan harga-harga kebutuhan karena tingginya permintaan.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, enam dari 12 komoditas pangan pokok strategis di NTB masih bergantung pada pasokan luar daerah. kendatipun, enam komoditas lainnya terbilang produksinya tetap surplus setiap tahun.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Muhammad Su’aidi, menjelaskan bahwa secara umum NTB mengalami surplus pangan pokok strategis, namun hal itu terjadi karena adanya arus masuk dari luar daerah.

“Kalau hanya mengandalkan produksi lokal, ada beberapa komoditas yang defisit. Misalnya bawang putih, kedelai, daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi, dan gula pasir. Tanpa pasokan dari Jawa atau Bali, kebutuhan kita tidak akan tercukupi,” paparnya, Kamis, 14 Agustus 2025.

Su’aidi mengatakan, surplus pangan NTB, terutama komoditas-komoditas tertentu sampai saat ini masih terjaga karena adanya stok tahun sebelumnya dan distribusi dari daerah lain.

“Kalau beras , dihitung rata-rata, stok kita cukup hingga enam bulan ke depan. Ndak ada masalah. Tetapi untuk komoditas tertentu, seperti bawang putih, kita hanya punya pasokan dari daerah-daerah tertentu seperti Sembalun. Selebihnya, didatangkan dari luar,” paparnya.

Menurutnya, 12 komoditas pangan pokok strategis yang dipantau karena berpengaruh terhadap inflasi adalah beras, jagung, kedelai, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, dan minyak goreng.

“Dari jumlah itu, enam komoditas masih tergantung pasokan luar daerah. Kalau permintaan MBG tinggi, dan pasokan luar tersendat, harga bisa naik,” ungkapnya.

Su’aidi mencontohkan, produksi daging sapi NTB sebenarnya tinggi, tetapi ketersediaan daging segar tidak selalu mencukupi karena jumlah pemotongan hewan tidak sebanding dengan kebutuhan pasar.

“Kita punya populasi sapi banyak, tapi peternak tidak selalu mau memotong saat dibutuhkan. Akhirnya kita suplai dari daging beku luar daerah. itu yang membantu,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebutuhan telur ayam ras juga belum bisa dipenuhi dari peternak lokal.

“Di Lombok Barat memang ada sentra peternakan unggas, tapi kapasitasnya belum mencukupi. Salah satu kendalanya adalah keterampilan peternak yang masih terbatas, sehingga produktivitas belum optimal,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan inflasi, DKP NTB melakukan analisis ketersediaan pangan secara berkala berdasarkan data dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Kami memberikan rekomendasi kepada OPD teknis mengenai komoditas mana yang kurang dan bagaimana cara memenuhinya. Misalnya, kekurangan bawang putih dan kedelai sudah kami sampaikan agar pasokannya diamankan,” katanya.

Su’aidi juga mengingatkan bahwa gula pasir dan minyak goreng di NTB sepenuhnya mengandalkan pasokan luar daerah.

“Selama ini ketersediaannya aman, tapi kalau distribusi terganggu, kita akan merasakan dampaknya langsung di pasar,” pungkasnya.

Dengan adanya program MBG yang memerlukan bahan baku dalam jumlah besar, DKP NTB menilai penguatan produksi lokal menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di daerah.(bul)